Gombalan Ala Shinobi

Disclaimer: Masashi kishimoto

Author: Istar Fantasy (Add my FB: IStar SrFantasy ...or Follow my Twitter : IS_magicgirl... Aku tunggu ya….)

Istar: "Akhirnya selesai…! Gak nyangka banyak juga yang Req…!"

Itachi: "Pasti kali ini ada aku nya kan…?"

Istar: "Kamu entar aja ah…!"

Chapter 4

Hayate dan Yugao.

Yugao tengah melompat lompat diatas pepohonan dengan topeng anbunya ketika dia melihat Hayate tengah duduk sambil terbatuk-batuk.

"Hayate…! Kau baik-baik saja…!" Tanya Yugao yang melihat kondisi Hayate sedang sangat buruk.

"I… iya…! Tapi nafasku sesak ugh…!" Jawab Hayate yang kembali terbatuk batuk.

"Aku bawa kau ke rumah sakit…!" Kata Yugao sembari membantu memapah tubuh Hayate.

"Tidak…! Tidak usah…!" Tolak Hayate secara halus membuatnya kembali duduk diatas tanah.

"Kenapa…?" Yugao turut berjongkak didekatnya.

"Daripada kau bawa aku kerumah sakit…! lebih baik kau bawa aku kedalam hatimu…!"

...

Shikamaru dan Ino.

Kliniiiing….!

Suara bel pertanda ada seseorang yang masuk ke sebuah toko bunga di desa Konoha.

"Selamat datang…!" Sambut Ino dari dalam.

"Hai…!" Sapa Shikamaru dengan nada malasnya.

"Loh.. Shikamaru…?" Ino agak kaget dengan kedatangan Shikamaru kesana.

"Kenapa…? apa aneh…?" Tanya Shikamaru sambil mengusap-usap kepalanya sendiri.

"Tidak…!" Ino tersenyum. "Mau beli bunga…?" Tanya gadis itu lagi.

"Iya…! Aku mau beli untuk gadis tercantik jadi tolong pilihkan setangkai bunga mawar yang paling bagus dan beri juga ucapan sayang…!"

Ino pun segera memilih bunga mawar paling bagus lalu diikat pita merah muda dengan tulisan I love you.

ketika Ino bermaksud menyerahkannya pada Shikamaru…

"Uangnya ada dimeja kasir…!" Kata Shikamaru pergi begitu saja.

"Hei tunggu bunganya…!" Teriak Ino yang berlari mengejar Shikamaru.

"Apa…!" Shikamaru berhenti dan menoleh kearah Ino.

"Bunganya…! Bukankah seharusnya kamu memberikan bunga ini sendiri pada gadis tercantik itu…?" Ino memperlihatkan bunga yang telah pilih dan hias dengan indahnya.

"Tidak perlu… Saat ini pun… bunga itu sudah ada ditangan gadis tercantik itu…!" Jawab Shikamaru kembali melangkah pergi meninggalkan Ino yang terdiam kaget mendengar pernyataan itu.

Naruto dan Sakura

Pagi ini Naruto, Kakashi dan Sakura berniat mengadakan hanami ditaman, namun seperti biasa Kakashi masih belum tiba hingga Naruto dan Sakura harus menunggunya.

"Hem… bunga Sakura tahun ini indah sekali ya…!" Ucap Sakura yang seolah tenggelam dalam jajaran pohon bunga sakura yang bermekaran beraneka ragam.

"Ya… begitulah…!" Kata Naruto yang kelihatan masih ngantuk.

"Menurutku bunga Sakura yang paling indah itu yang berwarna merah muda…!" Lanjut Sakura yang pagi ini terlihat sedang sanagt bahagia.

"Begitu ya…?" Naruto masih lemas dan sekali-kali mengucek matanya.

"Kalau menurut Kamu yang mana…?" Tanya gadis beramput pink itu berjalan kedekat Naruto.

"Tentu saja yang sedang berdiri disebelahku…!" Jawab Naruto yang kini memasang wajah cool berbinar-binar.

Shino dan Shion.

Hari ini Shion dan para pengawalnya mengunjungi Konoha untuk berterima kasih.

setelah acara seselai dia melihat seseorang tengah berdiri seorang diri.

"Shino…! Kata Naruto kamu suka serangga…!" Tanya Shion duduk disebelah Shino yang masih berdiri tegak.

"Iya…! Tak kusangka dia masih ingat…!" Jawab Shino yang sepertinya masih ngambek pada Naruto.

"Kenapa kau suka pada serangga…?" Tanya sang miko yang penasaran.

"Itu karena mereka mahluk yang unik…!" Jawab shinobi yang tak pernah lepas dari kacamata hitamnya itu.

"Apa maksudnya…?" Shion makin penasaran.

"Serrangga itu kecil…! Tapi pengaruhnya untuk bumi sangatlah besar…!" Jawab Shino melepaskan serrangga dari tangannya hingga terbang keudara.

"Kalau begitu aku yang merasa kecil tapi berpengaruh cukup besar ini… apa bisa kau sukai juga…?" Tanya Shion lagi yang tak berani menatap lawan bicaranya.

Garra dan Hinata

Hari yang panas di Sunagakure dimana saat ini sang Kazekage sedang terdiam ditengah lautan pasir.

"Garra…!" Teriak seseorang memanggil namanya.

"Dia…! Hyuga Hinata dari Konoha…!" Ucap Garra yang melihat seorang gadis berjaket ungu berlari kearahnya.

"Garra…! Apa benar Shukaku telah keluar dari dalam tubuhmu…?" Tanya Hinata dengan serius.

"Iya itu benar…!" Jawab Garra singkat.

"Apa kau baik-baik saja…?" Tanya Hinata dengan nada seolah dia sedang Hawatir.

"Tidak apa-apa…! Justru aku merasa jadi lebih lega…!" Jawab Garra dengan senyuman seadanya.

"Kalau begitu…!" Hinata kembali terdengar serius.

"Kalau begitu apa…?" Tanya Garra dengan pasir yang berbentuk tanda Tanya.

"Kalau begitu bisakah kamu keluarkan isi perasaanmu itu padaku supaya aku bisa menjadi lega…?" HInata mengepalkan tangannya seperti sedang berharap.

Omoi dan Karui.

Sarapan hari ini dirasa berbeda bagi Omoi dan Karui karena keduanya terkesan saling diam.

"Hey Karui…!" Panggil Omoi akhirnya buka suara.

"Apa mau minta ambilkan mayones..?" Karui agak cuek nanggepi panggilan dari temannya.

"Bukan…!" Bantah Omoi.

"Lalu...?" Karui berbalik pada sosok pria itu tanpa berhenti mengunyah makanannya.

"Ambilkan kecap..!" Kata Omoi menunjuk pada botol kecap yang ada didekat Karui.

"Hah tumben… biasanya kamu pakai mayo…!" Kata Karui sembari melempar botol kecap ke Omoi.

"Nggak ah..! habis mayo itu putih dan rasanya tidak manis ..!" Jawab Omoi mulai menuangkan kecap ke makanannya.

"?" Berjuta tanda Tanya melayang diatas kepala shinobi wanita itu.

"Sekarang aku sedang suka yang hitam manis seperti kamu...!" Jawab Pria itu mulai makan dengan lahap sementara Karui malah jadi tidak bisa makan.

Yamato dan Shizune.

Yamato duduk sendirian ditengah hamparan rumput desa Konoha, sampai Shizune lewat didekatnya.

"Siang Ketua Yamato…!" Sapa Shizune.

"Siang…!" Yamato membalas sapaan Shizune.

Shizune duduk sejenak didekat Shinobi yang baru saja pulang dari misi itu. "Yamato kau itu kloning dari hokage pertama kan…?" Shizune membuka pembicaraan.

"Iya… benar sekali…!" Jawab Yamato.

"Sayang rambutku tidak merah…!" Kata Shizune sambil melihat rambutnya.

"Kenapa harus merah…?" Yamato tak begitu mengerti arah pembicaraan Shizune.

"Heh benar juga…!" Shizune tertawa sendiri. "Tidak harus ya..?" Lanjutnya tersenyum riang.

"Kamu itu bicara apa sih...?" Yamato masih tidak mengerti.

"Mungkin aku memang bukan kloning Mito..! Tapi aku tetap ingin jadi pasanganmu...!" Jawab Shizune malu-malu.

….

Sasori dan Mayra

Seusai membaca sebuah Fic Mayra kini asik bercermin di depan kaca.

"Mayra…!" Sasori datang mendekat.

"Apa…?" Mayra berbalik kearah anggota Akatsuki itu.

"Kamu suka baca funfic kan…?" Tanya Sasori.

"Iya…! Kenapa ya…?" Tanya Mayra melihat sepertinya Sasori sedang serius.

"Apa kamu pernah baca yang ada pasangan untukku…?" Sasori ternyata sedang benar-benar serius.

"Iya…! kamu pernah dipasangin sama Sakura, Konan…"

"Oh gitu…!" Wajah kecewa tampak jelas diwajah Sasori.

"Kenapa gak senang gitu…?" Tanya Mayra agak cemas.

"Habis aku maunya dipasangin sama yang cantik…! Lebih cantik dari boneka Barbie…!" Keluh Sasori.

"Lebih cantik dari Barbie… kaya gimana…?" Tanya Mayra lagi.

"Yang kaya gitu…!" Sasori nunjuk kecermin kaca yang memantulkan bayangan Mayra dengan jelas.

….

Behind the scene

Istar: "Ini Chapter ke-4…! Tuk yang terakhir sengaja aku kabulkan keinginan salah seorang Reader yang ingin dipasangkan dengan Sasori…! Tapi maaf ya kalo gaje…!"

Sasori: "Ternyata aku bisa juga…!" (Bergaya cool)

Itachi: "Masih kerenan aku…!" (Pose keren)

Istar: "Buat yang Req-nya belum ditampilkan pada Chapter kali ini…! Ditunggu aja di Chapter berikutnya…! Dan bagi yang ingin Req lagi… masi ditunggu…! Tapi jangan Yaoi/Yuri ya… soalnya gak bakalan dikabulin…!"

Sasori: "Dan siapa yang lebih keren…? Aku atau Itachi…?"

Sasuke (Muncul dibelakang Itachi): "Sudah jelaskan siapa yang paling keren… gak perlu ditanya lagi!"

Istar: "Udah… mereka jangan diperdulikan…!" (Sweatdrop)