Gombalan Ala Shinobi

Disclaimer: Masashi kishimoto

Author: Istar Fantasy (Add my FB: IStar SrFantasy ...or Follow my Twitter : IS_magicgirl... Aku tunggu ya….)

Istar: "Gak nyangka aku bakalan bikin chapter ke-6…!"

Itachi: "Aku pikir bakalan cuman sampai chapter 5 aja…!"

Istar: "Tadinya emang gitu tapi berhubung masih ada req yang belum aku kabulkan makanya aku bikin yang ke-6…! Maaf ya kalo ada yang kelewat…!

Chapter 6

Utakata dan Mizuki Violetta

Dihari yang terik ini Utakata duduk sendiri diatas batu ditepi sungai. Diam-diam Violetta datang menghampirinya.

"Utakata-san sedang apa ?" Tanya Violetta pelan.

Utakata menoleh sedikit kepadanya, tapi itu tidak berlangsung lama hingga mata jinchuriki itu kembali kearah aliran sungai.

"Dingin sekali !" Gumam Violetta menggembungkan pipinya.

"Sedang melihat apa sih ?" Violetta masih belum menyerah dan kembali merapat.

"Tadi aku sedang melihat pemandangan langit dari pantulan diair ini…" Utakata akhirnya buka suara.

"Tapi sekarang sepertinya ada bidadari yang turut menghiasi pemandangan lagit hari ini." Lanjut Utakata membuat orang disebelahnya tersipu malu.

Deidara dan Tenten

Padang rumput yang terhampar luas ini seakan menjadi saksi pertarungan antara dua orang shinobi yang identik dengan senjatanya.

"Ayo keluarkan ledakanmu yang katanya luar biasa itu !" Tenten menggertak.

Deidara segera mengambil tanah liat dengan mulut ditangannya dan Tenten pun bersiap dengan gulungan jutsunya.

"Inilah seni ledakanku !" Deidara melempar burung-burungnya keudara. "Saksikanlah seni terindah yang pernah aku ciptakan !" Teriaknya diikuti suara ledakan bertubi-tubi diudara.

Secara reflex Tenten menutup matanya lalu perlahan melihat kearah ledakan yang menyisan gemerlap cahaya berwujud wajahnya disertai tulisan aishiteru didekatnya.

Tobi dan Hinata

Ditengah hutan sendirian, dari jarak yang cukup jauh, Tobi memperhatikannya sambil bertengger dibelakang pohon. Hinata yang menyadari itu segera melempar kunai kearahnya dan membuatnya mengirim sebagian tubuhnya kedimensi lain guna menghindar dari serangan itu.

"Bagaimana kau tahu aku ada disini…?" Tanya Tobi melihat Hinata dari balik topengnya.

"Itu karena aku menggunakan byakugan hingga aku dapat melihatmu yang berada dibalik pepohonan !" Jawab Hinata telah bersiap menggunakan jutsunya.

"Emm… begitu ! Kalau begitu apa kau bisa melihat namamu yang berada dibalik dinding hatiku ?" Tobi tersenyum dalam topeng yang tampak jelas oleh byakugan Hinata.

Itachi dan Temari

Hembusan angin yang kencang menerpa tubuh Itachi dari arah belakang membuat langkah kakinya terhenti.

"Itachi-san kenapa kau selalu menggunakan sharingan apa tidak membuatmu lelah ?" Tanya Temari yang baru saja menciptakan angin kencang dengan kipas besarnya sambil perlahan mendekat.

"Lumayan juga, tapi sharingan adalah jutsu andalanku !" Jawab Itachi tanpa mengalihkan pandangannya.

"Kamu sendiri kenapa memakai kipas sebesar itu apa kau juga tidak membuatmu kelelahan ?" Kini Itachi yang balik bertanya.

"Aku memakai kipas sebesar ini agar hembusan angin dari kipasku ini bisa menembus masuk dan menyejukan hatimu !" Jawab Temari sembari mengedipkan sebelah matanya.

Sasori dan Sara

Sasori hari ini tengah menghabiskan waktunya untuk mengotak atik boneka kugutsunya. Tiba-tiba seoarang datang dengan membawa sebuah boneka yang serupa dengan dirinya sendiri.

"Sasori-san, kau pandai membuat boneka kan ?" Tanya Sara yang baru saja datang.

"Tentu saja ?" Jawab Sasori terus mengotak-atik bonekanya.

"Bisa buatkan aku satu ?" Tanya gadis itu lagi sembari melongokan kepalanya kedepan Sasori.

"Memangnya kau ingin boneka macam apa ?" Tanya Sasori tanpa menghentikan kegiatannya.

"Aku ingin boneka untuk mendampingi boneka tiruanku, dan kalau boleh yang menjadi modelnya adalah kamu…!" Jawab Sara sambil tersenyum malu-malu.

Sasuke dan Hinata

Disebuah kedai makanan tanpa sengaja Sasuke dan Hinata bertemu. Disaat itu Hinata tampak sedang memesan makan yang akan dia bawa pulang.

"Hinata aku mau tanya !" Tanya Sasuke menghampirinya tiba-tiba.

"Kenapa kau selalu memperhatikan Naruto ?" Tanyanya dengan serius.

"Me… memangnya kenapa ?" Hinata yang kaget balik bertanya.

"Ah sudahlah, lupakan saja !" Kata Sasuke sambil menyauh pergi menuju keluar dari tempat itu.

"Sa… Sasuke !" Gumam Hinata pelan.

"Tunggu…!" Jerit Hinata membuat Sasuke terhenti tepat didepan pintu keluar.

"Apa ada yang salah kalau aku memperhatikan Naruto ?" Tanya Hinata yang menyusulnya keluar.

"Ah tidak, mungkin aku hanya cemburu karena bukan aku yang selalu kau perhatikan !" Jawab Sasuke memuat Hinata terdiam, terbata tanpa kata.

Hiruzen dan Biwako

Dikediaman Hokage, Hiruzen yang telah lama menyandang gelar itu tampak berdiri memandangi langit dari balik jendela. Tidak lama Biwako datang dengan membawa secangkir teh hijau.

"Tempat ini sudah banyak berubah." Ucap Hokage ketiga itu tiba-tiba.

"Memangnya kenapa ? Waktu memang terus berjalankan ? Kita juga sudah semakin tua !" Ucap Biwako sambil menaruh minuman hangat itu diatas meja kerja suaminya.

"Ya… waktu memang terus berjalan…" Hiruzen kembali duduk dikursinya.

"Aku juga sudah semakin tua, tapi…" Sesaat dia meneguh teh hangat dimejanya.

"Tapi setua apapun kau masih tetap yang tercantik didesa ini." Lanjutnya membuat pipi istrinya merona merah.

Behind the scene

Istar: "Sekian Fic Gombalan ke-6 ini….! Sekali lagi maaf buat yang req-nya kelewat…! Atau juga kalau ada yang keulang lagi…! Atau kalau gombalannya kelewat gaje ! Atau…" (Kebanyakan atau)

Itachi: "Kalau begitu aku bakalan coba gombalin kamu supaya kamu klepek-klepek ah…!"

Istar: "Nggak perlu ! Tanpa ngegombalpun kamu udah bisa bikin aku Klepek-klepek !"

Gubraaakkkkkkkk…..

Istar: "Wew pingsan…! Keduluan ngegombalnya haha…!"