Ansatsu Kyoushitsu © Matsui Yuusei
Warning : typo(s) ? crack pair dulu :p
Jika tidak suka, harap tekan tombol kembali.
Incomplete
*Pada upacara pembukaan murid baru SMA Koen
Manami menjejakkan kakinya ke sekolah barunya. Suasana hangat yang berbeda dia rasakan bercampur perasaan senang yang dia miliki. Mungkin dia bisa bertemu dan berteman dengan berbagai macam orang lagi. Perasaan gugup menyelubungi dirinya dan saat itu juga dia teringat seseorang yang selalu membuatnya nyaman.
"Aku harus bisa" Manami menghembuskan nafasnya agar membuat tubuhnya rileks.
Manami tidak berangkat dengan Itona. Itona menyuruhnya agar berangkat duluan saja. Manami bergegas untuk melihat pengumuman kelas, dia berbeda kelas dengan Itona. Manami di kelas B dan Itona dikelas A. setidaknya mereka bersebelahan pikir Manami
Manami melangkahkan kakinya ke kelas barunya untuk menaruh tas dan pergi ke aula sekolah untuk upacara pembukaan murid baru.
Setelah berbaris sesuai kelas. Dia mendapati Itona berbaris di sampingnya, dia tidak memakai bandananya.
"Itona-kun bandanamu mana ? rasanya agak aneh melihatmu tanpa bandanamu lagi" Manami bertanya pada Itona dengan sedikit berbisik.
"Ada kok di tas. Aku tidak mau menarik perhatian di upacara ini" Itona menjawabnya sambil melirik kea rah Manami
"Tapi sepertinya kamu juga tidak berubah yah Okuda-san. Penampilanmu itu" Itona berbicara pelan tapi masih dapat didengar oleh Manami.
Manami tidak menanggapi apa-apa, dia hanya tidak mau identitas lamanya dirubah begitu saja. Walaupun beberapa gadis pasti melakukan debut SMA mereka. Jujur saja, Manami tadi sempat berpikir bahwa Itona membuang bandana itu.
"Tenang saja. Aku tidak akan melupakam masa laluku. Bandana itu sebagai penenang dan juga sebagai pengingat yang penting bagiku"
"Syu-syukurlah kalau begitu" tentu saja Manami kaget, Itona seperti membaca pikirannya.
Hari demi hari terus berjalan dan hari ini juga tidak begitu lancar pikir Manami. Setiap berada di kelas, pasti ada saja yang memperhatikan Manami dan ini membuat dia tidak nyaman. Manami berjalan ke lokernya, dia segera mengganti sepatunya sambil menghembuskan nafasnya.
"Hey, kau Okuda Manami kan?!" ucap seseorang yang menghampiri Manami.
Manami segera menyadarinya itu adalah teman sekelasnya, kalau tidak salah namanya Nakazawa Izumi. Manami hanya mengangguk.
"Kau seharusnya merubah penampilanmu itu Okuda" ucap Nakazawa sarkastis. Gadis ini memang canting, berambut hitam dengan gaya ponytail. Dan wajahnya terlihat dewasa.
Manami hanya ketakutan dia hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Ahh, kau menyebalkan" Nakazawa mengusap belakang kepalanya.
"Hei kau sedang apa!?"
Mendengar kalimat itu Manami teringat cowo berambut merah. Dia juga pernah dijahili oleh orang-orang dari gedung utama dan yang menolongnya saat itu adalah cowo itu.
"Akabane-san" waktu itu Manami memanggilnya seperti itu
"Kau baik-baik saja Okuda-san?" sama seperti waktu itu pikir Manami
"A-aku baik-baik saja Itona-kun"
"Ayo pulang". Manami mengangguk
"Kau harusnya mengatakan apa yang ingin kau katakana Okuda-san. Agar mereka mengerti, sama seperti tadi" Itona berbicara tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.
"Hmm iyah Iton-kun. Aku akan berusaha" Manami berusaha meyakinkan Itona dan dirinya.
Itona berhenti di depan Manami. Otomatis Manami menghentikan langkahnya
"Menurutku kamu yang seperti cukup manis. Jangan dengarkan mereka" Itona memukul kepala Manami pelan.
Muka Manami memerah, jantungnya berdegup kencang.
"Te-terima kasih Itona-kun"
Itona kembali jalan dan menatap lurus ke depan, tanpa disadari mukanya juga memerah.
Keesokan harinya saat jam istirahat.
Manami menghampiri Nakazawa yang masih berada dibangkunya. Manami merasa sangat gugup.
"Bo-bolehkah aku berbicara denganmu sebentar ?" ucap Manami. Sedangkan yang ditanya hanya mengangguk.
"Ini tentang yang kemarin. Maafkan aku kalau penampilanku ini mengganggumu, aku mengerti itu. Ta-tapi aku tetap ingin seperti ini, menjadi diriku apa adanya. Aku sudah tidak peduli dengan yang mereka katakan padaku" Manami menyelesaikan kalimatnya. Mungkin Nakazwa tidak bermaksud jahat pikir Manami.
"Hmm sudahlah lupakan saja itu Okuda, aku juga minta maaf kalau memang begitu adanya. Kau tahu ? banyak yang membicarakanmu dan aku tidak tahan. Aku kira kau akan segera merubah penampilanmu setelah aku berbicara seperti itu tapi ternyata kau gadis yang jujur" Nakazawa berdiri dari bangkunya, melangkahkan kakinya meninggalkan Manami. Dia memberikan senyum kecilnya.
Manami tidak bisa menebak orang itu.
"Hey Okuda-san" seorang cewek berambut ikal pendek menghampiri Manami. Cewek ini juga sekelas dengan Manami.
"Hallo Natsuki-san" Manami menyapa balik Natsuki.
"Panggil saja Chiya. Ohh iyah, aku sahabat Nakazawa loh. Heheh" Manami sedikit terkejut. Orang ini berbeda sekali dengan Nakazawa. Dia orang yang mudah akrab. Rambutnya bewarna coklat. Dia manis dengan warna matanya yang juga coklat.
"Maafkan Izumi yah. Dia memang begitu dari dulu, tapi dia orang yang baik. Dia akan selalu membelaku, tapi kalau aku salah dia juga menegurku. Dia sedikit jutek, kadang-kadang aku juga tidak tahu apa yang sedang ada dipikirannya walau kami sudah berteman dari SD" Natsuki duduk dikursi Nakazawa berniat untuk melanjutkan pembicaraan. Dan tentu saja Manami akan ikut duduk dan mendengarkannya sampai selesai.
"Dia tidak pandai untuk dekat dengan orang lain, mungkin karena itu dia hanya punya teman 1 dan itu aku. Dia akan membantu tanpa diminta dan punya niat yang baik" Natsuki hanya tersenyum pada Manami.
" Hahaha walaupun cara dia salah" Natsuki tertawa membuat Manami tersenyum.
"Sepertinya kalian berdua benar-benar akrab yah. Aku tau kok kalau sebenarnya Nakazawa-san itu baik" Manami tersenyum lagi.
"Kamu juga baik kok" ucap Natsuki sambil mencubit pipi Manami.
Entah kenapa mereka berdua terlihat sangat akrab sekali.
"Aku mengerti niat baiknya, tapi aku tetap ingin seperti ini dulu"
Manami menatap jauh ke depan sana. Dia merindukan sosok orang yang selalu menerima dirinya apa adanya.
"Sudah bicara dengan orang itu?" Tiba-tiba Itona berbicara disamping Manami.
"Hiih!" Manami kaget. Itona sepertinya suka mengangetkan orang lain.
"Jangan mengagetkanku Itona-kun" Manami menghembuskan nafasnya.
"Maafkan aku" Itona memasang wajah tanpa dosanya.
Sekarang pulang bersama menjadi kebiasaan baru bagi mereka. Manami sudah mulai terbiasa dengan Itona, karena dulu yang suka pulang bersamanya adalah Karma.
Itona lebih banyak diam daripada Karma walaupun sesekali Itona bertanya tentang Manami lalu selanjutnya hanya mendengarkan tanpa menanggapi apapun.
"Aku sudah bicara kok dengan Nakazawa-san" Manami menghadapkan kepalanya ke Itona.
"hmm, coba ceritakan"
Manami terkejut, karena untuk kesekian kalinya Itona tertarik mendengarkan cerita Manami. Dan Manami selalu berpikir bahwa dirinya itu membosankan.
Manami menceritakan semua yang dialaminya tadi hingga dirinya bisa dekat dengan Natsuki.
"Hahah aneh sekali si Nakazawa itu" Itona tertawa kencang.
"Jangan mentertawai orang berlebihan Itona-kun. Itona-kun juga aneh tahu" Manami tertawa kecil.
"Tentu saja tidak, aku manusia paling normal di dunia ini" Itona menyangkal pernyataan Manami.
Sekali lagi Manami hanya tertawa, entah kenapa Manami tidak menemukan kecanggungan lagi dengan Itona. Itu membuatnya sedikit nyaman.
'Bagaimana ini Karma-kun. Aku nyaman dengan orang lain, entah kenapa dadaku sesak. Aku merindukanmu. Kapan kita pulang bersama lagi?' pikiran Manami melayang pergi ke masa-masa SMP nya, saat dia berjalan dengan Karma menuruni bukit sore hari. Sekali lagi batin Manami sakit karena mengalami kejadian yang sama. Tapi yang disampingnya ini bukanlah Akabane Karma yang sosoknya saat ini sangat dirindukannya.
TBC
mau bales review aja deh
Nurufufu : hahaha nantinya jadi harem Manaminya :D
animeandmangafangirl : more or less like that. so is must hard for you to understand if you translate my story, right ? but thank you so much for read and review this story :)
Terima kasih yang sudah review dan membaca fanfic ini ^^
Mind to review ? ^^
