Chapter 2
Author
xjungyoox
Main Cast
Jung Daehyun x Yoo Youngjae
a.k.a Daejae
Other Cast
Mr.Yoo, Kim Himchan
Yang lain nanti muncul
NOTE: Maafkan jika banyak typo segala macem ini pemula. Maklumlah ff pertama publish.. hehe semoga diterima. Ini asli dari pemikiran sendiri yang datang secara tbtb'-'
...
Suara alarm terdengar disebuah kamar dengan lampu tidur yang masih menyala redup. Seseorang dibalik selimut bergerak risih dan mematikan alarm tersebut. Youngjae seseorang tersebut bangun dari mimpi indahnya, Ia melirik jam yang menempel disudut kamarnya menunjukan pukul 06:20 AM. Ia ingat hari ini hari liburnya kuliah, bermaksud tidur kembali namun suara perutnya meronta minta diisi. Akhirnya iapun mau tidak mau turun dari ranjangnya dan brrjalan menuju kamar mandi bermaksud membasuh mukanya yang kusut, sebelum akhirnya dia keluar dari kamar tidurnya.
"Pagi Eomma.." Sapa Youngjae.
"Pagi,. sayang" Ms. Yoo melirik kearah anaknya dengan alisnya yang sedikit terakngkat. "Apa kau sudah mencuci mukamu?tanyanya lagi.
"Sudah memang kenapa?"
"Ck.. kau ini, lain kali berbenahlah dengan baik, bagaimana jika ada tamu datang dan melihatmu dalam keadaan seperti itu? memalukan" Jelas Ms. Yoo
"Bu, aku baru saja bangun dan aku lapar. lagi pula siapa yang akan bertamu dijam seprti ini?" Youngjae mencoba acuh.
"Kenapa kau selalu membantah. Kau lupa Daehyun-niie akan kesini hari ini, bagaimana reaksi dia ketika melihatmu hanya menggunakan kaos oblong seperti itu apalagi dengan celana yang pendek, itu terlihat tidak sopan. Ck..kau ini benar-benar" Ms.Yoo berdecih kesal.
"Mwo? Dia kesini? pagi ini?. Bu kenapa tidak nanti siang saja, ini terlalu pagi. Aku bahkan -tidak- belum siap. Dan berhenti memanggil dia seperti itu menjijikan". Protes Youngjae.
"Justru itu, sekarang kau kembali ke kamar, dan ganti pakaimu dengan pakaian yang layak, cepat".
Youngjae mendorong kursinya dan pergi meninggalkan Ms.Yoo, Dengan raut wajah yang teramat kesal.
...
BRAAAKKK..
Youngjae membanting pintu kamarnya dengan paksa. Kesal akan ibunya.
"Bisa gila aku jika seperti ini terus," Youngjae mengacak rambutnya kesal.
"Kenapa Ibu memaksa ku terus, kenapa dia senang sekali dengan hal yang terburu-buru, tidak bisakah dia membiarkanku memakan sesuap roti dulu? Dia benar-benar menjengkelkan" Youngjae terus saja berdumel kesal melihat tingkah Ibunya yang semakin hari semakin membuatnya gila.
Ohhhh... something, something about you..
Ohhhhh... Something something about you..
(B.A.P- Dystopia)
Suara dering handphone Youngjae terdengar nyaring diatas meja belajarnya, membuyarkan lamunan kekesalan pada ibunya.
"Yeoboseyo..?"
"Ah, Youngjae.. aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu, apa buku catatanku ada padamu? ditasku tidak ada masalahnya" Terdengar suara Himchan diseberang sana.
"Ah,. kau hyung, sepertinya tidak ada"
"Yakk... setidaknya kau cari dulu"
"Aku malas hyung. Nanti saja ya,"
"Kau kenapa? pagi-pagi galak sekali"
"Ck.. apalagi kalau bukan karena Ibuku"
"Hah,. dia lagi. memang kenapa?"
"Dia sudah mendapatkan guru pengajarku"
"Sumpah demi apa? Ibumu benar-benar niat juga ya"
"Itu dia hyung, lebih parahnya lagi dia akan datang pagi ini,"
"Secepat itukah..? Oh tuhan bersabarlah kawan"
"Entahlah hyung aku tidak tau lagi menghadapinya harus seperti apa?"
"Bersabarlah, aku tau apa yang kau rasakan. Baiklah aku harus tutup dulu telponya. Jangan lupa jika bukuku sudah kau dapat kabari aku lagi, Bye Youngjae"
Tut... tut.. tut...
"Aishh,. Himchan Hyung menyebalkan sekali. Seenaknya saja menutup telpon" Youngjae membanting Handphone diatas kasur empuknya.
...
Flashback
Sebuah mobil pribadi melesat dengan kecepatan rendah dijalanan Seoul. Terlihat Ms.Yoo dan seorang pemuda tengah berbincang didalamnya.
"Yahh,. seperti itulah eomonim.,"
"Aku turut berduka atas meninggalnya Ibumu, aku benar-benar tidak tau. Aku mencari dia kemana-mana dan tidak menemukanya. Kau tau Daehyuniie Ibumu adalah teman terbaikku sejak dulu aku bahkan sudah menganggapnya sebagai saudaraku sendiri"
"Aku tau eomonim,. Ibuku bercerita banyak tentang eomonim sebelum dia meninggalkanku. Dia bahkan berpesan agar aku mencarimu dan memberitahu bahwa dia masih mengingatmu"
"Hm.. Aku jadi tidak enak meminta tolong padamu. Mungkin lain kali kau bisa antarkan aku ke pemakaman Ibumu ?"
"Tentu eomonim. Tidak masalah, Lagi pula ini bisa mengisi waktu luangku"
"Gomawo Daehyuniie.. Baiklah saat ini kau harus bertemu dulu dengan anakku Yoo Youngjae"
"Yoo Youngjae?" tanya Daehyun keheranan.
"Iya,. Itu nama anakku Yoo Youngjae"
"Oh,. Baiklah eomonim.."
...
Daehyun menatap takjub melihat seseorang yang berjalan kearahnya.
/Oh tuhan,. Inikah anaknya nyonya Yoo? Yang akan menjadi muridku? Tidak-tidak... kenapa dia... Can.. tik../ Daehyun menggelengkan kepalanya membuang pikiranya tentang seseorang didepanya.
"Lihatlah siapa yang ibu bawa. Seperti yang sudah ibu janjikan sebelumnya. Guru pengajarmu sudah ada disini". Ms. Yoo memanggil anaknya.
/Benar, Dia orangnya. Dia jutek sekali tapi kenapa... Dia begituu.. cantik? oke, berpikir positif Daehyun../ Daehyun terus berusaha agar terlihat tenang.
"Hallo.. Aku Daehyun. Jung Daehyun senang berkenalan denganmu. Yoo Youngjae" Daehyun mencoba terlihat tenang kembali.
/kenapa dia membuatku gugup seperti ini, sial./
"Sampai bertemu lagi Yoo Youngjae"
Flashback off
Daehyun tersenyum mengingat kejadian kemarin, dan hari ini ia akan bertemunya lagi. Daehyun bahkan bangun lebih awal agar dia tidak terlambat datang kerumah Ms.Yoo.
Sesampainya disana, Daehyun mencoba tenang semoga saja dia tidak langsung bertemu Youngjae, bisa mati berdiri dia.
Tiiiiiingggg/ Ceklekk
"Selamat pagi eomonim..??" sapa Daehyun
"Oh, Daehyuniie kau datang tepat waktu, masuklah" Ms.Yoo mengijinkan Daehyun masuk kerumahnya. Daehyun menghela nafasnya brsyukur.
"Sebentar ya,.. Youngjaee-yaa.. Kemarilah" Teriak Ms.Yoo
"Iya ibu, aku datang"
"Nah, Gurumu sudah datang. Mulailah belajar denganya, Oh ya Daehyuniie tolong ajari dia dengan baik,. Tidak perlu sungkan anggap saja rumah sendiri ya,"
"Hmm.. ne, terima kasih eomonim,. "
"Baikalah, Ibu tinggal dulu. Youngjae-yaaa.. belajarlah dengan baik, sampai jumpa" Ms.Yoo pergi meninggalkan rumahnya.
*Pertemuan dimulai*
...
"Duduklah, aku akan membawa buku catatanku dulu" Youngjae mencoba ramah pada orang yang menjadi gurunya tersebut. Daehyun hanya mengangguk. Youngjae meninggalkan Daehyun di ruang tamunya, dan kembali lagi dengan buku kecil ditangannya.
"Baiklah kita mulai dari mana?" Ujar Daehyun dengan tanganya yang sibuk mengeluarkan buku dari tas miliknya.
"Tunggu,.." Youngjae menahan tangan Daehyun dari kegiatan mengeluarkan bukunya. "Sebelum kita mulai belajar aku ingin tau lebih jauh tentangmu, Darimana ibuku bisa menemukanmu?" Lanjut Youngjae. Youngjae bertanya mengenai asal mulanya Daehyun bisa jadi gurunya, lagi pula ia sengaja menunda belajarnya dan mengajak Daehyun untuk berbincang panjang lebar dengannya. Think smart Yoo Youngjae.
"Ibumu dan Ibuku mereka adalah teman lama, tapi ibuku telah meninggal 1 tahun yang lalu. Aku bertemu ibumu tidak sengaja disupermarket di daerah tempatku tinggal, aku mengenal wajah Ibumu, karena ibuku sempat berpesan untuk mencari Ibumu dan dia memberikan fotonya padaku, Dan disitulah aku mulai berbincang dengan Ibumu dia mengatakan sedang membutuhkan pengajar untuk anaknya. Dan ya.. akhirnya aku bisa ada disini" Ujar Daehyun panjang lebar.
"Berapa usia mu?" Youngjae kembali bertanya.
"21 tahun, Dan kau..?" Daehyun bertanya balik.
"Eooh..?? Aku??? 20 tahun" Sombong Youngjae.
"Setidaknya kau panggil aku hyung, kita bahkan beda 1 tahun"
"Oh,tidak.. terima kasih. Lalu kau tinggal dengan siapa sekarang?"
"Kau benar-benar niat mengintrogasiku ya?" Tanya Daehyun heran. Namun ada raut bahagia terpancar jelas disana.
"Ck..aku sudah bilang, aku butuh tau tentangmu lebih jauh lagi"
"Seperlu itukah?" Youngjae hanya menatap malas melihat lawan bicaranya.
"Baiklah,..baiklah. Aku tinggal sendiri sekarang setelah ayahku pergi keluar negri dan ya.. dia tidak mengabariku lagi" tiba-tiba Daehyun merasa bahagia entah karena apa, melihat Youngjae dengan tatapan polosnya mendengar setiap cerita Daehyun.
"Bagaimana tentangmu?" Daehyun bertanya balik.
"Aku?" Youngjae menunjuk dirinya sendiri.
"Iya kau.. siapa lagi?"
"Kau tidak perlu tau tentangku," Youngjae menunduk lesu, Ia merasa sedih ketika pertanyaan itu dilontarkan untuknya.
"Kau kenapa? Hey,. Ceritalah tidak apa-apa" Daehyun mencoba bertanya lebih lembut.
"Kau tau,. sejujurnya aku tidak suka dengan hal-hal yang berbau bisnis seperti ini, Tapi Ibuku selalu memaksaku. Bahkan aku baru saja pindah jurusan karena Ibuku" Youngjae menceritakan keluh kesahnya.
"Kau tidak mencoba berbicara baik-baik padanya"
"Aku sudah mencoba dan dia bilang ini adalah wasiat dari almarhum ayahku, dan aku tidak bisa menolaknya"
"Tidak buruk untuk belajar bisnis,. Kau bisa melakukannya aku yakin"
"Tapi aku tidak suka"
"Jika aku boleh beri saran. Belajarlah sedikit-sedik nanti juga kau akan terbiasa dan mulai menyukainya. Aku tau rasanya bila jadi dirimu"
"Hmm.. akan ku coba"
"Anak baik, jadi kita mulai dari-"
Kruuuukk..
Daehyun mengernyitkan dahinya.
"Maafkan aku, itu suara perutku, hehe"
"Kau belum sarapan?" Tanya Daehyun
"Belum"
"Aishh.. Makanlah sana, Perutmu harus terisi dulu bagaimana kau bisa belajar dengan fokus"
"Baiklah, pak guru.Cerewet sekali" Youngjae melesat pergi kedapur meninggalkan Daehyun.
"Aishh.. menyebalkan". Daehyun tersenyum kecil melihat tingkah Youngjae. /Kenapa tingkahnya lucu sekali, Aku jadi menyukainya...?/ Daehyun bergumam kecil,
"Uupss apa yang aku katakan?" oke jauhkan pikiran itu Jung Daehyun.
...
Jam menunjukan pukul 01:15 PM Youngjae masih saja bergelut dengan buku catatanya. Dan terus memperhatikan penjelasan Daehyun, Ia mulai bosan dan terus menguap, Daehyun tau itu tapi dia mencoba acuh dan tetap fokus pada bukunya.
"Dae,.. Izinkan aku istirahat sebentar tolonglah" Youngjae memelas memohon.
"Ck.. Bukankah tadi kita sudah istirahat 30 menit, apa itu masih kurang? Dan ubah cara panggilanmu itu tidak sopan namanya"
"Aish... menyebalkan sekali,. Baiklah Daehyuniiee hyung, Tolong izinkan aku istirahat sejenak saja,. Jebalyooo~~" Youngjae mencoba beraegyo agar dapat izin dari Daehyun. Daehyun yang pada dasarnya memang 'tertarik' pada Youngjae akhirnya iapun menyerah.
"Hmm.. Baiklah 15 menit"
"Berapapun.. Yeeyy,. Gomawoo" Youngjae berteriak senang akhirnya ia dapat istirahat juga. Daehyun menatap Youngjae dengan senyum kecil di wajahnya, Dia benar-benar kewalahan melihat tingkah laku Youngjae. Terlalu lucu atau memang seperti itu. Ada sesuatu yang membuat Daehyun bahagia disetiap melihat Youngjae, entah perasaan macam apa itu tapi yang jelas ia tau bahwa dia 'menyukai Youngjae' Daehyun tidak ingin buru-buru ia akan memastikan dulu apakah perasaanya ini patut untuk dipertahankan atau tidak, lagi pula Daehyun butuh tau reaksi Youngjae padanya. Daehyun mencoba untuk pendekatan dulu.
"Heyy,.. Hyung??, Dae-" Youngjae terus mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Daehyun, Ia heran kenapa Daehyun terus menapnya seperti itu.
"Ye...ya apa?" Daehyun kaget bukan main, Youngjae membuyarkan fantasi tentangnya.
"Ck.. apa yang kau liat sebenarnya? Kenapa dari tadi kau senyum-senyum sendiri?"
"Ahh... an.. niii. Itu a..ku hanyaa-" Daehyun gelagapan dan kalimatnya langsung dipotong Youngjae.
"Ah.. aku tau kau lapar ya?, Aku ada banyak persedian ramyeon di dapur mungkin kau mau?" Tawar Youngjae.
"Ah.. Ia, Lapar.. itu dia, aku memang kadang seperti itu ketika lapar.. hehe" Daehyun menampakan cengiranya.
"Baikalah tunggu sebentar biar aku yang membuatkanya untukmu" Youngjae langsug pergi meninggalkan Daehyun.
"Ee,.. ee tidak perlu repot-repot ," Daehyun menahan tangan Youngjae mencoba menolak.
"Tidak apa-apa santai saja, tunggu sebentar" Youngjae pun melepas genggaman Daehyun dan mulai pergi ke arah Dapur.
/Oh tuhann.. dia membuatkanku ramyeon, Dia perhatian sekali kenapa aku jadi seperti ini akh../ Daehyun menatap gugup ke arah Youngjae. Ketika Daehyun tengah asyik dengan kegiatanya, tiba-tiba suara handphone -nya berbunyi nyaring menandakan ada panggilan masuk disana.
"Yeoboseoo??"
"Akk.. tidak bisa besok saja? Aku sedang ada urusan sekarang?"
"Baiklah,.Baiklah aku kesana sekarang"
Tuut... Tutt
"Aishh.. menyebalkan, tidak bisakah membuatku senang sehari saja? Ck..Mengganggu" Daehyun bergrutu kesal pada seseorang yang menelponya barusan. Dengan hati-hati Daehyun pergi ke dapur menghampiri Youngjae Yang tengah asyik bermain spatula dan apron-nya yang melingkar sempurna di pinggangnya.
"Youngjae-yaa?"
Prannggg... dukkkdukk* (anggap suara panci jatoh)
"Aishh... kau mengagetkan ku saja, ya, tuhan" Youngjae mengusap dadanya karena kaget.
"Hehe.. maaf mengagetkanmu. Emmm.. ngomong-ngomong belajar kita untuk hari ini cukup dulu ya, aku harus pergi ada urusan mendadak dan sangat penting, kita lanjutkan besok"
"Ohh,. Ya baiklah. Tidak masalah, untung ramyeon-nya belum aku buat"
"Ah.. itu, aku minta maaf. Sepertinya aku akan makan diluar saja, terima kasih sebelumnya" Youngjae hanya tersenyum membalas seperti ya tidak apa-apa. Daehyun melihat jam yang melingkar ditangannya "Oh ya, aku harus pergi sekarang. Jangan lupa kau baca lagi catatanya, besok kita bahas lagi"
"Hmm.. baiklah, hati-hati dijalan ya" Jawab Youngjae.
"Ye,.. ahh ya,. pasti bye" Daehyun melambaikan tanganya sebagai tanda perpisahan. Tidak lupa ia tersenyum setelahnya, Ia merasa diperhatikan oleh Youngjae. Lalu bagaimana dengan Youngjae? Ia hanya tersenyum bahagia melihat kepergian Daehyun. Itu artinya dia masih banyak waktu untuk bersantai tanpa harus mendengar ocehan gurunya tentang pelajaran bisnis. Ohh ayolah, dia sangat lelah dan malas, Ia juga butuh tidur siang.
"Ku harap besok kau tidak datang lagi, keke,." Youngjae melepas apron-nya, dan melesat pergi kekamarnya. "Saatnya tidur siang Yoo Youngjae.." Lanjutnya lagi dengan senyuman manis yang terukir dibibir kecilnya.
.
.
.
.
.
.
TBC
Sebelumnya terima kasih banyak atas review kalian, senang sekali bisa diterima disini. Ini chap2nya semoga tidak memgecewakan. pokoknya terima kasih banyakk.. !! Ditunggu lg review-nya.. -Gomawo- *peluk Daehyun*.
