Author

xjungyoox

Main Cast

Jung Daehyun x Yoo Youngjae

a.k.a. DaeJae

Other Cast

Ms.Yoo, Kim Himchan, Bang Yongguk, Kim Hyera yang lain akan menyusul

NOTE: Maafkan jika banyak typo segala macem ini pemula. Maklumlah ff pertama publish.. hehe semoga diterima. Ini asli dari pemikiran sendiri yang datang secara tbtb'-'

.

.

.

.

Daejae

Beberapa bulan sudah Daehyun menjadi guru Youngjae, Ms.Yoo tersenyum senang melihat adanya peningkatan pada anaknya. Youngjae kini menjadi lebih rajin belajar, tidak ada lagi dengusan-dengusan kesal atau pun protes-protes pada ibunya, Kini Youngjae lebih baik mengalah dan menuruti semua keinginan Ibunya, Toh memang benar itu adalah Ibunya, lagi pula ibunya melakukan hal seperti itu pasti untuk kebaikan dirinya sendiri. Youngjae anak baik, atau bahkan terlalu baik. Ms.Yoo yang mengurusnya dari kecil jadi dia tau semua sikap seorang Yoo Youngjae bahkan untuk meluluhkan hatinya. dua minggu lagi adalah ujian tengah semester, Youngjae lebih sering membuka bukunya ketimbang bermain game dihp seperti biasanya. Bahkan Daehyun lebih sering datang ke rumah Youngjae untuk membantu apabila Youngjae ada hal yang ingin dia tanyakan, Tentu ini akan memjadi kesempatan Daehyun dalam acara prndekatanny dengan Youngjae. Yang biasanya 2 minggu sekali kini Daehyun setiap hari mengunjungi kediaman rumah Yoo. Seperti sekarang ini Youngjae masih bergelut dengan soal-soal yang Daehyun berikan. Alisnya beberapa kali terus berkerut berpikir keras dengan soal-soal di depannya. Daehyun? Yap, Daehyun lebih sering curi-curi pandang ketimbang mencari materi baru untuk belajar Youngjae nantinya, Terkadang senyum-senyum seperti orang Idiot hanya karena mendengar dengusan kecil seorang Yoo Youngjae.

"Aishh.. ku rasa kau belum pernah memberikan materi ini padaku?" Ujar Youngjae dengan raut wajah agak sedikit kesal.

"Semua soal yang aku buat, sudah pernah aku jelaskan padamu, mungkin kau lupa untuk mencatatnya" balas Daehyun.

Youngjae hanya menghela nafasnya.

"Sudahlah, ini hanya latihan jangan terlalu berpikir keras seperti itu. lihatlah wajahmu itu terlalu banyak kerutan, hahaha"

Plakk*

"Enak saja, kau yang lebih tua lihatlah kerutan diwajahmu bahkan lebih banyak, haha" Youngjae tertawa dengan tanganya yang terus menunjuk letak kerutan diwajah Daehyun.

"Tidak sopan, menunjuk seperti itu pada gurumu," Sombong Daehyun

"Cihh,.. hanya beda satu tahun saja sombong"

"Tetap saja, kau harus hormat"

"Bodo amat, Wleee" Youngjae mengejek Daehyun.

Daehyun hanya memutar bola matanya, bukan karena jengah atau kesal. Hanya saja tingkah seorang Yoo Youngjae ini selalu membuat hatinya meloncat kegirangan.

"Dasar murid sialan"

Daejae

Dilain tempat seorang perempuan tengah asyik mengendarai sebuah mobil dijalanan tidak terlalu ramai, sepertinya dia tengah selesai dengan urusan pekerjaannya dan sekarang dalam perjalanan pulang, sebelum akhirnya benda persegi panjang yang berada ditas mahalnya berbunyi nyaring.

Drrrrdrrrr*

"Yeoboseo??"

"Annyeong, Eomma? Kau masih mengingatku?"

Ms.Yoo -perempuan tadi- melirik layar handphonenya penasaran. "Ahh,. Kim Hyera, benar ini Kim Hyera?" Kaget Ms.Yoo

"Ah, ternyata eomonim masih mengigatku. Ne, aku Kim Hyera, apa kabar eomonim? Lama kita tidak saling mengobrol lagi"

"Ah,. Kau kemana saja? eomonim pikir kau sudah lupa, eomonim baik. Bagaimana kabar Amerika? Kau masih bekerja disana? Bagaimana kabar ibumu?" Rentetan pertanyaan terus terlontar dari mulut Ms.Yoo

"Tenang eomonim, sepertinya pertanyaan itu kita simpan dulu. Sekarang eomonim sedang dimana? Bagaiman kalau kita bertemu di kafe dekat Bandara Incheon sepertinya akan menyenangkan jika berbicara dan bertemu langsung" Ujar Kim Hyera disebrang telepon.

"Kau di Korea? Aish.. kau benar-benar membuat eomonim kaget, baiklah.. eomonim segera kesana kau tunggulah"

-Pip-

Ms.Yoo pun memacu mobilnya dengan cepat menuju tempat perjanjiannya barusan -Bandara-.

.

.

.

.

Daejae

"Jadi, kenapa kau pulang ke Korea tidak bersama orang tua mu?" Ms.Yoo Langsung membuka pembicaraan dengan seseorang didepanya Kim Hyera.

"Ayah dan Ibuku akan menyusul nanti, ada hal yang harus mereka selesaikan disana" jelas Hyera. "Oh, ya eomonim, bagaimana kabar Youngjae? Dia pasti semakin tampan kekeke." Tanya Hyera bermaksud menanyakan hal yang menjadi alasan dia pulang ke Korea.

"Ahh,.. anak itu, tentu. Dia pasti sangat terkejut melihatmu sudah ada dikorea"

"Aku jadi tidak sabar bertemu dengannya"

"Dan melihat pertengkaran tidak bermutu kalian itu, Hmm.. oh ya Eomonim belum sempat berbicara pada Youngjae mengenai perjodohan kalian, Hah,.. lagi pula ibumu mengatakan itu 3 minggu yang lalu bagaimana bisa aku mengatakan padanya sedangkan pekerjaan ku semakin menumpuk minggu-minggu ini" keluh Ms.Yoo.

"Tidak apa-apa eomonim, nanti biar aku yang bicara langsung padanya. Lagi pula pasti dia akan sangat tekejut mendengar berita ini"

"Kau benar, ngomong-ngomong kau ingin bertemu dengannya hari ini?" Tawar Ms.Yoo

"Oh, tidak. Aku terlalu lelah hari ini. Mungkin besok. Besok aku akan kerumah eomonim"

"eomonim tunggu"

"Pasti.."

Obrolan tersebut terus berlanjut, menayakan berbagai hal mengenai orang tua Hyera dan lain-lain.

.

.

.

.

Daejae

"Uahh... Selesai juga, nah periksalah pak guru Jung" Youngjae menyodorkan buku tugasnya pada Daehyun.

"Hm.. baru selesai ya anak pintar," Daehyun langsung mengambil buku Youngjae dan mulai memeriksanya.

"Tidak usah mengejek-"

*Drrrrdrrrr* Suara handphone Youngjae bergetar menghentikan kalimat makian pada Daehyun.

"Yeoboseyo??"

"Ah, Youngjae. kau jadi meminjam bukunya Lee Jaehan?" Terdengar suara Himchan disebrang sana.

"Ne, kemarin aku sudah mengambilnya. Kenapa memang?"

"Hanya memberitahumu saja, tadi dia menghubungiku, dan dia bilang setelah kau menyalin semua catatannya berikan buku itu padaku"

"Hmm.. baiklah, mungkin lusa aku akan membawanya, aku belum selesai menyalinya"

"Oh,baiklah. Ngomong-ngomong Kau sedang apa? apa aku menggangumu?"

"Hah.. apalagi, aku sedang belajar dengan guru muda yang tampangnya macam om om pedofil, keke... Tidak tenang saja" Youngjae mengejek lewat matanya

"Aish,..bocah sialan" Dengus Daehyun.

"Ahh,.Hahaha.. Seperti itu,. baikalah, aku tutp dulu maaf sudah mengganggu waktu belajarmu, sampai jumpa besok"

"Ne, sampai jumpa besok"

Pip* Youngjae menutup telponya.

"Aku lupa memberi tahumu soal peraturan saat belajar" Daehyun menatap Youngjae intens.

"Apa itu?" Tanya Youngjae penasaran

"Dilarang menerima telpon dari siapapun kecuali dapat izin dariku"

"Ppttmm.. haha, so ngatur. Aku tidak peduli kau hanya mengajariku tanpa embel-embel peraturan macam anak sekolah dasar seperti itu"

"Terserah, aku hanya memberi tahumu sekarang. Apalagi jika yang menghubungimu itu pacarmu, awas saja"

"Jadi kau mengira yang menelponku barusan itu adalah pacarku?"

Daehyun hanya diam malas untuk menjawab dan kembali fokus memeriksa tugas Youngjae.

"Haha.. Dasar guru aneh, itu tadi temanku. Himchan hyung namanya" Jelas Youngjae.

Daehyun mendongkakan kepalanya. "Kau serius?"

"Ia, Dia itu Him-"

"Kau tidak punya pacar?" Daehyun memotong kalimat Youngjae.

"Belum. Lagi pula siapa yang mau dengaku, tidak ada, perempuan itu menjengkelkan menurutku" Tutur Youngjae.

/Ya, aku Youngjae,. Aku suka denganmu/ "Ehmm... Bagaimana kalau ada yang menyukaimu tapi dia laki-laki?" Daehyun mulai tertarik dengan pembahasan cerita mereka, dan menopang dagunya menatap tajam Youngjae.

"Apa? itu lebih mustahil. Mana ada laki-laki yang menyukaiku, Gila juga dia"

/Iya aku gila karena mu Youngjae/

"JJadi.. --"

"Ibu pulang.. Annyeong, Youngjae-yaa?? " Suara teriakan Ms.Yoo terdengar keras membuat kalimat Daehyun bergantung begitu saja.

"Ah, ibu kau sudah pulang?" Sapa Youngjae.

"Iya, oh, Daehyunii masih disini?" Tanya Ms.Yoo

"Ah,. Nde, Eomonim. Aku sedang memeriksa latihan harian Youngjae dulu" Jawab Daehyun.

"Baguslah,.Daehyunii, Eomonim benar-benar terimakasih kau sudah membantu banyak untuk Youngjae"

"Tidak perlu seperti itu eomonim, aku melakukannya dengam senang hati"

"Kalian juga terlihat makin akrab saja, baguslah, jadi kalian tidak terlihat seperti guru dan murid lagi. Oh ya,Youngjae besok ada seseorang yang ingin bertemu denganmu, Kau pasti akan terkejut!"

"Siapa?" Tanya Youngjae keheranan.

"Ada pokonya, Baiklah..lanjutkan belajarnya Eomonim akan siapakan makanan dulu untuk kalian"

"Gomawo,eomonim.." Ujar Daehyun.

"Hmm.." Ms.Yoo pergi meninggalkan dua makhluk itu diruamg tamu.

.

.

.

.

.

Daejae

Jam menunjukan pukul 06:29. Namun seseorang yang berada pada kasur empuknya masih betah pada posisinya. Ia hanya mematikan alarmnya tanpa bergerak lagi sedikitpun. Namun mengingat hari ini adalah jadwal kuliahnya pagi jadi mau tidak mau Youngjae pun bangun dan mulai bersiap-siap untuk berangkat kuliah.

"Pagi ib,--buu?" Youngjae terkejut melihat ada seorang perempuan yang ia kenal berada dimeja makan.

"Ahh,.. Youngjaee-yaa.." Hyera -perempuan tersebut- langsung menyambar Youngjae dengan sebuah pelukan.

"Yak.. Sejak kapan kau tiba-tiba ada disini?" Youngjae melepas pelukanya dan bertanya keheranan.

"Kau kaget? Aku baru sampai kemarin diKorea. Kau tidak merindukanku?" Keluh Hyera dengan bibirnya yang dipautkan.

Youngjae mencubit gemas pipi berisi Hyera, "Siapa bilang anak manjaaa!"

"Yakkk.." *Plakkk* "Sakit.. " keluh Hyera.

Ms.Yoo datang dengan semangkuk Kimchi ditanganya dan menengahi pertengkaran tidak bermutu antara Youngjae dan Hyera "Hey, ini masih pagi kenapa harus bertengkar? Kemarilah ibu sudah siapakan sarapan pagi yang enak untuk kalian"

"Uah... eomonim, ini terlihat enak sekali. Sudah lama aku tidak mencoba masakan eomonim"

"Makanya,. jangan terlalu lama di Amerika, Kau akan rugi tidak dapat jatah makanan enak lagi dari ibuku" Cerca Youngjae.

"Kau dari dulu tetap sama menyebalkan!" Hyera mengangkat garpunya memukul gemas pada Youngjae.

"Sudah.. sudah,.. cepatlah makan nanti kau kesiangan Youngjae-ya.. " Lagi-lagi Ms.Yoo menengahi berdebatan mereka. Youngjae hanya melirik tajam kearah Hyera, dan mengangguk mengerti pada ibunya.

Hyera Dan Youngjae adalah teman dekat sejak mereka kecil, tentunya karena faktor orangtua mereka yang dekat juga. Tidak ada kata "akur" bagi mereka berdua, setiap mereka bertemu ada saja hal yang -sesungguhnya tidak penting memang- untuk dipertengkarkan. Seperti tadi hanya gara-gara kedatangan Hyera, Youngjae langsung membuat moodnya kesal. Tapi mereka akan berbaikan lagi dan bermain bersama melupakan hal yang tadinya diributkan. Seperti itulah mereka, Namun seprtinya Hyera merasa jika itu adalah sebuah kecocokan untuk suatu hubungan. Ketika orangtuanya memberitahukan tentang perjodohannya dengan Youngjae, Hyera tidak bisa menutupi kebahagiaanya, Ia menyukai Youngjae begituoun sebaliknya *pikiran Hyera* Itu akan membuat suatu hal yang menyenangkan bagi dia dan Youngjae. Tapi Hyera tidak tau bagaimana isi sesungguhnya dari hati seorang Yoo Youngjae. Apakah Youngjae benar seperti pikiranya? atau Bahkan Youngjae tidak menganggap Hyera sama sekali? entahlah Hanya Youngjae yang tau soal itu.

.

.

.

.

.

Daejae

"Pagi Hyung~~~" Youngjae berteriak mengagetkan Himchan yang sedang asyik dengan dunia handphonenya.

"Ssstttt.. bisa kau diam? aku sedang fokus?"

Jawab Himchan.

"Kau sedang apa? apa yang sedang kau baca?" Tanya Youngjae penasaran dan mengintip sedikit pada layar handphone Himchan.

"Ehh,.. kau tidak boleh liat, sana-sana" Usir Himchan.

"Yak.. kau kenapa hyung??" Heran Youngjae.

"Aku sedang ingin sendiri dulu, jangan ganggu aku" Himchan langsung pergi meninggalkan Youngjae yang terpatung bingung melihat tingkah temanya yang satu itu.

"Dia kenapa? Aneh sekali?" Youngjae mencoba acuh, dan pergi kekantin tanpa Himchan, mengingat jam Istirahat yang limit.

.

.

.

.

.

Daejae

Youngjae tengah asyik meminum jusnya yang baru saja ia beli, ia berpikir, "lama juga aku tidak pergi ke rooftop lagi" Dan iapun berlenggang pergi menaiki setiap tangga yang ia pijak. Hingga sampailah ditempat tujuanya, ketika Youngjae membuka pintu rooptop Youngjae melihat Himchan disana dengan... seorang laki-laki.

"A.. ku tidak tahuu,.. apakah ini benar-"

"Dengarlah,.. aku benar-benar menyukaimu, tolong jangan membuatku menunggu lama atas jawabanmu itu"

"Aku tidak percaya kau benar-benar menyukaiku, kau tau,. sebelum kau mengatakan itu semua aku sudah menyukaimu dari sejak aku pindah kejurusan ini, kau adalah alasanku untuk bisa ada disini dan kau-"

"Jadi jawabanmu? "

"Ia aku mau jadi namjachingumu Bang Yongguk"

Chuu*

Youngjae terbelalak kaget melihat adegan didepannya dengan mata sipitnya dibalik pintu, Ia melihat itu, Ia tau semuanya Yongguk mencium Himchan.

Jam kuliah terakhir telah usai, Mr.Park telah pergi sejak 15menit yang lalu, semua mahasiswa mulai berhamburan keluar meninggalkan kelasnya, kecuali Youngjae yang masih menatap kosong lurus kedepan dan Himchan yang tengah asyik membereskan buku-bukunya.

"Kau tidak pulang?" Tanya Himchan.

"Ada hal yang kau sembunyikan dariku hyung?" Tanya balik Youngjae.

"Eoh? apa? tidak ada" jawab Himchan gelagapan.

"Lalu siapa itu Bang Yongguk?" Youngjae masih tetap pada posisinya.

"Hah.? Kau.."

"Aku tau semuanya, jadi jelaskanlah" Youngjae melirik tajam kearah Himchan meminta penjelasan

Himchan hanya menelan ludahnya kasar. "Baiklah, ikut aku"

.

.

.

.

Daejae

#Rooftop

"Jadi.. ?"

"Aku tau ini salah, bahkan ini adalah dosa besar. mencintai seorang laki-laki kau tau itu bukan, Yongguk adalah salah satu alasan aku ada disini"

"Maksudmu?"

"Aku mohon Youngjae, Hanya kau yang tau tentang hal ini"

"Aku tau hyung, yang aku minta kau menjelaskannya padaku tentang apa yang aku lihat tadi"

"Baiklah,.. Aku menyukai Yongguk saat pertama kali aku masuk Universitas ini. Aku pikir Yongguk tidak sama denganku. Dia hanya acuh padaku saat dia menjadi wakil senat kala itu. Aku tau Yongguk adalah anak Bisnis. Dan aku bersikeras untuk tetap bisa dekat dengan Yongguk dan mencoba berbagai cara untuk bisa pindah jurusan dan bisa sekelas denganya"

Youngjae hanya mendengar dengan matanya yang terbelalak.

"Lanjutkan.. "

"Ya, Akhirnya aku berhasil pindah mengambil Bisnis walaupun harus cekcok dulu dengan ayahku. Tapi tidak untuk satu kelas dengan Yongguk. Setiap jam istirahat aku selalu mengusahakan agar dapat bertemu dengan nya, tapi gagal dan gagal. Hingga akhirnya aku tidak menyangka seorang Bang Yongguk mengechatku untuk pertama kalinya dan dia mengajakku untuk bertemu langsung dirooftop, ya seperti yang kau lihat tadi. Aku tidak menyangka jika dia tau aku selalu mencarinya disetiap jam istirahat. Dan kau tau dia menyukaiku juga. Ini sebuah keajaiban yang sepertinya mengatakan jika aku berhak memilikinya. Ya semacam itu" Tutup cerita Himchan.

"Aku tidak peduli tentang kau yang menyukai seorang laki-laki, tapi bagaimana jika semua orang tau hyung?"

"Itu dia jadi ku mohon jangan pernah bocorkan ini kesiapapun, hanya kau, aku dan Yongguklah yang tau" Himchan memegang tangan Youngjae memohon keras.

Youngjae menghela nafasnya. "Baiklah,. Aku akan tutup mulut"

"Terimakasih Yoo Youngjae, kau memang sahabat terbaiku" Himchan langsung memeluk Youngjae senang.

.

.

.

.

.

Daejae

Youngjae membuka pintu kayu yang berdiri tegak di depannya, baru saja Youngjae masuk tiba-tiba sebuah pelukan mengagetkannya dari belakang ia tau siapa pelakunya.

"Yak bisakah kau membiarkanku bernafas dulu sebentar? Aku baru pulang" Tolak Youngjae.

"Hehe.. maafkan aku tapi aku hanya mencoba membuatmu senang dengam sebuah pelukan hangat dariku keke.." Hyera berkikik senang.

"Ck, ada apa denganmu? Gombalan mu itu membuat ku merinding hihh" Youngjae membalikan tubuhnya dan menatap Hyera.

"Aku tidak menggombalimu Tuan sok pintar, Baiklah cepat kau ganti dulu pakianmu itu, nanti kita ngobrol lagi"

"Ck, aku tidak bisa mengobrol lama-lama, aku punya jadwal belajar dengan seseorang"

"Siapa? " Belum dijawab Youngjae langsung pergi berjalan meninggalkan Hyera yang terpaku disana.

"Hey, bocah kau belum menjawab pertanyaanku" Teriak Hyera.

Youngjae hanya berlenggang tidak peduli Hyera terus memanggilnya.

Youngjae baru saja keluar dari kamarnya dengan sebuah buku kecil di tanganya.

"Ck.. kenapa kau tidak pulang-pulang?" Tanya Youngjae heran.

"Aku sudah izin pada eomonim, untuk berada disini. Dan" Hyera menarik tangan Youngjae untuk duduk lebih dekat dengannya. "Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu"

"Apa itu?" Tanya Youngjae penasaran sambil nyimpan bukunya di atas meja.

"Keke.. kau tau aku dan kau, Kita maksudku telah dujodohkan oleh orangtua kita" Jelas Hyera to the point.

"Mwoo?" Kaget Youngjae.

"Aku tau kau akan kaget, Eomonim belum sempat membicarakan ini langsung padamu jadi yah, lebih baik aku yang memberi tahumu kan?" Hyera tersenyum senang melihat rekasi Youngjae dan tanganya yang masih memegang tangan Youngjae dengan erat.

"Tunggu, aku sejujurnya tidak suka dengan perjodohan sepeti ini!, Sepertinya aku ini tidak bisa mencari jodohku sendiri saja"

"Kita bisa melewatinya bersama, Kau dan Aku kita anggap semuanya seperti pertemanan kita dulu"

"Yang sering bertengkar maksudmu?"

"Bukan bodoh" Hyera mendorong kepala Youngjae dengan tiga jarinya. "Seperti kau akan selalu berusaha untuk membuatku tersenyum kembali disaat aku sedih, kau akan selalu memberikanku es krim vanilla saat moodku dalam keadaan buruk, Dan kau akan selalu ada untukku saat semuanya tidak dalam keadaan baik-baik saja dan cuma kau. tidak ada yang lain.Aku hanya menginginkan Youngjae kecilku yang dulu." Lanjut Hyera dengan tatapan meyakinkan. Entah kenapa Youngjae merasa dadanya penuh dengan semua kalimat Hyera apakah ia juga menyukai Hyera? Youngjae tidak tau apakah ia bisa menerima Hyera? Jujur, dulu memang sempat ada rasa harapan kecil untuk menyukai Hyera tapi itu dulu, Youngjae berpikir terlalu seringnya mereka bertengkar apakah itu termasuk hubungan baik -ya walaupun nantinya mereka akan baikkan lagi- Tapi Youngjae juga membutuhkan hal-hal manis. Dan itu tidak pernah Youngjae dapatkan dari Hyera, Ia merasa jika hanya dialah yang selalu melakukan itu tapi tidak dengan Hyera, Apakah perasaan Youngjae datang lagi pada Hyera? Atau entahlah, Youngjae terus bergelut dengan pikiranya. Saat Youngjae tengah sibuk dengan pikiranya, Hyera mencoba memanfaatkan keadaaan dengan cara mendekati wajah Youngjae dan mencium menciumnya. Youngjae jelas kaget dengan kejadian dadakan itu, hanya menempel tanpa ada lumatan atau balasan dari Youngjae, Sebelum akhirnya pintu kayu tiba-tiba terbuka menampakan sosok laki-laki dengan tatapan terkejutnya.

"Annyeong... Young,.. Jae ya" Daehyun menghentikan langkahnya, saat dia melihat muridnya dengan seseorang disana disofa itu tempat ia mengajari Youngjae mereka berciuman mesra. Youngjae terbelalak kaget dan langsung mendorong Hyera pelan menjauhkannya dari tubuh kecilnya.

"Ah,.. Dae..hyun hyung,." Kaget Youngjae.

/Youngjae-yaa/

*Kraak*

.

.

.

.

.

TBC

Hay..hai,..Chap3 nongol maaf kalo cerita diakhirnya digantung, emang sengaja.. saya tidak bisa membuat chapter ending yang bagus jadi ya.. maen gantung" aja '-'... BTW Hyera itu saya pemirsa.. :'D wkwk.. /boong ding/ Thanks buat kalian yang sudah review, follow, like segala macem. Saya senang sekali.

Pokonya terima kasih banyak.. /Tebar flying kiss dari Youngjae/ :3 ..