Author

xjungyoox

Main Cast

Jung Daehyun x Yoo Youngjae

a.k.a. DaeJae

Other Cast

Ms.Yoo, Kim Himchan, Bang Yongguk, Kim Hyera yang lain akan menyusul

NOTE: Maafkan jika banyak typo segala macem ini pemula. Maklumlah ff pertama publish.. hehe semoga diterima. Ini asli dari pemikiran sendiri yang datang secara tbtb'-'.

.

.

.

.

Daejae

7 Hari Sebelum UTS

Youngjae terus berkutat dengan soal latihan dadakan yang Daehyun berikan barusan. Ingin rasanya dia mencekik gurunya tersebut yang tampangnya sangat menjengkelkan itu. Coba saja, 10 menit yang lalu Youngjae tidak membuka pintu rumahnya pasti tidak akan seprti ini ujung-ujungnya.

flashback*

Tiiingg...

Youngjae mendengar bel pintu rumahnya berbunyi nyaring, dengan wajah malasnya Youngjae bangkit dari tempat duduknya dan membukakan pintu tersebut, Disana terlihat Daehyun berdiri mematung.

"Ah,.. Hyung tumben kau dat-"

"Kita latihan soal sekarang" Ujar Daehyun

"Mwoo??" Kaget Youngjae.

flashback off*

"Sudah kau kerjakan? aku sudah memberikan mu banyak waktu. Jangan bilang kau belum selesai mengerjakannya" Daehyun membuyarkan pikiran Youngjae.

"Ck.. beri aku tambahan waktu...?"

"Tidak bisa, kau harus konsisten. Gunakanlah waktumu itu sebaik-baiknya"

"So galak" Youngjae mendengus kecil, Daehyun hanya menggelengkan kepalanya,

"10 menit lagi" ujar Daehyun.

"Yak,. kau mengerjaiku?" Youngjae berteriak tak terima.

"Tidak, makanya cepat kau kerjakan"

"Ck.. menyebalkan, kenapa kau harus datang dadakan seperti ini? Aku bahkan belum sempat menyiapakan materinya,dan bukankah hari ini kau tidak ada jadwal mengajariku??" Youngjae terus mencerca gurunya tersebut dengan pertanyaan-pertanyaan yang ia buat.

"Justru itu, Aku memang sengaja datang kemari. Hanya untuk mengetestmu saja, apakah kau sudah siapa atau tidak menghadapi Ujan Tengah Semester yang tinggal beberapa hari lagi"

"Tapi setidaknya kau beritahu ku atau meng-"

"Aaasyuuutt.. kau kerjakan saja cepat jangan banyak bicara" Daehyun memotong ucapan Youngjae. Youngjae hanya melirik malas pada gurunya tersebut. Akhirnya mau tidak mau dengan waktu yang masih tersisa Youngjae mengerjakan soal-soal terakhirnya.

.

.

.

"Ini, kau periksa dengan baik" Youngjae menyerahkan bukunya didepan wajah Daehyun.

"Tidak sopan" Dengus Daehyun. Youngjae hanya memeletkan lidahnya sok mengejek.

Ketika Daehyun tengah memeriksa tugasnya, terlintas dalam pikiran seorang Yoo Youngjae untuk menanyakan -sesuatu yang tidak penting memang- tapi dia benar-benar penasaran, dan memang butuh pendapat dari gurunya tersebut. Ia juga agak ragu untuk menanyakannya, namun rasa penasaran dan keingintahuan yang tinggi akhirnya Youngjae mencoba memberanikan diri untuk menanyakanya.

"Ehhm.. Hyungg??"

"Hmmm..." Daehyun masih fokus dengan kegiatannya.

"Aku ingin menanyakan sesuatu, tapi diluar materi ini" Lanjut Youngjae. Merasa Youngjae akan berbicara serius Daehyun langsung melirik sekilas pada Youngjae -penasaran-.

"Katakan,"

"Hmm.. Apa yang akan kau rasakan ketika kau menyukai seseorang?" Celetuk Youngjae.

"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Daehyun mengerutkan alisnya keheranan.

"Ck,Jawab saja"

"Aku akan merasakan sesuatu seperti kupu-kupu yang berterbangan didalam perutku, terus mencari kesempatan untuk bisa menatapnya secara diam, atau jantungku yang tiba-tiba bedetak kencang saat pandangan kita bertemu, ya seperti itu" Jelas Daehyun.

"Ahh,. Apa ada pengecualian dalam hal cinta?"

"Setauku tidak ada, kau berhak mencintai siapa pun, tanpa batasan tanpa pengecualian" Daehyun mengerutkan kembali alisnya mencoba menerka apa maksud pertanyaan Youngjae. Apa ia bertanya perihal tentang Hyera yang statusnya sebagai calon tunanganya? Tapi untuk apa pertanyaan itu? Daehyun mencoba menepis pikiranya, Dan kembali fokus pada pertanyaan Youngjae berikutnya.

"Bagaimana jika aku menyukai-"

"Hyera maksudmu?" Masih dalam mode menerka maksud Youngjae. Daehyun memotong ucapan Youngjae.

Youngjae terbelalak kaget, Ingin rasanya ia mengatakan -bukan- Tapi tiba-tiba rasa tidak enaknya terhadap Daehyun yang statusnya sebagai gurunya itu muncul lagi, "Ahhh..eemm ya Itu Hyera" Jawab Youngjae Akhirnya.

"Bukankah Hyera calon tunanganmu? Kenapa kau berpikir seperti itu? jangan-jangan kau belum pernah pacaran sebelumnya?" Tanya Daehyun.

"Ya, aku memang belum pernah pacaran sebelumnya, Aku hanya ragu dan takut. Sebenarnya aku dijodohkan oleh orang tuaku, Hyera adalah teman ku sejak kecil. Bahkan kami sangat dekat, ya seperti saudara. Tapi aku tidak memiliki rasa suka sedikitpun terhadapnya. Hanya sebatas teman bagiku tidak lebih". Ujar Youngjae panjang lebar.

"Lalu apa kau merasakan semua yang kukakatakn tadi, akhir-akhir ini?"

"..." Diam. Youngjae hanya Diam. Bukan ini maksud pertanyaan Youngjae. Kenapa jadi membicarakan Hyera? Ia hanya ingin tau pendapat Daehyun tentang bagaimana jika ia menyukai seorang pria, kenapa jadi Hyera? Youngjae berpikir sejenak, Sepertinya itu memang hal yang tidak sopan mungkin untuk ditanyakan pada gurunya tersebut. Dan membuatnya agak ragu juga untuk mengelak., tapi ya sudah,.. syukur saja Daehyun tidak menyadari maksud aslinya.

"Hey,." Daehyun melambaikan tanganya didepan wajah Youngjae.

"A,.. ya hyung" Kaget Youngjae.

"Kau melamun?" Tanya Daehyun.

"Ah,. tidak-tidak. Lupakan masalah tadi, Kita mulai lagi saja belajarnya".Baru saja Youngjae akan kembali fokus pada pelajarannya, tiba-tiba pintu rumah Youngjae terbuka menampakan Ms.Yoo datang dengan puluhan barang-barang belanjaannya yang ia bawa.

"Hallo, sayangg.. Lihatlah ibu membeli banyak barang persiapan untukmu!!" Ms.Yoo berteriak bahagia dan menghampiri anaknya tersebut.

"Eh, ada Daehyuniie, tumben kemari? bukankah tidak ada jadwal mengajar hari ini?" Tanya Ms.Yoo yang baru menyadari kehadiran Daehyun.

"Aku hanya datang untuk memberikan soal-soal latihan untuk Youngjae, eomoniim" Jawab Daehyun.

"Baguslah, Youngjae terlihat banyak perubahan setelah kau mengajarinya, eomonim senang melihatnya. Dan ngomong-ngomong Eomoniim juga tidak perlu memberitahumu tentang berita bahagia ini lewat telepon bukan?"

"Berita bahagia??.." Ujar Daehyun pelan.

"Ia, Youngjae akan segera melangsungkan tunanganya dengan Hyera. Waah,. ibu benar-benar tidak sabar sayang melihatmu berdiri dialtar sana dengan gagahnya dan-".

"MWOO???" Youngjae memotong ucapan ibunya dengan ekspresi kekagetannya. Bukan hanya Youngjae yang kaget dengan berita ini, Tapi.. oke masih ada Daehyun disana yang hanya membelalakan mata Indahnya, bukan hanya kaget tapi dia juga merasa seperti dilempar pisau tajam yang menancap sempurna diulu hatinya secara bersamaan.

"Ia sayang, kenapa kau kaget seperti itu hmm?? Keluarga Kim sudah kembali ke Korea kemarin sore dan akan menemui kita malam ini. Maaf sebelumnya ibu tidak memberitahumu tentang kepulangan calon mertuamu itu" Jelas Ms.Yoo masih dengan ekspresi bahagiannya.

"Tapi bu, bukankah itu terlalu cepat?" Tolak Youngjae halus.

"Bukankah kau senang, jika pertunangannya dipercepat? kau akan lebih merasa tenang jika kalian berdua sudah ada ikatan,. Ahh,. sudahlah, ibu lelah. masih banyak pekerjaan yang harus ibu kerjakan, belum lagi menyiapkan hidangan untung tamu besar kita nanti malam, dan oh ya, Daehyunii Jangan lupa untuk datang diacara-nya nanti eomoniim ingin kau jadi pendamping Youngjae, Yahh anggap saja sebagai kakaknya yang merestui adiknya untuk bertunangan,. keke" Ms.Yoo terus mengekspresikan kebahagiaannya, tanpa tau ada seseorang yang menahan sakit oleh kata-katanya barusan.

"Ah,. Paas,. tii eomiim, aku akan datang" Daehyun menunjukan senyum palsunya didepan Ms.Yoo.

"Kalo perlu, kau juga bisa ajak teman wanitamu," Tambah Ms.Yoo

"Bu,. sudahlahh, kau bilang kau lelah. Sekarang ibu pergi ke kamar dan Istirahatlah, aku akan melanjutkan belajarku dengan Daehyun Hyung," Potong Youngjae, Youngjae sadar ada ekspresi tidak baik yang terpancar diwajah tampan gurunya itu. Bermaksud menyelamatkan keadaan alhasil dia mengusir ibunya dengam lembut.

"Baiklahh,.. jangan terlalu sore, kau juga harus siap-siap untuk pertemuan nanti malam"

"Ia ibu,. Sekarang Istirahatlah" Usir Youngjae lagi, Ms.Yoo akhirnya pergi meninggalkan mereka berdua lagi di ruang tengah.

"Maafkan ibuku ya, dia memang sedikit cerewet" Ujar Youngjae.

"Tidak apa-apa, ngomong-ngomong selamat atas pertunanganmu dengan Hyera aku ikut senang" Kembali senyum palsu itu ditunjukannya lagi, namun kali ini pada Youngjae.

"Hey, aku bahkan belum menyematkan cincin dijarinya, kenapa kau sudah mengucapkannya?"

"Tidak apa-apa, anggap saja aku sebagai orang pertama yang memberimu ucapan"

"Hmm.. terimakasih"

Daehyun menekankan pada kata -Tidak apa-apa- padahal hatinya tidak bisa dibohongi, Ingin rasanya ia menangis namun itu bukanlah solusi yang tepat untuk kesakitan hatinya saat ini. Hatinyaa, telah pergi. Tidak separuh hatinya akan pergi. Murid kesayangannya Yoo Youngjae akan segera pergi. Ini konyol memang, menyukai muridnya sendiri parahnya muridnya itu seorang lelaki pula. jelas-jelas itu semua tidak mungkin untuk dipertahankan. Salahkan hatinya yang selalu menanti-nanti, menanti-nanti untuk mengakui isi hatinya yang sebenarnya. Dan kenyataannya sekarang, Youngjae telah direbut lebih cepat oleh seseorang, Ia kalah. Akankah perasaannya berhenti sampai disini? dan merelakan Youngjae begitu saja? kita lihat saja nanti.

.

.

.

.

Suasanan dikediaman rumah Yoo nampak ramai, Tamu yang ditunggu- nya sudah datang. Mr.Kim dan Ms.Kim mulai berbincang hangat dimeja makan dengan tuan rumah, Hyera terus mengajak Youngjae berbincang namun hanya jawaban-jawaban kecil yang Hyera dengar dari mulut calon tunanganya tersebut, membuatnya kesal dan muak.

"Eomoniim, izinkan aku dan Youngjae berkeliling sebentar" Ucap Hyera.

"Oh,tentu silahkan,. nanti eomoniim akan memanggil kalian jika hidangan sudah siap" balas Ms.Yoo.

Taman belakang kediaman rumah Yoo

"Apa yang sedang kau pikirkan?" Celetuk Hyera.

"Tidak ada"

"Bohong, kau sedang memikirkan sesuatu bukan?"

"Tidak juga"

"Youngjae-yaa aku ini calon tunanganmu, ceritakan saja jika ada masalah, mungkin aku bisa membantumu. Aku tidak sanggup lagi terus kau abaikan seperti ini. Ada apa sebenarnya?" Hyera berbicara lembut pada Youngjae dan menyandarkan kepalanya pada bahu Youngjae.

"Percayalah tidak ada, Kim Hyera. Aku hanya gugup. Dan sedikit tidak percaya, secepat inikah hubungan kita?" ujar Youngjae pelan.

"Keke...kau meragukan perjodohan ini?" Tebak Hyera.

"Aku tidak bilang seperti itu"

"lalu?"

"Sudahlah, lupakan. Maafkan aku sudah mendiamkanmu sejak kedatanganmu tadi. Tidak seharusnya aku melakukan itu. sebaiknya kita masuk cuacanya semakin tidak baik untuk kesehatan tubuhmu" Youngjae mengeratkan pelukannya pada bahu Hyera.

"Baiklah".

"Kalian sudah kembali? cepat sekali" Sapa Ms.Kim

"Cuaca diluar sedang tidak baik, Jadi aku mengajak Hyera masuk saja. Tidak baik juga bukan untuk kesehatan tubuhnya" Ujar Youngjae.

"Uuhh, anak ibu perhatian sekali. Kita memang tidak salah sudah menjodohkan mereka besan"

"Kau benar. Ayo duduklah, kita makan. Ayahmu akan segera memberitahukan berita-nya." Ujar Ms.Kim lagi.

"Ah, Ia. Kita sudah membicarakannya tadi saat kalian asyik berbincang diluar sana, acara pertunanganya akan segera dilangsungkan setelah Ujian Tengah Semester Youngjae selesai. Kenapa buru-buru? Karena aku dan Istriku akan kembali lagi ke Amerika untuk mengurus pekerjaan yang kami sempat tinggalkan, Jadi kuharap kalian setuju akan hal itu" Mr.Kim berujar dengan lantangnya.

"Aku senang jika pertunangan-nya dipercepat. Itu akan lebih baik bukan?" Ujar Hyera melirik ke arah Youngjae.

"Ahh..iyaa,. Tentu" Jawab Youngjae asal. Dari luar memang Youngjae terlihat menerima perjodohan ini namun dalam hatinya justru sebaliknya, Youngjae bisa saja menolak tapi Ia tidak mau berdebat kembali dengan Ibunya yang ujung-ujungnya pasti tetap sama bertunangan dengan Hyera. Jadi Ia tetap mengikuti kemauan Ibunya, kita lihat sampai manakah Ibunya akan tetap mengekang Youngjae dengan kemauan seenak jidatnya itu. Dan perlu diketahui sejak pemberitahuan tentang pertunangannya tadi siang Youngjae masih memikirkan ekspresi berbeda dari gurunya, Ia terlihat menahan sesuatu yang /entahlah membuat Youngjae benar-benar penasaran/dan terus terpikirkan. Bahkan ia tidak bisa fokus, padahal malam ini ada orang tua Hyera datang kerumahnya. Tubuhnya memang ada disini bersama Hyera tapi pikiranya melayang kemana-mana namun tetap bertumpu pada satu orang gurunya /Jung Daehyun/. Dengan segala obrolan yang menurut mereka penting dan menyenangkan, bertanya ini itu tentunya tentang acara pertunangan Youngjae dan Hyera akhirnya Keluarga Kim telah pergi juga meninggalkan kediaman rumah Yoo. Youngjae bahkan buru-buru melesat pergi ke kamarnya, dan bilang pada ibunya bahwa ia lelah dan butuh Istirahat. Padahal ia masih memikirkan hal yang sama /Jung Daehyun/

"Kenapa aku terus memikirkannya?" Ujar Youngjae pelan. Ia melihat benda persegi panjangnya diatas meja, seketika pikiran untuk menghubungi gurunya tersebut terlintas diotaknya.

"Apa harus? Tapi untuk apa?" Lagi, keraguan menyelimuti pikiran dan hatinya.

"Mungkin besok akan aku tanyakan langsung padanya" Youngjae kembali menyimpan Ponselnya dimeja belajar miliknya, matanya tertuju pada sebuah buku catatan miliknya. Ia tersenyum dan mengambil buku tersebut. Bermaksud mengulang lagi pelajaran yang telah Daehyun berikan, tiba-tiba dilembar ketiga Youngjae menemukan sebuah buku kecil bertuliskan 'about you', Youngjae mengerutkan alisnya 'milik siapa ini?'. Buku yang ia pegang kini berubah menjadi buku kecil yang ia baru saja temukan.Youngjae membaca setiap kalimat yang tertulis didalam buku tersebut, ada sebuah pengakuan besar didalam isi dari buku itu. Ia yakin jika buku itu milik Daehyun /gurunya/ karena dia bisa melihat dari gaya tulisannya. Mata Youngjae menatap tidak percaya pada sebuah kalimat pengakuan yang tertulis disana. /Daehyun menyukai seorang pria/. Ia benar-benar penasaran dengan pengakuan gurunya tersebut. Tanpa berpikir panjang lagi Youngjae menutup bukunya dan kembali ketempat tidur untuk memejamkan matanya. Ingin rasanya cepat pagi dan menemui gurunya itu langsung. Hatinya resah, kalimat pengakuan Daehyun masih terus teringang diotaknya Pikirannya terus bertanya'siapa pria yang dimaksud itu?'.

.

.

.

.

.

.

.

.

/TBC/

Dududuu~… apa ini?? nulis apa saya??

Maafkan, ada yg saya siksa disini -hatinya-,. /sungkem/ hehe.. gk bsa nulis bnyak,. asal ketik, yg penting daejae bahagia(?) /abaikan/ Di setiap chapter selalu bilang terimakasihh buat kalian yg sudah review dngan brmacam" pendapat.. Saya senang... Terimakasiiihh~~ pokoknyA~~ .-. see U chap selanjutnya.. Gomawo~~