Author
xjungyoox
Main Cast
Jung Daehyun x Yoo Youngjae
a.k.a Daejae
Other Cast
Ms. Yoo, Kim Himchan, Bang Yongguk,
Kim Hyera, Lee Tanhae
NOTE: Maafkan jika banyak typo segala macem ini pemula. Maklumlah ff pertama publish.. hehe semoga diterima. Ini asli dari pemikiran sendiri yang datang secara tbtb'-'.
.Daejae.
Before...
"Jadi bagaimana tentang penawaranku? " Tanhae membuyarkan lamunan Hyera.
"Beri aku waktu untuk beberapa hari" tawar Hyera. Tanhae tertawa lepas dan mendekatan wajahnya lalu berbisik.
"Apapun untumu.. Saya-..."
"Hyera..." Hyera berbalik pada sumber suara yang memanggilnya. Dan betapa kagetnya dia melihat sosok yang baru saja memanggilnya itu..
Youngjae berdiri mematung menyaksikan 2 sejoli yang tengah asik berbincang disana.
"Youngjaee... ya"
...
Youngjae menghampiri dua orang yang terlihat sedang berbincang serius itu.
"Apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanya-nya.
"A..ku-"
"Ah.. aku teman kerjanya Hyera di Amerika, Lee Tanhae. Kau pasti tunangannya Hyera kan?" Tanhae langsung memperkenalkan diri tanpa melihat kegugupan Hyera disampingnya.
"Ah, Iya.. dia teman kerjaku dulu di Amerika" Hyera Menimpali, dengan terburu-buru menggandeng tangan Youngjae. Tidak bisa dibohongi, Dari tatapan matanya Youngjae tau pria ini menampakan aura tidak baik. Namun Youngjae mencoba tetap ramah.
"Oh, Iya.. aku Yoo Youngjae tunangannya Kim Hyera" Youngjae menerima uluran tangan Tanhae sebagai tanda perkenalan.
"Wah, selamat ya,.. Kau beruntung sekali mendapatkannya. Kalian terlihat benar-benar cocok" Tanhae mencoba ramah. Youngjae tidak menggubris omongan Tanhae, Ia langsung menatap wanita disampingnya memberitahu tujuannya mencari Hyera.
"Ibumu mencarimu tadi, segeralah temui dia" Ujar Youngjae.
"Ah, baiklah kalau begitu. Ayo kita kesana" Hyera menarik tangan Youngjae untuk segera menemui ibunya.
"Ah,. Kami pergi dulu, selamat menikmati jamuan makannya" Ujar Youngjae kembali pada Tanhae.
"Ah, Tentu.." Tanhae hanya tersenyum licik membalasnya. Akhirnya Youngjae dan Hyera pergi meninggalkan taman belakang.
"Kau belum tau siapa wanita calon istrimu itu.. Yoo Youngjae" Tanhae berdesis pelan dan tersenyum licik lagi.
Daehyun yang berdiri diujung tombok sana memandang dengan tatapan datarnya lalu tersenyum kemudian. Dan meminum kembali segelas soju ditangannya.
...
Beberapa hari setelah acara pertunangan Youngjae dan Hyera selesai, aktivitas Daehyun kembali normal seperti biasa. Pergi ke kampusnya dan mengajari Youngjae lagi, Namun Daehyun kerap kali melihat pria yang pernah ia temui sebelumnya diacara pertunangan Youngjae dan Hyera kemarin selalu terlihat berdiri dan mondar-mandir, tepat didepan pintu rumah Youngjae. Walaupun pria itu tidak menyadari keberadaan Daehyun tapi tetap saja Daehyun penasaran akan tingkah dan kelakuannya. Bukan satu atau dua kali dia melihat pria itu berdiri disana, tapi sering. mungkin bahkan setiap hari. Walaupun Daehyun tahu adanya keterhubungan antara Hyera dan Pria ini tapi kenapa jadi rumah Youngjae sasarannya? Bukankah Hyera sendiri tidak sering menemui Youngjae? Daehyun benar-benar penasaran dan sampai akhirnya dia memergoki lagi lalu memberanikan diri untuk menanyakannya.
"Hey Kau mencari siapa?" Tegur Daehyun. Pria itu tidak terkejut hanya melirik sekilas dan menghampiri Daehyun.
"Aku hanya kebetulan lewat anak muda" Ujarnya.
"Kau jangan berbohong, aku sering melihatmu berada disekitar sini. Apa kau berniat mencuri?"
"Heuh.. Untuk apa aku melakukan hal bejat seperti itu, tidak guna" Pria dengan paras lebih tua dari Daehyun tersebut pergi, tanpa peduli dengan Daehyun yang sudah memergokinya.
"Tunggu,.. Aku pernah melihatmu dipesta pertunangan Youngjae kemarin, Apa kau ada hubungan terkait hal itu?" Walaupun Daehyun telah mengetahuinya Ia juga butuh informasi lebih jelas lagi dari pria yang belum ia kenal itu. -Tanhae- pria itu menghentikan langkahnya, dan berbalik ke arah Daehyun dengan senyum khasnya yang licik.
Cafee..
Disinilah dua orang yang tadi sempat berbincang ria didepan pintu rumah Youngjae. Tanhae mengajak Daehyun untuk mencari tempat yang lebih enak untuk mengobrol, tentunya untuk melanjutkan obrolan tadi, Tanhae pikir Daehyun juga ada hubungannya dengan Hyera atau bahkan mungkin tau kegiatan Hyera selama dia ada diKorea. Tanhae juga butuh informasi itu, mengingat perintah yang ditugaskan atasanya di Amerika.
"Jadi kau tau Kim Hyera?" Ujar Tanhae semabari menyeruput kopinya.
"Aku hanya tau dia adalah teman kecil Youngjae, tunanganya itu" Jawab Daehyun.
"Kau tidak tau alasan dia tiba-tiba datang ke Korea?"
"Aku pikir karena dia akan bertunangan dengan Youngjae". Daehyun mencoba tidak tau apa-apa disini. Agar Informasi yang ia dapatkan nanti benar-benar jelas..
"Heuh.. Kau tau kelompok sex yang paling terkenal di Amerika sana? SFM?" Tanhae menurunkan nada bicaranya agar tidak terdengar orang sekitarnya.
"Aku pernah baca dikoran dan majalah, itu adalah kelompok dengan berkedok bisnis besar. Korbanya juga kebanyakan para wanita-wanita muda. Dan sampai sekarang kelompok itu belum juga ditemukan otaknya siapa, karena mereka memiliki stategi yang licik" Jelas Daehyun.
"Heuh.. kau tau juga ternyata,Hyera adalah anggotanya, dia adalah salah satu wanita bayaran disana. Awalnya dia menyukai pekerjaan itu sampai akhirnya entah pikiran apa yang merasukinya, tiba-tiba dia kabur kekorea, dengan alasan ia butuh istirahat beberapa hari. Dia pikir dia bisa bebas begitu saja, kontraknya dengan atasan masih berlaku" Ujar Tanhae.
Daehyun awalnya kaget mendengar berita itu, namun dia tetap terlihat biasa saja. Gila, Kelompok maniak sex terbesar siapa yang tidak tau hal itu? dan wanita secantik Hyera bisa masuk kesana, bahkan menjadi anggotanya. Polisi disana saja bahkan sulit untuk mencari keberadaan mereka. Benar-benar sulit dipercaya. Daehyun dengan wajah datarnya melanjuktan kalimat Tanhae "Dan kau juga anggotanya?"
Tanhae hanya tersenyum dan meminum kopinya lagi."Bisa dibilang begitu, tapi tujuanku kesini bukan untuk merekrut wanita-wanita muda korea, Hanya menyeret lagi Hyera dari sini agar bergabung lagi dengan kelompok kami, Dia tidak bisa bebas berkeliaran disini sedangkan di Amerika banyak pelanggan yang menunggunya. Dan itu membuat pemasukan SFM menjadi menurun hanya gara-gara satu orang itu. Termasuk diriku"
"Aku tidak menyangka dia mengambil pekerjaan menjijikan seperti itu, aku harus menyelamatkan Youngjae agar dia tidak dibohongi terus"
"Youngjae..? Kurasa kau tidak bisa. Rencanaku berubah ketika kau menyebutkan lelaki manis itu"
"Apa maksudmu?" Daehyun mengernyit heran.
"Aku akan membawa Youngjae juga kesana" Bisik Tanhae.
"Jangan kau usik dia, urusanmu hanya dengan Hyera" Daehyum mulai emosi namun masih dalam tahap bawah.
"Dia terlalu manis dan lucu, sepertinya akan cocok jika aku memberikannya pada om om kelaparan disana. Tentunya setelah aku gunakan" Tanhae tidak memperdulikan omongan Daehyun. Daehyun menarik kerah baju Tanhae dan siap untuk memukulnya."Jangan kau berani melakukan itu padanya"
"Woo.. tenang, kenapa kau yang marah? Apa kau tidak lihat disekelilingmu sedang menatapmu aneh" Daehyun melepaskan cengkeramannya dan duduk kembali, untuk megontrol emosinya.
"Melihatmu marah besar seperti tadi, sepertinya ada hubungan besar antara kau dan anak manis itu" Selidik Tanhae. Daehyun hanya diam tidak menjawab. "Tadinya jika aku tidak bisa membawa Hyera ke Amerika, aku akan membawa Youngjae tapi bukan ke SFM. Aku akan membawanya kabur bersamaku. Tapi melihatmu marah seperti itu rasanya ada yang aneh. Kau menyukai pria manis itu ya?" Masih dengan tatapan menyebalkannya. Daehyun tersentak, se-terlihat itu apa jika dia benar menyukai Youngjae? Daehyun mencoba kembali tenang.
"Menurutmu?"
"Oke.. kita adakan kerjasama. aku membawa Hyera kembali lagi ke Amerika, dan kau bisa hidup bersama dengan Youngjae. Ahh... atau kau ikut saja ke Amerika, gabung kelompok kita dan kau bisa bebas bersex ria bersama Youngjae, atau bahk-.. yya" Daehyun menghentikan kalimat Tanhae dengan menginjak kakinya kasar.
"Aku tidak tertarik dengan tawaran yang kau berikan, Kerjakan saja tugasmu dan bawa pergi wanita jalang itu"
"Yaiis... Kau menginjak terlalu kasar, Sayang sekali padahal dari tampangmu kau maniak sex" Ejek Tanhae.
"Sialan.." Daehyun menendang kaki Tanhae yang tersembunyi dibawah meja.
...
Dilain tempat, Hyera tengah asyik berjalan-jalan dengan kekasihnya disalah satu mall besar pinggiran kota Seoul. Tidak seperti Hyera, Youngjae /Kekasih Hyera/ Terlihat nampak bosan dan jenuh. Menemani Hyera berbelanja selama hampir 2 jam membuatnya lelah. Youngjae mengiakan kemanapun Hyera pergi hanya asal dia tidak merengek seperti anak kecil.
"Chagiyaa.. Aku lapar, kita makan dulu yaa" Hyera masih bermanja ria pada Youngjae.
"Hmm"
"Kurasa makanan disebelah sana enak, kita coba ya"
"Hmm"
Hyera tidak menyadari kejenuhan Youngjae, Ia terus menggandeng tangan Youngjae agar terus bersamanya. Ini membuat Youngjae kesal.
"Berapa lama lagi kita berada disini?" Ujar Youngjae ketika mereka sampai disalah satu tempat makan.
"Kenapa? Aku bahkan belum membeli baju, sepatu, tas, dan sayangg... kamu lihatkan toko sepatu yang kita lewati tadi, aku tertarik dengan salah satu barangnya. Tadinya aku-..." Youngjae memotong omongan Hyera.
"Kau bisa belanja sendirikan? Aku lelah, butuh istirahat" Keluh Youngjae.
"Kok kamu gitu si, tega meninggalkanku sendiri disini?" Kembali. Hyera bertingkah seperti anak kecil.
"Kau sudah besar, tidak perlu ditemani. Terserah jika kau mau mengadu pada orang tuamu atau orang tuaku. Aku tidak peduli" Youngjae bangkit dan meninggalkan Hyera.
"Youngjae-ya..." Hyera terus memanggil Youngjae, namun sayang panggilannya tidak digubria oleh Youngjae.
"Ck.. menyebalkan"
Youngjae terus berjalan tanpa tujuan ia tidak tau sejujurnya mau pergi kemana yang jelas ia bisa menjauh dari Hyera. Ketika Youngjae berjalan dengan terburu-burunya menuju parkiran tiba-tiba ia menabrak seseorang dan membuatnya jatuh tersungkur kebelakang.
"Aiishh..." Desis Youngjae.
"Youngjae..?" Merasa namanya dipanggil Youngjae mendongkakkan kepalanya.
"Dae... Hyung??" Ujar Youngjae.
"Apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanya Daehyun.
"Menemani Hyera berbelanja"
"Oh"
"Yak.. Kau tidak mau membantuku?" Youngjae mendengus kesal.
"Kupikir kau bisa bangun sendiri" Ujar Daehyun sambil membantu Youngjae bangun dari acara jatuhnya.
"Kau bilang kau menemani Hyera belanja, mana orangnya? aku tidak melihatnya pun?"
"Ck.. tidak tau, Kau sendiri sedang apa disini?" Tanya Youngjae.
"A.. ku ada janji dengan temanku, tapi sepertinya tidak jadi. barusan dia mengabariku" Ujar Daehyun. Sebenarnya Daehyun memang ada janji, namun ketika bertemu Youngjae tiba-tiba ia merasa Youngjae malah lebih penting dari pada janjiannya itu.
Youngjae beroh ria sebagai jawabannya. "Kau mau menemaniku ke taman kota?" Tawar Youngjae.
"Taman kota? Ayo" Jawab Daehyun tanpa pikir panjang lagi. "Eh.. tapi untuk apa?" lanjutnya.
"Kau tidak ingin menemaniku? Ya sudah" Youngjae pergi meninggalkan Daehyun disana.
"Oke.. okee.. Baikalah" Daehyun pun akhirnya menyusul Youngjae menuju mobilnya.
...
Taman Kota~~……
"Yahh.. tumben ramai sekalii" Youngjae melirik kesekeliling taman lewat kaca mobilnya.
"Kenapa?" Tanya Daehyun.
"Tadinya aku ingin duduk dibangku taman ltu, tapi ya sudahlah.." keluh Youngjae.
"Kenapa tidak dimobil saja?"
"Aku inginnya dibangku taman"
"Ya.. penuh sekalii kan?"
"Iya juga si,. Ya sudahlah" Youngjae akhirnya memarkirkan mobilnya didekat pohon besar disana.
"Memang kenapa kau ngotot ingin duduk disana?" tanya Daehyun heran.
"Tidak apa-apa, hanya saja suasananya sedikit berbeda" Daehyun hanya mengangguk mengerti. Suasana hening tercipta beberapa saat, sebelum akhirnya Daehyun mendengar suara kecila disampingnya. "Emm.. ngomong-ngomong aku ingin cerita, apa kau ingin memdengarkannya?" Ujar Youngjae.
"Ceritalah, aku akan mendengarnya"
"Emm.. Kau tau, Teman yang aku kenal dulu baik, ceria sekarang dia benar-benar berbeda, ia lebih senang menghambur-hamburkan uang dan tidak memperdulikanku lagi, Aku pikir ketika dia pulang dari Amerika-nya itu tidak akan merubah sikap manisnya. Tapi Amerika telah mengubahnya." Youngjae memulai ceritanya.
"Hyera maksudmu?" Tanya Daehyun memastikan. Youngjae hanya mengangguk.
"Kenapa kau tidak bilang, dan diskusikan bersama kurasa dia akan mengerti juga" Saran Daehyun.
"Dia bukan type orang yang mau berdiskiusi, semua hal akan berjalan jika dia yang menginginkannya"
"Apa kau mencintainya?" Tanya Daehyun tiba-tiba.
"Eoh..?" Kaget Youngjae.
"Seharusnya kau ikuti kata hatimu, Jika kau tidak mencintainya kau bisa menolak perjodohan itukan".
"A..ku tidak bisa melawan ibuku, dia adalah satu-satunya yang aku punya setelah kepergian ayahku" Youngjae mulai menunduk sedih.
"Kau masih bisa diskusikan ini dengan ibumu, sebelum acara pernikahanmu dilangsungkan" Daehyun menepuk bahu Youngjae mencoba memenangkan. Daehyun sebenarnya ingin bercerita tentang kebenaran Hyera, namun jika ia lakukan itu Youngjae pasti akan menyangkanya bahwa Daehyun hanya ingin menjelekan teman kecilnya itu. Biarlah Youngjae mengetahuinya sendiri pikir Daehyun. Daehyun tidak tega melihat Youngjae sedih seperti ini. Bukan Youngjae yang Daehyun kenal rasanya jika Youngjae sedang bersedih.
"Akan ku Coba,." Ujar Youngjae "Boleh aku memelukmu hyung?" Lanjutnya.
"Eoh,." Kaget Daehyun. Youngjae langsung menghambur kepelukan Daehyun tanpa mendengar persetujuan nya lebih dulu. Hingga membuat Daehyun kewalahan. Bohong jika Youngjae mengatakan pelukan Daehyun tidak nyaman. Ini bahkan melebihi nyamannya kasur tempat tidur Youngjae. Daehyun tersenyum dibalik pelukan itu. Ia berharap Youngjae tidak menyadari detak jantungnya yang bergerak cepat.
"Ada penjual eskrim kemari, kau mau?" Daehyun memecahkan keheningan sejenak barusan.
"Aku tidak mau," Ujar Youngjae masih dalam pelukan Daehyun.
"Ku dengar eskrim akan membuat mood seseorang yang buruk menjadi bagus"
"Benarkah?" Youngjae melepaskan pelukannya dan menatap Daehyun. Daehyun mengangguk mengiakan.
"Kau mau?"
"Ia aku mau kalau begitu" Daehyun akhirnya memberhentikan penjual eskrim tersebut dan membelinya.
"Ini" Daehyun memberikan eskrimnya pada Youngjae.
"Gomawo,." Youngjae melirik ke sekelilingnya lagi lewat kaca mobilnya. "Tumbem sekali mereka masih betah berada disini" Ujarnya.
"Kenapa?"
"Kau tidak bosan berada dimobil terus?"
"Tidak, lebih baik dimobil tidak terkena sinar matahari" Youngjae hanya berdecih, dan memulai memakan eskrimnya.
"Seperti anak kecil saja, ada eskrim disudut bibirmu" Daehyun menyadarkan Youngjae dari kecerobohannya. Youngjae membersihkan noda yang Daehyun maksud, namun cara Youngjae membersihkannya itu terlalu lamban bagi Daehyun.
"Sini biar aku bantu" Daehyun mengambil Tisu didepannya dan mulai melap eskrim disudut bibir Youngjae. Pipi Youngjae merona merah.
"Selesai.." Ujar Daehyun
"Ah.. Gomawoo" Youngjae memalingkan wajahnya kesegala arah dengan segera, berharap tidak melihat dulu wajah Daehyun.
"Kenapa kau tidak mencoba menyadari bahwa ada orang yang lebih mencintaimu" celetuk Daehyun tiba-tiba. Youngjae mendongkakan kepalnya memandang Daehyun.
"Kau bilang apa??" Ujar Youngjae.
"Yah.. Maksudku, hanya mencoba.. " Daehyun gelagapan dipandang langsung oleh Youngjae.
"Mana ada orang yang menyukaiku, Aku sendiri bahkan jarang bersosialisasi dengan baik" Jawab Younjae.
"Kalau memang ada bagaimana?" Daehyun terlihat serius memandang Youngjae.
"Eoh..? Siapa?" Tanya Youngjae balik.
"Aku"
Hanya gelak tawa yang terdengar Daehyun sebagai jawabanya. Daehyun mengernyitkan alisnya bingung."Kau bercanda Hyung..? Sebenarnya kau mimpi apa semalam?" Masih dengan tawanya yang nyaring.
"Tidak mimpi apa-apa," Jawab Daehyun polos.
"Aku pikir kau akan bicara serius, ternyata.. Haha.."
"Aku serius, mungkin kali ini bukan saat yang tepat untuk mengatakannya padamu Youngjae-yaa" Daehyun berbicara dalam hartinya.
"Hari semakin sore lebih baik kita pulang" Ujar Youngjae setelah menghentikan tawanya.
"Ah.. kau benar, kita pulang sekarang" Timpal Daehyun. "Tunggu dulu" Ujar Daehyun lagi, mengehentikan kegiatan Youngjae memasang sabum pengamanya.
"Wae?"
"Lihatlah, matahatinya Indah sekali" Ujar Daehyun menunjuk arah samping kaca mobil Youngjae.
"Woo..? Hyungg.. itu Benar-benar Indah" Youngjae terbelalak melihat pemandangan disampingnya.
"Aku harus mengabadikannya" Daehyun dengan tingkah rusuhnya mengambil handphone disaku celananya. Youngjae terus memandang dengan takjub cahaya matahari yang akan segera tenggelam tersebut, Daehyun mengarahkan kamera handphonenya pada objek yang akan dia ambil, Tanpa sadar dengan refleksnya Youngjae langsung memalingkan wajahnya dan ... *Damn* bertemu langsung dengan wajah Daehyun yang begitu dekat, atau mungkin terlalu dekat. Keheningan tercipta beberapa saat, Keduanya tenggelam dalam tatapan yang sulit di artikan, namun membuat mereka satu sama lain merasa nyaman. *Klick* Suara kamera handphone Daehyun membuyarkan tatapan keduanya, Dan membuat mereka gugup untuk sesaat.
"Euung.. Lebih baik kita pulang sekarang" Ujar Youngjae gugup. Daehyun hanya menganguk, tanpa mengeluarkan suaranya. Dalam perjalanan Daehyun terus berdoa agar kegugupannya tidak dicurigai Youngjae."Sial kenapa dia cantik sekali.." Gerutu Daehyun dalam hati.
"Dia benar-benar terlihat tampan untuk yang kedua kalinya" -Youngjae-.
.
.
.
.
.
.
.
.TBC.
Chap 7 dah update, heheh.. gimana?? Aneh? Berantakan? okee.. Ditunggu review-nya readers... :)))
Maaf updatenya lama.. Moga suka ya~~..
BTW, Minal Aidzim Walfaizin ya~~……..
Yang nunggu/padahal gk ada/ ff Don't tell him maaf ya itu ditunda dulu, soalnya blom nemu moment dejenya yg pas.. pasti diupdate kok, paling agak lama hehe.. :))) So ini dulu aja ya~~……
