Author

xjungyoox

Main Cast

Jung Daehyun x Yoo Youngjae

a.k.a Daejae

Other Cast

Ms. Yoo, Kim Himchan, Bang Yongguk, Kim Hyera, Lee Tanhae

Note: Maafkan jika banyak typo segala macem ini pemula. Maklumlah ff pertama publish.. hehe semoga diterima. Ini asli dari pemikiran sendiri yang datang secara tbtb'-'.

...

Pintu bermotif ukiran khas Eropa terbuka lebar, menandakan dengan suara decitannya yang keras. Kim Hyera baru saja pulang dari urusan pribadinya. Menghirup sedikit udara rumah, dan melihat kesekelilingnya, Ia melihat ayah dan Ibunya tengah berada diruang tamu dengan tatapan mengerikan kearahnya. Hyera menghampiri mereka disana tanpa ada rasa curiga sedikit pun.

"Ibu... Ayahh,. Apa yang kalian lakukan disini? Tidak seperti biasnya--" /Plak/ "Ahkkk"..

"ANAK TIDAK TAU DIRI. BERANINYA KAU MEMBOHONGIKU, ORANG TUAMU SENDIRI? MAU JADI APA KAU?" Mr. Kim meluapkan kekesalannya,

"Sabar dulu suamiku,." Tahan Ms. Kim.

"Sabar? MENGHADAPI ANAK MACAM DIA HARUS SABAR? KAU SEHARUSNYA TIDAK PULANG KERUMAH" Mr. Kim mengarahkan jari telunjuknya ke arah Hyera.

"Ayah.. Ibu.. Ada apa? Kenapa ayah tega menamparku?" Hyera bertanya dengan kebingungannya.

"Seharusnya ayah yang bertanya seperti itu. Kenapa kau tega membohongi ayah?"

"Sudahlah,. Biar Ibu yang bicara pada Hyera" Ms. Kim masih menenangkan suaminya, matanya menatap anak kesayanganya yang masih meringis kesakitan memegang pipinya.

"Hyera.. Jawab dengan jujur, apakah benar dalam foto itu adalah kau?" Ms. Kim menunjuk layar laptop yang masih menyala dan menampakkan foto anaknya yang tengah tidur dengan seorang pria. Mata Hyera mengarah pada benda yang ditunjuk oleh Ibunya, dan sukses membuat bola matanya membulat sempurna setelah tau maksudnya.

"Bu.. I.. tu"

"Ibu minta kau jawab jujur tanpa terbata-bata" Ms. Kim menekankan suaranya dengan kesal. Mr. Kim masih terlihat dengan nafas terburunya menatap tajam ke arah anaknya, menunggu jawaban dari Hyera.

Hyera melihat tatapan ayahnya seperti singa yang sedang lapar, membuatnya meneguk ludahnya kasar. Tanpa Hyera sadari kepalanya menunduk seolah seperti membenarkan foto dari laptop tersebut.

"Ahhk.. Anak kurang ngajar, Tidak tau diuntung" Mr. Kim siap menampar lagi pipi anaknya tersebut, namun kembali Ms. Kim menahannya.

"Hyera,.Ibu kecewa padamu.. Aku pikir selama ini eommamu ini telah mengajarimu hal baik tapi.."

"Buu.. " Hyera mulai terisak. Meraih tangan ibunya untuk meminta maaf darinya.

"Jangan sentuh Ibumu ini" Tepis Ms. Kim.

"Appa,.. Eomma maafkan Hyera, Aku tau aku salah aku-..."

"Kau sudah mencoreng nama baik keluarga kita"

"Ayah.. Aku tau aku salah-.."

"Jika kau tau itu salah, kenapa kau tetap lakukan perbuatan keji itu heuh?, Ayah benar-benar kecewa padamu"

"Kau tidak seharusnya ada dirumah ini lagi," Ms. Kim menimpali.

"Ibu, apa maksudmu?"

"Orang tua mana yang menginginkan anaknya menjadi jalang seperti itu? Mengaku bekerja keras dengan hasil yang memuaskan, tapi apa? kau melakukannya dengan cara menjijikkan, Tidak pernahkah kau berpikir tentang ke khawatiran orang tuamu heuh?, Ibumu habis-habisan mengurusmu sejak kecil, dan ini balasannya?", Mr. Kim terus meluapkan kekecewaannya. Hyera hanya menunduk tidak berani menatap ayahnya maupun ibunya.

"Apa kata orang lain jika mereka mengetahui perihal ini? Apa kata calon mertuamu? apa kata calon suamimu? Mereka hanya akan menganggapmu sebagai seorang wanita jalang, siapa yang malu? Orang tuamu sendiri Kim Hyera, tidak pernahkah kau berpikir sampai disitu?" Lanjut Mr. Kim.

"Akan lebih baik jika pernikahannya dibatalkan" Potong Ms.Kim

Hyera mendongakkan kepalanya tidak setuju. "Tidak.. Jangan lakukan itu. Appa kumohon, kau boleh menghukumku. Tapi tidak dengan membatalkan pernikahannya" Hyera meraih tangan ayahnya memohon.

"Apa kau gila? Apa yang ada dalam pikiranmu? Kau akan menambah malu keluarga kita" Ms. Kim angkat bicara lagi.

"Aku mencintai Youngjae-oppa, jangan batalkan pernikahanya" Hyera terus memohon dengan air matanya yang terus mengalir.

"Itu adalah jalan terbaiknya, Aku akan adakan pertemuan dengan keluarga Yoo secepatnya. Dan kau akan tetap menjalini hukumanmu, Ayah akan mengirimmu ke rumah nenekmu di Busan. Kau bisa merubah sikapmu disana"

"Appa mengusirku? Eomma, kumohon batalkan rencana appa" Hyera melirik Ibunya yang hanya terisak diam dalam kesedihan.

"Yang di katakan ayahmu memang benar, Itu adalah jalan terbaiknya" Ms. Kim menepis lagi rangkulan tangan anaknya, dan pergi meninggalkannya tersungkur dilantai.

"Ayah.. Ibu.. Maafkan aku,. Kumohon jangan batalkan pernikahannya..heuu... heuu.." Hyera terus meraung melihat kepergian ayah dan ibunya.

...

Daehyun terus menelusuri jalanan kota Seoul dengan mobil putih Youngjae, sesekali matanya melirik pada pria disampingnya dengan tatapan keheranan. Tidak jarang Daehyun menemukan tatapan khawatir dan ketakutan yang terpancar diwajah manis pria yang disebut pacarnya itu, Yoo Youngjae.

"Apa kau memikirkan sesuatu?" Ujar Daehyun.

"Jaee.."

Tidak ada respon, Youngjae hanya melamun dengan ekspresi melamunya, Daehyun dengan inisiatif menghentikan laju mobilnya dipinggir jalan, dan sukses membuat Youngjae kaget.

"A... Apa yang kau lakukan? kenapa berhenti di sini?" Ujar Youngjae.

"Kau terus melamun sejak tadi, aku bahkan memanggilmu dan kau tidak mendengarnya" Jawab Daehyun. Youngjae hanya menunduk dan membuang muka.

"Jadi, apa yang sedang kau pikirkan?" Ujar Daehyun lagi..

"Tidak ada"

"Kau bohong padaku, katakan saja. Mungkin aku bisa mengurangi kerutan diwajahmu itu" Ledek Daehyun.

"Tidak usah melucu, itu bahkan tidak lucu sama sekali"

"Lalu?"

Youngjae membuang nafasnya berat. "Dae, menemui Ibuku disaat seperti ini apakah hal yang benar? Aku hanya takut, Takut jika Ibuku sampai membenciku. Aku Ta-".

"Ssstt... Tidak ada seorang Ibu membenci anaknya, percayalah padaku semuanya akan baik-baik saja" Daehyun memegang erat tangan Youngjae meyakinkan. Youngjae hanya menatap dengan senyuman kecilnya, "Kita lanjutkan perjalananya?" lanjut Daehyun. Youngjae hanya mengangguk mengiyakan.

...

Di kediaman rumah Yoo, terlihat sebuah mobil terparkir didepan rumah tersebut, Pintu rumah tertutup rapi, namun terlihat disana tiga orang dewasa tengah berbicara serius sepertinya.

"Aku benar-benar minta maaf atas situasi seperti ini," Ujar Mr. Kim.

"Ini sangat memalukan memang, oleh karena itu membatalkan pernikahannya adalah jalan terbaiknya" Ms. Kim menimpali.

"Setelah aku mempersiapkan semuanya, gedung, undangan, gaun pernihakan. Lalu Anda dengan mudahnya mengatakan jika pernikahannya dibatalkan? Heuh"

"Maaf Ms. Yoo kami hanya ingin keluar dari masalah ini, Bukankah bagus jika keluarga Yoo tidak terlibat dalam situasi ini".

"Heuh... Jika tau seperti ini akhirnya, aku tidak akan menjodohkan anakku dengan wanita jalangmu itu, dan aku tidak akan rugi besar" Ucap Ms. Yoo pedas.

"Anda jangan merusak keadaan, kami datang dengan maksud baik. Dan anda dengan sengaja mengatakan sebutan itu pada anak saya" Mr. Kim mulai kesal, mengingat perkataan yang terlontar dari Ms. Yoo kepada anaknya.

"Memang sebutan itu cocok untuk anak Anda, bukankah orang tua seharusnya mengurus anaknya dengan baik? bukan membiarkannya menjadi hewan peliharaan orang lain"

"Jaga ucapan Anda" Mr. Kim mulai naik pitam, dan kembali Ms. Kim memenangkannya, bukan tanpa alasan Ms. Kim melakukan itu. Hanya saja dia tidak ingin penyakit darah tinggi suaminya kambuh lagi. "Sudahlah,. lebih baik kita pulang sekarang" Seru Ms. Kim.

"Aku pikir, keluarga ini akan tetap baik-baik saja. Tapi melihat mu seperti itu, jangan harap kita bisa bertemu lagi". Mr. Kim berujar dengan nada kesalnya. Dan berlalu meninggalkan kediaman Mr. Yoo.

...

Daehyun baru saja sampai dipersimpangan jalan, Namun tiba-tiba Youngjae melihat sebuah mobil putih terlintas didepanya, dan langsung menghentikan Daehyun.

"Tunggu". Ujar Youngjae.

"Kenapa Jae..?" Daehyun menghentikan laju mobilnya.

"Kita putar balik,. Kita urungkan niat menemui ibuku"

"Tapi kenapa?"

"Itu,. mobil putih tadi. Itu kelurga Kim. Mereka pasti baru saja menemui Ibuku, Ini bukan waktu yang tepat untuk meneruskan niat kita"

"Lalu..?"

"Kita pergi kemana saja, asal aku bersamamu"

"Baiklah.."

...

Disinilah Daehyun dan Youngjae berada -taman kota. Daehyun menatap lurus lelaki yang kini disampingnya.

"kenapa kita membatalkan untuk bertemu ibumu?" Ujar Daehyun disela keheningan yang menimpa.

"sejujurnya.. aku masih takut"

"Jae.. selama kita bersama semua akan baik-baik saja, percayalah"

"Tapi..."

"sssstt.. kau mencintaiku kan?"

Youngjae menjawab dengan anggukan.

"Jika seperti itu peganglah tanganku" Daehyun mengarahkan tangannya pada Youngjae "Jika kau merasa takut genggamlah tangan ini, setidaknya akan mengurangi rasa takutmu" lanjutnya lagi. Youngjae menerima uluran itu dan menggenggamnya kuat.

"aku percaya padamu" Ujar Youngjae.

Drrrttt..drtttt..

Suara ponsel Youngjae bergetar, menghentikan percakapan keduanya. Youngjae melirik kearah Daehyun seolah memberi tau jika suara panggilan itu dari Ibunya.

"angkatlah,." ujar Daehyun.

"H-hallo, eomma.."

"Kau kemana saja? cepatlah pulang..

"A-aku.. sedang dirumah Himchan Hyung" bohong Youngjae.

"Cepatlah pulang sekarang juga. atau ibusendiri yang menjemputmu"

"Ia.. aku pulang sekarang"

Tut..tut.

"Dae.."

"Jangan takut aku akan menemanimu"

...

Mobil putih milik Youngjae terparkir didepan rumah Youngjae. Dengan berani kedua orang didalam mobil keluar dengan santai. Daehyun tersenyum seranya menyematkan tangannya pada tangan Youngjae.

"Ayoo.." ajak Daehyun.

Pintu bercat coklat tua terbuka menampakan dua orang pria yang kini mulai memasuki rumah.

"H-hallo eomma," Ujar Youngjae. Mengagetkan Ms.Yoo yang tengah melamun menatap jendela ruang tamu.

"Yo-Youngjae," Ms.Yoo menatap tidak suka melihat anaknya pulang dengan seorang pria, terlebih tangan mereka yang saling bertautan menambah suasana emosi Ms.Yoo meninggkat.

"Annyeong,. Eommoniim" Sapa Daehyun.

"Kenapa kau pulang bersama dia, Youngjae?" Ms.Yoo menggrutukan giginya menahan amarah.

"A-aku,." Youngjae bingung harus jawab apa, dengan segala kekuatan yang telah disiapkan, Daehyun memotong ucapan Youngjae.

"Aku kesini ingin meminta ijin pada eommoniim, aku telah menyukai anakmu, Aku harap aku bisa mendapatkan ij-".

Plaakk

"Sampai kapan pun, aku tidak sudi mempunyai menantu sepertimu" Entah sejak kapan Ms.Yoo sudah berada didepan Daehyun dan menamparnya dengan keras.

"Lepaskan tangan anak-ku" Ms.Yoo menarik Youngjae paksa, menyebabkan tangan yang tadinya begitu erat saling mengikat kini terlepas karena tarikan dari ibu Youngjae.

"Daee.."

"Diam kau" Bentak Ms.Yoo pada Youngjae. "Dengar, dulu ibumu memang sahabatku sejak kecil. Tapi itu bukan jadi alasanmu untuk bisa mendapatkan Youngjae. Seharusnya kau tau diri, kau ini siapa? Hanya seorang pria yang tidak punya apa-apa"

"Saat ini aku memang tidak punya apa-apa, tapi nanti di masa depan aku bukanlah Daehyun yang terhina seperti sekarang, Jika ibuku masih hidup dia akan menyesal telah berteman dengan seorang berhati batu seperti anda"

"Jaga bicaramu. Akan ku pastikan ini adalah akhir dari pertemuan kalian. Enyahlah kau dari hadapanku" Usir Ms.Yoo mutlak.

"Aku akan selalu mengingat hinaanmu ini Nyonya Yoo. Dan aku akan selalu mencintaimu Yoo Youngjae" Ucap Daehyun diakhir kalimatnya.

"PERGI.."

Daehyun membalikan tubuhnya untuk segera pergi. cukup puas dengan segala ucapan pedas Ms.Yoo. Dia tidak boleh egois saat ini.

"Daee.. Jangan pergii" Youngjae mencoba menahan kepergian Daehyun, namun tangan lembut nan bertenaga Ms.Yoo menggagalkannya.

"Untuk apa menghentikannya, sekarang kau masuk. CEPAT".

Daehyun mendengar isakan kecil Youngjae, Ingin rasanya ia berbalik dan menarik Youngjae lalu membawanya kabur, tapi ia tidak boleh egois masih ada cara yang lebih halus untuk dilakukan. Mungkin sekarang dia kalah tapi suatu saat nanti akan di pastikan bahwa Youngjae adalah takdir hidupnya.

"Tunggulah, aku akan segera membawamu keluar dari neraka yang kau sebut itu rumah" -Daehyun.

.

.

.

.

.

.

TBC

/Haii.._.. Chap9 dah update hehe. Sebenernya dah mentok samaa cerita ini. Ujungnya mau dibawa kemana saya juga bingung :D. Mau di end tp chap10nya udah dibikin ala-ala, jd tebehce aja ya walaupun ff in receh sngat :D ya itung-itung hiburan dikit. Sedih btw udh jrng skrng yg update ff daejae :(. Salama kangen moment deje,

Terimaksih atas review kalian maaf gk bsa bls satu-satu pkoknyaa terimaakasiihh,. kamsahamniddaaa,..