My Lovely Teacher
Cast :
Byun Baekhyun (17)
Park Chanyeol (24)
Do Kyungsoo (17)
Kim Jongin - Kai (16)
Oh Sehun (16)
etc (tokoh lain akan muncul seiring jalannya cerita)
Rating : T menyerempet M
Genre : Friendship, School-life, Romance, Fluff, BxB
Happy Reading!!
14
-;-
Setelah semalam Baekhyun menangis di rumah Kyungsoo, Pak Chanyeol datang dan menenangkan, hari ini adalah hari perpisahan satu angkatan kelas 12 di sekolah Baekhyun.
Sebenarnya Baekhyun cukup gugup untuk tampil nanti, karena ia cukup malas melakukan seperti itu, ini hanya karena Pak Chanyeol yang memintanya maka ia rela dengan ikhlas hati.
Pak Chanyeol juga sudah belajar aransemen yang akan ia bawakan bersama Baekhyun, tinggal mencocokkan lagi nanti saat akan tampil dengan Baekhyun.
Saat ini Baekhyun sedang di dandani oleh Kyungsoo, bukan dalam artian seperti wanita, maksudnya adalah memakaikan Baekhyun lip balm, merapihkan pakaian Baekhyun, menata rambut Baekhyun dengan tema comma hair, Baekhyun memakai jas berwarna putih dengan salur berwarna hitam dengan dalaman kemeja putih, juga ia memakai lilitan tali di lehernya berwarna hitam atau seringkali disebut choker
Sedangkan Pak Chanyeol yang sedang mengobrol dengan para guru di sebelah ruang para siswa yang akan tampil menyiapkan dirinya, ia memakai jas hitam dengan dalaman berwarna putih, dengan tema rambutnya hair up tidak lupa jam tangan rolex yang selalu bertengger di pergelangan tangannya, ia memakai celana bahan berwarna hitam juga pantofel berwarna hitam, sungguh sempurna jika kalian dapat melihat langsung.
-;-
Acara sudah dimulai, beberapa anak sudah tampil, sekarang adalah waktunya bagi Baekhyun dan Pak Chanyeol naik ke atas panggung membawakan persembahan terakhir di masa SMA nya itu.
Pak Chanyeol dan Baekhyun duduk diatas kursi yang sudah disediakan diatas panggung, di saksikan oleh guru dan teman seangkatannya, Baekhyun menatap Pal Chanyeol dan menganggukkan kepalanya yang dibalas anggukan juga dari Pak Chanyeol.
Lalu mulai terdengar petikan gitar dari Pak Chanyeol
Baekhyun mulai mengeluarkan suaranya,
Fēng chuī yǔ chéng huā
Air hujan yang ditiup oleh angin menjadi bunga
Shíjiān zhuī bù shàng báimǎ
Waktu Mengalir tidak bisa mengejar ketinggalan dengan kuda putih
Nǐ niánshào zhǎngxīn de mènghuà
Kata-kata konyol tertulis di telapak tanganmu
Yīrán jǐn wòzhe ma
Apakah kau masih menahan mereka erat?
Yún fānyǒng chéng xià
Awan bergulir naik dan turun di musim panas
Yǎnlèi bèi suìyuè zhēngfā
Air mata menguap dengan mengalirkan waktu
Zhè tiáo lùshàng de nǐ wǒ tā
Semua dari kita sepanjang jalan,
Yǒu shuí mílùle ma
Adakah yang tersesat?
Wǒmen shuō hǎobù fēnlí
Kita berjanji untuk tidak meninggalkan satu sama lain
Yào yīzhí yīzhí zài yīqǐ
Harus selalu bersama-sama
Jiùsuàn yǔ shíjiān wèi dí
Meskipun kita harus berjuang melawan waktu
Jiùsuàn yǔ quán shìjiè
Meskipun seluruh dunia berbalik pada kita
Fēng chuī liàng xuěhuā
Kepingan salju yang bersinar tertiup oleh angin
Chuī bái wǒmen de tóufǎ
Rambut kita memutih
Dāngchū shuō yīqǐ chuǎng tiānxià
Kita mengatakan bahwa kita akan menjelajahi dunia bersama-sama
Nǐmen hái jìde ma
Apakah kamu masih mengingat itu?
Nà yī nián shèngxià
Di musim panas itu,
Xīnyuàn xǔ de wúxiàn dà
Kita membuat keinginan besar tak terhingga
Wǒmen shǒu lāshǒu yě chéng zhōu
Bergandengan tangan menuju ke dalam perahu
Huàguò bēishāng héliú
membawa kita ke seberang sungai dari kesedihan
Nǐ céng shuōguò bu fēnlí
Kau mengatakan bahwa kau tidak akan berpisah denganku,
Yào yīzhí yīzhí zài yīqǐ
dan bahwa kita akan bersama selamanya
Xiànzài wǒ xiǎng wèn wèn nǐ
Sekarang aku ingin bertanya
Shìfǒu zhǐshì tóng yán wú jì
Apakah itu hanya sebuah celotehan?
Tiānzhēn suìyuè bùrěn qī
Aku tidak tega menipumu di hari-hari hijau kami
Qīngchūn huāngtáng wǒ bù fù nǐ
Begitu pula aku mengkhianatimu di usia muda bodoh kami
Dàxuě qiú nǐ bié mǒ qù
Oh, salju yang tebal, jangan menghapus
Wǒmen zài yīqǐ de hénjī
Jejak masa lalu kita
Dàxuě yě wúfǎ mǒ qù
Oh, salju yang tebal, tidak mampu menghapus
Wǒmen gěi bǐcǐ de yìnjì
memori kami meninggalkan satu sama lain
Jīnxī hé xī qīngcǎo lí lí
Tanggal berapa hari ini?
Míngyuè yè sòng jūn qiānlǐ
Hijau rumput tebal
Děng láinián qiūfēng qǐ
Bulan terang menyertaimu ribuan mil jauhnya
WuYiFan-TimeBoilsTheRain
Baekhyun menyelesaikan nyanyiannya yang pertama, banyak anak-anak yang menangis mendengar Baekhyun menyanyikan lagu mandarin, walaupun mereka semua anak Korea mereka paham dengan arti nyanyian Baekhyun karena dilayar belakang Baekhyun ada terjemahan lirik lagu yang Baekhyun bawa, guru-guru juga sedikit menitikkan air matanya, suara Baekhyun yang mengalun begitu lembut di telinga mereka juga arti dari lagu nya sendiri membuat mereka merasa sedih.
"Terimakasih, saya masih akan membawa satu lagu lagi, ini lagu untuk seseorang yang saya cintai dengan segenap hati saya, Pak Chanyeol" Baekhyun menyebutkan nama Pak Chanyeol sambil melihat ke arahnya, Pak Chanyeol menampilkan wajah terkejut namun langsung ia bersikap seperti biasa kemudian memetik senar gitarnya, mengalihkan penonton untuk menganggap Baekhyun menyebutkan namanya untuk memulai memainkan musiknya, Baekhyun juga sedikit terkejut dengan Pak Chanyeol yang mulai memetikkan gitarnya tanpa aba-aba dari dia, tapi Baekhyun mencoba bersikap profesional. Tentu saja para murid dan guru tahu itu adalah untuk Pak Chanyeol sebagaimana mungkin Pak Chanyeol mencoba untuk mengalihkan, mungkin hanya bekerja untuk para orang tua yang hadir.
Baekhyun mulai mengalunkan lagi nada-nada dan mulai bernyanyi,
Soni siryeowa sarangui gieogi chagapge dagawa
Kedua tanganku gemetar ketika aku mengingat kenangan cintaku yang suram
Aryeoonda ijeneun deo isang neoreul bujeonghago sipji anheun nareul algo itjiman
Sekarang semua itu jadi mengerikan, aku tak bermaksud menolakmu, tapi aku tau itu pantas
Gakkai inneun neol saranghal su eomneungeol algo itgie
Tak perduli seberapa dekat kita, yang ku tau aku tak bisa mencintaimu lagi
Nal barabol su eomneun neol gidarimi neomu himdeureo
Aku tak bisa merindukanmu, menunggumu membuatku lelah
Ijen gyeondil su eobseo irwojil su eopgie
Tak bisa ku tahan lagi dan tak dapat ku lepaskan
Naega saranghaetdeon geu ireum
Nama yang ku cintai sekali dalam hidup ini
Bulleoboryeo nagalsurok neomu meoreojyeotdeon
Nama yang ku cintai sekali dalam hidup ini
Telah menjauh dan makin menjauh dariku
Geu ireum ijen jeogeonoko na ulmeogyeo
Ku tulis namamu di atas sebuah kertas
Nae ane sumgo sipeojyeo
Dan akan ku jaga selamanya dalam hatiku
Neol saranghal subakke eobseotdeon, Geu nareul ijen arajwoyo
Mulai hari itu, aku sadar bahwa aku hanya akan mencintaimu selamanya
Irul su eomneun sarangdo saranginikka
Cinta yang tak bisa bersatu tetap disebut cinta
Honja hal su eomneun sarangiran neukkimeun naege dagawa
Tak bisa ku tangani kenangan cinta ini dan merasakannya sendiri
Sijak hal su do eomneun geuriumdeureun keojyeoman gago
Aku tak bisa memulainya, aku hanya bisa merindukanmu diam-diam dalam hatiku
Sirin gaseum han kyeonen neoui hyanggiman nama
Hatiku hanya dapat mengenang aroma tubuhmu yang ku rindukan dan selalu ku cinta
Naega saranghaetdeon geu ireum
Nama yang ku cintai sekali dalam hidup ini
Bulleoboryeo nagalsurok neomu meoreojyeotdeon
Telah menjauh dan makin menjauh dariku
Geu ireum ijen jeogeonoko na ulmeogyeo
Ku tulis namanu diatas sebuah kertas
Nae ane sumgo sipeojyeo
Dan akan ku jaga selamanya dalam hatiku
Neol saranghal subakke eobseotdeo
Geu nareul ijen arajwoyo
Mulai hari itu aku sadar, bahwa aku akan mencintaimu selamanya
Irul su eomneun sarangdo saranginikka
Cinta yang tak bisa bersatu tetap disebut cinta
Sucheon beoneul dorikyeo cheoeumui naro gan sungane
Masih ku ingat saat pertama kali ku lihat kau berjalan ke arahku
Gaseum han guseoge da asagal ne moseubin geol
Dan mencuri hatiku tanpa pemberitahuan
Naega saranghaetdeon geu ireum
Nama yang ku cintai sekali dalam hidup ini
Bulleoboryeo nagalsurok neomu meoreojyeotdeon
Telah menjauh dan makin menjauh dariku
Geu ireum ijen jeogeonoko na ulmeogyeo
Ku tulis namamu di atas sebuah kertas
Nea ane sumgo sippeojyeo
Dan akan ku jaga selamanya dalam hatiku
Neol saranghal subakke eobseotdeon
Geu nareul ijen arajwoyo
Mulai hari itu, aku sadar bahwa aku hanya akan mencintaimu selamanya
Irul su eomneun sarangdo saranginikka
Cinta yang tak bisa bersatu tetap disebut cinta
-Onew SHINEe.TheNameILoved-
Baekhyun menyudahi nyanyian dengan berdiri bersama Pak Chanyeol lalu membungkuk memberi hormat, Baekhyun tersenyum lebar dengan mata berkaca-kaca dan memerah, ketika turun dari panggung ia bertatapan sebentar dengan Pak Chanyeol namun sedetik kemudian langsung di alihkan.
Baekhyun menolehkan kepalanya berlawanan dengan Pak Chanyeol, menghapus air mata yang menggenang di matanya lalu menarik tangan Pak Chanyeol
"Pak, ikut saya sebentar ya" Kata Baekhyun sambil menarik tangan Pak Chanyeol membawanya ke ruangan untuk para murid yang akan tampil, namun keadaan saat itu hanya ada mereka berdua didalam ruangan itu.
Setelah sampai, Baekhyun melepaskan genggamannya lalu berjalan mendekati tas ransel miliknya, memgambil sebuah kotak dari dalam tasnya lalu berjalan kembali ke tempat Pak Chanyeol berdiri
"Untuk Bapak, dari Baekkie" Kata Baekhyun menyerahkan kotak bingkisan yang ia genggam tadi kepada Pal Chanyeol
Grep
Setelah bingkisan tadi di terima Pak Chanyeol, Baekhyun langsung memeluk Pak Chanyeol begitu erat sampai Pak Chanyeol kaget
"Terimakasih Pak" Bisik Baekhyun sambil jinjit agar bisa sampai pada telinga Pak Chanyeol lalu Baekhyun melepas pelukannya dan berjalan meninggalkan Pak Chanyeol yang terbengong-bengong
-;-
Acara perpisahan telah selesai dilaksanakan, para tamu juga anak murid dan guru yang hadir sudah kembali kerumah masing-masing. Kali ini Pak Chanyeol membawa mobil, ia memasuki mobil sambil menenteng hadiah dari Baekhyun, sebenarnya ada beberapa hadiah dari anak lain yang sudah ia masukkan kedalam bagasi mobil
Pak Chanyeol melajukan mobilnya menuju apartemennya. Hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai di apartemennya.
Saat ini Pak Chanyeol sudah duduk di sofa ruang tamu, ia mengambil hadiah dari Baekhyun setelah menimbang beberapa saat tangannya mulai terulur untuk membuka kotak dari Baekhyun
Setelah dibuka, disana didalam kotak itu Pak Chanyeol bisa melihat sepasang sepatu yang begitu bagus, ia memgambil salah satunya kemudian mengangkatnya sambil melihat nomor sepatu tersebut yang benar dengan kakinya, warna campuran pada sepatu itu membuat senyum Pak Chanyeol terlihat lebar ia begitu senang melihat hadiah dari Baekhyun.
Setelah sekali lagi Pak Chanyeol mengecek kotak dari Baekhyun ia menemukan sepucuk surat didalamnya, Pak Chanyeol mulai membacanya.
Selesai membaca ia membuka aplikasi WhatsApp miliknya
Whatsapp Chat Room
(Baekhyunee)
21.30
Chanyeollie :Malam Baekhyun, terimakasih ya untuk hadiahnya
Baekhyunee : Hehe iya malam juga Pak, sama-sama. Balak suka?
Chanyeoliee : Ya
Baekhyunee : Bagus lah, sering-sering dipakai ya Pak hehe
read
Chanyeol tidak membalas pesan Baekhyun, surat yang tadi ia baca ia simpan dibalk casing HP nya, ia tidak akan dan tidak mau membuat Baekhyun semakin sakit lagi, ia sudah membuat sebuah keputusan.
'Menjauhi Baekhyun'
Itulah yang harus dilakukannya.
-;-
TBC