Requiem: Dead Soul
Genre : Fantasy, Adventure, Romance, Supernatural, Drama
Rating : T
Character : Rin. K, Len. K, Miku. H, Kaito. S
Summary :
Seperti sebuah bayangan. Mereka ada namun selalu bersembunyi dari sinar Matahari. Sebuah kelompok misterius yang beranggotakan enam orang dipimpin oleh seorang Iblis Sejati. Merekalah sang legenda, Silhoutte.
Bumi adalah satu – satunya planet yang mampu menampung dan memberikan kehidupan yang layak bagi manusia. Bumi memenuhi kriteria yang ditentukan. Tidak ada planet lain selain Bumi yang sanggup melakukan hal yang sama.
Sebenarnya teori di atas, tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah.
Bumi hanya ada satu, dan merupakan tempat paling ideal untuk ditinggali. Aku menyadari hal tersebut sesaat setelah penerimaan siswa/siswi SMP. Entah mengapa secara tiba – tiba memori itu masuk ke dalam pikiranku begitu saja.
Tentu saja awalnya aku tidak percaya pada hal fantasi seperti itu, namun sayangnya pemikiranku itu langsung dipatahkan oleh sesuatu yang lebih tidak masuk akal.
Tidak lama setelah aku menerima ingatan tentang Bumi yang lain, aku dapat melihat hal – hal yang selama ini dianggap sebagai fiksi semata. Malaikat bersayap putih atau hitam, manusia bertaring dengan tanduk kecil di kepalanya, orang – orang kerdil bersayap, Iblis dengan mata merah membara, atau makhluk – makhluk lainnya. Mereka berkeliaran dengan bebas, namun tidak terlepas dari perasaan was – was.
Dari sanalah aku bisa mempercayai sepenuhnya informasi – informasi baru di kepalaku.
Bumi hanya ada satu, dan merupakan tempat paling ideal untuk ditinggali. Bumi hanya ada satu, namun terpisah di tiga dimensi yang berbeda, dengan system kehidupan yang berbeda pula.
Jika Bumi yang kutinggali tidak ada sihir ataupun makhluk mitos, maka Bumi di kedua dimensi lainnya ada. Jika Bumi yang kutinggali bersifat netral, maka berbeda pula sifat yang kedua Bumi di dimensi lain miliki.
Sejujurnya aku masih dibingungkan oleh satu hal—dari mana informasi – informasi itu datang? Tidak mungkin bila ingatan ini muncul begitu saja. Segala sesuatu yang terjadi pasti ada penyebabnya, dan semuanya masih abu – abu bagiku.
"Ka—Megurine Luka!"
Ah, mungkin sudah saatnya kembali ke dunia nyata.
PROLOGUE 2—At The Grey Side—REQUIEM: DEAD SOUL
SIDE: Megurine Luka
Sihir.
Itu adalah keajaiban yang tidak sembarang orang bisa menggunakannya. Teori tidak menambah kemungkinan untuk dapat memakai sihir. Karena praktek adalah segalanya dalam hal ini. Kamu bisa menciptakan berbagai macam hal yang mustahil untuk dilakukan dengan sihir—karena itu sihir lebih sering disebut sebagai sebuah Keajaiban.
Dahulu kala ketika ketiga dimensi masih menyatu dan dapat terhubung dengan bebas, sihir adalah suatu hal lumrah. Semua ras di dunia dapat menggunakan sihir tidak peduli siapakah mereka. Yang membedakan hanyalah kapasitas mana yang bisa mereka tampung dalam tubuh saja.
Para Bangsawan yang sombong, ras – ras berkapasitas mana yang tinggi lainnya seperti Elf dan Elve, Demon, ataukah Angela. Mereka adalah puncak dari sihir, yang mengendalikan dunia dengan kekuatan dan keserakahan. Mereka termakan dalam kebodohan.
Suatu ketika seorang wanita datang dan membasmi para serangga. Semuanya habis tidak bersisa, menjadi lautan darah yang mengerikan. Hari itu dinyatakan sebagai awal dari hilangnya masa keemasan dari sihir.
Judgement's Day Of The Fools Highness. Atau yang biasa disebut dengan Lost Magic.
Wanita itu sendirian menghancurkan 'ikatan' penghubung dari ketiga dimensi. Mereka yang melawan terbunuh olehnya. Kehancuran pertama terjadi di era dimana sihir sedang marak – maraknya.
Scarlenka Arlettia. Si Pembawa Kutukan kepada para penyihir di seluruh dunia. Seorang pemberontak terhadap Tuhan. Meski ia telah menyingkirkan habis sumber ketamakan, tetapi tetap saja ia adalah seorang Iblis. Ia berjasa sekaligus berdosa.
Kemudian Scarlenka Arlettia mati tanpa alasan yang pasti.
Setelahnya keempat ras yang masih hidup dan merupakan satu – satunya yang tersisa di dunia mencoba membangkitkan kehidupan ke lautan yang penuh oleh darah itu. Mereka menikah, membuat keturunan baru setiap tahunnya, lalu menurunkan masing – masing kekuatannya pada empat benda yang berbeda pula sehari sebelum ajal menjemput. Keempat benda tersebut kemudian disembunyikan di suatu tempat yang sulit terjangkau, dan kelak akan diberikan pada empat keturunan mereka ketika Scarlenka Arlettia telah bereinkarnasi kembali ke dalam dunia. Terlahir sebagai apakah, tidak ada yang tahu.
Yang jelas saat itu datang pada era ini, dimana sihir hanyalah sebuah tradisi kuno dan mistis yang bahkan hanya kurang dari seperdelapan penduduk Bumi di dimensi Alpha yang mempercayainya.
Aku, Kagami Rin. Aku adalah salah satu yang terpilih. Menjalani kehidupan biasa bersama sahabatku Megurina Luka. Tanpa mereka sadari, bahwa aku adalah salah satu dari keempat pahlawan yang sedang dicari – cari oleh ketiga dimensi.
"Luka-chan, mau pergi ke kantin bersama?" Aku tersenyum. Itu wajar. Dunia ini bagaikan cermin. Seperti namaku. Mereka terlalu mempercayai apa yang mereka lihat saja. Sesuatu yang tidak terlihat dan atau sampai kapanpun tidak pernah terlihat olehnya, akan sangat sulit untuk dipercayai.
Sacred Grimoire Of Priority.
Aku akan menjagamu dengan baik sampai tiba saatnya bagiku untuk mempertaruhkan nyawa dalam pertempuran—hidup dan mati, yah.
PROLOGUE 2—At The Watcher's Side—REQUIEM: DEAD SOUL
SIDE : Kagami Rin
