Summary:
Kim Kai adalah Pemimpin tertinggi dari tiga kelompok Iblis. Mereka sudah menguasai bumi termasuk Seoul selama 10 tahun. Yang mana mereka membuat peraturan untuk para manusia. Mengumpulkan mereka yang berumur 17 tahun sebagai budak dan setelah itu tidak ada yang tau bagaimana kelanjutan untuk mereka yang 'terpilih'.
Do Kyungsoo, seorang pria pendek yang mencoba kabur dari mereka yang selalu mengambil manusia saat manusia itu berumur 17 tahun. Dan mereka yang manusia sebut dengan incubus.
[incubus adalah iblis yang mengambil energi manusia dengan berhubungan badan]
Cast :
Do Kyungsoo
Kim Kai
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Oh Sehun
Xi Luhan
[cerita ini terfokus hanya pada Kaisoo, tapi chanbaek dan hunhan ada.]
Chapter 1 : Usaha yang Sia-Sia
Seorang pria berkulit cokelat eksotis dengan rahang yang terbentuk sempurna, memperlihatkan kegagahan serta ketampanan dari sang pemilik. Wajah yang dapat membuat semua orang bertekuk lutut padanya.
Pria itu bernama Kim Kai, ketua incubus yang terkuat dengan seorang wanita yang berada terduduk diantara selangkangannya.
Wanita cantik yang mengisap dan menikmati junior Kai yang masih lemas dengan bergairah. Namun, hanya tatapan malas yang wanita itu dapatkan dari Kai.
Kai menghela nafasnya malas, memutar bola mata merahnya dengan kesal saat melihat wanita yang sedang menghisap juniornya tidak berhasil membuat nafsunya bangun.
"Sudahlah. Aku bosan denganmu."
Kai bangun dari kursinya dan memakai celananya kembali, menendang wanita yang masih terduduk tepat di wajahnya, membuat wanita cantik itu meringis kesakitan. Merasakan cairan merah keluar dari hidungnya.
"Ma-maaf. Aku akan lebih berusaha."
"Tidak perlu, Aku tidak ingin melakukannya lagi denganmu. Lagi pula kau sudah berumur 18 tahun. Terlalu tua untukku."
Kai menjetikkan jarinya sekali dan dalam hitungan detik dua orang pria berdiri hadapannya.
"Kalian terlambat satu detik."
Kedua orang tersebut menunduk meminta maaf dan Kai menendang tubuh keduanya dengan keras, namun tidak mendapat reaksi sakit apapun dari keduanya.
"Terlambat satu detik maka mendapat satu tendangan." Mereka pun mengangguk.
Wanita yang masih terduduk itu pun kini takut setengah mati melihat ketiga pria di depannya. Karena ia tau nyawanya mungkin hanya di ujung tanduk setelah Kai mengucapkan dua kata.
"Bawa dia."
"Tolong! Jangan lakukan ini! Kumohon!" Wanita itu terus berteriak histeris saat kedua pria tersebut memaksanya untuk bangun dan menariknya dengan kuat.
Kai sendiri menutup telinganya yang sakit karena teriakan cempreng sang wanita, "Aish, aku benar-benar membenci wanita. Ingin rasanya kusobek mulut besarnya."
Pria itu kini berjalan ke jendela besar yang ada di ruangan tersebut. Melihat sinar bulan yang masih malu menampakkan dirinya dan bersembunyi di balik pohon.
Dia menatap ke hutan yang tepat berada di luar rumahnya. Hutan yang sengaja ia jadikan tempat tinggalnya karena kesunyian alamnya. Alam yang beruntung karena masih belum tersentuh jari kotor manusia.
Mata merahnya melihat jam dinding di belakangnya yang telah menunjukkan pukul 00.00, senyum tipis pun terpasang di wajah tampannya. Senyum licik yang selalu ia keluarkan.
"Akhirnya, akan ada makanan baru malam ini."
Kai segera keluar dari rumah dan menaikki mobilnya untuk pergi ke kota, dimana para pengikutnya mengumpulkan manusia-manusia yang menjijikan.
Ia hanya memakai baju dan celana hitam namun tetap terlihat tampan walau diterangi oleh sedikit cahaya bulan. Dua orang pria tampan pun sudah berdiri di depan para manusia yang terlihat sangat takut.
Senyumannya kembali mengembang, rasa takut mereka seperti makanan untuk dirinya dan teman-temannya. Ia sangat menyukai ini, menyukai orang-orang yang takut padanya.
"Hei Kai."
"Hei Chan, hei Sehun."
Orang yang bernama Sehun hanya mengangguk dengan tatapan datar dan kembali menatap semut-semut ketakutan di depannya.
Mata berwarna orangenya terus mencari-cari sosok yang dapat menarik perhatiannya, namun nihil, malam ini tidak ada yang terkesan menarik untuknya. Mereka hanya berisi manusia-manusia membosankan.
"Kau menemukanya, Hun?" Tanya Kai pada Sehun dan hanya gelengan yang ia dapatkan.
"Bagaimana denganmu, Chan?"
Orang yang bernama Chan alias Chanyeol hanya menggeleng dan duduk di batu yang ada di belakangnya. Mata birunya melihat sekumpulan manusia di depannya dengan datar.
"Tidak, Lagipula aku sudah menemukannya tahun lalu. Aku masih ingin bermain dengannya."
"Cih, laki-laki bermata sipit itu?" Chanyeol hanya mengangkat bahunya malas dan kembali menatap barisan di depannya.
Kai berdecak ketika Chanyeol masih ingin melakukannya dengan laki-laki yang ia temukan tahun lalu. Jika dilihat, pria itu memang cukup manis, namun sayang, ia bukanlah tipe Kai.
Kai hanya tidak suka ketika temannya hanya terfokus pada satu orang, apalagi itu adalah Chanyeol. Kai dan Chanyeol tidaklah berbeda, mereka berdua sangat suka bersenang-senang dengan siapapun. Berbeda dengan Sehun yang masih mencari kesukaannya.
"Sudahlah, biar aku saja yang memilih malam ini."
Pria berkulit tan itu kini berjalan ke barisan tersebut, memperhatikan dengan detail siapa yang cocok untuknya malam ini.
"Tidak ada yang menarik."
Beberapa orang yang mendengar hal tersebut menjadi lega, karena artinya mereka bukan yang terpilih. Namun salah satu laki-laki hampir pingsan saat Kai menyentuh pundaknya.
Keringat dingin mulai bercucuran di keningnya, jantungnya berdetak sangat kencang. Kai yang merasakan ketakutan bocah tersebut hanya terkekeh pelan.
"Kau mau kupilih?" Laki-laki yang dipegang itu pun terdiam dengan takut.
"Aku tanya, apa kau mau kupilih?"
Dengan sekuat keberanian yang ia miliki, Laki-laki itu menggeleng pelan dengan tangan gemetar.
"Oke.-"
"Aku mau dia."
Tiga kata yang keluar dari mulut Kai berhasil membuat laki-laki itu menjadi putih pucat seperti darah berhenti di dalam tubuhnya.
Tidak lama, dua orang pria besar menggendong laki-laki yang kini sudah berteriak dan menangis dengan paksa.
Kai siap untuk pergi dari barisan tersebut, Mereka yang berkumpul pun sudah mulai merasa lega. Namun langkahnya terhenti, dan ia mulai menjentikkan jarinya.
"Aku sudah memilih satu, sisanya kalian boleh memilih."
Para pengikut Kai, Chanyeol dan Sehun pun langsung berjalan mendekati barisan manusia itu dengan senang, bagaimana tidak? Karena akhirnya mereka menemukan makanannya.
Apa aku lupa mengatakan apa yang para incubus makan? Mereka senang memakan ketakutan dan nafsu manusia, maka dari itu ia suka menggunakan manusia-manusia itu untuk hubungan seksual.
Tengah malam sudah berlalu sejak tiga jam yang lalu, dan Kai tengah keluar dari rumahnya menuju hutan di belakang rumahnya.
Dia sangat kesal karena manusia yang ia pilih ternyata tidak seperti yang ia bayangkan. Dirinya hanya ingin orang yang terlihat polos dan tersiksa saat seks dengannya, bukan orang yang justru seperti seorang jalang, berteriak setiap kali ia menusukkan juniornya ke lubangnya.
Hal yang paling mengecewakan adalah lubang itu tidak lagi ketat. Kai menginginkan lubang yang dapat meremas juniornya dengan kuat. Membuat dirinya merasakan kenikmatan.
Namun apa yang ia dapat? Hanya seorang laki-laki yang ternyata bernafsu dan tidak nikmat. Nafsu yang keluar darinya pun tidak seenak seperti mereka yang polos.
Kai dengan kesal menendang pohon-pohon yang ada di hutan dengan kuat, membuat sedikit getaran pada tanah di hutan tersebut.
Beberapa detik kemudian, bau manis tercium di hidungnya. Bau yang belum pernah Kai rasakan selama ini. Bau yang sangat manis dan nikmat.
"Ahh..sangat nikmat."
Kai menarik nafasnya dalam-dalam, mencoba mencium bau manis tersebut. Mata merahnya melihat keseluruh hutan, berharap menemukan orang yang mempunyai bau manis yang sedang menghantui hidungnya.
Bibirnya sedikit terangkat saat melihat sebesit bayangan di depannya. Suara ranting pohonpun menyertai kaki kecil yang lari entah kemana.
Kyungsoo mulai berlari sekencang mungkin saat melihat pria bermata merah di depannya. Jantungnya berdetak sangat kencang sekarang. Ingin rasanya ia menangis namun ini bukanlah waktu yang tepat.
Ini salahnya karena ia keluar dari gua tersebut. Ia hanya ingin ke sungai untuk mengambil air untuk minum, namun belum sampai ke sungai, ia sudah bertemu dengan incubus. Tuhan, jangan sampai usaha kedua orang tuanya sia-sia hanya karena dirinya ingin mengambil air.
"Oh Tuhan, tolong lindungi aku." Doanya dalam hati.
Nafasnya mulai memburu karena berlari, keringat pun membasahi wajahnya, bukan keringat karena lelah, tapi keringat dingin karena rasa takut terus menyelimuti dirinya.
Jantungnya bekerja dua kali lebih cepat saat mendengar ranting terinjak di belakangnya. Kyungsoo pun menambah kecepatan berlarinya. Berlari sekuat tenaga untuk memasuki gua. Beharap itu adalah pilihan yang tepat.
Bagaikan rusa yang dikejar oleh Harimau, secepat apapun rusa itu berlari namun tidak akan pernah mengalahkan kecepatan sang harimau.
Kai berdiri di depan Kyungsoo, Wajah bahagianya kini memperlihatkan gigi taring yang berada di barisan giginya. Ya, Kai adalah Incubus dengan darah vampire. Darah royal diantara para incubus.
Kyungsoo diam di tempatnya, kakinya seperti dipaku dan tidak bisa digerakkan. Namun, ia terus berusaha memperlihatkan wajah datar tanpa ketakutan.
'Jangan pernah menunjukkan ketakutanmu pada incubus karena mereka akan semakin menyukainya.' Itulah pesan terakhir yang Kyungsoo terima dari Baekhyun.
"Jangan mendekat!"Kai tidak mendengarkannya, ia terus berjalan mendekati sang rusa yang ketakutan.
Kai bisa melihat laki-laki yang berada di depannya ini sangat jelas. Mata bulat yang berusaha menutupi ketakutannya, Bibir tebal yang berusaha untuk tidak bergetar, Dan hidung yang berusaha untuk tetap bernafas normal.
Hanya satu yang dipikiran Kai saat ini, ia menemukan rusa yang cantik. Menemukan rusa yang ia bisa nikmati setiap hari. Dan Kai menginginkan rusa tersebut.
"Ah, you're so cute."
Tbc
Ini fanfic pertama kali bikin sih, cuma baru coba post, sekalian belajar pake fanfiction karena biasanya pake wattpad, jadi ga ngerti sama sekali hehe.
Maaf buat ceritanya yang masih aneh atau imajinasinya terlalu jauh hehe
