Summary:
Kim Kai adalah Pemimpin tertinggi dari tiga kelompok Iblis. Mereka sudah menguasai bumi termasuk Seoul selama 10 tahun. Yang mana mereka membuat peraturan untuk para manusia. Mengumpulkan mereka yang berumur 17 tahun sebagai budak dan setelah itu tidak ada yang tau bagaimana kelanjutan untuk mereka yang 'terpilih'.
Do Kyungsoo, seorang pria pendek yang mencoba kabur dari mereka yang selalu mengambil manusia saat manusia itu berumur 17 tahun. Dan mereka yang manusia sebut dengan incubus.
[incubus adalah iblis yang mengambil energi manusia dengan berhubungan badan]
Cast :
Do Kyungsoo
Kim Kai
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Oh Sehun
Xi Luhan
[cerita ini terfokus hanya pada Kaisoo, tapi chanbaek dan hunhan ada.]
Chapter 2 : Mencari Rusa yang Hilang
"Kenapa aku tidak melihatmu di dalam barisan? Dilihat dari baumu tadi menandakan bahwa kau sudah berumur 17 tahun."
Kyungsoo diam tidak menjawab, memang apa yang harus ia katakan? Bilang bahwa ia takut masuk kedalam barisan kematian? Oke dia takut, tapi ia tidak mau makhluk di depannya tahu akan rasa takutnya.
Kyungsoo mulai mengambil posisi bela diri walaupun ia tidak bisa, tapi ia sudah banyak menonton film tentang bela diri mungkin itu dapat sedikit membantunya.
Kai yang sedang berpikir tentang jawaban dari pertanyaannya pun tiba-tiba tersenyum menang. Senyum yang ditunjukkan untuk Kyungsoo bahwa dirinyalah yang menang bukan Kyungsoo.
Kai menemukan Kyungsoo disaat pria kecil tersebut ingin lari dari barisan pilihan. Ah betapa beruntungnya malam ini. Mendapatkan tikus yang tidak berguna namun kini mendapat rusa yang berguna. Tangkapan yang lebih besar.
"Kau ingin kabur dari barisan kan?" Pria berkulit cokelat itu tersenyum meremehkan. Senyum yang dibenci oleh Kyungsoo.
"Tidak, kau pikir aku takut padamu? Makhluk menjijikan seperti kalian tidak menakutiku."
Demi Tuhan, Kyungsoo ingin menutup mulutnya sekarang juga. Mulut besarnya bisa membawa petaka untuknya.
'Ah kenapa aku harus terbawa emosi?' Jujur, dikepala Kyungsoo sedang terjadi perang karena kata yang ia ucapkan.
Tidak ada maksud untuknya berkata seperti itu, namun otaknya bekerja seperti yang keluar dari mulutnya. Ingin rasanya ia memukul kepalanya sekarang. Kyungsoo hanya berharap Iblis di depannya tidak ikut terbawa emosi.
Namun, sebaliknya, bukannya terbawa emosi tapi makhluk di depannya justru tertawa dengan keras, seperti hal yang Kyungsoo katakan adalah hal yang lucu.
"Astaga, bagaimana bisa aku bertemu dengan manusia lucu sepertimu?"
Kai mengusap wajahnya pelan, menghapus air mata yang keluar dari sudut kelopak matanya. Baru kali ini ia bertemu dengan manusia yang berani padanya-Ah tidak, ia sudah bertemu seperti Kyungsoo setahun yang lalu. Manusia yang Chanyeol pilih.
Ah tahun lalu adalah masa-masa kesabaran Kai diuji oleh manusia pilihan Chanyeol, siapa namanya- backhyun? Bacon? Entahlah yang pasti manusia itu berhasil membuat kesabaran Kai berada di ujung tanduk dengan mulut pedasnya.
Kyungsoo sendiri secara diam-diam berjalan ke kiri dengan pelan, berusaha menjauh dari Kai yang sebelumnya ada di depannya. Gua nya berada di depan, Kyungsoo hanya berharap ia bisa sampai di gua tanpa disadari oleh Kai.
Incubus yang menyadari Kyungsoo pergi pun tersenyum kecil, Kyungsoo bisa menjadi mainan yang sangat menarik untuknya.
"Mencoba kabur, bocah kecil?"
Kyungsoo menelan ludahnya pelan sebelum berlari melewati Kai yang tidak jauh dari dirinya. Kai sendiri menggelengkan kepalanya melihat tingkah manusia yang ditemukannya.
Kai hampir berhasil menarik tangan Kyungsoo, namun tiba-tiba Kyungsoo menghilang begitu saja seperti angin.
Menatap tidak percaya dengan apa yang di depannya. Kai berjalan ke jalan yang di lewati Kyungsoo, nihil, tidak ada tanda-tanda keberadaan manusianya.
"Sialan!" Umpat Kai.
Dia menarik nafas dalam-dalam dan menutup matanya pelan, tidak berapa lama ia kembali membuka matanya. Kini matanya berwarna merah menyala. Mata itu mulai melihat keselilingnya, mencari manusia kesayangannya.
"Oh jadi ini tempatmu bersembunyi, rusa kecil? Sungguh pintar."
Senyuman menyeramkan kembali berkembang di wajah Kai dengan mata merah yang masih menyala membuat wajahnya menjadi sangat menyeramkan.
"Aku akan kembali sayang, membawamu ke dalam pangkuanku. Tunggu aku disana."
"Bersembunyilah disana seperti rusa yang ketakutan sampai sang harimau menemukan dirimu."
Kyungsoo sekarang sudah berhasil memasuki gua, jantungnya terus berdetak dengan cepat, hormon adrenalinnya pun terasa sangat kuat. Ia sangat takut Kai berhasil menangkapnya. Terima kasih pada Tuhan karena ia masih diberikan keberuntungan.
Dia sendiri bingung saat melihat Kai yang sedang mencarinya. Apa Kai tidak dapat melihatnya? Apa karena gua ini terlalu gelap? Tapi aneh jika Kai yang notabenya seorang iblis tidak bisa melihat kedalam kegelapan.
Ah masa bodo yang penting Kyungsoo sudah selamat dari makhluk sepertinya. Tidak sia-sia usahanya untuk masuk kedalam gua.
"Ah hampir saja aku mati. Aku bahkan tidak tau iblis yang tadi termasuk kedalam kelompok apa. Semoga itu bukan kelompok Kim."
Pria kecil tersebut mulai merebahkan tubuhnya pada tanah yang kotor. Udara dingin pun berhasil membuat tubuhnya gemetar. Namun tidak ingin mengambil resiko kembali untuk keluar, ia menahan dirinya dan memaksakan matanya untuk terlelap.
Lain cerita dengan Kai yang dalam hitungan beberapa detik sudah kembali dari hutan. Ya, Kai mempunyai kekuatan teleportation. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat.
"Kenapa kalian lama sekali?!" Tepat saat dua orang pria berdiri di samping kursinya Kai berteriak.
Ia tidak sabar untuk mendapatkan rusanya namun kedua makhluk bodoh ini justru sedang menikmati makanannya. Kai membanting keduanya ke dinding yang membuat dinding itu retak.
"Ma-maafkan kami."
"Aku tidak akan memberikan kalian makanan lagi jika kalian menjadi tidak becus untuk bekerja!"
Kedua orang tersebut hanya menunduk dengan takut saat Kai marah. Demi Tuhan, Jika Kai sudah marah, tanah terasa bergetar dan tatapan matanya sangat mematikan.
"Sudahlah. Aku ingin kalian melihat data anak-anak yang sudah berumur 17 tahun. Semuanya, tanpa terkecuali. Sepertinya ada satu anak yang belum masuk kedalam barisan."
"Tapi waktunya sudah habis Tuan. Saya rasa pemerintah tidak akan mengijinkannya."
Kai menatap keduanya tidak suka, "Kalian melawanku? Aku tidak peduli dengan pemerintah manusia. Mereka tidak berguna, cepat ambilkan aku data itu!"
Kini emosi Kai sudah mencapai puncak, matanya kembali menyala dan aura menakutkan keluar dari tubuhnya. Dengan cepat kedua makhluk tersebut mengangguk dan segera keluar dari ruangan Kai.
Sudah sejam Kai menunggu kedua utusannya mengambil data-data manusia, namun sampai sekarang mereka tidak kunjung datang. Ingin rasanya Kai memutar kepala mereka dan melepaskannya dari tubuhnya.
"Maaf kami terlambat, ini data-datanya tuan."
Tanpa melihat kearah keduanya, Kai mengambil data tersebut dan mengusir keduanya, sebelum Kai benar-benar akan membunuh mereka.
Dengan teliti, tangannya membalik data demi data setiap anak, mengamati foto dari data tersebut. Ia ingin menemukan bocah yang ia temukan di hutan, dan Ia ingin bertemu dengan keluarganya. Karena hanya keluarganya yang bisa membawa Kai padanya.
"Kim Seok Jin"
"Tampan, tapi tidak menarik untukku."
Selagi mencari rusa kesayangannya, ia juga mencoba mencari makanan lain untuknya jika ia butuh cadangan. Tapi percuma, semuanya tidak ada yang menarik. Lalu, mata merahnya berhenti di data ketiga terakhir. Senyumannya melebar saat melihat foto dari orang tersebut.
"Do Kyungsoo. Aku menemukanmu sayang."
"Ah saatnya bertemu dengan keluarga rusaku."
Di kediaman Do sendiri, tampak wanita paruh baya yang sedang berjalan mondar-mandir di kamar tidurnya yang membuat sang pria terbangun dari tidurnya.
"Sayang, kenapa kau belum tidur?"
Wanita itu berhenti dan menatap suaminya dengan cemas, "Perasaanku tidak enak. Aku takut sesuatu terjadi pada Kyungsoo."
"Tenanglah, Kyungsoo sudah aman disana."
Wanita itu menggeleng, jujur perasaan sangat tidak enak, seperti sesuatu yang buruk akan terjadi pada anaknya dan keluarganya. Dan ia sangat takut apabila terjadi sesuatu pada Kyungsoo.
Baru saja ia ingin membalas ucapan suaminya, namun bel rumah tiba-tiba berbunyi yang berhasil membuat detak jantung sang ibu bekerja lebih cepat.
"Aku tahu ia akan datang."
Suaminya hanya menatap istrinya dengan bertanya-tanya. Siapa yang datang? Bagaimana istrinya bisa tau seseorang akan datang? Padahal ini masih sangat pagi untuk berkunjung.
Sang wanita membuka pintu rumahnya dengan tatapan datar namun ramah, mengontrol detak jantungnya agar ia bisa menyembunyikan perasaannya dari makhluk di depan pintunya.
"Selamat malam nyonya Do."
Nyonya Do tersenyum manis pada orang di depannya yang mempunyai senyum menjengkelkan di wajahnya serta mata merah yang mengejek.
"Malam. Apa ada yang bisa saya bantu, Tuan?"
"Kim, Namaku Kim Kai."
Kai sangat puas saat melihat ekspresi wanita di depan yang sebelumnya menunjukkan ekspresi datar kini hanya wajah ketakutan yang terpasang disana. Sungguh ia bangga menyebutkan namanya.
"Ada yang bisa saya bantu tuan Kim?"
"Kau tidak mempersilahkan aku masuk?"
Nyonya Do tersenyum tipis, senyum yang ia paksakan. "Oh maaf, aku tidak bermaksud untuk tidak sopan, namun keluargaku sedang tidur, tidak baik jika seseorang masuk kedalam. Apalagi hanya ada wanita dan pria."
"Ayolah, mana mungkin aku menyentuh wanita yang bersuami? Apalagi wanita itu sudah sangat tua."
"Terimakasih sudah berpikir seperti manusia. Tapi tidak tetaplah tidak."
Rahang Kai mulai mengeras. Ia benar-benar benci dibantah. Apalagi dengan wanita tua seperti wanita di depannya. Ingin rasanya ia membunuhnya namun apa daya, hanya wanita ini yang dapat membawanya ke rusanya lagi pula rumahnya dilindungi oleh mantra.
Kai mulai tertawa renyah sebelum menatap Nyonya Do dengan datar, "Dasar penyihir licik, Aku tidak menyangka kau cukup pintar."
"Menyembunyikan anakmu di dalam gua yang hanya kaum penyihir yang tahu. Aku kira sekarang penyihir sudah punah. Ternyata salah, mereka menyembunyikan baunya dan menikah dengan manusia untuk berkembang biak."
"Terimakasih pujiannya Tuan Kim."
Sudah habis kesabaran Kai sekarang, ia hanya ingin mengambil apa yang menjadi miliknya sekarang juga.
"Berikan aku anakmu."
"Tidak. Tidak akan aku biarkan kau menyentuh anakku."
"Aku mempunyai batas kesabaran sayang. Bawa anakmu padaku."
Nyonya Do tersenyum meremehkan dengan tangan terlipat di dadanya menatap makhluk yang kini menatapnya dengan tatapan membunuh.
"Sudah cukup kalian membunuh kaumku, tidak akan aku biarkan kalian menyentuh keluargaku."
"Sayang, siapa yang datang?"
Kai dan Nyonya Do melihat seseorang yang berjalan dengan mengusap matanya. Seorang pria dengan piyama putihnya. Kai tersenyum menang saat melihat Tuan Do bangun dari tidurnya.
"Per-"
Terlambat. Nyonya Do terlambat menyuruh suaminya untuk kembali ke kamar. Kai berhasil, ia berhasil mengontrol sang suami. Hanya ada beberapa Incubus yang dapat mengontrol manusia. Pikiran serta raganya.
"Sekarang bagaimana?"
Tuan Do mengambil pisau yang berada di dekatnya dan mendekatkan pisau itu tepat di leher miliknya, dimana pembuluh darah mengalir disana. Hanya tatapan kosong sang suami yang diberikan untuk wanita yang kini menatapnya dengan cemas.
"Aku tau kekuatanmu mulai melemah. Jadi kau tidak akan bisa mengalahkan kekuatanku."
"Kau- iblis!"
Kai tertawa puas, melihat keputusasaan di mata penyihir benar-benar membuatnya senang.
"Aku memang iblis, sayang. Sekarang bagaimana? Suami atau Anak?"
"Jika kehilangan anak, kau bisa membuatnya kembali dengan suamimu bukan? Kau tau? Berhubungan sex itu sangat menyenangkan." Ucap Kai dengan mengedipkan matanya.
"Aku tidak akan memberikan Kyungsoo."
Kai menghela nafas pelan dan kembali menjetikkan darinya. Tuan Do mulai menggores pisaunya pada lehernya yang membuat luka panjang disana. Memperlihatkan cairan merah yang keluar mengotori piyama sang suami.
"Hentikan!" Teriak Nyonya Do dan langsung dihentikan oleh Kai.
"Cepatlah, aku tidak suka bernegosiasi terlalu lama."
Nyonya Do menghela nafasnya pelan dan pasrah sebelum berkata, "Aku akan membawamu padanya."
Kai tersenyum puas mendengar ucapan sang wanita. Nyonya Do mengucapkan sesuatu bahasa yang Kai tidak mengerti yang membuat pelindung dirumahnya tersebut menghilang.
Dengan hati-hati ia masuk kedalam dan berhasil. Ia berhasil masuk ke dalam kediaman Do. Kai menatap Nyonya Do dengan tatapan mengejek dan memegang pundak Nyonya Do dengan kekuatannya yang membuat wanita tersebut terduduk dan meringis.
"Selamat telah memilih pilihan yang tepat sayang."
"Sekarang, cepat bawa sang harimau menemui rusanya karena aku ingin segera memakannya."
Tbc
makasih yang udah coba baca cerita ini dan ninggalin jejak, aku terima kok saran sama masukannya karena aku sendiri emang masih pemula jadi masih butuh banyak belajar. Bahkan sampe sekarang aku masih bingung sama fanfiction, kaya tanda-tanda atau kegunaannya, jujur aku bingung wkwk.
Tadi ada yang bilang ini udah M, jadi aku ganti jadi M ya. Makasih ka sarannya:)
