.

.

.

Part 2

.

.

.

.

.


.

.

Suara bel dan ketukan pintu membuat Ibu Baekhyun yang tengah membuat adonan kue menghentikan aktifitasnya untuk melihat siapa tamu yang berkunjung. Langkah wanita paruh baya itu melangkah perlahan menuju pintu utama, melihat intercom terlebih dulu untuk melihat siapakah yanbg berkunjung. Senyum lembut wanita paruh baya itu segera terpancar ketika tahu siapa yang berkunjung, membukakan pintu dengan cepat dan menyambut pria tampan yang sudah berdiri di sana dengan senyum menawan pula.

"Aigoo, Chanyeolie berkunjung, sudah lama kau tidak kemari, Nak." Sambut Ibu dengan semangat, sedangkan Chanyeol terkekeh mendengar penuturan Ibu mertuanya – Eh?.

"Aku merindukan ibu, karena itu berkunjung kesini." Wanita paruh baya itu kembali tersenyum, begitu bahagia melihat putra kesayangannya – Ibu sangat menyukai Chanyeol dan menganggapnya layaknya putra sendiri, dan hal itu selalu membuat Baekhyun cemburu karena Ibu selalu menaruh perhatian yang berlebihan kepada Chanyeol.

Ibu melihat kedua tangan Chanyeol menggenggam dua kantung plastik di masing-masing tangannya, melihat tatapan Ibu, Chanyeol segera menjelaskan jika ia sudah mengatakan pada Baekhyun untuk makan malam bersama.

"Teman-teman Baekhyun akan menginap untuk mengerjakan tugas ujiannya," jelas Ibu ketika mereka berdua berjalan memasuki rumah keluarga Byun. Chanyeol meletakan barang bawaannya di atas meja makan.

"Baekhyun juga sudah mengatakan itu, karena itu aku membawa banyak makanan untuk teman Baekhyun juga," Ibu mengusak dan menepuk pelan bahu lebar Chanyeol, "Ibu tidak tahu jika kalian masih berhubungan dengan baik." Dan Chanyeol hanya memberi wanita paruh baya itu senyuman kaku.

"Kenapa sepi sekali, apa mereka belum pulang, Bu?" Tanya Chanyeol, ketika merasa keadaan yang sepi, dan juga karena Baekhyun tidak membalas pesannya sedari tadi. "Ah, mereka sedang membeli beberapa buku untuk materi tugas mereka." Jelas Ibu, yang membuat Chanyeol mengangguk mengerti.

Melepas jasnya dan ikut merapikan meja makan bersama Ibu untuk menyiapkan makanan yang ia bawa. Setelah itu, Chanyeol juga membantu Ibu untuk membuat kue. Hubungan di antara mereka begitu baik, Ibu selalu merasa nyaman jika berbicara bersama Chanyeol, jadi mereka selalu terlibat dalam obrolan santai.

.

.

.


.

.

.

"Apakah ada syuting drama di sini, aw so sweetnya~" sindir Junho dengan suara yang cukup keras, namun tidak membuat pasangan di depannya itu menoleh atau merasa tersindir, sedangkan Baekhyun yang berjalan di sampingnya hanya terkekeh mendengar sindiran kekanakan Junho.

Sungjae dan Joy, yang tengah melakukan adegan drama itu terus melakukan suap-suapan es krim, tidak memperduliklan sindiran Junho, yang dimana hal itu semakin membuat Junho mendengus keras.

"Sudahlah Jun, makanya move on dari Joy. Kau memangnya tidak lihat betapa serasinya mereka? Lagipula aku yakin, kau bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari Joy." Ujar Baekhyun dengan santai, tidak tau jika temannya itu semakin mengerucutkan bibirnya dan mengeluarkan berbagai jenis umpatan tanpa suara.

Sungjae dan Joy, baru saja resmi menjadi sepasang kekasih belum lama ini, baru sekitar 10 hari yang lalu. Dan parahnya, sebelum Joy berkencan dengan Sungjae, Junho terlebih dulu mengungkapkan perasaannya pada Joy, namun, seperti yang di ketahui, hal itu tidak berhasil baik. Junho sering kali mengeluarkan kekesalannya secara terang-terangan namun pasangan itu hanya mengabaikannya layaknya angin lalu.

Tapi tenang saja, mereka tidak sampai terlibat dalam perkelahian, karena sebelumnya kedua sahabat itu sudah membuat perjanjian dengan tidak menjadikan wanita sebagai perusak persahabatan mereka. Mungkin Junho hanya akan menyindir dan terus menyindir secara langsung jika melihat kemesraan sahabat dan taksirannya itu, namun jika mereka hanya berkumpul bertiga, tidak pernah ada pembahasan tentang wanita, tidak ada sindiran menyebalkan.

"Baek Oppa!" dan di saat itu mereka semua berbalik kompak, dua di antara empat pasang mata itu menatap malas kepada gadis berambut coklat madu itu dengan dengusan. Junho dengan cepat melangkah mendekati Sungjae, berdiri di tengah tengah antara Sungjae dan Joy. Lalu menarik pasangan itu untuk berjalan lebih cepat menuju rumah Baekhyun.

"Hey, kau dari mana?" Tanya Baekhyun ketika Yeri sudah berdiri di hadapannya. "Dari rumah."

"Memangnya kau ingin kemana?" Tanya Baekhyun lagi, namun Yeri tidak menjawabnya, gadis itu dengan cepat mengecup bibir Baekhyun dan merangkul lengannya mengikuti langkah teman-temannya.

.

.

"Kami pulang!" teriak Junho yang mana hal itu membuat Sungjae memukul kepala temannya dengan begitu keras, karena suara Junho benar-benar perusak pendengaran.

"Eoh, kalian sudah selesai membeli bukunya? Dimana Baekhyun?" Tanya ibu karena tidak melihat putranya bersama teman-temanya itu. Namun sebelum Junho menjawab, terdengar lengkingan keras seorang gadis.

"IBU!"

"Hey, cantik," sapa Ibu lalu memeluk kekasih putranya itu dengan sayang. Baekhyun hanya tersenyum pada Ibu lalu berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.

Namun ketika ia akan membuka pintu kamarnya, ada tangan yang melingkari pinggangnya dengan begitu posesif.

"Kenapa?" tanyanya dengan santai, memasuki kamarnya di ikuti oleh Yeri yang masih memeluknya dari belakang.

"Akhir pekan ini, bagaimana jika kencan?" Baekhyun melepaskan tangan Yeri, membawa tubuhnya berhadapan dengan Yeri. "Oppa sedang sibuk dengan tugas ujian, jadi bagaimana jika lain kali?" gadis itu menerjang kedalam pelukan Baekhyun, menggelengkan kepala.

"Tapi, kita belum pernah berkencan sungguhan. Aku mengerti jika Oppa sibuk, tapi apakah Oppa tidak bisa memberi waktu untuk kita berdua? Sebentar juga tak apa," ujar gadis itu di dalam pelukan Baekhyun.

"Akhir pekan ya?" Tanya Baekhyun, Yeri menjauhkan wajahnya dari dada Baekhyun, sedikit mendongak untuk menatap wajah tampan kekasihnya dengan penuh harap. Tangan Yeri masih memeluk pinggang Baekhyun.

"Oke, akan Oppa usahakan," Senyuman gadis itu merekah, dan ketika Yeri hendak mencium bibir Baekhyun, suara pintu kamar mandi yang terbuka membuat keduanya menatap terkejut dengan seorang yang berjalan keluar dari sana. Terutama Baekhyun.

.

.

Semuanya berkumpul di meja makan, menikmati makan malam yang di beli Chanyeol. Mereka melahapnya dengan begitu semangat, Junho masih dengan sindirannya yang melihat kembali adegan suap-suapan pasangan baru itu. Bukan hanya untuk Sungjae-Joy saja sindirannya itu, tapi juga untuk Baekhyun-Yeri, bahkan Ibu juga ikut bergabung bersama Junho.

"Jadi, Chanyeol Oppa itu Hyungnya Baek Oppa?" Baekhyun mengangguk, lalu kembali menyuapkan makanannya.

"Mereka sudah dekat sejak Baekhyunie berada di tahun terakhir JHS, dan Chanyeol juga yang menjadi guru private gratisnya Baekhyunie," kekehan Ibu terdengar lalu menatap Chanyeol yang menikmati makannya dalam diam.

"Bukan begitu Chanyeolie?" Tanya ibu, membuat Chanyeol mendongak dan tersenyum kaku kepadanya, "Mereka sangat dekat, dan Chanyeolie juga anak yang baik, jadi ibu menganggapnya layaknya putra ibu sendiri. Lagipula mereka terlihat cocok bersama, layaknya adik dan kakak yang saling menyayangi." Chanyeol tersenyum kecut, Baekhyun semakin menundukkan kepala, Junho memperhatikan mereka secara bergantian, sedangkan Yeri tersenyum kagum mendengar penuturan ibu Baekhyun.

.

.

Setelah makan malam, Sungjae segera meminta ijin untuk mengantarkan Joy pulang, ibu juga meminta Baekhyun untuk mengantarkan Yeri pulang tapi gadis itu meminta untuk menginap di rumah kekasihnya. Bukan untuk yang pertama sebenarnya, karena Yeri hampir sering menginap dengan beralasan lebih lama bersama Baekhyun. Yeri sangat begitu menyukai Baekhyun.

"Hey, gadis mesum, apa kau tidak punya harga diri eoh?" bisik sinis Junho pada Yeri yang saat ini tengah duduk di sofa dengan tangan yang sibuk memakan apel.

"Wae? Wae? Wae!" Yeri melingkangkan suaranya, membuat Baekhyun yang tengah sibuk mengetik mengalihkan tatapannya pada Yeri. Tahu Baekhyun memperhatikannya, gadis itu segera pindah duduk di atas karpet, bersandar pada sisi bahu Baekhyun dengan wajah yang merajuk.

"Junho mengejekku Oppa," jarinya menunjuk pada Junho yang saat itu tengah sibuk bermain dengan ponselnya.

"Apa kau benar akan menginap lagi, Yeri-ah?" Tanya Baekhyun dan gadis itu dengan cepat mengecup pipi Baekhyun lalu mengangguk dengan senyuman lebar. Sedangkan Baekhyun, tak bereaksi, hanya fokus akan pekerjaannya.

.

.

"Yeri memang sangat manja sekali, kau tahu kan Baekhyun juga manja dan banyak merajuk? Namun ketika ia bersama Yeri, ia akan benar-benar menjadi seorang Oppa, kekasih yang gentleman, begitu Yeri selalu memuji Baekhyun, menggemaskan bukan?" Ibu dan Chanyeol tengah mengobrol di ruang makan. Ruang makan dan ruang tengah hanya di bataskan dengan meja hias, jadi mereka masih bisa melihat bagaimana keadaan di ruang tengah.

"Jadi sekarang Baekhyun sudah berkencan?" Tanya Chanyeol dimana tatapannya terfokus akan Baekhyun yang tengah mengetik.

"Bukankah dia semakin dewasa, mengencani gadis yang cantik dan manis seperti Yeri," dan Chanyeol terkekeh tertahan lalu meminum kopinya dengan tatapan kosong.

"Ah, sebaiknya aku juga pulang, ibu," Chanyeol berdiri mengambil jasnya yang sudah ia gantung di kursi sebelumnya lalu memakainya. Tersenyum pada Ibu dan memeluk wanita paruh baya itu.

"Sering-seringlah berkunjung Chanyeolie, kau juga bisa menginap di sini, mengingat dulu kau sering sekali menginap dan tidur bersama Baekhyunie," Ibu tertawa mengingat masa lalu kedua putranya itu kembali terkenang di dalam pikirannya. "Lagipula, kau pasti kesepian jika istrimu tengah sibuk dengan jadwalnya, ya kan?" dan Chanyeol hanya terkekeh untuk itu.

"Kau akan pulang?" itu Baekhyun berdiri disana, memperhatikan interaksi Chanyeol dan ibu.

"Sudah malam, dan aku punya beberapa pekerjaan yang harus di kerjakan," Ujar Chanyeol tenang, ibu dengan lembut mengusap bahu Chanyeol sayang. "Jangan terlalu lelah, Nak," Ujar ibu perhatian.

"Aku akan mengantarmu ke depan jika begitu, dan Ibu, bisa tolong aku buatkan jus untuk teman-temanku," Baekhyun menunjukkan senyuman kotaknya pada ibunya, membuat ibu mendengus melihat rajukan putranya sendiri.

"Baiklah, baiklah. Chanyeolie hati-hati dan ingat seringlah berkunjung kemari," setelah menunduk hormat, mereka berdua melangkah menuju pintu utama.

.

.

Kehening itu tercipta di antara mereka. Baekhyun duduk dengan tenang di kursi penumpang, sedangkan Chanyeol fokus mengemudi. Beberapa saat yang lalu, ketika Baekhyun mengantarkan Chanyeol hingga di depan pekarang rumahnya, pria mungil itu justru segera masuk ke dalam kursi penumpang mobil Chanyeol.

"Aku butuh membeli sesuatu di mini market, antar aku kesana." Terdengar seperti kalimat perintah, namun Chanyeol hanya mendiamkannya dan segera berjalan masuk ke dalam mobil.

Hingga di dalam perjalanan pria itu terus terdiam, bahkan Baekhyun penasaran dengan suara nafas pria besarnya itu karena keheningan mereka benar-benar mencengkam.

"Kau tidak turun?" Baekhyun mengerjap, menatap Chanyeol dengan mata membulat lucu. Lalu tatapan itu segera melunak kembali dengan kepala tertunduk.

"Kau marah?" Tanya Baekhyun dengan suara yang terdengar seperti bisikkan, tapi masih terdengar oleh Chanyeol. "Tentang?"

"Yeri." Hening kembali. "Maaf aku tidak memberitahumu tentang ini, Yeri menyatakan perasaannya dan aku fikir mencoba berken-"

Chanyeol menerjangnya dengan ciuman yang menuntut, terus melumat bibirnya semakin dalam. Terasa emosi yang meledak di dalam ciuman itu, Baekhyun tidak protes ia justru balas melumat bibir pria besarnya, mencoba menyeimbangi permainnan Chanyeol.

Ciuman mereka terlepas dimana Chanyeol yang melakukannya lebih dulu, menangkup wajah Baekhyun. Kedua bulan purnama dan bulan sabit itu saling menatap, terus menatap, seperti mereka tengah berkomunikasi dalam sebuah tatapan.

"Aku mencintaimu, sangat. Aku yakin kau tahu itu, bukan?" suaru berat itu berujar dengan tatapan posesif, Baekhyun melihat kedua bulan purnama itu bergetar dan semakin memerah dengan air mata yang menggenang.

"Aku yakin kau juga tahu, jika hal yang paling ku inginkan hanya dirimu, kau Byun Baekhyun. Kau tahu itu kan sayang?" Suara berat itu sekarang terdengar bergetar.

Tangan yang lebih mungil terangkat, menangkup wajah pria besarnya. Lalu tangan itu bergerak terangkat untuk merapikan surai Chanyeol dengan begitu sayang.

"Kita saling mencintai dan itu juga pasti alasan kita saling menginginkan satu sama lain, kita tahu itu dengan pasti, kenapa kau menanyakannya, hmm?" jemari lentik milik Baekhyun kini beralih menghapus air mata Chanyeol yang sudah mengalir di wajah pria tampan itu.

Mendakatkan wajahnya lalu mencium kedua mata Chanyeol secara bergantian, membawa tubuh Chanyeol kedalam pelukannya.

Semua terasa sulit, memang. Tapi, kini yang mereka lakukan hanyalah saling mendukung satu sama lain, memberi kekuatan untuk perasaan mereka yang terlalu sering terombang-ambing.

.

.

.

Bersambung

.

.

.

Apakah Baek jadi selingkuhan? Apa Hubungan Yeol dan Sooyoung?

Biarkan alur cerita yang menjelaskan.

Bingung ini sebenernya genre apa?

Yaa liat kedepan aja deh, semua ada jalannya heheheh

.

.