Hope you like this fiction :)


Sehun baru selesai mandi saat dia mendengar ribut-ribut di pintu apartement mereka. Pintu terbuka dan memperlihatkan Chanyeol yang sedang berdebat dengan pria yang lebih pendek darinya. Sepertinya kekasihnya Chanyeol.

"Kau membuatku memelukmu padahal kau belum mandi." Kekasih Chanyeol menekan kata belum di kalimatnya.

Chanyeol menutup pintu setelah kekasihnya masuk dan mendorong kekasihnya ke ruang tengah, "Aku berterima kasih sekali kalau kau mau berhenti mengomel sebentar." Yang dibalas dengusan oleh kekasihnya, "Ini Sehun, housemate ku. Dan itu Jongin, kau sudah kenal dia." Chanyeol menunjuk Sehun yang masih berdiri di depan kamar mandi dan Jongin yang sedang memilih karakter game selanjutnya untuk dimainkan bersama Sehun. "Sehun, ini Kyungsoo, kekasihku."

Kyungsoo, kekasih Chanyeol tadi langsung menghampiri Sehun, "Aku sangat bersyukur ada kau disini." Katanya sambil menarik Sehun untuk duduk di sofa ruang tengah yang sebelumnya mereka gunakan untuk main game, "Kau bisa bayangkan kalau hanya ada Jongin dan Chanyeol disini." Kyungsoo menghela nafas seolah lelah.

"Aku mandi dulu ya." Chanyeol berkata.

"Sebentar," Cegah Kyungsoo. "kalian pasti belum membuang sampah kan? Kenapa tidak kau buang sampahnya dulu Chan?" Kata Kyungsoo dengan nada yang manis sekali. Sampai Sehun merinding dibuatnya.

Chanyeol mendengus walaupun tetap melakukannya. Kyungsoo melihatnya dengan pandangan puas lalu kembali mengalihkan pusat perhatiannya pada Sehun, "Nah sampai mana kita tadi?" Sehun belum sempat menjawab saat Kyungsoo meneruskan kalimatnya. "No offense, tapi aku punya semacam gay radar yang sangat kuat Sehun."

"Huh?" Hanya itu yang mampu Sehun keluarkan karena dia tidak mengerti apa yang dibicarakan Kyungsoo sebenarnya.

"Jadi aku punya semacam feeling yang kuat kalau ada orang yang sama seperti Chanyeol dan aku." Kyungsoo menjelaskan dengan sabar.

Sehun sepertinya masih belum mengerti karena yang dia lakukan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Ayo main lagi Sehun." Jongin pun menyelamatkannya.

"Well, senang berkenalan denganmu Kyungsoo. Tapi aku sudah berjanji untuk bermain game dengan Jongin." Sehun berkata sambil mengambil tempat di sebelah Jongin.

Kyungsoo mengangkat bahunya tidak peduli, "Mungkin gay radar ku bisa salah kalau kau sama saja seperti mereka berdua."

Sehun melihat Jongin mendengus menahan tawanya. Sungguh Sehun tidak mengerti apanya yang lucu.


Kyungsoo sepertinya menginap, karena hampir tengah malam begini dia belum pulang juga.

"Apa mereka selalu seperti itu?" Sehun dan Jongin sudah berbaring di kasur mereka, bersiap untuk tidur. Terdengar suara Kyungsoo dan Chanyeol yang lagi-lagi berdebat.

"Chanyeol itu dekat dengan banyak orang, Kyungsoo itu cemburuan. Aku juga tidak mengerti kenapa mereka tidak putus saja." Jawab Jongin.

"Memangnya sudah berapa lama mereka pacaran?" Mengingat muka jengah Chanyeol tadi sepertinya mereka sudah lama berpacaran.

"Lumayan lama kok." Nah kan. "Dua bulan kalau tidak salah. Mereka bertemu saat daftar ulang, sebelum acara makan malam yang diadakan Ayah."

Sehun terdiam sebentar, "Dan mereka sudah bertengkar seperti suami istri begitu?" Tanya Sehun heran.

Jongin terkekeh, "Mungkin maksudmu suami suami Sehun. Tapi ya mereka memang seperti itu. Kyungsoo itu selalu mendramatisir sesuatu." Jongin terlihat berpikir, "Seperti saat ponsel Chanyeol rusak.." Pembicaraan mereka terhenti karena pintu kamar mereka yang dibuka.

"Aku tidur disini ya Sehun, kasur Chanyeol sempit." Kyungsoo berkata sambil naik ke tempat tidur Sehun dan Jongin membuat Sehun terpaksa menggeser badannya untuk memberi ruang pada Kyungsoo. Bahkan bantal Sehun pun diambil Kyungsoo.

Seperti mengerti, Jongin pun menggeser bantalnya, tapi karena bantalnya kecil, kepala Jongin dan Sehun malah terantuk. Jongin tertawa pelan, "Sepertinya tanganku akan mati rasa lagi besok pagi." Katanya sambil menarik Sehun mendekat agar kepala Sehun berbantalkan lengannya.

Sehun menguap lalu berkata, "Besok aku akan bangun pagi kalau begitu."


Keesokkan paginya saat Sehun terbangun, Kyungsoo sudah tidak ada disebelahnya. Tidurnya nyenyak sekali semalam sampai tidak menyadari Kyungsoo bangun duluan. Sehun bergegas bangun untuk ke kamar mandi sementara Jongin masih tidur. Langkahnya terhenti melihat Chnyaeol duduk di sofa ruang tengah dengan muka menghadap tv dan tangan memegang botol bir, "Apa tidak terlalu pagi untuk bir?" Sehun bertanya.

Chanyeol mendengus, "Dibelahan dunia lain sekarang sudah tidak terlalu pagi untuk bir."

Yang diabaikan Sehun karena kebutuhannya ke kamar mandi lebih mendesak. Setelah selesai Sehun pun duduk di sebelah Chanyeol untuk ikut menonton tv. Tapi Sehun mengerutkan dahinya bingung, "Sejak kapan kau lebih menyukai National Geographic dibandingkan Netflix?" Sehun ingat sekali Chanyeol langsung meminta ke Ayahnya untuk berlangganan Netflix selasa kemarin.

"Sejak pagi ini." Jawab Chanyeol singkat.

"Kyungsoo kemana?" Sehun bertanya lagi.

"Pulang. Aku sudah putus dengannya." Chanyeol lagi-lagi menjawab seadanya.

Sehun terdiam sebentar, lalu menepuk bahu Chanyeol, "Kau tidak apa-apa kan?" Tapi dengan cepat Sehun meralat perkataannya, "Tentu kenapa-kenapa, maafkan aku. Tapi kalau mau menangis tidak apa-apa kok. Aku tidak akan bilang Jongin."

Terdengar dengusan dari belakang mereka, "Paling juga besok dia sudah menemukan kekasih baru. Jangan terlalu dipikirkan Sehun." Kata Jongin yang baru keluar dari kamar mereka.

Sehun tidak membalas perkataan Jongin, dia masih memperhatikan Chanyeol, "Well, Chan, kalau mau cerita aku bisa mendengarkan kok. Tapi mungkin aku tidak bisa memberi banyak saran, aku saja tidak punya kekasih."

Perkataan Sehun ini membuat Chanyeol tertawa, "Aku sedih bukan karena aku berpisah dengan Kyungsoo."

"Lalu kenapa?"

"Dia sejurusan denganku. Aku sudah terlanjur sekelompok dengannya di beberapa mata kuliah di minggu awal kemarin. Itu berarti aku masih harus berurusan dengannya satu semester ke depan."

Sehun mendengus sedangkan Jongin tertawa, "Ku bilang juga apa Sehun. Tidak ada untungnya ikut bersedih dengan dia. Bisa-bisa nanti kau yang dijadikan kekasih selanjutnya." Jongin masih tertawa geli.

"Tenang saja Sehun." Kali ini Chanyeol yang menepuk bahu Sehun, "Aku tidak akan menikung temanku sendiri." Sehun sampai tidak menyadari Jongin yang tiba-tiba berhenti tertawa, karena Sehun sendiri bingung apa maksud perkataan Chanyeol.


Awal minggu ini Sehun mempunyai jadwal pagi yang sama dengan Chanyeol. Mereka sama-sama ada kelas jam 9 sedangkan Jongin sudah berangkat duluan karena kelasnya jam 8.

"Berangkat denganku saja Sehun." Chanyeol menawarkan.

"Fakultasmu kan jauh dari fakultasku." Balas Sehun sambil memakai sepatunya.

"Kalau jalan kaki sih jauh, aku kan pakai motor."

"Baiklah kalau kau memaksa." Sehun sih senang-senang saja kalau bisa mengistirahatkan kakinya kan.

Tidak sampai sepuluh menit mereka sudah sampai di fakultas Sehun, "Nah belajar sana yang benar." Chanyeol berkata saat Sehun akan mengucapkan terima kasihnya.

"Sebentar Chan," Sehun menahan Chanyeol yang tadinya mau pergi. "maksudmu kemarin tidak akan menikung temanku sendiri itu siapa ya?"

Chanyeol hanya tersenyum lebar, "Mana seru kalau ku beri tahu. Lagi pula orangnya ingin memberikan kejutan padamu."

Sehun terlihat berpikir, "Aku kenal orangnya?"

Lagi-lagi Chanyeol hanya tersenyum, "Sudah ku bilang tidak akan seru kalau ku beri tahu." Dan Chanyeol pun menjalankan motornya.

Jalan ke kelasnya pun Sehun masih berpikir mengenai perkataan Chanyeol, Kalau Chanyeol tidak mau memberi tahuku berarti aku juga kenal orangnya, tapi siapa?

Sehun memasuki kelasnya, dia akan menduduki bangku kedua dari depan sampai seseorang memanggilnya, "Sehun! Duduk disini saja!" Terlalu ramai untuk selera Sehun, tapi Sehun tetap mendekati orang tersebut dan duduk disebelahnya.

"Hai Sehun! Aku Baekhyun." Lelaki tadi mengulurkan tangannya.

"Oh Sehun." Balas Sehun.

"Aku sudah tahu." Kata Baekhyun cepat, "Jadi Sehun, bagaimana kau bisa kenal dengan Chanyeol?"


Entah Sehun harus menyesal atau tidak karena berkenalan dengan Baekhyun tadi pagi. Sepanjang hari ini dia terus mengikuti Sehun, bertanya ini itu tentang Chanyeol. Terlebih ketika Sehun bilang kalau dia tinggal satu apartment dengan Chanyeol. Baekhyun langsung minta menginap di apartment mereka. Yang benar saja, Sehun mendengus.

"Bukannya tidak boleh, tapi apartment kami isinya hanya dua kamar. Kamar Chanyeol kecil. Sedangkan aku sudah berdua dengan temanku yang satu lagi." Sehun berusaha menjelaskan saat Baekhyun bertanya kenapa dia tidak boleh menginap, "Kalau main mungkin tidak masalah. Tapi Chanyeol jarang ada di apartment."

Baekhyun terlihat berpikir, "Begini, kau sudah menyimpan nomorku kan?" Sehun mengangguk. "Nanti kau hubungi aku saja kalau Chanyeol ada di tempat."

"Baiklah." Sehun tidak mengerti dia melibatkan dirinya dengan apa.

"Nah untuk sekarang aku akan ikut ke apartmentmu. Aku kan harus tahu dengan jelas dimana letaknya." Baekhyun dengan segera menarik tangan Sehun untuk berjalan bersamanya.

Sehun benar-benar pasrah ditarik Baekhyun begini, "Kau bisa tahu Chanyeol darimana sih?" Tanya Sehun.

"Aku malah heran kalau ada orang yang tidak tahu Chanyeol." Baekhyun menjawab dengan nada yang menggambarkan hanya orang bodoh yang tidak tahu Chanyeol. "Dia tampan, baik, semua orang tahu dia anak siapa kan?" Baekhyun menghela nafas sebentar, "Walaupun kalau masalah anak siapa masih ada kau dan Kim Jongin yang menjadi saingannya."

"Semua orang tahu kami anak siapa?" Sehun jelas baru tahu mengenai hal ini.

Baekhyun membuat mereka berhenti berjalan, "Seriously Sehun, aku tidak tahu bagaimana kehidupan kampusmu sebelum mengenalku, karena minggu pertama kemarin semua orang heboh membicarakan kalian." Sehun hanya terdiam, jujur dia bingung kenapa semua orang harus membicarakan mereka, Baekhyun menghela nafas, "Jadi kita ke kanan atau ke kiri?" Baekhyun dari tadi hanya menarik Sehun saja tanpa Sehun memberi tahu arahnya.

Seperti sadar Sehun pun melepaskan tangannya dari Baekhyun, "Apartmenku di belakang gedung ini." Katanya sambil menunjuk gedung yang ada di sebelah kiri mereka.

Meneruskan berjalan dengan Baekhyun yang sesekali bertanya pada Sehun tentang Chanyeol. Sebenarnya Sehun tidak nyaman, dia tidak setahu itu tentang Chanyeol seperti Jongin. Sepertinya Sehun akan meminta malam upgrading lagi nanti.

Sehun membuka pintu apartment mereka dan mempersilahkan Baekhyun masuk. "Waah apartmenmu lima kali lebih besar dari tempatku Sehun." Baekhyun berkomentar.

"Well, kami tinggal bertiga disini." Balas Sehun.

Ruang tengah kosong, sepertinya Jongin dan Chanyeol belum pulang. "Kau mau minum apa?" Tanya Sehun pada Baekhyun.

"Apa saja yang ada. Aku haus sekali." Keluh Baekhyun. Sehun pun memberikan gelas dan karton kecil yang berisi jus apel yang diterima Baekhyun dengan senang hati. Sementara Sehun kembali ke dapur mengambil air dingin utuk dirinya. Sehun menghampiri Baekhyun dan duduk di sofa yang tidak sadar sudah menjadi tempat kesayangan mereka untuk mengobrol. "Jadi Sehun, coba ceritakan tentang dirimu."

Sehun mengerutkan dahinya bingung, "Kurasa kau lebih banyak tahu dari aku." Balas Sehun.

"Bukan informasi yang sering dibicarakan banyak orang. Tapi seperti bagaimana kau bisa mengenal Chanyeol?"

Sehun menghela nafas, Chanyeol lagi, "Aku tidak ingat bagaimana. Sejauh aku bisa mengingat, aku sudah mengenal Chanyeol dan Jongin."

"Bodohnya aku!" Baekhyun berteriak heboh.

"Kenapa?" Sehun tidak mengerti kenapa Baekhyun bisa tenang lalu sedetik kemudian berubah jadi seheboh tadi.

"Tentu saja temanmu satu lagi itu Kim Jongin kan? Harusnya aku sudah menyadarinya dari tadi. Kau tahu tidak semua orang tahu kalian tinggal bersama." Kata Baekhyun tanpa jeda.

"Kenapa juga semua orang harus tahu?" Sungguh Sehun tidak mengerti kenapa mereka tinggal bersama bisa menjadi hal yang ingin diketahui orang lain.

"Aku tidak habis pikir bagaimana kehidupanmu seminggu kemarin di kampus sebelum bertemu denganku." Baekhyun menghela nafas, "Semua orang membicarakan kalian. Kalian itu pewaris utama perusahaan besar Sehun. Banyak orang yang mengira Ayah kalian akan membuatkan kalian perusahaan baru untuk menyaingi perusahaan yang mereka milikki sekarang."

Sehun menggelengkan kepalanya bingung, "Ayah Jongin mungkin pantas kalau dibicarakan begitu."

"Baiklah aku menyerah." Kata Baekhyun, "Bagaimana kalau kau ceritakan lagi tentang Chanyeol."

Sehun mengerang, "Bercerita apa lagi? Sepertinya aku sudah menceritakan semuanya padamu."

Baekhyun kelihatan berpikir, "Kau tahu tidak alasan dia berpisah dengan Kyungsoo? Tadi pagi aku sampai melompat-lompat di atas tempat tidur begitu tahu mereka berpisah. Karena menurut sumberku, Chanyeol ini sudah cukup lama dengan Kyungsoo. Mereka terlihat baik-baik saja lalu tadi pagi Kyungsoo bilang kalau dirinya sudah single." Lagi-lagi Baekhyun berbicara tanpa jeda.

Sehun tidak habis pikir, kenapa ada orang yang segitu mengurusi kehidupan orang lain. Terlebih dia menjadi teman pertama Sehun diluar Chanyeol dan Jongin sekarang. "Apakah penting alasannya?"

"Duh. Aku kan ingin tahu, jadi kalau nanti aku punya kesempatan dengan Chanyeol, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Aku ingin mengalahkan rekornya Kyungsoo, aku yakin aku bisa menjadi kekasih Chanyeol lebih lama dari Kyungsoo."

Lalu pintu kamar Chanyeol terbuka, memperlihatkan muka bantal Chanyeol dan badan Chanyeol karena dia hanya menggunakan boxer saja. Sehun memperhatikan Baekhyun yang terpaku menatap Chanyeol yang kelihatan sedang mengumpulkan nyawanya sebelum berjalan ke kamar mandi. "Kau tidak kuliah Chan?" Teriak Sehun, sengaja untuk menyadarkan Baekhyun dari fase trancenya.

Saat Chanyeol keluar dari kamar mandi dan menuju ke dapur, Baekhyun sudah mengalihkan perhatiannya ke arah lain, walaupun mulutnya masih tertutup rapat. "Aku ketiduran." Jawab Chanyeol singkat. "Jus apel dimana Hun?" Tanya Chanyeol.

"Kubawa kesini." Jawab Sehun.

Membuat Chanyeol berjalan kembali ke ruang tengah dan mengambil tempat duduk di sebelah Sehun. Dia mengambil kartonnya dan menuangkan isinya. Setelah selesai minum Chanyeol berkata, "Kau membawa temanmu?"

"Ah aku sampai lupa, Chanyeol ini Baekhyun dan Baekhyun ini Chanyeol." Akhirnya Sehun mengenalkan mereka. Mereka berjabat tangan dan mengucapkan nama masing-masing.

"Kau mau masak tidak Hun?" Tanya Chanyeol lagi.

"Sedang malas. Pesan Chinese saja." Jawab Sehun.

"Sepertinya enak, kau mau apa? Bekhyun mau apa?"

Sehun menahan tawanya ketika melihat Baekhyun terkejut namanya dipanggil Chanyeol. "Aku..emm" Hilang sudah kemampuan Baekhyun berkata tanpa jeda tadi. "Sudah sore sekali. Aku mau pulang saja. Terima kasih tawarannya, mungkin lain kali saja." Kata Baekhyun, lalu dia menggendong tas kuliahnya.

"Aku antar ya?" Chanyeol membalas. Sungguh Sehun ingin tertawa saat ini.

"Tidak apa-apa, aku bisa pulang sendiri kok. Lagi pula kalian ingin memesan Chinese kan tadi." Sehun mendengus mendengar Baekhyun yang malu-malu.

Chanyeol dengan cepat berdiri, "Tidak apa-apa, aku juga sekalian keluar. Pesanannya suka salah kalau hanya lewat telpon. Tunggu sebentar aku pakai baju dulu." Chanyeol bergegas masuk ke kamarnya.

Setelah pintu kamar Chanyeol tertutup, Baekhyun pun memegang erat tangan Sehun dan berteriak tanpa suara, terlalu senang. "Dia tidak mendengar apa yang tadi kita bicarakan kan?" Bisik Baekhyun.

"Tidak tahu." Jawab Sehun jujur.

Seperti tidak mempedulikan jawaban Sehun, Baekhyun berbisik lagi. "Bagaimana ini Sehun? Aku benar-benar diantar pulang oleh Chanyeol? Rasanya baru tadi aku menanyakan padamu dia seperti apa."

"Memang baru tadi." Gumam Sehun.

Chanyeol keluar kamarnya dengan pakaian lengkap dan jaket kulit hitam kesayangannya. "Sudah siap Baekhyun?" Tanyanya.

"Sudah." Jawab Baekhyun pelan sambil berdiri, "Aku pulang dulu ya Sehun. Terima kasih." Dengan nada yang bukan Baekhyun sekali.

"Chat di grup saja ya Hun pesananmu. Siapa tau Jongin mau juga nanti." Chanyeol mengambil kunci motornya dan berjalan keluar mengikuti Baekhyun.

Dengan segera Sehun mengambil ponselnya untuk mengetikkan pesanannya, pesan apa ya? Pikir Sehun.


Sehun baru selesai mandi ketika Jongin pulang. "Chanyeol belum pulang?" Tanya Jongin.

Sehun mendengus, "Pesanan kita sudah datang dari tadi kalau dia sudah datang."

"Padahal aku sudah lapar sekali." Jongin mengelus perutnya. Lalu pintu terbuka dan muncullah Chanyeol, "Speak of the devil, kenapa lama sekali Chan?" Keluh Jongin.

Chanyeol hanya tersenyum lebar, "Pehatianku sempat teralihkan tadi." Jawabnya sambil menuju ruang tengah dan meletakkan makanannya disana.

Karena sudah kelaparan Jongin dan Sehun pun mengikuti Chanyeol duduk disana. Meja makan mereka bahkan tidak pernah terpakai karena mereka lebih suka makan di ruang tengah.

Dengan cepat Sehun mengeluarkan isi dari bungkusan tersebut dan memberikannya pada Jongin dan Chanyeol. Jongin langsung melahapnya cepat sedangkan Sehun masih berusaha membuka sambal untuk makanannya.

"Kau tidak makan siang Jong? Lahap sekali makanmu." Sindir Chanyeol yang tidak digubris oleh Jongin.

"Tadi kau mengantarkan Baekhyun sampai mana?" Tanya Sehun setelah memindahkan channel tv mereka dari Netflix ke HBO family. Pokoknya Sehun mau nonton Harry Potter hari ini.

"Ke flatnya." Jawab Chanyeol cepat. "Aku tidak tega kalau membiarkannya naik bis saat rush hour begini."

Sehun mendengus, sedangkan Jongin langsung menimpali, "Ku bilang juga apa, Chanyeol akan dengan cepat mendapat pengganti Kyungsoo."

"Sembarangan saja." Chanyeol berkata, "Pelan-pelan lah. Aku kan juga baru tadi kenalan."

"Dia temanku Chan. Jangan macam-macam." Sehun berkata tegas.

"Aku juga temanmu loh. Sahabatmu bisa dibilang." Chanyeol menampakan muka pura-pura kecewanya, "Bukannya Baekhyun yang ingin macam-macam denganku?"

Entah bagaimana Sehun memberi tahu Baekhyun kalau Chanyeol mendengar semuanya tadi.


"Kalian kapan mau pulang ke rumah?" Tiba-tiba Chanyeol bertanya di Kamis malam yang damai ini.

"Kau sudah mau pulang?" Tanya Jongin.

Sehun mengernyit bingung, "Ku kira kita disini agar tidak pulang."

Chanyeol tertawa sementara Jongin menggelengkan kepalanya, "Kita disini agar saling menjaga, bukan diusir dari rumah." Chanyeol menjelaskan. "Aku akan pulang besok dan kembali sabtu malam. Kalian?"

"Sepertinya aku minggu depan saja." Jongin menjawab.

"Aku malas pulang. Kalau bisa tidak usah pulang saja sekalian sampai lulus." Sehun menghela nafasnya.

"Akui saja, setidak suka apa pun kita dengan Ayah kita, sebenarnya kita ini anak Ibu kan. Masa sih kau tidak rindu dengan Ibumu Hun?" Chanyeol berkata.

"I don't know. Ini pertama kali aku tinggal diluar rumah. Menyenangkan sekali bisa makan dengan tangan saja atau tidak mandi seharian. Kalau dirumah pasti aku sudah dimarahi." Keluh Sehun.

"Kakakmu sepertinya tidak keberatan diatur-atur." Jongin menimpali.

"Dia sih memang kesayangan Ayah." Jawab Sehun. "Kalian tahu tidak apa jawaban Ayahku waktu aku bertanya Kenapa Ayah hanya mengaturku? Kenapa Ayah membiarkan kakak memilih jalannya sedangkan aku harus mengikuti kata-kata Ayah?" Jongin dan Chanyeol menggelengkan kepala mereka. "Dia bilang Agar kau tidak berakhir menjadi kasir minimarket 24 jam."

"Sepertinya Ayahku dan Ayahmu membicarakan ini sebelumnya, Ayah juga menjawab seperti itu ketika aku tanya hal yang sama. Tapi itu sudah lama sekali." Jongin menambahkan.

Sehun memandang Jongin tidak percaya, "Benarkah?" Jongin mengangguk, Sehun tertawa setelahnya. "Aku lega. Ku kira di dunia ini hanya Ayahku yang bisa bicara begitu dengan anaknya. Entah kenapa rasa sakit hatiku akan kata-katanya seperti terobati." Sehun tertawa lagi.

Chanyeol mendengus, "Kalian ini tidak tahu rasanya tiba-tiba punya ibu dua kan? Tiba-tiba punya dua adik sedangkan kakak kandung sendiri saja tidak pernah ada di rumah."

"Dan lucunya orang-orang di kampus masih membicarakan kita seolah-olah hidup kita itu hanya tinggal diam saja." Jongin berkata. Sehun merasa bersalah, sejak dia mengajak Baekhyun ke apartment mereka semakin banyak orang yang berani mengajaknya berbicara, Sehun sebenarnya tidak keberatan. Kalau mereka tidak bertanya yang aneh-aneh tentang Chanyeol dan Jongin, juga dirinya sendiri.

"If they had a clue of what our life was really like, they would know that there wasn't any reason to be jealous." Chanyeol berkata.


Sehun sedang sendiri di apartemen saat terdengar suara bel. Chanyeol belum kembali ke apartment dari rumahnya sedangkan Jongin sedang membeli makanan untuk makan malam mereka. Tidak biasanya ada orang yang bertamu, kalau Baekhyun pasti dia sudah mengabari Sehun. Lagi pula Baekhyun tahu kalau Chanyeol tidak ada di apartment. Biasanya security dibawah pun pasti akan mengabari kalau ada tamu untuk mereka.

Tanpa curiga, Sehun pun membuka pintu apartment mereka. Melihat siapa yang datang, Sehun menyembunyikan muka terkejutnya, "Mau apa kau kesini?" Tanya Sehun, sinis.

"Tidak menyuruhku masuk dulu? Aku kan ingin lihat tempat tinggal barumu." Kata lelaki di depannya.

"Yifan," Sehun menghela nafas lelah. "apa kau sudah minta izin pada kekasihmu sebelum kesini?"

Lelaki yang dipanggil Yifan tadi berdecak sebal, "Memangnya tidak boleh kalau aku mengunjungimu sebagai teman?"

"You bloody well know that your boyfriend resent me!" Sehun menggeram.

"Sehun?" Jongin akhirnya muncul dan Sehun berjanji akan akan mentraktir Jongin makan atau apa pun karena sudah menjadi penyelamatnya hari ini. Jongin mendorong Yifan ke samping sehingga dia bisa berada di sebelah Sehun. "Kau belum makan kan? Tadi antrinya panjang." Sehun berpikir untuk membatalkan traktirannya karena sepertinya Jongin tidak mengerti situasinya.

"Ayolah Sehun, tidak baik membiarkan tamu berdiri diluar, kau bahkan tidak memperkenalkanku dengan housematemu. Apa kata Ayahmu melihat tata kramamu yang seperti ini?" Yifan kembali berbicara.

"Wooah easy man. Kau tidak perlu membawa-bawa Ayahnya Sehun begitu. Memangnya kau ini siapanya?" Jongin menengahi karena sepertinya Sehun akan meledak dalam hitungan detik. Sadar atau tidak Jongin menahan tangan Sehun agar badan Sehun berada sedikit dibelakangnya.

"Aku Wu Yifan, temannya Sehun." Yifan jelas tidak suka urusannya dicampuri orang lain.

"Nah Wu Yifan," Jongin memberi tekanan di setiap katanya. "karena aku dan Sehun merasa tidak nyaman dengan adanya dirimu, aku meminta kau pergi sebelum aku menghubungi security." Ingatkan Sehun untuk mentraktir Jongin.

Yifan mendengus, "Aku belum selesai denganmu Sehun." Yifan berbalik dan hampir saja menabrak Chanyeol yang bingung melihat Jongin dan Sehun berdiri di depan pintu seperti sekarang.

Dengan muka bingungnya, Chanyeol bertanya, "Siapa dia? Pengemis?"


I could let you go and we could let it be

But that would be too easy, love

And I don't want no easy love

(Lauv – Easy Love)