Love Me Right - Chapter 1

Author: Redsaekk

Title: Love Me Right

Category: Romance, Chapter

Rating:

Cast: Oh Sehun, Sung Sookyung (OC)

Author POV

Siapa yang tidak akan iri kepada mereka? Pria yang cerdas, tampan, dan kaya. Serta wanita yang berbakat, cantik, dan anggun. Pasangan yang sempurna. Tidak akan ada orang yang tahan untuk tidak menoleh saat pasangan sempurna ini berjalan berdampingan.

Lengan kiri sang pria yang digamit mesra oleh sang wanita dan sinar mata yang menunjukkan kebahagiaan. Semua orang yang dilewati oleh pasangan ini akan ikut tersenyum seolah pasangan ini adalah pasangan putri dan pangeran yang sangat dicintai oleh rakyatnya.

Begitulah bagaimana orang-orang melihat pasangan Oh Sehun dan Sung SooKyung. Pasangan yang baru saja menikah sekitar satu bulan yang lalu dengan pesta yang megah. Pesta yang diatur dengan baik oleh kedua keluarga yang tidak lain adalah rekan bisnis. Ya, pernikahan ini adalah suatu perjodohan yang didasarkan oleh urusan bisnis belaka.

Tapi, siapa yang tau bahwa pernikahan ini dapat melahirkan pasangan dengan chemistry yang sempurna seperti yang mereka tunjukkan saat ini?

Sookyung POV

Yeah, another boring party. Kenapa orang-orang seperti mereka suka sekali membuat pesta seperti ini? Tidakkah mereka lelah mengurus semua urusan bisnisnya yang tidak sedikit itu?

Hhhh… mengeluh pun tidak akan ada gunanya. Apapun yang aku katakana pasti akan selalu salah dimata pangeran es yang satu bulan lalu aku nikahi. Lagi pula sekarang aku baru sadar betapa bodohnya aku saat aku memilih untuk menerima perjodohan ini. Menikahi seorang robot yang berwujud pangeran es yang tinggal di kutub utara bersama ratusan ekor beruang kutubnya. Apapun yang aku katakan, Sehun pasti berhasil membawa ku ke pesta-pesta semacam ini.

Aku mencoba menyesuaikan langkah ku dan Sehun dengan susah payah karna faktor high heels yang merepotkan dan kakinya yang terlalu panjang. Meskipun lelah, aku tetap berusaha memberikan senyum terbaik ku kepada seluruh tamu demi pencitraan yang sudah kami bangun sebagai 'pasangan sempurna'.

Saat sampai di depan lift, aku menghentikan langkah ku dan menarik lengan kiri Sehun yang ku gamit dari tadi.

"waeyo?" kata Sehun sambil melirik ku dengan mata dinginnya

"aku lelah, bisakah kita jalan pelan-pelan?" rengekku dengan manja, berusaha agar Sehun sedikit luluh.

"berhenti bersikap kekanak-kanakan Nyonya Oh, kita sebentar lagi sampai," katanya tanpa melihatku dan langsung menarik ku untuk masuk ke lift.

Aish… aku lupa dia tidak berperasaan. Baiklah Oh Sehun, kali ini aku mengalah. Saat sampai di dalam lift yang kosong dan pintu tertutup aku langsung melepaskan tangan ku dari lengannya. Sehun hanya menatapku sebentar dan kembali membuang muka.

Saat lift sedang naik, kami bertemu beberapa tamu undangan yang juga sedang menuju ke ruangan dimana pesta berlangsung. Reflex, aku langsung menggamit lengan Sehun kembali dan tersenyum kepada mereka, Sehun pun begitu.

Aish, lama sekali sih sampainya. Lagipula siapa yang membuat ide membuat pesta di lantai paling atas hotel? Sebenarnya aku tidak masalah menunggu, yang jadi masalah adalah kenapa aku harus tetap menggamit lengannya seperti ini. Tidakkah Sehun merasa risih dengan semua sandiwara ini?

Diam-diam aku menoleh ke arah Sehun dan memperhatikan wajahnya. Aku memang beruntung memliki suami setampan ini. Rambutnya yang tertata rapi dan tubuh berbalut tuxedo dengan dasi kupu-kupu yang membuatnya terlihat semakin tampan. tunggu, apa yang kupikirkan?

Aku memalingkan wajah ku untuk kembali menetralkan pikiran. Oh Sehun memang berbahaya. Tetapi daya tarik Sehun membuatku kembali melirik wajahnya. Garis rahang yang tegas, mata yang tajam, hidung yang mancung, dan bibir pink yang tipis namun err…. Sexy?

Ya tuhan, Sung Sookyung! Sehun telah meracuni otakmu. Berhentilah memikirkannya!

Aku menggeleng-gelengkan kepala ku sehingga membuat rambutku sedikit berantakan. Sepertinya Sehun melihat tingkahku barusan karena Sehun sedang melirik ke arahku. Oh tidak, dasar bodoh! Ingin rasanya mengutuk diriku sendiri. Aku hanya menunduk. Ah memalukan..

Sret

Tiba-tiba Sehun menyelipkan rambut yang berantakan ke belakang telingaku. Deg! Aku langsung menoleh cepat kearahnya dan mendapati Sehun sedang tersenyum hangat kearahku. Oh tidak… sepertinya aku akan meleleh sebentar lagi. Aku buru-buru memalingkan wajah kearah lain. Takut Sehun akan melihat wajah memerahku. Sandiwara yang bagus Tuan Oh.

Author POV

Ting!

Pintu lift pun terbuka. Sehun dan Sookyung pun keluar dan langsung berjalan ke arah ruangan tempat pesta berlangsung. Sesampainya di ruangan pesta, pasangan ini langsung disambut oleh lirikan banyak orang. Mereka pun hanya bisa mengumbar senyum.

Sejenak mereka berhenti untuk sekedar berbasa-basi kepada beberapa tamu yang sekaligus rekan bisnis Sehun. Sementara Sookyung terlihat celingukan mencari sesuatu. Namun, yang dicarinya tak kunjung terlihat. Sehun merasa risih dan merangkul pinggang Sookyung. Deg!

"ada apa sayang?" bisik Sehun lembut tepat di telinga Sookyung.

Sial! Mengagetkan saja! Cibir Sookyung dalam hati.

"tidak, aku hanya sedang mencari eomma dan appa. Bukankah mereka juga datang ke pesta ini?" kata Sookyung santai yang berbanding terbalik dengan detak jantungnya. Sambil meneruskan kegiatan celingukannya.

"mereka ada disana, sayang" balas Sehun sambil memutar tubuh Sookyung untuk menghadap kearah yang ia maksud.

Disana, tidak terlalu jauh terlihat orang tua Sookyung dan orang tua Sehun yang sedang mengobrol dengan harmonis. Menyadari sedang di perhatikan, eomma Sehun pun melambaikan tangan kearah menantunya. Sookyung membalasnya dengan membungkukkan badannya dan tersenyum.

Sookyung pun kembali menoleh ke arah Sehun dan menatapnya seolah-olah mengatakan haruskan kita kesana? Sehun hanya membalasnya dengan senyuman dan menarik tangan Sookyung lembut ke tempat orang tua mereka berkumpul.

"aigoo, menantu eomma cantik sekali," kata eomma Sehun yang langsung disambut oleh senyum manis Sookyung. Sambil mengelus pipi Sookyung yang mulus.

"gamsahamnida eomma," balas Sookyung. Sekali lagi dengan senyum manis.

"aigoo, anak laki-laki eomma juga tampan sekali. Kau merawatnya dengan baik Sookyung," kata eomma Sehun. Sookyung hanya tersenyum.

"tentu saja, kita memilih menantu yang tepat yeobo," kata appa Sehun kepada istrinya. Sementara orang tua Sookyung hanya tertawa.

"Tuan Oh, anda bisa saja," timpal appa Sookyung. Kedua keluraga tersebut pun tertawa.

Setelah bertemu dengan keluarganya Sehun dan Sookyung kembali berkeliling untuk menyapa tamu undangan yang lain. Bersosialisasi ala pebisnis. Bertukar kartu nama, menanyakan proyek yang sedang berjalan, dan lain-lain membuat Sookyung bosan dan memutuskan untuk memisahkan diri dari Sehun.

Berkeliling melihat-lihat makanan apa saja yang tersaji dan mencobanya satu persatu. Mengobrol dengan tamu undangan yang ia kenal mengenai brand pakaian yang dijalankan oleh Sookyung dan eomma nya.

Sehun POV

"aku akan menunggu kabar tentang proyek baru kita Sehun-ssi," kata Kim Jongin, salah satu rekan bisnis dalam proyek baru yang kami buat.

"baiklah," kata ku singkat.

Jongin pun pergi dan mengobrol dengan tamu yang lain. Saat aku ingin menarik tangannya… hei, tunggu sebentar, kemana dia? Aku melihat sekeliling dan tidak menemukan Sookyung dimana pun.

kemana dia? Merepotkan saja. Aku pun berkeliling mencarinya dan menemukan Sookyung sedang mengobrol dengan Do Kyungsoo, sekertaris pribadiku. Untung saja dia tidak bersama orang aneh selama ia bosan. Aku berjalan menghampirinya.

Kyungsoo hyung adalah salah satu orang yang mengetahui sandiwara kami. Karena dia adalah satu-satunya orang yang aku percaya. Mereka terlihat membicarakan suatu hal yang lucu karena Sookyung terlihat menyembunyikan suara tawanya dengan menutup mulutnya saat tertawa.

"apa yang kau lakukan disini?" Tanya ku ketus dengan suara pelan takut jika ada orang yang mendengar.

"tidak ada, aku hanya menobrol dengannya, iya kan Kyungsoo-ssi?" balasnya tak kalah ketus. Kyungsoo hanya mengangguk mengiyakan.

"ayo kita pulang," kataku

"tapi kan pestanya belum selesai," balasnya sambil melihat sekeliling masih banyak tamu yang mengobrol.

"tidak apa, aku lelah," kataku. Bagaimana tidak? Sepulang dari kantor aku hanya pulang sebentar, mengganti baju, dan langsung menjemput Sookyung untuk pergi ke pesta ini.

"baiklah," katanya menurut. Aku langsung berpamitan pada Kyungsoo Hyung.

"hyung, kami pulang dulu," pamitku pada Kyungsoo Hyung.

"oh ne, hati-hati Sehun-ah," balasnya.

Aku pun langsung menarik tangan Sookyung untuk pergi. Aku memang beruntung memiliki istri sepertinya. Sookyung pintar, anggun, dan mudah bersosialisasi dengan orang-orang dan bahkan rekan-rekan bisnis ku. Padahal Sookyung sama sekail tidak menyukai bisnis.

Kami pun berpamitan kepada beberapa tamu dan orang tua kami. Kami berjalan menuju parkiran dengan lengan kiriku yang masih digandeng oleh Sookyung. Sesampainya di parkiran, Sookyung buru-buru melepas tangannya dari ku dan berjalan dengan menjaga jaraknya dari ku. Ya, memangnya aku ini apa huh?

Kami masuk ke mobil dan keheningan langsung terasa diantara kami. Aku tidak pernah berusaha mengobrol dengan Sookyung karena menurutku itu hanya membuang waktu dan tenaga ku. Kurasa Sookyung juga berpikiran sama dengan ku.

Sookyung POV

Ah, aku benci keheningan seperti ini. Kenapa Sehun tidak pernah berusaha mengatakan sesuatu padaku? Apa dia membenciku? Atau aku bertingkah menyebalkan? Ayolah Sehun, jangan membuat ku menebak-nebak.

Aku melirik ke arahnya yang sedang serius menyetir. Aku memperhatikan wajahnya yang sepertinya sangat letih setelah bekerja seharian dan masih harus menghadiri pesta menyebalkan itu. Namun, tatap saja ia terlihat tampan.

Aku selalu suka memperhatikan Sehun yang sedang menyetir. Wajahnya akan diterpa sinar-sinar dari lampu jalanan yang kami lewati. Sangat menawan. Juga tangannya yang memegang kemudi, posisi duduknya, caranya memutar setir. Semuanya terlihat sempurna.

Aku tidak pernah terobsesi bahkan mengagumi seorang pria sampai seperti ini sebelumnya. Entah mengapa seorang Oh Sehun yang baru saja kutemui 3 bulan yang lalu begitu mempengaruhi ku. Saat pertama kali aku bertemu dengannya pun aku hanya berpikir ah dia tampan, hanya itu.

Namun lama kelamaan aku menjadi penasaran karena aku tidak pernah bertemu dengan pria yang bahkan lebih mementingkan bisnisnya dari pada pergi ke club malam hanya untuk bersenang-senang sepulang kerja. Sejak saat itu, aku yakin kalau robot yang berbentuk manusia itu ada, yaitu Oh Sehun.

Seandainya aku bisa memilikinya. Namun sepertinya itu tidak mungkin karena Sehun telah menjadi milik wanita lain. Ya, meskipun kami sudah menikah, namun Sehun tetap berhubungan dengan wanita itu. Yoo Jinyoung, teman Sehun saat masih kuliah. Sepertinya Sehun tidak mengetahui kalau aku mengetahui hal ini.

Kalau dilihat-lihat aku rasa aku lebih cantik dari Yoo Jinyoung. Tapi tetap saja Sehun lebih memilih wanita itu. Aku tidak tahu akan sampai kapan hubungan ini berlangsung. Ini membuatku mengingat perjanjian pra-nikah kami, bahwa tidak boleh mengusik urusan pribadi satu sama lain. Baiklah, aku harap Yoo Jinyoung tahu diri bahwa sekarang Sehun adalah suami ku.

Tapi tunggu dulu, mereka kan bertemu lebih dulu. Aku tidak memiliki hak apapun untuk melarang Sehun berhubungan dengannya. Toh, hubungan kami hanya sandiwara. Okay, ini membuatku merasa sesak. Sekarang aku hanya bisa mengikatnya menjadi suamiku tanpa tahu bagaimana cara agar ia menjadi milikku.

-To Be Continue-

"I want everything you are and everything you have to offer, as long as it's you, because in the end, it's only you" – Sung Sookyung

~Review~