Naruhina
Maafkan aku hinata
genre : family & drama , hurt/comfort
Rated : T
Naruto © masashi kishimoto
Summary :rumah tangga hinata dengan naruto hampir hancur, dan itu semua gara-gara seorang wanita yang tidak tahu malu!. ia mencoba merebut dan bertujuan menguasai harta naruto. bagaimana tindakan hinata untuk mencegah perbuatan jahat wanita itu dan mempertahankan rumah tangganya?
Tak pande buat summary sumpah T.T
happy reading minna :D
.
.
.
.
Tampak ada sesosok wanita cantik yang sedang duduk sambil sesekali melirik ponsel miliknya, raut wajah yang tadinya menggambarkan kegembiraan kini berubah menjadi kekhawatiran. Bagaimana tidak sudah hampir dua jam ia menunggu, menunggu seseorang di sebuah taman dekat kota tempat ia tinggal, cuaca yang tadinya cerah dengan hembusan angin siang hari yang menyejukkan kini sudah berubah menjadi kelam dengan warna jingga yang dimunculkan awan, menandakan hari kini sudah sore. Hinata sebut saja nama wanita cantik tersebut terus saja mengecek layar ponsel berwarna ungu miliknya, ia merasa cemas karna tidak seperti biasanya sang suami orang yang sejak tadi ditunggu hinata mengingkari janjinya. Hari sudah semakin larut dan hinata sudah tidak sanggup lagi menunggu disana karna cuaca yang semakin tidak bersahabat, jadi ia memutuskan untuk pulang.
'Narutokun... ada apa sebenarnya tidak biasanya kamu begini' gumamnya sebelum ia beranjak dari tempat ia duduk untuk menunggu tadi.
Hari sudah semakin gelap dan hinata masih terus saja berjalan, ia tidak mau naik kendaraan umum karena ia berharap sang suami yang ia tunggu tadi masih mengingat janji mereka dan datang menyusul hinata, tapi percuma saja hinata yang sedari tadi berjalan pelan tetap saja tidak melihat sang suaminya muncul.
'yasudah aku menunggunya dirumah saja', dengan percaya diri hinata bergumam lagi sambil tersenyum, ia percaya kalau naruto pasti punya alasan untuk tidak datang ketaman tadi, ia kemudian menunggu bus lewat dihalte sembari mengecek layar ponselnya kembali. Ia terkejut setelah mengecek sebuah pesan singkat yang ia terima barusan, ia kira yang mengirim pesan tersebut adalah naruto sang suami tetapi ia salah.
From : *****
To : Hinata Uzumaki
Koniciwa uzumaki san
Maaf menggangu waktu anda sebentar,saya hanya ingin menyampaikan sesuatu hal
Pasti anda menganggap ini hal yang tidak penting tapi saya harus memberitahukanmu...
...
Sang pengirim tidak meneruskan pesannya yang membuat hinata semakin penasaran. Iapun mengetik beberapa kata dilayar ponselnya
From : Hinata Uzumaki
To : *****
Maaf kamu siapa?
Kemudian hinata mengklik kolom send sembari menunggu bus lewat. Ia menyimpan ponselnya kedalam tas kecil miliknya kemudian terdiam, karna merasa bosan hinatapun akhirnya memilih melihat-lihat keadaan sekitar halte, sunyi itu yang ia rasakan sekarang. Ia tetap memantau sekitar halte agar dirinya tidak terlalu memikirkan siapa serta maksud dari si pengirim pesan tadi hingga akhirnya pandangannya terhenti karna ia melihat sesosok pria berkulit tan, rambut pirang jabrik yang tengah tertawa ria, sepertinya ia kenal pria itu karna ciri-ciri pria tersebut terlalu hinata kenal. tampaknya sang pria tersebut terlihat bahagia terbukti dari canda tawa yang ditimbulkan dari percakapan kedua insan berbeda gender yang sedikit terdengar dikuping halte dimna hinata duduk dan menunggu dengan cafe tersebut tidak terlalu jauh jadi kemungkinan besar hinata dapat dengan jelas mendengar juga percakapan yang kedua orang itu bicarakan, tetapi sepertinya mereka berdua tampak sedang saling bercanda. Awalnya ia tidak mau berasumsi bahwa pria yang berada di sebuah cafe dekat halte tempat hinata berada sekarang adalah suaminya yaitu naruto,tetapi ia terkejut saat sang objek utama hinata tak sengaja menggeser kepalanya dan menamakan bentuk wajahnya ke hinata sehingga hinata dapat mengenali betul wajah dari pria tersebut. Hinata bergetar, ia tak tahan menahan isakannya segera ia beranjak meninggalkan halte berlari tanpa tahu akan kemana ia pergi..
'apa pria itu benar-benar narutokun, aku harap bukan, tetapi jika iya, kenapa dia begitu, hiks...kenapa..hiks,,,... nautokun... tetapi kenapa,...' tangis hinata pecah an ia tidak bisa menahan gejolak hatinya untuk tidak menangis . hinata bergumam kecil untuk ketiga kalinya.
disisi lain, dicafe tempat naruto bersama seorang gadis cantik,modis,bersurai pirang dengan mata bulat ungu,semakin membuat aura kecantikannya keluar. Gadis yang diketahui bernama shion itu sedikit terdiam sambil menoleh kearah luar jendela, seperti mencari sesuatu atau lebih tepatnya seseorang yang tadiya sedang duduk dihalte yang sepertinya tampak menunggu bus. Sesaat kemudian gadis tersebut tersenyum kecil atau lebih tepatnya berseringai, sepertinya rencana yang ia rencanakan berhasil,
'sebentar lagi, naruto akan menjadi milikku, dan maafkan aku hinata bukan maksudku melukai hatimu aku hanya meminjam suamimu untuk melancarkan rencanaku'...
"hey shion, kenapa kau melamun", tegur naruto sambil melambaikan tangannya didepan wajah shion .membuat shion terkejut dari lamunannya. Naruto tampak bingung dengan perubahan raut wajah gadis yang berada dihadapannya ini, ia mencoba mencari-cari hal apa yang membuat shion tampak melamun.
"ha...iya na-narutokun mengagetkanku saja, tidak ada apa-apa. Tadi aku hanya melihat seorang ibu tua yang sepertinya sedang bersedih tetapi sudah pergi", dusta shion, ia mengumbar senyum manisnya berharap naruto mempercayainya.
Naruto hanya tersenyum mendengar jawaban yang dilontarkan sepertinya ia mempercayai gadis tersebut, ia kembali menyantap makanannya tanpa meninggalkan sepatah katapun. Melihat naruto shion tersenyum lega.
Shion kemudian mengambil ponsel touchscreen milknya dan mulai mengetik. Selesai itu ia letak kembali ponsel itu kedalam tas kecil miliknya dan melanjutkan makannya.
Dengan langkah gontai, rambut kusut,mata sembab, dan wajah yang memancarkan kesedihan yang sedang dirasakan hinata saat ini, ia berjalan dan terus berjalan. Ia bingung harus apa dan kemana, ia bingung harus percaya atau tidak, ia bingung apa yang sedang ia lakukan saat ini. Menangis tanpa sebab yang pasti,pikirnya. Pikirannya kacau sekarang, dan utuk sekarang ia mencoba untuk tenang dan kembali kerumah, ia tidak mau buru-buru mengambil kesimpulan bahwa yang ia lihat tadi, pria yang sedang makan dengan seorang wanita tadi di cafe dekat halte tempat ia menunggu bus adalah naruto suami nya,
'aku yakin narutokun tidak seperti itu, pasti ia ada alasan sehingga ia tidak datang tadi, aku harus menanyainya nanti dirumah,'hibur hinata terhadap dirinya sendiri, ia mencoba menenangka pikirannya ..
Tiba-tiba,.
Drrrttt...drrttt...
hinata merasa getaran di saku kanan celananya, ia mencoba mencari asal getaran tersebut yang ternyata berasal dari ponsel miliknya, ia membuka sebuah pesan singkat yang menyebabkan ponselnya bergetar.
Klik...
From:*****
To: Hinata Uzumaki
Hinata san sudah melihat suami anda tengah bersama wanita lain disebuah cafe?,
Sepertinya ia berselingkuh, maafkan saya sebelumnya telah lancang memberitahukan hal ini, tetapi sepertinya suami anda tampak bahagia bersama gadis tersebut sehingga bisa melupakan janji kalian.
...
Hinata tercengoh, ia terkejut setelah membaca pesan singkat yang ia terima barusan. Hatinya yang mulai tenang tadi kembali merasakan gejolak yang teramat menyakitkan, terasa sesak, ia tidak bisa menahan cairan bening jatuh dari kelopak matanya, matanya yang sudah sedikit memutih kini kembali memerah. Kini ia tak tahu harus percaya atau tidak pada pesan singkat yang ia terima tadi, kemudian ia mencoba tenang, membalas pesan dengan ekpresi tidak perduli sambil bergumam 'aku harus percaya pada suamiku, orang yang sangat kucintai dan yang mencintaiku, bukannya mempercayai pesan singkat yang tak jelas pengirim serta kebenarannya'
From: Hinata Uzumaki
To: *****
Iya aku sudah melihatnya tapi aku tak perduli...
Selesai mengetik hinata menekan kolom send dan menyimpan ponselnya kemudian berjalan kembali sambil terisak segugutan.
Kini shion dan naruto sudah siap dalam acara makannya dan memilih untuk pulang karna waktu menunjukkan pukul 7 malam. mereka berjalan keluar cafe menuju tempat parkir, mereka memasuki sebuah mobil berwara orange milik naruto. Setelah masuk shion merasa ponselnya bergetar.
Diambil ponsel yang berada ditas nya kemudian membuka pesan singkat yang muncul. Ia cemberut membaca pesan itu kemudian tampak berfikir, sepertinya ia merencanakan sesuatu.'heeemm... begitukah?, baiklah kalau begitu maafkan aku kalau aku jahat . hi-na-ta.' Batin gadis berambut pirang itu kemudian kembali fokus kekegiatannya tadi.
Ia benar-benar tengah merencanakan sesuatu.
Sesuatu yang jahat.
Tapi apa ?.
Hinata kemali berjalan menuju rumahnya tetapi tiba-tiba karna ia tidak fokus melihat jalan
,..brughk,..
Ittai... pekik hinata
Aduh... pekik seseorang yang ditabrak hinata
Hinata terjatuh ketanah dengan tidak elitnya. Ia meringis kesakitan sambil mengusap-usap bokongnya yang sakit, sepertinya terkena krikil. Kemudian ia menghentikan kegitannya karna tersadar sepertiya ia menabrak seseorang,sepertinya seseorang itu juga merasa kesakitan. terdengar suara pekikan di depannya, ia membuka matanya dan mendapati sesosok pria tegap,berambut cokelat dengan tato segitiga terbalik berwarna merah dikedua pipinya yang tengah mengusap-usap bokongnya juga, sepertinya pria tersebut juga kesakitan. hinata yang melihat pemuda yang tak sengaja ia tabrak itupun kemudian bangun dan mencoba membantu pria itu berdiri.
hinata mengulurkan tangannya untuk membantu pria tersebut berdiri, sang pria itu menyambut tangan hinata sambil tersenyum kearah hinata, hinata menghentikan isakannya karna merasa risih dipandangi oleh seseorang yang tidak dikenali secara intens. Setelah berdiri sang pria tersebut masih enggan melepaskan tanganya dengan hinata membuat hinata sedikit merasa risih tetapi entah mengapa hinata juga enggan melepaskan jabatan tangan mereka, 'ehem..'
deheman sang pria membuat hinata buru-buru menarik tangannya kemudian menundukkan wajah sembari berkata
"ma...maaf... maafkan saya tuan. Saya tidak sengaja menabrak anda, soalnya saya tadi sedang buru-buru dan tidak melihat jalan shingga saya menabrak anda, jadi sekali lagi saya mohon maaf" hinata brbicara dengan nada pelan dan sopan sambil membungkukan badannya, ia merasa bersalah karna telah menabrak pria itu.
"hem...hehhee tak masalah kok, jadi jangan terlalu formal seperti itu jika berbicara denganku aku jadi merasa sudah bapak-bapak" jawab sang pria itu sambil nyengir, membuat hinata sedikit merasa lega.
Hening.
"ha...ehya perkenalkan namaku Kiba Inuzuka, kau bisa memanggilku Kiba. Dan kau, siapa namamu?" sang pria yang diketahui bernama kiba itu kemudian bertanya kepada hinata sembari egulurkan tangan utnuk salam perkenalan.
"nama saya Hinata Uzumaki, panggil saya Hinata, salam kenal kiba-san" jawab hinata sembari membalas salam tagan dari kiba kemudian tersenyum, lebih tepatya tersenyum kecil,. Melihat keadaan hinata saat ini kiba merasa aneh dan mulai bertanya-tanya 'sepertinya gadis ini tengah menangis, penampilannya begitu berantakan. Ada apa sebenarnya?, aku jadi merasa kasihan' batin kiba.
Disisi lain...
Shion bersama naruto yang sedang menaiki mobil orange milik naruto. Mereka sepertinya akan menuju kerumah untuk pulang. Sebelum pulang naruto menghantarkan shion kerumahnya. Suasana didalam mbil itu hening, tidak ada yang mau membuka pembicaraan karna kedua orang ini tengah sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
'kami-sama apakah hinata akan marah padaku, aku harap ia tidak masalah karna aku membatalkan janji kamu, dan aku harap ia dapat memakluminya' batin naruto, ia sedikit khawatir dengan keadaan hinata sekarang, ia takut hinata tak pulang kerumah karna marah.
Disaat naruto yang sedang diam memandangi jalanan dan sedang melamun juga shion tiba-tiba menepuk pundaknya, ia terkejut kemudian menoleh kearah shion dan menanyai ada apa?, namun shion tampak ingin menunjukkan sesuatu atau lebih tepatnya dua orang yang sedang asik ngobrol sambil berdiri pinggir trotoar.
"lihat, narutokun sepertinya aku mengenal orang itu" tunjuk shion
"yang mana?, yang laki-laki atau perempuan?" tanya naruto
"sepertinya yang laki-laki,ah iya dia kiba teman smp kita dulu narutokun ingat?"
"he..um... ki-kiba?" nauto tampak berpikir sejenak kemudian melanjukan kalimatnya tadi "hemiyaa kiba yang super duper cerewet ituya, bersama siapa dia? , apa dengan istri atau pacarnya?" jawab naruto lagi
"tidak tahu, kalau bgitu bagaimana kalau kita samperi mereka?" usul shion
"haiya baiklah aku juga sedikit rindu denganya" ujar naruto. Kmudian naruto membuka pintu tetapi kemudian ia berhenti dan tiak jadi keluar mobil. Sepertinya ia sedang melihat seseorang yang membuatnya terkejut, seperti mau marah raut wajah cerahnya tadi berubah menjadi raut wajah kesal. Shion yang menyadari perubahan raut serta tingkah naruto mencoba mencari tahu apa penyebabnya dan ternyata shion menyadari bahwa naruto melihat
Seseorang wanita yang sedang berduaan dengan kiba siapa.
Ternyata wanita itu penyebab perubahan raut wajah naruto,
Shion yang melihatnya tersenyum bangga, ia mencoba mencari-cari akal untuk membuat naruto semakin marah.
"narutokun, mengapa kembali masuk kemobil?, apa tidak jadi menghampiri kiba?" tanya shion engan ekpresi lugunya.
"tidak, aku mau cepat pulang" jawab naruto ketus.
'ke-knapa?, tadi kamu bilang kamu rindu dengannya?"
"aku bilang tidak ya tidak jika kau mau menghampirinya sana pergilah aku mau pulang, aku capek" bentk naruto membuat shion sedikit tersentak
"he..um ada apa narutokun tiba-tiba seperti ini?, apa karna narutokun melihat seorang wanita yang bersama kiba itu hinata, upss" shion menghentikan kalimatnya sambil meletakkan telapak tangannya dimulutnya, ia pura-pura keceplosan agar naruto semakin kesal.
Namun naruto memilih diam dan tidak menjawab shion. Ia melajukan mobilnya kembali dengan kecepatan yang lumayan, membuat shion sedikit ketakutan tetapi juga senang karna tampaknya naruto sedang marah kali ini.
Dipinggir jalan tempat kiba dan hinata bertemu tadi~
"hemm.. ma-maaf hinatasan saya lancang karna baru kenal tapi sudah menanyai anda, tetapi saya penasaran karna melihat anda tampak sedang bersedih sekarang?" kini kiba membuka pembicaraan pertama sekali karna ia tak suka suasana canggung.
Hinata yang merasa ditanyaipun sedikit menolehkan wajah sayunya kekiba, sepertinya ia ingin sekali menangis dan menceritakan kejadian yang i alami tadi. Tanpa ragu hinata menuju kearah sebuah bangku dekat mereka berdua berdiri kemudian duduk,setelah duduk hinata mengarah kekiba dan memanggil pria itu sert mengisyaratkan kiba untuk duduk. Melihat perintah hinata kiba pun ikut menuju kebangku dan duduk disamping hinata.
Suasana kembali hening, tetapi kemudian hinata membuka mulut
"sebenarnya aku membutuhkan teman curhat hari ini, apa kah kamu bersedia mendengarkan curhatanku kibasan?'' tanya hinata
"hem um, kalo itu membuatmu tenang baiklah aku bersedia,'' jawab kiba.
Tbc...
Hu em... selamat pagi semua
Perkenalkan saya dhechan, saya membuat fic pertama saya jadi maaf bila ceritanya aneh soalnya baru sih.
Eheheeee...
Jadi saya mohon semuanya beri kritik dan saran atas fic saya ini, mana tau bisa membatu saya hehe
Saya sebenarnya ragu apakah cerita saya ini menarik atau tidak TvT, jadi saya mohon ripiu nya hehe
Terima kasih...
please review minna
