Chapter 2

Naruhina

Maafkan aku hinata

genre : family & drama , hurt/comfort

Rated : T

Naruto © Masashi Kishimoto

Summary : rumah tangga hinata dengan naruto hampir hancur, dan itu semua gara-gara seorang wanita yang tidak tahu malu!. ia mencoba merebut dan bertujuan menguasai harta naruto. bagaimana tindakan hinata untuk mencegah perbuatan jahat wanita itu dan mempertahankan rumah tangganya?

Tak pande buat summary sumpah T.T

Happy reading semoga suka chap 2 ini \=D/

Don't like don't read

Kini langit sudah semakin gelap, suasana kota juga sudah semakin sepi, hembusan angin semakin dingin, tetapi kedua orang yang sejak tadi sore duduk disebuah bangku pinggir jalan masih saja berada disana.

"Hem..umm... Baiklah aku mengerti" ujar salah satu dari mereka, sepertinya Kiba.

"Heu...um... Baiklah Kiba-san, terimakasih atas waktu yang kamu miliki kamu gunakan hanya untuk sekedar mendengarkan dongeng saya, saya merasa agak enakan setelah menceritakan ini kepada seseorang" jawab Hinata, kemudian wanita itu berdiri, sepertinya ia ingin pergi dari situ. Melihat Hinata bangkit Kiba juga ikut bangkit, pria itu kemudian hanya bisa diam, tapi dalam diam sebenarnya ia sedang berbicara pada pikirannya sendiri. Ia memikirkan Hinata, kenapa bisa Hinata mengalami hal aneh seperti itu, namun Kiba tak bisa berbuat apa-apa karna ia baru mengenal Hinata, jadi ia pun hanya bisa diam dan berpamitan,

"Ehehee taapa Hinata,aku mengerti maafkan aku ya tidak bisa memberimu solusi karna aku belum menikah ehehehee"ujar Kiba sambil tertawa kikuk. "Tidak apa-apa Kiba-san, mau mendengarkan curhatanku saja aku sudah sangat terbantu, sekali lagi terima kasih dan maaf sudah merepotkanmu Kiba-san. Kalau begitu saya mohon pamit karna tampaknya hari sudah larut" Hinata kemudian berpamitan sambil membungkuk tanda terimakasihnya. "Ehehe sama-sama Hinata dan tak usah sungkan. Aku bisa kok menjadi teman curhatmu, ohya aku boleh minta nomor ponselmu?, bila ada waktu kita bisa jalan-jalan atau sekedar bercerita seperti ini lagi?" Tanya kiba.

"Ini" Hinata memberi secarik kertas yang bertulis nomor ponselnya, setelah itu ia pergi. " Jaa ne Kiba-san matta ashita" kata Hinata kemudian berjalan kearah barat.

"Mata ashita Hinata" jawab Kiba yang masih berdiri sambil memegang secarik kertas yang diberi Hinata tadi.

Kini Hinata sudah sampai dirumahnya, ia melihat keadaan rumahnya yang gelap. Sepertinya suaminya belum pulang, tetapi setelah ia berdiri didepan pintu ia mendengar suara tv menyala. Ia meraih kenop pintu lalu memutarnya, ternyata tidak terkunci. Kemudian ia masuk "Tadaima" ujar Hinata..

.

.

.

.

.

"..."

Tidak ada jawaban, namun Hinata melihat sesosok pria sedang duduk santai didepan tv, kemudian tanpa basa-basi Hinata menuju sofa tempat pria yang diketahui adalah naruto,suaminya duduk.

"Naruto-kun sudah sampai rumah?, kenapa lampu depan tidak dinyalakan?" Tanya Hinata lembut.

"Hening"

"Naruto-kun tadi kemana?" Tanya Hinata lagi.

"..." Namun lagi-lagi tak ada jawaban, Naruto masih diam dan duduk manis sambil menatap tv, iapun enggan menoleh kearah Hinata yang membuat Hinata semakin merasa aneh.

"Naruto-kun" panggil Hinata.

"..." Naruto masih diam.

"Naruto-kun, kenapa tadi tidak bilang kalau tidak bisa datang ?" Tanya Hinata sekali lagi.

.

.

.

"Lagi-lagi Naruto kukuh pada pendiriannya dan masih diam.

"Naruto-kun, kenapa? Ada apa?" Tanya Hinata sambil cemas.

setelah Naruto mendengarkan pertanyaan Hinata yang seperti orang tak berdosa menurutunya, ia menoleh kearah Hinata, menatap Hinata dengan pandangan sinis dan kesal. Sepertinya Naruto marah dengan Hinata.

"Kenapa?, ada apa ? Katamu?" Naruto malah kembali menanyai Hinata, yang direspon dengan keterkejutan oleh Hinata. "Mak-maksud Naruto-kun apa?, aku tak tahu?, se-sebenarnya ada apa denganmu Naruto-kun?" Tanya Hinata dengan nada takut-takut.

"Kau, tadi kemana?, kenapa pulang lama?" Tanya Naruto dingin tanpa menghiraukan pertanyaan Hinata tadi.

"Etto...he'um... Se-sebenarnya aku tadi menunggu mu"

"Aku tadi tidak datang, tapi kenapa kau tidak kembali pulang?" Jawab naruto ketus.

"Aku menunggumu lama Naruto-kun"

"Menungguku bersama seorang pria?"

"Bagaimana Naruto-kun bisa tahu?" Kini Hinata merasa takut sekaligus terkejut kenapa Naruto bisa tahu ia sedang bersama seorang pria.

"Jadi kau tadi pergi bersama pria lain?, bisa-bisa nya Hinata kamukan sudah memiliki suami kenapa kamu malah pergi bersama pria lain tanpa meminta izinku ha!?" Kini suara Naruto sedikit terdengar membentak,membuat Hinata merasa takut.

"Aku awalnya menunggumu ditaman tempat kita janjian tadi, tapi sudah hampir 2 jam aku menunggu dan kau tak datang, jadi aku memutuskan untuk pulang, kemudian saat dihalte aku tak sengaja melihatmu" Hinata menghentikan kalimatnya kemudian terisak, ia tak menyangka akan dibentak oleh Naruto.

" Kau jahat Hinata, tega sekali kau selingkuh dariku, mulai sekarang aku tak mau berbicara denganmu" kini Naruto kembali berbicara dengan nada rendah namun masih dapat didengar.

Mendengar tuduhan Naruto Hinata terdiam, ia terkejut juga kecewa. Padahal yang berselingkuh adalah suaminya tetapi malah ia yang dituduh, sebenarnya Hinata ingin sekali marah dan menuduh Naruto tetapi apa daya, Hinata terlalu takut mengatakan itu. Jelas-jelas Hinata melihat Naruto bersama wanita lain dan melupakan janji mereka tadi. Tanpa mengucapkan sepatah kata Hinata berlari menuju kaamarnya dengan tak menyangka Naruto bisa sebegitu kejamnya menuduhkan hal itu kepadanya. Kini Hinata pergi menuju kasurnya, menjatuhkan tubuh rapuhnya diatas kasur, ia menangis, ia merasakan hatinya sakit seperti dicabik-cabik, kemudian ia tampak berfikir sejenak lalu diam.

'Untuk apa aku menangis sedangkan Naruto-kun bahagia, baiklah jika itu mau dia aku akan menurut' gumamnya. Setelah berhasil menenangkan suasana hati dan pikirannya yang kacau tadi, ia sempat berfikir untuk apa menangis kalau hal yang dituduhkan suaminya itu adalah tidak benar. Hinata sekarang mencoba untuk menjadi wanita yang kuat dan tak cengen. Jadi ia putuskan untuk berhenti menangis dan memilih untuk membersihkan tubuhnya dengan mandi, ia lalu menuju ke kamar mandi dan segera mandi dan berganti pakaian ia memilih tidur dan mengunci pintu kamarnya rapat-rapat berharap suaminya tidak masuk kekamar mereka.

Sementara di ruang tv-

Aku tak menyangka Hinata begitu.

'

'

'

''

'

'

Semenjak kejadian Naruto dan Hinata bertengkar kecil yang Naruto menuduh Hinata berselingkuh,membuat hubungan antara mereka dua merenggang. sudah hampir 1 minggu mereka berdua tak saling berbicara, sebenarnya keduanya taampak tak nyaman dengan situasi seperti ini. Tapi keras kepala yang mereka dua punya serta gengsi yang tinggi membuat situasi semakin runyam.

Sama-sama tidak mau mengalah.

Tiba disiang hari cerah, Hinata yang sedang duduk diteras rumah dikejutkan oleh sebuah mobil yang tiba-tiba datang, ia merasa heran karna tidak pernah melihat mobil tersebut, apakah itu saudara Naruto? Atau teman kerjanya?. Menurut Hinata itu bukan urusannya, tapi setelah ada seseorang yang keluar dari mobil itu ia sangat terkejut karna orang itu ternyata...

"Kiba-san" gumam Hinata, ia terkejut untuk apa Kiba kerumahnya dan bagaimana Kiba bisa tahu rumahnya. Hinata tampak terdiam melamun dikursi dekat jendela diteras rumahnya, tetapi lamunanya buyar setelah mendengar suara teriakan yang berasal dari dalam rumahnya. Sepertinya itu suara...

"Oii Kiba,dengan siapa kau kemari" teriak Naruto.

"Naruto-kun, apa Kiba-san itu teman Naruto?" Gumam Hinata lagi.

Naruto muncul dari dalam rumah untuk menghampiri temannya didepan gerbang, tetapi Naruto sama sekali tak mau melihat atau bahkan melirik Hinata yang sedari tadi diam diteras dekat jendela, Hinata sudah biasa akan hal itu tetapi Hinata herannya kenapa Kiba tak memberitahu kalau ia teman Naruto, dan sepertinya Hinata kembali kaget melihat seorang wanita yang sedang bersama Kiba, sepertinya Hinata mengenal ciri-ciri wanita itu, tetapi dimana ?, apa jangan-jangan wanita itu yang sedang bersama Naruto dicafe waktu itu. Jadi?,maksud nya apa ini Hinata amat sangat bingung sekarang dan hanya bisa berdoa

'Kami sama, apa rencanamu untuk takdirku ini?' Hinata masuk kedalam rumah.

"Oi Naruto, kau tak bilang kalau kau tinggal kau juga tak memberitahuku kalau kau sudaah menikah, mana istrimu aku ingin bertemu dengannya, aku penasaran seperti apakah rupa wanita yang mau menikah denganmu, hahaha" ujar Kiba kepada Naruto,.

"He...um.m, maaf Kiba waktu aku menikah aku tidak disini jadi tidak ada teman sekolahku yang kuundang, juga istriku sangat cantik kok juga pintar, ohya ayo masuk kita berbicara didalam. Dan shion kau tidak kerja hariini?" Balas Naruto kemudian mereka berjalan menuju ruang tamu.

.

.

.

Kini Naruto,Kiba juga Shion sudah sampai diruang tamu. Naruto mempersilahkan kedua temannya duduk kemudian menuju kedapur untuk memberi sedikit camila juga minum untuk temannya, ia masih enggan meminta tolong kepada Hinata karna gengsinya itu.

"Maafya cuma ada ini" Naruto membawa setoples kue kering cookelat, sebungkus kacang goreng,juga sepiring bolu gulung, serta 3 gelas jus jeruk. Semua makanan juga minuman itu buatan istrinya, Hinata tidak pernah mau membeli camilan ditoko karna ia takut banyak terkandung bahan pengawet jadi ia memilih membuatnya karna dia juga pandai membuatnya.

"Heummm itu saja juga sudah cukup Naruto tak usah repot-repot. Ohya mana istrimu?, kenapa tak kau suruh kemari?" Tanya Kiba

Naruto yang baru duduk kemudian diam sejenak memikirkan pertanyaan Kiba, apakah ia harus menurunkan gengsinya dan memanggil Hinata kemari atau tetap kukuh dan berbohong pada Kiba kalau Hinata tak ada. Sebelum Naruto mencoba berbohong tiba-tiba Hinata keluar dari kamar menuju ruang tamu, Hinata sepertinya akan pergi terlihat dari pakaian yang ia pakai sedikit rapi. Kemudian Kiba terkejut melihat Hinata..

"Hinata, lah jadi kamu istri Naruto?" Taanya Kiba pada Hinata.

Hinata yang ditanyai pun berhenti lalu mengangguk.

"Lah kamu sudah kenal Hinata Kiba?, dimana?" Tanya Naruto yang berpura-pura tidak tahu kalau Kiba dan Hinata sudah saling kenal.

"Iya,kemarin aku tak sengaja bertabrakan dengannya, kemudian berbincang sedikit" balas Kiba,

Hinata merasa tidak ditanyai lagi pun kemudian berpamitan dan langsung pergi, menghiraukan ekpresi Naruto yang melihatnya penuh tanda tanya.

"maaf sebelumnya saya mau pamit keluar sebentar, saya permisi dulu" pamit Hinata sopan

Naruto tidak menjawab tetapi ia sedikit penasaran Hinata mau kemana, ia menaiki seelah alisnya kemudian melihat kearah kepergia Hinata.

Kiba hanya tersenyum sembari mengiyakan pamitan Hinata.

Kemudian Shion tampaknya juga diam

Melihat ini Kiba sedikit heran,

Naruto terdiam.

Sementara Shion yang sedari tadi dihiraukan seperti tak dianggap hanya berhayal dan tampak bermain dengan pikirannya, 'sepertinya aku tak perlu bekerja keras untuk membuat Naruto dengan Hinata jauh, sepertinya sudah ada pencerahan untuk rencanaku' batin Shion.

-
Suasana hening,

Karna Shion tak suka suasana hening, ia kemudian membuka pembicaraan membahas tentang masalalu mereka dahulu

"Heuumm... Hey kenapa kalian diam saja, kalian ingat tidak situasi begini kita pernah alami saat Kakashi sensei mulai merajuk, sunyi senyap taada suara" ujar Shion.

" Ehya,,,, kamu Shion masih ingat saja,ehehe saat itu Kakashi sensei merajuk karna Naruto yang tak bisa diam" sambung Kiba

"Alah Kiba itu juga karna kau yang mengajakku ribut" sewot Naruto tak mau kalah.

Kemudian diam.

"Ahahaahahahaahah" tawa ketiganya ." lucu ya kalau ingat masa lalu"

Sementara Hinata,

Aku ingin keluar dari rumah, mencari rumah kost atau kontrakan.

TBC...

Haloaa...

Saya dhechan kembali dengan cerita yang super duper aneh ini :.

Maaf jika chap sebelumnya banyak typo serta kesalahan yang buat teman semuanya sakit mata jika membacaya, soalnya pas ngepost males untuk koreksi lagi jadi langsung klik save aja eheheeee,

Dan saya akan mencoba memperbaikinya di chap 2 ini, semoga tidak ada kesalahan lagi eheheh U.U

Ohya saya juga minta maaf di chap 2 ini ceritaya makin aneh, soalnya saya bingung nih nerusinya gimana, jadi yah begini deh hasilny ganyambung TvT.

Heu..um... baiklah sekarang saya akan membalas beberapa review dari beberapa orang yang tertarik dengan cerita aneh milik dhechan ini TvT,

Tyas968 : terimakasih ini sudah lanjut, semoga dichap 2 ini kamu suka yah heheee

: wah ternyata ada juga yang tertarik dengan cerita saya ini TvT, terimakasih nee , ini sudah lanjut semoga gak mengecewakan yah... U.U

: hem...ummmm... ini sudah lanjut tapi kalau kilat sepertinya tidak bisa soalnya lagi sibuk karna mau lebaran huhuhuuu seoga suka chap 2 ini yah, terimakasih

Uchiha Raven : hemehehee ini sudah lanjut, eheh ya ntr saya buat Shio menderita tenang saja. Terimakasih sudah baca

murazaki'aka : he...um... ya akhirnya bisa juga publis cerit aneh TvT. Ohya makasih ya akachan sdh mau kasih saran dan kritiknya saya sangat terbantu,saya sudah memperbaikinya di chap 2 ini, mudah-udahan tidak ada kesalahan lagi. Terimakasih yaaa eheheeh

Guest : hallo jugaa hehee, he..umm,. iya soalnya bl bisa updat cepat karna sibuk mau lebaranPsiapa yang nanyak:3. Ehehe iya emang typo berserakan karna waktu publis saya males ngecek lagi TvT, iya saya usahakan diedit, terimakasihya sudah baca dan salam kenal kembali

fachrunnisa a : huem... maaci ya faa udah mau baca dan ripiu nih cerita aneh aku, kau memag teman tebraikku , ehya masih anyak kesalahan TvT, tapi dichap 2 saya jamin gaada kesalahan, tapi gatau juga ya wkwkw, terimakasih fafaaa.

#maaf jika ada salah penulisan nama :D

yasudah sekian dulu dari saya, semoga dichap 2 ini makin banyak yang tertarik dengan cerita aneh ini ehehe. Maaf kalo chap 2 ini singkat karna bingung mau buat apa TvT

terima kasih banyak, dan

please review minna \=D/