He Is A Girl?!

Chapter 3

Desember 2012

Hampir 1 bulan exo tinggal bersama. Perlahan - lahan Baekhyun mulai merasa nyaman dengan kluarga baru nya. Mereka mulai saling mengenal satu sama lain dengan baik.

Selama mereka tinggal bersama, mereka di trainee secara bersama pula. Mereka melatih kekompakan, olahraga bersama, berlatih menyanyi, dance, memainkan alat musik, rapp bersama. Semua yang mereka lakukan benar - benar bersama.

" Hosh! Hosh! Berapa jauh lagi?! " Jongdae mengerang sambil memeang perut nya.

Jongdae, Baekhyun, Tao dan Chanyeol pagi ini jogging bersama. Mereka mengelilingi taman kota.

" Ayo kita istirahat, hosh. " Baekhyun memegangi dada nya. Dada Baekhyun di bebat dengan kain dan itu membuat nya merasa sesak nafas apa lagi saat berlari.

Mereka duduk di pinggir trotoar taman dengan wajah kelelahan, pengecualian untuk Tao, memang di antara mereka semua yang memiliki fisik paling kuat adalah Tao.

" Ini minum lah gege. " Tao menyodor kan 3 minuman kaleng.

" Terimakasih, panda. " Chanyeol mengambil nya lalu membagi kan ke Jongdae dan Baekhyun.

" Baekkie ge kau kenapa? " tanya Tao. By the way, karna Chanyeol sekarang semua orang memanggil Baekhyun dengan ' Baekkie ' dan karna Baekhyun sudah lelah untuk protes ia membiar kan nya. Lagipula nama itu juga terdengar manis.

" Dada ku hanya sedikit sakit, rasa nya sangat nyeri. "

" Dada yang mana nya? Kau seperti ibu menyusui saja. " Chanyeol tertawa. Baekhyun menghirau kan nya, ini bukan saat yang tepat untuk berdebat.

" Sangat sakit? Sini kulihat ge. " Tao mendekati Baekhyun.

" Tidak! Tidak usah, aku sudah baikan. Mungkin karna aku lari tidak stabil. " Baekhyun langsung berdiri, ia hirau kan rada sakit yang berdenyut di dada nya. Bisa gawat kalau Tao melihat dada nya.

" Hey lihat itu! TVXQ sunbae sangat keren ya! " Jongdae menunjuk TV yang di pasang di atas suatu mall.

" Hn. " Chanyeol bergumam setuju.

" Kapan kita bisa seperti itu? " Tao menatap nya dengan kagum.

" Tenang saja, suatu hari kita pasti bisa. " kata Chanyeol.

" Aku takut banyak yang membenci dan tidak menyukai kita gege. "

" Jangan pesimis, ZiTao! Semua boyband kluaran SM tidak ada yang tidak pernah berhasil. Kau lihat saja sunbae - sunbae kita. " Baekhyun tersenyum lalu mengacak rambut ZiTao.

Jongdae yang memperhatikan mereka dari tadi hanya tersenyum. Untung Jongdae memilih menjadi member boyband di banding menjadi artis solo. Sebelum nya Jongdae di tawar kan menjadi soloist. Memang menjadi soloist kelihatan nya lebih enak, mendapat kan penghasilan tanpa perlu di bagi dan tersorot sepenuh nya tapi menjadi bagian dalam sebuah grup rasa nya lebih enak, kau seperti hidup bersama kluarga mu.

.

.

.

Siang itu mereka berkumpul di ruang TV. Junmyeon akan mendata nama panggung mereka yang akan di berikan ke Jonghyun.

" Jun-maho apa nama panggung mu? "

" Jun-myeon, Tao. Bukan maho. Ku eja sekali lagi ya Jun-MYEON. " Junmyeon dengan sabar mengajari Tao cara mengucap kan namanya.

" Jun-mahao? "

" Myeon bukan mahao. "

" Jun-men? "

" Sudahlah. Sesuka mu saja mau memanggil ku apa yang penting jangan Junmaho. "

" Dui bu qi gege! Apa nama panggung mu? "

" Suho. Arti nya adalah malaikat. Bagaimana dengan mu? "

" Su-ho? Nama yang bagus ge. Tao saja tidak usah ribet - ribet. "

" Bagaimana dengan yang lain? " Junmyeon menatap wajah member nya satu persatu dengan senyum ala malaikat nya. Fyi, Junmyeon sangat rajin berkonsultasi dengan Leeteuk bagaimana cara menjadi leader yang baik. Pelajaran pertama adalah buat member mu senyaman mungkin tinggal dalam grup nya karna kau adalah pemegang tanggung jawab disini.

" Apa kau adik Siwon, hyung? " tanya Baekhyun.

" Tidak. Memang kenapa? "

" Wajah kalian sangat mirip! Bahkan dompet kalian juga tak kalah mirip nya. "

" Ye, kecuali badan nya. " Jongdae terkikik.

Satu lagi yang harus kalian tau, menjadi leader berati menjadi bahan bully-an nomor satu.

" Tidak apa ge, semua orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. " Junmyeon tersenyum penuh rasa terimakasih kepada Yixing.

" Aku, Baekhyun, Chanyeol, Luhan dan Sehun tetap memakai nama asli kita. " kata Xiumin.

" Aku Kai. Kai itu terdengar keren dalam bahasa Jepang. " Jongin menepuk dada nya bangga.

" Lay. Kelihatan nya nama itu cocok untuk ku. " Yixing tersenyum manis menampakan singel dimple nya. Tak heran jika Yixing dan Suho di pasangkan, mereka sangat cocok. Sama - sama seperti malaikat.

" Kris. " YiFan menjawab dengan -sok- cool.

Jongdae terkikik. " Kris? Jauh sekali! Bagaimana bisa YiFan menjadi Kris? Heol! "

" Sesuka ku dong. Lagi pula nama Kris itu keren. Kris Wu. " YiFan menggerakan tangan nya seperti seorang rapper.

" Aku masih bingung mau apa. " kata Kyungsoo.

" D.O saja bagaimana? Marga mu itu sangat unik. " saran Jongin.

" Hmm boleh juga, bagaimana Kyungsoo-ah? " tanya Junmyeon.

" Yasudah. D.O juga terdengar bagus. "

.

.

Jam menunjukan pukul 4 sore saat Sehun pulang dari sekolah.

" Hai hyungdul! " Sehun tersenyum aegyo saat memasuki dorm.

" Hai Sehun, bagaimana sekolah mu? " tanya Yixing perhatian.

" KYAAA! Sehunnie neomu neomu kyopta! " Baekhyun bertriak fangirling.

Fyi, Baekhyun sekarang sudah berani berbuat macam - macam kepada member nya.

" YiFan hyung kau sangat tampaaaaan! Aku sangat mencintai mu ! Aku ingin memacari mu! " jerit Baekhyun suatu hari saat YiFan bangun tidur. Oh Baek ingat saat ini kau adalah pria. YiFan yang nyawa nya belum terkumpul hanya memberikan bitch smirk -menurut Baekhyun sangat seksi-. Jongdae yang kebetulan lewat langsung melempar kaos kaki bekas Jongin ke muka YiFan. " Seringaian mu seperti om - om mesum. "

" Baik Xing hyung, Baek hyung juga imut kok. Aku mau mengganti baju dulu."

Di depan kamar Sehun berpapasan dengan Luhan. " Hai, Luhan hyung. "

Luhan hanya menatap datar Sehun lalu melengeos pergi.

Hati Sehun seperti di palu hingga retak di sana sini. Hyung, apa salah ku pada mu? Kenapa kau seperti itu hanya pada ku?

Saat dulu masih trainee, Luhan sangat baik kepada Sehun. Luhan selalu ada dimana pun Sehun membutuh kan nya. Apa lagi Sehun masih kecil dan suka merindukan rumah, Luhan selalu menyemangati nya dan memberi perhatian agar Sehun tidak sedih lagi. Luhan juga suka membelikan Sehun bubble tea. Saat Sehun putus asa, Sehun akan bercerita ke Luhan dan Luhan akan memeluk nya dengan sayang berkata " Kau pasti bisa Hunna! Kita pasti akan berdiri di atas panggung bersama! "

Sehun sangat merindukan Luhan-nya yang dulu. Entah apa yang merubah sikap Luhan. Kalau di pikir - pikir Luhan menjadi seperti ini saat ia di pasang kan dengan Sehun. Apa kau sangat membenci di couple kan dengan ku hyung?

Sehun memutus kan untuk tidur setelah mengganti baju nya. Perlahan ia terlelap ke dalam alam mimpi, siapa tau Sehun dapat memimpikan Luhan yang bersikap lembut dan sayang kepada nya lagi.

.

.

Tao mondar - mandir tidak jelas mengelilingi dorm mereka. Hari ini YiFan dan Junmyeon sedang ikut rapat bersama manager - manager mereka, Sehun dan Kai belum pulang sekolah, di dorm hanya ada Baekhyun, Chanyeol, Luhan, Minseok dan Tao, Luhan juga sedang tidur di kamar nya hal itu membuat Tao bingung harus mandi dengan siapa.

Tao memandangi Baekhyun dan Minseok bergantian yang sedang menonton TV. Jangan aku, jangan ajak aku! Batin Baekhyun was - was.

" Min gege , temani aku mandi. " Baekhyun menghela nafas lega.

" Oke, ayo kita mandi! "

Acara TV siang itu menampil kan video clip girlband - girlband, Baekhyun memperhatikan nya dengan serius. Hyorin menggoyang kan pinggul nya sambil menari seksi bersama Bora.

" Baekkie apa kau tertarik dengan salah satu di antara mereka sehingga seserius itu? " suara Chanyeol membuyar kan konsentrasi Baekhyun.

" Tentu saja tidak. " jawab Baekhyun jujur.

" Oh ya? Kalau begitu kita sama! " Chanyeol tersenyum lebar.

" Hah? "

" Ne, aku tertarik pada mu Baekkie-aaahhh. " Wajah Chanyeol mendekati wajah Baekhyun. Sontak Baekhyun mundur kaget, oh sial punggung Baekhyun menabrak sofa. Ia terperang kap sekarang. Ada apa dengan Chanyeol? Apa dia salah makan obat? Sementara Chanyeol makin mendekati nya, Baekhyun dapat merasakan tubuh nya bergetar.

Shit, mengapa Chanyeol sangat menyeram kan saat ini?

" Bagaimana dengan mu? Apa kau tertarik juga dengan ku ? " bisik Chanyeol dengan suara bass nya.

Baekhyun berusaha terlihat tidak takut kepada Chanyeol walaupun bahu nya masih bergetar, dengan berani Baekhyun balas menatap Chanyeol.

" Pfffftttt! BUAHAHAHAHAHAHAHA! " Chanyeol berguling di atas karpet sambil memegangi perut nya.

" Kau harus lihat wajah mu! Wajah mu itu seperti gadis perawan yang mau di perkosa! HAHAHAHAHA! Bahkan tubuh mu bergetar!" sialan kau Park babo Yeol.

Baekhyun menggeram kesal. Kau memancing emosi ratu Byun, Park Chanyeol dan kalau kau mau tahu pembalasan dari seorang Byun Baekhyun tidak akan membuat mu senang apa lagi yang menyangkut harga diri nya -untuk Baekhyun di perlakukan Chanyeol tadi termasuk merendah kan harga dirinya-.

" Oh ya? Aku juga tertarik pada mu. " Baekhyun merangkak dari tempat nya lalu duduk di atas perut Chanyeol yang masih tertidur di atas karpet.

" Aku tau kau berusaha membalas ku dan acting mu itu jelek. " Chanyeol terkekeh di bawah nya.
" Masa? Park Chanyeol-ahhh. " Baekhyun meniru cara Chanyeol mengucap kan nama nya lalu menundukan kepala nya dan mengendus leher Chanyeol.

" Asal kau tahu, aku sudah menyukai mu dari awal kita bertemu. " Baekhyun mengusap - ngusap kan wajah nya di dalam ceruk leher Chanyeol. " Tapi kau malah mengajak ku untuk berperang. " Baekhyun mengangkat kepala nya lalu cemberut imut.

" Lalu sekarang, kau masih tidak percaya dengan ku Yeolie? Kau sangat kejam. " Baekhyun mengeluar kan air mata buatan nya. Air mata itu membasahi pipi Baekhyun. " Aku hanya ingin kau melihat ku dengan cara yang lain. " dengan sayu Baekhyun menatap dalam mata Chanyeol.

Chanyeol melotot. Sialan, apa yang Baekhyun lakukan?! Chanyeol menelan ludah nya gugup. Di tambah saat Baekhyun memanggil nya ' Yeolie ' itu sangat terdengar menggoda. " Aku suka pada mu Yeollie. " Baekhyun mendekat kan bibir nya pada bibir Chanyeol.

Chanyeol memejamkan mata nya.
Semenit, dua menit tidak ada yang terjadi. Chanyeol membuka mata nya lagi.

" Sekarang, lebih hebat acting ku atau acting mu Yeolie? " Baekhyun menyeringai setan tepat di atas bibir Chanyeol.

Uh, brengsek kau Byun Baekhyun! Batin Chanyeol kesal. Ku bilang apa, pembalasan Byun Baekhyun tidak akan membuat mu senang.

" Hyungdul, a-pa yang kalian lakukan? " Sehun dan Jongin yang baru pulang sekolah melonggo kaget.

.

.

" Woah salju guys! Ayo kita bermain! " Jongdae berteriak setelah menyibakan jendela.

Salju menumpuk di halaman depan dorm mereka. Hari ini adalah tanggal 24. Berati natal kali ini akan menjadi White Christmas.

" Yey! Ayo kita turun! " Para member bergegas mengganti pakaian.

" Aku sudah siap! " Junmyeon kembali ke ruang tengah membawa camera polaroid.

" Untuk apa kau membawa camera? " tanya Kyungsoo.

" Foto dong, ini adalah natal pertama yang kita lewat kan bersama aku mau memfoto moment - moment kita terus sampai nanti. " yang lain hanya mengangguk tidak peduli.

Mereka semua turun lalu bergegas berlari ke luar apartemen dorm yang sudah tertutup salju.

" Yifan gege ayo buat boneka salju! " Tao menarik tangan Yifan.

" Kau buat saja sendiri, aku tunggu kalian dari sini. "

" Ayolah gege, ingat kita harus terlihat dekat di publik! "

" Jangan membawa - bawa otp, Tao. Tidak mempan aku tidak suka bermain salju. "

BRUK

Bola salju milik Sehun tepat mengenai wajah Kris.

" Aish! Oh Seh- "

BRUK

Kali ini giliran bola salju milik Yixing yang mengenai perut YiFan.

" Zhang Yixing! " Yixing hanya tersenyum manis memperlihat kan single dimple nya.

" Hehe, ayo kita main belum tentu setelah debut kita dapat bermain seperti ini lagi. "

" Ayo ge. " Tao menggandeng tangan YiFan ke tempat yang lain.

Tao dan YiFan membuat boneka salju bersama. Minseok sedang naik kereta luncur yang di tarik oleh Jongdae. Yixing, Chanyeol, Luhan, Sehun, Baekhyun, Kyungsoo dan Jongin membuat benteng - benteng dari salju untuk perang sementara Junmyeon sibuk mengambil foto dengan polaroid nya.

" SERANG! " triak Jongin. Team Jongin yang berisi Kyungsoo, Baekhyun, Yixing melawan team Luhan yang berisi Sehun dan Chanyeol .

BRUK BRUK BRUK

Bola - bola salju saling menghantam dari ke dua kubu. Mereka semua saling menertawakan satu sama lain. Sungguh, natal kali ini akan masuk ke dalam natal yang tidak akan pernah Baekhyun lupakan.

" Suho hyung ayo main! " Chanyeol mengambil polaroid Junmyeon lalu menarik nya ke medan perang.

Jongin, Sehun dan Baekhyun langsung menimbun Junmyeon dengan bola - bola slaju super besar yang mereka buat bersama hingga Junmyeon sudah hampir tidak kelihatan lagi.

" Say cheese! " Chanyeol menggambil foto Junmyeon yang tertimbun salju.

.

.

Baekhyun duduk di bawah pohon memperhatikan teman - teman nya sambil memeluk ke dua lutut nya di perut, ia sudah kelelahan. Baekhyun membenci dingin tapi ia juga suka main salju.
Baekhyun memperhatikan Chanyeol yang sekarang ikut membuat boneka salju bersama Tao dan YiFan, Baekhyun mengusap wajah nya stress. Member - member nya pasti sekarang berpikir macam - macam. Terutama Jongin dan Sehun yang saat itu melihat langsung di TKP. Baekhyun yang menindih Chanyeol dan bibir mereka hampir bersentuhan plus bekas air mata -buatan- di pipi Baekhyun.

Setelah Jongin dan Sehun datang, tak lama kemudian Junmyeon dan YiFan juga pulang. Karna sangking kaget nya Baekhyun dan Chanyeol belum sempat merubah posisi mereka. Ekspresi yang YiFan dan Junmyeon kluarkan kurang lebih sama dengan Jongin dan Sehun.

" Oh my Jesus. " bisik YiFan.

" Aku sudah menebak kalian ada apa - apa nya. " kata Sehun santai.

" TIDAK! " jerit Baekhyun dan Chanyeol menggelegar.

Setelah kejadian itu Baekhyun dan Chanyeol mendadak tuli saat member lain mulai memancing berbicara ke topik itu. Baekhyun dan Chanyeol juga bersikap biasa, seolah hal itu tidsk pernah terjadi.

Baekhyun terlonjak kaget saat sebuah kaleng hangat menempel di pipi nya. " Hey. "

" Apa mau mu yoda? "

" Galak sekali, sedang PMS ya? Jangan duduk di bawah pohon seperti ini kau menyeramkan. Seperti hantu penunggu pohon. "

" Jangan mulai telinga gajah. "

" Hehe, ini untuk mu. " Chanyeol memberikan kaleng susu hangat kepada Baekhyun.

" Susu? "

" Biar kau tinggi Baekkie. " Chanyeol mengakhiri kalimat nya dengan nada memanggil anak kecil yang sangat menyebal kan.

" Sudahlah, ngapain kau kesini? "

" Tak tahu. Sepi kalau tidak bersama dengan mu. "

" Wah kau menyukai ku ya? "

" Iya Baek-ah. " Chanyeol mendekat kan wajah nya ke wajah Baekhyun. Mereka saling menatap satu sama lain dalam diam.

" HUAHAHAHAHAHA! " Mereka berdua tertawa sampai bergulingan di atas salju. Entah apa yang mereka tertawakan tapi rasanya seperti dejavu.

.

.

Jongin memandang sekeliling nya iri. Tao dan YiFan sedang membuat malaikat salju bersama. Minseok memakai kan syal ke leher Jongdae. Junmyeon dan Yixing melihat hasil foto. Baekhyun dan Chanyeol juga cepat sekali akrab walaupun sering berantam itulah yang membuat mereka akrab.

Jongin sangat iri. Semua nya sangat mudah membangun hubungan dengan partner otp nya, selain Sehun tentu nya . Sebagai teman curhat Sehun, tentu Jongin mengetahui semua nya.

Kyungsoo nya sangat sulit di dekati. Kyungsoo memang tidak terlihat menghindar seperti yang Luhan lakukan kepada Sehun. Jongin juga sering kok berdekatan bersama Kyungsoo, hanya saja Kyungsoo sangat cuek. Kyungsoo tidak pernah mengajak Jogin berbicara, saat Jongin mengajak berbicara paling hanya di jawab dengan jawaban - jawaban singkat, kalau Jongin melakukan sesuatu Kyungsoo hanya merespon acuh.

Ah, Jongin kan juga ingin seperti yang lain.

" Hey, hyung. " sapa Jongin. Kyungsoo menggigil memeluk perut nya sendiri.

" Dingin ya? Ayo kita naik. "

" Tidak, sebentar lagi. " tuh kan, Kyungsoo seolah tidak niat menanggapi nya sama sekali.

" Yasudah kalau itu mau mu, mau ku peluk tidak hyung? Biar tidka terlalu dingin. "

Kyungsoo menatap Jongin dengan ekspresi khas nya. O.O .

" Astaga! Maaf kan aku hyung! Apa yang aku lakukan? " Jongin menutup wajah nya dengan tangan. Jongin sangat malu, bagaimana ia bisa seperti itu? Walaupun wajah Jongin seperti siswa mesum tapi sebenar nya Jongin sama saja dengan magnae yang lain. Jongin sangat pemalu.

" Jangan aneh - aneh, Jongin. " Kyungsoo melengos meninggal kan Jongin yang masih merutuki diri nya. Jongin cemberut lalu mengikuti Kyungsoo.

.

.

" Aku ingin, semua moment yang kita lakukan bersama di abadi kan. " kata Junmyeon saat melihat hasil foto - foto nya bersama Yixing.

" Kelihatan nya kau sangat menyayangi mereka ya? "

" Tentu saja, mereka adalah kluarga ku sekarang. "

Drrrrt drrrrrt

Ponsel Yixing bergetar, " Ni hao? " Yixing tersenyum saat mengangkat nya.

" Ya, aku juga merindukan mu, sayang. " siapa itu? Junmyeon menajam kan pendengaran nya. Mengapa pakai sayang - sayang segala?

" Wo ye ai ni. " ai ni? Mungkin ibu atau kluarga nya yang lain, Junmyeon menepis segala pikiran - pikiran negatif.

Yixing berjalan menjauhi Junmyeon seraya menelfon. Yixing tertawa - tawa, terlihat sangat bahagia.

Drrrt drrrrt

Kali ini ponsel Junmyeon yang bergetar. " Hallo? Appa? "

Junmyeon mencelos. Appa nya menelfon dan berarti sesuatu akan terjadi. Appa Junmyeon adalah seorang profesor terkenal jadi tak heran ia sangat sibuk.

" Maaf, aku tak bisa pulang. Aku melewat kan natal bersama member - member ku. "

" Tidak appa, aku tidak bisa. Ini lah mimpi ku. " suara Junmyeon mulai meninggi.

" Tidak. Keputusan ku sudah bulat. Apa pun yang terjadi aku akan tetap menjalani nya. " Junmyeon tidak menyadari Yixing sudah kembali, Junmyeon meremas ponsel nya menahan emosi. " Maaf kan aku, kalau appa hanya meminta ku untuk kembali atau berenti jawaban ku tetap sama. Selamat sore. " Junmyeon menutup telfon nya.

" Apa yang terjadi? Siapa yang menelfon mu? "

" Tidak apa. Siapa yang menelfon mu tadi? Tadi itu appa ku. "

" Pacar ku, ge. "

APA? PACAR? Bagaimana selama ini Junmyeon tidak mengetahui Yixing mempunyai pacar?

Junmyeon merasa tidak rela. Jujur, Junmyeon paling menyayangi Yixing di antara semua member nya. Waktu 1 bulan membuat Junmyeon mulai dekat dengan semua member nya terutama dengan Yixing. Mendengar bahwa orang yang di sayangi nya telah di miliki orang lain membuat Junmyeon merasa kan perasaan aneh di dalam diri nya. Junmyeon sendiri juga tidak mengerti perasaan apaan itu yang jelas terasa tidak enak, seperti saat mendengar kalau sahabat dekat mu memiliki seorang kekasih. Tapi apa benar perasaan Junmyeon seperti itu?

TBC

Review ya! Makasih semuaa! Pada bilang ini mirip He's Beautiful ya? Sori, tapi gue bahkan baru tau itu drama setelah kalian bilang. Sori ya kalo sama, mungkin ga sengaja :D