He Is A Girl ?!

Chapter 5

" Woah, indah sekali! " seru Minseok, mereka sudah berdiri di tenda masing - masing setelah memberes kan barang.

Van exo sampai sekitar jam 7 pagi. Tempat camp mereka terletak di pinggir hutan. Di sebrang nya terdapat danau beku yang membentang luas. 3 tenda berwarna kuning neon sudah terpasang di tengah lapangan pinggir hutan.

" Good morning boys! My name is Ryan Kim! Saya akan menjadi mentor kalian selama kalian disini. " seorang laki - laki bertubuh tegap berdiri di depan mereka. Mata Ryan berwarna biru langit, rambut nya bruntte, umur nya sekitar 33 tahun.

" So, c'mon we begin your activities today! Lepas mantel kalian, kita akan mengelilingi hutan ini sebanyak 10x ! " Ryan meniup pluit nya lalu tersenyum lebar.

Setan. Orang ini sinting atau apa? Jogging di tengah hutan yang di selimuti salju begini sebanyak 10x? Luas hutan ini bahkan bisa se-luas hutan terlarang di film Harry Potter. Seberapa besar sih kekayaan SM sampai bisa membeli tempat camp sebesar ini?

Hari ini akan menjadi hari yang panjang untuk Baekhyun.

.

.

" Hosh! Hosh! " Jongdae memegangi perut nya. Keringat mengucuri sekujur badan semua orang.

Baekhyun akui tempat ini memang memukau, seumur - umur baru pertama kali Baekhyun pergi ke alam bebas seperti ini.

Di blakang Baekhyun, Jongin mendumal terus - menerus. " Berapa putaran lagi sih? "

" Masih setengah lagi Jongin! Jangan malas! " bentak Ryan dari depan, langsung membuat Jongin ciut.

Setengah lagi?! Bahkan sekarang rasa nya kaki Baekhyun sudah hampir remuk.

Nyut

Baekhyun meringis memeganggi dada nya. Jogging di tengah salju seperti ini di tambah bebatan di dada Baekhyun benar - benar membuat setiap tarikan nafas terasa perih di paru - paru nya.
Baekhyun menarik nafas nya panjang berusaha menghirau kan rasa perih itu, tapi yang terjadi malah semakin perih.

Sesak. Semua nya seperti berputar - putar di mata Baekhyun.

" Baek, kau baik - baik saja? " Yixing melambai kan tangan nya di depan Baekhyun.

" Uh, apa? " Baekhyun memegangi dada nya.

" Dada mu sakit? Ada apa? Kau punya penyakit yang berhubungan dengan pernafasan? "

Semua member mengerubungi Baekhyun , menatap nya cemas. " Tidak. Aku tak apa. "

YiFan memapah Baekhyun. " Ayo, ku bantu kau berjalan. "

" Aku bisa sendiri, hyung. " tolak Baekhyun.

" Tidak. Aku leader nya dan kau adalah tanggung jawab ku. " Baekhyun hanya terdiam mengikuti YiFan.

" Jangan sungkan pada kami Baek, kita adalah kluarga sekarang. " Minseok tersenyum menepuk punggung Baekhyun.

Setelah selesai jogging, kini mereka berdiri di pinggir danau. Tinggal Tao yang terlihat masih bertenaga - karna memang dari dasar nya fisik Tao lah yang paling kuat di antara mereka ber12 - ." Aku akan benar - benar, berpura - pura sakit sampai mereka menyuruh kita untuk berenang. " kata Jongin.

" Disini sudah tersedia sepatu skate untuk kalian masing - masing. Tugas kalian adalah mengambil bendera yang tersebar di penjuru danau. Di masing - masing bendera ada nama kalian dan kalian harus berhasil mengumpul kan dalam waktu 15 menit. Disini adalah ujian kerja sama dan kepedulian team kalian. " Ryan menunjuk 12 sepatu skate sementara dia sendiri sudah memakai nya.

" Gampang. Tinggal lari mengambil bendera. " bisik Jongdae pelan tapi ternyata masih bisa di dengar.

Ryan mendelik ke arah Jongdae. " Jangan menyepelekan, Jongdae. "

" Sekarang pakai sepatu kalian semua! "

" Kau oke, Baek? YiFan bilang dada mu sakit saat jogging? " Jonghyun menghampiri Baekhyun.

" Ya, aku baik. "

" Kau tidak usah mengikuti nya kalau dada mu masih sakit. "

" Tidak, aku akan ikut. "

Jonghyun terdiam sejenak. " Tenanglah, aku akan baik - baik saja. " Baekhyun tersenyum mantab.

" Oke, semua nya teserah kau. Berhati - hati lah. " Jonghyun menepuk kepala Baekhyun memberikan semangat.

" Siap? MULAI! " Ryan meniup pluit nya. Baekhyun bergegas berlari ke atas danau.

BRUK

Shit. Ini sangat licin. Alas sepatu skate mereka ternyata sudah di beri minyak.

Baekhyun menarik tubuh nya untuk berdiri tapi jatuh lagi. Siaaaal, bagaimana ini? Ryan menyeringai dari pinggir danau.

Sarung tangan bergambar pikachu terlurur di depan Baekhyun. Baekhyun mengerut kan alis nya, hell siapa yang memakai sarung tangan seperti ini? " Ayo, hyung. " Jongin nyengir.

Baekhyun meraih tangan Jongin. " Gomawo, Jong-ah. "

" Ini ku curi dari laci YiFan hyung, tak ku sangka dia memiliki sarung tangan cute seperti ini. " kata Jongin seolah dapat membaca pikiran Baekhyun.

Baekhyun bergegas berlari, bendera - bendera berwarna merah menyebar luas. Mampus. Bagaimana cara mencari nya ? Jika di hitung mungkin ada 300 bendera disini. Malah warna nya sama semua pula.

Baekhyun berlari menyusuri deret - deret bendera. Ah ini bukan, ini juga bukan, batin Baekhyun pusing mencari nama nya sendiri. Was - was, Baekhyun berputar - putar mencari nama nya.

' Byun Baekhyun ' bendera kecil berwarna merah terpasang tegaj sekitar 10 langkah dari tempat Baekhyun berdiri. Itu dia! Baekhyun menemukan nya.

Baekhyun melirik kiri - kanan nya, mengambil ancang - ancang untuk lari. Jongin, YiFan, Luhan dan Minseok terlihat sudah mendapat kan bendera nya sementara yang lain masih berputar - putar.

Dapat! Bendera kecil bewarna merah sudah ada dalam gengangman Baekyun.

5 menit lagi sampai waktu habis. Jongdae, Sehun, Junmyeon dan Yixing sudah mendapat kan bendera masing - masing.

' Park Chanyeol ' bendera merah ekcil berkibar persis di blakang Chanyeol. Si bodoh itu, mata besar mu melihat kemana sih?

" Bendera nya di blakang kau bodoh, Chanyeol! " Baekhyun bertriak.

" Apa? " Chanyeol celingukan. Benar - benar idiot. " Bendera nya di blakang mu pabo! " Baekhyun bergegas berlari ke arah Chanyeol. Sekarang waktu tersisa 2 menit lagi.

" Awas Baek! " jerit Kyungsoo dari ujung.

Karna tergesa - gesa, Baekhyun tersandung deretan bendera. Baekhyun sudah bersiap menutup mata nya, merasa kan dingin nya es saat mengenai tubuh nya sampai sesuatu lembut dan basah mengenai bibir Baekhyun.

Rasa nya sangat hangat , benar - benar hangat sampai Baekhyun melupakan bendera kecil bertulis kan ' Park Chanyeol ' yang sudah berada di dalam gengangman nya.

Baekhyun dan Chanyeol masih tetap dalam posisi nya sampai suara pulit Ryan menyandar kan mereka. " PRITTTTT! Waktu habis! "

Baekhyun melongo kaget saat membuka mata nya. Bibir nya dan bibir Chanyeol menempel. Baekhyun ulangi, bibir suci nya ternodai oleh bibir si kuping lebar. Bagaimana Baekhyun tidak sadar benda lembut, hangat dan manis yang ia rasa kan dari tadi adalah bibir Chanyeol?!

" KYAAAAA! " jerit Baekhyun dan Chanyeol bersamaan.

Baekhyun memegangi bibir nya. " Apa yang kau lakukan?! Mengapa kau mencium ku?! "

" Kau mulai duluan menindih ku lalu mencium ku! " Chanyeol menyilang kan kedua tangan nya di depan dada seperti gadis perawan yang terkena pelecehan seksual.

" Aku tidak seperti itu! Aku sedang mengambil bendera mu! "

" Tapi kau menindih ku lalu mencium ku! "

" Berhenti berkata aku menindih lalu mencium mu, kesan nya seperti aku memperkosa mu! "

" Memang iya! "

" Yaa! Baekhyun ! Chanyeol! Berhenti! " triak Yifan mengintrupsi.

" Hyung dia mencium ku duluan! " bela Chanyeol.

" Mana ku tau ternyata itu bibir mu! "

" Ohhh! Bagaimana rasa nya ? Sangat enak ya? Kelihatan nya kau sangat menikmati bibr ku tadi? " Chanyeol menaik turun kan alis nya.

" Ya! Lupakan ciuman tadi! Kita tidak menyelesai kan tantangan kali ini tahu! Bendera nya hanya terkumpul 11! "

Eh? 11? Baekhyun mengangkat tangan nya, sontak semua orang mengalih kan tatapan nya kepada Bendera merah kecil di gengangman Baekhyun. " Kau mendapat kan nya! " jerit Junmyeon senang.

.

.

.

.

" PRITTTT ! "

Waktu menunjukan pukul 10 malam. Mereka semua berkumpul di pinggir hutan. Sinar bulan menyirami hutan yang benar - benar gelap tanpa cahaya sedikit pun.

" Berkumpulah sesuai kelompok tenda. Di dalam hutan ini tersembunyi surat yang berisi kata - kata. Jika di gabung kan kata - kata itu akan menjadi kalimat. Kami akan memberi kalian masing - masing 1 senter dan 1 peta tiap kelompok. "

" Apa?! Di hutan seluas dan segelap ini?! Aku tidak mau! " jerit Tao.

" Tao, tidak ada hantu disini. " kata Ryan.

" Aku tidak bilang disini ada hantu. " Tao cemberut.

" Sudahlah, sekarang ayo mulai!- "

Jongdae mengintrupsi Ryan. " Aku dengar dari sunbae - sunbae kita gosip nya disini ada hantu penunggu berwujud anak kecil yang wajah nya seputih tembok. " Seluruh member diam memperhatikan Jongdae dengan seksama.

" Bohong kau kotak. " kata Sehun dengan wajah datar.

Jongdae hanya mengangkat bahu nya tidak peduli. " Ya teserah kalian, kalian bisa tanya sunbaedul saat kita pulang. Gosip nya kalau kita berjalan dengan berbaris, hantu itu akan berada di barisan paling blakang. "

" Lalu saat orang yang berada di barisan paling blakang membalikan badan, hantu itu akan memegang tangan mu lalu terus menempel pada mu selama nya. " Jongin melanjut kan cerita Jongdae dengan nada yang di buat seram.

Sekarang suasana benar - benar hening. Ryan mencibir bosan. " Tidak ada apa - apa disana!"

Chanyeol mengendap - endap di blakang Tao lalu berjongkok dan mencengkram betis Tao dengan kuku nya. " KYAAAAAAA! " jeritan Tao di iringi tawa Jongin, Chanyeol dan Jongdae.

" Kubunuh kau Chanyeol ! " Tao menjambak rambut Chanyeol.

" YA! Berhenti bermain - main! Sekarang masuk dan cari surat - surat itu! " triak Ryan menggelegar.

.

.

Chanyeol berjalan paling depan memegang senter, sementara di sebelah nya Sehun membawa peta. Di dalam hutan bahkan lebih gelap dari kelihatan nya. Semua nya tertutup oleh bayangan pohon.

Huh, apa benar Ini adalah camp pelatihan artis? Kenapa rasanya malah seperti di latih untuk team penyelamat benca alam?

" Hyung, takut ya? Dari tadi menempel di blakang ku terus? " kata Baekhyun kepada Luhan yang sejak masuk ke dalam hutan terus mengekori nya. Padahal dari segi badan juga sudah kelihatan Baekhyun lebih kecil.

" Apa kau bilang? Aku tidak percaya hantu! Aku ini manly! "

" Manly ya? Ku dengar hantu nya suka namja manly loh. " kata Chanyeol.

" Kau, Jongdae dan Jongin hanya bersengkongkol mengerjai kami, kau pikir aku tidak tahu kalian ngarang?! "

" Hei, tidak boleh triak - triak di tempat seperti ini. " kata Sehun.

" Tutup mulut, kau jangan ikut - ikutan juga! "

SREK

Bunyi seseorang menginjak kayu di blakang mereka. Luhan, Chanyeol dan Baekhyun langsung tegang, Sehun yang memang dasar nya tidak takut apa - apa masih terlihat santai - santai saja.

" By the way, hyung kau yang berada di barisan paling blakang sekarang. " kata Sehun kalem.

" KYAAAAAAA! " jerit Luhan, membuat mereka semua menutup telinga.

.

" Kau yakin kita tidak nyasar? " tanya Kyungsoo was - was.

Pasal nya, mereka sudah hampir satu jam berkeliling di dalam hutan dan belum menemukan apa - apa padahal mereka sudah mengikuti sesuai petunjuk peta.

" Yakin. Paling sebentar lagi sampai, disini di gambar surat nya terletak di atas batu yang ada di sungai. " jawab YiFan.

Kyungsoo mengambil peta dari tangan YiFan. " Bagaimana kita mencari sungai nya kalau sungai itu saja beku ? "

" Ikuti saja peta nya nanti juga ketemu, aduh Tao jangan memeluk lengan ku terus. Jalan nya susah! " sejak masuk hutan, Tao tidak mau melepas kan pelukan nya dari lengan YiFan.

Jongin terkikik. " Diam kau khamjong, ini semua karna mu! " bentak YiFan.

" Kok aku?! "

Sinar senter yang di pegang oleh Jongin mendadak mati. " KYAAA! Jangan bercanda lagi hitam atau setelah ini aku bersumpah akan melempar mu ke pedalaman Amazon! "

" Yaaa! Sumpah senter nya tidak ku mati kan! "

" Batrai nya habis?! Bagaimana bisa?! Aish! " Kyungsoo mengacak rambut nya frustasi.

" Everybody calm down! "

" Jangan sok inggris, hyung. "

" Diam Jongin. " Kyungsoo menjewer Jongin.

" Kita berjalan pelan - pelan, oke? Tetap bersama jangan ada yang terpisah. Gandeng satu sama lain! " YiFan mengeluar kan ponsel nya lalu menyala kan flash.

" Jongin, kau dimana? Sangat gelap sampai kau tidak kelihatan. "

" Aku tidak sehitam itu juga! Lagi pula ini tan, seksi! "

.

.

" Hyung, orangtua mu itu profesor kan? " Jongdae memegang senter, menyinari Junmyeon yang sedang membaca peta.

Di antara semua kelompok, seperti nya hanya kelompok ini lah yang terlihat paling tenang.

" Ya, kenapa memang? "

" Kenapa kau tidak jadi dokter atau profesor seperti appa mu? " tanya Minseok.

" Bukan cita - cita ku. Sejak kecil aku memang mencintai dunia hiburan, entah apa pun itu. Akting, bernyanyi, menari semua nya walaupun suara dan tarian ku tidak sebagus vocal line dan dancing line, aku akan berusaha menjadi yang terbaik. "

Jongdae dan Minseok terdiam sebentar. " Mereka memperboleh kan mu? "

" Ya, tidak sih sebenar nya. "

" Maaf, hyung. "

" Tidak apa - apa, Jongdae. Aku berjanji pada diri ku sendiri, aku akan sukses melalui jalan ku dan membuat mereka bangga. "

Yixing tersenyum menatap Junmyeon. " Kau pasti bisa. Ku pegang janji mu. " dan Junmyeon menambah kan dalam hati kalau ia juga akan membuat Yixing bangga.

" Hei, itu surat nya! " Minseok munjuk amplop berwarna putih yang di sangkut kan di salah satu dahan pohon di depan mereka.

Mereka bergegas menghampiri pohon tersebut. Dahan yang di sangkuti surat lumayan tinggi. Sementara di antara mereka ber4 semua nya pendek - pendek. " Bagaimana ini? "

" Biar aku memanjat pohon nya. " usul Yixing.

" Jangan, berbahaya. Dahan - dahan pohon nya tidak sekuat itu untuk di panjat. " larang Minseok.

Yixing tersenyum mantab. Astaga singel dimpel nya itu membuat Junmyeon gemas, ingin sekali mencium nya. " Aku bisa, kalian jaga aku di bawah. "

Yixing mulai memanjat pohon nya. Dari bawah Jongdae menyinari dahan - dahan yang menjadi pinjakan Yixing.

" Hati - hati, Lay! " seru Minseok dari bawah. Yixing mengulur kan tangan kiri nya untuk mengambil surat sementara tangan kanan nya perpegang pada batang pohon.

" Gelap, aku tidak bisa melihat! "

Jongdae mengarah kan cahaya senter sesuai dengan pergerakan Yixing. " Awas! "

BRUGH

" Aduh. " Junmyeon membuka mata nya. Tubuh Yixing persis berada di atas nya. Beberapa dahan pohon berjatuhan di sekeliling mereka. Junmyeon seolah tersedot ke dalam persona tatapan kedua bola coklat, Yixing di atas nya.

" Aku mendapat kan surat nya. " Yixing mengacung kan amplop putih di balik tubuh nya, tanpa menyadari perasaan Junmyeon yang sudah tidak karuan.

.

.

Akhir nya semua kelompok sudah berkumpul kembali. Udara semakin dingin, mereka semua berkumpul membuat lingkaran mengelilingi api unggung yang sudah di buat oleh Jonghyun dan Daniel.

Baekhyun mengerat kan mantel nya. Nafas nya kini sudah menghasil kan uap sangking dingin nya, di sebelah nya Tao dan Jongin sudah menguap berkali - kali sangking ngantuk nya.

" Bisa kah di percepat? Aku sudah sangat ngantuk, di tambah sangat dingin disini. " Tao menyender kan kepala nya di bahu Kyungsoo.

" Kalian bisa buka amplop nya sekarang. " kata Ryan.

Baekhyun, YiFan dan Junmyeon membawa amplop masing - masing ke tengah lapangan.

YiFan membuka amplop nya. " We. "

" Are. " sambung Junmyeon membaca surat nya.

" One. "

" We are one? " ulang YiFan.

" Yap! Benar! Kalian sudah berhasil menyelesai kan tantangan hari ini dengan baik! " Ryan bertepuk tangan. Member yang lain ikut bertepuk tangan dan bersorak senang. Memang sangat lelah hari ini tapi mereka semua merasa sangat senang.

Baekhyun ikut bersorak bahagia. Dalam hati Baekhyun berdoa semoga exo bisa terus seperti ini.

.

.

" Bisakah kau diam? " Luhan akhir nya geram juga, mendengar Baekhyun yang menggigil ke dinginan.

Di luar angin berhembus kencang menerpa tenda mereka. Waktu menunjukan pukul 3 pagi dan Baekhyun belum bisa tertidur sama sekali, padahal mata Baekhyun sudah sangat berat menahan kantuk. Hari ini benar - benar menguras seluruh tenaga nya habis. Baekhyun memeluk tubuh nya sendiri di dalam kantung tidur, jika untuk yang lain kantung tidur dan 2 lapis mantel sudah cukup hangat, untuk Baekhyun memakai kantung tidur dan mantel berlapis - lapis rasanya masih seperti memakai selimut satu lembar.

" D-dinginhhh. " bisik Baekhyun.

" Lalu apa yang bisa kita lakukan? " balas Luhan. Baekhyun hanya merengek, tidak menjawab.

" Ada apa? " suara - suara yang di timbulkan Luhan dan Baekhyun membuat Chanyeol terbangun.

" Baekhyun kedinginan. " jawab Luhan.

Chanyeol melirik gundukan kecil di antara Luhan dan diri nya. " Kau oke, Baek? " kedua tangan Chanyeol meraih pipi Baekhyun. Chanyeol tau, Baekhyun sangat lemah terhadap cuaca dingin.

Baekhyun mengangkat tangan nya dan menempel kan di tangan Chanyeol yang masih memegang kedua pipi nya. Mata sendu Baekhyun menatap Chanyeol. " Ding-inh. "

Luhan menatap Chanyeol dan Baekhyun malas lalu mengalih kan tatapan nya ke wajah Sehun yang tertidur lelap di samping nya. Sebenar nya, Luhan juga merasa ke dinginan tapi ego besar nya mengalah kan saat melihat keadaan Baekhyun.

" Ap-pah yangh k-kau lakukan? " sangking dingin nya mata Baekhyun sampai berair. Chanyeol membuka pakaian nya menyisakan masing - masing satu kapis kaos dan jaket lalu masuk ke dalam kantung tidur Baekhyun.

" Menghangat kan mu tentu saja. "

" Tidak us-ah. " Baekhyun mencoba mendorong Chanyeol pelan. Oke, Baekhyun tidak pernah tidur bersama laki - laki sedekat ini kecuali dengan ayah dan kakak laki - laki nya. Di tambah ' kecelakaan ' tadi membuat Baekhyun entah mengapa merasa gugup berada sedekat ini dengan Chanyeol.

" Tidak usah banyak protes. " Chanyeol meraih Baekhyun ke dalam dekapan nya, menyalur kan kehangatan suhu tubuh nya.

Baekhyun terdiam. Dekapan Chanyeol slalu terasa hangat dan nyaman bahkan di dalam cuaca sedingin ini pun.

Merasa sudah tidak ada pergerakan dari Baekhyun, Chanyeol menyaman kan posisi tidur mereka. " Tidur lah. "

Tersenyum tipis, Baekhyun balas memeluk Chanyeol lalu menenggelam kan wajah nya di dada nya . " Terimakasih. " bisik nya sebelum terlelap. Mungkin setelah ini, Baekhyun harus membiasa kan banyak hal lagi dengan member - member nya.

Chanyeol mengelus kepala Baekhyun sayang. " Kau terlihat sangat melindungi nya. " Luhan memincing kan mata.

" Oh yaampun hyung! Aku baru sadar kau belum tidur! "

" Terus saja bermesraan dan lupakan aku. "

" Eih, dia sahabat ku hyung. Tentu saja aku ingin melindung nya walaupun kadang kami bertengkar. Kenapa hyung tidak tidur? "

Luhan terdiam. Alangkah enak nya kalau Luhan juga memiliki hubungan seperti Chanyeol dan Baekhyun, batin Luhan iri.

" Hehe, kedinginan juga ya? "

" Tidak. Aku ini manly, cuaca seperti ini tidak ada apa - apa nya. "

Chanyeol terkikik geli." Kau bisa membangun kan Sehun dan meminta nya melakukan hal yang sama seperti aku dan Baekhyun. Hangat loh di banding tidur sendiri. "

Luhan mendengus kesal. " Tidak akan! "

" Apa yang terjadi dengan kalian? Dulu saat masih trainee kau kan dekat sekali dengan Sehun? " Luhan terdiam. " Lebih baik kau tidur juga, hyung dan pikir kan lah lagi, Sehun sangat itu sangat menyayangi mu. "

Chanyeol membalikan tubuh nya memunggungi Luhan menuju alam mimpi, meninggal kan Luhan yang terdiam dengan seribu perasaan di dalam hati nya.

" Aku sendiri juga tidak mengerti mengapa bisa seperti ini. " bisik Luhan lirih.

Akhir nya Luhan memutus kan untuk tidur sampai ada sepasang lengan dengan kehangatan yang sudah lama hilang kembali memeluk nya. " Setidak nya biarkan aku menghangat kan mu juga, hyung. " bisik Sehun.

" Lepaskan aku bodoh! " Luhan berusaha menyentak kan lengan Sehun yang melingkari pinggang nya.

Tidak ada suara yang menjawab. Hanya ada nafas hangat Sehun yang menerpa leher blakang Luhan.

Luhan membalikan tubuh nya dan mendapati Sehun sudah terlelap. Luhan memandangi wajah Sehun, kesal. Sebenar nya Luhan juga tidak mengerti mengapa ia menjadi seperti ini terhadap Sehun. Membenci nya? Tidak. Awal nya hubungan mereka sangat dekat hingga mereka di jadi kan couple, Luhan tidak nyaman di couple - couple kan seperti itu, lalu entah mengapa setiap Luhan melihat wajah Sehun itu membuat nya kesal. Padahal kalau di pikir - pikir juga bukan salah Sehun.

Setelah berperang batin, akhir nya Luhan memutus kan untuk tidak mempeduli kan Sehun. Luhan tertidur tidak lama bersama dengan ke hangatan pelukan Sehun.

.

.

Waktu berlalu dengan cepat, tidak terasa kini sudah memasuki bulan Februari. Setelah camp pelatihan itu, hubungan mereka semua semakin dekat. Baekhyun merasa sangat nyaman dengan ke11 member nya yang lain. Mereka juga sudah mulai merilis singel prolog dan memposting foto - foto di dunia maya.

Hingga suatu hari, Baekhyun tau hari ini akan datang tapi tetap saja Baekhyun merasa sedih dan tidak rela.

Suatu siang di awal Februari, Daniel datang membawa kabar buruk - bagi beberapa member -. " Mulai besok, member exo - m akan pindah ke Cina. "

" Secepat itu? Tidak bisa kah mereka tetap bersama kami? " tanya Sehun sedih.

" Tidak bisa, huna. Sejak awal kan sudah kami beritahu. "

Baekhyun benar - benar tidak rela exo di pecah menjadi seperti ini. " Jangan sedih seperti itu, kita pasti bertemu lagi kok. " YiFan membaca raut wajah member - member nya.

" Bereskan barang kalian, pesawat akan flight jam 11 pagi. " Daniel menutup pintu dorm mereka.

.

.

Makan malam, malam ini benar - benar sangat sunyi. Tidak ada percakapan ramai seperti biasa nya. Semua nya makan dalam diam, berperang dengan pikiran masing - masing.

Sampai akhir nya Sehun memutus kan untuk kembali ke kamar. " Makanan mu belum habis. " kata Minseok.

" Aku sudah tidak nafsu. " Sehun beranjak dari meja makan menuju kamar nya.

" Aku juga tidak. " kalau Sehun atau member lain yang sepert itu masih bisa di wajar kan, tapi ini Junmyeon. Leader mereka yang sangat menjaga image leader nya itu!

Semua nya melongo memandang Junmyeon yang pergi meninggal kan meja makan ke kamar nya.

" Aku akan menyusul mereka. " Minseok mengambil piring Sehun dan Junmyeon.

YiFan menahan tangan Minseok. " Jangan, ge. Biarkan saja. Luhan ge, sebaik nya kau bicara dengan Sehun. "

" Kenapa aku?! " protes Luhan.

" Han ge, sudahlah sekali ini saja. Kita semua juga tau tentang hubungan mu dan Sehun. " semua nya menengok ke arah Jongin. Tidak percaya Jongin akan berkata seperti itu, biasa nya kalah ada masalah dengan Sehun, Jongin malah mengejek nya.

" Jangan menatap ku seperti itu, gini - gini Sehun juga sahabat ku. "

" Tidak mau. Terserah kalian menganggap aku dan Sehun memiliki hubungan seperti apa, aku tidak ingin berurusan dengan nya. " Luhan meninggal kan meja makan, menyambar mantel nya lalu kluar dari dorm mereka.

YiFan memijat pelipis nya pusing. Mengapa jadi seperti ini semua nya? Di tambah Junmyeon juga ikut - ikutan ngambek dengan alasan tidak jelas. Sebenar nya, YiFan juga tidak mau exo di pecah seperti ini. Yah, walaupun tetap satu tapi YiFan lebih suka exo melakukan semua nya bersama.

.

.

Junmyeon menutup kepala nya dengan bantal. Di sebrang tempat tidur ada Sehun yang tidur memunggungi nya, tapi Junmyeon tidak yakin anak itu benar tertidur atau sama seperti nya saja. Menggalau.

Hanya satu yang dari tadi terlintas bolak - balik dalam pikiran Junmyeon, Zhang Yixing.

Galau sekali rasanya berpisah dengan orang yang kau sukai sampai entah kapan. Walaupun Junmyeon tahu, Yixing sudah memiliki kekasih setidak nya melihat Yixing setiap hari saja sudah cukup.

Junmyeon juga tidak mengerti bagaimana ia bisa menyukai Yixing seperti ini. Yang ia tahu, dari awal memang Junmyeon sudah menyayangi Yixing lalu entah bagaimana perasaan itu mulai berkembang biak seperti di ternakan dan berakhir jatuh ke dalam lubang pesona seorang Zhang Yixing.

" Myeon-ge? " Junmyeon terlonjak kaget, Yixing duduk di samping tempat tidur nya.

" Kapan kau masuk?! "

" Dari tadi, kau saja terlalu asik merenung. "

" Hm. " Junmyeon hanya bergumam malas. Kalau kau mau tahu, aku tidak sedang merenung tapi lebih tepat nya menggalaui mu, batin Junmyeon merana.

" Aku akan merindu kan mu. " kata Yixing

DEG

Hati Junmyeon bersorak bahagia. Rasa nya ingin Junmyeon membalas kalau dia juga akan sangat merindukan Yixing tapi lidah Junmyeon seperti di lem dengan lem kayu.

" Aku juga sangat senang kembali ke Cina, berarti aku bisa lebih sering bertemu dengan Lie Xian. "

BUG

Junmyeon merasa seperti di terjun kan ke dasar tebing. Baru beberapa detik yang lalu Yixing bilang, ia akan merindu kan Junmyeon tapi sekarang malah membicara kan kekasih nya. Tak tau kah kalau Junmyeon sangat tersakiti?

" Oh, kekasih mu itu ya. Ha. Ha. " Junmyeon hanya tersenyum sok tegar menanggapi Yixing.

" Iya, ge. " Yixing tersenyum. Kelihatan nya sangat bahagia membuat Junmyeon menatap nya seperti orang idiot.

Sesuatu di dalam diri Junmyeon memanas, sebenar nya mau namja di hadapan Junmyeon ini apa sih? Pertama ia membuat Junmyeon terbang lalu menjatuh kan nya dan sekarang membuat sayap Junmyeon tersusun kembali dengan senyuman nya?

Sungguh, Junmyeon membenci diri nya yang bisa luluh hanya dengan senyuman.

.

.

Esok hari nya semua orang sudah berkumpul di bandara. Cuaca hari itu sangat cerah berbanding sekali dengan cuaca hati member - member exo. Di atas kepala mereka seperti ada awan hitam. Suasana bandara cukup ramai, banyak fans yang datang untuk menantar exo - m pergi.

" Aku akan merindu kan kalian semua. " Baekhyun memeluk semua member exo - m satu persatu.

" Kita tidak berpisah selama nya, Baekkie. " kata Jongdae saat membalas pelukan Baekhyun.

" Dimana Sehun? " Tao mencari kawan nya sepermainan nya bersama Jongin. Hubungan ke3 magnae exo itu sangat dekat.

" Entahlah, dia tudak mau ikut. " kata Kyungsoo.

Semua mata mencuri - curi padang Luhan, seolah mengetahui penyebab ke tidak sertaan Sehun adalah Luhan. " Jangan melihat ku seperti itu seolah - olah itu salah ku. "

" Dia titip salam kalau, Sehun akan merindukan kalian semua. Lalu Sehun bilang, ia sangat menyayangi semua hyung exo - m. Terutama Luhan hyung. " Jongin buka suara.

Luhan terdiam, jauh di lubuk hati Luhan entah mengapa sekarang Luhan malah berharap Sehun yang berbicara langsung seperti itu kepada nya tidak melalui Jongin.

Panggilan terakhir menanda kan bahwa exo - m sudah harus masuk. Baekhyun memeluk Tao dan YiFan lagi sebelum mereka beranjak pergi.

" Jaga anak - anak kita dengan baik ya. " YiFan memeluk Junmyeon lalu terkekeh.

" Kau juga. " Junmyeon melepas kan pelukan YiFan lalu beranjak memeluk Tao.

Mereka melambai kan tangan seraya exo - m menghilang di balik pintu masuk.

TBC

Q: waaah kasian juga baek kalau jadi yeoja sendiri tambahin juga dong yang ternyata yeoja.. tanpa ada member lain yang tau pastinya...
jujur agak ngeri ya kalau ada member yang normal tapi lainya boyboy hahahaha
jangan di masukin ati ya omongan aku thor...
ini cuma isi dari otak aku.. boleh di terima gak di anggep juga gak papa
ditunggu kelanjutanya ya..

A: Pertama nya ini ga semua gay loh hahahahaha. Kaya Lay itu pertama kan dia punya pacar cewe, yang lain di kasi tau sesuai cerita yaa. oke deh thankyou review nya!

Q: Geregetttt blom ada yg curiga yah gua sih pngen nya ada gtuh yg curiga ah luhan tpi kya nya blom deh, oh iya plisss slight in lubaek dongggg

D tnggu NC nya

A: Curiga nya ntar, kalo cepet" ga seru dongg. NC kayanya engga deh, aku masih kecil ga berani buat huahahahahha

Q: Annyeong author,mianhae ne aku gk review di chap" sebelum'nya :3, oh ya aku mau nanya itu sebenar'nya luhan yeoja atau namja/?,udh gituh si luhan suka gk sma Baekhyun?,terus itu kristao ada perasaan something gak/? Kaya Suho ke lay,udh itu ajah pertanyaan'nya, next chap'nya di tunggu yaa

A: Luhan itu namja ya, yang cewe cuma Baekhyun. Ga tau deh tanyain ke Luhan nya aja suka ato engga wkkwkwwk, KrisTao belom ada perasaan sekarang ini mereka baru perasaan kaya kaka adik aja

Q: Hyeee kalau tao yeoja berarti kris udah liat dong thor? Wkwkwk
Chanbaeknya udah mulai ciyeee
Ditunggu chapter selanjutnya :)

A: Tao cowo kok wkwkwkwkwk

Q: kyaaaaaaak.
omo omo
apakah penyamaran bbh bakalan terbuka secepatnya
omo omo luhan itu cewe kan thor?
wow
keep writing dan fighting thor.

A: Luhan cowo ya kawan - kawan. Kok pada ngira dia cewe sih? .-.

Q: Nanti Luhan curiga nggak sama Baek ?

A: Sebener nya yang kemaren itu blm ada niat Luhan curiga ato gimana, cuma pada ngira nya gitu ya?

Q: ayoo min lanjut yaaaa semangaaatttt (/'-')/

A: Yeayyy thankyouuu! :D:D

Makasih review"nya! Walaupun banyak yang next, next doang gapapa deh yang penting di review ya! Kalo mau kritik, kasih saran, nanya review sajaa;)