Milk junkies

Naruto disclaimer : Masashi kishimoto

Fic ini terinspirasi dari Anime hentai yang berjudul 'milk junkies'

Pair : Naru x Mei x Fuuka x Konan

Rated : M (lemon, lime, rape)

Perubahan umur:

Fuuka tetap 18 tahun

Mei : 20 tahun

Konan : 16 tahun

Warning : udah ngak usah banyak tanya, baca langsung bro.(this fic is, shotacon)

.

.

.

Don't like, don't read bro

.

.

.

.

.

"Maaf tapi jika kalian temanku, kenapa kalian meninggalkanku"kata Naruto tanpa ekspresi

Konan membelakan matanya, karena, ia merasakan kesalahan yang terulang."maaf Naruto-kun, aku tidak bermaksud... hiks, hiks, hiks" ucap Konan disertai dengan tangis yang semakin mengeras.

Sementara Nagato hanya membisu, tak bisa berucap dan bergumam, ia juga merasa bersalah.

'oh tidak'batin Nagato

"tapi itu sudah lama sekali, 3 tahun kalian meninggalkanku, bahkan kalian tidak membalas pesan dan surat yang kukirim, lalu apakah kalian benar teman setiaku?"tanya Naruto

Nagato dan Konan membisu, mereka berdua tak mampu bertanya.

Konan melepaskan pelukannya, ia mundur satu langkah.

"maaf Naruto, aku terlalu sibuk di amegakure, dan-"

"aku sudah berpuluh-puluh kali menelpon kalian berdua, namun oh ternyata aku hanya menelpon angin lewat"potong Naruto, perkataannya penuh dengan penekanan, ia menoleh kesamping kanan, Naruto tak ingin melihat dua orang dihadapannya.

Sementara Mei beserta Fuuka hanya terdiam, mereka berdua tidak tahu konflik apa yang terjadi.

Konan, wanita tersebut terisak, ia sedih, memang Naruto menelponnya, bukan berpuluh kali, namun sudah ratusan kali Naruto menelponnya, namun ia tak mengangkat telpon tersebut, ia terlalu sibuk

Naruto mulai muak dengan situasi ini, ia merasa tak ada hal penting yang akan diperdebatkan. ia menarik tangan Mei dan Fuuka, kemudian ia berjalan meninggalkan dua teman lamanya

"ayo, kita pulang sekarang"kata Naruto.

Dua wanita yang ditarik Naruto hanya bungkam, tak bersuara, mereka berdua tidak tahu menahu masa lalu Naruto.

Konan nama wanita tersebut, ia tertunduk, tak kuasa menghadapi kesedihan yang ia rasakan, konan jatuh berlutut.

Konan menutup wajahnya, ia menangis pelan, meratapi kesedihan yang ia hadapi.

Tepukan.

Konan merasakan sebuah tepukan dibahunya, ia menoleh dan mendapati kakaknya tersenyum lembut padanya, atau mungkin senyum yang dipaksakan.

"sudahlah Konan, jangan menangis mungkin Naruto masih marah, lagi pula kakak sudah tahu tempat tinggal Naruto, kau bisa langsung kesana"ucap Naruto

"tapi nii-san..."

"tak perlu khawatir".kemudian ia memeluk adiknya, Konan.

'maaf Naruto'

.

.

Kembali pada Naruto

.

.

Tanpa ada suara, tanpa ada ekspresi, Naruto terus berjalan tanpa berhenti dan tanpa sadar ia sudah ada didepan apartemennya.

Naruto melepaskan tangan Mei dan Fuuka, ia kemudian bersandar pada tembok depan apartemennya.

Berkali-kali ia mengusap wajahnya, sambil menghembuskan nafas dengan berat

Jangan tanya Mei dan Fuuka, dua wanita yang sudah menjadi kekasih Naruto, terheran baru kali ini Naruto marah, marah yah marah.

Mei menghampiri Naruto, tangannya terulur menyentuh pipi Naruto, perlahan ia mengelus pipi Naruto.

Mata Naruto terpejam, ia merasakan rasa yang membuatnya nyaman, Naruto memegang tangan yang sedari mengelus pipinya.

Mata Naruto kembali terbuka, Naruto menatap wajah Mei yang cantik, kemudian ia memeluk wanita yang ada dihadapannya.

Begitupun juga Mei, ia membenamkan wajah Naruto pada dadanya, the big oppai, hell yeah.

Sementara Fuuka, malah jangan ditanya, atau tepatnya jangan bertanya padanya(?), dengan wajah kesal hingga kedua pipinya memerah hampir sama seperti rambutnya, serta perempatan muncul dikeningnya.

Hell yeah bro, bagaimana tidak jelas, ia diacuhkan oleh kekasih serta onee-sannya, malah mereka berdua bermesraan dihadapannya, oh shit, that bad man.

"KALIAN!"jerit Fuuka hingga membuat acara peluk-pelukan Narumei terganggu

Wajah Fuuka yang awalnya menunjukkan ekspresi wajah marah, kemudian melembek dan kedua matanya berair.

"teganya kalian...eh"

Perkataan Fuuka terputus karena Naruto terlebih dahulu menarik tangannya dan sekejap langsung memeluknya, ia mendekap kedua kekasihnya dengan erat.

"hmmm, Mei, Fuuka bagaimana kalau kita jalan-jalan?"

Secara bersamaan alis Mei dan Fuuka terangkat

"haaaaaaa?"

-[C2DOOM]-

Ah rumah, terdapat rumah yang cukup megah disuatu tempat yang berjarak 5 blok dari apartemen Naruto.

mari kita lihat kedalam rumah tersebut

Tepat didalam rumah tersebut, atau tetapnya diruang tamu, terdapat dua orang yang berbeda gender, satu laki-laki dan satu perempuan, dua orang tersebut sedang berbincang entah apa yang mereka lakukan, lebih jelas ayo kita simak

.

.

.

"Konan, kau yakin dengan keputusan ini?"

Wanita berambut biru tua tersebut, Konan mendengus pelan, sambil menyilangkan kedua tangan tepat didada.

"oh ayolah nii-san, aku sudah yakin dengan keputusanku, pokoknya aku akan tinggal dengan Naruto-kun".kemudian Konan beranjak dari tempat duduknya, dan mengambil tas gendong besar yang ia taruh disamping kanannya.

Nagato menghembuskan nafasnya. "hmmm baiklah"

Tanpa pamit Konan langsung melenggang keluar dari rumah yang ia dan kakaknya tinggali, dan mengambil sepeda BMX milik nii-sannya yang memang ia siapkan dihalaman rumah.

Nagato terdiam, ia terus memikirkan rencana yang adiknya perbuat. 'kuharap kau mau memaafkan kami Naruto'batinnya, ia kemudian menuju kekamarnya.

Langkahnya terhenti seketika, ia teringat, adiknya Konan ia harus memastikan rencana adiknya berjalan dengan lancar.

Dengan terburu-turu Nagato menyusul Konan.

Apartemen Naruto

.

.

Akhirnya Naruto, serta Mei dan Fuuka sampai diapartemennya, walau uangnya terkuras habis karena habis belanja pakaian untuk Mei dan Fuuka, ia tak menyesal, malah ia senang melihat mereka berdua senang.

Sementara Mei dan Fuuka tersenyum senang, ketika melihat hasil belanjaan mereka berdua. "ne, Naruto-kun, terima kasihnya atas belanjaannya"kata Mei dengan senyuman manis diwajah cantiknya

Naruto tersenyum dan senyumannya berubah menjadi cengiran khas Foxy. "ya, sama-sama Mei"balas Naruto, kemudian Naruto dihadiahi ciuman dipipinya dari Mei

CUP

Naruto tersipu malu ketika dicium oleh Mei. "e-eh i-i-itu, t-tadi?"tanya Naruto dengan gagap seperti hinata

"anggap saja, ucapan terima kasih atas belanjaannya"ucap Mei dengan menundukkan kepalanya, hendak menghalangi rona merah diwajahnya

Fuuka cemberut ketika melihat sang onee-san mencuri kesempatan mencium Naruto-kunnya

"Naruto-kun jahat!, kenapa cuman baka onee-san yang kau cium, aku juga mau!, hmph!"ucap Fuuka dengan mengembungkan pipinya dan memalingkan wajahnya kesamping

Naruto hanya menghelah nafasnya, "hah baiklah"ucap Naruto dengan Nada beratnya kemudian mendekatkan wajahnya kearah Fuuka yang berada disamping kirinya, namun beberapa inchi saja, bibir Naruto mengentuh pipi Fuuka...

"wkwkwkwk"Naruto tidak jadi mencium Fuuka, Naruto hanya cengengesan tidak jelas karena apa, dan...

PLAK!

Fuuka menghadiahi Naruto, sebuah tamparan dipipi kiri Naruto "aduh, Fuuka!, kenapa kau menamparku"tanya Naruto.

PLAK!

"waduoh!, sakit Fuuka!"teriak Naruto kesakitan karena Fuuka melayang tamparanya dipipi kanan Naruto.

Sementara Mei hanya menahan tawanya karena Naruto ditampar sang imouto karena cemburu. "huh, bilang saja kau cemburu Fuuka"ucap Mei sambil melipat tangannya didada.

Dan seketika wajah Fuuka semakin cemberut

"hmmm, jadi ini apartemenmu Naruto?, lumayan besar"

Naruto, serta Mei dan Fuuka, terkejut ketika mendengar suara yang mereka kenal tadi sore, mereka bertiga menengok kebelakang dan...

Dan terlihatlah kuntilanak, eh kok kuntilanak, sesosok wanita berambut biru tua, membawa tas gendong besar dipunggungnya

"k-kau?"

"Nah Naruto-kun, mulai sekarang aku tinggal bersamamu

Naruto tahu biang keladi yang menyuruh Konan tinggal bersamanya,"oh shitttttttt!, punk ass you Nagato!"

-[C2DOOM]-

Didalam apartemen Naruto, Naruto duduk disofanya dan Mei duduk disamping kanan, sementara Fuuka duduk disamping kirinya.

Entah kenapa Mei dan Fuuka menatap tajam wanita berambut biru tua bernama Konan yang duduk disofa dan berhadapan dengan Naruto, mata Konan menatap Naruto dengan mata berbinar-binar, serta senyuman terpampang diwajahnya.

Sementar Naruto hanya merasa risih dipandangi terus oleh wanita bernama Konan tersebut.

"jadi, Nagato menyuruhmu tinggal berasamaku?"tanya Naruto, Konan sedari tadi memandangi Naruto terbangun dari lamunannya.

"yah, begitula Naruto sayangku"balas Konan dengan penambahan kata 'sayangku'

Jangan tanya Mei dan Fuuka, mereka berdua langsung mendeath glere Konan, dan hanya dibalas cengengesan oleh Konan

Naruto telah membuat keputusan."Kau boleh tingal disini hanya beberapa hari saja, tapi..."

"tapi apa?"tanya Konan.

Naruto menunjuk kearah TV atau tepat dibawah TV dibelakang Konan, Konan menoleh, matanya berbinar-binar melihat console game yang menunjukkan PS2

"jangan sentuh ps-ku!, awas kau menyentuh ps-ku!"teriak Naruto dengan mata bulat putih, disertai perempatan didahinya.

"kenapa Naruto-kun?"

"arg!, jangan bilang kau lupa Konan!, hampir setiap hari kau merusak stik ps-ku"

Sementara Konan hanya cengengesan tiba-tiba suara deringan berasal dari ponsel.

Dan ternyata eh ternyata ponsel tersebut berasal dari ponsel Konan. Kemudian Konan mengambil ponselnya dan menekan tombol hijau pada ponselnya.

Konan mendekatkan ponselnya ketelinganya.

"halo"

"Konan, ini nii-san, apakah kau sudah sampai dirumah Naruto"tanya Nagato.

"um, ya nii-san"balas Konan

"berikan ponselmu kepada Naru eh my big brother"kata Nagato.

"ne Naruto-kun, nii-san ingin berbicara denganmu"ucap Konan sambil menyodorkan ponselnya pada Naruto

Naruto menerima ponsel dari Konan, dan mengeraskan suara laundspeaker

"ya?"

"bolehkah aku memohon bantuanmu?"tanya Nagato.

"boleh"balas Naruto

"umm, ijinkan saja Konan tinggal bersamamu"

"haaaaaa!"teriak Naruto terkejut.

"apa maksudmu?!"tanya Naruto

"kumohon big bro, aku mohon, maafkan kami"mohon Nagato

Naruto tidak menjawab, ia bingung, apa yang direncanakan mereka berdua.

Firasatnya tidak enak

"hah, akan kutanyakan pada Mei"

kemudian Naruto mengalihkan pandangannya Kearah Mei yang berada disamping kanannya.

Naruto menatap Mei dengan tatapan meminta persetujuan, Mei hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Naruto membalas senyuman Mei

Mei mendekatkan mulutnya ketelinga Naruto, dan mulai membisikkan sesuatu. "wanita itu boleh tinggal bersama kita, namun aku dan Fuuka juga tinggal disini"ucap Mei

Naruto agak ragu membiarkan Mei dan Fuuka tinggal bersamanya, tapi karena mereka berdua kekasihnya, jadi oke-oke aja.

"baiklah"

"oke, baiklah, nah sekarang kau boleh tinggal dengan kami, namun, awas kalau kau macam-macam dengan Naruto-kun, akan kucabik-cabik kau"ancam Mei, sementara wajah Konan menjadi cerah, ia senang ketika diijinkan tinggal dengan orang yang ia sukai

Konan langsung menerjang Naruto, hingga membuat Naruto terjengkal, dan tanpa aba-aba Konan mencium pipi Naruto berkali-kali, sampai lipstick Konan menempel dipipi Naruto dan berbentuk bibir.

"hey!, hey!, hey!, hentikan!"teriak Naruto namun percuma, Konan terus mencium pipi Naruto

"KYAAAA!, menjauh dari Naruto-kun!"jerit Mei dan Fuuka karena Naruto-kunnya dicium oleh gadis lain.

Sementara diluar apartemen Naruto.

Nagato tersenyum puas, ia berhasil membujuk Naruto agar membiarkan adiknya tinggal bersamanya.

Namun masalah lain yang cukup kecil

Jangan tanya, Nagato memanjat tiang listrik didepan jalan apartemen Naruto, yah ia ingin memastikan apakah tak ada masalah dengan adiknya. masalahnya Nagato tak bisa turun, nah dia takut ketinggian.

Dirinya bertanya-tanya

Bagaimana caranya naik tadi

Dengan wajah pucat pasi Nagato memeluk tiang tersebut dengan erat.

'huaaaa, kami-sama tolong hambamu ini!'

-[C2DOOM]-

Naruto duduk dipinggir kasurnya sambil merenggangkan badannya yang pegal,

Hah ia terlalu lelah dengan hari ini

dan seseorang mendekapnya dari belakang.

Mei mendekap Naruto dari belakang dan Fuuka berjongkok dihadapan Naruto Naruto.

"Naruto-kun, kau pegal tidak?, sini aku pijatkan"ucap Mei, kemudian kedua tangan Mei mulai memijat bahu Naruto,

"Naruto sayaaaang, kakimu pasti pegal, akan kupijitkan ya?"ucap Fuuka sambil memijat kaki Naruto

Sementara Naruto hanya mengangguk, mulai memejamkan matanya menikmati pijatan dari Mei dan Fuuka, Namun Alih alih memijat pundak Naruto, malah Mei merobek baju Naruto.

'SREEK!'

Naruto terkejut, karena kesekian kalinya baju yang ia pakai dirobek

"apa yang...

'SREEK!'

"hei!, apa yang kalian lakukan?!, kenapa kalian seenaknya merobek pakaianku sih?!, habis semua pakaianku semua!"tanya Naruto, namun tidak diubris oleh Mei dan Fuuka, dan Kini Naruto hanya memakai boxer saja

WARNING LEMON TREESOME ON BRO!

Tanpa peringatan Mei meluncurkan aksinya yaitu menjilati wajah serta leher Naruto. Fuuka juga melakukan hal yang sama, Fuuka menjilati dada bidang serta perut six pack Naruto

"karena Naruto-kun telah dicium wanita lain, aku dan Fuuka akan membersihkan tubuhmu dari wanita itu dan juga ini adalah hukumanmu"ucap Mei dengan Nada sensualnya dan mulai melumat bibir Naruto, kemudian menjilati dan memberi tanda merah di leher Naruto

Sementara Naruto hanya mengerang kesakitan akibat Mei dan Fuuka mengigit leher serta dada dan perutnya

Fuuka mengalihkan pandanganya kearah boxer Naruto, entah Tangan Fuuka mulai gatal, seolah ingin memegang benda yang berada diboxer Naruto

Fuuka perlahan menjilati dada Naruto dari atas kebawah dan, hingga akhirnya sampai diselangkangan Naruto, Tangan Fuuka mengelus tonjolan yang cukup besar yang memonjol dari boxer Naruto, Fuuka menurunkam boxer Naruto dan terpangpang batang penis Naruto mengacung tegak seperti tiang bendera.

"onee-san, lihatlah apa yang kutemukan"ucap Fuuka sambil memegang batang Naruto dan memaju-mundurkan tanganya

Mei yang sedang asyik-asyiknya mengkissmark leher Naruto, berhenti ketika melihat benda yang dipegang oleh Fuuka

"fufufufu, Fuuka ternyata kau sudah menemukan Mainan kita yah?"ucap Mei dengan seringai yang terpampang diwajahnya

Mei memandang wajah Naruto "ara, Naruto-kun sudah tidak tahan Fuuka"ucap Mei dengan nada sensualnya.

Fuuka melepas semua pakaiannya dan mengulum batang Naruto seperti mengulum es krim(?)

Tak beberapa lama Fuuka melepaskan kulumannya dan, menaiki tubuh Naruto.

Fuuka menggesek-gesekkan kepala penis Naruto, kemudian memasukkan penis Naruto ke vaginanya

Sementara Naruto mendesah tak karuan kerena rasa nikmat yang belum ia rasakan sebelumnya.

Mei mulai terangsang ketika mendengar suara desahan Naruto serta Fuuka yang me-rape Naruto

Mei melepaskan semua pakaiannya, hingga telanjang bulat dan mendorong Naruto kebelakang, hingga Naruto tidur terlentang kemudian merangkak naik ketubuh Naruto, dan Mei mendekatkan vaginanya ke mulut Naruto.

"Naru"ucap Mei dengan lirih.

Sementara Naruto yang cukup mengerti sikap Mei, Naruto memjilati vagina Mei

"aaah, Naruuuh, masukkan"mohon Mei agar Naruto-kunnya memasukkan lidahnya ke lubang vaginanya

Naruto hanya menurut saja, kemudian Naruto memasukkan lidahnya kedalam vagina Mei

"ah, Naruuuh"desah Mei ketika lidah Mei memasuki lubang V nya. Mei memaju mundurkan pinggulnya

"ah, Naruu, aku akan-AAAHHHH!"Mei mendesah keras ketika sudah mencapai klimaksnya, Wajah Naruto terlumuri, cairan orgasme dari Mei.

Mei membaringkan dirinya disamping Naruto, entah lelah atau apa, Mei tidak biasanya bermain 1 ronde

Sementara Fuuka terus memaju mundurkan pinggulnya dengan sedikit lambat, dan hal itu membuat Naruto sedikit frustasi

Naruto yang Sudah tak tahan, kemudian berbalik menindih Fuuka, dan memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat

"aaah, Naru-kun, lebih cepat, aaah"desah Fuuka memohon Naruto mempercepat pergerakan pinggulnya

Naruto semakin mempercepat gerakan pinggulnya, dan membuat desahan Fuuka bertambah keras.

"Naru-kun, a-aku...suki...suki...DAISUKI, NARUUU"akhirnya Fuuka mencapai klimaksnya, begitupun Naruto.

"hah, hah, hah, capek"ucap Naruto dengan nafas ngos-ngosan.

"Naru-kun, kita belum selesai"ucap Mei yang bangun dari tidurnya dan mulai menindih tubuh Naruto

Naruto membelakkan matanya ketika Mei sudah bangun dari tidurnya.

"huh jangan bilang, aku kelelahan, aku hanya menunggu

gilranku."ucap Mei.

Gle. . . . .eek

Naruto hanya bisa meneguk ludah dengan susah payah.

Mei memegang penis Naruto yang sudah layu sehabis ejakulasi, kemudian Mei mengocok penis Naruto, dari atas kebawah, dan membuat penis Naruto kembali berdiri.

"ssssttttth"Naruto mendesis, karena penisnya dielus oleh Mei.

Mei yang sudah tidak tahan lagi, kemudian memposisikan penis Naruto, tepat divaginanya

Sementara Naruto hanya menuruti kemauan Mei yang meminta jatahnya.

Oh shit!, ini malam yang panjang bagimu bro.

TBC

.

.

.

.

A/N: alhamdulillah akhirnya saya bisa update lagi (maaf karena lama bro)

Chap 6 saya remake karena ada beberapa bagian yang kurang deskripsinya.

Baterai hp saya drop kawan, ngak bisa lepas dari charger, Tapi saya ngak peduli, hp Nokia saya sudah jadul. I AM SYMBIANERS.

Para reader bisa bertanya udah berapa wordnya lewat pm, tapi jangan tanya kapan update ngak sopan itu kalau nagih terus.

Hah lemonnya kurang ya?, maaf, saya bingung buat lemon threesome hehehehe

untuk reader guest bertanya tentang kenapa rockie 12 tidak ada yang muncul" dari chapter 1 sampai 5, dan jawabannya, memang sengaja tidak dimasukkan, tapi mungkin akan muncul entah dichapter berapa

Dan tulislah pendapat kalian tentang bagian lemon, dan kalau ada typo harap laporkan di kolom review atau PM, agar kedepannya typonya berkurang.

Areya pantun, etojuagi de' ka author wildan,

bheri' bedhe reng mateh.

eyosong ekampaeh.

oreng odhi' kodhu abekteh.

melle neng kobhur tak nyosoeh.

Pantun by pelawak syukur - BBT

saya author Nokia 7610 undur diri