milk junkies
Naruto disclaimer : Masashi kishimoto
Fic ini terinspirasi dari Anime hentai yang berjudul 'milk junkies'
Pair : Naru x Mei x Fuuka x Konan
Rated : M (lemon, lime, rape)
Warning : udah ngak usah banyak tanya, baca langsung bro
Warning 2 : fic ini akan tamat beberapa chapter lagi, namun update fic ini sama fic yang lain bakalan telat banget
.
.
.
Don't like, don't read BRO
.
.
.
Konan telah sadar apa yang ia perbuat, entah setan apa yang memaksanya melakukan hubungan bejat dengan Naruto, perlahan ia melepaskan tangannya dari daerah terlarang Naruto. Ia tertunduk, sedih...
Sementara Naruto yang nafasnya naik turun, ia coba mengontrol nafasnya agar normal kembali, entah sentuhan dari Konan membuatnya gemetar, tidak seperti biasa...tak seperti biasa jika bersama Mei atau pun Fuuka
"maaf Naruto..."ucap Konan lirih, dan air mata yang mengalir dari kedua matanya.
Melihat gadis didepannya menangis, Naruto salah tingkah, ia bingung, tapi hal yang paling tepat adalah menenangkan gadis dihadapannya. Perlahan ia memeluk gadis tersebut.
Konan, Konan nama gadis tersebut terkejut, ia terkejut remaja pria yang ia sukai memeluknya. Kemudian ia membalas memeluk Naruto dengan erat, walau harus sedikit menunduk. Wajahnya ia benamkan pada pundak remaja tersebut dan mulai menangis lirih
Tangan Naruto terulur mengelus punggung Konan. Perlahan tapi pasti Naruto melepaskan pelukannya. Pelukan hangat tersebut terlepas, rasa kecewa kembali terasa dihati Konan, ia belum puas, belum puas. Ia ingin memeluk Naruto dengan erat lebih lama.
Naruto memandang wajah gadis yang ada dihadapannya, wajahnya basah karena air mata, pelahan ia gunakan tangannya menghapus air mata yang ada wajah gadis tersebut.
Konan memegang tangan Naruto. "ti-tidakkah ada kesempatan untukku Naruto-kun?"tanyanya penuh harap.
Naruto menghembuskan nafas. "aku, sudah punya Mei dan Fuuka, mungkin dulu aku pernah mencintaimu, tapi maaf"jawabnya
Tatapannya redup dan Kosong, Konan terdiam membatu, hancur perasaannya sudah hancur. Pemuda yang ia harapkan sudah dimiliki orang lain. Dengan tatapan sayu, ia menatap Naruto.
"bolehkah aku memelukmu?...untuk terakhir kalinya"tanyanya
Naruto mengganguk. "yea..."
Konan memeluk Naruto, lebih erat dari sebelumnya, ia membenamkan wajahnya disamping wajah Naruto. Tangannya memeluk erat tubuh Naruto, dan rasanya tidak ingin melepaskannya.
Dulu, seharusnya ia menyatakan perasaannya pada Naruto sebelum pergi, namun sekarang. Naruto sudah dimiliki orang lain, tapi apa daya?, nasi sudah menjadi bubur.
Oh Sayangnya kedua remaja yang tengah berpelukan memadu kasih, tidak menyadari empat pasang mata mengawasi mereka sedari tadi...
-[C2DOOM]- morning BRO
Pagi hari jam 06.30
Sinar matahari kembali menyinari bagian bumi yang gelap, sinar yang dapat menghangatkan padi hari.
Naruto terbangun dari tidurnya kala sinar matahari mengenai wajahnya, pelahan ia bangun dan duduk dipinggir ranjangnya. Naruto menggosok-gosok matanya, Naruto berdiri dan melangkah pelan kearah kamar mandi, yeah ritual pagi bro.
13 menit berlalu ia keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit pinggangnya, ia melangkahkan kakinya kelemari pakaian, ia menggunakan celana oranges redup dengan baju hitam.
Ia masih memikirkan kejadian kemarin, apakah yang ia lakukan benar atau salah, dadanya agak nyeri ketika menolak Konan...Naruto gegana (gelisah galau merana)
'yang kau lakukan benar Naruto. Kau bukan tipe orang yang suka main wanita...'pikirnya sendiri.
Awalnya gegana berubah menjadi ceria, aroma... Ia mencium aroma makanan kesukaannya dari kecil, yang sering dimasak ibunya, ketika masih tinggal dirumah besar ayahnya, mengendus beberapa kali hingga ia yakin aroma ini benar-benar aroma...
Ramen...?
"RAMEN...!"teriaknya dengan semangat, Naruto berlari secepatnya kedapur. Dan sampai didapur ia melihat satu mangkuk besar ramen dengan sayur lengkap, dengan buru-buru ia melahap ramen dihadapanya
"ara, pelan-pelan makannya Naruto..."
Naruto menoleh keasal suara tersebut, dan ia melihat Mei dan Fuuka berdiri depannya. Naruto menggaruk-garuk. "ramennya enak hime..."
Mei menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia heran, pemuda dihapadannya ini, terlalu suka makan ramen, apa ibunya dulu ngidam ramen?. yang lebih herannya, Naruto memiliki nafsu makan yang besar, namun ia tidak sama sekali melihat perut Naruto buncit, tapi masa bodoh ah
Kemudian Mei dan Fuuka duduk disamping Naruto, dan mulai memakan ramen yang mereka berdua masak, tapi tentu hanya porsi ramen Naruto yang besar. Baru beberapa menit Naruto sudah menghabiskan ramennya.
TING TONG
mendengar bel berbunyi, Mei menghentikan acara makannya. Ketika ingin berdiri, langsung ditahan oleh Naruto. "biar aku saja, lanjutkan saja makannya"ujarnya kemudian melangkah kepintu depan.
Krieet
"apa kabar..Naruto?"
mata Naruto melebar, melihat tamu didepanya, seorang gadis dengan warna rambut yang sama denganya.
"kau?"
-[C2DOOM]- family shit BRO
Naruto POV BRO
Kutatap gadis dihadapanku dengan intens. gadis yang telah membuat masa kecilku menjadi mimpi buruk, masa kecilku yang suram, dan membuat hidupku hancur...
Sekarang...apa mau gadis ini?, atau bisa kupanggil nee-san?, harkh!. Tidak penting, aku muak melihat wajahnya.
End Naruto POV BRO
Naruto menatap serius perempua dihadapannya, sementara yang ditatap sedikit meringis. "langsung saja, aku tidak suka berbelit-belit, apa yang kau inginkan"tanyanya sambil menyilangkan tangan didadanya.
Gadis itu menghembuskan nafas sebelum menjawab."aku...Aku hanya ingin berkunjung, sudah lama kita tidak bertemu"jawab gadis tersebut.
Menaruh tangan dimeja, Naruto mendekatkan wajahnya kewajah gadis dihadapanya. "kau tidak perlu berkunjung kesini"ucapnya sambil menunjuk gadis dihadapnya
"bisakah, kau pulang Naruto-kun?, tou-san, kaa-san, dan, Mito-chan merin..."
"wow wow wow tunggu dulu, bukan...bukan tou-san ku, tapi tou-san mu saja, Naruko Namikaze, aku bukan anaknya. Dia sendiri yang mengatkannya dulu. Dan soal kaa-san, katanya, beliau akan kesini...sendiri"potong Naruto.
Mei dan Fuuka terdiam. Entah kenapa merasa kepanasan dan salah tingkah. Mereka berdua merasa suhu ruangan tersebut naik seketika, padahal udara diluar tidak terlalu panas, panas dalam mungkin?
Bibir perempuan itu gemetar. "maafk..."
"tidak perlu, kau tidak perlu minta maaf, ini bukan salahmu"potong Naruto
bibir perempuan itu bergetar kembali...Hendak menangis.
Naruto geleng-geleng kepala. "tidak perlu minta maaf, yang dulu anggaplah masa lalu, aku sudah melupakan masa lalu itu. aku yang dulu telah MATI. pulanglah... Tidak baik seorang gadis kaya pergi ketempat kecil ini"ujarnya atau lebih tepat mengusir?. Mungkin
Gadis itu tetap duduk diam. Mei yang berinisiatif, ia memegang pergelangan tangan gadis itu kemudian menariknya sedikit paksaan. Mei menarik pergelangan tangan gadis itu pergi keluar apartemen Naruto
.
.
.
.
Setelah memastikan gadis itu keluar rumahnya, Naruto menghembuskan nafas panjang. Kemudian merebahkan badannya kesofa yang ia duduki, ah dirinya benar-benar pusing.
Fuuka yang sedari tadi diam bak patung kemudian duduk disebelah Naruto."itu tadi siapa?"tanya Fuuka
Naruto sedikit menoleh kearah Fuuka yang menatapnya penuh tanya. "kakakku"jawabnya singkat
Fuuka melotot."serius, kakakmu?"
"iya kakakku"
"lalu Mito itu siapa?"
Naruto menghembuskan nafasnya. "adik perempuanku"
Fuuka kembali melotot "adikmu?!"tanyanya sedikit teriak
"iya"ucapnya. Naruto mengacak-acak rambutnya hingga berantakan, ia pusing kenapa gadis itu kembali kedalam kehidupannya. Bingung...Bingung...
"aku bingung..."ujar Naruto
Fuuka tersenyum genit, kemudian ia duduk dipangkuan Naruto. Dan sontak Naruto terkejut...Kemudian Fuuka memegang pipi Naruto. "dari pada bingung..Lebih baik..."gantung Fuuka kemudian memajukan wajahnya kewajah Naruto dengan lidah dijulurkan.
Sontak wajah Naruto memerah tak kala bibir merah Fuuka mendekat kepadanya, tapi ia tersenyum. Kemudian ia mencium bibir Fuuka, Naruto menghisap bibir Fuuka dengan keras, begitupun juga Fuuka...
"hei sudah cukup mesra-mesranya?"
Naruto terkejut, kemudian melepas bibirnya yang menempel pada bibir Fuuka. Ia menoleh keasal suara tersebut.
Ia mendapati Mei berdiri diambang pintu dengan tangan tersilang didada besarnya dan dengan wajah cemberut. "enak ya?, mesra-mesra sendiri"katanya dengan nada tidak suka...
Naruto tersenyum."kalau begitu. Duduk disini"ucapnya sambil menepuk sofa samping kanannya. Dan Mei hanya menurut saja, kemudian ia duduk dan memeluk mesra lengan Naruto dan kepalanya ia sandarkan pada pundak Naruto.
"hey, gadis itu memberiku ini, katanya ini untukmu"ucap Mei sambil memperlihatkan sebuah surat merah digenggamannya
kemudian Naruto mengambil surat tersebut dan membacanya langsung dari inti surat tersebut...
.
.
.
Naruto terdiam sesaat, kemudian ia melipat surat tersebut dan memasukkan surat itu kekantong celananya.
"apa isi suratnya Naruto?"tanya Fuuka.
"tidak terlalu penting, sudahlah aku ingin pergi sebentar"jawabnya kemudian melenggang keluar dari apartemennya
Dari Mei berkerut. "mau kemana?"
"kerja part time"jawabnya
.
.
.
Next day ninga
.
.
Naruto menatap pantulan dirinya dicermin lemari pakaian kamarnya, masih menggunakan handuk...Ia melihat kembali surat yang diberikan padanya oleh kakaknya, tapi satu kata yang pasti adalah bingung...
Bingung apakah ia harus pergi ketempat gadis tersebut, bingung harus membawa apa ketempat gadis tersebut...Dengan berat, ia membuka lemari pakaian dan mengambil pakaian sepasan...
Atasan berupa kaos putih selengan dan dikombinasi dengan combat jacket hijau tua, dan tanpa memasang resleting.
Bawahan adalah celana loreng perpaduan dengan hijau muda pudar, warna coklat pudar, dan putih. Serta sepatu hitam dengan warna putih dipinggir black hi tops.
(jelasnya akang cari di toko binco, dan pro laps game gta san andreas, atau google)
setelah memasang pakaianya. Ia mengambil hpnya yang tergeletak dimeja serta kaca mata hitam sun glasses, kemudian melenggang pergi.
.
.
.
Mei dan Fuuka yang tengah bersantai sambil menonton tv disofa, dikejutkan oleh Naruto yang berpakaian seperti... preman, dan terlihat sedang terburu-buru?
"Na...
Krieeet Braaak!
Tanpa pikir panjang Naruto dengan kasar menutup pintu yang ia buka tadi. Mei dan Fuuka saling menatap dan hanya pundak mereka yang terangkat.
Sementara Naruto mendatangi sang pemilik apartemen yang ia panggil baa-chan, lantas ketika sampai didepan pintu apartemen tsunade, maunya mengetuk pintu, tapi tsunade keluar duluan. Meskipun umur sang senju ini sudah memasuki usia tua malah wajahnya masii kencang dan jangan lupa big oppainya, serta kulit putih bak nasi(?).
"eh Naruto, kukira siapa, ayo masuk"ajak Tsunade, menarik tangan Naruto.
Naruto menggeleng-gelengkan kepalanya pertanda menolak. "to the point saja ya, baa-chan mana kunci gudangnya?, aku ingin mengambil sepedaku"tanya Naruto.
Raut wajah Tsunade langsung menjadi datar.
"oh kau ingin pergi ke ulang tahun kakakmu?, iya kan?"tanyanya
Naruto sedikit terkejut, ternyata Tsunade bisa menebak ia akan pergi. "ya, memang kenapa?, itu tidak masalahkan?"tanya balik Naruto
Tsunade menunjukkan raut wajah tidak suka. "untuk apa kau mendatangi ultah gadis manja itu, tidak perl...
"tidak apa-apa"
Tsunade terdiam, ia bingung dengan akan sifat Naruto, terkadang serius, terkadang ceria. Tsunade kemudian masuk kedalam apartemen megahnya, kemudian membawa kunci gudang yang Naruto pinta. "kau seharusnya tidak perlu datang"
"tetap saja kami berdua sedarah baa-chan"ungkapnya Naruto kemudian meninggalkan Tsunade sendirian
SKIP TIME BRO
Naruko tersenyum senang, dikala teman-temannya datang keacara ultahnya, namun tetap saja ia merasa ganjil dihati, seseorang yang ia nantikan belum datang.
Ia mungkin tak bisa mengharapkan Naruto datang kepesta ultahnya, yea mungkin dulu juga ia dan ayahnya tidak pernah merayakan ultah Naruto. Ia sangat menyesal
Sementara diluar restoran.
Naruto memarkirkan sepeda BMX ditempat Parkir disamping restoran tempat ultah nee-chan, ia kemudian melangkah masuk kedalam restoran itu, dan ia bisa melihat bahwa restoran mewah tersebut cukup penuh dengan orang-orang, yeah kalian tahu lah orang kaya pasti punya banyak teman. Teman yang kaya tentunya
Tanpa pikir panjang ia memasuki tempat tersebut, begitu masuk. Ia melihat banyak sekali tamu yang hadir, "oh!, selamat ulang tahun!, Namikaze!"teriaknya dan sontak para tamu undangan melihatnya terheran-heran.
Naruko yang mendengar teriakan tersebut terhenyak, tak kala mengenal suara itu. Kemudian ia berdiri dan mencari orang yang berteriak tadi.
.
.
.
Mata Naruko melebar senang. Ia melihat adiknya Naruto, berdiri dihadapannya. Ia senang ini adalah pertama kali ia berulang tahun dan ada adiknya yang datang ke-ulang tahunnya, kemudian Naruko melangkah mendekat pada Naruto.
Naruko memeluk erat Naruto, sambil mencium pipinya. Ia merangkul Naruto. "nah!, ini dia adikku!, Naruto"ungkap Naruko dengan nada senang. Dan tentu beberapa diantara tamu yang hadir, ada yang berpikir negatif melihat cara berpakaian Naruto. Yang seperti...berandalan.
"ayo duduk"ajak Naruko, atau tepatnya ia menyeret Naruto, langkah Naruko terhenti. "kalian semua bisa memakan makanan yang tersedia!, sementara aku akan bicara dengan adikku"ujar Naruko dengan keras, kemudian ia menyeret Naruto.
Mereka berdua duduk disofa hitam empuk dan didepannya kue ulang tahun yang lumayan besar.
"Naruto-kun, bagaimana keadaanmu?"Naruko bertanya
"baik"
Naruko menghelah nafas. "oh ya, ketiga wanita diapartemenmu itu...siapa?"tanyanya pelan takut menyinggung Naruto.
"apakah kamu harus tahu?" Naruto bertanya balik dan hanya dibalas gelengan kepala oleh Naruko.
Naruto berdiri. "sebaiknya kamu harus merayakan ulang tahunmu, cepat sana!"bentaknya
"baik"
Naruko melangkah meninggalkan Naruto, dan Naruko memulai puncak acara...
Kemudian Naruto kembali duduk. Dibenak hatinya, dulu ia iri...kakaknya jika berulang tahun, dia mengadakan pesta...sementar jika dirinya yang ulang tahun cuma ia bersama ibunya...itu saja
.
.
.
Naruko memotong dan membagikan potongan kue tersebut para tamu dan temannya, tentu juga untuk dirimya sendiri. Naruko melangkah kepada Naruto yang masih duduk santai disofa. "dan untuk adikku"ucap Naruko memberikan potongan kuenya
Naruto menerima kue tersebut dari Naruko. "terima kasih"ucapnya kemudian ia mengabil garpu kecil dipinggir piring itu, dan mengambil sedikit kue dan memasukkannya kemulut.
Tapi...
"uhuk!" Naruto terkejut seketika ketika merasakan rasa kue tersebut, dan para tamu yang hadir merasa heran, Dengan raut wajah tidak kuat, Naruto menaruh piring tersebut ke meja dan mengambil air putih dan meminumnya dengan rakus."kenapa Naruto?"tanya Naruko.
Yang ditanya menoleh keasal suara. "kuenya terlalu manis!"jawabnya lirih, dengan sedikit bergetar tak kuat merasakan manis dari kue tersebut
Naruto menggeleng-gelengkan kepalanya. "maaf aku tidak bisa lama-lama, aku harus pulang, aku masih ada urusan..."ujarnya tanpa memberi salam dan langsung meninggalkan restoran mewah tersebut dan meninggalkan Naruko mematung bagai patung bagai semen tiga baut(?)...
Naruto berhenti melangkah "terima kasih atas undangannya, dan ini untukmu Namikaze"ucapnya sambil meletakkan bungkus kado kecil dimeja terdekat.
.
.
-[C2DOOM]- confession BRO
.
.
.
Mei dan Fuuka merengut kesal ketika Konan seenak jidatnya mengabil alih tv dan asik-asik sendiri main Playstation, lebih lagi Konan main game perang, ditambah suara tv-nya Konan keraskan
Kesabaran Mei sudah hilang, kupingnya sudah memerah mengepul ketika mendengar suara ledakan-ledakan dari game yang dimainkan"hei!, bisa dikecilkan suaranya?!"teriak Mei dengan kesal, akan tetapi Konan tidak menjawab malah ia terus memainkan konsol game tersebut.
Fuuka tahu kenapa sikap Konan akhir-akhir ini berbeda tidak seperti biasanya. Dengan tersenyum ia membisikkan sesuatu pada kakaknya Mei...dan yang dibisiki tersenyum
Mei melangkah keKonan, kemudian ia duduk disamping Konan yang masih terlalu asik memainkan konsol game tersebut. Mei menggenggam tangan Konan yang masih memegang controller konsol game tersebut. "jika kau memang mencintai Naruto-kun, kami bisa membagi cinta kami pada Naruto-kun, cintai dia dengan tulus. tapi kau harus setia pada Naruto-kun"ucap Mei sambil tersenyum lembut.
Mata Konan melebar, dari manai mereka tahu kalau ia mencintai Naruto. Stik yang ia pegang terjatuh. "tapi-tapi Naruto-kun sudah..."
"sssstttt, kami akan membantumu, tenang saja"ujar Fuuka dengan mengedipkan sebelah matanya.
Mei tersenyum misterius, Mei mendekatkan wajahnya kesamping wajah Konan hendak membisikkan sesuatu.
.
.
.
.
Entah apa yang Mei bisikkan pada Konan, tiba-tiba saja wajah Konan memerah, Konan tertunduk malu. "tapi...tapi apakah harus?"tanya Konan memastikan
Mei mengangguk mantap
.
.
-[C2DOOM]- home BRO
.
.
Naruto membuka pintu apartemennya dengan kasar, ia melepaskan sepatu yang melekat pada kakinya dan dengan asal melempar sepatunya ke-rak sepatu.
Ia menghempaskan tubuhnya kesofa terdekat. Naruto Menghembuskan nafas berunglang-ulang kali. Ia mengosok wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ia benar benar lelah sehabis datang dari acara ultah kakaknya
Ia heran kenapa... Apartemennya sepi padahal ini hari libur?, pasti ada Mei atau Fuuka yang menyambutnya pulang, dan pasti Konan yang akan menyambutnya
Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian melangkah ke sofa terdekat kemudian duduk rebahan.
"kucoba-coba melepar manggis, manggis kulempar mangga kudapat, coba-coba melamar gadis, gadis kudapat janda kudapat"guman Naruto kemudian tertawa pelan, kemudian melepas jaketnya, dan melemparnya sembarangan.
Sreet
sebuah tangan kecil putih halus melingkar dileher Naruto, dan sontak Naruto kaget, ia menoleh kebelakang dan...
"oh hei Konan"sapa Naruto, namun Konan tidak menjawab malah ia hanya menunduk saja. Kemudian ia melepaskan tangannya dari leher Naruto dan kemudian duduk disebelah Naruto, namun dengan kepala menunduk.
Tanpa peringatan Konan langsung duduk dipangkuan Naruto dan wajah yang ia tempelkan dileher Naruto, dan sontak Naruto terkejut, ia berupaya melepaskan Konan, bisa bahaya nanti jika Mei dan Fuuka melihatnya begini, namun gagal.
Naruto merasa geli ketika nafas Konan menerpa lehernya. "Konan, kau kesurupan ya?"tanya Naruto yang berusaha menahan nafsu yang mendatanginya
Dan Mei, serta Fuuka juga datang dan ikut-ikutan menyerang Naruto, Mei mencium bibirnya, Fuuka menjilati leher serta kuping Naruto. Sementara Konan masih sibuk memaju mundurkan tangannya didaerah vital Naruto yang masih memakai celana
Mei melepaskan pagutannya dan menatap Naruto dengan nafsu birahi yang meluap, kemudian ia melepaskan pakaian atas serta bra putih hingga terlihatlah buah dada yang menyamai Senju Tsunade.
Fuuka juga melepaskan pakaian atasnya, yea...walaupun dadanya tidak sebesar kakaknya, namun bagi Naruto dada Fuuka sudah cukup besar.
"hei!, ap..."kata-kata Naruto terpotong, Fuuka mencium bibir Naruto, sedangkan Mei menuntun tangan Naruto memegang dadanya. Yah Naruto hanya menurut saja.
Sebenarnya Konan tidak begitu yakin dengan rencana ini, dengan sedikit keberanian, kemudian ia membuka resleting celana yang dikenakan Naruto. Naruto sendiri merasakan firasat buruk akan hal ini, ia mencoba berontak. namun sia-sia.
Konan dengan malu-malu mengeluarkan suatu benda hangat yang mengacung tegang. Wajahnya memerah, kemudian ia memaju-mundurkan tangannya pada penis Naruto. Dan tanpa basa-basi ia langsung mengulum penis Naruto, perlahan namun kemudian ia mempercepat kulumannya
Naruto yang sudah kewalahan sudah pasrah, ia hanya bisa menikmatinya.
Sekitar sepuluh menit Konan mengoral, Naruto memegang kepala Konan dan menekannya. Kemudian ia melepaskan bibir dari Fuuka, "aku keluar!"
Konan merasakan cairan lengket yang hangat memenuhi mulutnya, sampai meluber keluar dari mulutnya.
Brak!
"Naru-kun!, kaa-chan merindukanmu!...eh!"
Ternyata oh ternyata kushina yang mendobrak pintu apartemen Naruto.
Dan...
Mata Kushina melotot serta Tubuhnya merasa membeku, tak kala melihat anaknya dipeluk 2 wanita berambut merah dan tangan anaknya memegang buah...BUAH DADA wanita yang satunya, dan...Dan yang paling mengejutkan ia melihat gadis berambut biru yang ia kenal...Konan
Mata Kushina kembali melotot sempurna, melihat gadis yang jongkok dihadapan anaknya tengah...Tengah mengulum anu anaknya!, oh tidak ini buruk sekali!
Sementara Konan yang tengah meng-oral Naruto, mulai kepayahan akibat, sperma Naruto yang berada dimulutnya, dengan perlahan ia melepaskan kulumannya, dan cairan putih mengalir dari sudut bibirnya.
Lantas kemudian Konan menelan sperma Naruto.
Bukan hanya melotot, tapi wajah kushina mulai pucat pasih serta tubuhnya yang bergetar, dan kaki mulai melemas lalu...,
"KYYYAAAAAAA!..."
teriakan Kushina yang terdengan kencang, serta dibarengi Kushina pingsan ditempat
.
.
TBC
.
.
.
A/N :alhamdulillah kang bisa update juga, awalnya bisa diupdate 4 bulan yang lalu, tapi hasil ngetik hilang, tak membekas.
Kalian bisa lihat dibiodata akun saya, kalau ingin tau word setiap fic saya, dan chek seminggu sekali
Saya ngak ngerti, kenapa orang" yang baca fic, tanpa akun guest, mulutnya suka rusak dimakan setan, ngak tau puasa" ternyata mulut mereka masih banyak setannya. Sungguh malang
Dan untuk Fic RE4 nyusul updatenya, saya masih punya kendala untuk fic RE4
Dan chap 8 adalah last chapter
Oh satu hal lagi, jika Fic Milk junkies tamat, rencananya saya bakalan buat fic baru, dan temanya yah walaupun sudah mainstream tapi ini beda kok, ini menyangkut pautkan premanisme
Saya Cuman mau bilang...
Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir batin
Silahkan tinggalkan Review BRO?
VVVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVV
VVVVVVVVV
VVVVVVVV
VVVVVVV
VVVVVV
VVVVV
VVVV
VVV
VV
V
