MARKHYUCK

MARK LEE

LEE HAECHAN

NCT

GENDERSWITCH

M

DON'T LIKE DON'T READ

.

.

.

.

.

Pulang sekolah Haechan kembali ke ruang osis. Dia di sana hanya menunggu Mark buat pulang bersama. Mark sebenarnya tidak mengijinkan Haechan berada di dalam ruangan karena dia ada rapat penting bersama anggotanya. Haechan bukanlah anggota osis yang mana membuat dirinya tidak disukai oleh para anggota osis. Terkhusus buat anggota cewek karena kalau yang cowok sih senang melihat yang montok kayak Haechan.

Haechan merengek pada Mark agar tetap bisa masuk ke dalam. Dia juga bilang takut kalau ada yang memperkosanya nanti jika ditinggal sendirian karena sekolah sudah sepi. Hanya ada beberaoa murid saja lagi yang betah berada di sekolah. Mark tidak ada pilihan lain selain mengijinkan Haechan masuk ke ruang osis dengan catatan Haechan tidak akan membocorkan hasil rapat pada murid-murid lain. Rapat osis kali ini tentang razia yang biasa dilakukan 3 bulan sekali.

"Kalian harus ingat apa saja barang yang tidak boleh di bawa ke sekolah dan bagaimana pemakaian atribut sekolah dengan baik. Kalian jangan segan untuk menegur murid yang melenggar peraturan. Meski senior sekali pun kalian tetap memiliki hak untuk menegur mereka"

Semua anggota osis menganggukkan kepala sebagai tanda sudah mengerti dengan baik penjelasan yang Mark berikan. Mark meski berpakaian culun seperti nerd tidak mengurangi nilai kepemimpinannya. Itu sebabnya anggota yang lain segan dan hormat padanya. Bahkan meski penampilan Mark culun tetap memiliki penggemar loh meski tidak sebanyak pangeran-pangeran sekolah.

"Rapat kali ini selesai. Kalian pulanglah"

Satu persatu anggota osis meninggalkan ruangan. Sampai tersisa Mark Haechan dan Jeno. Sebenarnya Jeno tidak ada niatan buat berada di antara Mark dan Haechan. Dia hanya ingin memberikan proposal yang sudah dia cek sebelumnya dan Mark nanti akan kembali mengeceknya lagi sebelum proposal itu diberikan pada pembina osis.

"Aku duluan Mark"

Jeno langsung saja bergegas meninggalkan ruangan osis setelah memberikan proposalnya. Mark menyimpan proposal itu ke dalam tas buat dia cek nanti di rumahnya. Mark sudah mau pulang sebelum dia ditarik buat duduk kembali di kursinya.

"Chan kita pulang sekarang"

Mark mencoba mendorong Haechan yang dengan seenaknya saja duduk di pangkuannya. Tetapi anak itu sangat pintar membuat Mark terjebak. Haechan merangkulkan tangannya dengan kuat di leher Mark hingga laki-laki itu menyerah buat menyingkirkan Haechan dari pangkuannya. Semakin kuat mendorong Haechan maka lehernya akan tertarik dengan kuat juga. Haechan yang tidak merasakan lagi dorongan dari Mark itu semakin merapatkan diri dan tangannya melepas kacamata Mark yang sangat mengganggu itu. Haechan tidak suka kacamata itu menutupi ketampanan wajah Mark.

"Mark aku merindukanmu tahu. Selama 2 bulan ini kau cuek padaku. Aku merindukan penismu ini Mark"

Tangan Haechan mengelus gundukan yang mengembung dari balik celana Mark. Menandakan jika laki-laki itu sebenarnya juga berada dinafsu yang tingga seperti Haechan. Haechan terus saja mengelus penis Mark dari balik celananya. Kemudian gerakan tangannya berubah meremas penis Mark. Membuat laki-laki itu mendesis.

"Kau pasti merindukan lubangmu ini kan Mark"

Haechan menuntun Mark buat mengelus vaginanya yang tidak tertutupi apapun. Sejak jam istirahat tadi Haechan tidak memakai lagi celana dalamnya. Dia malas buat mengambil celana dalam di loker dan memasangnya lagi.

Mark menggerakkan tangannya buat mengelus vagina Haechan yang sudah basah. Setiap saat vagina itu selalu basah dan berkedut. Sungguh vagina nakal yang sangat menggoda iman.

"Mark aaahhhh"

Haechan mendesah merasakan tangan Mark yang menekan dan mencubiti klitorisnya. Tangan Mark kemudian berpindah pada bibir vaginanya dan meloloskan 2 jarinya masuk ke dalam vagina Haechan yang sempit.

"Aaahhh Ma-mark mmhhh"

Haechan menarik tangan Mark yang satunya lagi buat dia kulum dalam mulut hangatnya. Menghisap jari panjang Mark dan memutarinya dengan lidah nakalnya. Mark menambahkan 1 jarinya lagi ke dalam vagina Haechan. Membuat si pemilik melepaskan kuluman jarinya dan semakin keras mendesah merasakan lubangnya yang mulai penuh dengan jari Mark. Saat Mark menggerakkan ketiga jarinya, Haechan juga ikut menggerakkan pinggulnya berlawanan arah. Membuat jari itu semakin dalam menusuknya sampai titik kenikmatannya.

"AAKHHHHH"

Haechan memekik saat tangan Mark terus saja menusuk gspotnya. Gerakan tangan Mark semakin cepat dan Haechan dengan susah payah mengimbangi gerakan tangannya itu. Haechan menarik tangan Mark satunya lagi yang menganggur buat memainkan payudara besarnya yang tidak ikut di jamah sama Mark.

Mark melepaskan kancing seragam Haechan satu persatu hingga memperlihatkan payudara besar yang terbungkus oleh bra hitam. Untunglah Haechan masih memakai bra agar puting merah mudanya itu tidak telihat jelas. Mark mengeluarkan payudara Haechan tanpa melepaskan kaitan branya. Payudara besar dengan puting merah muda menggodanya terpampang dengan jelas di hadapan Mark. Tangan Mark mulai meremas payudara besar milik Haechan. Menekan dan memilin putingnya dengan gemas sampai membuat Haechan mendesah semakin keras.

"Jilathhhh putingku eunghhhh Markhhh"

Haechan memejamkan matanya saat Mark mendekatkan wajahnya pada payudaranya dan menjilat-jilat putingnya. Payudara satunya masih dimanja oleh tangan Mark.

"Aakhhhh"

Tidak hanya dijilat, putingnya dihisap dan digigit dengan kuat. Mark menggilas habis puting Haechan. Sedangkan ketiga jarinya tetap bekerja dengan baik dalam vagina Haechan. Menekan titik terdalam Haechan dengan telak sampai dia merasakan kedutan vagina itu semakin cepat. Sebentar lagi Haechan akan orgasme.

"MA-MARKHHHHH"

Mata Haechan terpejam merasakan kenikmatan saat cairannya keluar mengotori selangkangannya dan celana Mark. Ketiga jari Mark masih berada di dalam lubangnya dengan gerakan yang pelan. Haechan menggoyangkan pantatnya merasakan ketiga jari itu menggodanya.

"Kita harus pulang sekarang"

Mark melepaskan pagutannya pada payudara besar milik Haechan. Ketiga jarinya juga keluar begitu saja yang mana membuat Haechan mendelik kesal karena dia masih ingin dijamah oleh Mark. Haechan dengan keras kepala memeluk Mark dengan kuat dan menggoyangkan pantatnya untuk menggoda penis Mark yang semakin membesar.

"Biarkan penismu ini masuk dulu Mark. Aku sangat ingin penis besar dan panjangmu ini memasuki lubangku yang lapar ini. Lubangku gatal ingin digaruk oleh penismu Mark"

Dasar mulut kotor yang pandai sekali merayu. Tetapi Mark tetap kuat dengan pendiriannya. Laki-laki membersihkan cairan milik Haechan dan membetulkan seragam Haechan. Kemudian mengangkat Haechan dan berjalan keluar dengan menggendong Haechan seperti koala.

Mark berhenti melangkahkan kakinya di depan loker milik Haechan. Dia menurunkan Haechan dan meminta kunci loker milik perempuan itu. Haechan memberikan begitu saja kunci loker miliknya dan Mark mengambil celana dalam Haechan yang masih tersimpan dalam loker.

"Pakai celana dalammu. Aku tidak ingin orang-orang mesum dalam bus melihat vaginamu ini"

Mark memberikan celana dalam Haechan tapi wanita itu tida bergeming sedikit pun. Membuat Mark menghela napas dan berjongkok buat memakaikan celana dalam Haechan.

"Cepat angkat kakimu"

Haechan bukannya menurut malah memajukan selangkangannya yang berada di depan Mark. Membuat laki-laki itu mencium vaginanya yang tertutupi oleh rok. Haechan mengangkat roknya agar vaginanya terpampang dengan jelas.

"Lubangku gatal. Garuk dia dengan lidah panjangmu eunghhhh"

Haechan menggoyangkan pinggulnya yang membuat bibir Mark bergesekkan dengan bibir vaginanya. Mark membuka mulutnya dan membiarkan lidahnya bekerja untuk menjilat dan menghisapi klitoris Haechan. Kaki Haechan jadi lemas dibuatnya. Haechan menyandarkan tubuhnya dengan kaki yang mengangkang lebar untuk memudahkan Mark bermain dengan vaginanya. Lidah Mark kini sudah mulai memasuki lubang sempitnya.

"Jilat terus Markhhh eunghhh"

Haechan sangat menikmati bagaimana Mark dengan pandainya memanjakan lubangnya yang selalu haus akan sentuhan dengan lidah panjangnya. Haechan mendesah semakin keras tanpa peduli jika ada yang melihat aksi bejat keduanya. Koridor sekolah sudah sepi dan itu artinya semua murid dan guru sudah pulang. Mungkin yang ada hanya satpam dan tukang bersih-bersih.

Mark terus saja menjilati lubang surgawi milik Haechan. Menyesapnya dengan kuat seperti dia menyesap bibir ranum Haechan. Mark juga sepertinya tidak peduli jika ada yang melihat aksi bejatnya itu. Haechan mengacak rambut hitam Mark sebagai pelampiasan rasa nikmat yang menderanya. Sebentar lagi dia akan kembali klimaks.

"Kenapa berhenti?"

Akan tetapi Mark seperti tidak ingin Haechan mencapai orgasmenya. Laki-laki itu berhenti memanja vagina Haechan. Menjauhkan wajahnya dengan senyum puas yang terlihat sangat menyebalkan.

"Aku bilang kita harus pulang. Kau tidak mau terkunci di sekolahkan"

Mark kembali memakaikan celana Haechan dengan memaksakan kaki jenjangnya buat diangkat. Mark dengan telaten memakaikan celana dalam Haechan dan merapikan roknya yang tersingkap.

"Naiklah ke punggungku"

Mark berjongkok di depan Haechan sebagai tanda perempuan tersebut mau dia gendong. Haechan dengan perasaan kesal naik ke punggung Mark.

"Jangan bergerak-gerak! Nanti kau jatuh"

Mark dengan susah payah menahan Haechan yang tidak berhenti menggesekkan payudara besarnya ke punggungnya. Kemudian anak itu berhenti dan menelungsupkan wajahnya ke perpotongan leher Mark. Menjilat dan mengigit leher Mark sampai memberikan bekas. Mark membiarkannya saja asal Haechan tidak banyak bergerak seperti sebelumnya.


TBC


Aku senang membaca komentar kalian dan semangat buat lanjutinnya. Kelanjutan ff ini tergantung sama respon kalian semua buat dilanjutin atau tidak