MARKHYUCK
MARK LEE
LEE HAECHAN
NCT
GENDERSWITCH
M
DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
.
.
Mark mengerang setelah selesai merapikan barang-barangnya. Dia baru saja pindah rumah seorang diri. Sementara orang tuanya masih berada di Kanada. Mark ada sih kerabat di Korea tapi dia tidak ingin merepotkan mereka. Lagi pula tinggal sendiri itu lebih nyaman karena tidak ada yang mengatur hidupmu. Mark merasa badannya lengket dan perlu membersihkan diri. Mark ke kamarnya untuk segera membersihkan diri.
Di dalam kamar Mark terpaku melihat seorang wanita sedang berjoget dengan membelakanginya dari balik kamarnya. Mark tidak tahu jika kamarnya itu langsung berhadapan dengan kamar tetangganya. Niat awal mau membersihkan diri terhenti dan fokus pada pantat sintal yang sedang bergoyang mengikuti irama musiknya. Pantat itu begitu bulat dan sintal. Pasti akan nikmat buat dia remat dengan kuat. Mark terus saja menatap wanita itu tanpa berkedip. Sang wanita tidak sadar jika ada yang mengintipnya dan terus saja menari. Wanita itu berbalik dan Mark gila melihat gundukan besar yang menggantung indah di dada wanita itu. Untuk ukuran seorang remaja dada itu sangatlah besar. Mark jadi tegang sendiri melihatnya.
Wanita itu memiliki tubuh yang bagus. Pantat bulatnya, lalu dada besarnya, dan juga wanita itu memiliki kulit tan eksotis yang jarang dimiliki wanita asia pada umumnya. Mark sudah sering melihat wanita seksi dengan kulit tan eksotis waktu berada di New York dan Kanada, tapi kali ini sangat berbeda baginya. Wanita itu berhasil membangunkan penisnya hanya dengan kemolekan tubuhnya itu.
"Fuck"
Mark menatap selangkangannya yang mengembung. Mark bergegas ke kamar mandi buat membersihkan diri dan mungkin akan menyelesaikan penisnya dulu dengan membayangkan tubuh sintal tetangganya.
Selesai membersihkan diri Mark kembali menengok ke jendala dan tidak menemukan tetangga seksinya. Sayang sekali padahal Mark belum sempat melihat wajah tetangganya itu. Apakah wajahnya itu indah seperti tubuhnya?
Sejak hari itu Mark terus saja memikirkan wanita seksi yang jadi tetangganya itu dan Mark tidak tahu jika mulai hari itu kehidupannya akan berubah. Tidak ada lagi ketenangan dalam hidupnya sejak mengenal tetangga seksinya.
"Chan minjam flashdisk dong"
Wanita bernama lengkap Lee Haechan itu hanya mendengus sebal mendengar ucapan sepupu mesumnya dari Jepang itu. Sudah seenaknya mengganggu kesenangannya dan sekarang malah meminjam flashdisknya. Dasar tidak modal. Haechan kembali ke kamarnya buat mengambil benda yang ingin dipinjam kakak sepupunya.
Sebelum keluar dari kamar Haechan melirik dulu pada jendela kamarnya. Melihat ke kamar yang berada di samping kamarnya itu dengan seksama. Haechan baru sadar jika kamar itu terlihat tidak sesuram sebelumnya. Apa mungkin ada yang menghuninya?
Haechan hanya beberapa saat memandangi kamar di sampingnya itu. Haechan lalu keluar dan kembali duduk ke ruang tengah yang mana kakak sepupunya masih nyaman duduk di sofa dengan kaki yang diangkat seperti pemilik rumah.
"Kak Yuta pasti mau menyalin film porno lagi"
"Kau seperti tidak menyukainya saja. Aku tahu kau juga menonton film itu"
Yuta menyeringai melihat wajah adik sepupunya yang dihiasi rona merah yang menggemaskan. Senang bisa membuat adik sepupunya yang manis itu bungkam tidak berkutik.
"Mama pulang. Eh ada Yuta"
Ibunya Haechan baru saja pulang dari pekerjaannya. Wanita itu menghampiri anak dan keponakannya. Yuta langsung saja memberi salam pada wanita cantik itu. Meski sudah berumur tetap saja ibunya Haechan itu tetap cantik.
"Yuta mau menginap di sini?"
Ibunya Haechan mengelus kepala Yuta dengan lembut. Memberikan senyum menawannya yang membuat Yuta terpukau melihatnya. Beruntungnya Yuta memiliki tante seperti ibunya Haechan cantik dan juga baik hati.
"Mama buat apa menawarkan si mesum ini buat menginap di sini?"
Sayang sekali anak tantenya itu tidaklah sama sepertinya. Jika saja tidak ada ibunya sudah Yuta pastikan dia memukul kepala Haechan dengan kuat sebagai pelampiasan rasa kesalnya.
"Sayang kenapa tidak sopan sama Yuta?"
Haechan mendengus sebal mendengar ibunya yang lebih memihak Yuta dari pada anaknya sendiri. Haechan sudah biasa dengan itu tapi tetap saja ada perasaan kesal karenanya.
"Aku mau keluar sebentar"
Haechan tidak suka berlama-lama berada diantara ibu dan kakak sepupunya. Haechan lebih baik keluar buat menyenangkan hatinya. Haechan melangkahkan kakinya dengan kepala yang menunduk tidak memperhatikan keadaan sekitar. Haechan tidak sadar jika ada seseorang yang sedang berjalan ke arahnya dengan membawa kantong belanjaan dan orang itu sedang sibuk menelpon hingga tidak sadar juga dengan sosok Haechan di depannya. Kedua orang itu terus saja melangkahkan kakinya sampai mereka bertabrakan.
"Aduh pantatku"
Haechan mengerang merasakan sakit pada pantat seksinya yang mencium kerasnya jalan. Seseorang yang menabraknya juga sama dan mengerang melihat belanjaannya yang berserakkan dan ponselnya yang retak. Ponselnya itu baru seminggu loh dia beli.
"Maafkan aku ya"
Orang itu bangun lebih dulu dan membantu Haechan buat berdiri. Kemudian mengambil belanjaannya yang berserakkan di jalan. Haechan mau marah tapi tidak jadi karena orang itu sepertinya juga sama merasakan sakit. Haechan malah membantu orang tersebut buat memungut belanjaannya.
"Aku juga minta maaf karena tidak melihat keadaan sekitar"
Haechan menyerahkan beberapa barang yang dia pungut kepada sang pemilik. Haechan sedikit terkejut melihat orang asing yang sangat tampan menurutnya. Apa orang ini baru pindah di sekitar tempat tinggalnya?.
"Kau orang baru ya di sini? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya"
"Iya aku baru saja pindah"
Orang tersebut juga sedikit terkejut melihat Haechan. Dia seperti pernah melihat wanita di depannya ini.
Dia seperti si tetangga seksi
Orang yang ditabrak Haechan itu adalah Mark yang baru saja pindah. Mark menurunkan pandangannya dan melihat kaki mulus yang sangat jenjang milik si wanita. Pandangan Mark terus naik ke atas dan berhenti pada dada besar yang terpampang jelas di hadapannya. Tidak salah lagi wanita di depannya ini adalah wanita yang sama seperti yang Mark lihat sebelumnya.
"Apa kau tidak apa-apa?"
Haechan sedikit merinding saat laki-laki di depannya itu tidak berkedip memandangnya. Dilihat dengan teliti laki-laki itu terpaku pada dada besarnya. Haechan mau marah kepada laki-laki mesum yang tidak tahu diri terus saja memandang gundukan kembarnya. Tapi suara Haechan tercekat dan bukannya memarahinya malah diam saja. Sebenarnya Haechan juga ada merasa senang laki-laki itu seperti memuja dada besarnya. Haechan jadi membayangkan laki-laki itu akan meremas dadanya dan memuluti putingnya yang terasa tegang sekarang.
Mark seakan sadar dari dunianya kini beralih pada wajah sang wanita. Mark berteriak dalam hatinya melihat wajah manis wanita itu. Tidak hanya tubuhnya saja yang indah, ternyata wajahnya juga indah. Sungguh pemandangan luar biasa bagi Mark melihat wanita seindah ini.
"Aku Lee Haechan dan tinggal di sekitar sini"
Haechan mengulurkan tangannya buat berjabat tangan. Mark dengan ragu menerima jabatan tangan itu.
"Aku Mark Lee tinggal di samping rumahmu"
"Hah"
Haechan terkejut mendengarnya. Laki-laki di depannya itu tahu tempat tinggalnya dari mana. Haechan tidak memberitahukannya.
"Aku sebelumnya melihatmu, kamar kita ternyata bersebelahan"
Mark merutuki kebodohannya sendiri yang membongkar jati dirinya sebagai pengintip. Tetapi Haechan sepertinya tidak mempermasalahkannya. Wanita itu menganggukkan kepalanya mengerti mendengar penjelasan Mark.
"Wow itu luar biasa. Aku mendapatkan tetangga baru yang sangat tampan"
Wajah Mark terhiaskan noda merah mendengar pujian yang keluar dari bibir ranum Haechan. Melihat bibir ranum itu membuat Mark ingin melumatnya sampai membengkak.
"Maaf aku harus kembali"
Mark menggelengkan kepalanya dan membungkuk setelahnya sebagai salam perpisahan. Laki-laki itu melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa. Haechan hanya bisa melihat punggung lebar laki-laki itu.
"Dia sangat tampan dan juga menggairahkan. Bahkan vaginaku basah hanya dengan tatapannya saja"
Hari buat turun sekolah telah tiba. Setelah menikmati waktu libur yang begitu lama akhirnya Haechan kembali bersekolah. Kali ini Haechan akan memasuki masa yang paling orang suka yaitu masa sma.
"Aku berangkat"
Haechan dengan semangat berseru dengan kedua orang tuanya. Memasang sepatunya dan siap buat berangkat sekolah.
"Mark"
Haechan berseru melihat Mark yang juga akan berangkat sekolah. Mark menutup pagat rumahnya dan berbalik dengan senyum manis di wajahnya melihat Haechan yang mendekat ke arahnya.
"Wah apa benar ini Mark Lee?"
Haechan terkejut melihat penampilan Mark yang sangat berbeda dengan kesehariannya. Apa-apaan kacamata dan rambut klimisnya itu. Pakaiannya juga sangat rapi.
"Aku tidak ingin jadi pusat perhatian nanti. Sejak dulu aku selalu saja mendapat perhatian lebih dan itu sangat mengganggu"
Mark hanya ingin memulai kehidupan yang baru. Sejak dulu dia selalu jadi rebutan para wanita dan jujur Mark tidak menyukainya. Dengan berpenampilan seperti lelaki culun begini pasti membuat mereka berpikir dua kali buat mendekatinya.
"Itu berarti hanya aku saja yang akan melihat wajah tampanmu itu"
Kecuali satu wanita yang sejak seminggu terakhir berhasil memasuki kehidupan Mark. Wanita dengan tubuh sintalnya yang berhasil membuat Mark berfantasi liar setiap malamnya.
Mark dan Haechan bersama-sama jalan menuju halte menunggu bus yang akan mengantarkan mereka ke sekolah. Selama menunggu Haechan terus saja bercerita tentang banyak hal. Mark hanya bisa tersenyum mendengarkan ceritanya.
"Nanti aku akan mengenalkan teman-temanku padamu Mark"
Tepat saat itu busa yang mereka tunggu datang. Mark menggenggam tangan Haechan dan menariknya buat menaiki bus. Di dalam bus ternyata penumpangnya penuh. Tidak ada lagi kursi yang dengan terpaksa membuat keduanya harus berdiri. Para penumpang di sana menatap lekat ke arah Mark dan Haechan yang terlihat sangat kontras. Haechan terlihat cantik dan seksi di saat yang bersamaan. Sedangkan Mark malah terlihat aneh. Sangat bertolak belakang sekali mereka.
"Ma-mark"
Mark menoleh ke arah Haechan yang barusan memanggilnya. Tubuhnya terdorong oleh penumpang lain sampai dia menghimpit Haechan.
"Ada apa?"
Mark jadi susah bergerak karena penumpang lain semakin mendesaknya. Wajah Mark memerah merasakan dada Haechan yang menempel pada dadanya.
"Ada yang meremas pantatku eunghhh"
Haechan sebisa mungkin menahan desahannya saat tangan seseorang terus saja meremas pantatnya. Haechan mengumpat dalam hati kepada orang yang telah berani melecehkannya itu.
Mark yang mendengarnya melotot tidak percaya. Orang itu mengambil kesempatan saat banyak orang begini. Mark dengan susah payah menggerakkan tangannya buat melingkarkannya di pinggang ramping Haechan. Semakin membuat keduanya menempel dan tangan orang tersebut tidak lagi meremas pantat Haechan saat tangan Mark turun ke bawah buat menampik tangan brengsek itu. Mark mengambil tas Haechan dan membalikkan tubuh Haechan agar membelakanginya.
"Aakhh"
Haechan tidak sengaja mendesah karena merasakan kejantanan Mark yang seakan menusuk pantatnya. Haechan mengigit bibirnya menahan desahannya saat kejantanan Mark terus mendesaknya. Dorongan dari penumpang lain semakin memperparah keadaan. Kejantanan Mark yang mengeras di bawah sana bergesekkan dengan bongkahan pantat sintal Haechan
Beberapa menit berlalu akhirnya bus berhenti di depan halte yang berada di depan sekolah. Mark langsung saja menarik Haechan keluar. Wajahnya merah padam karena pikirannya masih terbayang gimana nikmatnya saat kejantanannya dan pantat sintal Haecahn mereka beradu. Haechan juga tidak jauh beda dengan Mark yang wajahnya terhiaskan noda merah. Dalam pikirannya membayangkan bagaimana jika penis milik Mark yang menegang itu akan menusuk vaginanya yang berkedut.
TBC
