MARKHYUCK

MARK LEE

LEE HAECHAN

NCT

GENDERSWITCH

M

DON'T LIKE DON'T READ

.

.

.

.

.

Hari ini adalah hari terakhir masa orientasi siswa baru. Tinggal sehari lagi maka penjajahan terhadap siswa baru berakhir. Tetapi di hari terakhir inilah yang berat banget buat siswa baru. Para senior mereka semakin kejam dibanding hari-hari sebelumnya. Teriakan mereka sungguh menyakitkan pendengaran. Para siswa baru harus menuruti perintah seniornya agar tidak mendapat hukuman.

Haechan yang salah satu dari siswa baru tersebut hanya bisa menyumpah serapahi para seniornya itu. Dia sekarang harus berkeliling sekolahan untuk mendapatkan tanda tangan para anggota osis. Dipikir mudah apa harus mencari mereka di gedung sekolah yang sangat luas ini. Terlebih lagi Haechan tidak begitu ingat dengan wajah anggota osis. Yang Haechan kenal hanya anggota intinya saja yang sering terlihat dan beberapa senior pembimbing kelompoknya.

Haechan sudah mendapatkan beberapa tanda tangan anggota osis tapi masih banyak lagi yang harus dia dapatkan. Haechan dengan perasaan kesal melangkahkan kakinya ke gudang belakang yang jarang didatangi. Biasanya kan anggota osis itu sukanya bersembunyi di tempat-tempat yang jarang didatangi orang banyak.

"AAAKHHHH"

Haechan terkejut mendengar teriakan seseorang. Dia mengedarkan pandangannya dan tidak menemukan apapun. Haechan dengan takut-takut melangkahkan kakinya. Dia mendekati gedung usang yang tidak begitu jauh dari tempatnya. Seingatnya teriakan tadi dari arah sana. Haechan mengintip dari jendela yang tidak begitu tinggi dan matanya melotot tidak percaya melihat adegan tidak senonoh dari dua orang di dalam sana.

Haechan mengedarkan pandangannya dan melihat seragam dari pasangan itu. Dari yang Haechan lihat kedua orang itu dari angkatan siswa baru dan siswa tingkat akhir yang merupakan salah satu anggota osis. Haechan tidak menyangka jika anggota osis yang terlihat sempurna itu juga bisa melakukannya di sekitar sekolah. Terlebih lagi dengan adik kelas tingkat satu.

"Fuck lubangmu sempit senior"

Haechan semakin kaget mendengar suara dari laki-laki tingkat satu itu. Bukankah itu suara dari salah satuteman kelompoknya. Seingat Haechan hanya ada satu orang di kelompoknya yang memiliki suara berat, orang itu adalah Lucas.

Benar saja tebakan Haechan saat laki-laki itu mendongakkan wajahnya yang sangat jelas menampilkan si teman satu kelompoknya itu. Kaki Haechan terasa lemas melihat adegan di dalam sana yang semakin panas. Lucas mendorong tubuh seniornya hingga terhimpit dinding dengan penis yang masih sibuk menggenjot lubang si senior.

"Pe..penismuhhhhh nikmathhh.. aaahhhhh..."

Mendengar desahan seniornya itu membuat Haechan panas. Dia tidak bisa berlama-lama lagi di sana. Vaginanya basah dan berkedut melihat adegan panas itu. Haechan dengan susah payah melangkahkan kakinya yang masih terasa lemas. Wajah Haechan memerah dengan napas yang memburu.

"Ada apa Haechan?"

Haechan mendongakkan kepalanya dan melihat Mark yang terlihat khawatir melihat keadaannya. Haechan mendekati Mark dan menggelayutkan tubuhnya. Kepalanya mengendus leher Mark dan mencium aroma maskulin yang sangat memabukkan baginya. Haechan semakin terangsang dan kejadian tadi masih belum hilang dalam pikirannya.

"Haechan kau ke...mmmh"

Mark terkejut tiba-tiba Haechan menciumnya. Haechan mencium Mark dengan ganas dan berantakan. Mark sebisa mungkin buat melepaskan ciumannya tetapi Haechan menarik tenguk Mark agar ciumannya semakin dalam. Haechan memagut bibir tipis Mark mendominasi ciumannya. Membuat Mark merasa harga dirinya sebagai lelaki dijatuhkan. Mark pun membalas ciuman Haechan dan membalikkan keadaan dimana dia yang akan mendominasi Haechan. Mark mengigit bibir bawah Haechan dan menelusupkan lidahnya dalam mulut Haechan saat wanita itu membuka mulutnya. Lidah Mark menari-nari dalam gua hangat Haechan dan mengajak lidah wanita itu untuk bertarung. Keduanya semakin larut dalam ciuman mereka sampai lelehan saliva mengalir dari sudut bibir Haechan.

"Mmmhhhh"

Haechan mendesah tertahan. Ciuman Mark sangat memabukkan dan sangat mendominasi. Haechan tidak bisa mengimbanginya dan membiarkan Mark menginpasi mulutnya dengan sesuka hati. Haechan meremas surai hitam Mark sebagai pelampiasan rasa nikmatnya.

Ciuman itu terus saja berlanjut hingga Haechan merasa kehabisan napas. Haechan memukul dada Mark yang membuat laki-laki itu melepaskan ciumannya. Haechan menarik napas sebanyak-banyaknya. Bibirnya bengkak akibat ciuman panasnya.

Mark menatap lekat Haechan yang terlihat sangat seksi sekarang ini. Bibir ranum itu sangat manis saat Mark menciumnya. Mark ketagihan dengan manisnya bibir ranum itu.

"Apa yang membuat kau berbuat nekat seperti itu hah?"

Mark menarik pinggang Haechan hingga tubuh keduanya menempel. Haechan mendesah merasakan gesekan di alat kelamin mereka. Nafsunya semakin membuncah dan ingin Mark segera menyentuhnya.

Mark melihat keadaan sekitar yang sepi. Meski begitu Mark tidak boleh gegabah dan mencari tempat untuk mereka berdua. Haechan tidak berada dalam keadaan yang baik dan tidak bagus jika ada yang melihat mereka berdua. Mark menemukan ruangan yang pintunya terbuka. Mark membawa Haechan ke tempat tersebut.

"Ceritakan padaku apa yang terjadi?"

Mark mendudukkan Haechan di piano usang yang ada di sana. Tempat itu ternyata adalah ruang musik yang tidak terpakai lagi melihat alat-alat musiknya yang nampak usang dan berdebu.

"Aku tadi ke gudang di ujung sana dan melihat salah satu senior kita sedang bercinta dengan teman satu kelompokku"

Mark begitu terkejut mendengarnya. Dia melihat wajah Haechan yang merona mengingat kejadian sebelumnya.

"Lalu kenapa kau tiba-tiba menciumku?"

"Ah itu.."

Haechan merasa lidahnya kelu untuk mengatakan semuanya. Dia tidak mungkin bilang jika dia terangsang karena melihat Lucas yang menggenjot lubang seniornya.

"Jawab Haechannie"

"Eunghhhh"

Haechan mengelinjang saat Mark menggigit telinganya. Tangan Mark masuk ke dalam rok Haechan dan mengusap paha mulusnya yang membuat Haechan meloloskan desahannya. Tangan Mark semakin naik hingga berada di kewanitaannya yang sudah basah tertutupi celana dalam.

"Milikmu sangat basah. Kau terangsang ya"

Mark melepaskan celana dalam Haechan dan mengangkat rok Haechan. Kaki Haechan mengangkang dengan lebar yang memperlihatkan vagina merahnya yang banjir dengan cairan lendirnya. Selain itu Haechan juga merasa vaginanya semakin berkedut melihat tatapan tajam Mark.

"Aaakhhhh"

Mark mencubit klitoris Haechan yang dihadiahi desahan nikmat oleh wanita itu. Mark terus mencubit dan mengelus klitoris Haechan sampai Haechan bergerak resah. Cairannya semakin banyak keluar dan lubangnya berkedut semakin kuat ingin dimasuki.

"Jilat Mark aaahhhhh"

Haechan meremat roknya saat Mark menunduk dan menjilati vaginanya. Lidahnya menusuk-nusuk lubang vaginanya yang sedari tadi berkedut. Tangan Mark masih tidak melepaskan diri dari klitoris Haechan. Membuat wanita itu semakin keras mendesah.

Mark mendorong lidahnya memasuki lubang vagina Haechan. Lidahnya dipijat oleh lubang itu dan rasanya sungguh nikmat. Mark menggerakkan lidahnya menginpasi lubang berkedut itu. Rasanya sungguh luar biasa.

Haechan menggerakkan pinggulnya resah. Lidah Mark memang bekerja dengan baik dalam lubangnya tetapi Haechan masih merasa kurang. Lidah itu tidak sampai pada gspotnya yang gatal minta digaruk. Yang Haechan butuhkan itu adalah batang panjang dan besar yang dipenuhi urat.

"Aaakuuhhhh... inginhhh penismuhhhh... Markhhh aaahhh.."

Mark menampar pantat sintal Haechan mendengar kata-kata kotor yang keluar dari bibir ranumnya. Wanita ini memang sangat nakal ternyata. Mark melepaskan lidahnya dan melihat keadaan Haechan yang kacau. Roknya tersingkap hingga memamerkan vagina merahnya yang becek. Kemeja Haechan juga sudah tersingkir, sepertinya anak itu melepaskan sendiri kemajanya hingga menyisakan branya saja untuk menutupi payudara besarnya.

"Apa yang barusan mulutmu ini katakan?"

Mark mendekatkan wajahnya dan mencium Haechan dengan ganas. memagut bibir ranum Haechan yang sudah menjadi candu bagi Mark. Haechan menikmati pagutan itu pada bibirnya dan membalasnyan tidak kalah panas. Tangan lentiknya bergerak ke bawah dan berhenti di depan selangkangan Mark. Membuka zipper celana Mark dan meloloskan penis Mark dari celana dalamnya. Haechan bisa merasakan bagaimana besar dan panjangnya penis Mark yang menegang dengan urat-uratnya.

Haechan menggerakkan tangannya untuk meremas dan memijat penis Mark. Sementara bibirnya terus dipagut semakin dalam. Mark bergetar merasakan tangan Haechan yang sangat pintar memijat penisnya. Mark yang tidak mau kalah pum juha menggerakkan tangannya ke punggung Haechan dan melepaskan kaitan branya. Mark membuang bra itu dan sekarang dada besar Haechan dengan putingnya yang sudah menegang tidak ditutupi apapun. Mark meremas dada Haechan dan mencubiti putingnya. Haechan jadi sedikit hilang konsentrasi merasakan sengatan pada dadanya.

Mark melepaskan pagutan bibirnya, smeentata tangannya masih asik memainkan dada dan puting Haechan. Memilin dan mencubiti puting Haechan hingga puting itu semakin merah dan membengkak. Mark menarik puting Haechan dan menekannya dengan kuat. Membuat Haechan meremas penis Mark dengan kuat.

Lalu Mark berhenti memanjakan dada Haechan. Dia menurunkan tubuh Haechan dan mensejajarkan wajah manis itu ke selangkangannya sehingga penis besar dan panjang Mark menampar pipi gembul Haechan.

"Ouhhhh penismu besar dan panjang. Juga penuh dengan urat. Pasti sangat nikmat menggenjot lubangku"

Haechan menatap berbinar penis milik Mark. Haechan tidak pernah melihat penis seseorang secara langsung seperti ini. Haechan selama ini hanya bisa melihat dari layar laptopnua dan membayangkannya saja. Namun sekarang dia akan bisa merasakan penis besar dan panjang yang dipenuhi dengan urat-urat jantan.

"Sshhh"

Mark mendesis saat penisnya memasuki hangatnya mulut Haechan. Batang penisnya dijilat-jilat oleh lidah Haechan dan lubang kencingnya juga dijilat oleh benda tidak bertulang itu. Lidah wanita itu memang sangat nakal memainkan penisnya. Kemudian Haechan memajukan penis Mark sampai menyentuh pangkal tenggorokannya. Membuat Mark mendesis nikmat merasakan servis luar biasa yang Haechan berikan. Pinggul Mark bergerak memaju mundurkan penisnya. Melecehkan mulut kotor yang terasa begitu nikmat itu dengan semangat. Dengan mulutnya saja sudah terasa nikmat apalagi dengan lubang surgawinya.

Sementara Haechan hanya bisa pasrah sat Mark melecehkan mulutnya. Haechan tidak bisa berbuat apa-apa selain membuka mulutnya dengan lebar dan menjaliati batang penis Mark. Semakin lama penis yang berada dalam mulut Haechan terasa semakin membesar. Haechan hampir saja muntah karena merasa sangat penuh.

Plop

Mark mengeluarkan penisnya dari dalam mulut Haechan. Mulutnya memang terasa nikmat tapi lubang di bawah sana pasti lebih nikmat saat penisnya memasuki lubang. Mark mengangkat Haechan mendudukkankan kembali di atas piano dan memposisikan penisnya pada bibir vagina Haechan. Penis itu sudah sangat tegang dan siap membobol vagina Haechan.

"Para murid baru harap berkumpul di aula. Kami memberi waktu selama 10 menit buat kalian. Jika lewat dari itu maka kalian akan dihukum"

Suara si ketua osis Taeyong memenuhi seluruh penjuru sekolah. Haechan mengumpat mendengarnya. Sebentar lagi dia akan merasakan sebatang penis buat menggaruk vaginanya yang gatal akan sentuhan.

"Masukkan Mark"

Haechan tidak peduli lagi dengan hukuman yang akan menanti. Saat ini dia berada diambang nafsu yang sangat tinggi. Yang Haechan inginkan adalah penis Mark buat membobol lubangnya dan menggenjotnya.

"Kita harus pergi Haechan"

Sayangnya Mark memiliki pemikiran yang lain. Mark mundur dan memasukkan penisnya yang tegang ke balik kain. Mark memang sama bernafsunya seperti Haechan, tetapi dia masih memiliki akal yang normal untuk tidak khilaf di sekolah. Takutnya nanti ada yang menemukan mereka berdua yang sedang bercinta.

"Cepat pakai seragammu. Waktu kita tidak banyak"

Mark memungut kemeja, bra, serta celana dalam milik Haechan dan ikut merapikan seragam Haechan yang berantakan.

"Kau tidak memakai bra?"

"Dadaku sesak memakainya. Siapa tahu nanti kau bisa meremas dadaku saat di aula"

Haechan mengerlingkan matanya dengan nakal. Bra biru tuanya dia masukkan ke dalam kantong celana milik Mark. Haechan tidak memiliki kantong yang cukup besar buat menyimpan branya.

"Ternyata kau ini sangat nakal ya"

Mark meremas dada Haechan dari balik kemajanya. Mark baru tahu jika wanita ini tidak sepolos yang dia bayangkan sebelumnya. Sejak hari ini mungkin wanita itu akan menunjukkan jati dirinya yang sesungguhnya.


TBC


Ini masih flasback dan sampai chapter depan juga flashback. Aku mau ceritain hubungan Mark dan Haechan itu seperti apa. Yang penasaran apa Haechan dan Mark sudah pernah melakukannya juga akan terjawab

Buat konflik aku gak kepikiran sih sebenarnya tapi bisa aja nanti ada. Tergantung mood aku juga mau atau nggak

Makasih atas review kalian semua. Membaca review kalian membuatku semangat buat lanjutin ini