MARKHYUCK

MARK LEE

LEE HAECHAN

NCT

GENDERSWITCH

M

DON'T LIKE DO 'T READ

.

.

.

.

.

Haechan merasakan badannya lengket dan bau karena keringat. Hari ini lumayan melelahkan baginya di sekolah. Di sekolah otaknya bekerja dengan paksa untuk menerima semua pelajaran. Haechan yang tidak suka belajar tentu saja tidak senang. Lalu setelah semua pelajaran selesai Haechan ada latihan cheerleader. Haechan memutuskan untuk ikut klub cheerleader karena Mark ikut klub basket. Jadikan mudah melihat Mark karena jadwal latihan mereka yang sering bersamaan. Selain itu banyak siswa-siswa tampan lainnya yang ikut basket. Haechan bisa cuci mata melihat anak-anak basket.

Yang Haechan butuhkan sekarang berendam di bak mandinya untuk merileksasikan diri. Haechan mengambil handuk dan melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuh sintalnya. Tidak perlu khawatir akan siapa yang melihatnya karena pintu kamarnya sudah dia kunci. Palingan juga Mark yang hanya bisa melihat seluruh tubuh polosnya itu.

Sebelum ke kamar mandi Haechan sempat melirik ke kamar Mark dan tidak ada orang di sana. Seingat Haechan, Mark masih ada latihan saat dia akan pulang. Latihan klub basket itu lebih keras karea klub itu yang populer dan membanggakan bagi sekolah.

"Nikmatnya"

Haechan menyandarkan tubuhnya di tepian bak. Air hangat yang menyelimuti tubuh polosnya memang yang terbaik. Terlebih lagi dengan sabun yang dia pakai mempunyai wangi enak yang menyegarkan. Haechan bermain-main dengan gelembung sabun yang begitu banyak dibaknya. Haechan sepertinya terlalu banyak memakai sabun.

Jari-jari lentik Haechan memecahkan gelembungnya dengan selamat. Tapi tidak begitu lama Haechan merasa bosan. Dia berhenti memecahkan gelembung dan menggosok badannya dengan sabun. Dari tangan lalu beralih pada leher jenjangnnnya. Kemudian semakin ke bawah sampai pada dadanya. Haechan menatap lekat pada payudaranya yang besar dan bulat. Untuk ukuran remaja seusia Haechan memang aneh memiliki payudara seperti besar seperti orang dewasa. Haechan merasa malu awalnya, namun Yuta bilang itu adalah hal yang normal dan kelebihan tersendiri bagi Haechan. Banyak wanita di luar sana yang mengingankan tubuh sintal seperti Haechan sampai melakukan operasi segala. Jadi sejak itu Haechan merasa berbangga diri dengan tubuh seksinya itu.

"Eunhhhh"

Tangannya meremasi payudaranya dengan lembut. Begitu terus sampai remasannya berubah kasar. Jari telunjuk Haechan menyentil putingnya yang mulai mengeras. Kemudian memilin dan mencubit putingnya hingga erangan kenikmatan keluar dari mulut Haechan. Tangannya dengan terlatih memanjakan dada dan putingnya. Remas, cubit, dan pilin Haechan lakukan agar payudaranya dimanjakan dengan baik. Lalu tangan kanan Haechan merambat ke bawah mengelusi perut ratanya. Terus ke bawah sampai pada kewanitaannya yang ikut terangsang dengan mengeluarkan lendir dan berkedut-kedut.

Haechan menggerakkan tangannya pada klitorisnya. Menekan dan mengelus klitoris itu dengan penuh kenikmatan. Tangan kirinya masih bermain pada payudaranya. Sehingga Haechan mendapatkan dua kenikmatan dari kedua tangannya itu.

"Aakhhh... aaahhh"

Desahan Haechan lolos begitu saja saat jarinya begitu kasar mengelus klitorisnya yang membengkak. Tangan kirinya juga tidak mau kalah dengan terus memilin putingnya hingga Haechan bergerak-gerak dengan gelisah. Karena tempat bak mandi yang sempit membuat Haechan tidak dapat bergerak dengan leluasa. Tubuhnya merosot hingga harus beberapa kali memperbaiki posisinya. Kakinya mengangkang dengan bertumpuan pada kedua sisi bak mandi. Posisinya tidak begitu nikmat namun Haechan telah sangat bernafsu sekarang.

"Aaaahhh shithh"

Semua kenikmatan itu membuat Haechan mengerang kesal karena vaginanya semakin berkedut minta dimasukin oleh batang penis. Haechan tidak bisa main sendiri dan dia akan mendapatkan penis milik tetanggannya untuk memuaskan nafsunya yang berada di puncak tertinggi.


Mark merasa nikmat dan segar setelah mandi. Dia keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai handuk yang melilit tubuhnya. Mark cuma sendiri di rumah jadi dia tidak perlu takut ada seseorang yang masuk ke kamarnya.

"Tubuhmu luar biasa Mark"

Sepertinya Mark salah tentang tidak ada seorang pun yang masuk ke dalam kamarnya. Sekarang ini ada seorang wanita seksi sedang telentang di tempat tidurnya dengan sebuah jubah panjang yang menutupi tubuhnya. Melihatnya membuat Mark yakin jika tidak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh polos Haechan selain jubahnya.

"Apa yang kau lakukan di sini Chan?"

"Hanya ingin bermain. Bolehkan Mark?"

Haechan menarik Mark agar ikut telentang bersamanya. Haechan merangkak di atas tubuh Mark dan mendudukkan pantat sintalnya di atas selangkangan Mark.

Mark hanya menatap Haechan dengan datar. Dia sudah mulai terbiasa dengan kebinalan wanita di depannya. Mark berpikir Haechan sepertinya cocok menjadi pemeran film-film porno dengan kebinalannya itu.

"Aku ingin berpakaian Chan. Menyingkirlah!"

Mark memeluk pinggang Haechan dan menggulingkannya hingga kini Mark yang berada di atas Haechan. Mark ingin menyingkir dari tempat tidur namun sayangnya Haechan lebih dulu mengalungkan tangannya. Haechan menarik Mark dan membawa laki-laki iotu dalam ciuman panas yang menggairahkan.

Haechan terus mendesak Mark dengan ciumannya yang berantakan. Tangannya bergerak pada punggung lebar Mark dan mengusapnya dengan lembut. Menggoda Mark dengan ciuman yang didominasinya. Namun Mark yang tidak suka didominasi bergerak membalikkan keadaan. Mark berbalik memagut bibir ranum Haechan. Mengigit bibir bawahnya dan menelusupkan lidahnya ke dalam gua hangat Haechan.

"Eunghhhh"

Haechan mendesah tertahan karena ciuman Mark. Haechan bergerak resah saat tangan Mark melepas ikatan jubahnya dan mengelus punggungnya. Tangan Mark yang besar dan kasar terasa menggetarkan Haechan. Terlalu lembut hingga Haechan merasa diterbangkan.

"Kenapa sekarang kau suka sekali menggodaku anak nakal?"

Mark melepaskan ciumannya dan menatap lekat Haechan yang terengah-engah dengan bibir ranumnya yang bengkak. Wanita cantik itu menatap Mark sayu.

"Aku ingin kau memasukiku Mark. Aku ingin merasakan penismu ini"

Haechan menyingkirkan handuk yang menutupi pandangannya. Penis Mark menggantung sempurna di selangkangannya. Haechan ingin menyentuh penis Mark yang mulai bangun itu.

"Kita baru mengenal sekitar 2 bulan dan kau sudah bersikap seperti ini. Apa kau tidak takut denganku yang mungkin saja orang jahat?"

"Sejak pertama melihatmu aku sudah tahu jika kau bukanlah orang jahat. Kau adalah laki-laki dengan pesona yang indah. Kau juga adalah laki-laki yang lembut. Selama ini kau sengaja menahan hasratmu itu agar tidak menyakitiku. Aku benarkan Mark Lee"

Haechan bukanlah orang bodoh yang dengan mudahnya menyerahkan diri begitu saja. Jika dia memilih Mark maka Haechan sudah yakin dengan pilihannya itu. Haechan tahu jika Mark itu adalah laki-laki yang baik. Mark tidak mau melakukannya selama ini karena anak itu memiliki rasa ingin melindungi terhadap Haechan.

"Aku tidak masalah menyerahkan diriku padamu Mark. Aku siap untuk memuaskanmu. Aku tidak akan menyesal dengan keputusanku ini"

Haechan memeluk Mark dan mendongakkan kepalanya untuk melihat Mark yang tidak membuka suaranya. Haechan mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir tipis Mark.

"Apa yang kau tunggu tuan Lee? Makananmu sudah tersaji di sini"

Jika Haechan sudah benar-benar serius ingin menyerahkan dirinya pada Mark maka laki-laki itu tidak bisa lagi menolaknya.

"Masukkan aakhhhh"

Haechan mengerang kesal karena Mark sedari tadi hanya bermain-main dengannya. Laki-laki itu dengan sengaja memainkan bibir vaginanya dengan kepala penisnya tanpa ada niatan buat memasukkan penisnya. Haechan menggenggam penis Mark dan mendorong penis besar itu buat masuk ke dalam lubangnya.

"Ooughhhh"

Haechan mendesis merasakan sakit saat penis besar itu memasuki vaginanya. Baru juga kepalanya yang masuk tapi Haechan sudah merasa sakit seperti ini.

"Jika kau merasa sakit maka aku akan berhenti. Aku tidak ingin menyakitimu"

Mark ingin mengeluarkan penisnya namun Haechan langsung menahannya. Wanita itu menggerakkan pinggulnya agar penis Mark semakin memasukinya.

"Jangan Mark. Aku ingin penismu ini menggenjot lubangku yang lapar. Kau bisa merasakan kedutannya itu"

Mark merutuki mulut kotor Haechan. Lubang Haechan memang berkedut-kedut minta dipuaskan sejak tadi. Lubang itu memijat penis Mark dengan sempurna.

"AKHHHH"

Haechan tidak bisa menahan erangannya karena Mark menghentakkan pinggulnya dengan kuat hingga penisnya masuk dengan sempurna dalam lubangnya. Penisnya yang panjang itu langsung menusuk gspotnya dengan telak.

"Sempit"

Mark menengok ke bawah dan melihat darah yang mengalir dari lubang Haechan. Wanita seksi ini masih perawan dan dengan gilanya merelakan keperwanannya lenyap demi Mark. Haechan menggerakkan pinggulnya karena tidak ada pergerakkan dari Mark.

"Pe..penismuhhh aaahh... Markhhh..."

Mark menarik penisnya sampai pangkal kepalanya dan menghujam dengan kuat lubang Haechan. Mark bergerak semakin cepat hingga Haechan merem melek merasakan gspotnya digempur oleh penis Mark.

" menyusulah aakhhhh"

Haechan membusungkan dadanya agar Mark melahap puting merahnya. Mark menjilat puting itu dan menghisapnya layaknya bayi yang tengah menyusu pada ibunya. Jika saja dada besar Haechan itu mengeluarkan susunya maka akan semakin nikmat.

Haechan bergerak gelisah merasakan kenikmatan yang Mark berikan. Tangannya mengusak surai hitam Mark sebagai pelampiasan kenikmatannya. Penis Mark yang terus menggenjot lubang laparnya itu sangatlah nikmat.

"Le..lebihh cepat oughhhh..."

Hentakan pinggul Mark semakin kuat dan cepat mengikuti keinganan sang wanita. Tangan Mark bergerak mengelus klitoris Haechan dan membua wanita semakin bergerak gelisah. Dadanya semakin membusung saat Mark mengigit putingn kanannya sementara yang sebelah kiri dicubit oleh jari Mark. Gerakkan Mark di bawah sana masih tetap menggenjot lubangnya dengan begitu kuat. Klitorisnya terus dimainkan hingga Haechan tidak bisa lagi menahan rasa kenikmatan itu. Dia akan segera dalam puncaknya.

"Ma..mark akuhhh AARGHHH"

Haechan sampai pada klimaksnya dan Mark terus saja melanjutkan aktivitasnya tanpa memberi Haechan sedikit waktu untuk menikmati orgasmenya. Wanita cantik itu hanya bisa mendesah saat lubang sensitifnya terus digenjot sama penis Mark yang semakin menegang dengan urat-urat yang menggesek dinding vaginanya.

"Ci...cium aku Markhh"

Haechan menarik kepala Mark untuk menciumnya. Haechan suka saat Mark menciumnya. Sangat bernafsu dan menggairahkan dengan terselip perasaan cinta di sana. Haechan tidak berbohong dengan itu karena ciuman Mark itu akan melembut saat laki-laki itu memberikan perasaan cintanya.

"Eunghhh"

Mark menarik tubuh Haechan untuk berada dipangkuannya. Tangannya menarik bongkahan pantat bulat Haechan hingga tautan alat kelamin keduanya semakin dalam. Haechan ikut menggerakkan pinggulnya berlawanan arah dengan Mark.

"Lubangku penuhhh aaahhh"

Penis Mark semakin membesar di dalam sana. Sepertinya penis itu akan segera klimaks dan mengeluarkan laharnya. Genjotan Mark semakin cepat dibawah sana untuk mengejar ejakulasinya. Haechan juga sebentar lagi akan klimaks. Lubang vaginanya mengetat memijat penis Mark yang besar untuk mengeluarkan laharnya secepatnya.

"MA...MARKHHH"

"Arghhh"

Mark dan Haechan kilimaks secara bersamaan. Haechan bergetar merasakan lahar panas yang memasuki rahimnya. Sperma Mark sangat banyak dan ditambah dengan cairan milik Haechan membuat vaginanya tidak bisa menampung semuanya. Cairan cinta mereka berdua bersatu dengan darah Haechan. Mengotori sprei tempat tidur Mark.

"Luar biasa Mark"

Haechan berbisik di samping telinga Mark. Tangannya memeluk pundak lebar Mark merasakan penis Mark yang masih besar dan tegang dalam vaginanya yang kembaki berkedut. Penis itu sangat perkasa ternyata. Sangat cocok dengan vagina lapar Haechan yang terus minta digenjot.

"Tidak masalah kah keperawananmu aku ambil?"

Mark menahan pinggul Haechan yang ingin bergerak. Mark tidak ingin melanjutkan ronde selanjutnya sebelum Haechan menjawab pertanyaan yang ada diotaknya.

"Aku bilang tidak masalah Mark. Aku sendiri yang menginginkannya"

"Kau memang wanita yang gila. Tetapi aku menyukainya. Aku akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padamu"

Mark mencium kening Haechan dengan lembut. Membuat wanita itu mematung dan diam melihat Mark yang tersenyum manis kepadanya. Mark sangat tampan saat tersenyum dan membuat wajah Haechan merona.

"Apakah kau baru saja mengatakan siap menikahiku nanti tuan Lee?"

"Jika kau menganggapnya seperti itu maka jawabannya adalah iya. Kau adalah satu-satunya wanita yang pernah aku masuki"

Mark memang tinggal di Amerika dan Kanada sebelum dia ke tanah kelahiran ibunya. Tetapi Mark itu adalah anak yang baik dan penurut. Laki-laki itu tidak ikut dalam pergaulan bebas dibenua Amerika sana. Hanya saja wanita seksi yang sedang berada dipangkuannya ini sangatlah menggoda Mark. Meruntuhkan pertahanan Mark yang selama ini dia jaga dengan baik.

"Aku tersanjung dengan itu. Maka mulai sekarang aku adalah milikmu dan kau adalah milikku. Ingat itu sayang"

Haechan menyentuh wajah tampan Mark dengan tangan lentiknya. Laki-laki ini telah menyihirnya dengan pesona yang dia miliki. Padahal banyak di luar sana lelaki yang tidak kalah tampan dari Mark. Namun Haechan tidak bisa berpaling dari seorang Mark Lee.

"Mau lanjut ke ronde berikutnya?"

Mark tidak mau terlalu larut dalam suasana yang sedikit membuatnya merasa aneh. Dia menggerakkan pinggulnya membuat penisnya kembali menyentuh titik kenikmatan wanitanya itu. Sekarang Haechan miliknya seutuhnya. Hati maupun tubuhnya hanya Mark seorang yang memilikinya.

"Siapa yang bisa menolaknya aakhhhh"

Kegiatan keduanya terus berlanjut. Kamar Mark penuh dengan desahan dan erangan keduanya. Pasangan tersebut menghabiskan waktunya dengan bercinta sampai tenaga mereka terkuras habis.

TBC

Flashbacknya sudah selesai dan selanjutnya akan kembali pada Mark yang sudah jadi ketua osis dan Haechan yang binal luar biasa