MARKHYUCK

MARK LEE

LEE HAECHAN

NCT

GENDERSWITCH

M

DON'T LIKE DON'T READ

Besok harinya tidak ada lagi kedamaian bagi Mark selama di sekolah. Karena memang sudah ketahuan penampilan Mark tidak lagi seperti anak culun. Kini Mark berubah menjadi idola baru di sekolahnya. Ketua osis itu telah meninggalkan gelar culunnya. Semua anak-anak perempuan yang melihatnya begitu terpesona dengan penampilan Mark yang sekarang dan anak laki-laki menatap iri dengan Mark tanpa bisa melakukan apapun karena takut kejadian Lucas kemarin. Ngomong-ngomong tentang Lucas, anak itu sedang diskorsing. Mark mengumpulkan semua kenakalan Lucas yang menumpuk dan melaporkannya pada kepala sekolah. Meski anak dari donatur sekolah sekali pun ya tetap dihukum karena sudah mencemarkan nama baik sekolah. Dan asalkan kalian tahu bahwa Mark itu juga sangat berpengaruh di sekolah karena dia adalah anak dari donatur terbesar di sekolah itu hingga tidak ada yang berani menghukumnya. Jika orang tua Mark mengetahuinya maka sekolah itu mungkin saja akan di tutup untuk selamanya.

"Jangan tersenyum Mark"

Haechan mencibik mendengar kekaguman anak-anak perempuan terhadap Mark. Seharusnya tidak ada yang boleh tahu tentang penampilan Mark yang begitu tampan itu. Jika saja Lucas tidak memulai perkelahian itu maka semua ini tidak terjadi.

"Kau bilang aku akan lebih tampan jika tersenyum dan sekarang kau melarangku untuk itu"

"Jika kau berdua saja denganku itu boleh saja. Aku tidak suka tatapan mereka yang ingin merebutmu dariku. Kau harus ingat jika aku telah memilikimu sepenuhnya"

Haechan itu begitu posesif dengan apa yang dia miliki. Terlebih sekarang itu dia memiliki Mark sebagai orang yang akan menjadi pasangan hidupnya kelak. Haechan tidak akan membiarkan siapa pun itu mengambil Mark darinya.

"Kau terlalu posesif. Aku memang milikmu dan sampai kapan pun akan selalu seperti itu. Aku hanya akan jatuh dalam dirimu saja, tidak ada orang lain yang sama sepertimu"

Mark dengan kata-kata manisnya yang selalu bisa membuat Haechan tersipu malu. Mark akan berubah menjadi orang yang lebih romantis jika sudah bersama Haechan. Tidak tahu juga kenapa seperti itu tapi Haechan menyukainya.

"Namun aku tetap saja tidak suka dengan anak-anak perempuan yang melihatmu dengan tatapan memujanya. Kau itu seharusnya tidak perlu bergaya sok keren kemarin"

"Jadi kau lebih memilih aku babak belur dipukuli sama Lucas tanpa perlawanan apapun dan membiarkan si brengsek itu melecehkanmu di depan umum begitu?"

Haechan menundukkan wajahnya mendengar itu. Mana mau dia melihat Mark penuh luka dan dia dilecehkan oleh Lucas begitu saja. Semasa hidupnya baru kali ini Haechan merasa sangat membenci seseorang.

"Aku akan menjaga hatiku hanya untukmu. Sama sepertimu yang tidak mempedulikan orang lain yang memuja dirimu maka aku juga mengabaikan mereka dan hanya akan melihat dirimu saja"

Haechan merasakan pelukan Mark akan tubuhnya semakin mengerat. Perasaan senang dan gembira dilampiaskan Mark agar Haechan tahu jika dia hanya akan merasa senang bila bersama Haechan.

"Awas saja jika kau membohongiku Mark. Aku tidak akan diam saja dan aku akan pastikan kau bertekuk lutut denganku"

Haechan membalikkan tubuhnya agar melihat wajah Mark dan menampilkan wajah melotot agar Mark semakin takut dengan ancamannya. Haechan itu bukannya menakutkan malah terlihat imut dimata Mark. Mata bulatnya itu tidak cocok melotot seperti itu. Lebih bagus lagi jika mata itu menatap Mark sayu dengan wajah yang penuh kenikmatan saat Mark memberikan rangsangan pada tubuh sintalnya.

"Kapan aku membohongimu manis?"

Mark mendekatkan wajahnya dan mengecupi seluruh wajah manis Haechan. Pada bibir mungil Haechan, Mark tidak hanya mengecupnya tapi juga melumat bibir mungil itu hingga lenguhan nikmat terdengar begitu saja.

"Aku mau kembali ke kelas"

"Akan aku antar"

Mark dan Haechan jalan bersama dari atap sekolah menuju kelasnya Haechan. Disepanjang jalan terus saja terdengar bisikan anak-anak perempuan yang memuji bagaimana tampannya Mark sekarang ini. Haechan pagi tadi sempat meminta Mark buat kembali memakai kacamata dan rambut klimisnya. Namun Mark menolak karena tidak ada gunanya menutupinya lagi kalau semua orang sudah mengetahuinya.

"Apa hari ini kau latihan cheer?"

"Iya, kau juga latihan basket kan"

Mereks berdua telah sampai di kelas Haechan dan sedang berdiri di depan pintu. Kedunya menjadi pusat perhatian semua orang yang melihat dan mereka berdua tetap acuh dengan pandangan orang-orang itu.

"Belajarlah yang rajin"

Mark mengacak surai lembut Haechan sebelum dia pergi ke kelasnya. Haechan dengan wajah yang agak merah jalan ke mejanya. Anak-anak di kelasnya terus saja memandangi Haechan dan itu membuat Haechan risih. Perasaan Haechan hari ini pakaiannya normal kok. Gak ada yang aneh kecuali dada dan bokongnya yang memang terlihat menonjol meski seragamnya sudah normal.

"Kalian berdua jangan ikut-ikutan seperti yang lainnya menatapku seperti itu!"

Bahkan Jaemin dan Renjun juga jadi ikut menyebalkan seperti murid-murid lainnya. Mereka berdua menatap lekat wajah Haechan seakan-akan ingin membaca pikiran Haechan.

"Sebenarnya hubunganmu dengan Mark itu apa?"

"Kalian lebih dari seorang tetanggan karena sering melakukan 'itu'. Tapi kau selalu mengelak jika kau adalah kekasihnya Mark"

Jujur saja, Jaemin dan Renjun sangat penasaran dengan hubungan Haechan dan Mark yang terlihat sangat aneh. Haechan bilang dia bukan kekasih Mark tapi mereka sering sekali bercinta. Selain itu Mark juga bersikap posesif dan melindungi Haechan sepenuhnya.

"Aku tidak tahu harus menjelaskannya seperti apa. Hanya saja hubungan kami itu lebih dari sepasang kekasih. Mark mengatakan padaku akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadapku"

Haechan sih tidak mempermasalah hubungannya dengan Mark selama ini. Mau sepasang kekasih atau bukan itu tidak menjadi masalah bagi Haechan selama Mark adalah miliknya. Mereka berdua itu tidak terlalu suka mengumbar kemesraan dengan kata-kata romantis. Haechan lebih suka mengekkpresikannya dengan sentuhan. Setiap kali Mark menyentuhnya maka Haechan akan merasakan perasaan dalam laki-laki itu terhadapnya.

"Kau tidak masalah akan hal itu?"

"Tidak"

"Tapi Chan itu tidak bisa dibiarkan. Kau mungkin tidak peduli tapi orang-orang disekitarmu peduli akan hal itu. Kau itu adalah primadona sekolah yang menjadi incaran banyak siswa. Sementara Mark juga sekarang menjadi populer dan banyak siswi dan perempuan lain di luar sana yang menginginkannya. Setidaknya dengan kau menjadi kekasih Mark maka orang-orang akan susah mendekati kau maupun Mark"

Haechan terdiam dan meresapi perkataan Renjun yang mungkin ada benarnya juga. Banyak orang yang menyukai Mark dan Haechan. Itu bukanlah hal yang bagus. Jika Haechan menjadi kekasih Mark maka setidaknya orang-orang yang menyukai mereka akan berkurang.

"Mungkin aku akan mempertimbangkannya"


"Aku yang jadi flayer"

Haechan menunjuk dirinya sendiri dengan wajah yang terkejut. Selama ini Haechan hanya jadi base tapi tiba-tiba saja ketuanya meminta dirinya untuk jadi flayer. Kalian tahu flayer gak?

Flayer itu adalah orang yang diangkat dalam cheerleader. Flayer biasanya akan diangkat oleh para base untuk membentuk sebuah piramida. Sedangkan base adalah fondasi dan menjaga flayer dengan aman. Base itu dibagi dua, yaitu ada base belakang dan base belakang. Kemudian ada juga spotter yang sebagai pendamping base.

"Anak-anak basket menginginkanmu jadi flayer dan pelatih juga menyetujuinya. Jadi aku tidak bisa menolaknya"

Haechan menoleh ke samping di mana anak-anak basket sedang latihan juga. Pandangan Haechan tidak sengaja bertemu dengan Mark dan itu membuat Haechan terkejut. Mark tersenyum pada Haechan lalu kembalu fokus mendengar arahan pelatihnya.

"Kalian lakukan pemanasan dulu sebelum latihan"

Haechan melakukan pemanasan dengan sesekali mencuri pandang dengan Mark. Haechan menyadari pandangan anak-anak basket yang terus memandanginya. Namun Haaechan tidak peduli dan tetap melakukan pemanasannya. Selama 5 menit melakukan pemanasan kemudian anak-anak cheer memulai latihannya. Haechan agak sedikit gugup karena baru kali ini dia ditunjuk sebagai flayer.

"Fokuslah Haechan. Kau pasti bisa"

Haechan menghela nafas dan mulai menaiki paha dan pundak teman-temannya. Meski sedikit susah tapi Haechan berhasil melakukannya. Haechan pun melakukan gerakan yang sering dilakukan dan Haechan senang karena kembali berhasil melakukannya. Ternyata menjadi seorang flayer itu bukanlah hal yang buruk. Haechan menyukainya karena dia melihat Mark yang selalu menatapnya selama Haechan tadi latihan. Bukan hanya Mark saja sih. Tapi seluruh anak-anak basket dan pelatihnya juga ikut menatap Haechan tanpa berkedip. Haechan jadi merasa panas sendiri dan merasa bagian bawahnya basah dan berkedut.

"Kita istirahat sebentar"

Haechan mendekati Mark yang juga dalam beristirahat. Bukan hanya Haechan kok yang mendekati anak basket karena semua anak cheer juga seperti itu. Anak-anak cheer itu memang sangat dekat dengan anak-anak basket. Memang banyak klub olahraga lainnya hanya saja cheer lebih mudah akrab dengan anak basket dibanding yang lain.

"Kau menjadi flayer?"

"Iya, katanya anak-anak basket yang minta"

Haechan mengambil minuman yang diberikan Mark dan langsung meneguknya. Mark menatap intens bagaimana seksinya wanita itu sedang minum. Mark menatap leher jenjang Haechan yang begitu menggoda untuk ditandainya. Kemudian pandangan Mark turun dan berhenti pada dada bulat dan sintal milik Haechan yang tercetak jelas karena baju ketatnya.

"Apa kalian harus memakai pakaian seperti itu saat latihan?"

Haechan menatap dirinya sendiri saat Mark bertanya seperti itu. Memangnya ada yang salah ya dengam baju ketat dan celana pendek yang juga ketat itu. Pakaian seperti itu memang diharuskan bagi anggota cheer buat mudah bergerak.

"Memang harus begini biar mudah bergerak. Memangnya kenapa? Apa ku tidak suka atau terangsang melihat kemolekan tubuhku ini?"

Haechan membusungkan dadanya untuk menggoda Mark. Haechan juga menunjukkan wajah menggodanya dengan mengigit dan menjilat bibirnya dengan sensual. Mark mengumpat dalam hati melihat kebinalan wanita cantik itu.

"Siapa yang tidak akan terangsang dengan tubuh seksimu itu. Terlebih lagi pada gundukan besar ini"

"Eunghhh"

Mark dengan kurang ajarnya menyentuh dada Haechan dan meremasnya begitu kuat. Haechan sampai melenguh kenikmatan merasakan remasan tangan Mark di dadanya itu. Dasar pasangan tidak tahu diri. Mereka itu masih di depan umum dan tidak tahu malunya malah berbuat mesum.

"Haechan ayo kembali. Kita latihan lagi"

"Kau juga Mark. Jangan berduaan terus"

Haechan mendorong dada Mark dan langsung melaikan diri ke tempat anak-anak cheer lainnya yang sudab menunggunya. Wajah Haechan merah karena malu dan menahan nikat akan remasan Mark sebelumnya. Kemudian mereka kembali latihan sampai waktu yang telah ditentukan.


Setelah setengah jam lebih berlalu, akhirnya latihan Haechan telah selesai. Anak itu sedang ada di ruang ganti sendirian karena dia memang lebih dulu ke sana dari teman-temannya. Haechan mulai menanggalkan pakaiannya sampai menyisakan pakaian dalamnya saja. Saat Haechan ingin memakai seragamnya, dia terkejut dengan tangan seseorang yang melingkari perut ratanya.

"Kau sengaja ya tidak mengunci pintunya untuk menggodaku?"

"Eunghhhhh tidak. Teman-temanku akan datang karena aku lebih dulu ke mari"

Haechan memejamkan matanya merasakan telinganya sedang dikulum oleh seseorang. Haechan tidak takut dengan tindakan orang tersebut karena orang itu adalah Mark. Meski tidak melihatnya pun Haechan tahu dari suara Mark.

"Maaaarkhhh.. aaahhh"

Mulut nakal Mark turun ke leher Haechan dan mencumbui leher jenjang itu. Mark meninggalkan banyak tanda di leher dan tulang selangka Haechan dan kemudian turun pada dada sintal Haechan yang masih terbungkus bra. Mark menurunkan tali bra Haechan dan melepaskan kaitannya hingga dada bulat dan sintal itu terpampang dengan sempurna. Mark menciumi dada besar itu dan meremasnya dengan kuat. Haechan sedari tadi terus saja mengeluarkan lenguhan kenikmatannya merasakan rangsangan Mark pada tubuhnya.

"Be..berhenti Maaarkkhhh. Teman-temanku akan datang aaakhhh"

Haechan mencoba menghentikan Mark yang ingin melahap putingnya yang sudah menegang. Laki-laki itu seakan tuli tidak mendengarkannya dan terus menjilati puncak puting Haechan. Mark menatap puting yang mengkilap oleh liurnya itu dan Mark sangat tergoda untuk memulutinya. Puting merah yang sudah keras menegang itu selalu bisa membuat Mark lupa diri untuk selalu mencicipinya.

"Aaakhhh...putingkuhhh enhhhh...!"

Haechan tidak bisa mengendalikan desahannya saat Mark melahap putingnya dengan rakus. Haechan sangat menyukai saat putingnya dimanja oleh mulut panas Mark dan Haechan tidak munafik karena dia tidak ingin Mark berhenti memanjakan putingnya. Haechan membusungkan dadanya agar Mark semakin lahap memanjakannnya. Putingnya dihisap dengan kuat oleh mulut Mark dan gigi laki-laki tampan itu juga mengigiti putingnya. Haechan semakin gila mendesah karena perbuatan Mark barusan.

"Aku sangat lelah"

"Aku juga. Latihan kali ini lebih berat karena sebentar lagi anak basket akan ada pertandingan"

Haechan memejamkan matanya merasakan Mark yang semakin rakus dan brutal memuluti putingnya. Haechan takut mendengar suara teman-temannya yang mulai mendekat. Tetapi Haechan tidak ingin kegiatan panas itu berhenti. Dia sudah terangsang dan vaginanya sudah basah oleh cairannya yang teus keluar karena rangsangan Mark. Haechan jadi bingung dengan apa yang harus dia lakukan.

"Semangatlah semuanya. Ini untuk klub dan anak basket"

"Ketua kita memang yang terbaik"

Anak-anak cheer itu memasuki ruang ganti dan melihat keadaan di dalam yang sepi. Perasaan mereka tadi Haechan sudah lebih dulu ke ruang ganti.

"Bukankah Haechan ada di sini?"

"Mungkin dia sudah selesai"

"Tapi tasnya masih ada dan lokernya tidak dikunci"

Haechan masih ada di sana. Dia sedang bersembunyi di dalam lemari yang sempit bersama Mark. Haechan menahan suaranya yang ingin keluar karena Mark masih saja memanjakan dadanya. Di ruang sempit seperti itu Mark masih saja bisa membuat Haechan lemas.

"Apa mungkin Haechan diculik?"

"Jangan berpikiran aneh-aneh. Mungkin saja dia pergi ke kamar mandi"

Haechan rasanya mau tertawa mendengar obrolan teman-teman satu klubnya itu. Ya mungkin Haechan memang sedang diculik oleh anak basket yang menjabat sebagai ketua osis di sekolah. Haechan diculik dan dibuat mendesah dengan sentuhan yang mengerjai tubuh seksinya.

"Ahmmmhh"

Haechan menggigit kemajanya yang sedari tadi dia genggam. Mark tidak hanya memulutinya putingnya tetapi dia juga meremat pantat bulat Haechan dengan kuat. Rematan itu membuat Haechan semakin melayang oleh kenikmatan. Haechan sangat ingin bergerak namun sayangnya lemari itu sangatlah sempit. Tubuhnya menempel dengan Mark yang asik memanjakan dada sintalnya.

"Jika membicarakan Haechan aku selalu merasa iri dengannya"

Kalimat itu membuat konsentrasi Haechan pecah. Haechan jadi memfokuskan pendengarannya dan mencoba sebaik mungkin mengabaikan Mark.

"Iri kenapa?"

"Aku iri sama tubuh Haechan itu. Dia sangat seksi dan wajahnya itu sangat manis. Aku yang wanita saja ikut terpukau dengannya"

Haechan ingin bersorak senang mendengar pujian itu. Bahkan teman-tekan satu klubnya saja memuji tubuhnya itu. Haechan tidak mau berbangga diri tapi tububnya itu memang menjadi dambaan para wanita. Haechan kemang dibilang pendek untuk ukuran wanita seumurannya. Hanya saja dia itu memiliki tubuh berisi yang tepat. Wajahnya manis dengan leher jenjang selalu menggoda untuk minta ditandai. Lalu bagian dadanya itu bulat dan besar alami. Sementara pinggangnya itu ramping dengan perutnya yang rata. Jika kita ke bawah lagi maka akan terpampang kaki panjang Haechan yang ramping. Meski pendek Haechan itu memiliki kaki yang panjang hinggga tidak terlihat begitu pendek. Sekitar 80% mungkin tubuh Haechan itu adalah kakinya. Lalu ada lagi yang bagian menonjol yang diirikan oleh para perempuan adalah pantat bulat, padat, dan berisinya itu yang mengundang orang-orang untuk merematnya. Jika menjabarkan tentang Haechan itu tidak ada habisnya. Apalagi bagian kewanitannya yang selalu berhasil membuat Mark ketagihan untuk merojok lubang vagina sempit yang panas dengan kedutannya yang luar biasa itu.

"Ya aku juga iri dengan itu. Bukankah baik Haechan berada diklub kita. Klub cheer jadi terkenal dikalangan murid-murid lain"

"Selain wajah dan tubuhnya itu ada lagi yang membuat semua perempuan iri dengannya"

Wah benarkah itu?

Haechan tidak menyangka ada hal lain lagi yang membuat para wanita di sekolahnya itu iri selain tubub seksinya itu. Haechan jadi penasaran apa yang mereka irikan dengannya lagi.

"Pasti tentang Mark ya"

"Kau benar. Haechan dengan mudahnya dekat dengan Mark. Kalian tahukan jika Mark sangat populer sejak kejadian kemarin. Sebelumnya dia juga populer karena wibawanya menjadi ketua osis. Hanya saja sejak wajah tampannya yang ketahuan semua orang itu sudah banyak menyihir para murid-murid cantik di sekolah. Asalkan kalian tahu saja. Mark itu memiliki fans klub yang isinya hampir seluruh wanita di sekolah. Bahkan juga ada beberapa laki-laki yang ikut"

"Wah itu gila"

Haechan tidak tahu tentang fans klub itu. Hanya dalam sehari Mark sudah bisa menyihir semua orang di sekolah dengan pesonanya. Laki-laki itu memang luar biasa.

"Kau tahu tentang fans klub itu?"

"Aku juga baru mengetahuinya"

Mulut Mark berhenti memanjakan puting Haechan. Mulut nakalnya menyusuri perut datar Haechan dan terus turun hingga sampai berada di depan vagina Haechan yang masih tertutupi celana dalam.

Mark sedikit kesusahan karena ruang lemari yang sempit itu. Jika saja anak-anak cheer itu keluar, sudah Mark pastikan dia akan dengan leluasa menyentuh Haechan sepuasnya.

"Maaarkhhh jangan sekaraaanghhh"

Haechan dengan susah payah mengendalikan suaranya yang keluar. Mark dengan nakalnya menurunkan celana dalamnya sebatas lututnya. Tangan kanannya menyibak bibir vaginanya dan kepalanya maju untuk menciumi vagina yang sudah basah itu. Lidah Mark terjulur untuk menjilati klitoris Haechan yang sebesar biji kacang itu.

"Kalian semua sudah selesai. Kita harus pulang dan beristirahat. Kalian semua pasti lelah kan"

"Tapi bagaimana dengam Haechan. Tasnya masih ada di sini"

"Dia pasti sedang bersama Mark sekarang ini. Jangan khawatir"

Anak-anak cheer sudah selesai berganti pakaian mereka. Lalu satu per satu mereka keluar meninggalkan ruang ganti. Haecham bernafas lega melihat ruang ganti yang sudah sepi. Tubuhnya sudah mati rasa dan ingin segera keluar.

"Mereka sudah pergi"

"I-iya aaakhhh"

Mark menghisap klitoris Haechan sekuat tenaga hingga wanita itu memekik. Mark melepaskan kulumannya dan membuka lemari sempit itu. Celana dalam Haechan sudah Mark buang asal dan wanita seksi itu sudah telanjanv sempurna. Mark mengangkat tubuh sintal Haechan dan merebahkannya ke lantai yang dingin. Tangannya melesak masuk ke dalam lubang vagina Haechan yang sudah berkedut minta dipuaskan sejak tadi. Tangan Mark mengocok lubung Haechan dengan kasar dan brutal.

"Aaakhhh terus Maarkhhh. Garuk dengan kuat aahhh. Lubangkuhhh gatal aakhhhhh!"

Akhirnya bibir mungil itu mengeluarkan kata-kata kotornya. Mark semakin bernafsu menggerakkan ketiga jarinya dalam lubang berkedut Haechan. Jarinya bergerak memutari dinding vagina Haechan dan menggaruknya hingga desahannya semakin keras. Haechan tidak peduli lagi dengan keadaan sekitarnya. Yang terpenting sekarang ini adalah kenikmatan dari jari Mark yang terus keluar masuk dalam lubangnya.

"Ma..markhhh akuhhh aaaakhhhh"

Haechan orgasme dengan begitu nikmat. Cairannya dari lubangnya membasahi pahanya. Jari Mark masih bersarang di sana dan bergerak dengan sangat pelan membuat Haechan kembali gatal dan lubangnya berkedut gila. Haechan masih belum puas lagi. Dia menginginkan penis Mark yang besar, panjang, dan penuh urat itu merojok lubangnya.

Mark mengangkat tubuh Haechan untuk berdiri dan menuntunnya pada sebuah cermin besar yang ada di sana. Haechan melihat pantulan dirinya sendiri dibalik cermin dan itu membuatnya gila. Tubuhnya memang indah, pantas saja banyak yang mengagumi tubuhnya itu.

"Mengagumi tubuhmu sendiri"

Bisik Mark tepat di telinga kanan Haechan. Tangannya menggerayangi paha mulus Haechan. Tangan itu bergerak ke atas hingga pada kewanitaan Haechan. Mark melebarkan kaki Haechan dan menyibak bibir vaginanya agar Haechan bisa melihat bagaimana basahnya lubang senggemanya itu.

"Kau sangat seksikan"

"I..iyaaahhh aaahhh" mata Haechan berkabut oleh nafsu yang membuncah. Haechan melihat dengan jelas bagaimana tangan Mark berada di vaginanya dan mengelus klitorisnya dengan kasar. Cairannya semakin banyak keluar membasahi paha dalamnya.

Tangan Mark kemudian merambat naik mengelus perut rata Haechan. Terus naik hingga berhenti pada dada bulat dan sintal milik Haechan. Tangan Mark meremasi dadanya dan memilin putingnya tegang.

Melihat dirinya disentuh oleh Mark dari balik cermin itu membuat Haechan semakin panas. Dia seperti melihat film bokepnya sendiri dengan Mark yang sebagai pasangan panasnya. Mungkin nanti Haechan ingin merekam adegan bercintanya biar bisa jadi tontonan menarik saat dia masturbasi.

"Maaarkh"

Haechan mendesah kecewa melihat Mark yang menghentikan sentuhannya dan mengambil jarak dengannya. Haechan masih mengahadap cermin dan melihat Mark yang sedang menanggalkan semua pakaiannya. Kini Mark sudah sama telanjang seperti Haechan dan wanita itu menjilat bibirnya melihat penis Mark yang berdiri tegak di selangkangannya. Ouhhhh Haechan tidak sabar menginginkan penis itu memasuki lubang laparnya.

"Menyukai ini sayang?"

Mark menyentuh penisnya dan mengocoknya dengan pelan. Penis itu sudah sangat tegang dan ingin memasuki lubang sempit, panas, dan berkedut milik Haechan. Mark menyeringai melihat mata Haechan yang tidak teralihkan dari penisnya. Mata wanita itu terlihat sangat menginginkan penisnya.

"Kau menginginkan ini di mulutmu atau lubang vaginamu sayang"

Mark dengan sengaja mendekatkan diri untuk memamerkan penisnya di depan wajah Haechan. Wanita itu sudah tidak tahan lagi. Sejak tadi lubangnya berkedut ingin meminta sebatang penis untuk merojoknya. Haechan dengan kaki yang melebar memamerkan vaginanya dari belakang. Dia menggoyangkan pantatnya agat Mark cepat memasukinya.

"Masukkan penismu itu sayang. Lubangku sudah gatal dengan rojokan penismu"

Haechan dengan binalnya menungging hingga vaginanya semakin terlihat jelas. Mark yang sudah gelap mata akan nafsunya tentu saja dengan senang hati mengabulkannya. Mark mendekati Haechan dan memposisikan penisnya di bibir vagina Haechan. Mark menghentakkan penisnya hingga menyentuh langsung gspot Haechan yang sedari tadi gatal ingin disentuh.

"Oughhhh penismu besar aaahhhh"

Mark tanpa memberikan waktu kepada Haechan langsung menyodok lubangnya dengan kuat. Hentakan demi hentakan Mark lakukan untuk memenuhi nafsu wanita cantiknya itu.

"Aaahhh te..terussshh aakhhh dee...deeeper ouhhhhh"

Tubuh Haechan terhentak-hentak mengikuti gerakan Mark. Kakinya yang sedari tadi menopang tubuhnya merasa lemas. Mark yang mengerti itu pun memegang pinggang Haechan agar wanita itu tidak merosot jatuh. Mark menggoyangkan pinggulnya dengan gila menghujam lubang berkedut Haechan. Rojokan dari penis itu sangatlah kuat, kasar, dan brutal menghujami gspot Haechan.

"Lubangmu sempit sayang argghhh"

Mark tidak bisa menahan erangannya merasakan lubang Haechan semakin pintar menejepit penisnya. Lubang sialan yang penuh nikmat itu memang luar biasa. Maka Mark akan menghadiahkan hujaman yang semakin kasar dan brutal bagi lubang Haechan. Gerakkan Mark merojok lubang Haechan semakin cepat dan terus begitu hingga Haechan merasa melayang.

"Aakhhhh fuck yeahhhh...sodok terus aaahhh"

Haechan melihat pantulan dirinya yang sedang disodok Mark dengan brutal. Dadanya bergoyang mengikuti gerakan Mark dibawah sana yang semakin gila menyodok lubang laparnya. Haechan sangat menyukai pemandangan di depannya itu. Karena dia tidak hanya melihat persetubuhannya saja tetapi juga melihat bagaimana nikmatnya wajah tampan menikmati sodokannya akan lubang berkedut Haechan.

"Oughhh putingku gatal aakhhh... sentuhhhh putingkuhhh Markhhhh...lahap pu..putingku dengan mulut panasmuhhh aaakhhhh"

Mark membalikkan tubuh Haechan tanpa melepaskan kaitan alat kelamin mereka. Membuat penisnya itu memutari lubang vagina Haechan dan urat-uratnya bergesekkan dengan dinding vagina sempit itu. Mark semakin dalam menyodokkan penis besarnya dan mulutnya itu mengabulkan keinginan Haechan agar putingnya dimanjakan oleh mulutnya. Haechan yang melihat itu tersenyum senang. Dia mengalungkan lengannya pada leher kokoh Mark. Mulutnya tidak berhenti untuk mendesah sedari tadi.

"Akuhhh inginhhh keluar aaarghhhh"

Pertahanan Haechan runtuh juga. Dia mendongak dengan tinggi menikmati orgasmenya yang kembali datang dengan begitu nikmatnya. Haechan tidak bisa bernafas dengan baik karena sodokan Mark tidak berhenti sedikit pun meski dia sedang orgasme. Yang ada malah semakin kasar menyodok gspot hingga babak belur. Pasti gspot itu sedang berpesta dengan kepala penis Mark yang sedari tadi terus saja menyentuhnya.

Mark melepaskan mulutnya dari puting Haechan. Mark beralih pada bibir mungil Haechan yang sedari tadi terus saja mengeluarkan desahan erotisnya. Mark mencium Haechan dengan kasar dan dalam. Kemudian Mark berjalan ke temoat loker Haechan dan menyudutkan tubuh seksi itu ke sana. Sodokan di bawah sana tidak pernah berhenti dan tetap konsisten menumbuk gspot Haechan.

"Mmhhh pe..penismuhhhh besar aaakhhh fuck enghhhhhh"

Haechan merasakan penis Mark semakim besar di dalam lubangnya. Laki-laki itu sebentar lagi akan klimaks dan sodokan penisnya pun semakin cepat, kuat, dan tepat menumbuk gspotnya. Mark dengan gilanya menggoyangkan pinggulnya untuk mencapai klimaksnya.

"Aaakhhh terlalu cepat oughhhh"

Haechan semakin tersudut ke lokernya. Hentakan Mark sangatlah kuat menghujami lubangnya. Pasti nanti lubangnya akan lecet karena sodokkan Mark yang telalu kasar. Namun meski begitu Haechan tidak masalah. Karena dia suka dengan Mark yang perkasa begitu.

Hentakan demi hentakan yang Mark lakukan selalu menampar gspot Haechan dengan telak. Mark sebentar lagi akan ejakulasi dan dirinya dengan keparatnya semakin cepat dan kasar menggoyangkan pinggulnya. Wajahnya kembali mendekati dada sintal Haechan dan melahap puting merah tegang itu. Mark menghisap dan mengigit puting itu dengan rakusnya secara bergantian memanjakan kedua puting Haechan.

"Lagihhhh...aku inginhhh keluar lagi ARGHHHHH"

"ARKHHHHHH"

Mark ejakulasi bersamaan dengan orgasmenya Haechan. Mark menyentakkan penisnya semakin dalam mengeluarkan spermanya. Haechan merinding dengan lahar panas yang memenuhi lubangnya yang sampai pada rahimnya. Sebagian cairannya meleleh bersama cairan Haechan dari lubangnya. Rasanya sangat nikmat merasakan lahar panas Mark yang memenuhi lubangnya itu.

"Capek ya?"

Mark melepaskan kaitan alat kelamim mereka dan semakin banyak keluar lelehan sperma dan cairan cinta Haechan. Melihat selangkangan itu dipenuhi dengan cairan kental yang mengkilapi kulitnya membuat Mark terangsang. Tapi Mark tahu diri jika Haechan sudah sangat lelah dan hari sudah berubah gelap. Sebentar lagi pagar sekolahnya akan dikunci.

Mark mendudukan Haechan di lantai dengan bersandarkan lokernya. Mark memungut pakaiannya lalu memakainya. Kemudian Mark membantu Haechan untuk memakai rok dan baju latihannya tadi. Kemeja Haechan ternyata kotor dengan cairan Haechan sendiri, makanya Mark memakaikan bajunya saat latihan saja dan sengaja memakaikan Haechan rok tanpa celana dalam. Mark pikir dia akan bermain-main lagi dengan vagina Haechan saat di bus nanti.

Mark dengan membawa Haechan dengan menggedongnya dari belakang. Mark harus ke tempat gantinya dulu mengambil seragam sekolah dan tasnya yang masih tertinggal. Tidak perlu ganti pakaian lagi karena tidak ada orang lagi juga selain satpam sekolah.

TBC

Chapter ini full nc karena sebelumnya ena-enanya dipotong. Maaf kalau kurang hot karena aku baru pemula membuat ff, nc pula ffnya