MARKHYUCK
MARK LEE
LEE HAECHAN
NCT
GENDERSWITCH
M
DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
.
.
Pulang sekolah biasanya hal yang menyenangkan bagi anak-anak sekolah. Mereka akhirnya bisa bebas dari guru-guru dan pelajaran yang menguras otak. Bagi Haechan dia sangat menyukai waktu pulang sekolah karena dengan begitu dia bisa sepuasnya berduaan dengan Mark. Tidak ada lagi yang mengganggu mereka berdua. Seperti sekarang ini mereka sedang berada dalam bus menuju halte dekat perumahan mereka. Waktu yang diperlukan sekitar 20 menit dan itu pasti tidak akan membosankan bagi keduanya karena biasanya mereka akan bercanda atau tidak ya Haechan yang sejak awal sampai akhir akan bercerita tanpa ada berhentinya sama sekali dan Mark ya sebagai pendengar yang baik bagi Haechan.
Namun pulang sekolah hari ini itu beda bagi keduanya. Mereka berdua duduk di kursi paling belakang yang mana jaraknya masih ada dua baris lagi dari penumpang yang lain. Mark sengaja membawa Haechan duduk dipaling ujung karena kegiatan panasnya akan berlanjut disepanjang perjalanan.
"Ma..markhhh"
Haechan dengan susah payah menahan desahannya saat tangan Mark mengusap paha dalamnya. Merematnya dan merambat semakin ke dalam hingga berada di depan vaginanya. Mark dengan sengaja membuka bibir vagina Haechan dan langsung memasukkan satu jarinya dalam lubang senggema itu. Ibu jarinya menekan-nekan klitoris Haechan yang masih sensitif sementara jari tengahnya asik keluar masuk lubang vagina Haechan. Satu tangan Mark yang lain berada pada tubuh bagian atas Haechan dan sedang memijat dada bulat dan sintal itu dibalik bajunya.
Haechan suka saat Mark menyentuhnya seperti ini hanya saja Mark terkadang gila dan tidak tahu situasi sama sekali jika sudah berada diambang nafsunya. Laki-laki itu akan berubah jadi singa jantan yang liar dalam bercinta.
"Enghhhh... mmhhhh"
Mark menambah 2 jarinya sehingga ketiga jarinya bergerak dengan liar dalam mengoyak lubang Haechan. Mengocoknya dengan brutal dan menggaruk gspotnya hingga Haechan menggelinjang sendiri. Haechan sangat ingin mendesah dan mengeluarkan kata-kata kotornya menikmati sodokan dari ketiga jari Mark.
"Be...berhenti aahhmmmm"
Mulutnya memang berkata ingin berhenti tapi beda dengan gerakan tubuhnya. Pinggulnya malah bergerak maju dan mundur agar gerakan jari Mark semakin kasar dalam lubangnya. Sementara bajunya sudah tersingkap ke atas dengan Mark yang menyusu pada dada kirinya. Menghisap dan menggigitnya hingga Haechan merintih. Tubuh Haechan yang mungil tapi montok itu tersudut dan kepalanya mendongak dengan tinggi saat Mark dengan kurang ajarnya menggigit dan menarik putingnya dengan kuat. Ini terlalu nikmat bagi Haechan dan wanita cantik itu tidak ingin Mark berhenti merangsang setiap titik sensitifnya.
"Ma..mark berhenti dulu"
Haechan melihat salah satu penumpang yang nampak gelisah. Haechan segera menyingkirkan kepala Mark dari dadanya dan merapikan bajunya. Haechan memperbaiki posisi duduknya dengan kepala yang tetap tersandar. Sementara ketiga jari Mark di bawah sana masih bekerja untuk menyodoknya. Hanya saja gerakannya sangat pelan dan itu membuat Haechan tersiksa.
"Dia tidak mengetahuinya sayang"
Mark melihat jika penumpang itu kembali tenang. Mark melirik penumpang lain dan melihat mereka semua yang nampak tidak peduli dengan keadaan sekitar. Ada yang sibuk dengan ponselnya dan ada juga yang sedang tidur. Penumpang di dua barisan depan Mark dan Haechan sedang tertidur dengan lelapnya.
"Ta..tapi mmhhhh"
Mark langsung membungkam mulut mungil Haechan dengan ciuman panasnya. Ketiga jarinya kembali bergerak liar di bawah sana. Setiap vagina sempit itu berkedut maka Mark akan semakin kasar menggaruk gspotnya. Sementara dada sintalnya kembali di jamah sama tangan Mark yang lain dan Haechan hanya bisa menahan erangannya karena Mark membungkam mulutnya dengan sangat nikmat. Lidah tak bertulang itu sedang mengabsen dalam mulut Haechan dengan sesuka hatinya.
"Ungmmmhhh"
Haechan memejamkan matanya merasakan sebentar lagi dia akan klimaks. Mulutnya dengan susah payah membalas ciuman panas Mark dan pinggulnya semakin bergerak liar. Mark yang mengetahui wanita cantiknya itu akan klimaks pun menyeringai. Mark melepaskan tangannya pada dada sintal Haechan dan ketiga jarinya juga bergerak dengan pelan. Mark dengan kurang ajarnya mengerjai Haechan dalam situasi begini. Mark melepaskan ciumannya dan sedikit mengambil jarak dengan Haechan. Jarinya sudah keluar dari lubang vagina Haechan yang becek. Mark menatap wanita seksi itu dan dia tersenyum puas melihat Haechan yang sedang dalam nafsu yang membara. Haechan masih belum klimaks dan itu sangat menyiksa. Lubangnya berkedut dengan laparnya meminta untuk segera dimanjakan.
"Maaark~" rengek Haechan dengan manjanya. Dia mengangkat pantatnya dan menyingkap roknya ke atas. Kakinya dengan susah payah melebar yang memprlihatkan vagina merahnya yang basah dipenuhi lendirnya.
Mark yang melihat itu menjilat bibirnya sendiri. Wanita itu memang binal luar biasa. Tadi saja sempat tidak mau tapi sekarang dia malah pamer vagina berkedutnya itu. Mark kembali melihat sekitar untuk memastikan penumpang yang lain. Setelah memastikan aman Mark pun merangkak turun dan berjongkok. Mark memutar tubuh Haechan agar menghadapnya dan langsung saja melesakkan wajahnya untuk menikmati lubang surgawi yang terpampang dengan indahnya. Mark menggerakkan lidahnya menjilat dan menghisap klitoris sensitif Haechan dengan kuat. Jujur saja Haechan sangat ingin mengeluarkan desahannya sedari tadi. Dia sudah tidak kuat lagi. Tetapi Haechan masih berada dalam keadaan normal untuk tidak membiarkan kegiatan gilanya sama Mark diketahui orang-orang.
"Ma...masukkan Mark enghhh"
Mark memasukkan lidah panjang tak bertulangnya itu dalam lubang senggema Haechan. Mengorek lubangnya dengan sangat sialan. Haechan jadi merasa kenikmatan akan hal itu. Dia terus saja menggigit bibirnya dan hanya bisa mengeram dengan lirih setiap sentuhan lidah Mark pada lubangnya.
"Ma...maaaark"
Akhirnya klimaks Haechan datang juga. Wanita itu bernafas dengan susah payah menikmati orgasmenya. Di bawah sana Mark masih sibuk menjilati lelehan cairan cinta Haechan dan sesekali dia akan menghisap klitoris sensitif itu hingga membuat Haechan kembali terbakar oleh nafsu. Haechan sudah merasa sangat lelah tapi nafsunya masih membara.
Mark merapikan pakaian Haechan dan kembali duduk dengan tenang. Sebentar lagi mereka akan sampai jadi Mark bersiap akan hal itu. Mark menoleh dan melihat Haechan yang bersandar pada dinginnya dinding bus. Mark menarik Haechan untuk mendekat padanya dan menyandarkan kepala Haechan pada pundak lebarnya. Mark mengusap kepala Haechan dengan lembut dan beberapa kali mengecup puncak kepalanya. Haechan jadi merasa tenang dengan kelembutan yang Mark berikan.
"Sebentar lagi kita sampai di halte bus"
Haechan hanya menganggukkan kepalanya dengan lemah. Dia sangat lelah dan energinya tinggal sedikit. Hari ini itu sangat melelahkan bagi Haechan. Dia harus latihan cheer sebagai flyer yang diangkat dan setelah latihan selesai Mark malah menyerangnya begitu saja. Haechan menikmati itu sih jadi dia tidak akan menyalahkan Mark.
"Apa aku ini kekasihmu Mark?"
Haechan jadi kepikiran sama kata-katanya Renjun waktu di sekolah. Haechan juga ingin sih kalau Mark itu mengakui dirinya sebagai kekasih. Jadi orang-orang di luar sana akan mundur karena Mark Lee itu hanya miliknya seorang.
"Jika kau ingin kita menjadi sepasang kekasih itu tidak masalah Chan. Aku kan sudah berjanji padamu. Kita saling memiliki satu sama lain sayang"
Haechan tersenyum dengan bahagianya. Mark memang tidak akan mempermainkan perasaan Haechan. Laki-laki tampan itu sangatlah gentleman dan Haechan sangat menyukai itu.
"Aku mencintaimu Mark"
"Aku juga mencintaimu Haechan"
Waktu berlalu dengan begitu cepat. Tidak terasa hubungan Mark dan Haechan sudah hampir 2 bulan setlah resmi jadi sepasang kekasih. Sekarang ini mereka berdua sedang masa libur sekolah dan mereka menikmati libur dengan menonton di bioskop bersama pasangan norenmin.
"Aku bosan"
Haechan tidak begitu tertarik dengan film yang diputar. Dia melirik ke arah Mark yang sepertinya juga tidak begitu tertarik dengan filmnya. Terus beralih pada norenmin yang nampak sangat menikmati filmnya.
"Ada apa?" tanya Mark dengan berbisik.
"Bosan Maaark"
Mark terkekeh mendengar rengekan manja dari mulut mungil Haechan. Mark menarik dagu Haechan dan mendekatkan wajahnya sampai bibir keduanya menempel. Mark melumat bibir bawah Haechan dan menggigitinya sampai terdengar lenguhan nikmat. Mendengar lenguhan itu membuat Mark semakin semangat memakan bibir mungil itu. Mark bahkan sudah memasukkan lidahnya dalam mulut hangat Haechan.
"Eunghhhh" lenguhan Haechan semakin keras namun tetap tidak menghancurkan konsentrasi penonton yang lain. Ciuman panas itu terlepas saat Haechan merasa oksigen dalam paru-parunya menipis.
"Ayo kita keluar dari sini"
Mark menggengam tangan Haechan dan menariknya untuk meninggalkan bioskop. Mark juga tidak tertarik dengan film horor yang diputar. Yang paling semangat mau menonton itu kedua kekasihnya Jeno, Jaemin dan Renjun.
"Kalian mau ke mana?" tanya Jeno melihat pasangan kelebihan hormon mau pergi.
"Haechan tidak suka filmnya. Nanti hubungi aku jika kalian telah selesai menonton"
"Baiklah"
Mark kembali menarik Haechan hingga keluar dari bioskop. Wajah Haechan yang murung tergantikan senyum manis setelah keluar dari bioskop.
"Mau ke mana dulu?"
"Permainan"
Haechan menarik tangan Mark menuju ke tempat permainan yang ada di mall. Tujuan utama Haechan selain berbelanja adalah untuk bermain. Baru setelah itu makan sepuasnya
Lalu kita beralih pada pasangan yang masih berada di bioskop. Orang-orang yang menonton sedari tadi terus saja berteriak melihat hantu yang tiba-tiba saja muncul. Alunan musik yang mencekam menambah suasana menakutkan dalam bisokop.
"Kenapa menutup matamu Renjunie"
Renjun yang menjadi salah satu penonton yang takut sedari tadi menutup matanya melihat sosok menyeramkan di layar besar yang suka muncul mendadak.
"Dia pasti takut. Kau payah sekali nona Huang"
Renjun melotot tidak terima dengan ejekan yang terlontar dari Jaemin. Tangannya terkepal kuat melihat senyum mengejek yang Jaemin berikan padanya.
"Kau seharusnya menolak buat menonton film ini kalau tidak suka"
"Tidak apa-apa kok Jeno. Kau kan sangat ingin menonton ini"
Yang merekomendasikan itu adalah Jeno sendiri jadi Renjun tidak mau menolaknya. Mereka itu jarang buat menonton bersama seperti saat ini jadi Renjun terima aja ajakan menonton film horor yang tidak dia suka.
"Kau hanya mengkhawatirkan Renjun saja. Bagaimana denganku?"
Jaemin merasa tidak adil karena sedari tadi Jeno terus saja mengkhawatirkan Renjun. Dia juga kekasihnya Jeno kalau kalian lupa dan Jaemin juga ingin diperhatikan.
"Kau kan tidak takut dengan filmnya. Aku lihat kau tidak ikut berteriak dan menontonnya dengan damai"
Jaemin mencibir mendengarnya. Wanita cantik itu kembali menonton dengan perasaan kesal yang membuncah. Jeno tidak peka sekali jika dia juga ingin diperhatikan.
"Kau tidak boleh seperti itu Jeno. Jaemin pasti kesal"
Jeno menghela nafasnya dengan perasaan berat. Memiliki dua kekasih yang sifatnya berbeda sangatlah sulit. Jeno ingin hanya satu saja kekasih tapi hatinya tidak bisa memilih antara dua wanita cantik itu. Keduanya sama-sama memiliki kelebihan tersendiri yang membuat Jeno bahagia.
Kembali lagi dengan pasangan kekasih yang sedang berada dalam game center. Haechan sedari tadi sudah bersemangat main telah mengumpulkan banyak sekali kupon hadiah yang akan dia tukarkan. Targetnya dia ingin bisa mendapatkan boneka ukuran sedang untuk dia bawa pulang. Tidak dapat boneka dalam permainan capitan membuat Haechan bersemangat untuk mendapatkan dengan cara lain. Haechan sadar jika permainan capitan itu hanya memiliki persenan yang sedikit untuk mendapatkan bonekanya.
"Jeno sedang menunggu kita Haechanie"
"Tunggu sebentar Mark. Beberapa permainan lagi. Kuponku masih belum cukup"
Haechan melangkahkan kaki jenjangnya ke satu permainan ke permainan lain dengan cepat. Saldonya masih lumayan banyak dan dia pikir kupon yang dia kumpulkan masih belum cukup. Padahal sudah bermeter-meter itu kupon yang terkumpul.
"Ini sudah banyak Haechanie. Jika kau memang ingin boneka nanti aku belikan. Ini sudah jam makan siang dan kau belum makan sejak pagi tadi. Nanti kau sakit"
Haechan menunjukkan wajah sedihnya mendengar omelan Mark. Dia berhenti menggesekkan kartunya untuk permainan lain dan melangkahkan kakinya menuju kasir pengambilan hadiah. Di belakangnya Mark mengekor dengan membawa kupon milik Haechan.
Mereka berdua menukarkan kupon yang telah terkumpul dengan beberapa mainan yang ada. Haechan tidak berhasil mendapatkan boneka yang dia inginkan karena kuponnya masih kurang. Dia hanya berhasil mendapatkan mainan mobil yang lumayan besar.
"Aku akan membelikan boneka untukmu nanti. Jangan cemberut begitu dong"
Mark mengangkat dagu Haechan untuk menatap ke arahnya dan mencuri satu kecupan pada bibir plumnya.
"Aku mau boneka yang besar Mark"
"Baiklah tuan putriku. Apapun yang kau inginkan akan aku berikan"
Haechan tidak bisa menahan senyumnya melihat tingkah konyol Mark yang bergaya layaknya seorang pangeran negeri dongeng yang berjongkok di depannya. Pengunjung lain menatap ke arah mereka dengan pandangan penuh tanya.
"Beridiri Mark. Kau membuat kita jadi tontonan orang"
Haechan menggenggam tangan Mark yang terulur dan menariknya untuk berdiri. Sedikit kesusahan karena badan Mark yang lebih besar. Kemudian mereka berdua pergi menuju ke tempat dimana pasangan segitiga berada.
"Kalian lama banget"
"Berisik Na. Aku tidak memintamu untuk menungguku"
Haechan mendudukkan dirinya di depan Jaemin yang menatapnya sengit. Di sampingnya tentu saja Mark Lee yang duduk berhadapan dengan Jeno dan Renjun.
"Jangan memulai adu mulut. Kalian berdua cepatlah pesan makanan"
Mark dan Haechan berada di rumahnya Mark atau lebih tepatnya di kamarnya Mark. Keduanya lelah setelah seharian sibuk menghabiskan waktu liburan. Haechan sangat bahagia karena liburannya kali ini sangat menyenangkan karena ada Mark yang selalu memenuhi keinginannya. Salah satunya boneka beruang besar yang sebelumnya Haechan inginkan telah berada di pelukan wanita menggemaskan itu. Boneka itu sangat besar, bahkan dua kali lipat dari badannya Haechan.
"Aku sangat senang hari ini. Terima kasih ya Mark"
Ucapan terima kasih dari kekasih hatinya itu berhasil membuat Mark merasa hangat. Senyum manis terukir di wajah tampan Mark melihat Haechan yang sejak tadi terus memeluk boneka barunya tidak mau berpisah sedikit pun.
"Kau lebih suka memeluk boneka itu ya dari pada aku"
Mark ikut merebahkan dirinya di tempat tidur samping Haechan. Tangannya merambat ke tubuh sintal kekasihnya dan menarik wanita cantik itu berada di pelukannya. Sangat susah memeluk Haechan karena wanita iti tidak mau melepaskan bonekanya.
"Bonekanya empuk dan sangat lembut Mark. Tidak sepertimu yang dipenuhi otot yang keras"
"Tapi bukankah kau menyukainya. Apalagi dengan yang ada di perutku ini"
Mark menarik tangan Haechan dan membawanya ke otot perutnya. Tangan lentik Haechan mengelus permukaan kulit Mark dengan begitu lembut. Otot perut Mark yang keras dan menonjol membuat Haechan jadi ingin menekannya. Haechan membalikkan tubuhnya agar mengadap Mark dan tangannya masih terus menyentuh perut Mark. Mengusapnya dengan penuh sensual yang membuat Mark meremang. Tangan lentik itu bergerak ke atas hingga sampai pada dada bidang Mark.
"Aku memang menyukainya. Aku menyukai semua yang ada pada dirimu Mark"
Haechan berbisik dengan seksinya. Wajahnya dia dekatkan dan mengecup rahang Mark. Tangannya masih bermain di dada bidang Mark sementara bibir mungilnya menyesap leher Mark hingga meninggalkan bekas samar.
"Bagaimana denganmu tuan Lee? Apa yang kau suka dariku?"
Haechan menghentikan aksinya dan menatap manik gelap Mark yang juga sedang menatapnya. Manik keduanya saling beradu pandang dan tidak ada dari keduanya yang ingin melepaskan pandangannya.
"Aku juga menyukai semua yang ada pada darimu sayang. Semua yang ada pada diri Haechan adalah keindahan"
Mark membawa dirinya untuk mencium bibir mungil Haechan yang sedari tadi terus menggodanya untuk menyesap bibir itu. Mark melumat bibir mungil Haechan dengan begitu lembut dan menghantarkan perasaan sayangnya kepada wanita itu lewat ciuman manis.
"Kau adalah kebahagian untukku. Aku senang bisa mengenalmu. Teruslah bersamaku hingga akhir hidupku nanti. Aku mencintaimu dan akan terus mencintaimu sepanjang hidupku"
Mark yakin dengan perasaannya yang selalu membuncah berada di dekat Haechan. Wanita itu berhasil mencuri hatinya dengan segala tingkah ajaibnya. Haechan adalah wanita kedua bagi Mark dalam posisi hatibya setelah ibunya sendiri. Mark yakin dia akan terus mencintai Haechan karena setiap harinya perasaan cinta itu bertambah.
"Terima kasih sudah mencintaiku. Aku akan terus bersamamu seperti yang kau inginkan"
Lama ya aku updatenya :'(
Maaf update lama karena aku juga sibuk. Banyak tugas yang harus aku selesaikan dan untuk update selanjutnya akan tidak menentu
Aku berterima kasih banget pada kalian semua yang telah menunggu ff ini. melihat semua komentar kalian membuatku bersemangat untuk melanjutkannya
Mungkin beberapa chapter lagi cerita ini akan selesai dan aku harap kalian sabar menunggu
Sekali lagi terima kasih dan mari kita kibarkan bendera MarkHyuck bersama
