DESCLAIMER: MASASHI KISHIMOTO
RATED : T SEMI M
LANJUUT CHAP SELANJUTNYA. YAHOOO. HAPPY READING.
"sudahlah sakura, jangan berfikir seperti itu, yang penting pikirkan kesehatanmu dulu" nasehat saori, ia mengelus kepala sakura yang tak dililit kain perban.
Sakura hanya tertunduk merenungkan nasibnya yang hanya tinggal 2 minggu lagi. Oh tuhan, inikah takdirmu.
Chapter 2
Tinggal sehari lagi ia berada di rumah sakit, hari ini ino sahabatnya datang untuk menjenguknya.
"tampaknya kau sudah lebih baik ya sakura" ucap ino yang tiba-tiba muncul di ambang pintu kamar tempat sakura di rawat.
"ino, masuklah" tukas sakura dengan senyum diwajahnya.
"mana kak sasori?" Tanya ino yang mengedarkan pandangannya kesisi kamar sakura.
"dia pergi rapat, ada clien dari luar negri"
"oouh" ino meletakkan bunga lili di vas bunga yang berada di atas meja bagian kanan tempat tidur sakura. Ino melangkah menuju jendela untuk membuka jendela tersebut. Sakura memerhatikan bagaimana ino menembus kakashi. kakashi hanya berekspresi datar.
"udaranya segar sekali" ucap ino lalu menghirup udara sebanyak-banyaknya. Setelah itu ia berbalik dan duduk di dekat sakura.
"hei kau tau sakura,coba tebak siapa yang menjadi ketua BEM di universitas kita?" ucap ino.
"siapa?" Tanya sakura, tapi ia tak tampak bersemangat.
"uhm, sasuke uchia, kau jadi wakilnya, sedangkan aku seketarisnya" jelas ino yang kelihatan berbunga-bunga. Tentu saja itu bisa menjadi alasan ia dekat-dekat dengan sasuke sang pria idaman.
"oh , A-APA, SI UCHIA?" teriak sakura tak percaya. "hei, tenanglah sakura, jangan teriak-teriak" ucap ino yang menempelkan telapak tangannya di wajah sakura sehingga telapak tangannya menutupi sebagian wajah sakura.
"kenapa mesti dia" ringis sakura.
"ya tidak apa-apa kan sakura, jadi dengan begitu aku bisa dekat-dekat dengan dia" ucap ino dengan senyuman bahagia. Sakura hanya tersenyum kecut. Bukan karna ino yang bisa dekat-dekat dengan sasuke,melainkan membayangkan dirinya yang dekat-dekat dengan sasuke. Sakura sangat kesal kalau harus dekat-dekat dengan sasuke, lelaki itu terus saja menggodanya, walaupun ia tau sikap nya dingin pada gadis lain. Tapi tetap saja sakura merasa terganggu dengan kehadiran sasuke yang sepertinya sombong dan terkesan mengejar-ngejar dirinya, itu kelihatan norak, belum lagi surat cinta norak yang dibuat si uchia sewaktu mereka duduk di bangku kelas 2 SMA, tiap hari sakura mendapatkan surat cinta dari sasuke di dalam lokernya, sakura hanya membacanya dengan ilfil,mengumpulkannya dan membakarnya. hanya sekali sakura membalas surat uchia bungsu itu dan isinya hanya bertuliskan "aku tidak tertarik padamu". tapi entah mengapa pria itu tak berhenti dengan aksinya, dan sekarang dia harus menjadi wakil sasuke. Ah tamat lah riwayatnya.
"tenang saja sakura, kau takkan dekat-dekat dengan pria bernama sasuke itu dalam waktu yang cukup lama, karna dua minggu lagi kau takkan pernah bertemu dengannya" ucap kakashi dengan senyuman sinis.
Sakura kembali mengingat dengan sisa waktunya yang hanya tinggal 2 minggu lagi.
"ino" panggil sakura.
"ya?"
"bagaimana kalau aku pergi ketempat yang jauh dalam beberapa minggu ini" ucap sakura pelan.
"pergi jauh ? memang nya kau mau kemana? Dan apa kau akan kembali?" Tanya ino yang penasaran.
Sakura menggeleng lemah.
"hm, tentu saja aku akan mencarimu walaupun keujung dunia forehead. Kau itu kan sahabat ku mana bisa aku membiarkanmu mninggalkanku begitu saja" ucap ino bersemangat.
Sakura hanya tersenyum tipis mendengar kalimat yang begitu tulus dari sahabatnya. Ah, mengapa ini sulit sekali.
.
.
.
Hari ini sakura sudah diperbolehkan pulang.
"selamat datang kembali dirumah sakura" ucap sasori membukakan pintu rumah mereka.
"sebaiknya kau istirahat ya,kakak akan membuatkanmu makanan" sasori mengecup lembut kening adiknya,sakura pun masuk kedalam kamarnya. Ia menghempaskan tubuhnya keatas kasur.
Sakura bangun dan memposisikan tubuhnya dalam keadaan duduk. Diliriknya makhluk yang tengah berdiri di dekat jendela. "huufft" sakura menghela nafasnya, ia langkahkan kakinya menuju kamar mandi. Ia berendam dalam busa-busa sabun yang menyelimuti tubuhnya.
'tidak, aku tak boleh seperti ini, aku harus semangat, HARUS' batin sakura. Ia pun membilas tubuhnya dan memakai handuk menutupi tubuhnya dari dada hingga ke lutut. Ia pun keluar dari dalam kamar mandi.
Kakashi melihat sakura yang keluar dari kamar mandi dengan tatapan dingin. Tubuh sakura putih mulus, ia memang sudah sering berjumpa manusia seperti sakura, tapi entah kenapa pertemuan pertamanya ketika ia melihat wajah sakura ada sesuatu dalam fikirannya, namun ia berusaha mengelak fikiran tersebut.
Sakura membuka lemarinya dan mengambil pakaian dalam serta baju dan juga celana, ketika sakura hendak membuka handuknya ia terhenti mengingat sesuatu yang tengah menatapnya secara intens.
"hm? Hei kau, kenapa kau tatap aku seperti itu?" Tanya sakura menyilangkan tangannya kedepan dadanya.
"kenapa? Aku tidak boleh?" ucap kakashi datar.
"te-tentu saja tidak boleh. Bagaimanapun kau tetaplah seorang lelaki" ucap sakura malu. Wajahnya sudah merah seperti tomat.
'seorang lelaki. Apa dia menganggapku seorang lelaki, dan ekspresinya lucu juga' bathin kakashi. senyuman tipis muncul di wajah kakashi.
Biasanya para calon manusia yang akan ia cabut nyawanya tak ada yang peduli satupun pada dirinya, walaupun mereka tau kakashi ada memperhatikan mereka. Tapi mereka hanya menganggap kakahi seperti makhluk lebih tepatnya malaikan pencabut nyawa, yang wanita tak ada rasa ragu untuk bertelanjang didepan kakashi, karna semangat hidup mereka sudah hilang, lagipula mereka menganggap kakashi sebagai makhluk bukan manusia, jadi untuk apa malu, pikir mereka. Namun sakura berbeda.
Sakura mengambil pakaiannya dan menggantinya di toilet,karna kakashi tak mengikutinya saat di toilet. Setelah mengganti bajunya ia pun menuju ke dapur. Saat ia membuka pintu tercium aroma masakan yang nikmat di hidungnya. "mmm" gumamnya menikmati aroma masakan dari arah dapur. Dengan mengendap-endap ia berjalan dan menemukan kakaknya sedang sibuk memasak. yah sasori bahkan lebih pintar memasak dibanding sakura, selain menjadi pemilik perusahaan haruno corp yang cukup ternama seantero jepang kakaknya itu juga memiliki keahlian dalam bidang masak, sehingga keluarga haruno itupun mempunyai restoran yang tak jauh dari perusahaan mereka. Dengan wajah tampannya membuat wanita meliriknya lebih dari sekali, acap kali sasori menjadi perhatian para gadis-gadis yang melihatnya.
"kakak" ucap sakura sambil memeluk kakaknya dari belakang. "eh sakura, bukanya kakak tadi menyuruhmu istirahat saja?" Tanya sasori yang tersenyum karna tingkah adiknya.
"aku ingin disini menemani kakak" tukas sakura. "oke oke adik ku sayang" ucap sasori tertawa kecil.
'TING TONG, TING TONG'
"biar sakura saja" sakura pun pergi ke rah pintu depan untuk membukakan pintu karna terdengar suara bel rumahnya yang berbunyi.
"sasuke?" sakura tak percaya siapa yang berkunjung, sasuke. Makhluk paling menyebalkan di dunia menurut sakura.
"hai sakura, kau sudah sembuh? Kau baik-baik saja? Ada yang sakit?" Tanya sasuke yang memegang bahu sakura dan celingak celinguk melihat kepala sakura. Dengan satu jitakan di kepala sasuke berhasil membuat pemuda berambut pantat ayam itu melepaskan tangannya dari bahu sakura.
"mau apa kau datang kesini?" Tanya sakura geram.
"tentu saja melihatmu , dan memastikan kalau kau baik-baik saja sakura" ucap sasuke, ia memberikan seikat bunga mawar merah ke hadapan sakura.
"eh? Buat apa ini?" Tanya sakura .
"untukmu" ucap sasuke manampilkan senyumannya yang bisa membuat hati para wanita meleleh kecuali sakura. "uugghh" sakura sudah geram dengan aksi sasuke yang menurutnya konyol. Dilihatnya kakashi dengan wajah yang dingin muncul dari belakang sasuke. Sakura pun menghela nafasnya.
"masuklah" ucap sakura, kalau tak mengingat tentang kakashi ia tak mungkin berbaik hati pada sasuke,kakashi membuatnya harus mengingat tentang hidupnya yang hanya tinggal 2 minggu. Dia harus menebar kebaikan selama 2 minggu.
"terima kasih sakura" ucap sasuke yang tersenyum kesenangan. Ia pun duduk di sofa ruang tamu.
"tunggu sebentar" ucap sakura pergi menuju dapur.
.
.
.
"siapa yang datang?" Tanya sasori yang meletakkan hidangan di atas meja makan. Sakura mengambil botol sirup dari dalam kulkas lalu menuangkannya kedalam gelas.
"sasuke kak" ucap sakura yang sibuk membuatkan minuman untuk pemuda bermata onyx yang tengah duduk di ruang tamu mereka.
"sasuke ? apa dia sasuke uchia?"Tanya sasori ingin tau.
"ya, kok kakak bisa tau?" Tanya sakura bingung, darimana kakaknya bisa mengenal sasuke, tidak lebih tepatnya darimana sasuke mengenal kakaknya. Apa jangan-jangan sasuke berusaha mendekati kakaknya?
"tentu saja kakak kenal, kakak dengan kakaknya sasuke yang bernama itachi uchiha itu adalah sahabat akrab, dulu sewaktu kuliah kakak sering berkunjung kerumahnya, apa kau tak ingat itachi yang berambut panjang, mirip kan dengan adiknya?" tukas sasori.
Sakura mencoba mengingat-ingat kembali teman-teman kakaknya yang pernah berkunjung kerumahnya, seingatnya ada deidara dengan rambut blonde panjang, dia sedikit rada kecewek-cewek an alias rada lekong, lalu ada yahiko, cowok macho yang keren dan berambut berwarna orange, menurut sakura yahiko malah lebih keren disbanding sasuke, lalu ada konan, cewek satu-satunya yang pernah dibawa kakaknya kerumah, sakura bahkan curiga kalau kakaknya itu menaruh hati pada perempuan bersurai biru itu. Tapi sakura setuju dengan konan, dia terlihat baik dibandingkan dengan perempuan-perempuan yang gak jelas yang menyukai kakaknya. Selanjutnya ada hidan si fanatic agama, ya pria itu sangat fanatik. Lalu ada kakuzu yang berwajah menyeramkan diantara mereka semua dan dia sekarang bekerja di bank sebagai direktur utama, dan yap sakura ingat dengan pria tampan bersurai hitam panjang dengan mata onyx dan ada garis diwajahnya, kalau diingat-ingat kembali itachi bahkan lebih tampan di banding sasuke, mengingat itachi yang sangat cool itu.
"oh kak itachi, ya aku ingat sekarang" ucap sakura. Sakura pun membawa nampan berisi 3 gelas ke ruang tamu disusul sasori dari belakang sakura.
Sakura meletakkan gelas tersebut keatas meja, "ah sasuke, apa kabarmu?" Tanya sasori begitu melihat sasuke.
"kak sasori, aku baik-baik saja, wah tak menyangka bisa bertemu kakak disini" ucap sasuke berojigi
"iya tentu saja, kau tak melupakan kan aku ini kakaknya sakura" tukas sasori yang kemudian duduk di sebelah sasuke, sakura memilih duduk di sofa terpisah dari mereka berdua.
"tumben datang kesini sasuke, apa ada sesuatu?" Tanya sasori
"hm, aku ingin menjenguk sakura , memastikan dia kalau keadaannya baik-baik saja" ucap sasuke. "oh begitu" sasori menatap kea rah sakura dengan tatapan 'sepertinya dia menyukaimu,kalian sangat cocok'. Tatapan sasori dibalas dengan tatapan sakura 'tidak, aku tidak menyukainya'.
Sasori berpaling menatap sasuke, "kau teman satu universitas nya sakura kan?" Tanya sasori lagi.
"ya kak, dan dia menjadi wakil ku di BEM" jelas sasuke menunjukan kalau dirinya adalah ketua BEM.
"wah hebat kalau begitu, kalian akan lebih baik kalau berteman akrab"
"ehem" kaliamat sasori dibalas dengan sakura yang berdehem. Sakura pun bangkit dari sofa ia ingin ketoilet.
"aku mau ke toilet dulu" ucap sakura yang melengnggang pergi meninggalkan dua pria tersebut.
"sasuke, ehm mungkin ini agak sedikit , ehm bagaimana ya, aku bisa menilai dari tatapan mu pada sakura, apa kau . . menyukai sakura?" Tanya sasori mengintrogasi. Merasa ini adalah kesempatan emas untuk mendekati sakura melalui kakaknya sasuke mengangguk membenarkan kalau ia menyukai sakura.
"wah,wah, wah, aku sangat senang kalau kalian menjadi lebih dari sekedar sahabat, yah kau tau, sakura susah sekali mau menerima seorang lelaki di hidupnya, entahlah semenjak Ia disakiti terakhir kali sekitar 3 tahun yang lalu, aku tak pernah mendengar dia dekat dengan lelaki lagi, ya kuharap kau bisa merubahnya sasuke. . ." ucap sasori.
"dan kuharap kau bisa menjaganya" sambung sasori , ia tersenyum ke rah sasuke.
"tenang saja kak sasori, sakura aman kalau berada di dekatku, dan pasti aku akan membuatnya berubah"sasuke tersenyum bangga.
Tanpa mereka sadari sejak tadi mereka mengobrol sepasang mata tengah mengawasi pembicaraan mereka. Makhluk berambut perak yang mengawasi mereka tersenyum sinis ketika mendengar kalimat sasuke yang terakhir kalinya. Ia menatap sasuke dengan tajam,seakan ingin mencabut nyawa orang itu. Sayang ia tidak ditugaskan.
TO BE CONTINUE
selesai deh chap 2, maaf kalau ceritanya jelek dan masih banyak typo T_T. oia di chap sebelumnya belum dijelaskan apa itu ojigi. ojigi itu adalah sikap membungkukan badan untuk memeberikan hurmat, seperti orang jepang biasa lakukan.
tolong reviewnya yaa, pleaseee :)
