"Mulai sekarang Jungkook akan menjadi adikmu, Tae." kata daddy sambil tersenyum. Adik? Daddy mengangkat namja ini menjadi adikku?
Aku pun menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Entah kenapa ada yang mengganjal disini, lihat saja tubuhnya yang terkesan kaku, kepala terus menunduk, dan bibir yang sedikit bergetar.
Kupikir ada sesuatu yang disembunyikan Daddy dariku.
~A Wonderful Mistake~
by Park Eun-Gi
Genre: Hurt/Comfort; Romance; Drama
Cast: Kim TaeHyung/V; Jeon Jungkook; Jung (Kim) DaeHyun; and other.
Disclaimer: BTS are BigHit Ent's
Warning: Typo(s); Shounen-Ai, Boy x Boy, OOC
Don't Like Don't Read
Enjoy~
Normal POV
Nyiiiiitttt
"Loh Kook, kau sedang memasak air?" tanya DaeHyun saat didengarnya suara teko air yang melengking tinggi.
"Ah i..iya Appa, habisnya galon dirumah kita habis, jadi aku memasak air. Aku angkat dulu, ne"
Jungkook pun melesat pergi ke dapur.
"Dad"
"Ya, Tae?"
"Untuk apa Daddy mengangkatnya?"
"Kalau tidak diangkat nanti airnya habis, kita mau minum apa? Lagipula bukan aku yang ngangkat, Jungkook"
"Bukan itu maksudku Dad" kata Taehyung sambil memukulkan telapak tangannya ke kepalanya sendiri
"Maksudku, untuk apa Daddy mengangkat Jungkook?" tanya dengan penekanan di kata 'Jungkook'
"Oh itu.." Daehyun menggantung sejenak kalimatnya "Kau tau kan Tae aku selalu sendirian sejak kepergianmu? Tidakkah kau pikir aku butuh teman?"
"Tapi kan kita selalu bertelponan Dad" kata Taehyung dengan sedikit bingung "Tidakkah itu cukup?"
"Lagipula aku tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri" Daehyun pun mengaku sambil mendudukkan diri di sofa. "Aku tidak tau cara memasak, menyetrika, dan semuanya."
"Huh sudah kuduga" Taehyung menatap ke arah dapur "Kenapa tidak sekalian menyewa pembantu rumah tangga? Untuk apa mengangkat anak kalau tujuannya agar dia yang mengerjakan semuanya?"
"Tapi setidaknya aku memperlakukannya dengan … baik"
"Huft, lalu bagaimana kontrakan milikmu Dad?" tatapan Taehyung berpindah ke arah Daddy-nya.
"Huh semakin hari semakin menjadi-jadi saja kelakuan orang-orang itu. Terutama keluarga Jeon sialan itu! Sudah berbulan-bulan tidak membayar, masih saja meminta tambahan waktu, untung saja mereka menyerahkan J…" perkataan Daehyun terpotong. "J.. J.."
"J.. J.. Jeruk? Jambu? Jelly?" tanya Taehyung bertubi-tubi.
"J.. J.. Jwoooh sudah tidak usah dipikirkan, lupakan lupakan!" Daehyun berkata sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
"Ya ya ya ah sudahlah aku lelah Dad, nanti malam saja kita lanjutkan ne? Aku kekamar dulu."
Taehyung pun pergi menuju kamarnya, yang kebetulan berada tepat disebelah kamar Jungkook. Bisa kita lihat Daehyun yang berkeringat dingin sambil memegangi dada kirinya, "huh hampir saja."
"Apa yang aneh dengan pria tua itu?" Taehyung bergumam ketika melangkah kearah kamarnya.
Krriiieettt
"Eh, apa itu?" perhatian Taehyung tertuju pada pintu kamar –yang dulunya adalah kamar tamu- yang terbuka sedikit akibat tidak terkunci.
"Apa mungkin ini kamar Jungkook?" tanya Taehyung pada dirinya sendiri sambil melongokkan kepalanya ke dalam.
"heh Tak kusangka kamarnya akan sebegini berantakkannya." Memang benar. Kamar itu terlihat sangat tidak beraturan. Sprei yang tersingkap dan kusut, pintu kamar mandi yang tidak tertutup, bingkai foto yang pecah serta gorden yang robek, ditambah dengan pakaian kotor yang rata-rata ketumpahan sirop, eh sirop?
"Kenapa ada tumpahan sirop dimana-mana heh?" tutur Taehyung sambil mengangkat pakaian kotor itu satu-persatu.
"A..apa yang kau lakukan disini?" Oh ternyata Jungkook sudah selesai mengangkat teko.
"Tidakkah kau tahu kalau pakaian yang terkena sirop dan sudah mongering akan susah dibersihkan?" tanya Taehyung kepada Jungkook. "Ckck, kukira kau orang yang bersih."
"Tadinya aku ingin membersihkan ini semua, tapi tadi Tua.. Appa menyuruhku cepat-cepat turun untuk menyambutmu" Jungkook menggigit bibir bawahnya, takut kalau Taehyung menyadari kesalahannya.
"Oh begitu." Ternyata Taehyung tidak menyadarinya dan hanya mengangguk-angguk kecil. "Sana bersihkan sendiri, aku kekamar ku dulu ya, adik manis." goda Taehyung sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Jungkook. Yang dikedipin hanya tertunduk malu.
Setelah dirasa Taehyung sudah memasukki kamarnya, Jungkook cepat-cepat menutup pintu, tak lupa ia juga menguncinya.
"Huuh ada apa denganku.." Jungkook memerosotkan tubuhnya dibelakang pintu. "Kenapa kedua pipiku memanas.." tanyanya lagi sambil memegang kedua pipinya yang ternyata sudah memerah.
"Seharusnya kamar ini kubereskan kemarin" katanya sambil mengerucutkan bibirnya. Dia menyesali dirinya kemarin yang bukannya membereskan kamar malah ketiduran.
Taehyung's POV
Kuhempaskan tubuhku ke atas kasur tempat tidurku. Hmmm, sudah tiga tahun aku tidak merasakan kasur ku yang empuk ini. Ternyata Daddy mengganti dan mencuci sprei-nya secara berkala, oh atau lebih tepatnya Jungkook ya.
"Hoam, aku mengantuk" Taehyung mengambil salah satu bantalnya dan menutup wajahnya dengan bantal itu.
"Tapi ini masih sore, huuh perbedaan waktu benar-benar membuatku bingung." Gumamnya masih dengan bantal menutup wajahnya.
"Aku akan mandi saja" akhirnya Taehyung memutuskan untuk beranjak dari tempat tidur nyamannya ke kamar mandi.
_-_A Wonderful Mistake_-_
Normal POV
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 7 tepat. Wangi makanan sudah merembak keluar dapur. Ternyata Jungkook sedang memasak untuk makan malam mereka.
"TaeTae, turunlah. Makan malam hampir siap" Daehyun berteriak dengan suara 5 oktafnya. Taehyung yang sedang diambang tidur pun terlonjak bangun.
"Ya aku turun sekarang, Dad"
Taehyung pun langsung berdiri dan meninggalkan kamarnya. Dengan langkah cepat ia menuruni tangga.
"Wow, bau apa ini? Nikmat sekali!" kata Taehyung sambil celingak-celinguk seperti anak kecil di depan dapur.
"Itu makan malam kita, Jungkook yang memasak." Daehyun menjawab dengan suara yang sudah kembali datar. "Sekarang kau sana bantu Jungkook menata piring kita."
"Siap Dad" Dengan senang hati, Taehyung pun mengambil langkah seribu untuk membantu Jungkook, walaupun maksudnya ingin mencomot sedikit masakan Jungkook.
"Sini Kook biar kubantu mengangkatnya." Taehyung langsung mengambil alih sepiring penuh ayam goreng yang masih mengeluarkan asap panas. Tapi mungkin itu adalah ide buruk karena..
"A.. Ahhhh Pa..Panasss Jungkook ambil ini ambil cepaat aah!" panik Taehyung sambil menghentak-hentakan kedua kakinya dan menyodorkan kembali piring. Jungkook pun menerimanya dengan wajah bingung.
Taehyung langsung berlari ke wastafel dan membasuh tangannya, "huaah, leganya." Katanya saat ia merasakan dinginnya air kran membasahi tangannya.
"Tapi kok Jungkook bisa tahan, sih?" Taehyung berkata dalam hati dan tentunya tak bisa didengar oleh siapapun.
_-_A Wonderful Mistake_-_
"Aku selesai" Taehyung berdiri sambil mengangkat piring kotornya.
"Biarkan saja disitu, Tae. Biar aku yang mencucinya nanti."
"Begitu? Baiklah aku keatas duluan, Dad. Oya, masakanmu enak, Kook" kata Taehyung sambil melemparkan senyum ke Jungkook.
Tanpa basa-basi lagi, Taehyung segera menaiki tangga dan memasuki kamarnya.
"Kau tau apa yang harus kau lakukan, Kook"
Jungkook hanya mengangguk dan mulai memunguti piring kotor.
"Jaga jarakmu, Jeon.." tegas Daehyun sambil mengambil rokok dan mulai beranjak keluar.
"Ini yang terdekat" lanjutnya sebelum keluar ke teras rumah.
Terdengar suara pintu tertutup dan Jungkook tau Daehyun sudah berada di luar. Ia pun mengangkut piring-piring kotor untuk dicuci.
"Lucu sekali, Appa.. Seorang adik tidak diperbolehkan untuk akrab dengan kakaknya sendiri"
_-_A Wonderful Mistake_-_
Seorang lelaki berkepala 4 terlihat sedang menghisap dan menghembuskan asap rokoknya berulang kali, siapa lagi kalau Daehyun. Rokok yang dihisapnya sudah setengah habis.
"Jangan sampai kejadian itu terulang lagi, ya Tuhan.." gumamnya sambil menengadah ke langit malam yang hanya diterangi cahaya bulan. "Aku tau anakku itu normal."
Sementara itu lelaki yang terlihat jauh lebih muda memandang juga ke langit yang sama "Aku sudah berhasil melupakanmu, jalang. Hehehe.." tawanya entah kepada siapa. "Sepertinya aku sudah menemukan yang baru."
Dia mengambil sebuah foto dari dompetnya. Ya, foto seorang namja dengan senyum manis dan kulit seputih susu. Tak lupa dengan rambut pendeknya yang berwarna sama dengan mata hazelnya.
"3 tahun itu waktu yang lama untuk melupakanmu, tapi sepertinya berbuah baik" lanjutnya lengkap dengan senyuman, oh lebih tepatnya seringaian.
Foto tersebut ia remas lalu ia lempar ke sembarang arah. Terlihat jelas kekesalan yang tersirat dari kedua bola matanya.
"Aku menyesal pernah mencintaimu, dasar jalang murahan!"
Keesokkan paginya,
Matahari bersinar cerah. Cahaya hangat menerobos masuk ke rumah dengan tiga penghuni yang ketiganya melakukan kegiatan berbeda. Dimulai dari sang kepala keluarga yang sedang menikmati secangkit kopi panas sambil membaca koran, lalu seorang pemuda berambut caramel yang sedang menyantap roti bakar, dan diakhiri dengan si-manis yang sedang menyapu halaman.
Jungkook memang bangun lebih awal dari kedua manusia itu, jadi ia sudah selesai sarapan dan tinggal beres-beres rumah.
Matanya menangkap pada sebuah kertas lecek di depan teras rumah, tepat di belakang pagar.
"Huh, dasar orang tak tau diri. Buat apa tong sampah diciptakan kalau tidak digunakan?"
Sambil bersungut-sungut, ia mengambil kertas –yang ia kira sampah- itu untuk nantinya ia buang di tempat sampah bersama sampah di pengkinya.
"Eh, ini bukan kertas biasa" katanya ketika tangannya menyentuh kertas itu. Halus dan keset.
Karena rasa penasaran yang tinggi, ia pun meluruskan kertas itu dan-
"Astaga siapa ini? Aigooo, manisnya"
-tampaklah foto seorang namja semanis gula.
"Kenapa ada orang tega membuang foto ini, siapa ya dia?" tanyanya sambil membolak-balikan foto itu, untuk mencari clue mungkin. Dapat! Di belakang foto, tepatnya di pojok kanan bawah ada tulisan: "My Honey"
"Oh jadi namanya Honey" tolong salahkan otak Jungkook yang kelewat polos. "Pantas saja wajahnya manis, namanya saja diambil dari kata madu."
Dia pun melipat foto itu kembali dan menyimpannya di saku celananya. Siapa tau nanti bertemu dengan 'Honey', pikirnya.
_-_A Wonderful Mistake_-_
"Argh, lagi-lagi habis!"
"Kukira kau sudah berhenti merokok Dad"
"Kebiasaan lama sulit dihilangkan. Tolong kuncikan pintu, aku ingin membeli rokok sebentar"
"Baiklah, jangan melancong kemana-mana Dad"
"Hmm, mungkin aku akan bersantai sebentar di taman. Kau mau ikut?"
"Tidak usah. Sana, aku koncikan."
Daehyun yang sudah merasa diusir oleh anaknya sendiri pun bergegas mengambil kunci mobil, dan men-starter-nya. Perlu diingat kalau rumahnya ini berada di ujung komplek, jadi cukup jauh walaupun hanya ingin pergi ke Superkorea* di depan komplek.
*[Superkorea: sebuah minimarket]
Deru mobil lama-kelamaan menipis lalu menghilang. Taehyung yang sebenarnya sudah bosan sedari tadi, mulai mengganti-ganti saluran TV.
"Kenapa tidak ada acara yang seru, sih?" gerutunya sendiri. Satu kakinya diangkat ke atas kursi sebagai tumpuan untuk tangannya yang memegang remote.
Sudah sekitar 5 menit dia duduk sambil menggonta-ganti saluran, tak tau apa yang ditonton, sampai akhirnya..
Ting Tong
"Eh, katanya ingin ke taman dulu, kok cepat sekali" katanya sambil beranjak dari duduk nyamannya.
Ting Tong Ting Tong
"Iya iya, duh ini bapak satu kok gak sabaran amat!"
Cklek
"Sabar dikit bisa kallli, -"
"Taehyungiee~" sosok itu langsung menghambur ke dalam pelukan Taehyung. "Aku merindukanmu"
Ia pun melepaskan pelukannya. "Kau makin tinggi, eoh?" tanyanya sambil mengukurkan tingginya dan tinggi Taehyung.
Taehyung yang sedari tadi memasang wajah datar hanya tersenyum getir,
"Hai jalang"
To be continued..
Next Chapter:
"Namaku bukan jalang, uh dasar pabo, panggil aku hyung saja kenapa"
"Mana sudi aku"
"Aigooo, siapa anak manis ini? Simpananmu, Tae?"
"J..Jeon Jungkook imnida. Apakah namamu 'Honey'?"
"Tae, kau tak seharusnya membentaknya seperti itu. Dia itu sangat lugu, kau tau. Lagipula apa yang dikatakannya kan benar, sayang"
"Apa ada yang datang sebelum aku, Tae?"
"Tidak Dad"
"Masa? Kukira kau tak berhubungan lagi dengannya"
"Ke..kenapa Dad bisa tau?"
"Jungkook cerita semuanya"
"Hiks, maafkan aku hyung, hiks"
"Dasar idiot! Kau itu tak perlu ikut campur urusan orang!"
Plakk
Annyeong annyeong~~ saya kembali lagiii yuuhuu /apaini/
Selamat datang yang baru pulang mudikk /iniapalagi/ walaupun saya tidak mudik, hiks.
Daaan, tidak tau mau ngomong apa lagi, bwehehehe, pokoknya thanks yang udah mau bacaaa
Special thanks to:
nuruladi07; YulJeon; KiranARMY; yuna kim; Sapphire Amumuhoopla; violuvkook09; Melinda jikook9597; siscaMinstalove; .94; HanDik; Shun Akira; vkook jjang; VKookShipper; vjeon; mino; saputanganbadhay; Pockydiella
Mind to review?^^
