DESCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

RATED : T SEMI M

NOTE : ENG ING ENNGGGG .. INI DIA CHAP 4. SIIP , TERIMAKASIH BANYAAAK KEPADA YANG SUDAH MERIVIEW FIC SAYA. MAKLUM YA KALAU CERITANYA MASIH GAK BAGUS, LAGIPULA INI CERITA PERTAMA SAYA, DAN SAYA JUGA GAK TERLALU PANDAI DALAM HAL TULIS MENULIS CERITA, TAPI SAYA AKAN BERUSAHA SEMAKSIMAL MUNGKIN UNTUK BIKIN CERITA YANG BAGUS *BACKGROUNDNYA API :D * . SEBELUMNYA TERIMA KASIH UDAH NGINGATIN NAMA BELAKANG UCHIA SEHARUSNYA UCHIHA (PAKE H). OIA SAYA UDAH BIKIN OOC DI CHAP 1 NYA. TAPI GAK APA LAH MUNGKIN KARNA GAK ADA WARNINGNYA. OKE SAYA BIKIN YAA .
WARNING : O.O.C

"Ayo pulang" ajak Kakashi. Tapi sepertinya Sakura berat hati meninggalkan tempat yang indah ini.

"Baiklah" Sakura mau tak mau mengikuti perintah Kakashi. Dan mereka pun turun ke bumi.

Chapter 4

Ketika kaki Sakura menginjak lantai, gaun yang di kenakan Sakura seketika berubah menjadi pakaian tidur kembali.

Falash back off

Sakura membuka matanya dan menatap kearah jam dinding. Jam 12 malam.

'DEG'

Inilah hari kematiannya.

'GLEK'

Ia mulai berfikir bagaimana ia mati. Tertabarak mobil? kecelakaan mobil? di bunuh seseorang? terbakar? jatuh dari atap universitas? bahkan gadis itu membayangkan hal konyol seperti tersedak ketika makan ramen, jatuh karena kesandung batu lalu meninggal, atau ada yang meracuni makanannya. Ah Sakura mulai gila.

tangan Sakura menjambak rambut pinknya dengan frustasi.

"Kau kenapa?" Tanya Kakashi melihat kearah Sakura yang kini tengah di landa frustasi begitu hebat.

Iini adalah hari kematianku, aku sedang memikirkan bagaimana aku mati" ucap Sakura dengan sedikit air mata menggenang di pelupuk matanya. "A-apa kau tau bagaimana aku mati? mungkin a-aku bisa sedikit bersiap" ucap Sakura melihat Kakashi.

"Itu rahasia bagaimana kau mati, tapi ini bukan menit kau mati" jawab Kakashi dengan senyumannya. Entah mengapa bagi Sakura senyuman itu adalah senyuman seperti senyuman iblis. OH GOD.

.

.

.

"Kau sudah siap Sakura?" Tanya Ino yang mendadani Sakura yang akan menjadi putri di acara ulang tahun gadis bersurai pink itu. Ya kakaknya mengadakan pesta ulang tahun untuk Sakura, adik yang paling ia sayangi.

Sakura menggunakan gaun berwarna merah maroon sebatas mata kakainya, gaun itu tak terlalu mengembang juga tak terlalu menyempit, setengah rambutnya di sanggul dengan hiasan berbentuk bunga sakura, setengah nya lagi Ino biarkan terurai dan di buat ikal dengan sentuhan sedikit poni di kening Sakura. Gadis dengan clan Haruno itu menggunakan make up natural, ia meminta Ino agar mendadaninya tak terlalu menor. Sakura menggunakan sepatu berhak tinggi dengan warna senada dengan gaunnya. Ia tampak sempurna malam ini. Itu semua juga berkat sahabatnya Ino Yamanaka.

"Oke ayo kita berangkat" ajak Ino yang juga sudah selesai dengan dandanannya. Ino menggunakan gaun berwarna coklat muda berbahan satin, bagian depannya hanya sebatas lutut sedangakan di belakangnya di biarkan memanjang sapai mata kaki, ia menggunakan sepatu hak tinggi dengan warna coklat tua, ia membiarkan rambutnya terurai tapi membuatnya ikal gantung. Dan kedua wanita anggun itu segera memasuki mobil pribadi milik Ino. Sedangkan Sasori sudah lebih dahulu hadir di salah satu hotel milik keluarga Yamanaka itu. Ino sengaja menawarkan lelaki berambut merah agar hotel keluarganya bisa di sewa untuk acara ulang tahun Sakura.

Di dalam mobil Sakura hanya melamun, sedangkan Ino sedang berkonsentrasi menyetir mobil sport merah miliknya. Ino melirik dengan ekor matanya ke arah Sakura, ia urungkan niatnya untuk menanyakan ada apa gerangan kepada Sakura supaya tak merusak suasana malam ini. Because this day is Sakura's day.

'Apakah aku mati dengan cara tabrakan mobil? Tapi bagaimana Ino? Aku tak mau dia juga sampai terluka' batin Sakura yang menatap lurus. 'Oh ya, dimana Kakashi?' batin gadis itu yang sejak ia bangun tak mendapati Kakashi, setiap pagi Sakura selalu mendapati malaikat tampan dengan surai perak yang sedang memandanginya bangun tidur. Terkadang Kakashi suka mengejeknya karna ia tertidur dengan iler di sudut bibirnya dan itu berhasil membuat gadis dengan surai merah muda itu melempar bantalnya ke tubuh Kakashi tapi bantal itu hanya menembus tubuhnya dan terhempas ke dinding. Menyebalkan.

"Sudah sampai nona" ucap Ino melepaskan seat belt nya. Sakura pun mengikuti sahabatnya dari belakang. Gadis anggun bak putri dengan surai merah muda itu begitu cantik dan mempesona malam ini, lihat saja saat kakinya melangkah masuk ke ruang audotorium tempat dimana pesta ulang tahunnya di rayakan semua mata laki-laki dan juga beberapa wanita menatapnya dengan tatapan 'sungguh cantik dan mempesona'. Sudah banyak tamu yang hadir, diantaranya teman-teman semasa SMU atau bahkkan teman satu Universitas,

Sakura berjalan perlahan, mata emeraldnya menyusuri satu persatu tamu yang hadir, ia mencari seseorang. Matanya tertuju pada sudut ruangan, disana telah berkumpul para Akatsuki yaitu anggota geng kakaknya sewaktu SMU. Hanya Kakuzu dan Kisame yang tidak dapat hadir karna mereka sedang di luar negri. Dan sakura menemukan orang yang ia cari. orang tersebut tampak sedang berbicara dengan pria berambut panjang yaitu Itachi Uchiha.

"Sakura, ayo kesana" ucap Ino menunjuk dua orang yaitu Shikamaru dan Chouji, mereka berdua adalah tetangga Ino sekaligus teman satu SMU dulu yang berarti juga teman Sakura

"Kau duluan saja Ino, nanti aku menyusul, aku ingin ke tempat kakak dulu" ucap Sakura, dua gadis itu pun melangkah berlainan arah.

"Kakak" sapa Sakura ramah.

"Oh hai Sakura" mata Sasori menatap adiknya dari ats hingga ke bawah , "Wah adik kakak cantik sekali malam ini" ucap Sasori, ia pun memeluk adiknya dengan erat "selamat ulang tahun. . . Sakura" tukas sasori di telinga Sakura, lalu melepaskan pelukannya.

"Terimakasih kak"

Para anggota Akatsuki bergantian mengucapkan selamat ulang tahun kepada adik Sasori.

"Sakura" sapa seorang dengan suara baritone. Gadis itu hapal pemilik suara yang memanggilnya. Ia berbalik dan di dapatinya Sasuke dengan seikat bunga mawar.

"S-Sasuke?"

"Selamat ulang tahun Sakura-chan" ucapnya, pria berambut biru conker bergaya seperti pantat ayam itu melangkah ingin memeluk Sakura namun segera di hantikan Sakura dengan hanya menjabat tangan Sasuke.

"Terimakasih Sasuke" ucap Sakura dengan senyuman terpaksa.

"Baiklah ayo kita mulai pestanya" tukas Sasori. gadis Haruno itu menggandeng lengan kakaknya menuju sebuah meja berukuran sedang yang terletak di atas panggung, di atas meja itu sudah tersedia sebuah kue ulang tahun berukuran besar dan berbentuk bulat dengan hiasan coklat muda dan coklat tua, di sisi kuenya di beri sentuhan dengan beberapa hiasan bunga bunga kecil dari krim, sedang diatasnya dilapisi coklat leleh yang sudah di bekukan sehingga menghasilkan permukaan coklat yang licin dan di pinggirnya dihiasi beraneka potongan buah seperti kuini dan strawberry , sedengkan ditengahnya di hiasi dengan tulisan "HAPPY BIRTHDAY SAKURA HARUNO" dengan tulisan bergaya harlow solid italic. Juga di salah satu sisinya ada tumpukan sarang yang rumit berbentuk seperti mangkuk dari caramel yang di bekukan dan di tengah-tengah mangkuk tersebut ada hiasan cream berwarna soft pink berbentuk bunga sakura. (Astaga ini kue ribet banget yak). Ditengah tulisan tersebut ada lilin angka 19 yang menyala.

Setelah yang berulang tahun pada hari itu melakukan 'make a wish' lantas ia pun meniup lilin tersebut. Tepuk tangan dari para tamu menggema ke seluruh ruangan auditorium (baca : ruang pesta).

Sakura pun memotong kue ulang tahunnya dan menaruh potongan kue itu ke atas sebuah piring kecil lalu menyuapi orang yang paling ia sayangi yaitu kakaknya. Dan yang kedua adalah Ino sahabat nya yang paling ia sayangi. Tepuk tangan dari para tamu pun sekali lagi menggema kesuluruh ruangan. Para tamu kemudian di persilahkan untuk menikmati hidangan yang di sediakan.

Para tamu tampak menikmati pesta yang di selenggarakan oleh keluarga Haruno tersebut, kecuali Sakura yang sedang berfikir bagaimana ia mati. ia mendongak ke atas, dilihatnya lampu sorot yang bergerak kekiri kan kekanan menghasilkan efek yang indah, Apakah kejatuhan lampu sorot atau tersedak makanan.

Ia menunurnkan wajahnya,dan di saat itu mata Sakura melihat sesosok pria yang sangat ia kenal. Yaitu Kakashi. Mata onyxnya menatap Sakura diantara tamu undangannya. Lalu kemudian pria itu berbalik seperti mengisyaratkan untuk mengikutinya, dengan perlahan ia mengikuti Kakashi menuju keluar hotel.

"Kau mau kemana?" Tanya Sasuke ketika melihat sakura melintas di depannya.

"Mau ketoilet" jawab Sakura asal. Mendengar jawaban gadis anggun itu Sasuke pun melanjutkan obrolannya dengan Naruto.

.

.

.

Diluar hotel lebih tepatnya halaman belakang hotel yang sangat luas ada sebuah kolam renang dengan pondok-pondok dari bambu, tempat yang rindang , lampu-lampu taman menghiasi dan menerangi halaman dan taman belakang hotel tersebut.

Dan di sinilah di bawah bintang dan bulan yang bersinar cukup terang Kakashi berhenti pada sebuah taman yang berisikan beberapa bangku taman dan hiasan bunga yang ditanam oleh pihak hotel.

"Ada apa Kakashi?"

Kakashi tak bergeming.

Di tatapnya punggung malaikat bersurai perak melawan gravitasi yang sedang berdiri di hadapannya, "apa kau ingin menyabut nyawaku sekarang?" Tanya Sakura pasti namun jantungnya berdetak tak karuan.

Kakashi membalikkan badannya, ia hanya berjarak beberapa meter dari gadis di hadapannya. Ia menatap Sakura dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Namun terbesit tatapan bahwa Sakura sangat anggun malam ini. Kakashi melangkah perlahan menuju sang gadis.

'GLEK'

"k-kau mau . .menyabut nyawaku sekarang?" Tanya Sakura lagi. Wajahnya terlihat sangat gugup saat ini., sebulir keringat jatuh dari dahinya Tapi kakashi hanya diam dengan tetap melangkahkan kakinya kearah Sakura. Kini sang malaikat berada sangat dekat dengan Sakura.

mata onyx Kakashi menatap tajam hingga mampu menembus kedalam mata emerald milik Sakura.

Ia menaikkan dan meletakkan telapak tangannya di bawah leher Sakura lebih tepatnya di bawah *tulang selangka sebelah kiri, Kakashi dapat merasakan dengan jelas degup jantung sang gadis yang menggila masih dengan menatap emerald milik Sakura. Dan seulas senyum tipis muncul di wajahnya yang tampan.

'GLEK'

"Apa kau takut Sakura?" Tanya Kakashi pelan. Gadis yang ia tanya tak bergeming. Sakura malah menutup matanya perlahan seakan pasrah jika nyawanya di cabut malam ini. Dengan cara nyawanya di tarik dari jantung mungkin.

"Aku akan mengambil nyawamu" ucapnya dingin, bahkan lebih dingin daripada sebongkah es menurut Sakura. Tubuh Sakura sedikit berkeringat. Kakashi memindahkan tangannya ke belakang leher sang gadis.

Dan. . .

'CUP'

Kakashi mengecup bibir Sakura dengan lembut. Mengecup.

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik

Sakura membuka matanya dan menyadari pria di hadapannya tengah mengecup bibirnya. Kakashi melepaskan kecupan lembutnya dan melepaskan tangannya dari tengkuk Sakura.

"A-ada apa?" Tanya Sakura heran melihat aksi Kakashi barusan.

"Maafkan aku Sakura" ucap Kakashi pelan, ia meraih tangan Sakura dan mengenggamnya.

Sakura tersadar akan sesuatu, tubuh Kakashi tak lagi menembus dirinya.

"Kau? Kenapa kau tak menembus diriku?" Tanya Sakura yang cukup terkejut dengan apa yang terjadi.

"Maaf, aku tak bisa menyabut nyawamu" Kakashi memejamkan matanya.

"Apa yang kau maksud?" sekarang Sakura seakan tak mengerti. Kepalanya tak bisa berfikir dengan jernih saat ini, ia membutuhkan penjelasan Kakashi segera.

"Seperti yang kau lihat aku tak menembusmu, dan. . ." kelopak mata itu terbuka perlahan dan menampilkan sepasang iris hitam dan merah milik Kakashi. Tangan Kakashi yang mengenggam tangan Sakura perlahan menuntun tangan tersebut kearah dada kirinya.

'Deg. . . .deg. . . deg. ."

Mata Sakura membulat tak percaya. Sakura dapat merasakan detak jantung Kakashi.

"K-kau hidup?" Tanya Sakura tak percaya.

"Iya aku hidup sakura. Aku hidup" ucap Kakashi meyakinkan.

"Tapi kenapa?" Tanya Sakura lagi yang tak mengerti. "Karna aku mencintaimu, aku tak ingin menyabut nyawamu, aku hanya ingin bersamamu" jawaban tulus itu mengalir lembut dari bibir Kakashi, seolah itu adalah alunan melodi yang menenangkan jiwa.

Sakura mengangkat sebelah alisnya "tapi bagaimana bisa kau berubah menjadi manusia?"

"Aku tak bisa jelaskan sekarang, suatu hari nanti kau juga akan mengetahui bagaimana aku berubah menjadi manusia, yang pasti sekarang aku disini bersamamu" jelas Kakashi. Jawaban yang kurang memuaskan memang, tapi ya sudahlah, kini mata onyxnya yang tajam menatap Sakura.

Satu pertanyaan lagi terlintas di benak Sakura "tapi kau juga akan merasakan kematian"

"Ya aku tau maka dari itu. . " Kakashi merapatkan jaraknya dengan Sakura. Ia memeluk Sakura dengan erat "aku ingin mencintaimu. Dan hidup disisimu sampai maut menjEmputku" ucap Kakashi lembut.

Sakura terharu dengan pengorbanan Kakashi. Di kecupnya kening Sakura dengan lembut. Liquid bening kini memenuhi pelupuk mata hijau emerald milik bungsu Haruno.

"Kau tau Kakashi Hatake yang bodoh, aku juga mencintaimu dan berharap aku bisa memeluk tubuhmu seperti ini, tapi . . . tapi sayang aku hanya menembusmu. Entahlah apa yang kufikirkan, kurasa 1 minggu kau disisiku malah membuatku jatuh cinta padamu. . .Tsk, domba yang jatuh cinta pada harimau huh?" ucap Sakura yang tengah menangis haru.

Kakashi semakin mengeratkan pelukannya. "Sakura, setiap kali kau tertidur aku selalu mengecup kening dan membelai kepalamu dalam khayalku, aku berfikir apa aku sanggup menyabut nyawamu pada saat itu. Aku berusaha sekuat tenaga tapi aku tak bisa"

Sakura mengadahkan kepalanya untuk melihat wajah Kakashi lebih dekat. Ditatapnya wajah lelaki bersurai perak itu. Oh Kakashi itu memang tampan. Kakashi menundukan kepalanya untuk mencium Sakura lagi, kali ini Sakura membuka mulutnya agar Kakashi bisa melumat bibir ranumnya itu,Kakashi pun melumat Bibir sakura dengan lembut dan dibalas dengan Sakura yang melumat bibir Kakashi, tangan kekar milik Kakashi membelai pipi sang gadis dengan lembutnya. Di rasakan kulit Sakura yang lembut di telapak tangannya.

Malam itu adalah malam yang sangat indah bagi Sakura. Ini adalah kado ulang tahun paling indah yang pernah ia terima. ya merasakan jatuh cinta lagi setelah lama ia membekukan hatinya untuk makhluk bernama pria. entahlah mungkin Sakura adalah gadis beruntung yang bisa mencintai seorang Kakashi. untuk kali ini , ia berharap pada Kami-sama agar ia tak merasakan penghianatan ataupun seuatu yang bisa berujung pada rasa sakit hati.

Malam yang indah tapi keindahan dua insan yang tengah di mabuk cinta itu tanpa sadar tengah di awasi dua mata, mata yang menatap tajam menyiratkan akan kemarahan dan kecemburuan.

TO BE CONTINUE

UNTUNG LAH CHAP 4 UDAH SELESAI. YANG PENASARAN SAKURA MATI APA ENGGAK UDAH KEJAWAB DEH DI FIC INI. TAPI MASIH ADA KEJUTAN LAGI LOH ^_^ GOMEN MINNA KALAU CERITANYA MASIH TIDAK MEMUASKAN MINNA .

*TULANG SELANGKA : UMM BAGAIMANA YA MENJELASKANNYA , TAU KAN TULANG YANG MENONJOL DI ATAS DADA KITA. ITU NAMANYA TULANG SALANGKA (MUDAH - MUDAHAN AJA GAK SALAH -_-)

TERIMA KASIH UNTUK :
RIN RUKA : TERIMA KASIH BANYAK RIN RUKA UDAH NGOREKSI, SAYA AKAN PERBAIKI UNTUK KEDEPANNYA LAGI. ARIGATAU GOZAIMASU RIN RUKA.

TASKIA HATAKE46 : SAYA JUGA MAU TASKIA…. MAU BANGET MALAHAN HIHIHIHI

TERIMA KASIH MINNA SEMANGATNYA YAA .. OKE BUAT YANG SUDAH READ FIC INI JANGAN LUPA ISI KOTAK DI BAWAH INI DENGAN REVIEW YAA PLEAAASSEEEE *PUPPY EYES* …. JAA NEE