DESCALIMER : MASASHI KISHIMOTO

RATED : T SEMI M

NOTE : haaahh, setelah kehilangan ide berhari-hari , ahirnya dengan bertapa selama 7 hari 7 malam (PLAKK) bercanda. . . hahaha . . akhirnya saya dapat ide lagi.. gak tau deh ni masih jelek atau enggak. yang jelas baca aja duluu yahh .. Warninggg ! little bit of lemon :v.. happy reading minna :D

"S-Sasuke, apa yang kau lakukan?!"

chapter 6

"Lepaskan aku Sasuke, jangan macam-macam !" Sakura mencoba memberontak karena Sasuke tengah mendekapnya dari belakang. Untung saja Sakura pernah belajar bela diri, dengan satu kuncian tangan ia berhasil melepaskan diri dari lelaki itu.

"Cih" desis Sasuke karna Sakura berhasil melepaskan diri. ia tak kehilangan ide.

"K-kau, apa yang kau lakukan?" Tanya Sakura yang panik ketika melihat Sasuke melangkah maju mendekatinya. Ia mencoba memberi serangan kepada pria itu namun serangannya berhasil di elak dengan mudah. Tak disangka Sakura kehabisan ruang gerak karna tubuhnya membentur dinding yang ada di belakangnya.

Kedua tangan Sasuke kini meraih pergelangan tangan gadis di depannya dengan kasar sedangkan kaki kanannya ia taruh di sela kaki Sakura sehingga membuat gadis itu tak bisa menendang dirinya seperti tadi.

"A-apa yang kau inginkan dariku pantat ayam?!" geram Sakura. Seringaian licik muncul di wajah Uchiha bungsu itu, "Melakukan ini. . ." Sasuke pun melumat paksa bibir kenyal Sakura.

"Mmm. . .mmhhh. . .mm" Sakura mencoba memberontak, tapi hal itu percuma, semua alat geraknya telah dikunci. Ciuman Sasuke kini beralih pada telinga Sakura dan ia menjilati cuping milik gadis cantik itu. Sensasi aneh mulai menjalari sekujur tubuh Sakura, rassanya panas, perih, ia merasa tak di hargai sebagai seorang wanita. Ia memang menginginkan ciuman pertama, tapi tidak seperti ini dan tidak dengan lelaki yang kini tengah memperkosanya.

"Ngghh. . ." usaha Sakura untuk menahan desahannya gagal.

Mendengar desahan Sakura, Sasuke terus mencium gadis itu dan membuat sentuhan-sentuhan di area sensitive milik Sakura, ia mengecup leher dan turun perlahan menuju dua buah gundukan yang tersembunyi dibalik baju yang di pakai gadis itu. Tangannya membuka paksa baju yang dikenakan Sakura dan tereksposlah dada yang masih menggunakan Bra, dengan sekali gerakan lelaki bermarga Uchiha itu mebanting tubuh Sakura kelantai hingga membuat kepala gadis bersurai merah muda itu terbentur cukup keras dan menghasilkan efek pusing di kepalanya.

Namun Sasuke tak mau menghentikan aksi gilanya, dengan satu gerakan jarinya ia berhasil melepaskan pengait bra milik Sakura. Ia mulai menjilati payudara yang tersaji didepannya dan meremasnya. "Hen-hentikan . . .kumo- honhh" ronta Sakura.

"Hiks. . .hiks. . hentikan. . .hiks" air mata mulai mengalir dari pelupuk mata gadis yang tak berdaya itu.

Sasuke tidak memperdulikan apapun permintaan Sakura, tangannya yang bebas mulai menjelajahi bagian bawah Sakura, mengelus paha putih milik gadis yang sedang ia tindih dan jarinya mulai bergesekan dengan area V milik gadis itu.

"Nghh, hmmhh, . . ahh. . ahnn" Sakura sudah tidak bisa menahan desahannya lagi. Ia kalah kuat dari Pria diatasnya.

'BRAAAKKKK'

'DDUUAAAKKKHH'

'SRAAAAKK'

"APA YANG KAU LAKUKAN PADA SAKURA, BRENGSEK !'' teriak seorang pria bersuarai perak. Matanya yang tajam bertambah tajam tatkala melihat pria yang kini tersungkur di hadapannya.

"Cih" Sasuke mengusap pipinya yang terkena pukulan telak dari Kakashi. Sepertinya pukulan itu cukup keras hingga membuat sudut bibir sang bungsu Uchiha megeluarkan sedikit darah.

"JAWAB AKU BEDEBAH !" kini Kakashi mencengkram kaos biru yang dikenakan Sasuke. Bukannya menjawab , Sasuke malah menatap Kakashi dengan tatapan dingin dan seringaian muncul di wajahnya.

'BUUUUAAAKK'

Kakashi membenturkan Sasuke ke dinding di belakangnya.

"Hiks. . hiks. . hiks"

Isakan kecil mengalihkan Kakashi dari lelaki yang tengah ia cengkram, rasanya ia ingin sekali membunuh lelaki brengksek itu. "Cih" dengus Kakashi kesal.

'DUAAKK'

Satu pukulan lagi mendarat di pipi kiri Sasuke. Kakashi melepaskan cengkraman tangannya dari kaos pemuda itu. Ia mendakati gadis yang tengah terduduk menyilangkan kedua tangannya di depan dada yang terekspos. Melihat hal itu Kakashi membuka jaket yang ia kenakan lalu menutup tubuh Sakura yang setengah telanjang.

Mata Kakashi kembali menatap tajam kearah Sasuke yang kini mulai apa yang di pikirkan Sasuke. Ia berjalan kearah dua manusia yang berlainan warna rambut itu. Kakashi yang melihatnya melakukan ancang-ancang jikalau Sasuke malakukan tindakan nekat lagi.

'Tap. . . .'

'Tap. . . .'

'Tap. . . . '

'Tap. . . . '

Tapi Sasuke tak bergeming, ia tak menunjukkan ekspresi apapapun , hanya berjalan perlahan menuju pintu keluar sampai akhirnya menghilang bersamaan pintu yang tertutup.

"Kau tak apa-apa Sakura?" Tanya Kakashi yang kini memegang bahu Sakura yang bergetar karna ketakutan. Mata onyxnya menatap sendu gadis di depannya. Ia pun menarik gadis itu kedalam pelukannya.

"Jangan menangis lagi Sakura, sekarang kau aman" ucap Kakashi lembut.

Dan Sakura menangis dalam pelukan Kakashi. Tangan kekar milik pria tampan itupun memeluk erat tubuh Sakura, ia mengelus pelan punggung gadisnya mencoba memberi ketenangan pada gadis yang ia cintai, di kecupnya lembut pucuk kepala Sakura.

Flash back

"Kakashi, apa kabar dia ya?" gumam Sakura pelan.

Dering ponsel miliknya membuyarkan Sakura dari lamunannya.

Ia pun mengambil ponselnya dan menatap layar ponsel tersebut. "Nomor siapa ini?" gumam Sakura ketika melihat nomor asing menelponya, buru-buru ia angkat telpon itu siapa tau itu telpon penting atau telpon darurat.

"Hallo" sapa Sakura.

"Oh hai Sakura"

"Siapa ini?"

"Kau tak mengenali suaraku?"

Sakura mngangkat sebelah alisnya. Ia mencoba mengingat suara dari sebrang telpon.

"Kakashi?"

"Iya sakura, ini aku Kakashi"

"oh ya ampun Kakashi, aku pikir siapa tadi, hampir saja aku tutup telponmu karna mengira kau adalah orang asing" ucap Sakura yang tak mampu menyembunyikan kegirangannya.

"Bagaimana keadaanmu , kau baik-baik saja kan?" Tanya Kakashi dari sebrang telpon.

'DING DONG . . DING DONG . .DING DONG'

"Sebentarya Kakashi ada tamu, telponya tutup saja dulu" ucap Sakura.

"Tidak usah Sakura, biarkan telponnya tetap terhubung ya. ." pinta Kakashi lembut. Sakura mendesah kecil, "Baiklah Kakashi" ucap Sakura. ia pun menaruh ponselnya di saku celana pendek yang ia gunakan dan melangkah untuk membukakan pintu.

Flash back off

"Terima kasih Kakashi, kalau tidak ada kau mungkin entah apa yang akan terjadi padaku" ucap Sakura yang sudah berhenti menangis.

"Uhm, sebenarnya aku juga kurang cepat. Kalau aku cepat menyadari maksud si Uchiha brengsek itu, kau tak akan seperti ini" tukas Kakashi pelan. Sakura mengeratkan pelukannya.

"Aku takut Kakashi" desah Sakura, Kakashi mengerti bagaimana perasaan gadis yang berada dalam pelukannya, pasti ia sangat takut karna kejadian ini. Ia mengangkat tubuh Sakura ala bridal style dan membaringkan tubuh gadisnya keatas tempat tidur.

Ia menaikkan selimut hingga batas leher Sakura. "Istirahatlah" Kakashi mengecup lembut kening Sakura. ia pun beranjak dari tempat tidur Sakura, tapi pergelangan tangannya di tahan oleh tangan gadis yang baru saja akan ia tinggalkan.

"Jangan pergi. . Kumohon" pinta Sakura dengan suara lemah. Kakashi tadinya berniat meninggalkan Sakura. Tapi sebenarnya ia berat hati untuk meninggalkan gadis itu sendirian apalagi karna insiden tadi, tapi bagaimana kalau Sakura salah paham, bukankah ia lebih baik pulang saja?. Tapi begitu mata onyx dengan iris yang berlainan warna itu melihat wajah Sakura yang pucat ia mengurungkan niatnya.

"Baiklah. Aku tak akan pergi" ucap Kakashi lembut. Tangan Sakura perlahan terlepas beriringan dengan matanya yang terpejam. Lelaki itu menyadari sesuatu, tangan Sakura terasa begitu dingin di kulitnya, ia pun buru-buru menyentuh kening Sakura. Panas. Sepertinya Sakura demam.

Langsung saja langkah kaki Kakashi buru-buru mengambil sebaskom air dan kompres. Ia pun mengompres kepala gadis yang tengah terbaring itu.

"Ka-kashi" igau Sakura pelan. Kakashi mengambil kursi dan segera duduk di sisi ranjang Sakura. ia mengenggam tangan gadis bersuarai merah muda itu, sedangkan tangan satunya lagi ia gunakan untuk mengelus surai merah jambu gadisnya yang sedikit berantakan.

"Kakashi" desah Sakura membuka matanya perlahan.

Mata hijau emraldnya melihat Kakashi yang berada di sisinya. "Kau disini?" ucap Sakura lemah.

"Iya aku disini Sakura, menjagamu" dan kalimat yang lembut itu mengantar Sakura kealam mimpi.

.

.

.

.

"ng" Mata Sakura perlahan terbuka karna cahaya matahari yang menerobos masuk melalui celah-celah jendela kamar miliknya.

Masih ia ingat dengan jelas bagaimana tadi malam Sasuke meperlakukannya dengan sangat kasar, lalu muncullah sesosok pria yang sangat ia cintai datang untuk menyelamatkanya.

Ia menoleh kearah Kakashi yang tengah tertidur dalam posisi duduk dan kepala yang ia sandarkan di atas tempat tidur, tangan kanannya mengenggam tangan putih miliknya dan tangan kiri Kakashi terkulai di samping lehernya.

Senyuman tipis muncul di wajah manis Sakura, perlahan ia memiringkan tubuhnya, ia menatap wajah Lelaki itu dengan intens, begitu tampan ketika sedang tidur. Kulitnya yang putih, rambut keperakannya yang sedikit berantakan namun tidak mengurangi tingkat ketampanan pria itu, mata Sakura terus menulusuri setiap lekuk wajah Kakashi yang begitu sempurna, ia menikmati wajah Kakashi yang sedang tertidur itu. Perlahan tangan kirinya yang tak digenggam Kakashi mencoba untuk menyentuh surai perak yang sedikit berantakan itu, di elusnya kepala sang pria dengan lembut.

"Mmm?" sentuhan tangan Sakura ternyata membuat Kakashi terbagun.

"Aku membangunkanmu?" Tanya Sakura yang melihat Kakashi mebuka kelopak matanya menampilkan iris hitam dan merah milik Kakashi.

"Umm,, tidak juga" jawab Kakashi di iringi dengan senyuman manis di wajahnya.

Seketika pipi Sakura merona melihat senyuman manis nan tulus dari Kakashi. senyuman yang mampu membuat para wanita manapun akan bertekuk lutut untuk seorang pria yang bernama Kakashi.

"Oke, coba aku periksa apa kau masih demam" Kakashi menempelkan tangannya dikening Sakura.

"Sudah tidak demam ternyata, syukurlah!" tukas Kakashi lembut. Ia menatap wajah Sakura yang begitu manis di wajahnya, ia sangat suka dengan mata hijau milik Sakura. Begitu teduh dan menenangkan.

Gadis yang tengah di tatap Kakashi itu semakin merona. "A-apa yang kau lihat Kakashi?" Tanya Sakura canggung.

"Itu, kau tertidur dengan iler di sudut bibirmu" ucap Kakashi melengkungkan matanya.

Buru-buru Sakura mengusap sudut bibirnya dengan punggung tangannya, tapi apa yang di ucapkan Kakashi tidak ada. Lelaki itu membohonginya.

"KAU" dan sedetik kemudian Sakura melemparkan bantal guling kearah Kakashi hingga mengenai wajah tampan milik pria dengan rambut yang mencuat melawan gravitasi. Semoga wajah Kakashi tidak rusak. (bisa- bisa di buru fans Kakashi kalau sampai author bikin wajah Kakashi jadi rusak T_T)

"Awww" ringis Kakashi pelan. Ia mengusap perlahan hidung yang menjadi sasaran bantal guling terbang milik Sakura Haruno.

"Maaf-maaf, aku hanya bercanda" tawa Kakashi yang melihat ekspresi Sakura. baginya Sakura sangat imut kalau sedang marah.

"Kalau begitu, aku pamit pulang dulu " ucap Kakashi. "Tunggu, sarapan lah dulu, manusia tidak boleh membiarkan perutnya kosong di pagi hari" ucap Sakura lembut. Semburat merah tipis muncul di wajah Kakashi.

"Um, baiklah nona"

" Aku yang akan membuatkan Sarapan. Dan sepertinya kau harus mencuci wajahmu tuan sok tampan" perintah Sakura. padahal bukan sok tampan, tapi memang Kakashi benar-benar tampan kok.

"Baiklah-baiklah nona manis" Kakashi mengedipkan sebelah matanya. "Dasar" gumam Sakura yang tengah tersenyum. Kakashi pun meninggalkan kamar Sakura dan pergi ke kamar mandi yang berada dekat dapur. Begitupun gadis bermambut merah jambu itu, ia juga menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri.

Sepertinya hari-hari Sakura akan indah bersama lelaki yang baru saja menjadi manusia itu. Sakura sangat menyayanginya. Entah mengapa berada dekat dengan pria itu membuatnya merasa aman.

TO BE CONTINUE

akhirnya jadi juga chap 6 nya.

somebody: iya Sakura gak jadi mati. siiip bakalan di lanjutin kok chapnya.. makasih semangatnya :D

Taskia Hatake46: hahha, padahal gak punya pengalaman menghayal hal-hal romantis.. hahaha itu udah mikir keras gimana bikin adegan romantisnya.. gomenn kalau Sasuke sempat ingin memperk**a Sakuranya Kakashi. hehehe:D. tenang aja bakalan dijelasin kok gimana kakashi bisa jadi manusiaa.. . makasih banyak taskia-san.

oke , jangan lupa reviewnya ya minna .. arigatou . . jaa nee :)