DESCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

RATED : T SEMI M

NOTE: WARNING : little bit of lemon :p . maaf minna baru updet. saya sibuk ngurusin masuk kuliah. harus ngurus ini dan itu. (curhaaatt X_X) baiklah minna, selamat membaca aja ya. semoga minna semua suka. maaf kalau masih ada typo T_T

Sepertinya hari-hari Sakura akan indah bersama lelaki yang baru saja menjadi manusia itu. Sakura sangat menyayanginya. Entah mengapa berada dekat dengan pria itu membuatnya merasa aman.

Chapter 7

Jari-jari lentik itu sedang meyusuri mencari buku yang terletak di antara puluhan buku lainnya.

"Ah akhirnya ketemu juga" ucap Sakura tersenyum ketika menemukan buku yang ia cari.

'GLUUDUUKK GLUDUK GLUDUK. . .'

'are? Akan hujan? Aku harus cepat' batin Sakura.

Ia pun membawa buku yang ia cari tadi ke meja kasir. Setelah membayar buku tersebut Sakura hendak melangkahkan kakinya keluar dari toko buku itu sebelum seabuah suara yang memekkan telinga menghentikannya.

'DOOR DOOR'

Beberapa kali suara seperti tembakan terdengar memekakkan telinga.

Ketika Sakura membuka matanya keadaan berubah menjadi sangat genting. Pecahan kaca berhamburan kemana-mana.

Tapi ada yang aneh dengan tangannya, terasa hangat dan ada sesuatu yang mengalir.

Belum sempat gadis itu melihat apa yang terjadi pada tangannya, dua orang dengan berpakaian serba hitam dan wajahnya ditutupi dengan topeng masuk kedalam toko buku itu sambil menodongkan senjata api.

"Tetap merunduk, jangan ada gerakan tambahan, kalau tidak. . ." salah satu orang tersebut mengarahkan senjata apinya ke lantai, ia menarik pelatuk senjati itu.

'DORR'

"Kalian akan ku tembak" ancamnya setelah menembakan peluru kearah lantai..

'perampokan?' batin Sakura menerka-nerka. Salah seorang perampok itu melangkah menuju kasir dan salah satunya lagi menodongkan pisaunya kepada para pelanggan yang sedang merunduk.

"Hei, kau , tukang kasir. Cepat serahkan semua uang yang ada disini" perampok itu menunjuk kearah mesin kasir. Namun pegawai kasir itu diam ketakutan.

"CEPAT" bentak perampok itu. Dengan ketakutan pegawai kasir itu pun melakukan apa yang di perintahkan.

Sakura meringis kesakitan ketika perih menjalari tangannya, buru-buru ia melihat keadaan tangannya.

Dan ternyata sebuah pecahan kaca menancap pada punggung tangannya.

"Awww.." ringisnya lagi ketika liquid merah menetes dari luka tersebut.

Para perampok masih melanjutkan aksinya. Namun suara sirine mobil polisi membuat mereka bergerak secara terburu-buru, setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, dua perampok itupun segera berlari keluardari toko buku itu.

Dua buah unit mobil kepolisian sudah tiba di lokasi, tapi masih ada bala bantuan kepolisian yang tampaknya mengikuti dari belakang.

Sejumlah polisi pun keluar dari mobil dan terjadilah aksi kejar-kejaran antara perampok dan pihak kepolisian.

Dua anggota kepolisian yang tersisa menerobos masuk kedalam toko yang sudah berantakan itu.

"Apa ada yang terluka?" Tanya seorang polisi berdiri di ambang pintu.

Semua pelanggan yang ada disitu mulai berdiri ketika menyadari keadaan sekitar mereka telah aman.

"Oh, nona kau terluka" tukas pegawai kasir tersebut panic ketika melihat darah mentee cukup banyak dari tangan gadis bersurai merah muda yang menjadi pelanggannya.

Sakura pun melepaskan kaca yang menancap pada punggung tangannya dan segera membuang pecahan kaca itu sembarangan.

"Kami akan mengobati lukamu" ucap salah satu polisi itu.

"Aku akan mengobati lukanya" potong seorang pria dari belakang dua polisi tadi.

Kedua polisi itu segera berbalik dan membuat sebuah jarak diantara mereka.

Dan terlihatlah sesosok tubuh tinggi tegap dan kekar, rambut keperekannya mencuat melawan arah gravitasi, matanya yang tajam dan hidungnya yang mancung membuat sesosok lelaki ini begitu sempurna.

Seulas senyuman terukir di wajah gadis yang kini memegang tangan nya, namun tangannya masih tetap meneteskan darah.

"Kau siapa?" Tanya salah satu polisi itu.

"Dia temanku" jawab Sakura.

"Oh kalau begitu kuserahkan padamu tuan" ucap polisi itu. Kakashi pun segera melangkah masuk dan melihat keadaan tangan Sakura.

Ia mengambil sapu tangannya dan melilit luka pada tangan gadis itu. Kedua insan berlainan jenis itu keluar dari toko yang sudah berantakan.

Sedangkan kedua polisi tadi tampak membantu pegawai kasir merapikan beberapa buku yang jatuh berserakan dan mengamankan tempat kejadian perkara.

"Hujan" gumam Sakura ketika hujan yang mulai turun.

"Kita mau kemana Kakashi?" Tanya Sakura yang memandangi lelaki di sampingnya.

"Apartemenku" jawab Kakashi singkat. "Apa jauh dari sini?" Tanya Sakura menatap hujan yang mulai turun membasahi permukaan tanah.

Kakashi hanya menggeleng. Lelaki itu melepaskan jaket yang ia kenakan dan segera menaruh benda itu di atas kepalanya dan kepala Sakura sebagai alat untuk berlindung dari guyuran hujan.

"Ayo" ucap Kakashi. mereka pun segera berlari menyebarangi jalan ketika lampu lalu lintas berganti warna menjadi merah.

"Sudah sampai?" Tanya Sakura ketika Kakashi melepaskan jaketnya.

"Iya kita sudah sampai" jawab Kakashi yang tersenyum penuh arti kea rah Sakura.

'Apartemen ini . . .bukankah apartemen yang cukup mewah? Kenapa Kakashi bisa tinggal disini? Apa ia bekerja?' begitulah pemikiran Sakura, dan masih banyak lagi pertanyaan yang ingin sekali ia lontarkan.

Kedua pasang kekasih itu memasuki lift. Kakashi menekan tombol angka 27 yang menunjukan bahwa ia tinggal di lantai 27. Untuk sampai pada lantai itu membutuhkan waktu sekitar 1 sampai 2 menit. Sakura melirik pria yang berdiri disampingnya. Tapi ia urungkan niatnya untuk bertanya sekarang. Banyak hal yang harus Sakura ketahui.

Pintu lift pun terbuka, mereka berjalan keluar, pintu apartemen ituterbuka setelah Kakashi menekan beberapa tombol angka yang terletak di sisi pintu tersebut.

"Silahkan masuk,Sakura" ucap Kakashi.

"Tidak buruk" komentar Sakura ketika melihat ruangan apartemen Kakashi.

Ruangan itu cukup lengkap dan luas serta nyaman untuk menjadi tempat tinggal. Ruangan tersebut memiliki kamar mandi, kamar tidur, ruang tamu dan dapur, di sebelah ruang tamu terdapat sebuah tempat yang lumayan besar yang diatasnya ditanami beberapa tanaman hias.

Apartement yang menjadi kediaman Kakashi itu di lengkapi dengan perabotan yang tak kalah mewah. Kalau bisa dikatakan apartemen ini mewah.

"Kita obati luka mu dulu" tukas Kakashi yang membawa kotak P3K.

Sakura pun duduk di sofa yang berada di ruang tamu. Pertama Kakashi menuangkan Alkohol ke dalam sebuah wadah kecil, kemudian dengan kapas yang ia celupkan kedalam cairan alcohol tadi Kakashi membersihkan luka yang ada di punggung tangan Sakura.

''Awwww" ringis Sakura karna merasakan perih di area lukanya. Namun perlahan rasa perih itu mereda.

"Kakashi .." panggil Sakura pelan.

"Ya?" tukas Kakshi yang masih konsentrasi mengobati luka di tangan gadis bermata emerald itu.

"Kau tinggal disini? Maksudku ,,emm. . kau tau kan , kalau kau baru beberapa hari jadi manusia, dan. . umm" Sakura bingung melanjutkan kalimatnya. Ia takut kalau lelaki kesayangannya itu tersinggung.

"Aku tau apa maksudmu. Kalau aku jadi kau pasti aku juga akan menanyakan hal yang sama" ucap Kakashi dengan senyum simpulnya.

"Jadi?" Tanya Sakura yang menunggu penjelasan dari lelaki bersurai perak yang sedang membalutkan perban pada tangannya.

"Ceritanya bermula dari Obito, ia adalah pewaris dari perusahaan milik ayahnya, di tangannya perusahaan itu berkembang cukup pesat hanya dalam waktu yang singkat. Obito adalah seorang pengusaha yang tak kalah sukses dari kakakmu. Kemudian pada suatu hari saat aku akan mencabut nyawa salah seorang karyawannya ia melihatku. Tak ku sangka ia mampu melihat kami para malaikat kematian walaupun nyawanya belum akan di cabut. Sepertinya dia punya kekuatan yang dinamakan indigo. Lalu aku dan dia berteman akrab. Aku 3 kali menyelamatkan nyawanya dari maut" jelas Kakashi.

"Apakah kau membatalkan kematiannya?" Tanya Sakura.

"Tidak, kematian belum tiba padanya. Aku hanya berempati sebagai teman akrabnya. Lalu saat dia tau kalau aku berubah menjadi manusia dan mendengar semua cerita ku dia pun memutuskan untuk membantuku dalam hal materi. Aku menolak niatnya dengan keras. Tapi aku tak tau kalau dia begitu keras kepala" Kakashi terkekeh kala menginat ia berdebat dengan Obit.

"Dia memaksaku untuk menerima semua yang kau lihat ini. Dia sangat tau sifatku, dia bilang itu adalah sebagai ganti karna telah menyelamatkan nyawanya" Kakshi menutup kotak P3K itu. Sakura sangat terkejut ternyata Kakashi mempunyai teman yang sangat akrab.

"Tunggu sebentar, akan ku ambilkan minuman untukmu" ucap Kakashi dan mengecup kening Sakura. Ah, Kakashi bisa membuat gadis musim semi itu jadi merona.

Lelaki itu pun segera pergi kearah dapur.

Sakura tertarik pada pemandangan hujan yang terlihat melalui kaca jendela trandparan yang besar. Nalurinya membuat kakinya melangkah kearah jendela itu.

Mata emeraldnya dapat melihat pemandangan kota dari tempat itu.

Indah.

Hujan itu sangat indah. Meskipun sekarang langit di tutupi dengan awan hitam yang cukup tebal, sepertinya akan terjadi badai.

Tapi bagaimanapun Sakura sangat suka dengan hujan. Ketika hujan mulai turun maka ia terdorong untuk memandangi hujan sampai benar-benar reda.

Liquid bening yang turun dari langit itu menyimpan seribu makna untuk Sakura. perasaannya benar-benar tenang ketika memandangi hujan.

"ng?" Sakura terkejut dengan Kakashi yang memeluknya dari belakang. Tangan kekar milik lelaki tampan itu sudah melingkar di tubuh Sakura.

"Kau suka memandangi hujan?" Tanya Kakashi yang hampir berbisik di teling Sakura. Kakashi dapat mencium aroma lembut dari surai-surai berwarna merah muda kekasihnya. Ia sangat suka dengan aroma itu.

"Bukankah indah Kakashi? kalau kau memerhatikan hujan hatimu akan damai seketika. Itu menurutku" tukas Sakura menanggapi pertanyaan Kakashi. Sakura menaruh tangannya di atas tangan Kakashi lalu membelainya dengan lembut.

"Indah? Apakah hujan itu lebih indah daripada diriku?" goda Kakashi yang sudah menopangkan dagunya di bahu sang gadis.

Sakura bergidik mendengar Kakashi menggodanya. Ia memalingkan wajahnya kearah wajah lelaki itu, dan mata emeraldnya bertemu dengan mata onyx milik Kakashi.

Mata elang milik Kakashi menatap dalam menembus apapun yang berada di dalam emerald hijau gadis cantik yang ia peluk itu. Tajam sangat dalam.

Waktu terasa berhenti. Keduanya saling mempersingkat jarak diantara mereka. Dua pasang mata itu mulai menutup dan merasakan bibir masing-masing saling menyentuh menyalurkan perasaan mereka.

Kakashi menekan bibir Sakura dengan lembut penuh perasaan.

Ia menyampaikan perasaan nya melalui ciuman itu.

Sebagai seorang wanita, bagaimanpun juga dirinya lebih peka dan dapat merasakan perasaan kekasihnya itu melalui ciuman mereka.

Keduanya saling menyesap merasakan madu yang tersimpan.

Sakura melepaskan ciumannya dan mengambil nafas. Kelopak matanya terbuka perlahan dan menampilkan iris hijau emerald yang indah.

Mata itu lagi-lagi bertemu dengan onyx milik Kakashi. lelaki itu membalikkan tubuh gadisnya memposisikan menjadi menghadapnya.

Kedua tangannya ia lingkarkan di pinggang sang gadis sedangkan tangan Sakura kini sudah berada di depan dada bidang milik lelaki berwajah bagaikan seni paling sempurna yang pernah Kami-sama ciptakan.

Kakashi menunduk memandangi wajah Sakura yang juga tengah memandangi wajahnya. Keduanya merona.

Meskipun cahaya di luar sana redup namun mampu meperlihatkan rona keduanya.

Sakura memeluk tubuh kekar Kakashi. keduanya tak ada yang saling mengucapkan kata-kata cinta ataupun kata-kata mesra.

Bukan lisan yang menyampaikannya tapi dengan gerakan yang mereka lakukan. Hangat dan nyaman.

Itulah yang Sakura rasaka begitu berada dalam dekapan Kakashi. ia dapat mendengar degup jantung Kakashi yang memompa lebih cepat dari biasanya. Lelaki itu sedang jatuh cinta rupanya.

"Bagaimana Kakashi? apa pendapatmu menjadi manusia?" Tanya Sakura yang kini sudah menatap Kakashi kembali.

"Indah" selanjutnya Kakashi menghapus jarak dan kembali mencium gadisnya dengan lembut. Mereka berbagi kehangatan dan berbagi kasih sayang.

Mengecup dan menhisap. Menekan dan mengulum.

Entah siapa yang memulai kini ciuman itu mulai memanas.

Bukan lagi kecupan-kecupan lembut kali ini keduanya saling bertarung lidah, tampaknya Kakashi kalah dari 'pertarungan' lidah dengan kekasihnya itu.

Ciuman Kakashi kini beralih menjadi kecupan di sekitar rahang Sakura membuat gadis itu mendesah pelan.

"Ahhn.." desan Sakura ketika ciuman Kakashi kini turun kelehernya.

Menjilatnya dengan sensual. Tangan yang tadinya bertengger dengan diam di pinggang Sakura kini sudah beralih mengusap-usap punggung sang gadis.

Kakashi pun tanpa sadar telah mendorong tubuh gadisnya kearah kaca yang berada di hadapannya membuat Sakura terpojok di kaca.

Namun Sakura sama sekali tak perotes dengan apa yang dilakukan Kakashi. dengan kata lain ia menikmati apa yang dilakukan Kakashi.

Tangan kanan lelaki yang menjadi kekasih Sakura itu mulai berpindah kearah tengkuk Sakura. Meraba kulit halus nan putih.

Tangannya sedikit menggeser kerah baju yang sedikit terbuka ,membuat Kakshi memiliki akses untuk mneciumi bahu gadis dalam pelukannya, merasakan kulit sang gadis yang mulus dengan lidahnya.

Ia mengecup bahu itu dengan sedikit agak keras.

''[Shh, Kakashi" desah Sakura yang memejamkan matanya. Pria bersurai perak itu kini beralih menciumi leher gadis yang ia himpit.

"Ahh, aahhnnn" lenguh Sakura merasakan sensasi nikmat yang di lakukan oleh kekasihnya.

Tangan Sakura pun bergerak ke kepala Kakashi dan menekan kepala bersurai perak itu.

Sensasi yang Kakashi rasakan tanpa sadar membawa tangannya pada sepasang gundukan yang menonjol di depan dada milik sang gadis.

Tangannya meremas gundukan itu dengan pelan sedangkan ia masih mengecup leher Sakura.

"Ahhhh, mmmhh. ." remasan tangan Kakashi pada buah dadanya membuat desahannya keluar dengan sangat merdu di telinga Kakashi.

Tidak hanya meremas payudara Sakura, tangannya mulai membuka kancing baju yang di kenakan Sakura, namun saat kancing ketiga terlepas dan memperlihatkan atasan bra berwarna hitam, entah mengapa Kakashi menghentikan kegiatannya termasuk ciuman panasnya.

Ia terdiam sejenak. Sakura pun bertanya-tanya apa yang akan di lakukan oleh kekasihnya dan mengapa lelaki itu berhenti.

Namun siapa sangka Kakashi mengancingkan baju Sakura kembali.

"K-kenapa?" Tanya Sakura bingung.

Kakashi tersenyum dengan lembut lalu mengecup kening Sakura cukup lama lalu melepaskannya.

Ia menatap gadis bersurai merah muda yang begitu cantik dimatanya.

"Aku hanya ingin menjagamu" ucap Kakashi lalu memeluk gadis di depannya. Tangannya bergerak membelai rambut Sakura dengan lembut

Senyuman mengambang di wajah Sakura yang tersembunyi di balik dada bidang sang kekasih.

Ada perasaan haru dan bangga terhadap lelaki itu.

Ia tak ingin kehilangan lelaki itu sama sekali. ia berharap kali ini Kami-Sama memang mendengar do'anya yang tulus dalam hati.

Bukan hanya sekedar kehilangan kasih sayang dari Kakashi tapi juga agar Kami-Sama menjaga lelaki itu dalam lindungannya. Do'a yang tulus bukan?

TO BE CONTINUE

oke gimana ceritnya Minna? maaf kalau belum bisa memuaskan dahaga membaca para readers semua.. masih banyak kekuarangan di sana sini, maka dari itu saya butuh review dan saran dari readers semua.. :) (senyuman paling manis plus puppy eyes)

thanks for :

Taskia Hatake : iya beruntung banget Kakashi datang. kalau Taskia-san yang nolongin bakaln beda ntar ceritanya , bisa bikin Kakashi cemburu entar, tapi di chap ini juga Kakashi nolongin Sakura walaupun telat. yah di mana-mana pahlawan datangnya memang terlambat kan -PLAAAKKK- (di timpuk ama Kakashi senpai)

Miko Hatake : makasih Miko-san. siip bakalan di lanjutin kok sampe fin. Arigato

Chocochip86: tenang aja aman tuh Choco-san, bakalan di lanjut.

Kuroai1013: saya paham banget dengan rasa penasaran Kuroai-san, tapi nikmati aja dulu kisah-kisah romance Sakura, tapi saya sebagai author yang bertanggung jawab (latar belakang berdiri di atas batu karang lalu ombak air memecah batu karang :D ) bakal tetap menjelaskan bagaimana Kakashi bisa menjadi manusia. pastinya melalui cerita chap yang akan datang. chap yang keberapa itu masih di rahasiakan. gomen kalau masih bikin penasaran Kuroai-san

yosshh jangan lupa meninggalkan jejak ya para readers sekalian. arigatou. jaa nee...