DESCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

RATED : T SEMI M

NOTE : sumimasen updetnya lama.. yosshh.. minna ini dia chapter 8. wari wari kalau masih ada typo T_T . .happy reading aja deh minna.

Bukan hanya sekedar kehilangan kasih sayang dari Kakashi tapi juga agar Kami-Sama menjaga lelaki itu dalam lindungannya. Do'a yang tulus bukan?

Chapter 8

"Tadaima . . ." ucap seorang lelaki di depan pintu. Suara itu tak asing lagi di telinga bungsu Haruno yang tengah duduk di ruang tamu, lalu segera ia menghampiri orang tersebut.

"Kakak. . ." panggilnya kesenangan ketika melihat Sasori yang baru pulang dari luar kota.

"Sakura. . !" sapa Sasori lalu memeluk adik musim seminya. Selanjutnya Sakura membantu membawakan koper milik sang kakak.

Kakashi yang ternyata sedang duduk di sofa ruang tamu langsung berdiri dan membungkukkan tubuhnya menghormati kakak yang mungkin akan menjadi kakak iparnya.

Kedua alis Sasori bertautan mengeluarkan ekspresi 'siapa dia?'. Namun untuk menjaga kesopanan ia hanya menganggukan kepalanya.

Setelah mengingat-ingat orang yang menjadi tamunya, ia teringat sesuatu.

"Kakashi-san kau orang yang waktu itu datang ke acara ulang tahun Sakura kan, sumimasen, aku tak ingat" tukas Sasori tersenyum.

"Iya, tidak apa-apa Sasori-san" respon Kakashi dengan baik.

"Ano. . Sakura, tampaknya aku harus pulang, ada seseorang yang harus kutemui" ucap Kakashi. Hal itu membuat Sakura sedikit kecewa, karna dirinya berniat untuk membuat kedua lelaki kesayangannya itu bisa lebih akrab.

"Baiklah, hati-hati Kakashi" ucap Sakura. "Sasori-san aku pamit dulu" ucap Kakashi. Setelah mendapat anggukan dari Sasori , Kakashi pun menarik diri dari kediaman Haruno.

"Kakak pasti capek, biar kubuatkan minum untuk kakak" ucap Sakura.

"Sakura. . ." panggil Sasori dengan nada dingin, membuat langkah Sakura terhenti.

"Iya kak?" ucap Sakura menanggapi panggilan kakaknya.

"Apa dia temanmu?" Tanya Sasori masih dengan nada yang sama karna Sakura tak pernah dekat dengan seorang lelaki.

Inilah kesempatan Sakura untuk memberi tahu kakaknya.

"Tidak juga kak, yah lebih dari teman sih. . " Ucap Sakura yang melihat kakak rambut merahnya itu dari sisi bahunya.

"Jangan temui lelaki itu lagi !" tukas Sasori dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya. Menyiratkan sebuah ketidaksukaan akan lelaki yang baru saja keluar dari rumahnya.

Sakura bergidik mendengar kalimat yang keluar dari mulut Sasori, ia membalikkan tubuhnya menghadap lelaki yang sedang berdiri tepat di belakangya.

Mata emeraldnya dapat melihat kesriusan di wajah Sasori. Lama ia terdiam mencari keseriusan di balik iris coklat kakaknya. Namun ia tak menemukan selain keseriusan yang tersirat di dalam iris tersebut.

Air mata mulai menggenangi pelupuk matanya. "M-maksud kakak apa?" Tanya Sakura pelan.

"Kau tau kakak tidak suka dengan lelaki itu." ucap Sasori menatap adiknya.

"T-tapi kenapa kak?" Tanya Sakura lembut takut membuat kakaknya marah besar.

"Kakak Cuma ingin melindungi mu. Dan kakak memang tidak suka dengan kehadirannya. Sakura, sejak pertemuan pertama kakak dengannya , kakak sudah tidak suka dengan lelaki yang bernama Kakashi itu." jelas Sasori dingin.

Kini Sakura sudah tidak bisa lagi menahan egonya untuk membela sang kekasih. Bagimana mungkin kakaknya bisa menghalangi soal percintaan yang ia jalani.

Menurut Sakura, Sasori memang kakaknya tapi ia juga tak berhak mengatur soal percintaan dirinya.

"Kak, , ,apa kakak serius dengan ucapan kakak itu?" Tanya Sakura dengan nada yang sedikit tinggi daripada sebelumnya.

"Iya, kakak sangat serius mengatakannya" tukas lelaki berambut merah itu.

Sakura tak habis pikir mengapa kakaknya keras sekali untuk menentang hubungannya. Sakura yang lebih tau bagaimana Kakashi, bukan kakaknya. Apa lagi status Kakashi yang baru saja menjadi manusia, mustahil untuk Sasori mengetahui lebih banyak tentang kekasihnya.

Sakura memincingkan matanya, berfikir hal apa yang membuat kakaknya menjadi keras kepala.

"Atas dasar apa kakak tidak suka dengannya?" Tanya Sakura penuh penekanan dan nada yang tinggi.

Sasori tau adiknya akan keras kepala. Meninggikan suara pun juga tak berguna.

"Kakak lebih setuju kalau kamu bersama dengan Sasuke, adik Itachi. Dia terlihat lebih baik dari Sasuke" ucap Lelaki yang berumur lebih tua dari pada gadis berambut senada dengan bunga kebanggaan Negara Jepang.

Tangan putih Sakura mengepal dengan keras. kali ini dirinya sudah kehabisan kesabaran. Mengapa harus Sasuke? mengapa?

"Lagi pula kalau kamu dengannya, maka hubungan perusahaan kita dengan perusahaan mereka akan jauh lebih baik, kakak tau kamu tidak dekat dengannya, tapi kalian bisa jauh lebih akrab nantinya kan."

Penjelasan Sasori benar-benar membuat Sakura kehilangan kesabaran.

"AKU TIDAK SUKA KAKAK MENGATUR URUSAN KU !" bentak Sakura di hadapan kakaknya.

'PLAAKK'

Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus bungsu Haruno. Mata dengan iris hijau emerald milik Sakura membulat akan apa yang barusan kakak lelakinya lakukan.

"Kakak hanya berperan sebagai seorang kakak untukmu, mengertilah Sakura. . " kali ini Sasori mengucapkan kalimatnya dengan lembut, menyadari bahwa ia melakukan kesalahan karna telah menampar gadis yang paling ia sayangi setelah ibunya.

"Aku. . tak mengerti dengan fikiran kakak" ucap Sakura dengan geram.

"Ini juga bukan sepenuhnya kemauan kakak, asal kamu tau Sakura, kamu jangan berfikiran kakak ini egois, kamu juga jangan menjadi egois. Kamu dengan Sasuke sudah di jodohkan sejak kecil oleh orang tua kita dan orang tua Sasuke, kamu harus mengerti itu. Cobalah untuk jadi dewasa" jelas Sasori mencoba memberi pengertian kepada adik perempuannya.

Hal bodoh apalagi yang baru saja gadis itu dengar. Perjodohan? Mengapa ini harus terjadi? Mengapa sulit sekali untuk menjalani hidup yang sudah begitu sulit? . Ia baru saja menemukan kebahagiaan cintanya, tapi mengapa kenyataan seperti ini yang harus di terimanya?

Liquid bening mengalir di pipi putih Sakura. Dalam tangisnya ia berharap ini semua hanyalah sebuah mimpi buruk, dan sebentar lagi ia akan terbangun.

Kemudian ia mencoba membuka kelopak mata miliknya, namun keadaan masih sama. Ia tak mampu lagi menahan amarah yang sudah kelewat batas. Percuma adu argument dengan kakaknya.

Ia pun memilih untuk berlari ke dalam kamarnya.

"Sakura. . " panggil Sasori. Namun adiknya itu hanya mengacuhkan panggilan darinya.

"Sakuraa. . ." ucap Sasori dari balik pintu yang sudah dikunci oleh Sakura. Ia menggedor pintu kamar gadis bersurai merah muda itu.

"Sakura… buka pintunya. Oh ayolah, jangan begini Sakura" ucap Sasori khawatir.

Sedangkan Sakura tak menggubris sedikitpun panggilan dari kakaknya. Ia terduduk di dekat jendela memandangi langit malam dengan bintang yang bersinar dengan indahnya.

Liquid beningnya masih terus mengalir merasakan keperihan yang tertoreh di hatinya.

Di luar kakaknya masih berusaha untuk membujuknya, namun itu sama saja tak merubah apapun, kakak nya lebih patuh pada wasiat bodoh dari kedua orang tuanya.

Haruskah perjodohan itu diberlakukan untuk keluarga seperti mereka? Apalagi dengan alasan perusahaan. Bahkan kini Sakura mulai menyesali ia dilahirkan di dalam keluarga seperti ini.

"Sakura, kakak tau kamu pasti marah sama kakak. Tapi kakak mohon sama kamu, cobalah sedikit saja mengerti" tukas Sasori lembut.

Tak ada respon dari adik Sasori.

Tak berapa lama suara derap langkah kaki perlahan menjauh dari kamarnya, menandakan kalau kakaknya sudah pergi dari depan kamarnya.

Permainan takdir mulai mempermainkan dirinya. Inikah dunia? Dunia yang dikatakan oleh kebanyakan orang menyimpan sejuta keindahan? Tapi mengapa seperti buah busuk yang sangat beracun?

Kepala bersurai merah muda itu menunduk, menyembunyikan wajah cantik Sakura di dalam kedua lutut yang ia dekap dengan kedua tangannya.

Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk seorang gadis yang menagis sedih.

.

.

.

.

"Sakura aku menunggumu dari pertama jam masuk kuliah hingga jam pulang kuliah untuk mendengar penjelasanmu akan penyebab matamu menjadi sembab" pinta Ino yang tengah duduk di taman kampus bersama Sakura.

"Baiklah ino" Sakura menarik nafasnya dalam-dalam.

"Kakak menyuruhku dekat dengan Sasuke, karna orang tuaku dan orang tua Sasuke sudah menjodohkan kami sejak kecil" jelas Sakura.

Kedua bola mata Ino kelihatan seperti akan keluar dari cangkangnya. Mulutnya terbuka lebar tak percaya akan apa yang di ucapkan oleh gadis yang telah lama menjadi sahabatnya itu.

Ia sedikit kecewa, "menurutku, kau lebih baik mendengar apa kata kakakmu, Sakura" ucap Ino.

"Hei Ino, ku kira kau ada di pihakku" gerutu Sakura kesal.

"Aku tidak berada di pihak manapun Sakura. Tapi cobalah kau ingat-ingat kembali, pernah tidak kakakmu menolak satupun keinginanmu? Mengapa tak kau coba menerima satu permintaan darinya. Lagi pula coba ingat lagi Sakura, orang tuamu pasti tak akan tenang kan jika keinginan mereka kau langgar" ucap Ino. Ia menyentuh bahu Sakura pelan.

"Lagi pula, cobalah menyampingkan sisi egomu, dan berkorban demi kedua orang tuamu" ucap Ino lagi.

"T-tapi Ino"

"Aku tau kau menyukai Kakashi kan. Aku percaya ia lelaki yang baik, ia pasti akan menyarankanmu mengikuti permintaan kakakmu. Kau tau Sakura, jika sebuah hubungan tidak di restui oleh keluarga maka sebuah hubungan itu tidak akan pernah berakhir indah. Kedua sepupuku sudah mengalaminya"

Kali ini Sakura tak bisa mengatakan apa-apa. Ia mulai berfikir tentang bagaimana orang tua dan kakaknya yang selalu memberikan yang terbaik untuknya.

Wajah Kakashi muncul dalam kepalanya, senyumannya, wajahnya, tatapannya, pelukannya, semuanya membuat hati gadis bersuarai merah muda itu menjadi sakit.

Kemudian kejadian dimana Sasuke mencoba meperkosanya muncul begitu saja.

"Ino, kau tak melupakan bagaiman Sasuke mencoba mem—''

"Iya aku juga tak mungkin melupakan kebejatan lelaki satu itu. Aku juga sebenarnya tak merelakan dirimu di perlakukan begitu. Tapi kemudian setelah mendengar ceritamu kukira itu hanya karna ia cemburu melihat kau bersama Kakashi" potong Ino.

Sakura benar-benar frustasi sekarang, apa yang seharusnya dia lakukan?

TO BE CONTINUE

Gomenasai ceritanya jelek begini T_T (nangis di pojokan). para reader yang baik hatinya dan juga tidak sombong silahkan reviewnya ya .. pleassee . . . (pake harem no jutsu biar makin maenstream :v)

sankyu buat :

Kuroai1013: kata-kata kuroai-san mantaaaappp ... haduuh saya kalah ni sama kuroai san T_T. . harus belajar banyak di kira rated M ya kuroai-san. yah rated T semi M lah.. (padahal gak punya kemampuan bikin rated M authornya...T_T)

zielavienaz96: yah kalo di teruskan nanti jadinya rated M ziela-san.. lagipula kemampuan saya dalam menciptakan lemon hanya little-little lah . hehehe maklumin aja ya ziela-san.

Chocochip86 : yosshh ,, tetap ikutin chapter2 yang akan datang ya choco-san.

Taskia Hatake46 : hahaha bisa jadi kali ya taskia-san gara-gara bulan puasa jadi kudu mesti nahan hawa nafsu.. wkwkwkw. . . . tapi ini udah lebaran.. jadi . . . you know what i mean lah (?) (Author gak jelas,,,, chidoriiiiii -C-c-cotto mattee-)

Lingling : siipp lingling-san bakalan di lanjutkan .

ano. . arigatou ,, jangan lupa riview. . jaa nee