"Dia yang kau maksud top sempurna? ..." Kyungsoo diam sebentar, lalu menyeringai seram. "Kalau yang itu, sih, aku suka. Count me in."


Jongdae dan Zitao membelalak.

"Apa maksudmu-Kyungsoo! Maksudmu kau mau... ikutan?" Jongdae menjerit kaget, menatap Kyungsoo dengan heran.

Sementara itu, Kyungsoo justru tersenyum dan tidak terlihat bahwa dirinya sedang bercanda. Dia mengangguk semangat, "Iya. Tenang saja, kalian tahu aku ini kan penyayang. Aku nggak akan menyakiti dan menyiksanya."

"Bukan begitu! Itu... kenapa tiba-tiba...? Tadi kau bilang katanya kau tidak tertarik?"

"Oh, itu." Kyungsoo memutar matanya malas, "Tadinya kan karena kupikir Kris itu memang top sejati, makanya aku tidak tertarik. Mungkin kalian lupa, tapi aku ini kan top. Banyak yang mengira aku ini bottom karena penampilan luarku. Makanya aku mau menunjukkan bahwa aku ini top! Aku mungkin terlihat seperti bottom, tapi keahlianku di ranjang tidak ada bandingannya, lho."

"Ah... kamu jadi seperti Luhan." Jongdae berkomentar.

"Para top bermuka bottom nampak mendapat Luhan Effect setelah mengetahui keberadaan Wednesday WetKrisDay. Mungkin karena harga diri, ya." Chanyeol menimpali sambil berdecak.

Jongdae mengangkat bahunya, "Lalu kau mau rebutan antre bareng Luhan, Kyung?"

"Jangan panggil nama asliku di sini. Sebut aku Dio!"

"Bukannya itu nama yang aku sarankan tadi?" Zitao menggumam.

"Kau tiba-tiba jadi serius sekali, Kyungie..."

Mereka terdiam, menatap resah satu sama lain. Sudah lima menit menuju pukul tujuh, dan akhirnya pintu masuk terbuka lebar, menampilkan dua orang lelaki bertubuh kecil. Satunya berwajah manis dan cantik, sementara satunya lagi berpipi agak gembil. Keduanya berjalan menuju resepsionis, namun hanya si manis yang tampak percaya diri. Si gembil nampak was-was, berkali-kali ia memindai sekelilingnya sambil menelan liur.

"Hei, Kai. Aku belum telat, kan?" Si Manis itu tersenyum pada si resepsionis, "Maaf lama, tadi aku harus jemput kakakku dulu."

Pemuda yang bekerja sebagai resepsionis yang bernama Kai itu membalas senyumannya. "Tidak masalah, tanda tangani di sini ya, nanti aku panggil Kris. Hyung-mu juga mau pesan?"

Hening. Butuh beberapa lama bagi si gembil untuk menyadari bahwa ialah yang dimaksud, dan dia pun menjawab dengan panik. "T-tidak! Aku straight. Maaf. Aku cuma mengantar. Terima kasih."

Di pojokan, dengan berbisik Chanyeol mengajak ketiga tamunya bicara. "Yang manis itu Baekhyun, orang yang memesan Kris sejak seminggu yang lalu."

Mata Jongdae membulat kaget, "Dia manis sekali! Mirip perempuan. Tampak seperti bottom ideal."

"Kalau ada yang tidak tahu, wajar ada yang salah sangka bahwa Baekhyun adalah bottomnya Kris." Kyungsoo menambahkan.

Chanyeol mengangguk, "Baekhyun adalah pelanggan tetap di sini, kok. Sama seperti Lay, Baekhyun tertarik pada Kris. Kris itu host favorit Baekhyun. Dia sudah berkali-kali tidur dengan Kris, tapi baru kali ini dia tidur dengannya di Rabu spesial ini."

"Padahal dia manis sekali, aku penasaran apa yang membuatnya berkeras ingin menjadi top bagi Kris. Apakah dia kena Luhan Effect juga, sama seperti Soo?" Tao tertawa pelan, yang langsung direspons Kyungsoo dengan peringatan bahwa namanya sekarang adalah Dio.

"Master... Master sudah datang?"

Semuanya kembali terdiam. Dari ruang pegawai, sosok indah itu muncul kembali. Kris, dengan penampilannya yang sudah cukup memesona, kini makin memabukkan dengan senyum lebar yang ia arahkan ke orang di dekat meja resepsionis. Ia berjalan menyeberangi ruangan, memberikan bungkukan hormat untuk orang tersebut-Baekhyun.

"Oh, Kris!" Baekhyun tersenyum senang, "Apa kabar? Terima kasih telah mau menemaniku malam ini."

"Semua kulakukan supaya kau senang, Master." Kris tersenyum.

"Tentu. Aku tidak sabar ingin merasakan pantatmu yang indah."

SLAP-semuanya di sana terdiam mematung. Baekhyun baru saja memberikan satu tamparan keras di bagian pantat Kris, membuat pria pirang itu langsung memerah malu dan menatap sekeliling. Semua orang sedang memerhatikannya.

"M-mmph... iya, Master. Terima kasih."

Sekilas, bibir Baekhyun membentuk seringaian culas. "Oh, sudah jam tujuh. Kai, aku boleh pakai bilik nomor satu? Kosong, kan?"

"Ya, silakan. Dari sini langsung belok kiri, kamar paling luar."

Baekhyun tersenyum. "Dan bilang pada kakakku, dia boleh minum dan bersenang-senang hingga aku selesai."

"YIFAN!? Sedang apa kau di sini!?"

Kris membulatkan matanya mendengar suara itu, lalu ia menoleh ke arah sumber suara. Si tembam yang merupakan kakak Baekhyun tengah menatapnya dengan kedua pupil membulat dan mulut terbuka. Ekspresinya menunjukkan keterkejutan yang amat sangat. Melihat sosok diri kakak Baekhyun itu, entah kenapa Kris ikut terkejut. "M-Minseok!?"

Baekhyun menatap mereka berdua bergantian, "Oh... apa ini? Kalian saling kenal?

Kakak Baekhyun, yang ternyata bernama Minseok, tidak menghiraukan adiknya itu. Matanya masih terpaku pada sosok kaget Kris di depannya, "Yifan, apa yang kau lakukan dengan adikku...? Jangan-jangan, kau yang adikku pes-"

Dengan satu gerakan gesit, Kris mendekati Minseok dan membungkam mulutnya. Ia lalu mendekatkan wajahnya ke dekat telinga lelaki gembil itu, membisikkan sesuatu yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.

"Minseok, kumohon. Kumohon... jangan kenali aku di sini. Jangan panggil nama asliku. Besok aku akan mentraktirmu di kampus. Aku juga akan membuatkanmu bahan presentasi. Aku juga mau dititipkan absen, kalau kau mau. Asalkan kau diam saja, jangan katakan ini pada siapa-siapa..."

Minseok berkedip imut, "J, janji?"

"Aku janji...!"

Minseok merespons dengan anggukan penuh ragu. Setelah itu Kris menghela napas lega, lalu kembali ke sisi Baekhyun.

"Maaf menunggu, Master...! Maafkan aku, maaf. Aku janji, aku akan membayar waktu yang terbuang ini. Aku akan melakukan yang terbaik untuk Master." Lelaki pirang itu tersenyum manis.

"Bagaimana kalau kuhukum karena kau telah jadi slave yang nakal?"

Kris hening untuk beberapa saat, namun kembali menata senyumnya. "... aku akan menerima hukumanmu. Maaf..."

Baekhyun tersenyum pada lelaki yang jauh lebih tinggi darinya itu. Dia menggandeng tangan Kris, berjalan memasuki lorong bilik. Begitu sosok mereka tidak terlihat lagi di persimpangan lorong, semua tamu yang ada di sana kembali ke kesibukan masing-masing.

"Surprise," Chanyeol bergumam sambil mengaduk kopi hitamnya, "Kakaknya Baekhyun kenal Kris."

Jongdae menimpali, "Tadi siapa namanya...? Yi... apa gitu...?"

"Ah, sial. Karena aku terlalu terfokus pada Kris dan kakaknya Baekhyun tadi, aku telat daftar untuk memesan Kris!"

Mereka bertiga menatap Kyungsoo yang baru kembali dari resepsionis, mendaftar antrean berhubung sudah pukul tujuh lewat.

"Dapat urutan keberapa, Kyung?" Jongdae bertanya.

"Kedua. Tepat setelah si Luhan."

Chanyeol tertawa. "Haha, Luhan memang gesit. Aku sempat lihat dahinya mengerut tadi saat Baekhyun menyentuh pintu belakang Kris."

"Cih. Berapa lama aku harus menunggu...?"

Chanyeol memeriksa jam tangannya, "Biasanya satu orang bisa memakan waktu satu jam, Dio. Kira-kira kamu dapat giliran jam sepuluh nanti. Mau kubuatkan kopi?"

"Ah, iya. Tao, kamu bagaimana? Tidak memesan Kris? Nanti keduluan yang lain, lho."

Zitao terdiam. Tatapannya kosong ke bawah, seperti sedang bingung. "Hhg... entahlah. Aku bukan top. Aku juga... masih shock..."

"Yah, akhirnya kita jadi minum bareng lagi, deh! Chanyeol siap disewa sebagai teman minum, Tuan Chenchen dan Tuan Tao!" Chanyeol memberi gerakan hormat, menghasilkan tertawaan dari ketiga tamu di depannya.

"Yah, ya sudah deh. Temani kami minum, ya, Chanyeol." Jongdae menjawab. "Kyung-Dio, kami akan tunggu sampai kamu selesai bermain dengan Kris, ya."

BRUK-Kali ini semua mata lagi-lagi memandang ke meja resepsionis, arah dimana suara keras tadi berasal. Di depan pegawai resepsionis itu ada seorang anak muda berpakaian seragam SMA, ransel besarnya yang diletakkan di atas meja menimbulkan suara keras tadi.

"Aku mau daftar. Aku dapat urutan keberapa?"

Kai melihat buku tamunya, "Ketujuh, sayangnya."

"Hah? Tengah malam?" Murid SMA berkulit putih itu cemberut. Tangannya meraih resleting ranselnya kemudian mengeluarkan tiga gepok uang dari sana dan menyodorkannya ke depan Kai. Kai menghitung semuanya, lalu menulis sesuatu di buku tamu. Tidak lama kemudian ia tersenyum pada si murid SMA,

"Kau urutan kedua setelah Luhan, Tuan Sehun. Silakan menunggu."

Murid SMA bernama Sehun itu hanya mengangguk dan memanggul kembali ranselnya sebelum kembali duduk di sofa terdekat. Chanyeol dan Kyungsoo yang melihat transaksi itu menganga.

"Sepertinya kau diselak, Dio." Chanyeol yang lebih dulu membuka suaranya.

Kyungsoo masih menganga kaget. Dia mendengus, "Berengsek. Bukannya katanya menyelak terkesan tidak adil? Itu yang dikatakan si resepsionis saat Luhan mau menyelak Baekhyun tadi. Siapa bocah itu?"

"Dia Oh Sehun. Putra tunggal Oh Media Coorporation." Chanyeol menjawab tenang.

Sebelah alis Kyungsoo menaik, "Pewaris pemilik stasiun televisi swasta itu? Anak orang kaya, eh."

"Dia masih SMA?" Jongdae memerhatikan murid SMA tadi sambil menyeruput kopinya. "Kupikir bocah tanpa KTP tidak bisa masuk ke sini."

Chanyeol mengangguk. "Seharusnya memang tidak boleh. Tapi-"

"Dia punya uang, makanya bosmu mempersilakan dia masuk?" Kyungsoo memotong.

"Bingo." Chanyeol mengkonfirmasi, sementara Kyungsoo menggumam 'sudah kuduga'. "Sehun pelanggan tetap di sini, dan sama seperti Luhan, dia juga pelanggan tetap di Rabu spesial. Lagipula dia anak orang kaya, tipe yang ingin segala kemauannya dikabulkan. Daripada klub ini digusur hanya karena Tuan Muda Oh ngambek, lebih baik mengizinkannya masuk. Yang penting kan jumlah uang yang dia bawa."

Jongdae menggeleng tidak percaya, "Sainganmu makin banyak saja, Dio."

"Terima kasih telah mengatakan hal yang sudah jelas." Kyungsoo kembali duduk dan mendengus. Ia lalu bergumam pelan, "Kau lihat bocah SMA itu tadi saat Kris keluar dari ruang staf? Dia menatap Kris dengan lapar. Jadi harga diri Kris jatuh serendah itu, hingga rela ditiduri bocah belum legal?"

Ketiga orang yang lain tidak menjawab pertanyaan frontal Kyungsoo tersebut. Justru Chanyeol, yang terlihat kesal, mulai mengalihkan pembicaraan mereka ke topik yang lebih santai. Selama beberapa menit mereka menghabiskan waktu dengan damai sambil berbicara dengan Chanyeol, hingga topik pembicaraan mereka bisa menjurus ke mana-mana. Chanyeol orang yang menyenangkan, mereka akui. Dibandingkan host, lelaki itu tampak lebih cocok menjadi seorang komedian. Dia pandai meniru suara orang lain, apalagi bertingkah seperti Yoda ataupun Dobby. Dia berhasil membuat Zitao, Kyungsoo, dan Jongdae tertawa hingga-

BRAK!

Semuanya hening. Bunyi itu, meski samar, terdengar sangat kencang. Terdengar tidak dekat, juga tidak terlalu jauh. Bunyi seperti ada benda besar yang jatuh ke lantai.

"Itu suara apa...?" Zitao membuka mulut dengan takut, sementara di dekatnya, Chanyeol langsung pucat. Dia bangkit dari duduknya dan melihat ke arah resepsionis.

"Kai! Kalau terdengar sejelas itu, berarti asalnya dari bilik nomor satu yang letaknya dekat dari lobi ini, kan?"

Semua terkejut. Kai yang diajak bicara pun hanya bisa mengangguk khawatir.

"Tempat Kris berada!? Kurang ajar! Tak akan kubiarkan Kris terluka sebelum aku menyentuhnya!" Sesuai dugaan, Luhan-lah yang langsung ikut panik. Dia bangkit dan segera berlari menyusuri lorong dan belok kiri ke tempat bilik nomor satu berada.

Kai yang panik melihat ulahnya langsung berpaling ke Chanyeol, "Tuan Luhan, tunggu! Chanyeol hentikan dia!"

Chanyeol, tanpa diperintahkan, pun sudah berlari mengejar Luhan. Ia tampak sangat khawatir sendiri, sampai membuat Kai bingung. Dia terus berlari mengejar Luhan, dan sayangnya ia gagal. Luhan sudah sampai di depan pintu masuk bilik nomor satu ketika Chanyeol menangkap sosoknya. Yang membuat Chanyeol langsung mematung adalah kondisi kamar itu yang aneh. Pintunya terbuka lebar, membuat Luhan dapat dengan leluasa melihat apa yang dilakukan Baekhyun dan Kris di dalam-dan dia ternganga kaget. Chanyeol tidak sengaja menengok ke dalam kamar tersebut dan juga tidak berhasil menahan keterkejutannya.

Di dalam kamar itu terdapat kasur sebesar king size yang berhadapan langsung dengan pintu masuk. Di atas kasur tersebut disanalah Kris dengan keadaan yang mengejutkan. Ia telanjang bulat tanpa satu helai pun benang di tubuh tegapnya. Kedua tangannya terikat rantai ke headboard tempat tidur, begitu pun kedua pergelangan kakinya yang terikat ke kaki tempat tidur hingga kedua kakinya terbuka lebar. Posisi tubuhnya menungging membelakangi pintu masuk, pantatnya yang entah kenapa berwarna merah, seperti berkali-kali ditampar, terhidang jelas di depan mata Luhan dan Chanyeol. Tidak hanya itu, di lubangnya setengah tertancap suatu benda hitam agak besar berbentuk kotak. Ponsel.

"Oh, Selamat datang!" Suara Baekhyun mengalihkan perhatian Luhan dan Chanyeol. Baekhyun berdiri tidak jauh dari kasur. keadaannya masih sempurna seperti saat ia pertama kali datang tadi, tidak ada satupun pakaian yang terlepas dari tubuhnya. Ia memegang sebuah raket tenis meja di tangan kanannya. "Aku buka pintunya supaya kalian bisa ikutan, lho. Aku baik, kan?"

Kris, dengan napas terengah, menatap ke belakang, berusaha menatap sosok masternya. "B, Baekhyun tutup pintunya-aaaakh!"

Ucapan Kris tidak selesai karena Baekhyun memukulkan raket tenis meja itu ke pantatnya, membuat Luhan makin melongo dan Chanyeol refleks menutup matanya. Sementara itu Baekhyun hanya tertawa-tawa. "Panggil aku master, Kris Wu! Sepertinya kamu lupa kalau aku master-mu, ya? Kau harus diberi hukuman yang lebih berat."

Mata Kris membulat ketika Baekhyun mendekati pintu masuk dan menarik tangan Luhan untuk masuk ke dalam kamar itu. "Baek-Master! Tunggu! Apa yang kamu lakukan-"

"Ssst, kamu diam saja." Baekhyun tersenyum, lalu menarik Luhan masuk, masih dengan senyum di wajahnya. "Luhan, kan? Luhan hyung, sini. Kamu belum pernah melihat Kris dengan ponsel sebelumnya, kan? Lihat, Kris sangat menggoda, bukan? Padahal ponsel itu berbentuk kotak, tapi ujungnya dapat tertancap di lubang elips Kris yang sempit. Sungguh lubang yang sangat lapar."

Luhan tidak menjawab. Matanya masih terfokus pada pemandangan di depannya. Kris. Mulut Luhan Terbuka lebar, terlalu kaget.

"Luhan hyung, keluarkan ponselmu. Hubungi nomor yang kusebutkan."

Luhan menurut saja pada ucapan Baekhyun. Dia mengeluarkan ponsel putihnya, dengan diam menekan satu persatu angka yang disebutkan Baekhyun. Angka yang terangkai menjadi suatu nomor telepon, tapi entah nomor telepon siapa itu-

"Ah-uwaaa...! B-Baekhyun...!"

-nomor telepon ponsel yang sedang tertancap di lubang Kris. Ponsel itu bergetar hebat, tidak hanya sekali tapi berkali-kali, dan Kris selalu menggeliat kaget selama getaran berlangsung. Lubangnya berkali-kali menyempit dan melebar atas sensasi getaran yang diberikan di ponsel itu. Luhan yang seperti termabukkan reaksi Kris pun tidak dapat berhenti menghubungi nomor yang sama, hanya untuk melihat betapa host nomor satu Scappatella itu menggeliat dan mendesah keras hanya karena sebuah ponsel.

"Sudah kubilang panggil aku Master!" Baekhyun menepukkan raket tenis mejanya ke pantat kiri Kris, menghasilkan desahan kesakitan-yang tetap terdengar seksi-dari mulut lelaki pirang itu. "Yang barusan merangsangmu itu Luhan, bukan aku. Oh, Luhan hyung, depan celanamu terlihat menyempit. Mau sentuh dia?"

Kris terkesiap. Susah payah ia berusaha untuk setengah menengok ke belakang, dan yang ia dapati adalah sosok Luhan yang terengah-engah dengan bagian depan celananya yang menggembung jelas. Matanya sudah ditutupi oleh nafsu."... oh... fuck! Aku sudah tidak tahan lagi. Kris..."

Yang ditakutkan Kris menjadi kenyataan. Luhan berjalan ke arahnya, meremas bokong merahnya dengan penuh nafsu sambil menjilati bongkahan kenyal tersebut, sesekali mengemutnya. Sensasi rasa sakit di pantatnya akibat tamparan raket, yang tercampur dengan saliva serta bibir Luhan yang dingin, membuat Kris menggelinjang hebat. "W-waaa! Tidak! M-master...!? Kenapa Luhan juga ikut-"

Baekhyun tidak bersusah menjawab pertanyaan Kris di sela-sela desahannya. Ia justru menyeringai, menikmati adegan di depannya itu sambil mengusap selangkangannya sendiri.

Chanyeol menelan liurnya lalu bergumam pelan, "... oh tidak... aku mengerti kenapa Kris tadi ketakutan. Baekhyun sering tidur dengan Kris, Kris pasti tahu kalau Baekhyun seorang sadistik..."

"Kurang tepat, Chanyeol sayang," Baekhyun menggeleng. "Selain sadistik, aku juga punya fetish mempermalukan top dan membuatnya submisif. Pada dasarnya aku ini seorang power bottom, tahu?"

Chanyeol mengernyit. "Ini tetap tidak boleh, Tuan Baekhyun! Kami mempersilakan Anda melakukan apa pun yang Anda inginkan, tapi pelanggan yang lain tidak boleh ikut andil!"

"Yang saya inginkan adalah Kris Wu disentuh orang lain juga, kau harus mempersilakanku." merasa bosan, Baekhyun melepaskan ikatan di kedua tangan dan kaki Kris, hanya untuk menariknya keluar dari kamar dan menuju lobi, tanpa peduli untuk memakaikan Kris baju.

"Tuan Baekhyun, berhenti! Jangan bawa Kris keluar-"

Sudah terlambat. Ketika Baekhyun yang membawa serta Kris melewati lorong, para tamu yang tadinya menunggu di lobi pun sudah berada di sana akibat suara-suara ribut yang Chanyeol dan Kris timbulkan-dan menyaksikan mereka dalam hening dan kaget-Kyungsoo, Zitao, dan Jongdae mematung terkejut. Yixing dan Minseok berlari kabur kembali ke lobi. Si anak SMA, Sehun, sekilas terlihat kaget namun kembali memasang ekspresi bosannya. Chanyeol sibuk memaksa Baekhyun dan Kris untuk kembali ke kamar. Luhan masih asyik menggerayangi tubuh telanjang Kris yang terekspos jelas. Dan Baekhyun? Ia tertawa. Tertawa lepas dan terlihat amat puas, seakan semua ini adalah mainan. Dia sama sekali tidak merasa bersalah saat melihat ekspresi takut dan khawatir Kris, ia justru tersenyum semakin lebar.

"Kalian suka keadaan Kris yang seperti ini bukan? Ayo, sentuh dia. Bersama-sama. Kita buat dia merasakan rangsangan dari banyak orang sekaligus dalam satu waktu."

Semua yang ada di sana melongo kaget, termasuk Kris yang langsung panik dan memohon pada masternya itu. "M... master... tidak... aku malu, Master..."

Baekhyun tersenyum, "Mana permintaan mohonmu?"

"K, kumohon... master, please-ah!"

Sebuah tangan tiba-tiba sudah berada di kemaluan Kris, meremasnya keras. Chanyeol langsung keki dan menepis tangan milik anak SMA itu. "Sehun, hentikan! Baekhyun, kembali ke kamarmu, sekarang!"

"Oh, bukankah ide yang diajukan Baekhyun sebenarnya menyenangkan?"

Kali ini semua terdiam lagi. Suara itu terdengar samar, diikuti oleh tapak sepatu yang semakin lama terdengar semakin dekat. Dari ujung lorong muncul seorang pria bertubuh kecil dengan pakaian kasual. Pria bertubuh kecil itu memiliki wajah yang terlihat kalem, juga didukung oleh suaranya yang manis, namun dilihat dari Kris dan Chanyeol yang langsung menunduk ketika melihatnya, dapat dipastikan pria itu adalah orang penting di sini.

Chanyeol yang membuka suara kepada pria itu, "Owner... apa maksudmu?"

Pria berwajah kalem itu, yang sepertinya merupakan pemilik klub, masih tersenyum lebar sembari memerhatikan sosok Kris dan menjawab Chanyeol, "Bukankah sudah saatnya memberikan bonus yang baru pada para pelanggan? Hanya melakukan satu hal terus, Yaitu mengantre satu persatu untuk memperkosa Kris, itu kan membosankan. Aku yakin kalian ingin merasakan suasana yang baru, kan?"

Semuanya terdiam. Sepertinya mereka sudah tahu arah pembicaraan sang owner.

"Kebetulan sekali Tuan Baekhyun memberikan ide cemerlang!" Owner melanjutkan sambil bertepuk tangan pelan, seakan antusias terhadap sesuatu. "Jadi, bagaimana kalau kita lakukan itu sekarang? Gangbang."

Mata Chanyeol membesar kaget, "Owner! Jangan bodoh-"

"Kamu cukup menuruti perintahku, Chanyeol." Ucap si owner singkat.

"Tapi ini tidak ada di peraturan sebelumnya!"

"Karena itu sekarang aku adakan." Suaranya terdengar dingin, membuat Chanyeol berhenti membentak. "Oh, dan ada satu peraturan baru lagi: orang yang mau menyentuh Kris harus mendaftar di Kai dan membayar seratus ribu. Harganya dua kali lebih mahal daripada Rabu spesial yang biasa, tapi worth it bukan? Kapan lagi kalian bisa melihat si top ideal macam Kris diperkosa ramai-ramai?"

Semua mata tertuju pada Kris yang telanjang bulat dengan wajah panik. Beberapa orang di sana mulai menelan liur dan menggigit bibir bawah mereka sendiri. Bahkan sudah ada yang harus menutupi celana bagian depan mereka. Mereka memikirkan hal yang sama; Kapan lagi Kris diperkosa ramai-ramai…?

Si owner tersenyum lebar melihat reaksi mereka. Ia berbalik pada si resepsionis, "Kau tetap bisa melakukan pekerjaanmu kan Kai?"

Kai terdiam sebelum mengangguk pelan, lalu kembali berjalan ke balik mejanya sambil memegang pulpen dan buku. "Aku siap, Suho hyung. Hei, kalian! Daftar dulu sini kalau mau ikutan gangbang."

Suasananya sejenak hening. Beberapa orang terlihat pucat. Kris terengah-setengah karena merasa ketakutan atas apa yang akan terjadi kepadanya, dan setengah lagi karena ponsel hitam milik Baekhyun yang bersarang di lubangnya itu mulai ditarik keluar oleh si empunya. Baru setelah Luhan bergegas mendaftar di meja resepsionis, diikuti oleh Sehun, beberapa orang mulai tidak ragu untuk ikut mendaftar, dan Suho-sang owner-melakukan tepuk tangan keras sebelum memberi orasi singkat,

" 'Ada hari di mana para pelanggan setia Scappatella mendapatkan bonus. Kris Wu, yang biasanya hanya bisa disewa oleh orang bergaji lima juta per bulan, dapat dibayar dengan hanya lima puluh ribuan. Kris Wu, yang biasanya dijaga baik-baik oleh klub, dapat dipermalukan hingga menangis. Kris Wu, yang biasanya memuaskan para bottom, dapat dipaksa memuaskan para top tanpa terkecuali. Kau hanya bisa mendapatkannya satu kali sebulan, yaitu pada Rabu ketiga di setiap bulan. Hari bersejarah itu kami namakan Wednesday WetKrisDay. Meskipun hanya sekali sebulan, kami yakin kamu tidak akan kecewa, karena pada Rabu ketiga itulah kamu akan melihat sisi Kris Wu yang tidak kamu ketahui.

"Selamat datang di Rabu kami, Wednesday WetKrisDay Special Edition!'"


A/N: Hai semuanya. Ada beberapa hal yang mau saya bicarakan :) Ini bakalan panjang…..

Pertama, sebelumnya saya minta maaf yang AMAT SANGAT karena update yang amat sangat lama T_T Sebenernya saya udah rencana mau publish chapter ini pada November tanggal 6, ulang tahun Kris—iya, fanfic ini udah selesai sejak 2 bulan yang lalu, tinggal diedit-edit—dan bahkan saya udah rencana mau bikin ff Christmas Edition di bulan Desember. Nyatanya, akibat satu dan lain hal, publishnya jadi molor hampir setengah tahun. Saya benar-benar minta maaf! Nggak akan kasih alasan lagi, pokoknya ini murni kesalahan saya, silakan hukum saja saya T_T

Kedua, saya benar-benar minta maaf karena saya udah janji bakal menjadikan fanfic ini oneshot, tapi ternyata (mungkin) akan jadi 3 chapter. Soalnya saya tertarik sama character development di balik suatu cerita porno karena biasanya itu lebih bikin terangsang (?). Di akhir fanfic nanti, saya senang kalau kalian beropini "aku lebih suka si X sebagai seme Kris karena latar belakangnya blablabla…" begitu xD Tapi akhirnya saya jadi PHP sama kalian yang udah nungguin Kris kita menderita (?) ya? Maaf T_T Buat adegan NC-nya pasti tetap saya satuin dalam satu chapter kok meski sepanjang apapun.

Ketiga, fanfic ini panjang banget ya :') Seperti yang udah saya jelasin di atas, saya tertarik sama character development, jadinya saya jelasin dulu kesebelas seme Kris ini. Kayaknya saya keenakan nulis chardevnya sampai mencapai 28 halaman di MS Word T_T Makanya jadi 3 chapters, nggak jadi oneshot, karena belum adegan NC-nya aja udah 28 halaman, gimana kalau ditambah adegan itu? XD Maaf ya… yang nggak mau baca karena kepanjangan dan membosankan, saya ngerti, kok. Ngerti banget T_T

Terakhir, semua kritik dan saran saya terima dengan sangat senang hati! ^^ Tapi seperti yang udah saya bilang di prologue, kalau mau kritik, sertakan alasannya juga, ya :D Oh iya, saya juga mau minta saran kalian tentang kink. Soalnya rencananya tiap seme itu memakai Kris dengan 'cara' yang berbeda alias dengan kink favorit mereka masing-masing. Kink apa yang mau kalian adakan disini? Kalau mau saran siapa-nya juga boleh (misal "Kink nipple play dari Sehun" gitu).

Terima kasih! Balasan review kalian yang perlu dijawab ada di bawah, ya! :D

See you next (last) chapter!

Oh iya, ada bonus foto Kris yang imut supaya bisa membuat kalian membayangkan uke!Kris jadi lebih gampang xD

weheartit entry/151934489

weheartit entry/155403529

krisangel-exo. tk/

wp-content/uploads/2014/09/a49b1197tw1ekuvy6vvokj21jk11147z. jpg


A: Sudah lanjut ya! | Guest: hehehe maaf kayaknya ff ini nggak Cuma sampai 17+ saja nih karena kalo gangbang nggak seru kalau nggak ekstrem kan ya *batuk mesum* | ayumKim: Untuk saat ini yang ikutan Cuma member EXO saja kok ;D | kim eun hoon: Iya pasti! Semoga saya nggak malesan buat bikin ff uke!Kris ya. Thank you! :D | lu shixun: Ehehe, Mbak/Mas(?), sebenarnya yang jadi trigger untuk pembuatan ff uke!Kris ini juga kamu lho. Di setiap ff uke!Kris yang aku baca, aku lihat pasti ada review dari kamu. Habis itu aku mikir, ternyata penggemar uke!Kris di ffn banyak (dan setia) juga ya, jadi mau ikutan bergabung dengan kalian, hehehe. Thank you! Bagian 'kamu' sudah diubah. Dan, IYA, jadi panjang banget. Sekarang aja udah panjang, dan nanti tiap seme dapat gilirannya sendiri T_T Wish me luck! |

13613: Nggak usah pakai perangsang juga disini Kris-nya udah terangsang kok(?) | Guest: Same! Continued! :D | l: Setuju! Kalau dari fisik, mungkin mereka cocok ya, tapi kalau dari segi sifat, emmm *lirik Baekhyun dan Kyungsoo* | BabyBuby: Sama, aku juga suka humiliation :D Updated! | : Betul :D Hehe kenapa Cuma Changmin? Kena pengaruh ffnya Akise Mizuno pasti yaa xD | DoubleAA10: orgasm denial? Oke sip! XD Hehe sebenarnya kalo ga salah Akise Mizuno yang pertama bikin Kris uke, tapi beliau Cuma bikin Changmin x Kris dan sifat Kris-nya masih 'keren' gitulah… :D Jadi kamulah pelopor Kris uke yang sifatnya benar-benar mirip uke hehehe… big thanks for you two! | LVenge: Nahh udah ada Baekhyun dan Luhan bertindak tuh… udah tau kan jawabannya? XD | xxx: wahh aku malah pecinta seme Sehun XD Disini Kris jadi uke untuk semuanya sih ._. |

Najiha Hizaki Anzu: Uke Kris udah banyak lho sekarang, dia makin hari makin manis sih ._. Hehe enggak, tragedy disini maksudnya cerita sedih (dari segi Kris) aja kok, nggak selalu berarti kematian :D | .39: Hehe itu kan baru prolog, siapa tau fanfic aslinya ini malah beneran jelek ._. Tapi makasih banget ya! :D | Muah: Hmm sebenernya saya udah rencana memakai 'seseorang' buat berperan sebagai cinta-cintaannya Kris, dan Sehun sendiri disini imejnya si mesum. Maaf yaa ._. | ArRuSwari96: Saya juga sebenernya author ff Inggris, ini pertama kalinya saya bikin account di ff Indonesia. Semoga bahasa saya nggak aneh ya ._. | Guest: INI LANJUTANNYAAAA tapi maaf ya malah bikin makin penasaran karena belum sampai inti ._. | yadongers: update nih. Makasih ya udah mau setia nungguin ff ini! Tunggu lagi chapter berikutnya ya! '-')9 | wopwpop: Setuju, dia sekarang manis :D | BabyWolf Jonginnie'Kim: Semua member exo jadi semenya Kris kok ;) | Aa: Bukannya ga dilanjut kok Cuma lelet lanjut aja huhuhu T.T updated!