SAD FLUTE

This fic © Fuyuhime Ryuu

Super junior © GOD and themselves

Rated : T

Genre: Action, Friendship, Hurt/Comfort, Crime(?)

Warning! Gaje, abal, EYD gak karuan, OOC,

Don't like, DON'T READ THEN...!

_o0o_

Happy Reading...

-o0o—

We are called sad flutes...

Because when you cut the troath, The last sound is like a sad flute...

_o0o_

Cast:

Cho Kyuhyun

Kim kibum

And other cast...

_0_

Chapter 2 :

"Argh..." Pekik salah satu namja tampan penghuni ruangan tersebut.

Sedang salah satunya segera mengambil besi-besi kecil berbentuk bintang yang disembunyikannya dibalik pakaiannya. Segera jemarinya dengan lincah melemparkan benda-benda tersebut kearah para penyerang gelap mereka. dan beberapa orang nampak tumbang setelahnya.

Namja yang lebih tinggi terlihat menendang beberapa orang dengan kekuatan yang tak main-main. Beberapa orang mampu dilumpuhkannya dalam satu kali serangan. Meski tubuhnya mulai tak dapat berdiri dengan kokoh lagi.

Beberapa menit kemudian, serangan itu bagai mimpi ketika listrik kembali menyala dengan terang. Tak ada satupun yang tertinggal. Hanya saja sebuah luka menganga dipunggung kyuhyun menjadi bukti bahwa baru saja mereka menghadapi beberapa orang yang terlatih.

"Kau terluka kyuhyun sshi." Nada suara kibum jelas khawatir namun sama sekali tidak sinkron dengan wajah flatnya yang tak berubah sama sekali.

Wajah kyuhyun nampak pucat. Tubuhnya sedikit bergetar karena luka tersebut. "Gwen..." Ucapannya belum selesai, tapi tubuhnya sama sekali tidak mau berkompromi. Dirinya segera saja limbung dan terjatuh di kaki kibum.

"Pabo... Kenapa kau berusaha melindungiku?. Aku bahkan bisa melakukannya sendiri." Kibum segera mengangkat tubuh yang tak sadarkan diri itu dan membawanya menuju tempat tidur.

Tubuh kyuhyun diletakkannya hati-hati dalam posisi tengkurap. "Racun...?!" Kibum tercekat melihat luka yang tercetak dipunggung namja yang baru dikenalnya beberapa waktu lalu itu.

"Ah... Gawat...!" Bagai orang kesurupan kibum segera berlari keluar kamar dan pergi entah kemana. Namun tangannya masih sempat mengambil kartu pass kamar hotel yang diletakkan dimeja.

_o0o_

Beberapa menit kemudian kibum sudah datang dengan membawa kantung berukuran sedang yang penuh dengan belanjaan. Peluh mengalir begitu saja diseluruh tubuhnya.

Segera saja disobeknya bungkus kompres instan yang dibelinya didahi kyuhyun yang sudah berkeringat dingin tidak karuan. Baju yang menempel ditubuh kyuhyun segera dirobek menggunakan pisau kecil yang ia letakkan di kakinya. Dan matanya seketika membola.

"Dari mana kau dapat luka sebanyak ini?. Siapa kau sebenarnya?." Ucapnya keheranan.

Namun rasa herannya itu tak berlangsung lama. Segera saja diambilnya kain bersih dan menuangkan sebotol alkohol keatasnya, kemudian dibasuhkan diatas luka yang menganga itu untuk membersihkan luka yang terlihat. Setelah itu diolesi dengan salep berwarna kuning gelap, entah salep apa hanya dirinya sendiri yang tahu. Langkah terakhir adalah membalut luka tersebut dengan menggunakan kain kasa steril agar tidak terjadi infeksi dan sebagainya.

"Hehh... Semoga kau bisa bertahan dengan ini. Setidaknya 3 hari lagi baru kau bisa siuman." Ucapnya pelan. Sebuah jarum suntik segera ditusukkan ke tangan kiri kyuhyun dan menyambungkannya menuju cairan infus yang digantungnya diatas gantungan baju disamping tempat tidur tersebut.

Kibum segera membereskan ruangan tersebut, menggunakan jaketnya dan berniat pergi. Tapi akhirnya urung, mengingat dirinya sudah ditolong juga oleh kyuhyun, namja dihadapannya itu.

"Merepotkan..." Lirihnya pelan.

_o0o_

#3days later...

"Huah... Are..." Kyuhyun membuka matanya seakan baru saja terbangun dari tidur lelapnya. Namun ketika mencoba menggerakkan tubuh, rasanya begitu berat dan kehilangan seluruh tenaganya.

"Oh... Kau sudah bangun kyuhyun sshi?." Sebuah suara pelan terdengar dari sisi pintu kamar hotel tersebut.

"Kibum sshi...?" Kyuhyun tak mampu memandang kearah kibum karena posisinya yang sama sekali tidak mendukung. Tapi dia masih sangat hafal dengan suara dalam milik kibum.

"Mianhae, aku menyuntikkan obat pelemas ototditubuhmu. Hanya dalam dosis kecil, tapi cukup untuk membuatmu tidak banyak bergerak. Lukamu masih sedikit buruk." Kibum mulai mengeluarkan beberapa barang belanjaannya.

"Kau masih disini?." Kyuhyun sedikit mengernyitkan dahinya.

"Aku diajari untuk menyakiti orang lain hampir sepanjang hidupku, tapi aku tak pernah diajari untuk meninggalkan orang yang berkorban untukku kyuhyun sshi. Mian aku masih ada disini." Balas kibum.

"Arigatou gozaimasu... Berapa hari aku tertidur?." Tanya kyuhyun segera. Tangannya sudah mulai dapat digerakkan, meski masih sedikit kaku.

"3 hari kau pingsan kyuhyun sshi. Tubuhmu terkena racun. Beruntung aku bisa menetralkannya." Kibum nampak sibuk di dapur. Membuat makanan mungkin.

"Wa... jeongmal gumawo kibum sshi. Kau telah banyak menolongku." Ucap kyuhyun sembari menggerakkan kakinya.

"Kau ceroboh kyuhyun sshi." Suara kibum sedikit lirih.

"Hm, sifat burukku. Terimakasih sanjungannya." Balas kyuhyun santai.

"Well, sama-sama." Ucap kibum tak kalah santai.

.

.

.

"Aku sudah memasak untukmu, aku tak terlalu yakin dengan rasanya, tapi makanan ini adalah makanan sehat." Kibum mengajak kyuhyun untuk menikmati sarapan pagi mereka.

"Hm... Sepertinya enak. Kau tidak menaruh racun didalamnya kan?." Kyuhyun nampak memandang intens ke arah mata kibum. Dia percaya bahwa mata tak akan pernah bisa berbohong.

Kyuhyun segera mendudukkan pantatnya dikursi terdekat. Tubuhnya masih sedikit kaku untuk digerakkan. Tapi sudah lebih baik. Apalagi kibum terus memaksanya untuk melemaskan tubuhnya. Begitulah cara kibum untuk menyembuhkan kyuhyun dalam waktu cepat.

"Kau pantas curiga padaku. Tapi aku tak berniat melakukannya. Merawatmu selama tiga hari cukup menjadi pengalaman buruk untukku. Dan aku tak berniat melakukannya pekerjaan itu lagi dengan cuma-cuma. "Balas kibum malas dan cukup beralasan.

"Hem... Benar juga." Kyuhyun segera mengambil mangkuk yang berisi bubur dihadapannya. Melahapnya sedikit demi sedikit dan merasakan aliran hangat memasuki perutnya.

"Makan dagingnya. Daging akan membuat staminamu bertambah." Perintah kibum saat kyuhyun hanya melahap nasi bubur buatannya. Dan kyuhyun melakukan perintah kibum tanpa banyak bicara.

"Makan juga sayurannya. Sayuran sangat baik untuk kesehatanmu." Kyuhyun nampak memutar matanya malas, namun tak berminat untuk mengambil benda hijau segar yang ada dipiring lebar itu.

"Kyuhyun sshi...?" Kibum nampak bertanya-tanya karena kyuhyun sama sekali tidak merespon.

"Oke untuk yang lainnya, tapi gomen, aku tak begitu suka dengan sayur kibum sshi." Balas kyuhyun santai sambil terus memakan buburnya.

Kibum mengerti, setiap orang memiliki apa yang mereka suka dan tidak. Bukan kewenangannya untuk melarang atau memaksa. Dan setelahnya mereka makan dalam diam.

_o0o_

"Aku rasa kau sudah cukup kuat untuk kutinggalkan kyuhyun sshi. Aku harus segera pulang. Keluargaku pasti mengkhawatirkanku." Kibum berpamitan pada pemilik kamar hotel yang masih setia menempati ruangan yang cukup lebar untuk ditempati oleh satu keluarga kecil.

"Terimakasih atas bantuannya. Maaf telah banyak merepotkanmu kibum sshi. Dan senang bisa mengenalmu." Kyuhyun tersenyum kearah kibum. Senyum yang sedikit kaku, dan sepertinya kyuhyun butuh banyak latihan untuk menarik sudut bibirnya agar bisa membentuk lengkungan sempurna.

"Sama-sama. Aku juga sangat terbantu dengan kebaikan hatimu. Oh ya... Lukamu sama sekali belum sembuh, jadi sebisa mungkin rawatlah meski akan terasa sangat sulit atau kau bisa mengalami infeksi." Kibum segera membungkuk dan membalikkan badannya berniat untuk pergi.

"Chotto, kibum sshi..." Kibum terpaksa kembali membalikkan wajahnya kearah kyuhyun. "Bisakah kita bertemu lagi?. Bisakah kita berteman?." Tanya kyuhyun lirih dengan sangat hati-hati.

Kibum tak memberi jawaban apapun selain sebuah senyuman lembut yang mungkin baru sekali ini dilihatnya. Dan segera melanjutkan langkahnya untuk keluar dari ruangan tersebut, menyisakan misteri untuk kyuhyun.

_o0o_

Kyuhyun nampak meninggalkan ruangan tempatnya menginap beberapa hari setelah memastikan tak ada satupun barangnya yang tertinggal.

"Yosh... Let's go..." Pekiknya bagai bocah yang terlalu bersemangat menghadapi harinya.

Langkahnya terlihat ringan entah apa yang membuatnya demikian. "Saya mau check out." Ucapnya dan segera mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya setelah menerima billnya dari resepsionis.

"Harus kemana aku...? Aku bisa kemana saja sekarang." Sebuah senyum kekanakan yang sangat lama tak nampak diwajahnya entah bagaimana bisa terukir. Langkah kakinya nampak dibuat-buat, namun sebuah benda panjang dengan bungkus hitam itu terus setia ditangannya digenggamnya erat.

_o0o_

"Taeyeon ah... Berhenti minum bir." Pinta kibum pada wanita cantik yang bersandar disofa hijau yang sudah agak rusak itu.

"Ah... Kau pulang bummie?. Aku pikir kau sudah mati." Yeoja itu nampak membuka matanya perlahan hingga menampakkan iris cokelat muda yang indah.

"Kau bilang aku baru boleh mati setelah menyelamatkan orang sebanyak aku membunuh." Balas kibum dan segera meneguk air mineral setelahnya.

"Yupz... Kau bahkan belum mendapatkan seperempatnya bummie." Balas kim taeyeon, yeoja yang kini menjadi wali bagi kibum.

"Dan aku membunuh satu orang lagi beberapa hari yang lalu. Tapi aku menyelamatkan satu orang juga setelahnya. Jadi... Impas." Kibum segera membuang botol mineralnya yang sudah tak berisi lagi itu.

"Hm... Bagus." Tanggap taeyeon sambil membuka kembali kaleng bir berwarna hijau untuk kesekian kalinya.

"Berhenti minum bir kim taeyeon sshi." Perintah kibum sambil merebut minuman yang sudah hampir memasuki mulutnya itu.

"Kau semakin berisik dan menyebakan kim kibum." Pekik taeyeon saat kesal minumannya dirampas.

"Well, setidaknya aku masih peduli dengan kesehatanmu taeyeon ah. Kau satu-satunya yang berharga didunia ini." Ucap kibum seraya tersenyum.

"Ah... Kau manis sekali. Tapi tetap sangat menyebalkan." Cibir taeyeon dan segera merebahkan tubuh kurusnya.

"Gumawo... Aku mandi dulu. Dan jangan coba-coba mengambil ini dari kulkas. Arra...?" Tanya kibum sambil menggoyangkan hasil jarahannya baru saja.

"Berisik. Pergi sana...!" Perintah taeyeon kesal sambil mencoba menendang kibum yang sama sekali tidak dalam jangkauannya. dan dibalas smirk menyebalkan oleh kibum.

_o0o_

"Bisakah saya menempati rumah ini hari ini juga?." Tanya seorang namja berkulit pucat.

"Ah... Tentu saja kyuhyun sshi. Anda sudah membayarnya secara penuh. Rumah ini menjadi milik anda selama waktu yang kita sepakati." Balas yeoja bertubuh tambun itu sambil memamerkan senyum ramahnya.

"Ah... Gamsahamnida..." Balas kyuhyun sambil membungkukkan tubuhnya.

"Kalau begitu saya permisi dulu." Ujap yeoja tambun itu dan segera melangkah pergi. "Ah... Mungkinkah dia imigran gelap...? Tulisan hangeulnya jelek sekali. Siapa yang perduli, dia membayarku dengan sangat banyak." Wanita tambun itu terus saja berucap tak jelas sepanjang langkahnya. Entah tak peduli atau berpikir bahwa kyuhyun sama sekali tak mendengar. Tapi ucapannya cukup keras ditelinga kyuhyun yang terlatih mendengarkan suara sekecil apapun.

"Rumah baru." Ucap kyuhyun sambil melangkah memasuki pintu rumah yang kini menjadi haknya itu, sebuah rumah yang bersih dan jauh dari hiruk pikuk kota besar. Sebuah senyuman terukir diwajahnya yang tampan.

Kyuhyun segera menata barang-barangnya yang tidak seberapa banyak itu. Menaruh laptopnya dimeja yang tidak bisa dibilang kecil, meletakkan beberapa potong pakaiannya dilemari besar yang sudah ada, dan meletakkan benda hitam panjang dibagian paling bawah lemarinya dan ditutupi beberapa kain tak terpakai.

Kyuhyun segera keluar dari rumahnya, mengunci pintunya dan berjalan pelan menyusuri jalan setapak yang berundak disekitar rumahnya.

10 menit kemudian kyuhyun sudah sampai di sebuah minimarket yang cukup lengkap dan membeli beberapa keperluannya.

_o0o_

"Berteman denganku?. Hah... Apa cukup aman untuknya. Geunde, siapa dia sebenarnya?. Terlalu banyak luka ditubuhnya untuk ukuran namja biasa." Kibum nampak bermonolog didepan kaca kamar mandinya.

Tubuhnya yang penuh luka tembak dan luka tebas itu terlihat nyata disana. Beberapa bercak biru yang masih nampak baru juga tak luput dari kulit putihnya.

Kesal dengan pemandangan dihadapannya, kibum segera keluar dari kamar mandi dan memakai kaos berwarna putih tipis dan sebuah celana longgar sebatas lutut. Kakinya yang jenjang segera dilangkahkannya menuju ruang tengah dimana taeyeon sibuk dengan mimpinya.

Kibum segera melongok kedalam kulkas dan melihat makanan apa yang kira-kira bisa dibuatnya. Beberapa butir telur yang dibelinya sebelum berangkat ke china –mungkin-. Karena taeyeon bukan jenis yeoja yang mau bersusah-susah membuat makanan untuk dirinya sendiri. Beberapa sayuran yang hampir membusuk dan sebagian layu, juga tomat ada disana.

"Aish... Nappeun yeoja." Ucap kibum pelan. Dikeluarkannya barang-barang tersebut dari kulkas dan mencoba mengolahnya menjadi makanan yang cukup layak untuk ditelan.

Segera saja tangannya yang terampil memilah dan memilih makanan tersebut dan segera membuatnya menjadi makanan yang terlihat lezat.

Kibum segera melihat nasinya yang sudah nampak matang dan mulai membangunkan taeyeon yang masih belum mau bangun itu.

Digoyangnya tubuh yeoja cantik itu pelan hingga mata sang yeoja menampakkan iris cokelat indahnya kembali.

"Kau menggangguku bum..." Ucap taeyeon pelan.

"Ayo makan. Aku sudah membuatkan makanan untuk kita." Ajak kibum sambil menggandeng tangan taeyeon.

"Jinjja. Aku selalu memakan junkfood beberapa hari ini. Apa menu kita hari ini?." Tanya taeyeon sedikit bersemangat.

"Omurice..." Balas kibum singkat.

"Well, tidak buruk." Taeyeon mulai duduk dikursi ruang makan, dan segera menikmati makanan dihadapannya. Begitu juga dengan kibum.

_o0o_

"Astaga... Bahkan aku tidak bisa membuat ramen."Keluh kyuhyun saat melihat panci dihadapannya yang penuh air dan ada beberapa benda –mungkin- berwarna kuning yang mengambang seperti ulat-ulat sutra. Benar-benar bukan makanan yang layak untuk dikonsumsi.

Entah karena putus asa atau tak memiliki opsi lain, kyuhyun memilih untuk menelannya saja daripada memikirkan bentuknya. Kurang asin, kurang lezat, dan mendekati kata menjijikkan. Tapi apa kyuhyun peduli?. Tidak sama sekali. Yang penting baginya adalah cukup untuk membuat perutnya berhenti berbunyi.

"Ah... Masakan kibum sshi benar-benar enak." Ucap kyuhyun disela aktivitasnya.

Kyuhyun segera menuntaskan kegiatannya dan melangkah menjauhi meja makan kecil yang sebelumnya digunakannya itu.

Direbahkannya tubuh tingginya ditempat tidur yang cukup empuk dirumahnya, merasakan setiap rasa nikmat yang mengalir disetiap sendi tubuhnya. Bahkan sedikit peregangan cukup menyenangkan baginya kini.

Tanpa dia sadari matanya mulai menutup perlahan. Entah karena rasa lapar yang sudah berhasil diatasinya atau karena tubuhnya memang cukup lelah untuk terus bergerak.

_o0o_

"Taeyeon ah... Kau tidak bisa terus menolak misi yang menjadi tanggung jawabmu. Ini bukan seperti kau menjadi guru yang bisa mengabaikan pekerjaanmu sesuka hatimu." Seorang yeoja cantik dengan pakaian yang cukup ketat meski terlihat formal nampak berdiri sambil menunjuk yeoja lain dihadapannya yang nampak duduk dengan tenang dan sedikit tidak peduli.

Kibum yang tengah berada dikamar dan entah tengah mengerjakan apa nampak sibuk dan nampak tak peduli dengan percakapan dua yeoja cantik diluar sana.

"Sepertinya kau sekarang takut mati taeyeon ah... Katakan padaku...! Apa ini karena kim kibum?." Tanya wanita sexy itu penuh penekanan.

"Sepertinya begitu soo yeong sshi. Aku sekarang memang takut mati. Alasannya bisa jadi seperti yang kau katakan. Tapi lebih dari itu, Kau tahu kan mataku mulai bermasalah?. Aku tak yakin aku masih bisa menjadi penembak jitu dengan keadaanku ini. Yeong ah... Mengertilah. Aku hanya tak mau menghancurkan organisasi dengan keadaanku ini." Balas taeyeon tanpa merubah posisinya.

"Baiklah, aku terima alasanmu. Tapi aku tidak bisa menerima pengunduran dirimu. Kau harus kembali tak peduli bagaimanapun keadaanmu." Perintah choi soo yeong sambil segera mendudukkan pantatnya di kursi. Diambilnya kaleng bir yang masih nampak baru dihadapannya.

"Pemaksa seperti biasanya... Heh... Aigoo..." Keluh taeyeon dan kembali membuka kaleng birnya kemudian.

"Tapi terlalu sulit mengendalikan bayangan liar sepertimu taeyeon." Balas soo yeong dengan nada kesal.

"Heh... Teruslah berusaha. Tidak akan ada yang sia-sia." Balas taeyeon santai.

Keduanya segera menikmati bir yang masih tersisa.

_o0o_

"Bisakah kau berhenti dari pekerjaanmu taeyeon ah...?" Tanya kibum lembut saat makan malam.

"Sepertinya tidak bisa bum" Jawab taeyeon santai.

"Hm... Apa aku masih belum cukup untuk organisasi?. Aku akan bicara pada soo yeong sshi nanti." Kibum kembali melahap nasi putihnya dan menyusul kimchi yang memasuki mulutnya.

"Percuma bum. Tidak ada yang bisa lepas dari organisasi itu dengan mudah. Lagipula soo yeong bukan pemegang kendali tertinggi." Balas taeyeon lelah.

"Tidak akan ada yang sia-sia. Seperti katamu." Ucap kibum dingin.

"Dasar penguping..." Balas taeyeon tak kalah dingin. Namun tak ada balasan apapun dari kibum.

_o0o_

Kyuhyun terbangun saat perutnya kembali mengeluh. Di renggangkannya tubuhnya berharap rasa malas yang berlindung ditubuhnya segera enyah. "Argh..." erangnya saat merasakan punggungnya sakit. "Ittai..." Ucapnya pelan.

Segera dibukanya pakaian tipis yang membalut tubuhnya. "Ah... Aku hampir melupakannya." Kyuhyun segera mengambil alkohol yang sepertinya dibelikan kibum sebelumnya.

Kyuhyun cukup kesulitan merawat lukanya karena posisinya yang sangat sulit dijangkau tangannya. "Are... Bagaimana ini...?" Kyuhyun nampak kebingungan. Dulu ketika kyuhyun terluka ada teman yang selalu membantunya saat kesulitan maupun saat dirinya terluka, hingga beberapa hari sebelum dia memutuskan untuk menjadi buronan clan nya tentu saja.

"Hehh..." Akhirnya kyuhyun membiarkannya saja dan berharap tidak akan ada infeksi yang menyerangnya.

Dilangkahkannya kaki jenjangnya menuju kamar mandi berharap mendapat kesegaran dari setiap tetesan air yang mengalir dari shower yang dihidupkannya itu. Dan sepertinya memang begitulah yang terjadi.

Setelah merasa segar, kyuhyun segera mematut diri didepan kaca, dan entah mengapa tersenyum setelahnya.

Kyuhyun kembali melangkahkan kakinya menuju daun pintu dan segera membukanya. Angin malam bertiup menyegarkan dimusim semi ini. Sekali lagi kyuhyun tersenyum, terlalu sering kyuhyun tersenyum untuk hari ini. Entah apa yang dirasakannya, kebebasankah?. Bersyukurkah dirinya masih hidup hingga saat ini?. Siapa yang mengerti isi hati orang lain?.

Tidak banyak lagi orang yang berlalu lalang dikota kecil itu. Hanya satu dua orang yang ditemuinya disepanjang jalan, juga beberapa siswa yang sepertinya mengikuti kegiatan disekolahnya, atau mungkin hal lain hingga membuat mereka pulang sedikit malam.

"Kau sudah membaca webtoon milik kim ji hyun terbaru, yoona a...?" Tanya gadis disampingnya.

"Hm... Killer seriesnya benar-benar mengerikan dan terlalu kejam. Apa dia tidak merasakan perasaan yang bagaimana gitu saat membuatnya ya?. Seakan dia mengangkat dari kehidupan nyata." Balas gadis bernama yoona yang nampak menikmati lollypopnya santai.

"Entahlah. Bagian si pembunuh menggoreskan pisau kewajah korbannya itu menurutku menjadi bagian paling mengerikan dan paling tidak berperikemanusiaan. Kau setuju?." Tanya gadis satunya lagi, dibalas dengan anggukan sepaham dari yoona.

Keduanya berlalu begitu saja melewati kyuhyun dan mulai bercakap hal-hal lainnya yang sedang menjadi trend.

Kyuhyun nampak mengangguk pelan. 'Pembunuh menyakiti korbannya sebelum membunuhnya itu memang tindakan yang brutal. Apa memang ada pembunuh yang bisa sekejam dan tak bernurani seperti itu?.' Batin kyuhyun.

Kakinya kembali memasuki minimarket yang siang tadi disinggahinya. Kini yang menjadi fokusnya adalah nasi bento yang siap makan. Kyuhyun sepertinya tak ingin mengulang kejadian siang tadi.

_o0o_

"Taeyeon... Ada panggilan untukmu." Teriak kibum dari ruang tamu.

"Siapa?." Taeyeon yang berada dikamarnya terdengar berteriak, meski tak sekencang saat menyuruh kibum melakukan sesuatu.

"Unknown..." Balas kibum.

"Katakan aku tak bisa melakukan apapun untuk saat ini." Perintah taeyeon jelas.

"Oke..." Ucap kibum dan segera mengangkat telphone tersebut.

"Zero one. Kau mendapatkan misi. Kami sudah menyiapkan segalanya. Datanglah ke lotte world, misimu menunggu disana." Ucap suara dari seberang tanpa berniat memberi jeda atau mempersilahkan orang yang dihubunginya mengucapkan salam dan sebagainya.

"Kalau hari ini mustahil. Aku tidak bisa melakukannya." Balas kibum dengan suara yakin.

"Ini adalah misi dari pusat, dan masuk dalam kategori urgent. Katakan kau akan melakukannya atau tidak?." Kembali suara dari seberang terdengar lantang dan tegas.

"Baiklah, aku akan melakukannya..." Ucap kibum akhirnya menyetujui.

Kibum segera meletakkan handphone milik taeyeon dan bersiap menggantikan tugas taeyeon yang terpaksa diterimanya. Karena jika tidak, maka taeyeon yang akan menghadapi kesulitan nantinya. Tentu saja dia tidak menginginkannya.

_o0o_

Pagi menjelang. Matahari bersinar dengan indahnya. Angin musim semi terus bertiup menyejukkan membawa wangi bunga-bunga yang bermekaran.

Kyuhyun terbangun dari tidurnya, dan segera mandi kemudian setelahnya membuat teh hijau didapurnya yang sedikit berantakan.

Well,kyuhyun memang masih diusia bersekolah. Senior high school tepatnya. Meski kyuhyun belum mendaftar dimanapun untuk saat ini, tapi sejak semalam sudah ada sekolah yang dia pilih. Paran high school.

Kyuhyun adalah murid homeschooling sebelumnya. Tentu saja orang yang menjadi tuan bagi kyuhyun tak menghendaki bawahannya menjadi orang bodoh. Karena bagaimanapun juga, masa terus berubah dan peralatan menjadi canggih. Meski pedang masih menjadi barang yang mahal dan banyak dilelang dimana-mana sebagai mahakarya berharga fantastis.

Dengan langkah yakin kyuhyun melangkahkan kakinya menuju gerbang paran high school tentu saja. Gerbang dimana seluruh penduduknya diperlakukan sama, dan gerbang dimana orang seperti apapun, dari ras dan clan apapun menjadi siswa biasa yang tidak berarti apa-apa jika tidak ada prestasi yang berhasil ditorehkannya. Untuk masuk kesana sangat sulit, butuh IQ mendekati 130 untuk dapat diterima dengan segala macam jenis tes masuk yang gila. Itulah desas desus yang dibaca oleh kyuhyun.

Kyuhyun yang sudah melihat gerbang bertuliskan paran high school dengan tulisan tegak lurus itu nampak semakin bersemangat. Apalagi ada orang lain yang berjalan dengan langkah santai sambil membaca buku tebal namun kecil ditangannya. "Kibum sshi..." Pekiknya, menyakinkan dirinya sendiri karena merasa tak yakin dengan apa yang dilihatnya.

"Kyuhyun sshi... Kau bersekolah disini?." Tanya kibum perlahan, setelah atensinya benar-benar tertuju kepada namja yang masih diingatnya betul itu.

"Aku baru saja mau mendaftar." Ucap kyuhyun ringan.

"Ah... Semoga berhasil." Balas kibum tulus.

"Yups... Terimakasih." Kyuhyun segera berlari meninggalkan kibum. Meski kemudian kembali lagi untuk menanyakan ruangan kepala sekolah atau ruang informasi yang sama sekali tak diketahuinya.

Kibum hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat tingkah kyuhyun yang menurutnya sedikit bodoh dan ceroboh itu. "Ayo aku antarkan." Ajak kibum kemudian.

"Kibum-san, Domo arigatou ne..." Ucap kyuhyun sambil membungkuk 90 derajat.

"Iie... Dou itashimashita." Balas kibum tenang dan segera melenggang bersama kyuhyun yang mengikutinya.

_o0o_

Selang beberapa jam setelah serentetan tes yang dilalui oleh kyuhyun, seorang kepala sekolah berwajah sangar kembali memanggil kyuhyun ke ruangannya. Mungkin kyuhyun akan mendapatkan semacam pengumuman.

"Cho kyuhyun, benar.?" Tanya namja dihadapannya dengan wajah tanpa senyum.

"Nde. " Jawab kyuhyun tegas dan jelas meski jauh dari kata membentak.

"Nilai yang anda dapat dari setiap tes yang kami berikan sangat jauh dari ekspektasi saya..."

_TBC_

Hah... chapter ini seperti drama. Bagian awal memang selalu seperti ini. Melelahkan... #Plakk,

Review, Time to replay...

jihyunelf Mianhae chingu... Awalnya fuyu mau bikin kibum yang kena, tapi karena chingu bilang jangan kyuhyun, akhirnya malah kyuhyun yang kena... Kkkk... #evil laugh,

Adegan actionnya, mungkin chapter depan bakal hadir lagi. Chapter ini seperti yang fuyu bilang, drama banget.

Puput257 Tuh... Yang terluka tuh orangnya... #nunjuk2 kyu-chan. :P

Emon204 aku juga selalu padamu... Kekekeke...

Hahaha... Karena fuyu penggemar anime, fuyu selalu masukin jepang ke hampir seluruh ff fuyu.

Mungkin emon belum tahu artinya yang ini doang untuk sad flute chapter 2 Dou itashimashita (Tidak apa-apa), atau mungkin juga udah tahu.

Naneun molla, yang penting fuyu kasih tahu aja... :P

cho loekyu07Fuyu sama sekali belum atau mungkin gak ada minat untuk membuat ff yaoi. Fuyu selalu menyukai persahabatan yang manis dan sejenisnya. Ini chapter 2 sudah datang, semoga gak bosan waktu ngebacanya.

Shofie Kim Mungkin gak selamanya mereka jadi penjahat, tapi siapa yang tahu akhirnya. Bahkan fuyu sendiri belum mikirin gimana endingnya. Mianhae... Kekekeke...

Retnoelf Sip... Ini chapter 2 sudah datang chingu... Selamat menikmati, semoga cukup puas dengan lanjutannya...

mifta cinya Jeongmal gumawo chingu...
Ini ch 2 udah datang...

Mian kalau masih kurang memuaskan... :)

Readerdeul sama... Mohon beri review yang membangun untuk berkembangnya karya fuyu selanjutnya...

Domo Arigatou gozaimasu... :D

#Big Bow,