SAD FLUTE

This fic © Fuyuhime Ryuu

Super junior © GOD and themselves

Rated : T

Genre: Action, Friendship, Hurt/Comfort, Crime(?)

Warning! Gaje, abal, EYD gak karuan, OOC,

Don't like, DON'T READ THEN...!

_o0o_

Happy Reading...

-o0o—

Lakukan apa yang kamu inginkan, dan selesaikan seluruh urusanmu.

Bukankah hari esok bagai harapan untukmu?

_o0o_

Cast:

Cho Kyuhyun

Kim kibum

And other cast...

_0_

Chapter 3

Kyuhyun nampak duduk dibangku salah satu kelas dengan wajah malas dan itu saja sudah cukup membuatnya menguap berkali-kali.

"Huah..." Untuk kesekian kalinya kyuhyun menguap dengan suara yang cukup keras, meski tentu saja suaranya tidak akan pernah sampai ke meja guru yang tengah menerangkan dengan suara kecil yang justru semakin membuat kyuhyun ingin memejamkan matanya. Sekolah mungkin saja tidak terlalu cocok dengan pribadi seorang pembunuh berdarah dingin, tapi mau bagaimana lagi, tekadnya menjadi manusia biasa yang memiliki nurani, berbaur dengan masyarakat pada umumnya dan mematuhi undang-undang negara begitu mengakar dihatinya.

Dilihatnya teman yang dikenalnya beberapa waktu yang lalu –kim kibum- tengah memperhatikan sang guru dengan seksama seakan masih belum cukup dengan pencapaiannya selama ini.

Lalu, sebenarnya apa yang dilakukan kyuhyun di dalam kelas kibum?. Yups, dia diterima disekolah bergengsi itu, tentu saja. Setelah perkenalan singkat yang sama sekali tidak menarik itu, dirinya dipersilahkan memilih tempat duduk yang hanya tersisa satu bangku dibagian paling belakang. Well, sedikit mengesalkan bagi kyuhyun, disuruh memilih namun tak ada pilihan. Aneh.

Kelas unggulan, memiliki fasilitas luar biasa seperti desas desus yang memang telah diketahuinya lewat berbagai blog yang telah dibacanya. Namun, kelas unggulan adalah kelas yang jauh dari kata menarik. Persaingan ketat, pelajaran yang lebih sulit dan segala hal yang berbau pendidikan terkini seakan dirangkum menjadi satu dan diberi nama Excellent class.

Begitu juga bagi kyuhyun, tak ada satupun yang menarik minatnya sekalipun gadis-gadis cantik yang menyembah operasi plastik itu nampak menggoda. Hanya kim kibum yang dapat dijadikannya pemandangan sebagai satu-satunya yang paling mampu menarik perhatiannya. Bukan dalam artian menarik yang seperti apa tentu saja, hanya sebagai satu-satunya orang yang dikenalnya. Sebatas itu.

Dicobanya untuk fokus pada pelajaran, namun sepertinya gagal dan otaknya memohon dengan putus asa semoga bel istirahat segera menggema. Dan sepertinya harapannya kali ini didengar oleh Tuhan, Domo arigatou kami-sama... batinnya menggelikan.

Pelajaran berakhir. Dengan langkah yang sedikit terburu namun tak mampu mengurangi keseimbangannya, kyuhyun segera berniat melangkah kearah kim kibum yang duduk dibangku terdepan. Meski akhirnya dia harus menelan ludah kecut dengan susah payah. Gadis-gadis cantik segera mengerumuni kim kibum hingga tak lagi mampu terlihat batang hidungnya. Dan sebagai murid baru yang mengerti etika, dia memilih untuk mengurungkan niatnya dan duduk kembali dibangkunya, dengan perasaan dongkol tentu saja.

"Tidak berniat kekantin...?" Sebuah suara menginterupsi kegiatan kesalnya. Seraut wajah tampan dengan senyum mematikan yang cukup berhasil menghipnotis kyuhyun meski tak sampai membuatnya tergila-gila adalah satu hal yang dilihatnya. "Ah, kau mengajakku kibum sshi...?" Tanya kyuhyun sedikit terbata.

"Kau tak tahu dimana letak kantin bukan?." Tanya kibum dengan smirk yang diukirnya tanpa sadar.

"Hm... Terimakasih sudah mengkhawatirkanku. Dan terimakasih sudah repot-repot mengajakku. Tapi aku memang membutuhkannya. Mari ku traktir." Ajak kyuhyun dan berjalan pelan mencapai pintu kelas dengan diiringi pandangan –murid baru yang beruntung- dari hampir seisi kelas.

"Terimakasih. Senang sekali memiliki teman orang yang kaya. Kau tahu tempatnya?" Ucap kibum bercanda, sebuah senyuman kembali mewarnai wajahnya.

"Sama-sama. Silahkan berjalan lebih dahulu dan tunjukkan dimana kantin itu berada." Balas kyuhyun nyengir.

_o0o_

"Bisakah kita menjadi teman?" Tanya kyuhyun disela kegiatan mengunyah jjangmyunnya.

Kibum terlihat berfikir sejenak, "Kita makan bersama, dan saling menolong sebelumnya. Aku pikir kita sudah berteman, ternyata belum ya?."

"Ah, aku pikir aku butuh kejelasan. Karena kau terus memanggilku kyuhyun sshi. Aku pikir di korea tidak menggunakan kata sshi kepada teman." Balas kyuhyun. " Aku hanya melihatnya di drama korea. Kau tahukan, negaraku sedang kecanduan drama negara ini meski tak bisa melupakan dorama." Lanjut kyuhyun sambil memperlihatkan tawa lima jarinya yang nampak manis diwajahnya.

"Hn..." Dan sebuah jawaban singkat menjadi balasan dari ucapan kyuhyun yang panjang.

"Karena kita teman, ceritakan tentang kehidupanmu kibum ah. Ups, boleh aku memanggilmu begitu?." Tanya kyuhyun meminta izin.

Kibum nampak menyelesaikan memakan makanannya. "Tidak ada yang menarik." Ucap kibum nampak malas.

"Oh ayolah... Hargai namja jepang yang ingin berteman ini." Pinta kyuhyun pelan.

"Well, aku harus mulai dari mana?." Kibum nampak sedikit kebingungan. Baru kali ini dia tertarik menjalin pertemanan dengan seseorang. Seumur hidupnya, catat itu.

"Keluargamu, tempat tinggalmu, kerja part time mungkin?." Tanya kyuhyun mencoba memberi sedikit penerangan untuk cerita kibum.

"Keluargaku sudah meninggal." Kyuhyun nampak mengernyit, entah apa yang dipikirkannya. " Kini aku tinggal dengan wanita pemabuk yang telah menyelamatkanku. Dia sedikit menyebalkan, namun cukup baik. Dan ya, aku memang bekerja. Tidak bisa dibilang part time juga, karena pekerjaanku datang sewaktu-waktu."

"Pekerjaan jenis apa yang kau lakukan?." Sela kyuhyun pelan.

"Pelayanan masyarakat. Pekerjaan kotor. Aku membersihkan sampah yang berserakan dimana-mana. Kadang aku harus memasuki lorong gelap untuk membersihkannya."

"Betapa mulianya dirimu..." Gumam kyuhyun, dan keduanya tertawa seketika.

"Bagaimana denganmu...?" Tanya kibum. Mungkin kali ini memang giliran kyuhyun bercerita.

"Eommaku meninggal saat melahirkanku. Aku memiliki seorang noona, tapi aku tak tahu dimana dirinya saat ini. Appaku adalah seorang pebisnis yang dibunuh oleh saingannya. Aku kemudian diasuh oleh teman appa, yang ternyata tak lebih baik dari yakuza. Kini aku melarikan diri darinya, dan berharap disini aku bisa mendapat ketenangan." Ucap kyuhyun cukup panjang dan dapat dimengerti dengan jelas.

Hampir sama denganku dan mungkinkahitu penyebab luka ditubuhnya?. Adalah dua kalimat yang beterbangan dipikiran kibum saat ini.

"Tapi kau kaya." Ucap kibum tanpa sadar.

"Hasil kerjaku selama beberapa tahun." Balas kyuhyun santai.

"Pekerjaan apa yang kau lakukan?" Tanya kibum penasaran.

"Tak lebih baik darimu. Tukang bersih-bersih. Aku membersihkan apapun yang diperintahkan untukku. Mulai dari kotoran diselokan hingga membersihkan tahta raja." Balas kyuhyun dibarengi dengan senyuman misterius.

"Wow..." Sebuah tanggapan yang sama sekali tak diharapkan kyuhyun. Dan yang lebih menyebalkan adalah nada datar yang keluar dari bibir kibum, seakan mengatakan kekagumannya namun tak lebih dari basa basi belaka.

"Apa maksud wow mu itu kibum ah..." Tanya kyuhyun sedikit kesal. Diputarnya bola matanya malas.

"Tidak ada." Balas kibum singkat. "Ayo kembali kekelas. Kita sudah selesai kan?. Kau yang bayar." Kibum mengeluarkan seringaiannya kemudian.

"Aku tidak ingat pernah mengingkari janjiku kibum ah..." Kyuhyun segera melangkahkan kakinya menuju meja kasir.

Ponsel disaku kibum tiba-tiba bergetar pelan. diambilnya ponsel itu dan diliriknya sekilas nama yang tertera disana. Choi soo young.

Dengan segera diangkatnya panggilan itu, dan melangkah menjauhi ramainya kantin dijam istirahat yang hanya berlangsung 15 menit itu.

"Sooyeong sshi... Waegeure...?" Tanyanya tanpa basa basi.

"Hn... Arraseo... Nde... Aku akan segera kesana. Jangan katakan apapun pada taeyeon, aku bisa melakukannya, kau jangan khawatir... Hn..." Panggilan itu segera diakhirinya. Kibum bergegas kembali ke kelasnya dan melupakan kyuhyun yang kini kebingungan mencari sosok teman barunya itu.

_o0o_

"Ini misi level S bum. Kau yakin bisa melakukannya." Ucap soo young ketika kibum telah berdiri dihadapannya sambil menimang amplop misi ditangannya.

"Kau akan melakukan apapun untuk membuatku tetap hidup sooyoung sshi." Balas kibum tenang.

"Aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu bum ah..." Jawab sooyoung dengan suaranya yang tegas.

"Huh... Lucu sekali misi ini. Pembunuh bayaran sepertiku harus membunuh pembunuh berantai." Cibir kibum sekali lagi saat melihat misi didalam amplop warna cokelat tua itu.

"Dia profesional bum. Korean jack the ripper, meski aku sama sekali tak yakin dia adalah tandinganmu. Dan kau bukan pembunuh bayaran bum ah... Setidaknya setelah kau resmi menjadi bagian dari organisasi kami. Organisasi kami legal dan berada dibawah naungan pemerintahan." Balas sooyoung seakan tidak terima.

Kibum hanya memutar bola matanya malas dan memilih duduk disofa yang tersedia ditengah ruang kerja yang bisa dikatakan luas itu. "Jangan katakan apapun pada taeyeon meski dia akan membunuhmu, arra. Dia selalu menolak misi rank S yang diberikan padaku." Ucap kibum mewanti-wanti.

"Lakukan pekerjaanmu dengan benar dan aku jamin semua beres." Balas sooyoung meyakinkan. "Dan ingat, jangan mati." Lanjut sooyoung memerintah.

"Aku pasti akan melakukan kesalahan. Jadi terus perhatikan gerakanku." Ucap kibum dengan wajah kesal dan segera berlalu dari ruangan tersebut tanpa pamit atau sebagainya.

"Anak buah yang tidak sopan."Gerutu sooyoung dan segera kembali berkutat dengan ribuan kertas-kertas bertinta dihadapannya itu.

_o0o_

Kyuhyun nampak sedang bersantai ria di kamarnya yang begitu kosong dan terasa luas. "Dia meninggalkanku sepertimu nee-chan..." Ucapnya sambil tersenyum miris.

Angannya kembali pada kejadian bertahun-tahun silam saat dirinya masih seorang bocah.

#Flashback on,

Dua bocah kecil berbeda gender itu nampak duduk dengan kakinya yang menggantung dikursi taman yang cukup tinggi untuk mereka.

"Aku tidak akan meninggalkanmu kyuhyon kun..." Ucap bocah perempuan yang terlihat lebih besar dari bocah laki-laki disampingnya.

"Hontou ni nee-chan?." Dengan raut polos yang bercampur ekspresi flat bocah laki-laki itu meminta kepastian.

"Ehm..." Balas bocah perempuan yang kembali asyik dengan es krim cone ditangannya.

Keduanya kembali memandang senja yang nampak jingga dan semakin menambah kecantikan langit sore itu.

"Arigatou nee-chan..." Gumam bocah tampan itu pelan, yang disambut anggukan bocah perempuan cantik berambut panjang disampingnya.

"Killer... Go to hell...!" Ucap seorang gadis muda nan cantik kasar.

"Onee-chan..." Wajah bocah pucat itu kini semakin memucat.

Dan tanpa kata lagi, gadis cantik itu berlalu begitu saja dari tempatnya berdiri dan memilih menjauh dari bocah laki-laki yang semula begitu disayanginya.

"Padahal kau sudah berjanji nee-chan... Hiks..." Ucap bocah laki-laki itu terbata, tersumpal oleh tangisan yang tak mampu lagi ditahannya.

#Flashback off.

"Tidakkah seperti kedatanganku sama sekali tak diinginkan dan hanya untuk ditinggalkan?" Ucapnya perlahan dan hati-hati seakan takut ada yang mendengarkan keluhannya.

Dilangkahkannya kaki jenjang berbalut celana panjang hitam berbahan kaos itu. Sebuah lemari es kecil -yang memang telah menjadi fasilitas yang diberikan oleh sang pemilik- menjadi satu hal yang berhasil menarik perhatiannya. Segera diraihnya gagang pintu lemari es tersebut dan mencoba melihat apapun yang berada didalamnya.

Ada susu, telur, roti, kimchi instan, juga beberapa buah yang sempat dibelinya kemarin. Kyuhyun akhirnya mengambil sebuah apel merah dan menggigitnya perlahan. Merasakan nikmat dan manis yang membaur dilidahnya seakan baru kali ini dia merasakannya. Sekali lagi digigitnya apel merah itu dan kemudian menjadi gigitan yang berlanjut hingga hampir seluruh bagian apel itu memasuki perutnya yang sama sekali tak mampu membuncit.

Dibukanya kembali buku pelajarannya, membacanya sekali dan kemudian melemparkannya kembali keatas meja. Terimakasih pada kemampuan penglihatan fotografi yang membuatnya cukup spesial, seharusnya. Namun bakatnya itu sama sekali tak diketahui siapapun, setidaknya sampai sang ayah meninggal dan dirinya berubah menjadi tanggung jawab sahabat sang ayah.

Kyuhyunpun akhirnya memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya, meski tak cukup berhasil. Bayangan kibum seakan menari-nari salsa diotaknya. "Bolehkah aku memiliki teman nee-chan?. Apakah akan baik-baik saja?. Kau tidak pernah mengutukku bukan?." Tanyanya pada bayangan sang kakak yang tak diketahui keberadaannya.

_o0o_

"Aku menemukannya kangin hyung." Ucap kibum sambil terus mengawasi bidikannya. Sebuah senjata api type Desert Tactical Arms Stealth Recon Scout berwarna silver buatan amerika serikat yang sudah dimodifikasi disana sini segera menjadi primadona dimata kim kibum.

"Kau bisa membunuhnya?" Tanya suara seorang berat dari seberang sana.

"Tidak, aku tidak mau mengambil resiko hyung. Ada sandera disampingnya." Ucapnya pelan.

"Apa rencanamu selanjutnya? Jangan bertindak diluar perintah bryan." Suara diseberang kembali terdengar.

"Tidak akan." Balasnya cepat. "Aku akan mencoba melihat lebih dekat. Dari jarak ini, pandanganku banyak mendapatkan halangan." Lanjut kibum seraya meraih peralatannya dan melangkah meninggalkan tempat persembunyiannya.

2000 meter dari tempat kibum mengintai, disebuah bangunan tua yang mulai rusak dan sangat sepi. Seorang namja dengan pisau bedah ditangannya nampak tengah menakut-nakuti korbannya. Seakan hal itu adalah satu kegiatan yang begitu menyenangkan.

Kini pisau ditangan namja itu mulai menggores pelan wajah gadis dihadapannya yang semakin histeris itu. Rasa perih tentu saja dirasakan si gadis, namun apa dayanya jika tak ada satupun yang mampu menolongnya?.

"Aku akan melakukannya dengan cepat." Sebuah suara serak itu terdengar mengalun dari wajah tampan dihadapannya.

"Ini adalah sesuatu yang indah. Ayo kita bunuh mereka sehingga kita semua bisa melihat betapa indahnya ia." Masih dengan suara serak yang sama, namja yang ternyata sangat tampan dengan wajah sepolos bayi yang sangat kontras dengan kegiatannya itu segera menghunuskan pisaunya kearah tenggorokan sang gadis yang kembali menjerit seakan gila itu.

"Logika kolektor kupu-kupu eoh...? Novel The mask of atreus milik A.J Hartley. Pembunuh yang menyukai novel genre crime, seperti itukah anda?." Sebuah suara pelan dengan intonasi yang begitu rendah mengganggu kesenangannya.

"Nuguseyo...?" Ucapnya perlahan dan sangat hati-hati.

"Bukan siapa-siapa. Hanya seseorang yang ingin menghentikanmu saja." Balas kibum masih dengan suara rendahnya yang sama sekali tak memiliki vibra. Hanya sebuah suara bening yang entah mengapa malah menakutkan.

"Hentikan aku sebelum aku membunuhmu. Suasana hatiku sedang baik, aku sama sekali tidak keberatan mengurusmu juga." Ucap namja kecil nan manis itu meremehkan.

"Baiklah, biarkan aku mengetahui identitasmu sebelum aku menjadi mayat, mungkin. Jika tidak sebaliknya tentu saja." Masih dengan ketenangan luar biasa yang entah didapatnya dari mana.

"Hah... Seperti ksatria. Berkenalan dulu eoh...? Kim ryeowook imnida." Ucapnya sambil memamerkan seringaiannya. "Pekerjaanku membunuh, dan pers memanggilku dengan sebutan korean jack the ripper" Tambahnya sambil tertawa mengejek.

"Bryan trevor kim." Balas kibum dengan seringaian yang sama sekali tak lebih baik dari namja yang mengaku bernama kim ryeowook.

"Jadi apa yang akan kau lakukan untuk menghentikanku kibum sshi...?" Ucap ryeowook penuh tantangan.

"Melenyapkanmu tentu saja." Balas kibum yakin. Tangannya tiba-tiba saja sudah memegang pistol berjenis FEG 37M ditangannya.

"Persiapanmu lumayan juga kibum sshi. Tapi kau sangat tidak sopan jika menembak lawan yang sama sekali belum siap dari segala hal." Ucap ryeowook pelan mencoba mengulur waktu.

"Hn... Aku memang tak diajari sopan santun ryeowook sshi..." Kibum nampak mulai meraih pelatuknya.

Tiba-tiba saja sebuah benda berkilat meluncur secepat angin menembus kulit kibum yang tertutup jas hitam. Beruntung hanya mengenai bahunya, meski cukup untuk menciptakan luka dan pendarahan yang mengerikan. "Ah... Warna merahnya mengagumkan..." Seakan melihat harta karun, mata ryeowook nampak berbinar melihat darah yang mengalir dari bahu kibum.

Tanpa membuang waktu, kibum segera menembak dada kiri namja tampan dihadapannya beberapa kali hingga peluru di pistolnya habis.

Sedang wanita cantik yang sejak tadi menjerit nampak mengatupkan kelopak matanya erat. Ketakutan dengan segala hal yang dialami dan dilihatnya.

"Bryan..." Sebuah suara kembali terdengar dari earset yang dipasang ditelinganya.

"Mission complete." Jawab kibum menjawab keingintahuan suara diseberang.

"Hostage?" Lagi, suara berat itu meminta penjelasan.

"Save." Lagi, hanya jawaban singkat yang keluar dari bibir namja tampan itu.

"Oke. Kami akan menjemputmu segera."

"Jemput saja sanderanya, aku mau pulang." Ucap kibum ketus.

Sambungan jarak jauh itu segera berakhir secara sepihak. Kibum segera melepaskan segenap tali yang melilit tubuh gadis dihadapannya. "Anda terluka." Cicitan pertama dari gadis yang sejak tadi terus menangis akibat ulah psikopat imut yang tak lebih dari bangkai saat ini.

"Gwenchana..." Ucapnya perlahan. Tentu saja dia tak baik-baik saja. Bahunya terasa ngilu dan sama sekali tak nyaman saat ini, tapi mengeluh bukanlah kebiasaannya.

"Geunde..." Gadis cantik itu masih terus berusaha untuk mencari letak sesungguhnya luka itu.

Jack the ripper pantatku eoh?. Dia tak lebih dari pembunuh amatiran kelas cicak. Batin kibum santai dan segera menuju sebuah arah dan menghilang diantara kerumunan orang yang berlalu lalang disekitarnya.

Kibum segera menarik diri saat dirasa tali yang melilit sang gadis telah terlepas sepenuhnya. "Anggota kami akan segera menjemputmu. Ayo kita keluar. Aku yakin kau tak akan baik-baik saja berduaan dengan mayat." Ucap kibum tegas.

Bagai terhipnotis, sang gadis segera melangkah mengekori kibum.

_o0o_

"Carilah teman kyu-chan. Kau tak bisa selamanya sendiri."

"Bukankah ada nee-chan yang akan menemaniku selamanya?"

"Hn... Aku tidak akan meninggalkanmu selamanya, tapi kau juga harus bergaul dengan orang lain kyu-chan..."

"Aku tidak membutuhkannya."

"Kau akan membutuhkannya suatu saat nanti. Tapi jika temanmu perempuan, kau harus mengenalkannya dulu padaku, dan akan kutentukan pantas tidaknya dia menjadi temanmu."

"Hn, wakkata..."

"Jadi... Okaa-sama meninggal setelah melahirkan kyu-chan?"

"Begitulah. Jadi berhenti memperdulikannya ahra-chan."

"Wakarimashita otou-sama."

Kyuhyun terbangun dari tidurnya dengan peluh yang menetes seakan sedang berburu sesuatu. Nafasnya terus menderu dan air matanya menetes perlahan namun semakin deras seiring waktu. "Kenapa aku memimpikannya setelah sekian lama." Ucapnya lemah. "Onee-chan..." Kyuhyun kembali termangu. Entah rasa rindunya pada sang kakak atau ada hal lain yang begitu mengganggunya dan membuatnya merasa bersalah.

Kyuhyun segera menuju wastafel untuk sekedar mencuci wajahnya. Dipandanginya mata dan wajahnya yang memerah dengan pandangan kagum atau apapun itu. "Are, aku menangis?." Ucapnya sambil menyeka air mata yang entah bagaimana mengalir begitu saja, dan segera berlalu setelah merasa cukup dengan kegiatan membasuh wajah yang dilakoninya.

_o0o_

"Taeyeon ah, jebal berhentilah meminumnya." Ucap kibum sambil berjongkok dihadapan seorang wanita cantik yang nampak damai dengan dunia birnya.

"Bum, aku mohon biarkan saja aku kali ini. Suasana hatiku sedang buruk." Balas taeyeon dan segera meraih satu kaleng bir kemudian membukanya dengan cepat.

Namun sebelum bir itu sampai ke bibir tipis milik taeyeon, kibum sudah berhasil merebutnya. "Aku bilang berhenti meminumnya." Perintah kibum dengan suara rendahnya.

"Bum..." Kibum segera meraih tubuh kurus kim taeyeon dan memeluknya dengan sangat erat. "Sudah kubilang jangan melakukannya. Kau berharga bagiku taeyeon ah... Ku mohon mengertilah." Ujar kibum dan segera meminum satu kaleng penuh bir yang bahkan belum pernah dirasakannya seumur hidup itu.

Dan pahit dengan sedikit rasa manis, itulah yang terasa diindera pengecapnya. Entah mengapa kepalanya terasa berputar setelahnya, namun terus ditahannya tentu saja. "Bum..."

"Jangan merajuk taeyeon ah... Kau yang sedang mabuk sama sekali tidak manis." Kibum masih terus saja mendekap tubuh taeyeon erat.

"Ah, sialan kau..." Balas taeyeon tanpa mampu berbuat apapun.

Rasa mual tiba-tiba saja menyerang bagian perutnya. Kibum sama sekali belum berniat beranjak dari posisinya itu.

Bagi kibum, taeyeon adalah segalanya. Dia adalah seorang ayah yang mendidiknya, dia juga ibu yang memperlakukannya dengan penuh perhatian, dia adalah kakak yang terus menjaganya tanpa diminta, dia teman juga sahabat yang selalu ada untuknya, dan yang terpenting taeyeon adalah seorang guru yang bisa menjadi panutan untuknya.

"Oh, shit..." Umpatnya kesal saat rasa mual merajainya dan tak mampu lagi ditahannya. Kakinya segera dilangkahkan dengan tergesa dan berhasil menabrak beberapa kursi didepan meja disampingnya. "Bum..." Pekik taeyeon pelan.

"Hoek... Hoek..." Kibum mulai mengeluarkan apapun yang ditelannya hingga beberapa saat yang lalu diwastafel rumah sederhana yang mereka tempati.

"Kau ini... Maag kronismu bisa-bisa kambuh kalau kau melakukannya bum. Jeongmal pabo ya..." Ucap taeyeon yang entah sejak kapan sudah berada dibelakang kibum dan mengelus punggungnya perlahan.

Kibum akhirnya lemas dan terduduk di lantai kayu yang cukup dingin. "Ini karena kau taeyeon ah..." Ucap kibum dengan raut yang dibuat kesal.

"Naega wae...?" Tanya taeyeon bingung. Memang apa yang sudah dilakukannya?.

"Kau memaksaku meminumnya." Balas kibum lemas.

"Aigoo... Kau benar-benar mabuk eoh...? Kau meminumnya atas kemauanmu sendiri bum." Jawab taeyeon sambil memutar bola matanya bosan.

"Kau terus meminumnya meski aku sudah melarangmu. Itu artinya kau memaksaku untuk meminumnya menggantikanmu kim taeyeon sshi." Balas kibum yang nampak begitu lemas dan kehilangan tenaganya.

Taeyeon termangu karena pernyataan kibum. " Jika aku tetap meminumnya apa yang akan kau lakukan bum?"

"Aku akan meminum seluruh bir yang kau miliki." Balas kibum santai. Diusapnya peluh yang membanjiri wajah tampannya.

"Kau mau mati?." Tanya taeyeon geram. "Kau yang menginginkanku mati, jika kau terus melakukan kebiasaan buruk itu taeyeon ah. Aku pikir tidak apa-apa jika itu untukmu." Balas kibum masih santai.

"Bocah gila, jangan coba-coba melakukannya. Kau baru boleh mati kalau sudah menyelamatkan orang sebanyak kau membunuh orang. Arraseo...?" Bentak taeyeon.

"Aku sudah melunasi separuh lebih taeyeon ah, jika kau ingin tahu. Kau boleh melihat catatanku."

"Ah...ha... Berhenti melakukannya bum, kau benar-benar ingin mati rupanya." Ucap taeyeon dan segera meraih tubuh lemas kibum kemudian membawanya kekamar.

"Kau mengetahuinya lebih dari siapapun..." Balas kibum dingin, begitu juga dengan pandangannya yang memilu seketika.

Taeyeon segera terjebak oleh kenangan memilukan namja muda yang kini menjadi tanggung jawabnya setelah dirinya melakukan adopsi pada bocah tampan nan cantik yang nampak buruk saat ditemukannya dulu. Kau harus hidupbum ah... Kau harus terus hidup... Batinnya meyakinkan kibum seakan kibum memiliki kemampuan membaca pikiran atau isi hati orang lain.

Direbahkannya tubuh lemas itu dikasur yang cukup empuk meski jauh dari kata mewah. Dielusnya rambut hitam kibum dengan lembut. "Istirahatlah..." Ucapnya pelan ditambah dengan sebuah kecupan didahi yang tak mendapatkan respon apapun.

Namun kemudian kibum mencengkeram pergelangan tangan taeyeon lemah dan "Temani aku." Nada lemah itu benar-benar meruntuhkan sifat keras yang dimiliki taeyeon sebelumnya.

"Oke..." Dan taeyeon mengambil posisi tidur disamping kibum dan terus mengelus wajah tampan dihadapannya itu dengan sayang.

_TBC_

Balas Review,

Kyuli 99 Ya begitulah chingu, kekekeke... Thanks reviewnya...

Mifta cinya Kibum menyukai taeyeon?, Mungkin iya tapi bukan dalam artian suka pada lawan jenis atau sebagainya, Hanya suka kepada keluarga. Di chap ini fuyu sedikit kasih kilas baliknya, Thanks reviewnya...

Awaelfkyu13 Beginilah nasib kihyun selanjutnya, Masih aja ngenes, Kekekekeke,...Apa ini sudah mulai serius... ? o.O. Fuyu minta maaf gak bisa update cepet. Ini sudah next chingu, Thanks reviewnya...

Jihyunelf Kekekeke... Ya anggap saja nasib mereka ditentukan oleh reviewmu chingu, :P Thanks reviewnya...

Emon204 Anggap saja sekolah adalah cara mereka untuk tetap menjadi manusia. :P Dichap sebelumnya fuyu udah kasih tau, kenapa kyu memilih korea. Tapi fuyu akan tetap jawab. Karena ibu kyu adalah orang korea chingu. Hubungan kyubum akan semakin baik seiring waktu, Fuyu janji. Tapi untuk Happy ending, fuyu tidak bisa menjanjikannya. Kibum masuk organisasi apa?, Nanti chingu juga bakalan tahu. Tunggu aja...

Fuyu udah buat I Have a Dream sebagai FF yang fuyu nilai ringan. Minat baca?. #Promosi, XD

Thanks reviewnya...

Guest I love too... Yupz, Tentu saja. Fuyu akan nyoba buat FF kihyun friendship/brothership. Itu ide yang bagus chingu. Gumawo... Thanks reviewnya...

Shofie Kim Sudah terjawab dichap ini kan pertanyaanmu chingu?. Tentu saja diterima. Kyuhyun kan jenius. Thanks reviewnya...

Retnoelf Jadi temen tentu saja. Jangan mengharapkan YAOI dari fuyu. Sungguh fuyu gak bisa membuatnya chingu... Huhuhu... Thanks reviewnya...

Han Gomen... Next chap lama ya...? Habisnya lebaran sih... :P Thanks reviewnya...

Konnichiwa ika-san. Fuyu sedikit terkejut melihat namamu ada dipapan review. Sejujurnya fuyu sangat senang. Well, cerita ini memang mudah ditebak alurnya, dan fuyu sama sekali tidak berani menjanjikan kejutan untuk ka. Fuyu merasa masih sangat amatiran dalam dunia tulis menulis. Tapi semoga ini tidak terlalu mengecewakan. Thanks reviewnya...

Sparkyubum Yups, ini cerita brothership. Dan fuyu memang mau bikin keduanya saling melindungi. Tapi gak tahu juga... kekekeke… #Evil laugh. :D

The Last, Karena masih bulan syawal. Fuyu mau ngucapin minal aidzin wal faizin. Selamat hari raya idul fitri bagi yang merayakan. Mohon maaf lahir batin chingu...

R

E

V

I

E

W

PLEASE...

Fuyuhime Ryuu, July 22 2015