vkook young ceo taehyung & sassy assistant jungkook!au. words counted: 593. lots of typo$
"Jangan lupa ke apartemen ku malam ini."
"Tapi Pak, masih ada laporan yang harus saya kerjakan."
"Saya tidak mau tahu, sepulang kerja kau harus datang ke apartemen ku."
Jungkook menelan ludah, setelah sedari tadi mulutnya terasa kering. Bos-nya memberikan tatapan-memerintah-yang-mutlak-tak-bisa-ia-bantah. Mengangguk segenap tenaga yang ia punya lalu membuka mulutnya, "Baik, Pak."
Senyuman khas terpampang di wajah Taehyung seraya ia memainkan bolpoin di tangan kanannya dan menyerahkan berkas yang telah ia tanda tangani kepada Jungkook. "Kau boleh pergi." Jemarinya dengan (tidak) sengaja menyentuh jemari Jungkook.
Jungkook kembali merasakan keringat berlabuh di pelipisnya, ia menyunggingkan senyum kaku kepada Taehyung dan bergegas keluar dari ruangan sakral itu—
"Sebentar." Panggil Taehyung.
Habislah aku.
"Kita hanya berbeda dua tahun, kau tak perlu memanggil aku dengan sebutan 'Pak'."
Jungkook menoleh dan kembali tersenyum kecut sebelum mengutarakan, "Baiklah, Hyung. Saya permisi."
.
"Ah leherku sakit." Jungkook mengerang perlahan seraya memijit leher bagian belakangnya. Ia memencet bel pintu apartemen bos "terhormatnya" dan sudah ketiga kalinya tidak ada jawaban dari dalam sana.
"Aku bersumpah jikalau ia tidak membuka pintunya aku akan pulang—"
Tepat saat Taehyung membuka pintunya dengan atasan kaus oblong putih dan celana training abu-abu juga rambut yang basah.
"Maaf, aku habis mandi."
Ini kali pertama Jungkook melihat bos nya memakai pakaian sesantai ini, jadi ia tidak mendengar permintaan maaf Taehyung (yang mungkin sangatlah langka untuk didengar).
"Aku kira orang orang seperti mu tetap memakai setelan jas nya hingga mereka tidur, tapi ternyata tidak." Jungkook bergumam sambil memandangi Taehyung dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Taehyung berdehem,membuat Jungkook mengatupkan bibirnya dan melupakan aktifitas memandangi-bos-nya-dengan-pakaian-kasual.
Taehyung mempersilahkan nya masuk, dan Jungkook kembali membiarkan mulutnya menganga atas kekaguman. Matanya mengedar ke sekeliling ruangan, lampu lilin berhiaskan adamant palsu menggantung di langit-langit ruang tamu, dinding yang dilapisi cat marin gelap menambah suasana elegan.
"Woah." Ungkapan kekaguman terlontar dari mulut Jungkook yang tak kunjung menutup, matanya masih membulat. Menghitung ada berapa Kristal tiruan yang menempel di setiap sisi lampu lilin.
Taehyung terkekeh melihat tingkah asisten pribadinya, dan Jungkook mendelik saat ia mendengar tawa rendah Taehyung. "Apa?"
Taehyung menggeleng dan menuntun Jungkook agar duduk di kursi meja makan.
Dengan heran, Jungkook terduduk. "Sebetulnya, apa keperluan anda memanggil saya kesini?"
Taehyung duduk di seberang Jungkook, bertopang dagu dan memberikan senyum hangat yang belum pernah Jungkook lirik sama sekali.
"Formalitas hanya berlaku di area kerja, Kookie."
"Hey, itu nama kecilku!" Jungkook berpaling, mengetuk-ngetukkan kukunya ke material metal yang melapisi meja makan.
Taehyung masih tersenyum, dan meraih jemari Jungkook untuk menghentikan bunyi menyebalkan dari benturan kukunya dan meja.
Membiarkan hening sebentar, dan ketika deru nafas Jungkook terdengar memburu seraya wajahnya memerah atas kontak dari jemari keduanya— Taehyung melontarkan kata-kata yang baginya tak lebih berat dari sehelai kapas.
"Selamat Ulang Tahun, Jeon Jungkook." Ia mengeluarkan tiket konser Zion.T yang sudah kumal dari kantung celananya dan menggengam tangan Jungkook lebih erat.
Jungkook membiarkan seluruh otot wajahnya bereaksi atas kejutan yang terlalu awal malam ini, dan juga membiarkan hatinya untuk lebih tenang atas apa yang Taehyung lakukan padanya.
"Zion.T?! Apa kau bersungguh-sungguh? — Maksud ku, Zion.T?!" Jungkook yang kini menjerit, layaknya gadis remaja 16 tahun yang menemukan bangkai cicak di lokernya.
Taehyung mengangguk, senyuman tak melepaskan wajah tegasnya.
"Sejak kapan kau tahu aku adalah fan Zion.T?" Nada antusias masih terdengar.
"Jangan kira aku tidak tahu kalau kau menyetel lagu Zion.T keras keras didalam ruangan mu."
"Ah.. benar. Maaf."
"Sejak dulu," Taehyung melanjutkan, masih menggengam tangan Jungkook. "aku menyukaimu."
—"Minggu, jam 5. Pastikan semua laporan sudah selesai, aku akan menjemputmu."
Jungkook tak bisa menyembunyikan sorakan kecilnya pertanda selebrasi. Jungkook menatap manik-manik hazel milik Taehyung dan membalas genggaman tangan Taehyung, pertanda 'Iya' atas segalanya.
sighs. i love zion.t.
