Arigatou, Karasuno
By: Kaame Yuu
Disclaimer: Haikyuu! Haruichi Furudate-sensei
Bro!OikawaxKageyama
Genre: Family, Friendship
.
.
Happy Reading J
.
Gara-gara Tobio
.
· Toru : 9 tahun (4 SD)
· Tobio : 7 tahun (2 SD)
.
"Iwa-chan nice!" seru Toru kepada Iwaizumi setelah berhasil memberikan spike terbaiknya.
"Oikawa, ini sudah sore. Mau sampai kapan kita akan bermain voli?" tanya Iwaizumi.
"Aku masih ingin bermain Iwa-chan," rengek Toru.
"Sebaiknya kita pulang. Pasti Kaa-san mencariku," kata Iwaizumi.
"Baiklah."
Matahari mulai tenggelam di barat. Lapangan tempat biasa Toru dan Iwaizumi bermain sudah sepi. Dua anak laki-laki yang baru memasuki masa taman kanak-kanak pulang ke rumah masing-masing yang jaraknya tidak jauh.
"Tadaima" Toru memasuki rumahnya. Segera saja dia menaruh alas kaki di rak yang sudah disediakan.
"Okaeri onii-chan."
.
.
Golden week merupakan hari dimana libur panjang disela-sela sibuknya aktifitas sehari-hari seperti kerja ataupun sekolah. Banyak yang memanfaatkan golden week untuk berekreasi, liburan, atau mengunjungi keluarga besar.
Seperti yang sudah direncanakan oleh keluarga Oikawa, kali ini mereka sekeluarga ingin berlibur di daerah pegunungan, mereka semua berangkat.
"Nii-chan bangun ayo kita jalan-jalan," Tobio kecil meggoyang-goyangkan tubuh Toru berharap kakaknya segera bangun.
"Hmm... sebentar lagi Tobio-chan," sahut Toru setengah sadar.
Dengan perlahan Tobio bangkit dari kasur dan menarik tali tirai jendela kamar Toru.
"TOBIO JAUHKAN MATAHARI ITU DARI BUMI!" teriak Toru karena merasa tidurnya terganggu. Dengan wajah polosnya Tobio meninggalkan kamar kakaknya. Tidak menghiraukan teriakan marah kakaknya.
"JANGAN TERIAK-TERIAK TORU! SEGERA BANGUN ATAU OKAA-SAN AKAN SIRAM AIR DINGIN!" teriak ibunya dari dapur. Merasa ada ancaman berbahaya akhirnya Oikawa Toru bangun dan bergegas mandi tentu saja dengan air hangat.
.
.
Lelah di perjalanan yang ditempuh hampir 2 jam akhirnya terbayarkan dengan pemandangan yang sangat indah. Pegunungan dengan sebuah danau kecil yang berada di bawahnya. Tempat keluarga Oikawa menginap berada di vila kecil dengan halaman yang luas. Udara yang sejuk dan suasana yang tenang membuat semua betah untuk berlama-lama tinggal disana.
"Tobio-chan ayo bermain voli!" panggil Toru dengan semangat setelah menemukan bola volinya didalam bagasi mobil.
"Main aja sendiri. Tobio bermain pasir aja," jawab Tobio sambil berjalan ke arah gundukan pasir.
"Hee Tobio-chan, bermain voli itu keren, kau akan terlihat kuat!" Toru masih saja membujuk adiknya untuk menemani bermain voli.
"Sakit," ucap Tobio lirih.
"Ha?"
"Tobio nggak mau bermain voli karena waktu pelajaran olah raga dulu membuat tangan Tobio sakit dan berwarna merah. Lagipula tangan Tobio tidak sebesar tangan Nii-chan. Mana mungkin Tobio bisa bermain voli," terlihat jelas wajah sedih Tobio. Toru bingung menjawabnya. Jadi itukah yang selama ini dirasakan oleh Tobio.
"Hey Tobio-chan. Apakah kamu menyukai voli?" tanya Toru dengan wajah serius.
"Hmm... tidak,"
"Lalu apa yang kamu sukai?"
"Susu kotak!" jawab Tobio dengan wajah yang berbinar-binar. Ingin rasanya Toru memukul adiknya ini.
"Tobio-chan lihat Aniki yang keren ini!"
"Hmm"
"Kau tahu Tobio-chan. Ketika kamu bermain voli kamu akan terlihat lebih keren,"
"Oh"
"Ketika tanganmu mulai melakukan service wuuusss dan buumm bola berhasil masuk ke area lawan itu rasanya sangat menyenangkan,"
"Hmm"
"Apalagi ketika tanganmu mulai terasa panas setelah menerima bola, huwaaaa itu terlihat kereeennn,"
"Ya"
"Tobio-chaaannnn apa kamu dengerin aku?" Toru mulai merajuk. Istilahnya ngambek. Adiknya terlalu mengabaikannya.
"Hmm... dengerin kok. Tadi Toru-nii berkata wwuuuusss juga buummm dan juga berteriak." Jawab Tobio dengan muka polosnya.
Setelah puas memandangi wajah adiknya yang imut, Toru bahkan melupakan fakta bahwa tadi dia sedang ngambek. Memangnya apa sih menariknya bermain pasir dan membentuk rumah-rumahan. Batin Toru dengan melihat adiknya sedari tadi hanya mengambil pasir, memasukkan kedalam bak kecil hingga penuh, kemudian menumpahkannya lagi. Sangat membosankan.
"Hey Tobio-chan." Toru mulai memanggil adiknya. Tobio masih asik bermain pasir
"Ore wa kawaii otoutou" Tobio belum menyadari panggilan Toru.
"Hey bocah cebol berambut hitam!" memang tinggi Tobio hanya sebahu Toru, tapi itu tindakan yang tidak baik Toru memanggil adik seperti itu.
"Tobio!" tetap saja Tobio mengabaikan kakaknya.
"OIKAWA TOBIO!" suara Toru mulai meninggi.
"OIKAWA TOBIO-CHAN! NOTICE ME!"
"TORU BERISIK!" suara ibu mereka yang marah mendengar anak pertamanya berteriak. Semuanya terdiam kemudian kakak-adik itu kembali bermain pasir. Meskipun Toru terpaksa menemani adiknya.
To be continue L
.
.
Spoiler...
"Hey kau apakah bisa bermain voli?"
"Tentu saja bisa!"
"Lalu posisimu?"
"Setter!"
.
.
.
Maafkan yang lamaaaaa banget updatenya. File hilang gara2 laptop rusak L
Makasih buat yang udah review... maaf banget baru bisa update...
Bagaimana kisah kakak Toru untuk menjaga adik Tobio? Ikuti terus kisahnya...
See You!
.
Jangan lupa review yaa..
Masukan, kritik, atau saran sangat diterima... arigatou~
