Arigatou, Karasuno
By: Kaame Yuu
Disclaimer: Haikyuu! Haruichi Furudate-sensei
Bro!OikawaxKageyama
Genre: Family, Friendship
Happy Reading
.
.
Setter?
.
.
· Toru : 9 tahun (4 SD)
· Tobio : 7 tahun (2 SD)
.
.
Pagi yang cerah dengan udara dingin khas pegunungan membuat siapa saja tak melewatkan hal ini. Berbeda dengan dua laki-laki kakak adik yang masih bergelut dengan selimutnya. Liburan kali ini mereka asik menghabiskan untuk bermain seperti outbound, bersepeda, memancing, dan berendam di onsen dekat dengan penginapan.
"Nii-chan bangun," si adik membangunkan kakaknya dengan setengah sadar.
"Lima menit lagi Tobio-chan," ucap si kakak kembali menarik selimutnya sampai leher.
"Tapi Kaa-chan memanggil," ucap adiknya berusaha duduk setelah bangun. Tentu saja dengan mata yang masih setengah terbuka.
"APA? TOBIO-CHAN HARUSNYA BANGUNIN AKU DARI TADI. PASTI OKAA-CHAN AKAN MARAH!" kali ini si kakak Oikawa Toru 100% sadar dan segera bergegas menuju kamar mandi diikuti adiknya Oikawa Tobio.
Lima belas menit sudah kakak beradik itu menyelesaikan mandi paginya dan juga Toru membantu adiknya untuk memakai baju. Menurutnya Tobio itu sangat mirip dengan ayahnya. Rambut hitam yang mudah sekali diatur tidak seperti rambutnya. Setelah yakin dia dan Tobio rapi, mereka bergegas menuju ruang tengah. Diruangan itu terlihat kedua orang tuanya sedang bersantai.
"Kaa-chan memanggil kami?" Tanya Toru agak takut.
"Ohh Toru-chan Tobio-chan kalian sudah bangun ternyata. Tadi Kaa-chan memanggil kalian karena Kaa-chan pikir kalian sudah bangun." Ibunya terkekeh pelan.
"Memangnya ada apa Kaa-chan?" Ucap Tobio dengan wajah ngantuknya.
"Tadi Tou-chan melihat serombongan anak laki-laki sedang bermain voli di lapangan. Siapa tahu kalian berminat untuk bergabung." Kali ini ayah mereka yang menjawab.
"Benarkah?" Toru tertarik dengan apa yang ayah mereka katakan.
"Hm." Tentu saja Toru semangat mendengarnya. Dengan semangat Toru menarik paksa adiknya menuju lapangan voli yang terletak tidak jauh dari villa tempat keluarga Oikawa menginap.
Lapangan kecil tersebut sudah ramai dengan banyak anak-anak seusia Toru dan Tobio yang sedang melihat pertandingan voli.
"Hey kau!" Teriak anak laki-laki dengan rambut berwarna abu-abu hitam menunjuk Toru.
"Kau tinggi. Apa kau bisa bermain voli?" Tanya anak itu.
"Tentu saja bisa!" Toru menjawab tak kalah semangat.
"Lalu posisimu?"
"Setter!" Toru mengucapkan dengan bangga.
"Setter?" Tobio mengulangi pelan dengan nada bertanya.
"Setter itu adalah menara komando saat bermain voli Tobio-chan. Kamu bisa mengatur semua jalannya pertandiangan voli. Setter itu posisi yang paling keren!" Toru menjelaskan. Tampak raut wajah Tobio masih bingung.
"Tobio-chan lihat kakakmu yang keren ini saat bermain voli!" Tobio hanya menatap tingkah kakaknya dengan muka datar.
Toru berlari ke arah gerombolan pemain yang salah satunya ada anak berambut abu-abu hitam tersebut.
"Hey hey hey! Perkenalkan namaku Koutarou sebagai spiker dan ini temanku namanya Tetsuro sebagai blocker. Lalu namamu siapa?" Koutarou bertanya dengan menjabat tangan Toru.
"Namaku Toru. Posisiku setter. Salam kenal semuanya," ucap Toru dengan nada yang semangat khas miliknya.
"Dengar baik-baik Toru. Lawan kita kali ini adalah seorang monster." Ucap Tetsuro dengan merangkul Toru.
"Monster? Maksudmu kita akan bermain melawan alient dan monster?" Ucap Toru tidak percaya sekaligus kaget.
"Bukan bukan. Dia hanya manusia biasa. Umurnya seperti kita. Hanya saja tubuhnya tinggi dan dia lawan yang sulit untuk dikalahkan." Kali ini Koutarou yang berkata.
"Bagaimana kamu tahu Koutarou-chan?" Toru tak percaya. Dia bermain voli seakan-akan sedang bermain spy.
"Aku dan Tetsuro melihatnya bermain dari tadi. Kali ini kita akan mengalahkannya!" Koutarou menyemangati timnya.
"Memangnya namanya siapa?" Akhirnya Toru menanyakan pertanyaan yang dari tadi ada dikepalanya.
"Ushijima Wakatoshi." Ucap Tetsuro dan Koutarou bersamaan.
Pertandingan berlangsung sengit. Semua tim mengerahkan kekuatan terbaiknya. Hanya saja tim Toru harus menerima kekalahan. Ushijima Wakatoshi memang seorang monster. Meskipun masih kelas 4 SD namun kekuatan tangan kirinya sangat luar biasa. Tobio yang menyaksikan jalannya pertandingan tidak mengedipkan matanya. Dia sungguh terpesona dengan kekuatan kakaknya. Sungguh tak dapat dipungkiri kalau Toru memang keren.
Hanya saja senyum yang biasa terukir dibibir Toru menghilang. Tergantikan oleh raut wajah sedih. Setelah berpamitan dengan teman barunya, Toru menghampiri Tobio yang duduk di pinggir lapangan. Hampir saja dia melupakan adiknya.
"Toru-nii sangat keren!" Tobio berkata setelah kakaknya duduk disampingnya.
"Tapi aku tidak bisa mengalahkan Ushiwaka-chan," Toru menatap pasir dibawah kakinya.
"Tenanglah Toru-nii. Tobio akan bergabung dengan club voli dan akan menjadi setter. Tobio janji, Tobio akan mengalahkan Ushijima-san demi Toru-nii," Tobio yang biasanya tidak semangat untuk bermain voli kali ini dia mempunyai niatan sendiri tanpa disuruh untuk bermain voli. Senyum Toru berkembang.
"Hahaha... aku tahu kamu akan menyukai voli Tobio-chan. Tapi masih terlalu cepat seratus tahun untukmu mengalahkanku Tobio-chan. Hahaha..." Toru tertawa dengan menyelus rambut hitam adiknya.
"Kalau begitu, ayo kita latihan bersama!" Ajak Toru dan dijawab dengan anggukan semangat oleh Tobio.
Awal mula yang indah bermain voli. Tanpa tahu banyak hal yang akan mereka berdua lewati kedepannya.
.
.
tbc
.
.
Hay hay... terima kasih buat semuanya yang udah nungguin ^^ Selamat membaca semoga terhibur! ^^ .
.
.
.
Spoiler
.
.
"Maaf Tobio-chan aku tidak bisa menemanimu bermain voli lagi,"
"Kenapa? Bukankah Toru-nii berjanji akan mengajariku jump service?"
"Maaf Kageyama Tobio,"
