Disclaimer : Tite Kubo

Rate : T

Genre : Romance

.

.

.

WARNING : Typo bertebaran dimana-mana, EYD yang amburaul, Penempatan tanda baca yang tidak sesuai, OOC, Gaje dan masih banyak kekurangannya.

PLEASE IF YOU DON'T LIKE DON'T READ

.

.

.

X0X0X0X0X0X0X0X

"Selamat pagi, Tuan." Sapa Orihime dengan lemah. Ia langsung duduk dimeja makan dan meminum susu putihnya dengan cepat.

Ulquiorra membalasnya dengan ramah, namun ia merasa ada yang aneh pada Orihime. Pagi ini sang istri terlihat sangat lesu dan wajahnya sedikit pucat sekali. Saat Ulquiorra bertanya apakah, Orihime sakit dengan lemah sang istri menggelengkan kepalanya dan tetap asik mengunyah roti isinya dengan perlahan.

"Hatcimmm..." Orihime bersin dengan sangat kencang hingga membuat Ulquiorra yang tengah duduk disebelahnya menoleh padanya.

"Sepertinya kau harus pergi kedokter." Ulquiorra langsung mengelap ingus dihidung Orihime dengan tisu.

Orihime langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia berkata kalau dirinya baik-baik saja dan ini hanya flu biasa.

Pagi ini Orihime benar-benar merasa tidak nafsu makan dan perutnya juga terasa sangat mual sekali. Sarapannya yang biasa dihabiskan kini hanya dimakan sedikit oleh Orihime. Dengan langkah yang sedikit gontai Orihime pergi menuju mobil dan berangkat kesekolah.

Ulquiorra hanya diam menatap kepergiaan Orihime, dirinya merasa sedikit cemas sekali dengan keadaannya. Terlebih wajahnya sangat pucat sekali dan juga tubunya terlihat sangat lemas. Ulquiorra meminta Starrk untuk menjaga Orihime dengan baik, jika terjadi sesuatu dengannya ia meminta Starrk untuk segera menghubunginya.

"Kuharap ia akan baik-baik saja." Gumam Ulquiorra sambil meminum kembali kopinya yang sudah agak mendingin.

Selama didalam mobil Orihime terus saja diam, ia selalu menyenderkan kepalanya kekursi. Tak ada satu pun perkataan dan ucapan yang keluar dari bibirnya. Starrk yang menyetir didepan diam-diam terus memperhatikan sanga Nona dari kaca.

Starrk juga sedikit cemas dengan keadaan sang Nona yang pagi ini terlihat kurang sehat.

"Nona apakah anda sakit?" Tanya Starrk dari kursi depan. Ia masih tetap fokus menyetir dan sesekali melihat sang Nona dari kaca kecil yang berada didalam mobil.

"Aku hanya sedikit pusing saja Starrk. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku." Jawab Orihime dengan suara yang sangat pelan. Jika saja Starrk tidak memiliki pendengaran yang cukup baik mungkin suara sang Nona tidak akan terdengar olehnya dari kursi depan.

Orihime masih menyenderkan tubuhdan kepalanya kekursi. Wajahnya terlihat sangat pucat sekali, Starrk yang melihatnya menjadi sedikit khawatir tentang keadaan sang Nona. Setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit. Orihime sampai juga disekolah. Dengan cepat Starrk langsung membukakan pintu mobil untuk sang Nona.

"Semoga harimu menyenangkan Nona Orihime." Starrk membungkukkan badanya saat Orihime keluar dari mobil.

"Terima kasih Starrk." Ujar Orihime dengan lemah.

Dengan langkah yang gontai dan lemah. Orihime memasuki kelas dan langsung duduk dibangkunya, ia langsung membaringkan kepalanya diatas meja. Orihime merasa kalau kepalanya sangat pusing sekali. Padahal semalam ia sudah meminum obat flu, tetapi sepertinya obat yang ia minum tidak mujarap.

Orihime memegangi dahinya dengan perlahan dan ternyata dahinya terasa sangat panas. Pantas saja kalau dirinya merasa sangat pusing sekali.

"Selamat pagi Orihime." Sapa Rukia dengan ramah.

Gadis manis ini langsung meletakkan tasnya dibangkunya. Namun Orihime hanya diam tak menjawab dan masih setia membaringkan kepalanya diatas meja. Wajahnya terlihat sangat pucat sekali dan tubuhnya tiba-tiba saja menggigil kedinginan.

"Orihime. Apa kau sakit?" Tanya Rukia yang mulai terlihat cemas dengan keadaan sahabatnya.

"Sepertinya begitu." Jawab Orihime seadaannya.

Kepalanya benar-benar-benar terasa berat sekali dan pandangan matanya sedikit kabur. Orihime memutuskan untuk pergi keruang kesehatan ditemani oleh Rukia.

Namun tiba-tiba saja Orihime pingsan dan membuat Rukia yang berada disebelahnya langsung panik dan cemas tentunya. Rukia meminta teman-teman sekelasnya untuk mengendong Orihime dan membawanya ke ruang kesehatan.

Orihime terpaksa pulang kerumah. Rukia langsung menghubungi Starrk untuk menjemput Orihime disekolah. Unohana Sensei meminta Orihime untuk pulang dan beristirahat dirumah dan berobat kedokter tentunya.

"Nona!" Teriak para pelayan dengan kaget. Ketika melihat Starrk menggendong tubuh sang Nona yang tak sadarkan diri.

"Lilly tolong kau hubungi Tuan muda juga dokter Ukitake." Ujar Starrk sambil terus menggendong sang Nona kekamarnya.

.

.

.

Siang ini Ulquiorra akan menghadiri sebuah rapat besar diperusahaannya. Jauh-juah hari Ulquiorra sudah mempersiapkan semuanya untuk rapat penting hari ini. ia masih terlihat sibuk dimejanya mengecek setiap lembar dokumen dengan teliti.

"Nemu apakah semuanya sudah siap?" Tanya Ulquiorra memastikan kembali kalau semua dokumen dan proposal yang ia siapakan sudah siap dirapat nanti.

"Sudah Tuan."

Drrrtttttt...

Ponsel Ulquiorra tiba-tiba saja bergetar. Saat ia melihatnya ternyata, itu telpon dari rumah. Dengan perasaan bingung ia mengakat telponnya.

"Halo. Ada apa Lilly?" Tanya Ulquiorra dengan datar.

Raut wajah Ulquiorra tiba-tiba saja berubah, ia terlihat sangat kaget dan cemas sekali. Entah dengan siapa Ulquiorra berbicara dan hal apa yang tengah dibicarakan olehnya ditelpon. Hal ini membuat Nemu yang ada didekatnya menjadi bingung dan sangat penasaran sekali.

"Tolong kau jaga dia dengan baik." Ulquiorra langsung mematikan ponselnya dengan cepat. Ia juga terlihat sangat gelisah dan cemas sekali. Menambah rasa penasaran Nemu.

"Ada..."
"Nemu. Batalkan rapat hari ini. Aku harus segera pulang kerumah." Ulquiorra langsung memotong cepat perkataan dari sang sekretaris.

Nemu langsung mencegah kepergian Ulquiorra. Ia berkata kalau bosnya tidak bisa berbuat seperti ini. Mengingat kalau rapat hari ini sangatlah penting sekali untuk kemajuan perusahaan. Ulquiorra bisa pulang kerumah, setelah menghadiri rapat dan menjalankan tugasnya sebagai pemimpin perusahaan.

Nemu juga berkata kalau Ulquiorra tidak bisa mementingkan kepentingannya sendiri diatas kepentingan orang banyak. Ulquiorra tertegun sesaat ketika mendengarnya, ia terlihat sedikit bingung dan bimbang ketika mendengar perkataan Nemu.

Ulquiorra memikirkannya kembali. Dengan terpaksa Ulquiorra menghadiri rapat dan menunda kepulanganya kerumah untuk melihat keadaan sang istri.

"Baiklah, aku akan menghadiri rapat hari ini." Ujar Ulquiorra dengan nada yang sedikit kecewa.

"Bagus." Nemu menyeringai kejam, saat mendengar keputusan Ulqiorra.

Ia merasa kalau sedikit demi sedikit, dirinya bisa membuat jauh Ulquiorra dengan sang istri. Nemu bertekat untuk memisahkan mereka berdua dengan berbagai cara dan apapun akan ia lakukan.

Selama rapat berlangsung Ulquiorra terlihat sangat tak fokus sekali. Walaupun tubuhnya berada diruangan ini, akan tetapi pikiran dan hatinya saat ini tengah berada dirumah. Memikirkan sang istri yang tengah terbaring sakit.

Setelah rapat selesai Ulquiorra langsung pulang kerumah bersama dengan Nemu yang memaksa untuk ikut dengannya karena ingin melihat wajah istri Ulquiorra.

DRAP...DRAP...DRAP...

Ulquiorra berjalan dengan cepat memasuki kediamannya. Para pelayan sudah berdiri didepan pintu menyambut kedatangan sang Tuan muda.

"Selamat datang Tuan." Sapa para pelayan dengan ramah dan membungkukkan badanya. Seperti biasa para pelayan akan menyambutnya dengan ramah.

Namun sepertinya Ulquiorra tidak menggubrisnya. Ia masih terus saja berjalan menuju kamar Orihime.

Saat Ulquiorra masuk, ia melihat sang istri tengah tertidur lelap diatas ranjang. Lilly menjelaskan kalau satu jam yang lalu dokter Ukitake yang merupakan dokter pribadi keluarga ini. Telah memeriksa keadaan sang Nona dan memberinya obat.

"Lilly, tolong kau suruh para koki membuatkan bubur untuk Orihime." Ujar Ulquiorra pada pelayan cantik disebelahnya.

"Baik Tuan." Lilly langsung pergi meninggalkan kamar dan menuju dapur untuk memberitahukan perintah sang Tuan muda pada koki dirumah ini.

Dengan perlahan Ulquiorra berjalan mendekati Orihime. Ia langsung duduk disebelah Orihime dan dengan perlahan ia membelai rambut sang istri dengan lembut. Tak hanya itu ia juga mengecup pelan kening juga pipi Orihime dengan penuh kasih. Tanpa perduli dan menyadari keberadaan Nemu yang berdiri mematung melihat semuanya.

Hati Nemu terasa sangat panas sekali juga sakit, saat melihat adegan didepannya saat ini. Ia mengepalkan tangannya menahan gejolak emosi dalam hatinya. Ia mencoba bersabar dan menahan rasa amarah juga cemburu dihatinya.

"Inikah gadis yang kau cintai, Ulqui-kun." Batin Nemu menatap tajam dan penuh kebencian pada Orihime. Gadis yang sudah berani merebut dan mengmbil pria yang dicintainya dari sisisnya.

Nemu merasa sangat benci sekali pada gadis yang ada dihapannya saat ini. Ingin sekali ia mencekik lehernya dan membunuh gadis yang ada dihadapannya saat ini, yang kini telah berstatus sebagai istri dari Ulquiorra. Sebuah status yang sangat diinginkan olehnya.

Nemu berjanji dalam hatinya akan membuat gadis ini menderita dan menyesal karena berani merebut Ulquiorra darinya.

"Apakah ini istrimu Tuan?!" Tanya Nemu dengan memperlihatkan senyuman manisnya yang palsu pada Ulquiorra.

"Ya. Namanya Orihime." Jawab Ulquiorra dengan wajah berbinar. Ia masih setia duduk disebelahnya dan membelai rambut sang istri dengan penuh kasih.

"Cantik." Ucap Nemu dusta.

Ingin sekali dalam hatinya Nemu berkata kalau istri dari Ulquiorra sangatlah jelek dan tak menarik sama sekali. Apakah Ulquiorra tidak salah pilih dan lihat menurutnya. Dimana letak istimewa dan lebihnya gadis ini dari dirinya. Apa kelebihan yang dimiliki oleh gadis ini, yang tidak dimiliki oleh dirinya.

"Aku sangat membencimu Orihime." Batin Nemu penuh dendam dalam hatinya.

*#*

Empuk dan nyaman itulah yang dirasakan oleh Orihime saat ini. Padahal seingatnya ia tengah berada dikelas dan tak lama semuanya terasa sangat gelap sekali. Tak hanya itu ia juga mencium wangi yang sangat menyegarnya.

"Apakah ini wangi surge." Gumam Orihime dalam hatinya.

Matanya masih setia terpejam dan tak mau terbuka sama sekali. Ia masih menikmati wangi segar dihidungnya. Akhirnya Orihime mencoba untuk membuka matanya untuk memastikan ia berada dimana.

"EKH!" Teriak Orihime dengan kaget.

Wajahnya langsung memerah saat membuka matanya. Karna saat ini Ulquiorra tengah tertidur memeluknya dengan erat sekali dan juga kini ia berada dikamarnya. Sejak kapan ia sudah berada disini. Seingatnya ia tengah berada disekolah.

"Tu..."
"Sssttt," Ulquiorra langsung menutup mulut Orihime dengan telunjuknya. Matanya masih terpejam dengan posisi menghadap Orihime.

"Biarkan seperti ini untuk beberapa saat." Ulquiorra semakin mengeratkan pelukkannya.

Orihime hanya bisa diam pasrah dengan keadaan ini. Wajahnya juga merona merah karna hal ini. Namun Orihime tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau ia merasa nyaman dan aman dipeluk seperti ini oleh Ulquiorra.

Tok..Tok..Tok...

Terdengar suara ketukan kecil dipintu kamar mereka. Ulquiorra langsung menyudahi aksinya dan berjalan kearah pintu dan membukanya.

"Makan malam sudah siap Tuan ." Ujar Lolly salah satu pelayan dirumah ini.

"Baiklah. Terima kasih Lolly."

Ulquiorra menutup pintu kamarnya kembali dan menghampiri Orihime yang masih saja tiduran diatas kasur. Ia mengajaknya untuk makan malam bersama, makan malam tanpa kehadirannya sangat tidak menyenangkan sekali.

Malam ini koki memasak makanan sehat dan penuh gizi, terlebih untuk sang Nona yang tengah sakit .

Orihime hanya memandangi makan malamnya dengan wajah sedikit kesal dan tanpa ada niat sedikitpun untuk menyentuhnya ataupun ingin memakannya. Karna ia hanya dihidangkan semangkuk sup kental yang warna dan penampilannya bagi Orihime mengerikan sekali.

"Kenapa kau tidak memakannya Hime." Tanya Ulquiorra.

"Aku mau nasi. Bukannya sup mengerikan seperti ini." Rengek Orihime pada Ulquiorra. Ia juga menjauhkan sup dihadapannya.

Ia ingin makan nasi dengan lauk-pauk yang banyak diatasnya. Bukanya semangkuk sup yang menurutnya sangat mengerikan sekali penampilan juga warnanya. Bisa ia pastikan kalau rasa sup ini pasti tidak enak sekali.

"Makanlah, ini baik untuk kesehatanmu." Ulquiorra merayu sang istri untuk memakan supnya.

Orihime bersikeras menolaknya dan tak mau memakannya. Jika tidak ada nasi ia tidak mau makan malam. Ulquiorra menghela nafasnya dengan pelan, bukanya ia tidak mau memberikan apa yang diminta oleh sang istri. Apapun akan ia berikan untuk gadis dihadapannya saat ini, demi membuat hatinya senang dan tersenyum bahagia.

Namun kali ini ia tidak bisa, karna saat ini Orihime tengah sakit dan dokter Ukitake menyarankan menu makanan untuk Orihime hanya terdiri dari sup dan bubur saja untuk beberapa hari ini, demi kesembuhannya.

"Aku sudah kenyang." Orihime langsung meninggalkan meja makan dengan kesal karna permintaannya tidak dikabulkan oleh Ulquiorra.

"Kau belum makan apapun Hime." Ulquiorra memegangi tangan Orihime, mencegahnya untuk pergi dari meja makan.

"Aku tidak nasfu makan." Ujar Orihime dengan sebal.

Ia langsung melepaskan cengkraman tangan Ulquiorra dan segera pergi kekamarnya. Jika tak ada nasi ia tidak mau makan.

Ulqiorra mengejar sang istri kekamar. Saat ia masuk Orihime tengah tiduran dikasur. Ulquiorra tersenyum tipis saat melihat Orihime yang tengah marah padanya.

"Hime." Panggil Ulquiorra pada sang istri.

Orihime hanya diam membisu dan tak menggubrisnya sama sekali. Ia tetap diam seribu bahasa.

"Hime. Ayo makan," Rayu Ulquiorra pada sang istri.

"Aku tidak lapar, Tuan" Ujar Orihime dengan ketus. Ia masih membelakangi Ulquiorra. Saat ini ia tidak mau melihat wajah sang suami yang membuatnya sebal dan kesal.

KRUYUKKKK...

Perut Orihime bernyanyi dengan kerasnya. Membuat sang pemilik perut langsung memerah wajahnya karna malu. Karna saking malunya Orihime langsung menarik selimutnya dan menutupi seluruh tubuhnya dari Ulquiorra. Ia menyembunyikan wajahnya yang merah padam pada sang suami.

Ulquiorra terkekeh geli ketika mendengar suara perut Orihime yang bernyanyi cukup keras. Terlebih tingkah Orihime yang tengah malu sangat begitu lucu dan manis dimatanya.

"Hime," Panggil Ulquiorra dengan mesra.

Orihime malah semakin mengeratkan selimutnya. Ia benar-benar tidak mau melihat wajah sang suami saat ini.

GREP...

Ulquiorra langsung menarik selimutnya dengan cepat. Orihime langsung membelakangi Uquiorra. Saat ini ia tengah ngambek, merajuk juga malu pada Ulquiorra.
"Hime, lihat aku, atau..."

"Apa?" Orihime langsung membalikkan tubunya dan menatap sang suami dengan sebal.

KRUYUKKK

Perut Orihime beryanyi kembali, kali ini suaranya cukup keras. Orihime benar-benar sangat malu dibuat oleh perutnya.

"Makanlah. Perutmu tak bisa berbohong Hime." Ulquiorra mengambil mangkuk sup yang dibawanya tadi dan menyuapi sang istri dengan penuh cinta tentunya.

Dengan terpaksa Orihime memakannya, rasa sup ini benar-benar sangat tak enak sekali juga aneh saat berada dimulutnya, terlebih ketika ia menelannya.

"Tidak enak!" Gumam Orihime dalam hatinya.

Ulquiorra terus saja menyuapinya hingga sup dimangkuk itu habis. Rasanya Orihime ingin pergi kekamar mandi dan memuntahkan semua sup yang ada diperutnya saat ini.

Setelah memakan supnya, Orihime meminum obatnya, tak lama ia merasa mengantuk dan langsung tertidur pulas. Ulquiorra menyelimuti tubuh Orihime dengan selimut yang cukup tebal. Ia memandangi wajah damai sang istri, wanita yang diam-diam amat sangat ia cintai dalam hidupnya.

"Selamat tidur Hime" Ulquiorra mencium kening Orihime dengan lembut dan penuh kasih.

X0X0X0X0X0X0X

"Indahnya!" Seru Orihime dengan senang.

Saat ini ia tengah duduk diatas pohon sakura ditaman belakang rumah ini. Ia merasa sangat bosan jika terus berada dikamar juga terbaring diatas kasur. Ulquiorra tidak mengijinkannya untuk keluar dari kamar dan menyuruhnya untuk beristirahat dengan tenang.

Untuk beberapa hari ini Orihime tidak masuk sekolah. Seharian ini terus berada didalam kamar membuatnya sangat bosan dan jenuh. Terlebih Orihime tidak diijinkan untuk keluar kamar dan pergi kemanapun.

Seorang pelayan cantik tengah berjalan kekamar Orihime yang merupakan Nona dikediaman ini, karna Orihime adalah istri dari Tuan mudanya. Siang ini waktunya sang Nona untuk meminum obatnya setelah satu jam dari makan siangnya.

"Nona waktunya minum obat" Ujar Lilly saat memasuki kamar sang Nona.

Lilly adalah pelayan pribadi Orihime yang bertugas melayani semua kebutuhan Orihime dirumah ini tanpa terkecuali.

Namun saat Lilly masuk kedalam kamar sang Nona, tidak ada dikamarnya sama sekali. Lilly mulai mencarinya dari kamar mandi, balkon dan semua sudut kamar ini. Akan tetapi sang Nona tidak ada juga didalam kamar ini. Hal ini membuat panik dan takut Lilly. Buru-buru ia keluar dari kamar dan mencari Orihime.

"Nona! Nona" Teriak Lilly dengan cemas.

Lilly terus saja berjalan dengan cepat mencari sang Nona, yang tiba-tiba saja menghilang begitu saja dari kamarnya. Jika Tuan mudanya tahu akan hal ini bisa-bisa ia dimarahi dan terkena hukuman darinya.

Sudah seluruh ruangan dan semua sudut ruangan dirumah ini yang Lilly lihat juga cari. Namun sang Nona tidak ada dimana-mana juga, membuat Lilly sangat cemas sekali dan khawatir.

Gara-gara hal ini kediaman rumah Ulquiorra menjadi sangat heboh dengan menghilangnya sang Nona. Lilly meminta seluruh pelayan mencari keberadaan Orihime, jika terjadi apa-apa dengan sang Nona. Keselamatan mereka semua terlebih Lilly akan terancam, karna Tuan mudanya sangat menyangi sang Nona.

"Ururu apakah kau sudah mencarinya dilantai atas?" Tanya Lilly dengan cemas.

"Sudah. Tapi Nona tidak ada disana" Jawab gadis manis bertubuh mungil tersebut.

Lilly menghela nafasnya dengan berat. Kepalanya terasa sangat pusing sekali dan rasanya mau pecah dengan kejadian ini. Dirinya benar-benar sangat takut terjadi apa-apa dengan sang Nona. Ia juga sangat takut dengan kemarahan Tuan mudanya, jika mengetahui hal ini.

"Nona, dimanakah anda" Gumam Lilly dalam hatinya. Ia masih mencari sang Nona kesetiap ruangan dan sudut rumah ini.

Walaupun seluruh pelayan dirumah ini sudah mencarinya kemana-mana. Namun mereka semua tidak menemukan sang Nona dimanapun. Dengan terpaksa Lilly menghubungi Ulquiorra dan memberitahukan tentang hilangnya sang Nona.

Tak lama setelah dihubungi oleh Lilly dengan cepat Ulquiorra langsung sampai dikediamannya. Karna saat Lilly menghubunginya dirinya tengah berada disebuah cafe yang jaraknya tak jauh dari rumahnya.

"Jadi sudah berapa lama Nona menghilang?" Tanya Ulquiorra pada Lilly dengan pandangan mata sedikit tajam.

"Sa-satu jam yang lalu Tuan muda" Jawab Lilly dengan gugup. Ia terus saja menundukkan wajahnya dan tidak berani menatap wajah Ulquiorra yang saat ini tengah marah padanya.

Tadinya Ulquiorra ingin menghubungi pihak berwajib juga detektif untuk mencari keberadaan Orihime. Namun niatnya itu ia urungkan, dirinya percaya kalau Orihime masih berada dirumah ini. Entah dimana itu, tapi ia akan menemukannya.

Hanya satu tempat yang belum para pelayan cari, yaitu area taman belakang yang sangat luas. Benar saja Ulquiorra menemukan sebelah sepatu berwarna biru langit milik Orihime dibawah pohon sakura ditaman ini.

Ulquiorra sedikit ragu apa mungkin jika Orihime ada diatas pohon ini, mengingat pohon sakura ini sangatlah tinggi. Namun ia mencoba melihat keatas pohon sakura.

"Hime" Teriak Ulquiorra dengan kaget. Ia tidak menyangka kalau sang istri tengah tertidur pulas diatas pohon sakura.

Ulquiorra juga bingung bagaimana caranya Orihime bisa naik keatas pohon ini. Ia meminta Starrk membawakan sebuah tangga yang tinggi, agar ia bisa mencapai tubuh Orihime dan membawanya turun kebawah.

"Hati-hati Tuan muda" Ujar Starrk dengan cemas.

Dengan hati-hati Ulquiorra menaiki tangga dan mendekati tubuh Orihime yang tengah tertidur pulas.

"Kau harus membayar ini, Hime" Gumam Ulquiorra.

Ia masih berkosentrasi menaiki tangga dan sangat berhati-hati menaikinya. Akhirnya ia berhasil mendekati tubuh Orihime dan membawanya turun dari pohon.

Setelah terbangun dari tidurnya, Ulquiorra memarahinya karna membuat heboh semua pelayan juga cemas dirinya.

"Ma-maafan aku Tuan." Orihime terus menundukkan wajahnya. Ia tidak berani menatap wajah suaminya yang menurutnya tengah marah padanya.

Orihime tidak tahu kalau menghilangnya dirinya akan membuat semua orang dirumah menjadi panik dan mencarinya. Ulquiorra menghukum Orihime agar ia tidak mengulangi perbuatnnya lagi.

Ulquiorra menghukum Orihime untuk meminta maaf pada seluruh pelayan dan memberikan mereka semua kue permintaan maaf. Orihime mematuhinya dan akan melaksanakannya.

.

.

.

"Selamat pagi Rukia-chan," Orihime memeluk erat tubuh sahabatnya dengan erat sekali. Ia sangat rindu sekali padanya dan selama seminggu ini mereka tak bertemu.

"Pagi juga Orihime. Bisa kau lepaskan pelukkanmu dariku?" Pinta Rukia yang merasa sangat sesak dipeluk erat oleh Orihime.

Rukia bisa bernafas lega setelah Orihime melepaskan pelukkannya. Selama ia tidak masuk sekolah Rukia mencatatkan semua pelajaran yang ada. Juga memfocopy semua tugas yang diberikan oleh para Sensei dan Orihime merasa sangat beruntung memiliki teman seperti Rukia.

Tiba-tiba Rukia memberikan sebuah undangan berwarna kuning gading padanya. Orihime merasa sedikit bingung dengan pemberian dari Rukia.

"Itu undangan pesta ulang tahun kekasihku," Ujar Rukia dengan malu.

"Benarkah!" Seru Orihime.

Besok Renji Abarai yang merupakan kekasih sekaligus tunangan Rukia. Berulang tahun dan mengadakan sebuah pesta yang cukup mewah dirumahnya. Rukia sengaja mengundang Orihime keacara tersebut karena ingin memperkenalkan Orihime pada tunangannya, Renji Abarai.

"Aku pasti datang," Orihime menaruh undangan itu kedalam tas dan menyimpannya dengan baik.

"Kau datang sendirian? Tidak mengajak dia?" Tanya Rukia untuk memastikan apakah sahabatnya itu datang sendirian atau tidak kepesta ulang tahun tunangannya.

"Tidak." Jawab Orihime dengan mantap.

Orihime tahu dengan jelas kalau suaminya itu adalah orang yang sangat sibuk sekali dan jarang sekali mempunyai waktu luang. Toh nanti ia bisa meminta Starrk untuk mengantarnya kepesta itu. Rukia hanya diam dan tak berkomentar mendengar jawaban dari Orihime.

Rukia hanya sedikit heran dan bingung sekali dengan sikap dan sifat cuek Orihime terhadap Ulquiorra yang merupakan suami dari sahabatnya itu. Padahal kalau boleh dibilang Ulquiorra adalah pria yang sangat luar biasa tampan dan juga memiliki kekayaan. Membuat setiap mata para gadis akan berbinar dan tergoda saat melihat kekayaannya.

Namun tidak untuk Orihime, ia terlihat biasa saja dan bahkan terlihat sedikit sebal dengan Ulquiorra.

"Kurasa ada sedikit masalah dengan otak dan penglihatannya." Gumam Rukia dalam hatinya, melihat sikap sang sahabat yang terlihat cuek sekali pada Ulquiorra.

Padahal banyak gadis cantik diluar sana yang berbebut untuk mendekati dan menarik perhatian juga hati dari Ulquiorra.

"Dasar gadis aneh." Batin Rukia menatap Orihime yang kini tengah asik mengobrol dengan Chizuru.

Sekolah hari ini terasa sangat menyenangkan untuk Orihime. Karena bisa bertemu dan berkumpul dengan teman-temannya. Melewati hari dengan menyenangkan tentunya, karena banyak hal yang terjadi disekolah.

Akhirnya sekolah telah usai dan Orihime harus pulang kerumah dan menjalani rutinitasnya juga statusnya sebagai seorang istri.

"Aku pulang." Ujar Orihime dengan lemah, para pelayan seperti biasa sudah menyambutnya didepan pintu.

"Selamat datang Nona." Para pelayan membungkukkan badannya menyambut kepulangan Orihime.

Lilly langsung menghampiri sang Nona dikamarnya untuk melayaninya.

Hari ini disekolah cukup melelahkan untuk Orihime. Terlebih ketika pelajaran olahraga tadi, benar-benar sangat menguras tenaganya sekali.

"Lilly. Bisa kau siapkan air hangat dibak mandi, dengan taburan bunga mawar merah diatasnya?" Tanya Orihime yang saat ini tengah membuka seragam sekolahnya satu persatu. Mungkin dengan berendam akan merilekskan pikiran juga menyegarkan tubuhnya yang saat ini terasa lelah sekali.

"Akan saya siapkan Nona." Jawab Lilly, memenuhi keinginan sang Nona muda.

Lilly meminta para pelayan untuk menyediakan apa yang diinginkan oleh sang Nona. Tak lama bak mandi dengan taburan bunga mawar merah diatasnya telah siap.

"Nona bak mandinya telah siap." Ujar Lilly pada sang Nona.

Orihime langsung masuk kekamar mandi dan melepaskan handuk mandi yang melilit tubuhnya.

"Segarnya!" Teriak Orihime ketika memasuki bak mandi yang sudah dipenuhi oleh bunga mawar merah yang sangat menyegarkan sekali. Tubuhnya terasa ringan juga harum sekali karena aroma dari bungan mawar merah yang jumlahnya sangat banyak memenuhi bak mandinya.

Hampir tiga puluh menit Orihime berendam dibak mandi. Setelah selesai dengan kegiatannya dikamar mandi ia langsung memakai pakaiannya yang sudah disiapkan oleh para pelayan. Dan hal pertama yang dilakukan setelah mandi adalah mengerjalan tugas sekolahnya. Untuk menunggu waktu makan malam dan juga kepulangan Ulquiorra dari kantor.

X0X0X0X0X0X0X

Malam ini Orihime terlihat sangat cantik sekali dengan balutan gaun berwana abu-abu dengan bagian atasnya yang sedikit terbuka. Rambut dan wajahnya juga ditata oleh perias professional yang sengaja dipanggilkan untuknya.

"Nona, kau sangat cantik sekali." Teriak Lilly yang merasa sangat kagum sekali dengan penampilan sang Nona malam ini.

"Terima kasih, Lilly." Ujar Orihime sedikit malu.

Saat Orihime melihat kearah cermin, untuk melihat penampilannya saat ini. Ia juga tidak percaya dengan penglihatannya sendiri. Apa benar gadis didalam cermin adalah dirinya. Karena wajahnya terlihat sangat begitu cantik dan berbeda tentunya.

Seperti janjinya pada Rukia. Malam ini Orihime akan datang menghadiri pesta ulang tahun dari Renji Abarai, yang merupakan tunangan dari Rukia. Dengan diantar oleh Starrk yang merupakan supir pribadinya. Orihime pergi kepesta ulang tahun Renji seorang diri tanpa mengajak Ulquiorra, sang suami.

Setelah satu jam perjalanan, Orihime sampai juga dikediaman Renji yang cukup mewah dan besar tentunya.

"Semoga anda menikmati pestanya, Nona." Starrk membungkukkan sedikit badannya dan membukakan pintu mobil untuk Orihime. Starrk juga membantu sang Nona untuk turun dari mobil dengan memegangi salah satu tangannya.

"Terima kasih Starrk." Ucap Orihime diiringi oleh senyuman pada Starrk.

Rukia langsung menyambut kedatangan Orihime dengan senang. Ia langsung mengajak Orihime menemui Renji dan memperkenalkannya pada sang tunangan.

Renji langsung mengulurkan tangan kanananya pada Orihime sambil tesenyum hangat padanya, "Renji Abarai." Ucap pria tampan berambut merah dihadapannya saat ini.

Pria ini terlihat sangat tampan dan gagah sekali dengan balutan tuxedo hitam yang dipakainya saat ini. Pantas saja jika Rukia bisa jatuh hati pada Renji. Pria ini memang sangat tampan dan menarik sekali.

Orihime menyambut uluran tangan Renji dan tersenyum menatapnya, "Orihime Inoue. Senang berkenalan denganmu Abarai-san." Orihime memperkenalkan dirinya dengan sopan.

Gadis cantik ini sengaja tidak menggunakan nama Schiffer dibelakangnya. Mengingat kalau nama suaminya itu sangatlah terkenal dikalangan orang kaya dan ia takut nantinya Ulquiorra akan terlibat masalah atau-pun skandal jika semua orang tahu dirinya adalah istri dari Ulquiorra salah satu pengusaha paling sukses dan kaya di negara ini.

Sementara waktu ia akan merahasiakan identistasnya juga statusnya dari orang lain, kecuali sahabatnya satu-satunya orang yang mengetahui tentang dirinya.

"Sama-sama. Semoga kau menikmati pestanya Orihime."

Orihime meninggalkan Rukia dan Renji untuk berdua dan memilih pergi kemeja makan yang menghidangkan berbagai makanan manis kesukaannya.

Diam-diam tanpa Orihime ketahui, kalau sebenarnya Ulquiorra juga diundang oleh Renji yang merupakan anak dari kliennya. Ulquiorra datang bersama dengan Nemu.

Tadinya Ulquiorra ingin mengajak Orihime kepesta ini. Akan tetapi sang istri berkata kalau ia juga ada acara dan akan menghadiri pesta temannya. Terpaksa Ulquiorra mengajak Nemu untuk menemaninya. Karena pria tampan beramata Emerald ini yakin nantinya dipesta itu, akan banyak para gadis yang berlomba-lomba untuk mendekati juga merayu dirinya, dengan berbagai cara. Ulquiorra benar-benar sangat malas sekali meladeni para gadis yang menurutnya sangat agresif sekali padanya.

"Terima kasih anda mau datang kepesta ini Tuan." Renji menyambut Ulquiorra dan Nemu dengan ramah sekali.

Ulquiorra tersenyum tipis menanggapinya. Nemu terus saja menempel pada Ulquiorra, gadis bersurai hitam ini terihat seperti pasangannya Ulquiorra saja dan hal itu membuat para gadis menjadi iri juga sebal pada Nemu.

Rukia yang saat ini tengah berada disamping Renji, merasa sangat sebal dan tidak suka melihat kelakuan Nemu. Apa dirinya tidak tahu kalau Ulquiorra adalah suami dari Orihime yang merupakan sahabat baiknya.

"Semoga anda menikmati pesta ini Tuan." Ujar Renji dengan tersenyum ramah pada Ulquiorra juga Nemu yang berada disebelah Ulquiorra.

Sebenarnya Ulquiorra tidak terlalu menyukai pesta dan keramaian, namun mengingat kalau ayah Renji adalah rekanan bisnis juga teman lama mendiang sang ibu mau tidak mau ia datang kepesta ini bersama dengan Nemu.

*#*

"Hmhm! Enak sekali kue ini." Teriak Orihime dengan bahagia saat merasakan sensai coklat yang melumer didalam mulutnya. Baru pertama kalinya ia merasakan kue seenak ini dalam hidupnya. Karna saking enaknya kue ini, Orihime sudah memakan lebih dari lima potong kue yang ukurannya cukup besar.

"Uhuk..." Orihime sedikit tersedak kue yang tengah dimakannya. Tanpa melihat-melihat minuman apa disampingnya saat ini. Dengan cepat Orihime langsung meminumnya hingga habis.

Menurut Orihime minuman ini sangat tidak enak sekali rasanya, tak lama kepalanya terasa sangat pusing sekali dan juga berputar-putar.

Ulquiorra memutuskan untuk keluar dari ruangan pesta yang menurutnya sangat menyesakkannya. Ia meminta Nemu untuk mengambilkannya secangkir wine putih untuknya.

Saat Ulquiorra tengah berada ditaman tanpa sengaja ia melihat dan bertemu dengan Orihime. Penampilannya malam ini sangat cantik dan menawan sekali. Ulquiorra tidak bisa membohongi dirinya kalau ia sangat terpesona pada istrinya malam ini.

"Selamat malam cantik." Goda Ulquiorra, kini ia tengah berada dibelakang Orihime yang saat ini tengah asik menikmati kue dan minumannya. Orihime langsung menoleh kebelakang dan melihat siapa yang memanggilnya.

"Tu-ikh-Tuan-ikh..." Wajah Orihime terlihat sangat merah sekali juga matanya terlihat sayu. Ternyata ia tengah mabuk, Ulquiorra cukup terkejut saat melihat sang istri saat ini.

"Kau mabuk Hime!?" Ujar Ulquiorra. Ia membantu sang istri untuk berdiri.

"Ikh-ikh A-ikh aku tak ikh-mabuk-ikh Tuan." Orihime malah terkekeh menatap Ulquiorra.

Saat ini Orihime benar-benar tengah mabuk berat. Entah apa yang telah dimakan juga diminumnya, hingga membuatnya jadi seperti ini.

Ulquiorra menemukan secangkir minuman didekat Orihime. Saat Ulquiorra cium cangkir tersebut ternyata itu bekas dari minuman wine putih. Mungkin Orihime mengira kalau ini adalah air biasa dan meminumnya hingga habis. Pantas saja jika Orihime menjadi mabuk seperti ini.

"Pesta selesai Hime. Saatnya kita pulang." Ulquiorra langsung menggendong tubuh sang istri.

Saat Ulquiorra menggendong Orihime, tak lama Nemu datang memabawakan minuman pesanan Ulquiorra ditangannya. Nemu terkejut menemukan Ulquiorra tengah menggendong Orihime dengan mesra sekali.

"Nemu maafkan aku. Sepertinya aku harus segera pulang," ujar Ulquiorra sambil menggendong Orihime ala bridal style (Begini bukan tulisannya). Orihime sangat tidak bisa diam dalam gendongan Ulquiorra dan terus meronta-meronta minta diturunkan dan hal ini membuat Ulquiorra sedikit susah karenanya.

"Bagaimana denganku, jika kau pulang Tuan?" Tanya Nemu yang merasa tak rela jika Ulquiorra harus meninggalkannya sendirian dipesta ini.

"Aku akan menyuruh orang mengantakanmu pulang ke apertemen." Jawab Ulquiorra dengan cepat.

Setelah itu Ulquiorra langsung pergi meninggalkan Nemu seorang diri ditaman. Nemu hanya bisa diam membisu melihat kepergian Ulquiorra. Sebegitu pentingnya gadis itu dibanding dirinya. Orang yang selama ini selalu menemani dan berada disisinya.

Nemu meminum wine ditangannya dengan cepat dan setelah itu ia melemparkan gelas wine itu ketanah hingga pecah berkeping-keping.

"Dasar wanita jalang." Erang Nemu dengan penuh kenbencian.

Tanpa Nemu dan Ulquiorra sadari diam-diam seorang pria tampan terlihat sangat senang sekali melihat kejadian didepan matanya saat ini. Sudah dari tadi pria ini berdiri diam memperhatikan semuanya dari jauh. Dan seuluas seringai jahat menghiasi wajah tampannya melihat kemarahan Nemu.

"Menarik." Desisnya.

TBC

Terima kasih sudah mau membaca Fic ini

Jika berekanan Read and Riviewnya.

Inoue Kazeka