Disclaimer : Tite Kubo
Rate : T
Genre : Romance
Pair : Ulquiorra x Orihime
~ GEE ~
WARNING : Typo bertebaran dimana-mana, EYD amburadul, Penempatan tanda baca yang tidak sesuai, OOC dan masih banyak kekurangannya.
.
.
.
X0X0X0X0X0X0X0X
BRAKK!
PRANG!
Seorang wanita bersurai hitam terlihat tengah mengamuk dengan melempar dan membanting benda yang ada disekitarnya, kamar yang tadinya tertata rapih dan bersih kini terlihat berantakan.
"AAAAAA!" teriaknya penuh emosi.
"Aku membencimu Orihime, aku benci padamu..." ucapnya seraya melemparkan barang-barang melampiaskan kemarahannya pada benda mati didekatnya.
SRUK...
Tubuh wanita ini beringsut jatuh terduduk dan tak lama air matanya mengalir deras membasahi kedua pipinya, "Hiks...Ulquiorra-kun..." isaknya.
"Ke-kenapa kau begitu mencintainya..."
Tak lama pandangan matanya membunuh ketika memikirkan tentang Orihime, gadis yang sudah merebut pria yang dicintainya.
"A-aku pasti akan membunuhmu Orihime." Ucapnya penuh kebencian.
Demi menyingkirkan Orihime dari sisi Ulquiorra untuk selama-lamanya, dirinya akan rela mengotori tangannya dengan darah dari Orihime atau bekerja sama dengan Tsukishima orang yang memiliki dendam pribadi dengan Ulquiorra, hal itu akan dilakukannya asalkan bisa memiliki Ulquiorra.
*#*
Berita penusukkan yang dialami oleh Orihime masuk berbagai koran berita dan majalah mengingat pria yang menyelamatkan Orihime adalah Ulquiorra, pemilik perusahaan besar se-Asia dan dari kalangan Jetset incaran para Nona kaya raya di Negri ini. Bahkan sehari setelah berita penusukkan itu terjadi banyak wartawan yang mendatangi kediaman mewah Ulquiorra demi mencari kebenaran dari berita yang beredar luas diluar kalau Orihime adalah istrinya, mengingat Ulquiorra terkenal sebagai pribadi yang dingin tertutup bahkan tidak pernah terlihat menjalin hubungan dekat atau spesial dengan wanita manapun.
Akan tetapi berita yang beredar diluar mengenai dirinya dan Orihime tidak dipedulikan Ulquiorra sama sekali dan menyerahkan masalah ini pada Gin yang merupakan pengacaranya untuk menyelesaikan semua masalah ini karena bagi Ulquiorra yang terpenting saat ini adalah kesembuhan sang istri. Dan sudah hampir satu minggu Orihime tidak masuk sekolah sejak kejadian penusukkan yang dialaminya saat melakukan ujia nyali dihutan dekat penginapan, lalu pagi ini Ichigo suami dari Nelliel sekaligus dokter pribadi Orihime, tengah memeriksa keadaan Orihime untuk melihat apakah luka diperutnya sudah mengering atau belum.
"Maafkan aku Orihime, aku akan membuka piyamamu," Ichigo meminta ijin.
"Ya," sahut Orihime malu.
Saat pria bersurai orange ini hendak membuka pakaian Orihime, pria bersurai hitam yang baru masuk kedalam kamar langsung berlari dan berteriak keras mencegah perbuatan Ichigo.
"Berhenti!" teriak Ulquiorra lantang.
Baik Ichigo dan Orihime, keduanya menoleh keasal suara dan menatap bingung Ulquiorra yang berjalan dengan raut wajah kesal.
"Ulquiorra-kun?!" seru Orihime kaget.
"Kau mau apa dengan istriku?!" protes Ulquiorra saat melihat pria bersurai orange itu hendak membuka pakaian sang istri.
"Aku hanya ingin memeriksa dan melihat luka diperut Orihime. Jadi kau jangan cemburu seperti itu Ulquiorra," Ichigo tersenyum kecil melihat kecemburuan dari Ulquiorra.
"Ulquiorra-kun, kakak ipar hanya ingin memeriksa lukaku saja. Kenapa kau terlihat marah seperti itu?" Orihime menatap bingung ekspresi sang suami yang terlihat kesal.
Diam-diam Ichigo terus tersenyum senang melihat ekspresi wajah sang adik ipar yang tengah cemburu, padahal dirinya adalah seorang dokter dan hanya ingin memeriksa luka ditubuh Orihime namun pria bermata Emerald itu terlihat sangat marah dan tidak suka jika bagian dari tubuh sang istri dilihat, apalagi disentuh oleh orang lain.
Sangat protektif dan pencemburu ternyata Ulquiorra.
"Kalau begitu, kau saja yang membuka pakaian Orihime," usul Ichigo.
Pria bermata Emerald ini-pun duduk disebelah Orihime, "Baiklah, aku akan mengangkat sedikit baju Orihime tapi jangan lama-lama melihatnya,"
"Iya..." sahut Ichigo seraya tersenyum kecil.
Dokter tampan itu-pun mulai melihat luka diperut Orihime dan memeriksanya.
"Bagaimana lukanya?" tanya Ulquiorra penasaran.
"Luka diperutnya belum sepenuhnya kering dan Orihime masih butuh banyak istirahat," jawab Ichigo.
"Lalu satu lagi, Orihime juga masih belum boleh banyak bergerak," tambah Ichigo.
"Kau dengar itu Hime," Ulquiorra menatap lembut wajah sang istri.
"Ya." Sahut Orihime.
"Hari ini aku harus pergi kerumah sakit untuk bertemu dengan temanku jika ada apa-apa dengan Orihime, kau bisa menghubunguiku Ulquiorra," Ichigo beranjak bangun dari sisi Orihime.
"Baiklah dan terima kasih atas bantuannya, Ichigo."
"Sama-sama." Ucap Ichigo seraya pergi keluar dari kamar.
Tak lama Ichigo keluar dari kamar Nelliel dan beberapa pelayan datang membawakan sarapan dan obat untuk Orihime. Wanita cantik bersurai hijau panjang itu meledek sang adik tak kala melihat sikap posesifnya pada Orihime, karena baru kali ini melihat sikap Ulquiorra yang seperti itu.
"Selamat berisitrahat Orihime-chan, aku akan kembali kekamar dulu dan kau Ulquiorra jangan macam-macam dulu dengan Orihime dia masih terluka." Nelliel mengedipkan salah satu matanya pada sang adik.
"Ya." Sahut Ulquiorra sedikit kesal.
Orihime tersenyum kecil melihat sikap dan reaksi dari sang suami yang digoda oleh Nelliel.
"Tuan..." goda Orihime.
"Aku tidak suka mendengarnya," protes Ulquiorra.
Wanita cantik bermata abu-abu ini terkekeh kecil, "Ulquiorra-kun..." panggilnya seraya meletakkan kepalanya didada bidang sang suami.
"Ya, Hime..." Ulquiorra memeluk tubuh Orihime.
Belum juga Orihime mengutarakan keinginannya, pintu kamar diketuk.
TOK...TOK...TOK...
"Tuan Ulquiorra," panggil seorang pelayan didepan pintu kamar.
Pria tampan bermata Emerald ini melepaskan pelukkannya pada sang istri dan turun dari ranjang lalu berjalan menuju pintu.
SREK...
Ulquiorra membuka pintu kamarnya, "Ada apa?" tanyanya datar pada sang pelayan.
"Maafkan jika saya menggangu waktu anda Tuan, tapi Nona Nemu sedang menunggu anda diruang tamu," jawb Lily sopan.
"Suruh ia menunggu diruang kerja dan tolong kau panggilkan Nona Nelliel untuk menjaganya." ucap Ulquiorra datar.
"Baik Tuan." Lily membungkukkan tubuhnya lalu pergi dari hadapan sang Tuan.
Ulquiorra-pun menutup pintu kamarnya dan menghampiri sang istri yang tengah berbaring diatas kasur.
"Aku pergi dulu Hime." Ucap Ulquiorra seraya mengecup kening sang istri.
Setelah Ulquiorra pergi beberapa menit kemudian Nelliel datang kekamar dengan membawakan beberapa kue yang tadi dibuatnya lalu memakannya bersama Orihime dengan ditemani oleh secangkir teh mawar.
.
.
.
Berita tentang Orihime yang merupakan istri dari Ulquiorra Schiffer seorang Jetset muda membuat kaget dan syok pihak sekolah, tempat Orihime menuntut ilmu juga teman-temannya. Mereka semua tidak menduga kalau gadis bersurai oranye kecokelatan itu yang notabennya adalah murid berpestasi dan pendiam menikah dengan Ulquiorra, pria yang sangat terkenal dikalangan pebisnis dunia dan merupakan keturunan bangsawan Schiffer.
Sudah seminggu ini para murid sibuk bergosip, membicarakan tentang Orihime dan hal ini terkadang membuat kuping Rukia merasa panas karena tak jarang ia mendengar beberapa siswi mengatai jelek mengenai Orihime. Contohnya saja saat ini ketika Rukia tengah berada ditoilet tanpa sengaja ia mendengar beberapa siswi dari kelas dua tengah asik membicarakan Orihime didepan wastafel seraya berdandan.
"Aku tidak menyangka kalau, Orihime dari kelas 3-A itu istri dari Ulquiorra Schiffer," ucap seorang gadis bersurai cokelat panjang seraya memakai bedak padat diwajahnya.
"Benar, apalagi setelah aku mencari tahu mengenai suami dari Orihime di internet, ternyata pria itu orang yang hebat dan pemilik sebuah perusahaan besar se-Asia," sahut teman disebelahnya yang sibuk memakai mascara dibulu matanya.
"Hebat sekali dia bisa menikah dengan pria setampan dan sekaya itu." Ucapnya seraya menutup tempat bedak dan menaruhnya didalam tas.
"Apa mungkin Orihime menggodanya? Tapi wajahnya tidak terlalu cantik dan sexy," katanya disertai tawa keras.
"Ya, kau benar. Lebih cantik aku da..."
BRAAKK!
Salah satu pintu toilet terbuka keras dan seorang gadis cantik bersurai hitam pendek terlihat masuk dan berjalan menghampiri mereka berdua didepan wastafel.
"Jangan pernah mengatai Orihime yang tidak-tidak." Ucap Rukia dengan setengah berteriak.
Kedua siswi dari kelas dua itu terdiam ketakutan melihat Rukia sang ketua klub Akido disekolah ini. Mereka terdiam gugup menatap wanita bersurai hitam pendek itu yang tengah menatap tajam juga dingin.
"Kalian tidak tahu apa-pun mengenai Orihime. Jadi tutup mulut kalian atau aku yang akan menutupnya dengan caraku sendiri." Rukia memberikan tatapan membunuhnya pada mereka berdua dan itu sukses membuat kedua siswi itu lari ketakutan meninggalkan toilet.
DUGH
Rukia meniju tembok kamar mandi meluapkan perasaan marahnya, "Menyebalkan, ingin sekali aku robek mulut mereka berdua." Dengusnya.
Rukia akan marah jika ada orang yang menjelek-jelekkan tentang Orihime terlebih menilai sahabatnya itu dengan sebelah mata karena Rukia tahu kalau Orihime adalah gadis yang baik.
*#*
Siang ini Gin Ichimaru selaku pengacara pribadi dari Ulquiorra datang kesekolah untuk membicarakan tentang Orhime dengan pihak sekolah, pria tampan bersurai putih pendek ini meminta pihak sekolah tidak mengeluarkan Orihime dari sekolah mengingat kalau empat bulan lagi gadis bersurai oranye kecokelatan itu akan lulus sekolah. Tak adil jika Orihime harus dikeluarkan hanya karena sudah memilik suami sebab apa yang dilakukan oleh Orihime bukanlah sebuah kejahatan, gadis cantik itu hanya menikah bukannya membunuh atau berbuat hal yang tak baik.
Setelah berbincang dan berdiskusi cukup lama dengan kepala sekolah akhirnya Gin mendapatkan kesepakatan dengan pihak sekolah untuk tidak mengeluarkan Orihime dari sekolah.
"Terima kasih sudah menyediakan waktu anda, Tuan Kyoraku," Gin menjabat tangan pria paruh baya bersurai hitam panjang dikuncir satu itu.
"Sama-sama, Tuan Ichimaru. Aku harap Orihime segera sembuh dari lukanya dan bisa masuk kembali kesekolah."
"Kalau begitu saya pamit dulua Tuan Kyoraku." Pamit Gin.
Setelah urusan disekolah selesai Gin pergi ke kediaman Ulquiorra untuk menyampaikan berita ini, sekaligus melaporkan perkembangan persidangan kasus penusukkan yang dilakukan oleh Yammy Riyalgo pada Orihime. Kasus yang sedang ditangani oleh ini sedikit aneh karena menurut Gin ada seseorang yang menyuruh Yammy untuk melukai Orihime, mengingat kalau pria bertubuh besar itu seharusnya masih berada didalam penjara menikmati masa kurungannya yang masih sepuluh tahun. Tapi Gin akan berusaha mencari tahu bagaiman bisa pria tinggi besar itu bisa bebas dan siapa dalang dalam kejadian ini.
Saat Gin datang ke kediaman Ulquiorra, pria bermata Emerald itu tengah menemani sang istri yang sedang terlelap tidur dikamar. Keduanya berbincang-bincang di ruang pribadi Ulquiorra seraya menikmati secangkir teh melati dan camilan berupa kue kering buatan Lilly.
"Semuanya sudah beres, pihak sekolah tidak akan mengeluarkan Orihime dan tetap mengijinkannya bersekolah hingga lulus," ujar Gin seraya memberikan sebuah map hijau pada Ulquiorra yang merupakan surat perjanjian dengan pihak sekolah.
"Kerja bagus Gin dan terima kasih atas bantuannya," Ulquiorra membuka map itu dan membacanya.
"Sama-sama lagipula ini adalah masalah mudah dan tidak sulit untuk aku tangani dari pada menangani kasus pembunuhan atau semacamanya,"
"Lalu bagaimana dengan si berengsek itu?" tanya Ulquiorra dingin.
"Proses persidangan masih berjalan," jawab Gin seraya menyesap tehnya.
"Aku ingin dia dihukum seberat-beratnya kalau perlu hukuman mati, Gin." Ucap Ulquiorra penuh kebencian.
"Baik, aku akan mengusahakannya Ulquiorra." Sahut Gin menyanggupi permintaan dari Ulquiorra.
Pria bermata Emerald itu ingin Yammy dihukum seberat-beratnya bahkan mengharapkan hukuman mati untuk pria bertubuh besar itu karena berniat membunuh Orihime. Tidak tahukan Yammy kalau berurusan atau mencari masalah dengan Ulquiorra sama saja dengan menggali kuburan sendiri mengingat pria bersurai hitam ini adalah pria pendendam dan kejam, siapapun akan disingkirkan juga hancurkan demi mendapatkan sesuatu. Terlebih Ulquiorra tidak akan segan-segan membunuh siapapun yang berani mencelakai Orihime, wanita yang sangat dicintai dan dibutuhkan didunia ini.
oOoOoOoOoOo
Seorang gadis cantik bersurai orange kecokelatan terlihat berdiri diam didepan balkon kamarnya menikmati sinar matahari pagi yang perlahan-lahan menyinari bumi dan tubuhnya. Betapa dirinya sangat bersyukur kepada Tuhan karena masih diberikan kesempatan hidup dan merasakan hangatnya sinar matahatari pagi setelah kejadian yang menimpa dirinya beberapa waktu yang lalu.
GREP...
Sepasang lengan kekar tiba-tiba melingkari pinggangnya.
Bukannya takut gadis cantik bermata abu-abu ini malah tersenyum senang, "Selamat pagi Ulquiorra-kun," sapanyalembut.
"Selamat pagi juga, Hime," balas pria tampan bermata Emerald seraya mengecup singkat pipi kanan sang istri.
"Kau sudah bangun?" tanya Orihime seraya mengelus pelan kedua tangan Ulquiorra yang melingkar dipinggangnya.
"Tentu saja, mana bisa aku bisa tidur tenang jika tidak ada kau disisiku," ucap Ulquiorra manja.
Orihime terkikik geli mendengarnya, sudah seminggu ini Ulquiorra selalu menempel bak perangko padanya dan terus menjaganya dengan sangat protektif padahal keadaan Orihime sudah membaik dan luka diperutnya juga sudah mengering.
"Akh..." rintih Orihime.
Tanpa sengaja tangan Ulquiorra menyentuh luka jahitan di perut Orihime dan reflek gadis bermata abu-abu itu meringis kesakitan.
"Maafkan aku Hime, aku tak sengaja menyentuhnya. Apakah masih terasa sakit?" tanyanya cemas.
"Aku tidak apa-apa kok Ulquiorra-kun. Lukanya sudah tidak terasa begitu sakit, aku hanya kaget saja saat kau menyentuhnya," sanggah Orihime mencoba menenangkan sang suami.
"Benarkah?" Ulquiorra membalikkan tubuh sang istri dan menatapnya dengan wajah bersalah.
"Ya, tentu saja. Ngomong-ngomong hari ini kau akan pergi kekantor'kan?" Orihime membelai wajah tampan sang suami.
"Tidak, aku masih ingin menemanimu dirumah," jawabnya.
"Aku sudah tidak apa-apa Ulquiorra-kun, sudah ada kakak dan Ichigo-san yang akan menjagaku," bujuk Orihime agar sang suami mau pergi bekerja mengingat sudah hampir satu minggu ini Ulquiorra tidak masuk kerja dan terus menemaninya dirumah.
"Tapi..."
"Yang membutuhkanmu bukan aku saja, tapi karyawan juga perusahaanmu," sela Orihime.
"Bekerjalah dengan tenang dan jangan cemaskan keadaanku, aku akan baik-baik saja," ucap Orihime seraya menatap lembut wajah Ulquiorra yang terlihat sedikit cemas.
"Baiklah, jika kau berkata seperti itu."
Orihime tersenyum hangat mendengarnya, setelah menikmati matahari dan udara pagi selama hampir sepuluh menit wanita cantik ini meminta sang suami untuk membasuh wajahnya dan bersiap-siap kekantor sementara itu Orihime menyiapkan pakaian untuk dikenakan Ulquiorra.
Walaupun keadaan Orihime sudah mulai membaik paska operasi yang dijalani namun Ulquiorra masih belum membolehkan sang istri untuk pergi kesekolah padahal sudah hampir satu minggu Orihime tidak masuk sekolah.
"Apa kau yakin Hime," tanya Ulquiorra kembali pada sang istri.
"Aku yakin, Ulquiorra-kun. Bekerjalah dengan tenang, aku akan baik-baik saja dirumah," jawab Orihime tenang seraya merapihkan kedua sisi kerah jas Ulquiorra.
"Kalau ada apa-apa hubungiku aku," Ulquiorra mencium lembut kening Orihime kemudian masuk kedalam mobil.
"Hati-hati dijalan dan cepat pulang ya, Ulquiorra-kun." Orihime melambaikan salah satu tangannya dan dibalas senyuman lembut dari pria bermata Emerald itu.
BRUMMM...
Mobil yang dinaiki oleh Ulquiorra melesat pergi meninggalkan kediamannya, Orihime masuk kedalam rumah dan menemui Nelliel sang kakak ipar untuk mengajarinya membuat kue atau makanan kesukaan Ulquiorra.
Saat Ulquiorra masuk kantor Nemu terlihat senang karena pria tampan bermata Emerald itu akan bekerja kembali setelah seminggu ini tidak masuk bekerja dan kantor terasa hampa kerena tidak ada keberadaan sang bos disisinya saat bekerja.
"Selamat pagi Tuan," sapa Nemu lembut.
"Pagi juga Nemu, apakah hari ini ada rapat?" tanya Ulquiorra seraya duduk dikursi besarnya.
"Tidak, tapi siang ini anda harus menemui Pak Ueda untuk membicarakan kontrak kerja," jawab Nemu seraya membaca sebuah buku kecil yang berisikan jadwal kegiatan sang bos.
"Baiklah, tapi bisakah hari ini kau mengatur untukku agar bisa pulang cepat," ujar Ulquiorra seraya membuka-buka map dokumen diatas mejanya.
Nemu terlihat berfikir sejenak seraya melihat jadwal untuk hari ini, "Baiklah Tuan, aku akan mengaturnya."
"Terima kasih Nemu." Ulquiorra tersenyum kecil menatap sekretaris pribadinya itu.
Blush...
Pipi Nemu bersemu merah sedikit tak kala melihat senyuman manis dari Ulquiorra yang selalu membuat dadanya berdebar-debar tapi andaikan saja senyuman itu hanya untuknya saja pasti ia akan lebih merasa bahagia lagi.
X0X0X0X0X0X0X0X
Setelah tidak masuk sekolah selama dua minggu, pagi ini Orihime masuk sekolah dan menjalani rutinitasnya kembali walaupun awalnya Ulquiorra melarangnya untuk masuk sekolah dan tetap beristirahat dirumah namun Orihime bersikeras kalau ingin pergi sekolah karena lukanya sudah sembuh akan tetapi pengawalan pada Orihime menjadi ketat.
"Terima kasih Chad." Ucap Orihime seraya keluar dari dalam mobil.
"Semoga hari anda menyenangkan Nona muda." Balas Chad seraya membungkukkan tubuhnya.
Orihime tesenyum kecil menanggapinya kemudian dengan menenteng tasnya Orihime masuk kedalam sekolah, saat dirinya berjalan dikoridor para murid memperhatikannya dengan berbagai pandangan mata.
"Ssst lihat, bukankah dia Orihime Inoue dari kelas tiga," bisik beberapa siswi.
"Dia tidak terlalu cantik, kenapa pria setampan itu mau menikah dengannya." Timpal seorang siswi berpenampilan sexy dan dandanan cukup menor.
Orihime berusaha menulikan kupingnya dan tidak mendengarkan ucapan dari para siswi mengenai dirinya. Orihime mempercepat langkah kakinya menuju kelas dan menemui Rukia sahabatnya.
SREK..
Saat Orihime membuka pintu kelas dan masuk semua teman-teman yang ada didalam terlihat menolehkan wajahnya dan menatap dirinya, sesaat Orihime terdiam dan cukup kaget melihat ekspresi dari teman-temannya.
"Se-selamat pagi." Sapa Orihime kikuk pada semua teman-temannya.
Orihime duduk dibangkunya dan menaruh tasnya, baru juga ia hendak membaca buku semua teman-temannya langsung mengelilinginya.
"Orihime, apa kabarmu?"
"Orihime-chan, apakah lukamu sudah sembuh,"
"Orihime..."
Gadis cantik bersurai oranye kecokelatan ini terlihat bingung dan heran dengan sikap dari teman-teman sekelasnya ini yang tidak biasa, untung saja Rukia datang dan menolong Orihime membubarkan teman-teman sekelasnya agar menjauh darinya.
GYUT~~
Orihime memeluk erat tubuh Rukia, "Selamat pagi Rukia-chan, aku merindukanmu," ucapnya girang.
"Selamat pagi juga Orihime," balas Rukia.
"Bagaimana keadaanmu, apakah lukamu sudah sembuh dan maaf aku tidak menjengukmu karena rumahmu dijaga ketat sekali," ucap Rukia yang merasa sedikit bersalah karena tidak bisa melihat keadaan Orihime.
"Tidak apa-apa kok Rukia-chan. Oh, ya! Aku merasa kalau ada yang aneh dengan teman-teman disekolah?" tanya Orihime penasaran.
"Mereka semua tahu kalau kau adalah istri Ulquiorra," jawab Rukia dengan setengah berbisik.
Kedua mata Orihime membulat sempurna, "A-apa?!" serunya kaget.
"Kenapa mereka semua bisa tahu Rukia-chan?" kali Orihime benar-benar bingung sekaligus penasaran karena teman-temannya mengetahui statsusnya.
"Memangnya kau tidak baca koran, majalah atau melihat telivisi?"
Orihime menggelengkan kepalanya, "Tidak."
Rukia menghela nafasnya cepat lalu meminta Orihime untuk lebih mendekat padanya, gadis cantik bersurai hitam pendek ini menceritakan semua yang terjadi disekolah selama Orihime tidak masuk sekolah juga mengenai hebohnya orang-orang diluar sana ketika mengetahui stasunya sebagai istri dari Ulquiorra, pria yang paling diincar oleh semua gadis kaya di Negeri ini.
Orihime cukup kaget mendengar kabar yang disampaikan oleh Rukia, dirinya tidak mengira kalau orang-orang akan membicarakannya bahkan masuk dalam berita utama dibeberapa koran dan majalah terkenal. Memang Orihime tahu kalau suaminya itu adalah pria kaya dan tampan tapi tidak pernah mengira kalau Ulquiorra adalah pria yang sangat populer dikalangan para gadis dan Nona kaya, Orihime baru menyadari kalau ia menikahi seorang pria yang sangat hebat.
"Banyak wanita yang iri padamu Orihime sekaligus patah hati setelah tahu kau adalah istri Ulquiorra," ucap Rukia.
"Aku tidak tahu kalau Ulquiorra seterkenal itu," kata Orihime polos.
"Jadi tak heran jika orang-orang mengataimu sebagai gadis paling beruntung karena menikah dengannya," goda Rukia.
Wajah Orihime bersemu merah mendengarnya dan merasa sedikit malu, "Kau bisa saja Rukia-chan."
Setelah berbincang-bincang dengan Rukia tak terasa bel pelajaran pertama dimulai, saat sang Sensei menyampaikan pelajaran Orihime terlihat menyimaknya dengan serius karena dirinya sudah ketinggalan pelajaran selama dua minggu terlebih dua bulan lagi ia akan ujian terakhir yang menentukan kelulusannya.
TING...TONG
Ahkirnya jam istirahat tiba, baru juga sang Sensei keluar dari kelas dan Orihime menaruh buku serta perlatan tulisnya kedalam tas teman-teman sekelasnya langsung mengelilinginya kembali dan kali ini mereka berlomba ingin mengajak Orihime untuk makan siang bersama. Orihime sangat kewalahan ketika teman-temannya berebut ingin makan siang bersamanya, padahal biasanya Orihime akan makan siang berdua dengan Rukia dibelakang sekolah atau diatap.
BRAK!
Rukia memukul keras mejanya, "Hentikan kalian semua!" teriaknya galak.
Semua orang terdiam dan tak berani berbicara lagi bahkan Orihime diam tak berani berkomentar melihat Rukia yang tengah marah.
Tanpa banyak bicara lagi Rukia menarik sahabatnya itu untuk keluar dari kelas dan pergi ketaman belakang dimana biasanya mereka akan makan siang bersama disana. Semua siswi merasa sangat sebal dan kesal karena Rukia tidak mengijinkan mereka untuk makan siang bersama dengan Orihime, padahal mereka ingin bisa dekat dengan Orihime. Keanehan tak hanya terjadi pada teman-teman sekelas Orihime saja bahkan banyak siswi dari kelas lain berbondong-bondong ingin makan siang dengan Orihime dan menjadi temannya, ini semua karena mereka semua tahu kalau Orihime adalah istri dari Ulquiorra, pria kaya dari kalangan Jetset.
Orihime senang karena semua orang ingin menjadi temannya, tapi kalau mereka semua ingin menjadi temannya hanya kerena memandangnya sebagai istri Ulquiorra, ia merasa sedih karena mereka semua tidak tulus. Karena bagi Orihime teman sejati tidak-lah memandang status atau-pun harta karena baginya itu semua tidak abadi, tapi dirinya merasa beruntung karene memiliki teman seperti Rukia yang mau menjadi temannya sebelum ia menjadi istri dari Ulquiorra padahal Rukia sendiri berasal dari keluarga bangsawan dan Nona kaya namun gadis cantik bersurai hitam pendek itu mau menjadi temannya yang hanya seorang gadis yatim piatu yang miskin.
"Terima kasih Rukia-chan, karena sudah mau menjadi temanku." Batin Orihime.
Rukia memandang aneh Orihime karena tersenyum penuh arti padanya, "Kau kenapa Orihime? Apa ada yang lucu dariku!?"
"Tidak, aku hanya merasa beruntung saja,"
"Maksudmu?" Rukia mengangkat sebelah alisnya.
GYUT~
Orihime memeluk erat tubuh Rukia, "Terima kasih karena sudah mau menjadi teman baikku,"
Seulas senyum menghiasi wajah cantik Rukia, "Kau ini."
*#*
Malam ini Orihime duduk didepan balkon kamarnya menikmati pemandang malam yang terhampar didepan matanya. Pandangan mata Orihime lurus kedepan seraya memikirkan tentang perkataan orang-orang mengenai dirinya dan berita-berita yang dibacanya, ada yang mengatakan kalau ia gadis pengoda dan bisa menikahi Ulquiorra karena menggodanya mengingat dirinya hanyalah gadis yatim piatu yang miskin. Hati Orihime merasa sangat sedih ketika mengetahuinya, walaupun ia menikah dengan Ulquiorra hanya karena sebuah ketidak sengajaan yang dilakukannya gara-gara menabrak dan menicumnya tepat dibibir Ulquiorra saat lari dari kejaran pria hidung belang.
Orihime sangat tahu kalau pria bermata Emerald itu memang tulus mencintainya tapi mengingat orang-orang diluar sana menggunjingkan dirinya membuatnya terus bertanya-tanya apakah keberadaan dirinya akan membuat malu juga susah bagi Ulquiorra. Karena sibuk dengan pikirannya saat ini Orihime tidak menyadari kalau Ulquiorra sudah selesai mandi dan berjalan mendekatinya.
Ulquiorra melingkarkan tangannya dileher sang istri, "Ada apa Hime?" tanyanya seakan mengerti perasaan hati gundah sang istri.
"Tidak ada apa-apa, Ulquiorra-kun," jawab Orihime dusta.
"Jangan berbohong padaku Hime," Ulquiorra melepaskan pelukkannya lalu duduk bersimpuh didepan sang istri.
Orihime tersenyum kecil memandang wajah tampan sang suami, "Kau sudah selesai mandi Ulquiorra-kun?" tanya Orihime yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
Ulquiorra meraih kedua tangan sang istri dan menggenggamnya lembut, dirinya tahu kalau sang istri tengah memikirkan sesuatu.
"Jangan mengalihkan pembicaran Hime, katakan padaku apa yang membuatmu gundah?" Tanyanya lembut.
Orihime terdiam sejenak dan memikirkan apa ia harus menjawab jujur pertanyaan sang suami namun Orihime tahu kalau tidak mungkin ia bisa berbohong padanya. Orihime menghirup nafasnya dalam dan menghembuskannya dengan cepat.
"Ulquiorra-kun, apakah kau tak malu menikah dengaku dan memiliki istri sepertiku?" tanya Orihime sendu.
Pria bermata Emerald ini tersenyum lalu mengecup kedua tangan sang istri, "Tidak. Lalu apakah kau malu menjadi istriku Hime?" tanya balik Ulquiorra.
Orihime menggelengkan kepalanya cepat, "Tidak."
"Aku tidak pernah malu memiliki istri sepertimu, aku malah merasa bangga dan senang kau menjadi istriku, Hime. Jangan pedulikan dan dengarkan orang-orang diluar sana mengenai dirimu," Ulquiorra merengkuh sang istri dalam pelukkan posesifnya.
Tes...
Tanpa sadar Orihime menteskan air matanya kemudian membalas pelukkan sang suami.
"Terima kasih karena sudah mau mencintai orang sepertiku, Ulquiorra-kun."
Ulquiorra melepasakan pelukkannya namun tak menjauhkan wajahnya dari Orihime, dengan perlahan ia mengusap lelehan air mata sang istri dengan ibu jarinya.
"Seharusnya aku yang berkata seperti itu Hime," Ulquiorra mendekatkan wajahnya lalu mencium lembut bibir merah sang istri selama beberap detik.
Rona merah menghiasi wajah Orihime, memang sudah sering Ulquiorra menciumnya bahkan berbuat lebih namun ia selalu merasa malu ketika sang suami menciumnya.
"Ayo kita masuk, disini sudah mulai dingin lagipula perutku sudah lapar." Ulquiorra beranjak bangun seraya menggengam erat tangan sang istri.
Orihime merasa sangat beruntung dan bahagia sekali mendapatkan suami seperti Ulquiorra, pria yang mencintainya dengan tulus dan menerima dirinya apa adanya. Bagi Orihime, sang suami adalah hadiah terindah dari Tuhan untuknya.
.
.
.
Sore ini teman-teman sekelas Orihime datang kerumahnya lebih tepatnya memaksa untuk datang berkunjung, mereka semua ingin memastikan apakah Orihime benar-benar istri dari Ulquiorra. Karena kemarin mereka membaca sebuah artikel berita dimajalah yang mengatakan kalau Ulquiorra terlihat menggandeng mesra seorang gadis cantik bersurai hijau panjang disebuah pesta, mereka berdua terlihat sangat cocok dan serasi sekali bahkan foto kedekatan mereka menjadi cover dibeberapa majalah ternama.
Teman-teman Orihime ingin memastikan apakah gadis bersurai oranye itu benar-benar istri dari Ulquiorra karena mereka juga tak pernah melihat Orihime diantar dijemput oleh Ulquiorra, memang gadis bermata abu-abu itu selalu naik turun mobil mewah tapi tetap saja mereka belum mempercayai sepenuhnya dengan status Orihime. Apalagi saat mereka datang gadis cantik bersurai hijau panjang yang ada didalam majalah menyambut kedatangan Orihime dan teman-temannya diruang tamu.
"Orihime-chan, apakah mereka teman-temanmu," Nelliel memandang satu persatu wajah teman Orihime.
"Ya," sahut Orihime.
Nelliel-pun bangkit dari sofa dan menghampiri Orihime dan teman-temannya, "Selamat datang di kediaman Schiffer," sapa Nelliel ramah.
"Selamat sore Nyonya Schiffer," ucap teman-teman Orihime bersamaan.
Nelliel tersenyum kecil mendengarnya, sebenanya ia ingin meralat perkataan dari teman-teman Orihime kalau nama belakangnya kini bukan lagi Schiffer melainkan Kurosaki mengingat ia sudah menikah bahkan mengandung anak dari Ichigo, namun itu tidak penting untuk dibahasnya.
"Selamat sore juga. Orihime-chan suruh mereka duduk, aku akan menyuruh pelayan untuk membuatkan minuman dan membawakan camilan kemari." ucapnya dan sedetik kemudian pergi ke dapur.
Teman-teman Orihime khususnya teman laki-lakinya terlihat terpesona dan terpana melihat kecantikan alami dari Nelliel, sang kakak ipar. Para gadis-pun mulai berbisak-bisik membicarakan Orihime dan mulai curiga pada teman sekelasnya itu bahkan berfikir kalau Orihime bukannya istri dari Ulquiorra melainkan pelayan dikediaman ini. Kebetulan hari ini Rukia tidak bisa ikut kerumah Orihime karena harus pergi menghadiri upacara minum teh bersama sang kekasih, Renji Abarai.
"Silahkan duduk teman-teman dan maaf aku akan kekamar sebentar untuk berganti pakaian," ucap Orihime.
Saat Orihime hendak pergi kekamarnya beberapa gadis berteriak ingin ikut kekamar Orihime, mereka penasaran apakah Orihime benar-benar satu kamar dengan Ulquiorra. Tapi mereka semua yakin kalau Orihime tinggal dikamar pelayan yang sempit.
"Orihime apakah kau tidak salah kamar?" tanya mereka menyakinkan pada Orihime kalau tidak salah kamar.
"Tidak. Ini memang kamarku, memangnya ada apa?" Orihime menatap bingung teman-temannya yang dirasa sedikit aneh.
"Apa kau yakin? Kamarmu ini sangat besar dan mewah sekali."
Orihime tersenyum kecil mendengarnya, "Jika kalian tak percaya, masuklah dan pastikan sendiri ini kamarku atau bukan?"
Saat masuk kedalam teman-teman Orihime dibuat takjub dengan suasana dan dekor kamar Orihime yang terlihat mewah juga berkelas, disaat mereka semua tengah sibuk mengamati setiap sudut kamarnya, Orihime sudah selesai mengganti pakaiannya dengan sebuah kaos santai dan celana jeans selutut. Dimata teman-temannya penampilan Orihime sangat sederhana sekali berbanding terbalik dengan penampilan Nelliel cantik dan elegan.
Setelah berganti pakaian Orihime menghampiri teman-temannya diruang tamu, Nelliel datang bersama dengan para pelayan datang membawakan minuman dan camilan untuk teman-teman Orihime.
"Terima kasih Lilly," ucap Orihime pada salah satu pelayan.
"Sama-sama, Nona Orihime." Balas Lilly ramah.
"Silahkan diminum tehnya dan dimakan camilannya," ucap Orihime.
Teman-teman Orihime-pun tanpa ragu menikmati hidangan yang disiapkan oleh para pelayan, Nelliel-pun pamit pergi dan kembali kekamarnya untuk beristirahat mengingat saat ini dirinya tengah hamil. Setelah kepergian Nelliel tanpa diduga oleh Orihime kalau beberapa teman perempuannya mulai berkata tak enak mengenai Orihime.
"Wanita itu cantik ya, juga cocok menjadi istri dari pemilik rumah ini," sindir salah satu teman perempuan Orihime.
"Benar sekali," sahutnya seraya melirik tajam pada Orihime.
Nyut~
Hati Orihime terasa sakit dan dadanya serasa tertusuk beribu jarum. Orihime hanya bisa menundukkan wajahnya dalam seraya megepalkan kedua tangannya erat, wanita cantik bermata abu-abu ini enggan berkomentar apapun pada teman-temannya.
BRUUMM
Sebuah mobil sport mewah berwarna merah memasuki kediaman keluarga Schiffer.
"Selamat datang Ulquiorra-sama." Sambut para pelayan ramah.
"Dimana Orihime?" tanya Ulquiorra karena tak melihat sang istri menyambut kedatangannya.
"Nona Orihime sedang berada diruang tamu bersama teman-teman sekolahnya," jawab salah satu pelayan sopan.
Ulquiorra-pun menyerahkan tas kerjanya pada Lilly dan meminta untuk menaruhnya diruang kerja. Ulquiorra berjalan menemui Orihime diruang tamu sekaligus ingin menyapa teman-teman sang istri. Namun saat berada diujung lorong dekat ruang tamu telinganya mendengar para gadis tengah menyindir sang istri, hatinya serasa panas mendengarnya seenak saja mereka berbicara seperti itu mengenai Orihime.
TAP..
Ulquiorra semakin mempercepat langkah kakinya dan saat melihat sosok sang istri didepannya Ulquiorra langsung menghampirinya.
Cup'
Ulquiorra mengecup pelan pipi kanan Orihime, "Aku pulang,"
Semua teman-teman Orihime kaget dan membulatkan mata tak kala pria tampan bersurai hitam itu mencium Orihime.
"K-kau sudah pulang Ulquiorra-kun," serunya.
"Ya dan mana ucapan selamat datangmu padaku Hime?" tanya Ulquiorra lembut.
Orihime agak sedikit salah tingkah dan terlihat enggan melakukannya tapi ia tidak bisa menolak perintah sang suami.
"Selamata datang," sambut Orihime seraya mengecup singkat bibir sang suami.
Wajah Orihime merah padam ketika harus melakukannya terlebih didepan teman-temannya tapi ini sudah kebiasaan Orihime jika menyambut kedatangan Ulquiorra ketika pulang kerja jika tidak dilakukannya bisa dipastikan kalau Ulquiorra akan marah alias ngambek padanya.
Sementara itu semua teman-teman Orihime terdiam dan terpana melihat wajah Ulquiorra yang sangat tampan bahkan lebih tampan dari gambar yang mereka lihat dimajalah atau-pun internet.
"Ulquiorra-kun, aku ingin kau bertemu dengan teman-teman sekolahku,"
Ulquiorra menolehkan wajahnya dan menatap teman-teman Orihime, "Selamat malam, aku adalah Ulquiorra Schiffer suami dari Orihime. Semoga kalian senang berkunjung kemari," ucap Ulquiorra seraya memperlihatkan senyum terbaiknya.
HYUNG~~
Hati para gadis dibuat terpana melihat senyuman maut dari Ulquiorra yang langsung membuat hati mereka berdebar-debar. Mereka semua tidak mengira kalau suami Orihime benar-benar pria yang sangat tampan, mereka jadi iri pada Orihime karena mendapatkan suami seperti Ulquiorra.
"Se-se-selamat malam juga Tuan Ulquiorra." Sapa mereka semua bersamaan dengan gugup.
"Ulquiorra-kun, kenapa kau pulang cepat bukankah kau bilang ada pertemuan penting diluar kota?" tanya Orihime.
"Aku meminta Nemu yang mewakiliku lagi pula aku ingin cepat pulang menemui istriku dirumah," Ulquiorra mengusap lembut puncak kepala sang istri.
Para gadis terlihat sangat iri melihat Orihime diusap oleh Ulquiorra dan mau tidak mau mereka kini percaya kalau Orihime benar-benar istri dari pria tampan yang ada didepan mereka saat ini, memang benar apa yang dikatakan oleh orang-orang diluar sana mengenai Orihime yang disebut gadis beruntung atau mungkin paling beruntung di Negeri ini kerena menikah dengan orang setampan dan sehebat Ulquiorra Schiffer yang kekayaannya mungkin tidak akan pernah habis tujuh turunan.
Semua teman-teman Orihime pamit untuk pulang dan sangat berterima kasih atas jamuan mereka juga meminta maaf pada Orihime, karena meragukannya sebagai istri dari Ulquiorra dan ternyata gadis bersurai hijau panjang itu adalah kakak kandung Ulquiorra yang berbeda ayah namun satu ibu.
"Terima kasih karena sudah mau datang berkunjung. Hati-hati dijalan kalian semua." Ucap Nelliel seraya melambaikan salah satu tangannya mengantar kepulangan mereka semua.
.
.
.
Hari ini Nelliel dan Ichigo akan pulang ke Amerika setelah hampir satu bulan berada di Jepang untuk merawat dan menjaga Orihime hingga sembuh. Sebenarnya Nelliel enggan untuk pulang ke Amerika dan masih ingin berada di Jepang terlebih ingin dekat dengan sang adik juga Orihime tapi dirinya tak boleh egois dan keras kepala mengingat Ichigo memiliki sebuah rumah sakit besar di sana untuk di urusnya. Walaupun berat hati Nelliel dan sang suami kembali ke Amerika.
"Jaga kesehatanmu Orihime-chan, aku akan sangat merindukanmu," Nelliel memeluk erat tubuh sang adik ipar.
"Ya, kakak juga jaga kesehatan dan kandungamu, hubungiku kami berdua kalau kau melahirkan karena aku ingin melihat keponakanku," ucap Orihime.
"Itu pasti. Lalu kau sendiri kapan menyusulku punya anak?" goda Nelliel disertai kekehan.
Blush
Wajah Orihime merona merah mendengarnya, "I-itu..." Orihime tergagap.
"Bukankah kau sudah melakukannya bahkan sering,"
Orihime menudukkan wajahnya dalam dan malu menatap wajah sang kakak ipar. Memang benar kalau ia sudah melakukan hubungan suami istri dengan Ulquiorra tapi Orihime melakukannya baru sekali karena setelah itu dirinya mengalami kejadian penusukkan dan sampai saat ini Ulquiorra belum menyentuhnya sama sekali.
"Berjuanglah Orihime." Nelliel memberikan semangat dan Orihime hanya bisa tertawa kecil mendengarnya.
Nelliel dan Ichigo kembali ke Amerika dengan mengendari jet pribadi milik Ichigo.
"Terima kasih untuk semuanya kakak, Ichigo." Ucap Ulquiorra sesaat sebelum keduanya menaiki pesawat.
"Jaga dirimu Ulquiorra dan semoga cepat mendapatkan anak, agar anakku ada teman bermainnya nanti." Nelliel mengedipkan sebelah matanya menggoda sang adik.
Rona merah tipis menghiasi wajah tampan Ulquiorra, "Itu pasti." Sahutnya penuh percaya diri.
Setelah kepulangan Nelliel dan Ichigo suasana rumah terasa sepi sekali karena biasanya Orihime akan bersenda gurau dengan sang kakak ipar, membicarakan mengenai masa kecil Ulquiorra atau yang lainnya bahkan mengajari Orihime tips bagaimana saat diatas ranjang. Orihime merasa senang dengan kehadiran Nelliel dirumah ini karena ia merasa seperti memiliki kakak perempuan sekaligus seorang ibu dan Orihime benar-benar merasa kehilangan dan merindukan Nelliel.
Saat ini Orihime dan Ulquiorra tengah berbaring santai didalam kamar.
Orihime terlihat menyenderkan kepalanya didada bidang sang suami, "Ulquiorra-kun," pangggil Orihime.
"Nanti kalau kakak sudah melahirkan aku ingin ke Amerika untuk melihatnya,"
"Iya, aku akan menemanimu," Ulquiorra asik memainkan rambut sang istri.
"Tadi kakak bertanya, kapan aku hamil?" tanya Orihime polos yang tanpa sadar membangunkan gairah Ulquiorra yang selama ini terpedam dan diredamnya.
GREP...
Ulquiorra memeluk Orihime dengan erat, "Apakah lukamu sudah sembuh dan membaik Hime?"
"Ya, lukaku sudah mengering dan tak terasa sakit sama sekali. Memang ada apa?" Orihime memandang wajah sang suami bingung.
"Bagaimana kalau kita memberikan teman untuk anaknya kakak," usul Ulquiorra.
"Maksudmu?" Orihime merasa perasaannya tidak enak dan benar saja tib-tiba saja Ulquiorra menciumnya dalam.
Tak hanya itu saja salah satu tangan Ulquiorra masuk kedalam bajunya dan meremas erat dadanya, kalau sudah begini Orihime sudah tahu apa yang selanjutnya terjadi. Mungkin sebentar lagi Orihime benar-benar akan hamil mengingat saat ini adalah masa suburnya.
TBC
A/N : Masih adakah yang ingat dengan Fic ini, mohon maaf kalau lama updatenya dan feellnya tidak terasa #Bungkuk badan.
Inoue ingin segera menamatkan Fic ini karena merasa alur ceritanya jadi melenceng jauh dari plot yang Inoue buat dulu. Tapi Inoue juga tak mau terburu-buru menyelesaikan takut nanti endingnya dipaksakan. Inoue tulis untuk chapter ini lebih dari lima ribu kata karena tadinya pengen dipotong tapi takut kependekan, semoga ga bosan dan kepanjangan saat membacanya^^
Inoue ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada siapapun yang sudah mau membaca Fic ini yang bisa dibilang sudah mulai berdebu hehehe^^.
Jika berkenan Read anda Riviewnya.
Inoue Kazeka.
