Yaoi, Boys Love, Marriage Life, Drama, Angst

Lenght : Chaptered

Main Cast : Kray/FanXing/KrisLay/KrisBaek

-And member EXO at next chap!

KRAYEOL KAMBEEKKK! Dengan ff lama! :D

Fuuhhh.. Rasanya kek bikin ff baru pas ngereemake bahasa ff yang aslinya ngalor-ngidul sok korea2-an(?) ini jadi ngaak ALAY lagi. Capek banget -_-

Note Lama : Ini adalah salah satu FF yang udah pernah KraYeol post di fp. Itu udah lama bnget dan terjadi beberapa perbaikan kalimat disini (Tau lah kalo dulu ff KraYeol bahasanya MALU-MALU'IN BANGET!). Dan yang paling penting, KraYeol nge-remake salah satu cast yang awalnya 'Luhan' menjadi 'Baekhyun' (skarang nambah cast 'Baekhyun' jadi 'Minseok'). Jadi buat reader yang udah pernah baca ni ff jangan heran ya, sama castnya yang tiba-tiba aja berubah. Jujur, KraYeol ga bisa lanjutin ff ini kalo cast 'uke' satunya lagi itu masih Luhan! Kan Luhan seme sekarang O.o!

Yaudah, sekian dari KraYeol.

Mempersembahkan..

~With This Love~

Happy Reading For..

Chapter 2

.

.

.

Jam 09:30 malam

Yixing terdiam diranjangnya yang cukup luas. Sesekali mengusap permukaan disebelahnya dalam keheningan. Membayangkan entah kapan orang yang ia cintai kini, akan menempatinya, dan berbagi hangatnya cinta dengannya.

Dan untuk sekarang, kalau Yixing boleh jujur, dia benar-benar tak bisa tidur, sungguh!

Yixing menatap langit-langit kamarnya sejenak. Kemudian kedua matanya beralih menatap dinding yang menjadi pemisah antara kamarnya dan kamar Baekhyun. Helaan nafas lambat berhembus pelan dari celah bibir Yixing. Menandakan kalau suasana hatinya benar-benar sedang tidak senang untuk sekarang.

Yixing tidaklah ingin bersikap buruk. Karena bagaimanapun, Baekhyun juga merupakan 'suami' Kris, bukan hanya dirinya. Dan tidak seharusnya Yixing begini. Tapi...

Yixing cemburu..

Dengan perasaannya yang kian tak menentu, Yixing mulai berbaring dan memejamkan kedua matanya erat-erat. Bibirnya membentuk pola cemberut tanpa ia sadari. Kedua sinar matanya berpendar sayu ketika suara-suara desahan Yifan dan Baekhyun dari kamar sebelah terus menggema sebagai bukti kalau kedua insan itu tengah memadu cinta. Yixing tidak ingin menjadi sirik, tapi hatinya benar-benar iri dan siapapun yang berada diposisinya sekarang, pastilah juga merasakan hal yang sama.

Oh Tuhan..

Mungkin karena ini baru permulaan. Iya! Yixing tidak seharusnya berfikiran seperti ini untuk sekarang. Dan dia harus bersabar hati untuk menanti waktunya sendiri.

Yixing terus mencoba menenangkan suasana hatinya malam itu.

.

.

.

Paginya...

Yixing terbangun dari tidurnya, meski tidaklah terlalu nyenyak. Lelaki manis itu melangkahkan kakinya kekamar mandi setelah melepaskan headset yang menjadi teman tidurnya sepanjang malam.

Yixing membersihkan diri dengan santai namun cekatan mengingat hari masih sangat pagi. Karena sebagai 'suami' yang baik, dia tentu harus menyiapkan sarapan pagi untuk penghuni rumah. Dia yakin Baekhyun mungkin sedikit lelah akibat aktifitasnya semalam bersama Kris. Dan Yixing cukup tahu diri untuk tidak terlalu perhitungan akan hal itu.

.

.

.

Di ruang makan keluarga Wu..

"Aku selesai.." Kris menyudahi sarapan paginya setelah meneguk segelas susu hangat buatan Yixing yang diberikan Baekhyun untuknya.

Kedua laki-laki selain Kris disana serempak menoleh kearah lelaki tinggi itu.

Kris berdehem sejenak. "Aku akan berangkat sekarang." Gumamnya pelan.

Yixing dan Baekhyun sama-sama mengangguk atas perkataan sang kepala keluarga. Kris beranjak dari kursinya dan mengambil tas kerjanya dimeja ruang tamu lalu berjalan keluar. Diikuti oleh kedua pendamping hidupnya kini, siapa lagi kalau bukan Yixing dan Baekhyun.

Sementara diluar, sopir pribadi Kris sudah menunggu dan sesekali membungkukkan badannya saat bertatapan dengan tuan-tuannya. Yixing tersenyum ramah pada Chen dan lelaki muda itu balas tersenyum sopan kearah Yixing.

"Hati-hati dijalan, oke?" Baekhyun membenarkan sedikit letak dasi Kris sembari merapikan jas kerjanya.

Kris mengangguk sembari tersenyum kecil. Sebelah telapak tangan besar miliknya terayun untuk mengusap sayang rambut halus Baekhyun. Baekhyun masih berdiri disana, tepat didepan Kris, membuat yang lebih tinggi menatap anak itu masih dengan senyuman tipis yang menghiasi bibirnya. Kris memajukan badannya sedikit, menunduk lalu mengecup singkat bibir Baekhyun.

Hendak melangkah, namun Kris berbalik lagi dan mendekati Yixing yang berdiri tak jauh dibelakang Baekhyun.

"Xing, Aku pergi dulu.." Menarik kepala Yixing mendekat kemudian memberikan satu kecupan dikeningnya. Kris menghela nafasnya setelah itu.

"O_Iya.." Yixing juga mengangguk pelan sebagai respon. Agak kaget mengingat ini adalah komunikasi pertama dia dan Kris semenjak mereka menempati rumah ini. Yixing menundukkan kepalanya, menyembunyikan tatapan irinya ketika Yifan hanya memberinya kecupan dikening. Berbeda dengan apa yang Baekhyun dapat.

Yang paling tinggi disana mulai melangkah mendekati mobil. Baekhyun melambaikan tangannya dengan semangat seraya tersenyum senang. Yixing yang berdiri dibelakang Baekhyun ikut melambaikan tangannya, dalam diam.

Mobil pribadi Kris segera melesat meninggalkan halaman rumah. Meninggalkan rumah beserta dua orang laki-laki yang kini menjadi teman hidupnya. Dua orang lelaki cantik yang kini tengah berdiri diambang pintu dengan suasana hati yang berbeda.

'Kau tidak adil Kris~'

.

.

.

Sebelah tangan Kris bertengger dibahu kanannya, memijit daerah itu sembari meringis-ringis kecil. Dia merasakan tubuhnya sedikit pegal bahkan sejak tadi pagi ia berangkat kekantor.

Ck! Apa dia terlalu semangat semalam?

Kris menggeleng diantara langkah kakinya yang berayun santai menuju keruang kerjanya sendiri. Rapat baru saja berakhir. Bersyukur karena pertemuan kali ini memakan waktu yang cukup sedikit. Jadi Kris rasa dia bisa istirahat sejenak diruangannya sebelum memulai pekerjaannya kembali.

Kedua mata Kris tengah melirik kearah jam tangannya ketika dirinya sampai didepan pintu masuk ruang kerjanya.

Kriett..

Pitu ruangan terbuka. Kris agak terlonjak ketika mendapati seseorang yang sedang duduk dikursi kerjanya. Langkah kaki lelaki tinggi itu spontan terhenti.

"Kau.. Siapa?" Tanya Kris to the point kearah orang yang tengah duduk santai dengan wajah yang tertutupi selembar kertas entah apa itu.

"Ck! Bisakah kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk Kris Wu..."

Seseorang itu berbicara. Dan suaranya...

Kenapa terdengar tidak asing?

Kris masih berkutat dengan fikiranku sendiri, rasa heran sekaligus penasaran seketika hinggap dikepalanya. Sebelah alis Kris naik tanda tak mengerti.

"Tapi ini ruang kerjaku. Dan kau_"

Orang itu menurunkan kertas yang menutupi wajahnya. Lagi-lagi Kris dibuat terkejut_

"Minseok?! Kim Minseok? Benarkah?_"

"Ya ya.. Ini Aku. Kau masih mengenalku Kris Wu~...?" Ujar lelaki manis yang Kris kenal dengan nama Kim Minseok atau biasa dipanggil Minseok itu.

Kris akhirnya tersenyum lebar sembari memutar bola matanya. "Aish! Kukira siapa..Kau mengagetkanku Minseok!"

"Haha~.."

Tak ingin membuang waktu lagi, Kris segera menghampiri Minseok. Perlu diketahui, dia teman masa SMA Kris dan Yixing. Sungguh tak disangka kini Minseok berada dihadapan Kris setelah lama tak jumpa.

Kedua lelaki itu berpelukan sejenak, melepas rasa rindu terhadap teman lama.

"Kapan kau kembali ke Korea? Kenapa tidak mengabari?" Tanya Kris semangat.

"Aku baru saja sampai satu hari yang lalu Kris.." Jawab Minseok sembari tersenyum lebar.

"Lalu pekerjaanmu di China bagaimana? Apa kau pindah ke Korea?" Yifan tak berhenti menanyainya.

"Aku masih bekerja di China.."

Yifan mengeryitkan dahinya sedikit. "Lalu? Kau ke Korea hanya untuk bertemu denganku?" Candanya kemudian.

"Ish! Percaya diri sekali kau!_" Minseok memberikan tinjuan ringan dilengan Kris, yang disambut kekehan pelan dari lelaki yang lebih tinggi. "_Aku kesini terlebih dahulu bukan berarti aku merindukanmu! Aku bahkan lebih merindukan Yixing.." Ujar Minseok sembari mencibir. "_Jadi, bisa kutahu dimana dia sekarang?"

Tawa Kris perlahan mereda. Namun tak sepenuhnya berhenti karena dia masih menyisakan senyuman dibibirnya. "Yixing dirumah.." Jawabnya acuh tak acuh.

"Ekhem_" Minseok menyeringai sedikit sambil mengangkat kedua alisnya dan menatap kearah Kris dengan tatapan aneh. "_Kudengar kalian...Sudah menikah ya~.." Godanya tanpa bisa ditahan.

"Eoh?_" Kris menggaruk tengkuknya sedikit. Agak salah tingkah juga mendengar ucapan Minseok. Dari mana dia tahu? Ringis Kris didalam hatinya. "_Eung_Iya_"

"Dan kalian tak mengundangku?! Teman macam apa kalian?!"

"Astaga!_" Reflek Yifan memukul kepalanya sendiri. Ia yang semula menyandarkan punggungnya kesisi meja, sama seperti Minseok, spontan mengangkat tubuhnya dari sana. Berdiri dengan panik dihadapan Minseok. "_Kenapa aku bisa lupa?_" Tanyanya bodoh. "_Ya tuhan~ Maafkan aku Min! Tapi aku benar-benar lupa! Ya ampun.."

Minseok masih bersidekap dada sembari menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. "Ck! Kalian ini, benar-benar.. Tidak setia kawan! Melupakanku dihari sepenting itu? Ckck..." Minseok pura-pura berdecak tanda sebal.

"Maafkan aku Minseok. Aku benar-benar_"

"Ya sudah_" Minseok kembali memasang senyumannya. "_Selamat ya~ Aku tak marah kok. Hehe_"

Kris menjabat tangan Minseok yang tengah terkekeh pelan didepannya. Menatap Minseok dan tangannya yang terulur bergantian dengan raut wajah menyesal. Sial sekali karena dia benar-benar lupa semuanya ketika pernikahan berlangsung. Salahkan perjodohan tiba-tiba yang ia alami juga pernikahan tak terduganya bersama Yixing dan Baekhyun!

Kris tahu kalau Minseok tak benar-benar marah padanya, tapi tetap saja! Sebagai seorang sahabat Kris merasa amat bersalah karena tak mengundang Minseok dihari pernikahannya. Bodoh bukan?

Kris masih meringis ketika Minseok melanjutkan kata-katanya kembali.

"Nah! Sekarang... Bisakah kau ceritakan kronologisnya?_" Minseok berbicara dengan mata berbinar. "_Bukankah.. kau dan Yixing itu.. saudara tiri?~"

"Tapi kami tidak sedarah.." Ralat Yifan.

"Iya iya. Jadi, apa yang sebenarnya_.."

"Kami dijodohkan Min."

"Hah?"

.

.

.

Dikediaman keluarga Wu

Yixing kini tengah disibukkan oleh beberapa peralatan dapur. Memasak berbagai macam makanan untuk sarapan mereka nanti mengingat sebentar lagi Kris akan segera pulang kerja.

Sedang asyik memasak..

"Yixing-ah~..."

Yixing memutar tubuhnya kebelakang dan mendapati Baekhyun tengah berdiri dipintu dapur dengan senyum cerahnya. Rambutnya sedikit basah, mungkin dia baru saja siap mandi dan keramas.

"Iya Baek?"

"Sedang masak apa?" Baekhyun mendekati Yixing yang masih sibuk menggoreng. Mensejajarkan posisi berdirinya disebelah Yixing. Mengintip pekerjaan lelaki yang lebih tua darinya itu.

"Hanya Dubboki.." Yixing yang ramah membalas pertanyaan Baekhyun dengan seulas senyum.

Sejenak keheningan menguasai suasana dapur..

Sebenarnya Yixing merasa agak canggung ketika dirinya hanya berdua seperti ini dengan Baekhyun. Ditambah lagi dengan lelaki disebelahnya yang hanya diam beberapa saat sambil mengamati pekerjaannya.

Namun tak sampai semenit kemudian, Baekhyun kembali membuka suara..

"Eng_Xing~ Bisakah kau membantuku untuk sesuatu?" Pinta Baekhyun yang membuat Yixing sedikit mengeryitkan dahinya tanda heran.

"Iya. Apa Baek?" Tanya Yixing penasaran.

Baekhyun menggigit bibir bawahnya ragu. Melihat gelagat Baekhyun, entah kenapa Yixing merasakan ada firasat buruk. Jangan bilang Baekhyun mau meminta macam-macam saat ini!

Berpisah dengan Kris misalnya? Oh tuhan~ Jangan sampai..

"Bisakah kau mengajariku memasak? Aku tidak bisa masak Xing~"

"Eoh_?" Yixing menatap heran Baekhyun yang kini menundukkan kepalanya dengan bibir manyun. Selanjutnya..

Tawa Yixing pecah mendengar pernyataan polos Baekhyun barusan. Untuk mengatakan hal kecil seperti itu saja, Baekhyun sepertinya kesulitan sekali. Yixing terkekeh pelan sembari geleng-geleng kepala.

Astaga Baekhyun!

Hampir saja anak itu membuat Yixing jantungan! Ckckck

Baekhyun ikut tertawa akan kebodohannya. "Eum~ Jadi?"

"Dengan senang hati!" Yixing kembali mengayunkan spatula ditangannya, mengaduk dubboki yang belum benar-benar matang. Masih sambil menggeleng-geleng pelan akan tingkah menggemaskan baekhyun.

"Woaah. Terimakasih Yixing!" Baekhyun segera merangkul pundak Yixing sembari tertawa senang.

Senyum sumringah mengembang dikedua belah bibir lelaki manis itu. Keduanya kini sedang asyik dengan peralatan dapur. Sesekali ocehan tak penting Baekhyun menginterupsi kegiatan mereka.

Namun, tak sengaja Baekhyun menyenggol minyak goreng hingga benda itu terjatuh dan berceceran dilantai. Baekhyun menatap lantai kemudian menatap Yixing dengan ekspresi bersalah. "Xing~.. Aku tak sengaja.." Adunya.

Yixing hanya tersenyum lembut pada Baekhyun seraya berkata. "Tidak apa-apa Baek, selesaikan ini dulu, nanti kita bersihkan, Oke?"

Baekhyun mengangguk. Seyumannya mengembang lagi. Dan keduanya kembali melanjutkan aktifitas dapur sambil sesekali tertawa renyah. Melupakan sejenak status mereka yang sebenarnya bisa dibilang cukup memprihatinkan itu. Mereka, para 'suami' dari satu orang lelaki yang sama. Terdengar miris bukan?

.

.

.

Sementara itu dikantor Kris..

"Apa?! Jadi kau menduakannya?!"

"Bukan begitu Minseok. Siapa bilang aku menduakannya?"

"Kris?!" Minseok tampak kesal dengan sahabatnya itu. Ia tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya saat mengetahui Kris menikahi dua lelaki sekaligus. Dan diantaranya ada Yixing, sahabat yang paling disayangi Minseok.

Yah. Minseok sudah mendengar segalanya. Kris sudah menceritakan kisah hidupnya yang berakhir dengan menikahi dua lelaki sekaligus itu. Tapi entah kenapa, Minseok malah merasa tak terima saat mengetahuinya!

Sebenarnya bukan apa-apa, hanya saja Minseok mengetahui, sudah sejak lama malah, ia tahu kalau Yixing mencintai Kris! Bahkan sejak mereka masih duduk dibangku sekolah menengah atas!

Jadi apa-apaan kabar yang ia dengar sekarang?!

"Kenapa kau tega melakukan itu Kris?" Tanya Minseok lagi. Masih shock. Antara percaya dan tidak percaya dengan pengakuan Kris.

"Tapi aku juga mencintai Baekhyun Minseok.."

'Persetan dengan itu! Yixing bahkan juga mencintaimu dan kau tidak tahu? Dasar bodoh!' Bathin Minseok yang tiba-tiba saja menjadi geram.

"Lalu Yixing?" Minseok berguman singkat.

"Aku menyayanginya_" Kris nampak berfikir sejenak, mengurut pelipisnya yang terasa sedikit pusing. "_Sudahlah Min, ini juga kemauan Yixing." Keluh Kris yang masih menceritakan kisah pelik yang menerpa hidupnya.

"..."

Alis Kris bertaut. "Kau marah padaku? Yixing saja tidak marah. Percayalah, Yixing sama sekali tak tersakiti dengan semua ini.."

Minseok mendengus. "Itu menurutmu!"

"Jangan membuatku pusing Kim Minseok, Jangan mempermasalahkannya la_"

"Haahh.. Sudahlah!_" Minseok mengibaskan tangannya didepan muka. Tanda kesal. Ia kemudian bersidekap dada. "_Sebenarnya ini memang bukan hakku. Tapi serius! Mungkin hanya aku yang terlalu berlebihan. Dan semoga tidak ada orang lain yang juga merasakan ini, tapi_" Minseok menepuk pundak Kris sekali. "_Aku, sebagai sahabat baikmu, sangat kecewa mendengarnya Kris!"

Kris mengangkat wajahnya yang semula menunduk guna menatap Minseok. "Kalau begitu aku minta maaf atas nama Yixing.." Desah Kris putus asa. Dia tentu tahu kalau Yixing merupakan sahabat yang paling Minseok sayangi melebihi siapapun.

Mendengar itu, Minseok menyandarkan lagi tubuhnya kemeja kerja Yifan. "Aku tiba-tiba jadi merindukan anak itu!" Minseok menghembuskan nafas kasar dari mulutnya. Terlihat enggan menatap Kris.

Sementara Kris hanya terdiam dengan perasaan tak enak disebelah Minseok saat ini..

Sekali lagi, berita ini benar-benar mengejutkan untuk Minseok. Tapi ia tak habis fikir, kenapa ibu Kris hanya memberitahunya kalau Kris sudah menikah dengan Yixing? Tanpa menyebutkan nama 'Baekhyun' disana?

Akhirnya Minseok memutuskan untuk tak banyak bicara lagi. Ia diam bukan berarti ia rela Yixing, sahabat baiknya tersakiti begitu saja. Minseok fikir, dia hanya perlu diam untuk sekarang. Tak mau menyampaikan secara langsung segala yang diketahuinya tentang perasaan Yixing pada Kris. Karena jika memang Kris sosok yang peka, maka dialah yang akan menyadarinya sendiri nanti!

.

.

.

Next Time

Beradu argumen dengan Minseok cukup membuat otak Kris kembali lelah. Ia sudah menyelesaikan beberapa pekerjaannya setelah Minseok akhirnya pamit pulang.

Sebenarnya masih ada beberapa dokumen yang masih belum terselesaikan oleh Kris akibat percakapan panjangnya dengan Minseok. Tapi tak apalah, ia juga sangat merindukan Minseok, teman lamanya itu. Dan Kris juga sudah tak sabar untuk memberi tahu Yixing kalau Minseok kini berada di Korea.

Kris memasuki mobil pribadinya untuk kembali pulang kerumah, yang dikendarai oleh Chen tentunya, sopir pribadi Kris. Selama menempuh perjalanan pulang, Kris tak henti-hentinya memikirkan semua perkataan Minseok.

.

.

.

Dirumah..

Kris berjalan santai memasuki rumah tempat kediamannya bersama kedua 'suami'nya. Keadaan ruang tamu cukup sepi. Sempat Kris berfikir, kemana Yixing dan Baekhyun? Namun sedetik kemudian, Kris tertarik untuk melangkahkan kaki panjangnya mendekat kearah asal suara dari dapur.

Tanpa sadar seulas senyum menghiasi wajah tampan seorang Kris Wu saat melihat kedua pendamping hidupnya kini tengah bercanda ria dengan ditemani beberapa peralatan dapur.

Tak ada yang menyadari keberadaannya. Kris memilih diam dulu. Entahlah, ia menyukai pemandangan yang kini tersaji didepannya. Melihat para 'suami' yang begitu akur, begitu melegakan bagi Kris.

Kris melipat kedua tangannya didada sembari menyenderkan tubuhnya dipintu dapur. Sementara itu, senyuman indah masih terpatri dibibirnya. Karena dihadapannya kini, Yixing dan Baekhyun masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

"Xing... Airnya mana?"

"Oh, Sebentar biar kuambilkan." Yixing mendekati panci yang berisi air panas. Kemudian mengangkatnya dengan hati-hati menuju ketempat Baekhyun berdiri. Ingat, minyak masih berceceran dilantai dan benar, suatu hal yang tak diinginkanpun terjadi!

Tak sengaja Yixing terpeleset dan_

Brak...

Prang.. (Anggap suara panci jatuh)

"Akhhh!" Baekhyun segera memegang kakinya yang terkena cipratan air panas. Sementara Yixing jatuh terduduk sambil meringis memegangi pinggangnya yang sukses menghantam lantai yang licin. Jangan lupakan tangan kirinya yang juga terkena siraman air mendidih itu.

"ASTAGA!" Reflek Kris langsung berlari menghampiri keduanya.

Yixing dan Baekhyun menatap Kris bersamaan saat Kris berjalan panik kearah_

_Baekhyun!

Dalam sekejap, Baekhyun sudah berada dipangkuan Kris, jelas sekali raut wajahnya yang terlihat sangat panik dan khawatir. Yixing yang menyaksikannya hanya mampu menggigit bibirnya kuat-kuat. Jelas, dalam insiden ini sebenarnya ialah yang paling parah. Tapi sepertinya yang ada dalam fikiran Kris hanya Baekhyun.

Yixing pun hanya terdiam sambil terus menahan rasa sakit dibadannya sekaligus_

Hatinya..

Lagi-lagi rasa cemburu itu..

Meski Yixing juga kesakitan, tapi ia juga sangat merasa bersalah pada Baekhyun. Sebab jika bukan karena keteledorannya, maka kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi.

Yixing memutuskan untuk meminta maaf. "Baekhyun. Maafkan_"

"YI XING! APA YANG KAU LAKUKAN?!"

Deg!

Terkejut. Bukan, lebih tepatnya sesuatu terasa menghantam jantung Yixing dengan sangat keras saat mendengar suara menggelegar Kris tiba-tiba membentaknya. Yixing terkesiap. Ia mengangkat wajahnya dan balas menatap tatapan tajam yang Kris tujukan tepat dikedua matanya.

Kris membentaknya?

Benarkah... Kris membentaknya?

Sumpah demi tuhan, seumur hidup Kris tak pernah membentak Yixing sebelum ini!

Yixing merasa tak mampu berkata. Wajahnya hanya tertunduk dengan sendirinya setelah itu. Dia shock. Tak ingin menatap Kris lebih lama lagi. Karena tatapannya saja, sudah cukup membuatnya terluka. Tanpa Yixing sadari, setetes air mata turun menelusuri pipinya, keluar begitu saja tanpa bisa ia tahan.

Masih bisa Yixing dengar suara erangan Baekhyun mengeluh sakit dipelukan Kris. Dan Yixing hanya mampu diam sembari menatap nanar kearah lantai. Lengannya juga sangat sakit sekarang. Dan Yixing merasa amat sedih karena bukan hanya Baekhyun yang Kesakitan. Dia juga sakit! Tapi kenapa hanya Baekhyun yang Kris peluk? Kenapa hanya Baekhyun yang Kris berikan perhatian?

Oh Tuhan. Yixing merasa ia begitu labil ketika dirinya selalu berhasil dikuasai perasaan bernama cemburu itu. Namun Yixing benar-benar tidak bisa menahannya!

Kedua sisi pipi Yixing memanas, lelaki itu masih menundukkan wajahnya. Dalam situasi seperti ini Yixing benar-benar tak bisa menahan air matanya lagi. Iya, Yixing memang cengeng! Dia akui itu. Namun suara bentakan Kris barusan benar-benar berhasil melukai perasaannya.

Grep~

Yixing merasakan sebuah tangan menggenggam jemarinya erat, rasanya hangat. Lelaki manis itu mengangkat wajahnya pelan-pelan. Membalas kembali tatapan dari sosok pemilik tangan kini tengah menggenggam tangannya. Yixing dapat melihat kedua sorot mata Kris yang semula tajam berubah sendu, menatap kearahnya dengan raut wajah menyesal. Lelaki itu menggumamkan sebuah kata pelan_

"Maaf. Maaf.. Aku tak bermaksud membentakmu~" Sesalnya.

Bukannya berhenti, air mata Yixing malah semakin deras keluar. Namun ia mengangguk mendengar ucapan bernada sesal yang keluar dari mulut Kris. Yixing mencoba menelan isakannya ketika jemari-jemari panjang yang semula menggenggam tangannya, kini malah beralih kearah pipinya. Mengusap air mata Yixing dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

"Jangan menangis. Maafkan aku~"

Yixing mengangguk lagi, kali ini lebih banyak. Namun tetap membiarkan air matanya terus keluar sementara Kris masih mengusap bagian pipinya yang basah dengan amat lembut. Yixing semakin merasa iba hati merasakan perlakuan Kris..

Apa yang seharusnya ia perbuat dengan perasaannya?

.

.

.

"Kita akan kerumah sakit_" Kris menatap Yixing lagi. "_Kau masih bisa berjalankan? Kita kerumah sakit sekarang ya? Aku akan menggendong Baekhyun. Sepertinya ia tidak bisa berjalan untuk saat ini." Ujar lelaki tinggi itu lagi. Penuh kelembutan dan kehati-hatian, seolah tak ingin salah satu dari Yixing maupun Baekhyun ada yang merasa cemburu dalam situasi seperti ini. Dia memohon pengertian dari Yixing melalui tatapan matanya.

Yixing hanya mengangguk mengiyakan. Tanpa buang-buang waktu lagi Kris segera mengangkat tubuh Baekhyun, dan cepat-cepat mengisyaratkan pada Yixing untuk segera berdiri juga. Yixing ikut berdiri sambil sedikit meringis mengenai pinggangnya. Ingin menyusul Kris yang sudah lebih dulu membawa Baekhyun.

"Akh.." Segera Yixing bungkam mulutnya dengan satu tangan ketika merasakan perih dibagian lain tubuhnya. Kedua mata Yixing seketika tertuju pada pergelangan kakinya. Oh tidak! Disana ada luka! Kaki Yixing terluka dan kini darah segar mulai bercucuran dilantai tempat ia berpijak. Kris tak mengetahuinya, begitupun Yixing yang juga baru tersadar akan hal itu.

Dengan susah payah, Yixing menggapai sehelai kain yang biasa ia gunakan untuk mengelap piring dan segera melilitkannya disekitar pergelangan kakinya.

Mata Yixing kemudian menatap lurus kedepan, menatap punggung Kris yang berjarak tak jauh dari tempat ia berada. Ingin memberitahu Kris tentang lukanya, namun Yixing malah mengurungkan niatnya lantaran ragu.

Jika ia beritahu, apa Kris akan melakukan hal yang sama padanya juga? Seperti yang dilakukannya untuk Baekhyun?

Yixing tak ingin berlama-lama dengan fikirannya, jadi dengan berat hati ia pun memilih untuk segera menyusul langkah Kris. Bejalan menggunakan kedua kakinya sendiri. Meskipun sebelahnya sedang terluka dan terasa ngilu disetiap Yixing menggerakkannya.

.

.

.

Malam harinya..

Kris, Yixing dan Baekhyun duduk dikursi masing-masing sambil menyantap makan malam dalam keheningan. Baekhyun seperti tak mau berpisah dari Kris semenjak insiden kecil tadi siang. Kakinya dan tangan Yixing sudah diolesi obat agar permukaan kulitnya tidak melepuh. Ternyata tidak sampai parah juga, dokter mengatakan kalau itu hanya luka kecil.

Namun, jahatkah Yixing jika ia bilang kalau ia sedikit jengah melihat sikap Baekhyun yang terlihat agak berlebihan ketika mengatakan kakinya sakit pada Kris?

Dia seperti menyindir Yixing, seolah Yixing telah sangat melukainya!

.

.

.

Makan malam selesai. Hari yang cukup melelahkan bagi Kris, Yixing dan Baekhyun. Memangnya siapa sangka kalau ternyata akan ada kejadian seperti tadi siang dirumah..?

Sekarang, Kris sedang mengantar Baekhyun kekamarnya. Yixing fikir lelaki tinggi itu akan melupakan dia dan tidur dikamar Baekhyun lagi. Tapi kali ini Yixing sangat senang ketika mendengar pintu kamarnya diketuk dari arah luar. Dan setelah Yixing persilahkan masuk, tubuh 'suaminya' muncul dari sana.

Pintu terbuka perlahan. Kris masuk dan menatap kearah Yixing sembari tersenyum. Ini hanya perasaan Yixing saja atau...memang senyuman Kris terlihat agak, canggung?

Oh Tuhan~ Mereka sudah hidup selama belasan tahun bersama. Dan sekarang, dengan sutiasi yang sedikit berbeda ini (mereka sudah menjadi pasangan hidup), kenapa rasanya menjadi sedikit aneh?

Lelaki tinggi itu berjalan mendekati Yixing ketika yang lebih muda membalas senyumannya. Kris ikut duduk diranjang, tepat disamping Yixing.

"Bagaimana dengan tanganmu?" Tanyanya lembut sambil memeriksa bagian tangan Yixing yang terkena siraman air panas tadi.

"Sudah tidak apa-apa. Lagi pula hanya luka ringan.." Jawab Yixing sembari tersenyum kecil. Dia tak mengelak kalau sebenarnya hatinya amat senang akan kehadiran Kris dikamarnya.

"Kau selalu ceroboh Xing_" Kris mengelus rambut Yixing lembut.

Sepertinya sikapnya sudah kembali hangat seperti biasa, itu membuat Yixing senang dan tak bisa berhenti tersenyum.

"_Aku bahkan tak bisa mengingat, sudah berapa kali kau terjatuh seumur hidupmu. Hmm" Kris menggeleng-gelengkan kepala atas ucapannya sendiri sembari terkekeh pelan.

Yixing meringis sedikit sembari ikut tertawa. "Entahlah. Aku juga tidak tahu, mungkin kebiasaan.." Candanya.

"Dan lagi, selain sering menjatuhkan dirimu sendiri, kau juga suka menjatuhkan barang-barang sepertinya."

Yixing mengerutkan alis bingung.

"_Dengar, lain kali kau harus lebih hati-hati Xing. Jika minyak itu tak berceceran dilantai, kau tentu tak akan terjatuh. Ckckck.. dasar ceroboh.." Kris mengacak rambut Yixing lagi.

"Eoh?" Yixing ingat. Yang menjatuhkan minyak goreng itu bukan dia, melainkan Baekhyun. Dan sekarang Kris menuduhnya? Benar-benar!

Tapi karena Yixing bukan tipe orang yang suka mengadu, jadi dia hanya menghela nafas pelan sebagai respon. Biarkan saja, toh, bukan masalah besar. Fikir Yixing didalam hatinya.

Tiba-tiba pandangan Kris terpaku pada satu titik, raut mukanya berubah. "Yixing?!"

Yixing terkesiap. "Eh?!"

"Kakimu_" Kris menatap kearah Yixing heran. "_Kenapa dengan kakimu?!" Tanyanya khawatir.

Yixing jadi kebingungan harus menjelaskan ini seperti apa. Dia hendak berkata namun tidak jadi-jadi ketika dirasa Kris segera berjongkok dan meraih pergelangan kakinya yang dibaluti perban.

"Ah, i..itu_hanya luka biasa Kris!" Yixing merasa semakin gugup saat Kris memijit-mijit lembut sekeliling permukaan kakinya yang terluka. Dapat Yixing lihat kalau tatapan lelaki itu berubah panik. Jika Yixing boleh jujur, kakinya terasa sangat perih saat ini.

"Kenapa tak mengatakannya padaku?!"

Yixing tak ingin Kris khawatir jadi dia berusaha untuk terlihat biasa-biasa saja. "Sudah kukatakan Kris, itu hanya luka biasa.." Yixing mencoba tersenyum untuk menutupi rasa perih disekitar lukanya.

Kris mendongak dan menatap kearah Yixing dengan sendu. "Apa kau sengaja menyembunyikannya?" Tanyanya dengan nada sesal. Kris tentu tidak akan lupa soal dia yang terlalu khawatir dengan keadaan Baekhyun tadi siang, dan berakhir dengan dirinya yang mengabaikan Yixing selama dirumah sakit_

_Hingga pulang..

Oh Tuhan.. Ini salahnya! Betapa bodohnya dia!

"Maafkan aku. Tapi jika kau katakan tentu aku juga akan mengurusinya.." Lirih Kris setelah itu.

Yixing terdiam sejenak. Dia mengalihkan tatapannya dari Kris sehingga kini kedua manik coklatnya malah menatap kearah pahanya. Disana kedua tangan Yixing saling menggenggam dengan gelisah.

Terjadi keheningan selama beberapa detik sebelum yang lebih tua kembali buka suara_

"Kenapa tidak mengatakannya?" Ulang Kris lagi.

"Aku_Aku tak ingin mengganggumu dan_dan Baekhyun..." Aku Yixing dengan nada pelan.

Kris merasa semakin buruk setelah mendengar itu. Dia menghela nafas pelan dan panjang setelahnya. Sementara Yixing belum mau menatap dirinya sama sekali. "Kau cemburu dengan Baekhyun?"

Yixing terkesiap. Dia menatap Kris kembali sembari menggeleng pelan. "Tidak." Jawabnya.

"Xing_"

"Sudahlah Kris_" Tak ingin larut dalam situasi, Yixing segera memegang kedua bahu Kris dan menarik kakinya lembut dari cekalan tangan lelaki itu. "_Ini benar-benar tidak apa-apa!" Tegasnya.

Kris terlihat menghela nafas lagi kemudian kembali berdiri dan duduk disebelah Yixing. "Benarkah itu?" Tanyanya masih dengan suara yang bernada khawatir.

Yixing mengangguk sambil tersenyum. Melupakan rasa cemburunya untuk sesaat. Tak bisa lagi menyembunyikan rasa senangnya ketika ia merasa kalau Kris sudah kembali memperlakukannya seperti biasa. Ternyata Kris masih sangat perhatian dengannya. Itulah yang dapat Yixing simpulkan untuk saat ini.

"Kau yakin tidak apa-apa?" Tanya Kris nyinyir.

Yixing mengulang anggukannya dengan seulas senyuman yang belum sirna dari kedua belah bibirnya. Tak disangka, Kris kembali mengusap rambutnya dengan sayang seraya menarik tubuh Yixing kedalam pelukannya.

Jantung Yixing tiba-tiba berdegup kencang.

Hangat dan damai...

Itulah yang seketika Yixing rasakan. Jujur, dia sudah sangat merindukan dekapan hangat ini. Benar-benar rindu! Dan Yixing tak pernah menyangka kalau Kris akan berlaku semanis ini setelah mendiamkan dirinya beberapa waktu belakangan.

Segera Yixing balas dekapan itu. Melingkarkan kedua tangannya disekeliling tubuh tegap milik Kris, suaminya. Memejamkan mata sesaat sembari merasakan usapan-usapan lembut dari Kris disekitar punggungnya. Rasanya benar-benar menyenangkan...

"Aku menyayangimu~" Kris bergumam pelan sambil menyandarkan ujung dagunya dibahu Yixing.

Kedua pipi Yixing bersemu. "Aku juga.." Balasnya pelan. Lengkap dengan hati yang berbunga-bunga.

Terjadi keheningan dalam beberapa saat sebelum Kris menarik dirinya pelan-pelan dari pelukan hangat itu.

Sebuah kecupan lembut dikening membuat Yixing reflek memejamkan matanya, dia terharu ketika merasakan hangat bibir Kris menyentuh permukaan kulit keningnya. Kris melepas kecupannya setelah mendiamkan bibir dan hidungnya disana selama beberapa detik.

Dua pasang mata itu saling bertatapan.

"Aku khawatir.." Desah Kris pelan. Belum melepas kontak matanya dengan Yixing sama sekali.

Yixing tersenyum. "Terimakasih.."

Seolah belum puas, kini Kris meraih sebelah tangan Yixing dan menggenggamnya lembut. Membawa jemari-jemari ramping itu kedepan bibirnya dan mengecupnya lembut. Yixing juga 'suaminya', dan sebenarnya Kris sangat merasa bersalah untuk sikapnya beberapa hari yang lalu.

Memang, jika bukan karena perjodohan ini maka Kris tidak akan pernah berada disituasi macam sekarang. Namun Kris tak ingin menjadi bodoh lebih lama lagi! Karena jelas, sekarang status Yixing bukan sekedar adik angkatnya lagi. Status mereka sudah berbeda dan mau tak mau, Kris juga tak bisa menolak segala yang telah disuratkan tuhan untuknya ini. Dan tidak seharusnya Yifan mengabaikan Yixing. Mungkin dia harus belajar mulai sekarang. Tapi...

Yixing tak tahu harus mengatakan apa ketika melihat bibir Kris mendarat dipunggung tangannya. Dia hanya diam dengan hati yang terasa antah-barantah. Antara senang dan terharu.

Kris menghela nafas lega. Lelaki itu kembali tersenyum setelah melepas kecupannya. Masih mempertahankan genggamannya ditangan Yixing.

Yixing menatap wajah Kris lekat. Menunggu 'suaminya' itu untuk kembali bersuara.

"Syukurlah kalau tidak apa-apa_" Kris menghela nafas berat kali ini.

Yixing dapat melihatnya namun dia hanya mengangguk sembari mengusap-usap genggaman tangan mereka menggunakan sebelah tangannya yang bebas.

"_Tapi Baekhyun membutuhkanku untuk saat ini~"

Gerakan tangan Yixing berhenti. Dia terdiam. Segala rasa bahagia yang baru saja singgah dihatinya perlahan pergi detik itu juga. Kris yang menyadari itu meringis sedikit lalu kembali membawa tubuh Yixing kedalam dekapannya.

"Maaf Xing! Aku ingin menemanimu, tapi aku_"

"Temani Baekhyun, Kris.."

"Tidak. Jangan berkata seperti itu. Aku benar-benar tidak ingin menyakitimu. Tapi_"

"Tapi kau lebih tidak ingin menyakiti Baekhyun, iya kan?"

Kris mendesah seraya melepas dekapannya. Yixing menatap Kris yang kini balas menatapnya dengan tatapan memelas. "Apa yang harus kulakukan?"

"Bodoh! Apalagi yang kau tunggu?_" Yixing segera menarik tubuh beserta tangannya dari Kris, kemudian melempar pandangannya kearah lain.

"_Temani dia Kris, dia membutuhkanmu." Wajah Yixing menatap nanar kearah jendela.

"Tapi aku tak ingin kau marah." Ujar Kris memelas.

Yixing tersenyum pahit.

Marah?

Rasanya bahkan lebih dari sekedar marah!

Sakit!

Itulah yang Yixing rasakan untuk saat ini.

"Untuk apa aku marah?_" Yixing menghela nafas berat. "_Baekhyun kekasihmu. Baekhyun adalah satu-satunya orang yang memiliki hatimu. Jadi atas dasar apa aku marah? Jelas itu bukan hak ku.."

Kris merasa tertusuk oleh perkataan Yixing. Sangat kentara kalau kalimat yang baru saja keluar dari mulut Yixing adalah perwakilan dari rasa tidak senangnya. Kris menjadi semakin galau, bukankah pernikahan antara dia dan Yixing tidak pernah melibatkan rasa? Tapi kenapa ucapan Yixing terdengar seolah-olah dia...cemburu?

"Kau... cemburu?"

Yixing mendesah kesal. "Bodoh!" Dia menoleh dan menatap Kris dengan ekspresi sengit.

"Xing_"

Ucapan Kris berhenti ketika melihat kedua bahu Yixing terjatuh. Anak itu menghela nafas sangat panjang sebelum kembali berkata. "Dengar Kris. Aku akan marah jika kau tak menemani Baekhyun saat ini, dia bilang dia membutuhkanmu kan? Dia bilang dia sakit kan? Maka pergilah, jagalah dia. Aku baik-baik saja dan tak usah terlalu kau fikirkan. Dan aku tidak cemburu. Aku hanya_"

Ucapan Yixing tiba-tiba berhenti.

"Hanya?"

Yixing menghela nafas sekali lagi guna menenangkan diri. Andai saja dia tak bisa berpandai-pandai untuk mengontrol hatinya, mungkin Yixing akan menangis saat ini.

"_Aku hanya... merasa sedikit lelah..." Bohongnya. Yixing mendesah berat. Namun setelah itu dia pun kembali mengulas sebuah senyum meskipun terpaksa. Sembari meringis, Yixing menatap langit-langit kamarnya sejenak. "_Ah, ada apa denganku?" Ujarnya lagi.

"Apa itu benar?"

Yixing menoleh kearah Kris. "Kau tidak percaya padaku? Serius, aku benar-benar hanya kelelahan. Maaf ya, jadi menakutimu.." Kekehan pelan-tanpa minat- muncul dari bibir Yixing.

Mau tak mau Kris menjadi sedikit lega atas penjelasan Yixing. Dia bahkan sudah berfikir macam-macam sebelum ini. Jadi hanya karena lelah?

Kris ikut tersenyum. "Hmm terima kasih Xing~... Kau sangat baik dan.. pengertian.." Kris kembali mengacak-acak surai Yixing dengan lembut.

Oh Tuhan!

Yixing benar-benar ingin menangis sekarang! Sebegitu tidak pekanya kah seorang Kris Wu?

"Hm! Pergilah sekarang." Yixing mengangguk kecil.

Kris mengecup kening Yixing lagi sembari menggenggam lembut tangannya. "Yasudah, aku kekamar sebelah dulu..." Izinnya sekali lagi.

Yixing tak menatap Kris. Tatapannya kembali jatuh kearah jendela dan mengangguk sedikit. Tubuhnya bahkan sudah terasa lemas hanya karena mendengar Kris akan segera pergi meninggalkannya seorang diri sekarang. Lagi dan lagi. Yixing diam. Lelaki itu mencoba menahan hatinya untuk menutupi perasaannya yang sama sekali tak rela Kris pergi!

Kris sudah mengangkat tubuhnya. Tepat saat itu, genggaman jemari Yixing menguat. Anak itu masih menunduk, hampir menangis ketika dia sendiri harus dengan berbesar hati melepas genggaman tangannya dari tangan Kris.

Kris menyadari gelagat Yixing reflek melirik kearah genggaman jemari Yixing ditangannya yang semula menguat, kini berangsur mengendur dengan perlahan. Dengan perasaan aneh dan tidak nyaman yang kini menghampiri hatinya, Kris kembali berujar_

"Aku keluar.." Ucapannya terdengar memastikan.

"Selamat malam.." Tanpa menatap Kris, Yixing segera berbaring diranjang dan menutup mata.

Helaan nafas Yixing masih dapat terlihat jelas oleh Kris. Dan itu terlihat sangat berat. Perasaan aneh yang kini menguasai diri Kris membuat dirinya terdorong untuk memanggil anak itu kembali. "Xing?"

Kedua mata Yixing kembali terbuka. "Ya?" Jawabnya pelan. Sedikit heran ketika melihat Kris masih berdiri disebelah ranjangnya.

"Duduklah sebentar.." Pinta Kris setelahnya.

Dengan kedua alis bertaut, Yixing kembali mendudukkan dirinya. "Iya?" Tanyanya lagi.

"Kurasa... Sikap kita terlalu...Canggung.."

"Apa maksudmu?"

"Sekarang kau bukan adikku lagi Xing."

Hening~

Yixing mengerti kalimat Kris. Namun yang tidak ia fahami adalah maksud dari ucapan lelaki tinggi itu. Namun Yixing tetap diam mendengarkan. Hingga Kris kembali duduk disebelahnya, yang membuat Yixing semakin heran.

"Biarkan aku menciummu."

Hening lagi...

Kali ini Yixing benar-benar tak tahu harus menjawab apa perkataan Kris. Antara terkejut dan...

Entahlah!

Sementara itu, Kris malah merasa semakin bodoh ketika menyadari ucapannya sendiri. Seharusnya dia tidak perlu meminta izin karena Yixing itu 'pasangannya'!.

Ah, gila!

"Anggap saja sebagai pengganti aku tidak bisa tidur bersamamu malam ini Xing!"

Idiot!

Sekarang Kris malah merasa kalau ucapannya terdengar semakin tidak pantas!

Yixing membuang nafas kasar lewat mulut. "Kau bisa melakukannya lain kali Kris. Jangan terlalu memaksakan diri." Yixing merasa benar-benar sakit hati sekarang. Bagaimana mungkin Kris ingin menciumnya dengan alasan konyol seperti itu?

Ya Tuhan, sebaiknya lelaki ini hanya pergi dan membiarkan Yixing tidur dengan tenang malam ini!

"Kau menolak suamimu?"

Yixing memijit pelipisnya sejenak. "Jadi aku harus bagaimana? Aku hanya tak ingin kau melakukannya dengan terpaksa! Aku benar-benar akan baik-baik saja jika kau membiarkanku tidur untuk sekarang..." Desah Yixing putus asa. Dia memohon kepada Kris lewat tatapan matanya. Sebenarnya tidak tahan lagi untuk menangis.

"Apa kau sebegitu tidak menyukaiku?"

"Kris~ Kumohon. Hentikan saja dan kembalilah kekamar Baekhyun. Aku lelah_"

Hening lagi. Benar-benar hening..

Namun tak sampai sedetik kemudian, kedua mata Yixing membulat. Dia tidak tahu harus merespon seperti apa kecupan tiba-tiba Kris tepat dibibirnya. Desiran halus seketika menyapa tubuh Yixing ketika ia merasakan bibir Kris malah bergerak kecil melumat bibirnya.

Kris menciumnya?

Be_Benarkah ini?

Yixing ingin membalas namun hati kecilnya menolak itu. Mengingat alasan Kris membuatnya tidak rela. Jadi Yixing memundurkan tubuhnya sedikit demi sedikit, mencoba menolak Kris dengan halus. Namun yang ada, lelaki tinggi itu malah menahan tengkuknya dan memperdalam ciuman mereka.

Yixing tak bisa beruat apa-apa lagi. Semua rasa bercampur sudah dalam hatinya, antara senang dan sedih. Suhu tubuhnya meningkat. Bergetar diantara hisapan-hisapan bibir Kris dipermukaan bibirnya yang masih kaku.

"Kenapa kau tidak membalas?" Tuntut Kris diantara ciumannya.

Permukaan kedua bibir insan itu masih bergesekan ketika Yixing mencoba membalas ucapan Kris. "Karena kau terpaksa_Mhh"

Kris mencium bibir itu lagi. Sejujurnya dia merasa kurang senang akan tanggapan itu-itu saja dari Yixing. Karena tidak sedikit pun ada unsur terpaksa didalam diri Kris ketika dia ingin melakukan sesuatu kepada apa yang merupakan 'miliknya'.

Yixing meletakkan kedua tangannya dibahu Kris. Hendak mendorong tubuh Kris sebelum suara lelaki yang tengah menciumnya kembali terdengar_

"Aku tulus. Tolong hargai itu!"

_Gerakan Yixing berhenti.

Kali ini ciuman Kris turun keleher Yixing. Membuat lelaki yang lebih muda menggigit bibirnya tidak tahan. Kedua tangan Yixing yang masih bertengger di bahu tegap Kris meremas lembut bagian itu. Lagi-lagi hati Yixing dilanda kebimbangan.

Oh, haruskah dia mempercayainya?

"Aku menyayangimu Yixing~" Ujar Kris lagi. Bibirnya yang basah berucap dan bergerak tepat dibelakang daun telinga Yixing. Ungkapan sayang dari Kris malah membuat Yixing terbuai juga terluka secara bersamaan.

Yixing cukup tahu diri kalau perbuatan Yifan sekarang adalah untuk ketenangan diri lelaki tinggi itu sendiri. Yixing tahu kalau Kris hanya sedang mencoba bersikap adil. Namun tentu Yixing juga tidak pernah lupa soal 'hati' Kris yang hanya dimiliki oleh satu orang. Dan itu bukan dirinya!

Yixing memejamkan kedua matanya erat-erat. Bulu kuduknya meremang merasakan bisikan Kris juga sapuan lembut dari bibir lelaki itu diarea tengkuknya. Kedua mata Yixing berkaca-kaca. Hampir saja air matanya tumpah andai Yixing tidak mendongakkan kepalanya. Menahan segala perasaan yang sukses bercampur aduk dibenaknya. Tapi kenapa? Bukankah seharusnya ia senang saat ini? Bukankah Yixing selalu berangan-angan untuk moment sederhana macam ini bersama pujaan hatinya? Sekarang dia mendapatkan itu. Tapi entah kenapa perasaan Yixing terasa amat jauh dari apa yang pernah ia bayangkan.

Yixing tidak senang!

Dia tidak ingin Kris mencumbunya sementara dirinya hanyalah seonggok manusia yang di jadikan sebagai alasan untuk sebuah kata bernama 'keadilan'. Yixing tidak mau. Tidak sebelum hati lelaki ini sudah menerima 'keberadaannya dengan utuh'.

Kedua pipi Yixing memerah, antara ingin menangis dan bergejolak akan ciuman dari bibir Kris. Ia mencoba bersikap biasa saja meski cumbuan lidah Kris benar-benar berhasil menggetarkan tubuhnya. "Mh_Krishh.. B_Baekhyun!"

Hisapan Kris dileher Yixing berhenti. Mendiamkan bibirnya yang basah disana dalam beberapa saat. Keduanya terengah dengan muka yang sama-sama memerah. Kris menelusupkan kedua tangannya dipinggang Yixing lalu memeluknya. Membuat perasaan Yixing semakin kacau tak karuan. Sementara kedua tangannya masih bertengger dibahu tegap Kris.

Jantung Yixing masih berdetak dengan begitu kencang ketika dirasa Kris mulai menarik diri dari pelukan mereka. Kepala Yixing lantas menunduk, malu akan apa yang baru saja terjadi diantara mereka.

"Baiklah.. Selamat malam.." Suara berat Kris menggema pelan diantara keheningan malam yang berkuasa.

Kris membuat spasi diantara dirinya dan Yixing semakin melebar. Lelaki itu kemudian berdiri dengan perlahan, benar-benar melepaskan tautan tubuh mereka. Sementara Yixing yang masih terduduk dan menunduk, tak tahu harus melakukan apa. Lembab dileher dan bibirnya bahkan belum kering namun sekarang, Kris sudah berdiri dan bersiap meninggalkannya. Sendiri. Lagi.

Seakan mulai tersadar dari keterpakuannya, Yixing kembali membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata. Ujung kepalanya terasa panas dan keinginan hendak menangis semakin menggebu didalam dirinya.

Melihat itu, membuat Kris yakin kalau Yixing tidaklah suka akan perlakuannya. Kris merasa semakin bersalah namun segera ia buang perasaan itu sejauh mungkin karena Yixing 'suaminya'! Bukan orang lain. Dan dia berhak menyentuh Yixing sejauh apapun yang ia mau.

Kecewa dengan sikap Yixing?

Sedikit. Mungkin karena posisi mereka sama. Sama-sama tak pernah membayangkan perjodohan ini sebelumnya. Tapi sikap Yixing benar-benar menunjukkan kalau dia tidak suka dengan sentuhan Kris, meski dilain waktu, Kris juga sering mendapati anak itu terlihat sangat cemburu. Kris jadi bingung, sebenarnya apa yang ada didalam fikiran Yixing dia pun tak tahu.

Kris mendesah sekali lagi. Mulai beranjak dari sana. Ia fikir, mungkin Yixing hanya merasa canggung untuk sekarang. Kris yakin kalau sebentar lagi Yixing akan menerimanya secara perlahan. Menerima Kris sebagai 'suaminya', begitupula dengan Kris. Mungkin mereka hanya butuh waktu.

Kris mulai melangkah keluar. Menjauhi sosok yang kini berbaring dengan mata tertutup. Sosok yang sebenarnya belumlah tidur.

Ohh.. Seandainya saja Kris tahu kalau tidak pernah sekalipun Yixing merasa terpaksa atas perjodohan mereka. Karena Yixing mencintai Kris. Dan seandainya saja Kris bisa sedikit lebih peka...

Yixing perlahan membuka matanya. Mulai menyentuh permukaan bibirnya lalu menatap nanar kearah pintu yang baru saja tertutup.

Kris sudah pergi~

Kris meninggalkannya lagi.

Meninggalkan Yixing dengan perasaan kecewa yang membuncah. Justru karena itu, Yixing merasa terluka saat menyadari perasaan kecewa dan sakit lebih mendominasi dirinya saat ini, dibanding dengan 'sedikit' perasaan bahagia yang ia dapat dari perlakuan Kris barusan.

Air mata Yixing akhirnya menetes. Tak tahan lagi, Yixing pun menangis dalam diam. Tak ada suara yang keluar dari bibirnya, yang ada hanya air yang mengalir tanpa henti dari kedua pelupuk matanya. Ia meraih guling dan memeluk benda itu erat. Menikmati kepedihan yang kembali menerpa hatinya.

Kembali.. Tetap saja dirinya kecewa. Yixing hanya ingin Kris peka..

Itu saja..

Jujur, Yixing sebenarnya tak sanggup lagi. Tapi tentu dia tak bisa merubah segala keadaan-yang sudah terlanjur terjadi- semudah membalikkan telapak tangan. Akhirnya Yixing memilih menyerah. Dia ingin istirahat sekarang karena tubuh-juga hatinya- benar-benar terasa lelah.

Sebelum jatuh tertidur, peluh-peluh berjatuhan dari dahi Yixing. Dia meringis, reflek memegang pergelangan kakinya yang tiba-tiba saja terasa perih. Denyutan mendadak yang timbul disekitar lukanya membuat Yixing terduduk dan menggigit bibir. Rasanya amat sakit!

Ya Tuhan. Apa lagi ini?

.

.

.

Bersambung...

Buat yang udah pernah baca ver originalnya*cieelah*, pasti ngerasa donk yah, banyak perubahan kata di ver reemake ini. dan Feelnya KraYeol yakin juga pasti udah beda. Tapi mendinganlah dari pada ver lama (ini menurut KraYeol). Buat yang nanya LAM (Love & Mistake) KraYeol rasa itu ff musti di reemake habis-habisan juga dulu, sama kek ff ni biar hati KraYeol juga seneng pas nge-post. Yang kemaren maaf banget, soalnya udah di update eeehhh dihapus lagi :3, serius, karena pas KraYeol baca lagi ni pala mendadak stress sendiri sama bahasanya .. Jadi mohon maklum yaaa~ Hiks! *eh

Btw, Thank's banget buat yang udah review di chap 1

Kecup : Ineeddohateyou, Xiao yueliang, thressa. msl97, winter park chanchan, Lukailukai8, Guest, Mery Zhang, nichi, genieaaa, lunaXing, Xinger XXI

Muah muah MMUUAAHHH! Hhehehehe...

Yodah BAIII!

Salam manis dari_

^KraYeol^