Stand By Me
Disclaimer : Naruto Masashi Kishimto
Story by KiRei Apple
Pairing : U. Sasuke X H. Sakura
Au, typo (S), misstypo, ooc, gaje, etc.
.
Don't Like, Don't Read!
.
.
.
Chapter 4
-oOo-
Sekolah sudah usai sekitar setengah jam lalu. Dua uchiha bersaudara –Sasuke dan Sakura- terlihat berjalan berdampingan menuju gerbang sekolah. Mereka akan melakukan rutinitas seperti biasanya, yaitu pulang bersama dengan menggunakan kereta.
"Ne, Sasuke-nii ."
Suara dari sang adik yang berjalan di sampingnya membuat Sasuke menghentikan langkahnya.
"Hn."
"soal yang kau katakan kemarin ..." Sakura menghentikan perkataannya. Ia melirik Kakaknya melalui ekor matanya. Sebenarnya ia senang, tapi ia seperti membenani Kakaknya yang sudah baik ia bersyukur keluarganya sekarang sangat baik kepadanya, menyanyanginya layaknya anak mereka sendiri. Ia sangat bahagia dan nyaman dengan perasaan ini. Ia di lindungi dan di inginkan layaknya seorang anak yang semestinya mendapatkan perhatian. Mengigat itu, ia jadi teringat tentang Ayahnya yang ingin beretmu dengannya dan Ibunya? Entahlah. Sepertinya kebenciannya teerhadap dirinya sangat banyak.
Sibuk dengan lamunannya, Sakura tidak menyadari jika sejak tadi Sasuke memperhatikannya dengan dahinya yang berkerut.
'Tuk'
Sentilan di dahinya membuatnya langsung tersadar. Ia mengusap dahinya dan memandang sengit Kakaknya.
"Sasuke-nii !"
Sasuke mendengus dan menjawil hidung Sakura hingga gadis itu meringis kesal.
"Ada apa hm?" tanya Sasuke yang tau ada sesuatu yang mengganggu pikirannya adiknya, namun ia tidak tau apa yang di pikirkannya.
"Tidak ada." Sakura menggeleng dengan senyum yang ia sunggingkan memperlihatkan deretan giginya.
"Apa yang mengganggu pikiranmu?" tanya Sasuke tetap pada pendiriannya dan menolak sangkalan Sakura.
"Soal kemarin... tentang apa yang kau katakan." Jawab Sakura pelan. Ia merunduk takut, takut akan reaksi Kakaknya. "Jika itu membebanimu ..."lanjut Sakura dengan helaan napas panjang. "maksudku, aku ..."
"Kau takut membebaniku?" potong Sasuke, dan Sakura mengangguk sebagai jawabannya.
Sasuke mengangkat dagu adiknya hingga kini mereka bertatapan. Onyx dan emerald saling bertabrakan mencari keyakian apa yang ada di dalam pikiran mereka masing-masing.
Menghela nafas pelan Sasuke menatap adik –mungkin tidak jika stelah ia mengatakan hal ini. Hal selama ini ia simpan. "Dengarkan aku. Aku ..."
"Sasuke-kun!"
Panggilan seseorang membuat perkataan Sasuke terhenti. Sasuke mendecih sedangkan Sakura mengalihan pandangannya dan melihat sosok gadis yang tidak lain adalah kekasih Kakaknya yang tengah berlari ke arah mereka.
Shion memandang dua saudara itu degan kedua alisnya yang terangkat. "Kalian kenapa?" tanyanya dan langsung bergelayut menggandeng tangan kekasihnya.
Sakura menatap tidak suka apa yang di lakukan gadis yang notabene kekasih kakaknya itu. Kenapa ia merasakan, panas di dadanya? Ada apa dengannya? Tanyanya kepada diri sendiri.
Dengan perlahan Sasuke melepaskan genggaman Shion di lengannya. "Ada apa?" tayanya dengan nada datar menatap kekasih yang ia sendiri tidak mengakuinya. Karena ia sama sekali tidak mencintai gadis ni, dan mungkin lebih tepat adalah pelampiasan untuk menghindari perasaan yang semakin tumbuh, walau itu tidak bisa, karena ia semakin dan tidak bisa melepaskan Sakura yang sekarang menjadi adiknya.
"Aku ingin pulang bersama." Shion berujar dan ia menatap Sakura dan tersenyum lembut. Namun bagi Sakura itu adalah senyuman peringatan dan sepertinya Shion tidak menyukainya. Kenapa?
"tidak!"
"Kenapa?" tanyanya dengan raut sedih mendengar penolakan Sasuke. Ia kini menatap Sakura dan berkata, "bolehkan, Sakura-chan?"
Sakura mengerjapkan matanya. Kenapa Shion meminta ijin kepadanya. Jika ia menolak, ia seperti egois dan sepertinya ia pengganggu bukan?
Mengangguk, Sakura menampilkan seulas senyumannya. " Ya. Sepertinya Sasuke-nii butuh keluar."
"Tidak." Kata Sasuke yang lagi menolak ajakan Shion.
"Jika kalian ingin kencan, pergilah."
Perkataan seseorang yang ikut menyahut dari arah gerbang sekolah.
Kimimaro datang dengan seragam sekolah yang berbeda dengan mereka. Ia berjalan dan menghampiri Sakura kemudian merangkul bahu mungil gadis itu.
"Kimimaro/kun/san!" ujar mereka bersamaan kepada sosok yang datang menghampiri mereka.
Kimimaro menyeringai. Ia mengangkat tangan kanannya, dan menyapa. "Hai."
Shion melihat tingkah Kimimaro bingung. Laki-laki itu bukan-kah menyukainya? Tapi kenapa sekarang? "kalian... kekasih?" tanyanya memastikan.
Sakura bergerak gusar. Ia melepaskan rangkulan tangan pemuda yang akan menjadi tunangannya. Ia harusnya tidak apa-apa, tapi melihat kakaknya yang menatapnya dengan tatapan yang ia tahu, itu adalah tatapan marah membuatnya merasa takut, dan bersalah.
"kau ingin tau?"tanya Kimimaro merundukan badannya hingga kini wajahnya berdekatan dengan wajah cantik milik Shion. Ia melirik kepada sosok di samping Shion dan menyeringai saat melihat sosok pemuda yang kini mengepalkan kedua tangannya. Ia beranjak, menegakan tubuhnya kembali. "Ah, aku tidak ingin ada yang marah. Kalian pergilah. Aku akan bersama Sakura." Ujarnya kemudian dan menegakan badannya.
"Apa maumu?" tanya Sasuke dengan nada datar namun penuh tekanan.
Tergelak, Kimimaro bergerak kembali ke sisi Sakura. "Aku hanya menjemputnya." Ia kembali merangkul bahu mungil Sakura. Tangannya menggenggam tangan Sakura saat gadis itu kembali akan melepaskan rangkulan tangannya. Matanya melirik gadis pirang yang sepertinya kesal melihat kekasihnya yang tidak menghiraukannya. "kau mau menyakiti kekasihmu dengan menolak ajakannya?"
Sakura terus bergerak gelisah, apalagi setelah mendengar pekataan Kimimaro. Apa ini karenanya? Jadi dia membebani Kakaknya, begitu?
"A-aku akan pulang dengan Kimimaro-san." Ujar Sakura.
Sasuke maju hingga kini berdiri di depan adiknya yang merunduk. Tangannya terangkat, menepuk kepala berhelaian soft pink adiknya hingga gadis itu mendongak.
"Kau yakin?"
Sakura menganggkuk. "Ya." Ujarnya pelan. Ia tau jika Kakaknya tidak suka mendengar jawabannya. Tapi ia tidak mau membebani terus Kakak yang selama ini menjaganya.
Sasuke berbalik pergi meninggalkan sang adik tanpa mengatakan apapun. Shion yang melihat kekasihnya pegi langsung mengejarnya.
"Tunggu Sasuke-kun!"
Iris klorofilnya menatap sendu punggung yang semakin mengecil dan hilang dari pandangannya. Ia meremas tali tasnya. Kenapa ia merasa bersalah dan sakit saat Kakaknya meninggalkannya tanpa kata seperti itu? Apa ia jatuh cinta? Itu tidak mungkin. Karena selama ini ia hanya meyakinkan dirinya jika itu adalah perasaan terhadap kakaknya bukan cinta. Tapi kenapa ia merasa sakit saat dia dengan gadis lain?
"Kau melamun."
Kimimaro menjentikan jarinya di depan wajah Sakura, hingga gadis mengerjap dan tersadar.
"Gomen ne Kimimaro-san. Aku pamit pulang." Ujar Sakura pamit pergi. Karena alasan yang ia berikan kepada Kakaknya adalah bohong. Ia tidak mau kakaknya cemas, dan membuat mereka pergi berkencan tanpa harus merasa terbebani karena keberadaanya.
"Bukan kah aku katakan aku menjemputmu." Kata Kimimaro yang langsung menarik tangan Sakura mengikuti langkahnya keluar dari halaman sekolah.
"T-tapi ..." sakura menghentikan ucapannya dan memilih mengikuti kemana pemuda itu membawanya. Setidaknya ia juga harus lebih dekat dengan sosok yang akan menjadi tunangannya, pikirnya.
...
Angin berhembus pelan menerbangkan helaian soft pink miliknya, dan dress putih selututnya bergoyang mengikuti gerakan angin. Iris klorofilnya menatap takjub padang ilalang yang kini ia telusuri. Hamparan yang terbentang luas, dan bergoyang karena angin yang meniup niup mereka.
"Saku-chan."
Suara yang sangat ia kenali itu ...
"O-onii-chan... kau kah itu?"
Iris klorofilnya terus bergulir mencari sosok itu. Sosok yang sangat ia rindukan. Di sana! Sosok itu berada di sana dengan rambut merahnya yang berkibar dan senyuman yang selalu ia rindukan. Berlari, ia langsung memeluk sosok Kakaknya yang sangat ia rindukan.
"Onii-chan aku merindukanmu." Ujar Sakura terus memeluk sosok pemuda yang tak lain adalah Kakaknya itu dengan erat.
Pemuda dengan helaian merah itu terkekeh dan menepuk kepala sang adik pelan. "Aku selalu bersamamu. Jangan selalu bersedih, hm."
Melepaskan pelukannya, Sakura memandang sosok Kakaknya dengan air mata yang membasahi wajahnya. Ia rindu sangat rindu kepada sosok Kakaknya yang tak lain Haruno Sasori.
"Kenapa kau tidak membiarkan aku ikut denganmu, Onii-chan."
"Kau mau membuat ayah dan ibu sedih dengan kepergian anak-anaknya,eh?"
"Mereka tidak akan sedih," ujar Sakura pelan dan bersender di dada sang Kakak.
"Saku-chan ..." sasori tidak melanjutkan ucapannya karena ia sendiri tau jika itu benar. Mungkin hanya sang Ibu yang bersikap berlebihan terhadapnya. Ia mengelus surai adiknya dengan senyuman sendu. "maafkan lah mereka, dan berjanjilah kau akan bahagia."
"A-aku tidak pernah membenci mereka, tapi... aku sedih karena ingin mereka memelukku seperti saat ada kau. Ibu membenci-ku karena aku penyebab ..."
Ucapan Sakura terhenti karena Sasori langsung memeluk adiknya erat. Ia tidak sanggup mendengar perkataan selanjutnya yang ia sangat tau apa yang akan keluar dari mulut adiknya. Sakit. Ia pun merasakan itu. Suatu saat ia yakin jika Ibunya menyadari kesalahannya yang membuat luka yang terus membelenggu adiknya ini.
"Sttt... semua akan baik-baik saja." Sasori berusaha menenangkan adiknya. Namun ia mengeryitkan alis saat sudah tak lagi mendengar isakan adiknya, dan kini hanya terdengar helaan nafas lelah. Merunduk, ia tersenyum saat melihat sang adik tertidur di dekapannya.
"Berjanjilah kau akan bahagia, dan akan ada sosok yang akan menggantikanku untuk selalu bersamamu."
...
"Onii-chan." Igau Sakura dalam tidurnya.
Kimimaro mendengus kasar. Ia kini menggunakan mobilnya dan mengajak Sakura ke suatu tempat. Gadis ini malah tertidur dan terus mengigau 'Onii-chan.' Yang membuatnya jengah. Cih. Kenapa selalu sosok menyebalkan yang ingin ia singkirkan yang menjadi pilihan gadis-gadis yang ia suka. Ah, bicara alasan ia mau bertunangan dan kini mengajak gadis ini adalah untuk menghancurkan Sasuke. Ia tau jika Sasuke sepertinya sangat menyayangi adiknya ini. Well, karena gadis yang ia sukai memilih atau di rebut olehnya saat taruhan balapan dengannya. Jadi ia akan membuatnya merasakan kekesalan atau lebih dari yang ia rasakan.
Menyeringai, ia terus memacu kecepatan mobil yang ia kemudikan menuju pegunungan yang terletak di selatan kota Konoha.
"Menarik bukan... Uchiha Sasuke."
...
Malam sudah menjelang. Kini keluarga Uchiha yang hanya ada Fugaku, Mikoto dan Itachi memakan makan malam mereka dengan tenang tanpa suara, walau pertanyaan yang ada di kepala mereka terus berputar-putar.
"Dimana mereka?" suara Fugaku mengawali pembicaraan setelah mereka selesai. Ia menatap dengan tatapan bertanya dan heran karena dua anaknya tidak ada.
Mikoto menggeleng pelan. "Mereka belum pulang. Aku khawatir." Ujarnya cemas kemudian memandang putra sulungnya. "Kau sudah menghubungi mereka, Itachi?"
"Ponsel mereka tidak aktif. Mungkin sebentar lagi mer ..."
Perkataan Itachi terhenti karena suara orang yang mereka tunggu akhirnya datang.
"Tadaima!"
Sasuke berjalan dengan pelan. Ia menghampiri meja makan di mana keluarganya berkumpul, dan alisnya mengeryit dengan tatapan heran saat sang adik yang tidak ada bersama mereka. Ia yang tadinya akan bertanya mengurungkan niatnya dan berbalik meninggalkan ruangan makan.
"Mana Sakura?" tanya Fugaku.
Langkah Sasuke terhenti. Ia mengepalkan kedua tangannya saat mengingat apa yang di ucapkan Sakura. "Bukan urusanku!" ujarnya dingin dan kembali melangkah namun lagi-lagi terhenti karena suara Ibunya yang bertanya.
"Sasuke-kun."
Menghela nafas ia mengatakan di mana sang adik tanpa membalikan badanya menghadap keluarganya. "Dia bersama Kimimaro." Ujarnya langsung menaiki tangga menuju kamarnya.
Mikoto memandang anaknya dengan tatapan heran, Fugaku hanya diam tanpa kata sedangkan Itachi tau jika ada sesuatu yang terjadi terhadap adik-nya. Jadi Sakura bersama Kimimaro yang akan di tunangkan oleh orang tuanya itu?
"Apa tidak apa-apa, Fugaku-kun?" tanya Mikoto yang cemas. Walau pemuda itu adalah anak dari kolega yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya, tapi ia tidak mungkin percaya dengan mudahnya.
"Setengah jam lagi aku akan menunggu. Jika tidak, kita akan mencarinya." Ujar Fugaku dengan helaan nafasnya yang memberat.
Itachi hanya diam memperhatikan. Ia tidak akan segan jika sesuatu terjadi kepada adik perempuannya itu. Maka ia mengikuti apa yang Ayahnya katakan. Dan jika batas waktu itu belum ada kepastian, maka ia sendiri yang akan menghabisi pemuda itu jika sesuatu yang buruk terjadi kepada adiknya.
...
Sakura melengkuh pelan saat badannya terasa dingin. Tunggu dulu! Dingin? Sontak ia membuka matanya dan terbelalak saat menyadari jika ia asing dengan tempat ia berada sekarang. Hawa dingin yang ia rasakan adalah angin yang berhembus melalui jendela yang terbuka.
"Di mana aku," ujarnya dengan menelisik seluruh ruangan yang kini ia tempati. Kamar luas dengan warna krem pada dindingnya membuatnya semakin takut.
Ia merogoh tasnya mengambil ponselnya. Ia tadi sengaja mematikan-nya karena tau jika saat berkencan pun Kakaknya pasti terus menghubunginya, dan ia jadi semakin bersalah terhadap helaan nafas pelan Ia menghidukannya. Pesan dari Ibu dan Itachi-nii yang menanyakan keberadaanya. Ia ingin menjawab tapi ia tidak tau di mana ia berada sekarang. Dengan gerakan kaku ia akhirnya menghubungi Kakaknya yang pastinya marah kepadanya dan sekalian ia ingin meminta maaf.
Ia menempelkan posel di telinga saat telfonnya tersambung.
"Kau di mana?!"
Sakura menelan ludah karena takut mendengar pertanyaan Kakaknya yang sepertinya sangat marah.
"A-aku tidak tau... Sasuke-nii."
"Kau sedang bersenang-senang, eh? Kau menikmatinya, hm?"
"Sasuke-nii, aku ..."
Suara pintu yang terbuka berada di dalam kamar itu membuat Sakura menghentikan perkataanya dan menoleh. Tangan yang memegang ponselnya terjatuh di samping tubuhnya saat melihat sosok pemuda yang tak lain adalah Kimimaru yang sepertinya baru selesai dalam acara mandinya terlihat berjalan pelan menghampirinya dengan menggunakan handuk kimono putihnya.
"Kau sudah bangun?" tanya Kimimaro yang kini semakin mendekat.
Sakura hanya mengangguk menjawabnya dan membuang pandangannya ke arah lain.
"Tidurmu nyenyak sekali," ujar Kimimaro mendudukan dirinya di ranjang yang di tempati Sakura. Ia melanjutkan, "aku tidak tega membangunkanmu, jadi aku membawamu ke sini."
"Kenapa kau tidak mengantarkan aku pulang. Sekarang aku akan pulang." Sakura berdiri dan mengambil tasnya namun tubuhnya terjatuh kembali ke ranjang karena Kimimaro menariknya kencang.
"Kau tidak bisa pergi, Nona." Kimimaro menyeringai dan memenjarakan Sakura di kungkungan kedua lengannya.
"M-mau apa kau?!"
"Aku," Kimimaro mengelus pipi Sakura dengan pelan. "ingin memberi Kakakmu pelajaran karena telah mengambil Shion dariku."
Iris klorofil Sakura terbelalak. "A-apa maksudmu. Kenapa aku?"
Kimimaro tertawa. "Karena kau orang yang di cintainya."
"Dia Kakakku!"
"Ya. Tapi kalian bukan sedarah, dan dia mencintaimu. Dia membuat wanita yang aku sukai seperti itu. Menyakitinya dan mengabaikannya."
"T-tidak! A-aku mohon..." Sakura benar-benar takut. Tangannya terus mendorong tubuh pemuda itu dengan kedua tangannya.
Kimimaro menyeringai dan merobek seragam yang di pakai gadis di bawahnya hingga terlihat pemandangan yang membuatnya tertegun. Kulit putih mulus dan benda yang sangat menggiurkan itu tertutupi kain warna hitam yang sangat kontras dengan kulitnya. Merunduk ia langsung menuju leher jenjang yang sejak tadi menggodanya.
Sakura terus menggeleng-glengkan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir di wajahnya.
"Sasuke-nii!"
...
Sasuke mengemudikan mobinya dengan kecepatan penuh. Ia tidak peduli dengan peraturan sekarang. Yang menjadi tujuannya adalah adiknya yang kini dalam bahaya. Menggeram dengan tangannya yang mengepal ia terus mamancu dengan kecepatan penuh.
Flash Back on
Melemparkan ponsel dan tubuhnya ke ranjang saat ia memasuki kamarnya. Ia menggunakan lengan untuk menutupi wajahnya. Tidak di pungkiri walau ia kecewa dan marah karena adiknya itu, ia sangat cemas. Apalagi ponselnya yang ia yakini sengaja di matikan Sakura karena tau jika ia pasti akan menghubunginya. Ia sudah menyelesaikan urusannya dengan Shion dan memintanya mengakhiri hubungan yang ia sendiri tidak menganggapnya sama sekali. Chk. Padahal ia sama sekali tidak meminta atau menjawab 'ya' tapi gadis itu langsung mengklaim dirinya. Ia mana peduli hal itu.
Deringan ponsel di samping tubunya membuat Sasuke mengangkat tangan yang menutupi wajahnya dan menoleh. Mengambilnya dan langsung mengangkat saat tau siapa yang menghubunginya.
"Kau di mana?!" tanyanya langsung.
"Aku tidak tau...Sasuke-nii." Suara Sakura terdengar takut. Apa yang terjadi. Ia bangun dan mengambil headset lalu memasangnya. Kemudian menyambar jaket, mengambil kunci mobil miliknya yang ia jarang naiki.
"Kau sedang bersenang-senang, eh? Kau menikmatinya, hm?" tanya Sasuke dengan geraman. Ia turun melewati tangga.
"Sasuke-nii aku ..."
Sasuke mengeryitkan alis heran karena Sakura yang tiba-tiba menghentikan perkataannya. Apa yang terjadi?
"Kau mau kemana?" tanya Itachi yang baru saja masuk dari halaman belakang rumah. Melihat adiknya yang sepertinya terburu-buru membuatnya mengeryit alis, bertanya.
Rahang Sasuke mengeras. Ia langsung berlari saat mendengar suara di seberang sana. Ia sengaja tidak mematikan sambungan telfon mereka dan begitupun Sakura yang sepertinya lupa atau sesuatu terjadi kepadanya.
Flash Back Off
Sasuke hanya diam mendengarkan apa yang di bicarakan kimimaro. Cih. Jika sesuatu terjadi kepada Sakura ia akan membunuhnya.
"Sasuke-nii!"
Sasuke semakin mempercepat kemudinya. Ia melacak sakura melalu GPS , dan beruntungnya Sakura tidak mematikan ponselya. Jeritan itu langsung membuatnya mendidih.
"Sakura."
.
Tidak jauh dari belakang mobil yang di kendarai Sasuke, sebuah mobil juga mengikutinya dengan menyamai kecepatannya.
...
'DUAK'
Sakura menendang selangkangan Kimimaro hingga mengenai benda berharga miliknya itu dan membuat Kimimro mengerang keskitan. Ia langsung mendorong tubuh lelaki yang berada di atasnya. Ia berlari keluar kamar yang ternyata tidak di kunci.
Menuruni tangga ia berlari menuju pintu dan membukanya. Namun, nihil. Ternyata terkunci. Kemudian ia berlari ke arah jendela besar yang terbuka dan langsung berhadaan dengan kolam renang besar. Ia terus mencari pintu keluar. Namun tetap tidak ada, karena semua terkunci.
"Kau tidak akan menemukan jalan keluar... Honey."
Tubuh Sakura membeku. Ia berbalik memandang ngeri Kimimaro yang memandangnya dengan seringainya.
"Biarkan aku pergi, aku mohon." Mohon Sakura dan di balas tawa keras Kimimaro.
Pemuda itu berjalan mendekat dan Sakura perlahan mundur untuk menjauh.
"Kau memohon?" Kimimaro tergelak sesaat dan kini menatap Sakura dengan tatapan datar. "Sayang sekali itu tidak akan terkabul." Ujarnya dan berhasil menarik tangan Sakura hingga gadis itu langsung menabrak tubuhnya.
Sakura meronta berusaha melepaskan diri dari pemuda yang membuatnya ketakutan. Usahanya berhasil dan ia terlepas dari kungkungan pemuda itu. Namun, langkah mundur kakinya membuatnya terjatuh ke kolam.
'BYUR'
Air. Membuat kenangan buruknya kembali datang. Sosok gadis yang tenggelam di sungai yang tadinya berniat bersembunyi dari amukan ibunya karena membuat sang kakak terluka karena berkelahi melindunginya. Ia terjatuh saat ia duduk di pinggiran pembatas sungai.
Tangannya tergapai, meminta tolong. Ia takut... sangat takut. Apa ini akhirnya? Ia tidak bisa berenang. Sesak. Seseorang tolong aku... Onii-chan. Jeritnya dalam hati.
.
"Sakura... buka matamu. Sakura!" Sasuke terus memompa dan memberikan nafas buatan. Ia langsung mendobrak paksa pintu dan langsung berlari saat mendengar suara air. Ia yang tadinya ingin menghabisi sosok brengsek yang dengan lancangnya berbuat seperti itu kepada Sakura memilih melepaskannya.
Sakura terbatuk-batuk. Tubuhnya lemah, pandangannya masih memudar. Ia tersenyum lemah saat iris klorofilnya melihat sosok yang memandangnya cemas.
"Sasuke-nii." Lirihnya yang kemudian jatuh tidak sadarkan diri.
"Sakura/sakura-chan!"
Sasuke menoleh. Kakaknya menghampirinya.
"Nii-san."
Itachi berjongkok melihat kondisi Sakura. "Sebaiknya kita harus cepat membawanya ke rumah sakit." Ujarnya dan di jawab anggukan Sasuke.
Sasuke langsung menggendong Sakura ala bridal style kemudian membawanya keluar dari rumah orang yang akan ia hancurkan setelah ini.
"Tenang saja, kita akan bertemu dengannya di rumah sakit." Ujar Itachi yang tau apa yang di pikirkan adiknya itu dan ia pun sama. Kimimaro telah ia habisi walau tidak membuatnya mati, hanya sekarat.
Sasuke mendengarnya hanya mengangguk. "Hn."
Mereka meninggalkan rumah itu, dan menaiki mobil besamaan. Itachi menyetir dengan Sasuke di belakang membawa Sakura. Ia melirik adiknya yang terus menatap Sakura tanpa berkedip itu.
"Menikmati apa yang kau liat eh."
"Diam kau dan cepatlah!" geram Sasuke. Namun ia membuang pandangannya saat melihat apa yang di maksud kakaknya.
'Puk'
Jaket hitam terlempar dari depan. Itachi mengangguk dan terus fokus menyetir.
Sasuke memakaikan untuk menutupi tubuh Sakura yang terekspose. Ia menggenggam tangan Sakura di balik jaket yang menutupi tubuh Sakura. Itachi yang melihat tingkah adiknya hanya mendengus. Dasar tsundere, ujarnya dalam hati.
"Bertahanlah ..."
.
.
.
.
.
.
Bersambung
a/n : lama yaaa. Maaf banget XD gak bisa ngetik cepet. Soalnya pada rusak #alasan
Thanks for Revw/ Foll/Fav ^^
Balas review ya ;D
Sami haruchi 2 : iya kasian Sasu. Tfr ya. Jgn sungkan untuk terus korksi heheh karena ini penuh typo dan eyd ancur ^_^
Vnny-chan : iya. Saso meninggal sesuai apa yang terjadi. #elusSaso. Tfr yaa
Ikalutfi97 : menyebalkan! \\\ hihi nanti juga bilang
Dianarndraha : maksih jika suka. iya nanti bersatu. Tfr ya.
Undhott : jangan kaburrrr . ihhh . tfr ya
Rya-chand : jangannn nangisss nnti aku di satroni embah Mada twt nih tissu buat lap inuzz. Tfr ya
Nomnom : gk bisa kilat t.t bnyk kendala. Tfr ya
Guest : nanti juga dia sadar. #semangatinSakura . gk akan sama yang lain kok paling sm abang ayam aja. #plak Tfr yaa
: ini dah lanjut. Tfr ya
Yoktf : siiipp juga lah. Tfr ya
Suket alang alang : ayo jentusin pala Sasuke #diAmaterasu hahaha nanti juga ada rasa kali. Apan ini ff rl orang #tuinggg tfr yaa
Misakiken : hahaha iya Saku gk peka yeee tfr yaaa.
Hanazono yuri : nih dah lanjut. Tfr yaaa
An Style ; bolehhh... ini gk tau brp cptr lg. ½ trgantung pnjngnya ngetik #diTendang cubittt Sasu rame-rame. Tfr yaa
Luca Marvell : kasih obat aja biar gak uring-uringan Sasukenya gihh ^^ tfr yaaa
Nunnisurya26 : thnks.. tapi gk bisa kilat t.t Kasihannya Sasuke. Tfr yaaaa
Nikechaann : ihhh jyahattt #nangisBombayyy XD HEHE Tfr yaa
Dewazz : ini dah di lanjutt. Maaf lama ya ^^ tfr
Laras921 : ini dahh di lanjut XD TFR Yaa
Vanessa chan : gk tau ampe chp brp. Tapi ini dikit lagi kyanya. Ah masa sih sampe terhanyut #nyutttt :D TFR Yaaa
Semuanya terima kasih banyak #bungkuk
Mind to rnr?
WRS
