OUR CUTE BABY
Cast : Sehun x Jongin
Length : Drabble
Genre : Family
WARNING! THIS IS YAOI/ BOYS LOVE/ SHOUNEN-AI/ M-PREG!
N/A : Lagi-lagi ini Cuma drabble, maaf ya hehe. Soalnya besok udah lebaran. Maaf juga kalau masih ada typo. Don't forget to review guys!
Happy Reading^^
K
I
M
Y
K
A
I
Sequel : Pervert Appa!
Sehun memeluk Jongin dari belakang ketika Jongin sedang mencuci piring bekas makan malam mereka. Jongin bisa menghirup bau segar rasa mint karena suaminya itu baru saja selesai mandi.
"Malam ini saja ya?" bisik Sehun sembari menjilat perpotongan leher Jongin.
Jongin mengerti apa yang dimaksud Sehun dengan kata 'malam ini.' Jongin menghela nafas berat, "Kau urus dulu sana anakmu." ucap Jongin seraya mengalihkan pandangannya pada Asher yang berada di ruang keluarga.
Asher tengah duduk sembari memainkan mobil-mobilan yang baru dibelikan oleh Sehun kemarin. Bayi gemuk itu merengek pada Sehun saat mereka tengah berjalan-jalan di mall. Ini sudah pukul delapan malam, dan bayi laki-laki berumur delapan belas bulan itu belum menunjukkan rasa kantuknya. Ia tidak ingin tidur jika Jongin tidak menemaninya. Oh Sehun kecil itu memang selalu lengket pada Jongin dari pada dengan Sehun.
Asher yang melihat orang tuanya segera berjalan sembari menarik mobil-mobilannya. Jongin yang melihat Asher mulai berjalan ke arahnya hanya tersenyum. Anaknya itu masih agak sulit berjalan, sesekali bayi itu akan terjatuh.
"Mmaa.." Asher meninggalkan mobilnya di samping meja makan, bayi tembam itu berlari kecil saat melihat sang Ibu merentangkan tangannya.
Happ
Sehun sudah mengambil alih Asher duluan. Bibir bayi mungil itu mengerucut imut, tangan mungilnya tak henti-hentinya bergerak untuk mencapai Jongin. Asher menguap kecil, ah sepertinya bayi laki-laki itu mulai mengantuk. Sehun membelai lembut rambut tebal Asher, menepuk-nepuk pelan punggung sang anak agar lebih nyaman.
"Asher putra appa, malam ini tidur dengan appa yuk!" Sehun berujar sembari memainkan bibir tebal Asher. Asher hanya memberengut kesal, tangannya selalu saja memukul pelan wajah Sehun.
"Mmaa.." Rengekan Asher mulai terdengar. Lihat? Anak itu akan menangis jika Sehun menyentuh bibirnya.
"Kenapa dia tidak mau memanggilku sih?" Sehun mendengus kesal.
"Dia hanya mengantuk. Kau tidurkan dia ya? Aku akan mandi dulu.." Jongin mencium pipi Asher sebelum menggerling nakal pada Sehun. "Malam ini kita habiskan berdua saja ya." bisik Jongin.
Seketika itu juga, Sehun menjadi semangat dan membawa Asher ke kamarnya.
K
I
M
Y
K
A
I
Sehun yang sudah sangat tidak sabar langsung menidurkan Jongin di kasur. Melepaskan pakaian Jongin dengan tidak berperikemanusiaan. Tangan nakalnya mulai membelai kulit Jongin dari tubuh bagian bawah hingga jari Sehun bersemayam di nipple Jongin, mencubitnya pelan.
Jongin menyilangkan tangannya di depan dada, "Tidak. Ini milik Asher. Kau tidak boleh menyentuhnya!"
"Aku tidak mau tahu, ini milikku juga." ujar Sehun sambil kembali memainkan nipple Jongin. Dan seketika itu juga, air susu Jongin membasahi wajah Sehun.
"Sudah ku bilang kan, ini milik anakmu."
Jongin tertawa sebelum ia mengambil tisu untuk membersihkan wajah Sehun. Sehun hanya diam sembari kembali memainkan badan Jongin. Tangan nakalnya itu memang tidak bisa diam jika sudah disuguhi tubuh indah Jongin.
"Kau sudah siap, sayang?" Sehun bertanya dengan kedipan nakal.
"Sudah. Aku sudah menyiapkan hati dan badanku ini untuk suamiku yang mesum."
Jongin memeluk leher Sehun, menyelipkan kakinya diantara kaki Sehun dan tersenyum genit pada sang suami. Sehun sudah tidak bisa menahannya lagi. Prinsip lelaki berambut blonde itu adalah 'memberikan adik perempuan untuk Asher'
Tapi..
"Uweekkkk! Uweekkk!" suara tangisan Asher pun terdengar.
Jongin segera memakai pakaiannya kembali dan segera berlari ke kamar Asher. Jongin tertawa kecil, Sehun pasti akan sangat kesal karena kegiatannya digagalkan lagi oleh anaknya sendiri.
K
I
M
Y
K
A
I
Hari ini hari minggu, Sehun memutuskan untuk menghabiskan waktunya di rumah. Menghabiskan waktunya bersama keluarga kecilnya. Beberapa hari ini Sehun memang sangat sibuk. Ia bahkan tidak tahu jika Asher sudah bisa memanggilnya 'Appa'.
"Asher, anak appa.." Sehun berjongkok disamping Asher yang sedang duduk di kursi kecilnya, melahap semua makanan dengan rakus. Pipi tembamnya itu terlihat semakin tembam karena bayi laki-laki itu terus menerus memasukan makanan tanpa henti.
"Appa!" Asher memekik senang saat melihat Sehun berada disampingnya. Tangan mungilnya mengambil salah satu biscuit dan mengarahkan tangannya pada mulut Sehun. Sehun yang mengerti segera membuka mulutnya. Sehun tersenyum senang, jarang sekali Asher bersikap akrab dengan Sehun.
"Chocopie sudah datang!"
Jongin datang dari dapur dengan membawa chocopie kesukaan Asher. Jongin ikut berjongkok di samping Sehun. Seulas ia melemparkan senyuman untuk sang suami. Tapi, Jongin mengerutkan keningnya saat melihat wajah Sehun yang murung.
Jongin mencium pipi Sehun sekilas, "Ada apa Mr. Oh?"
"Aku hanya merasa sedih. Aku tidak bisa melihat berkembangan anakku. Rasanya aku ingin menangis saat Asher memanggilku 'Appa'."
"Jangan seperti itu Sehuna. Kau 'kan bekerja untuk membiayai kebutuhanku dan juga Asher."
Asher mengedipkan matanya saat melihat orang tuanya yang sedang berbicara. Matanya langsung berbinar saat penglihatannya menangkap sesuatu yang dibawa Jongin. Ya, Chocopie.
"Mmaaaaa.."
Jongin mengalihkan perhatiannya pada Asher. Bayi laki-laki itu mencoba untuk menggapai chocopie di tangan Jongin. "Asher ingin chocopie?"
Asher hanya mengangguk imut.
"Katakan dulu kokopai (chocopie)."
"He…hee.." Asher tertawa dengan tawa khas bayinya, "Kukuki.."
Sehun tertawa kencang saat mendengar ucapan anaknya. Perutnya sampai terasa sakit karena trtawa terlalu lama, sekilas Sehun melirik pada Asher dan kembali tertawa lagi. Appa yang kurang ajar memang. Anaknya sedang belajar berbicara malah di tertawakan.
"Uweeekkkkk!" tangisan Asher pecah.
"Oh Sehun!" Jongin menggeram kesal, memberikan Sehun tatapan mematikan. Jongin mengepalkan tangannya dan tersenyum remeh.
Glukk
Sehun menelan ludahnya dengan susah payah. Oh tidak, Sehun mengerti tatapan itu. 'Ya Tuhan, aku tidak ingin bermain solo lagi'.
"TIDAK ADA JATAH UNTUMU SELAMA SEBULAN!"
END
.
.
.
Yohoooo.. ini FF nya aku bikin kebut.
Maaf kalau jadi aneh T.T
Aku seneng banget respon yang sebelumnya segitu.
Tadinya itu dibikin drabble doing, tapi karena kalian minta, jadi aku lanjutin.
Maaf ya yang KyungIn itu hehe. Soalnya FF itu aku bikin buat temen aku, dan dia suka KaiSoo. Hehe
Bisa ngk review chapter ini 10? Jadi semuanya 40 review?
Kalau sampe 40, nanti aku bikin lagi HunKai family nya. ^^
Thanks to :
NunaaBaozie; hunkaiship14; sexkai; cici fu; kimm bii; Kim In Soo; utsukushii02; Lee Shikuni; dhantieee; Amune; leon; MooN; Jongin48; LoveHyunFamily; BabyWolf Jonginnie'Kim; geash; kthk2; xoxokaihun; LoveSK; nadiaa; k1mut; ismi ryeosomnia; cute; jonginisa; askasufa; jjong86; Grey378; sarahunkai; novisaputri09; saya orchestra;
