OUR CUTE BABY

Cast : Sehun x Jongin

Length : Drabble

Genre : Family

WARNING! THIS IS YAOI/ BOYS LOVE/ SHOUNEN-AI/ M-PREG!

N/A : Bagi yang sudah baca tolong berikan jejak kalian berupa review ya, untuk menghargai author. Ini FF lagi edisi gaje. Jadi, bagi yang tidak suka, jangan dibaca ^^

Happy reading~

.

.

.

Positif

Jongin menghembuskan nafasnya berat, menggenggam benda tipis persegi panjang itu ditangan kirinya. Tangan kanannya menyentuh perutnya yang masih rata, sejenak Jongin tersenyum tulus. "Apa Sehun akan marah?" gumamnya.

K

I

M

Y

K

A

I

CEKLEKK

"Aku pulang."

Sehun membuka sepatu dan kaus kakinya sebelum ia menyimpannya di tempat khusus –rak sepatu-. Matanya melihat ke sekitar sembari membuka kancing bajunya yang basah karena keringat. Sehun mengistirahatkan tubuhnya di sofa, memejamkan mata sejenak sebelum ia kembali membuka matanya.

"Jongin, kau dimana sayang?" Sehun beranjak dari duduknya, berjalan ke arah kamar mereka. Sehun membuka pintu kamar dengan perlahan, khawatir jika Jongin sudah tidur. Kosong, kamar mereka terlihat sangat rapi, seperti tidak ada penghuninya.

Wajah Sehun seketika menjadi semakin pucat, "Oh Jongin kau dimana…" lirihnya.

"Sehun."

Sehun membalikkan badannya, ia menatap Jongin sembari menghela nafas lega. Sehun mendekat pada Jongin sebelum ia mengerutkan alisnya saat ia menangkap bahwa Jongin sedang tidak baik-baik saja. Wajah sang istri –suami- nya terlihat pucat. "Kau sakit, bear?"

Dengan cepat Jongin menggelengkan kepalanya, kedua tangannya ia sembunyikan dibalik tubuhnya, masih dengan menggenggam benda tipis persegi panjang itu. "Aku tidak apa-apa Sehuna.." Jongin tersenyum.

Jongin menyimpan benda itu ke dalam sakunya sebelum tangannya terulur untuk melepas satu persatu kancing kemeja Sehun. Sudah kegiatan rutin bagi Jongin untuk mengurus sang suami sejak satu tahun yang lalu. Sehun tersenyum melihat Jongin degan telaten mengurusi dirinya, Sehun tahu jika Jongin pasti merasa bosan berdiam diri di rumah. Tapi, Sehun sungguh tidak ingin jika Jongin bekerja. Bagi Sehun, Jongin sudah menjadi tanggung jawabnya.

Sehun memandang Jongin aneh, "Apa yang kau sembunyikan itu?"

Jongin hanya diam tak berniat untuk menjawab pertanyaan Sehun. Wajahnya semakin pucat. Bukan, bukan karena Jongin sakit. Tapi, ia hanya takut jika Sehun akan marah. Jongin masih sangat ingat Sehun pernah mengatakan jika ia belum ingin punya anak. Dan apa yang terjadi sekarang? Jongin tengah mengandung.

"Aku akan menyiapkan air hangat." Jongin berujar lirih seraya memasukkan kemeja kotor Sehun ke dalam keranjang sebelum ia berjalan ke dalam kamar dan meninggalkan Sehun yang masih memperhatikan Jongin dengan pendangan khawatir dan aneh.

K

I

M

Y

K

A

I

"Bear…"

"…apa yang kau sembunyikan dariku?"

Jongin lagi-lagi tidak menjawab. Ini sudah sekian kali Sehun bertanya seperti itu, dan Jongin masih tetap tidak membuka suara. Sebenarnya ada apa dengan istri manisnya itu?

"Jika kau marah padaku katakan saja. Jangan membisu seperti ini. Kau sungguh menyiksaku."

Jongin menghentikan kegiatan makannya. Mengangkat kepalanya dan menatap Sehun dengan senyuman kecil. Sungguh saat ini Jongin memang sedang gelisah, tapi ia baru sadar jika ekspresi Sehun saat ini membuatnya ingin tertawa. Lihatlah wajah pucat Sehun yang semakin bertambah pucat karena kekhawatirannya. Sejenak Jongin berpikir, bagaimanpun Sehun harus tahu yang sebenarnya.

Jongin menghela nafas dalam, "Aku hamil.."

K

I

M

Y

K

A

I

"Hahaha.. Saat itu ekspresimu sangat lucu. Aku sampai ingin tertawa." Jongin tertawa terbahak sembari memegang perutnya yang sakit karena terlalu banyak tertawa. Bagaimana dengan Sehun? Sehun hanya tersenyum melihat sang istri, menurut Sehun senyum dan tawa Jongin adalah sebuah vitamin. Katakana saja jika Sehun itu sangat berlebihan, tapi itu adalah kenyataan.

"Mmaaaa.."

Suara cempreng khas bayi mampu menyadarkan Jongin dari tertawanya. Tangan mungilnya bergerk-gerak untuk menggapai sang Ibu. Oh tidak, Jongin hampir lupa jika Asher berada di antara mereka. Jongin mengambil alih Asher dari Sehun, "Maafkan eomma sayang. Eomma hampir melupakanmu."

Bayi laki-laki itu memasukkan tangan kirinya ke dalam baju Jongin. Jongin yang mengerti maksud anaknya segera membuka kancing teratas kemejanya, tapi sebelum itu tangan nakal Oh Sehun menghalanginya.

"Tidak boleh."

"Jangan kekanak-kanakkan Oh Sehun, anakmu sedang lapar."

"Tidak. Kau menghukumku dengan tidak memberiku jatah. Jadi, Asher juga tidak boleh mendapatkanya."

Jongin menggeram kesal. Jongin lebih memilih untuk tidak menghiraukan Sehun,terkadang suaminya itu tidak mau mengalah pada anaknya sendiri.

"Cuuucuucuu.."

"Kita ke kamar saja ya, sayang. Jangan hiraukan Appa mu itu."

Jongin beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah kamar mereka. Tapi, sebelum itu Jongin mendekati Sehun dan berbisik pelan dengan suara menggoda yang sengaja Jongin lakukan dan mencium sekilas bibir Sehun, "Hukumanmu bertambah Albinoku sayang. Aku tunggu di kamar ya."

Dan apa yang dipikirkan Sehun saat Jongin berkata seperti itu?

.

.

END

Ya ampun maafkan aku T.T

FF ini hancur banget, gaje, tidak nyambung, ah pokoknya yang jelek-jelek deh. Aku lagi gk mood -_-

Buat FF INVISIBLE pasti aku lanjut kok. Tapi, gk akan cepet. Soalnya lusa udah masuk sekolah.

THANKS yang udah review di FF sebelumnya. Maaf gk bisa nulis satu-satu.

Aku butuh review kalian biar bikin aku semangat ngelanjutin FF nya. Kalian boleh kalau mau mengkritik FF aku kok. Aku terima.

Review yang banyak klo mau lanjut FF INVISIBLE ^^

Terimakasih.

w/ love Kimykai and EXO