Author : manlylittledeer
SO, Park or Byun?
Cast : Main cast Baekhyun and Chanyeol EXO, all member of EXO!
Length : Chaptered
Inspired by all of Chanbaek moments!
Rated : T
Disclaimer : Chanyeol itu punya Baekhyun. Cerita ini punya author. Anti plagiat. Bangga banget siih plagiat? -_-
.
.
.
SO, Park or Byun?
.
.
.
Happy reading!
.
.
"I REGRET WAS CHOOSING YOU! ERRH " –PARK CHANYEOL
.
.
.
/previous story/
"Aish ini pasti ulah Sehun, sembarangan menaruh buku" Wah, tepat sekali tebakanmu Luhan. Luhan mengambil buku tersebut, dan membersihkannya karena ada sedikit debu yang menempel. Luhan memperhatikan cover depannya. Tung-tunggu ini kan?! Mata Luhan langsung membesar dari ukuran normal, mulutnya terbuka lebar. Siapa yang mempunyai buku ini?! Luhan membaca sinopsisnya kemudian membaca bagian tengah novel tersebut. Luhan langsung membanting novel tersebut. BUKU LAKNAT SIAPA INI?!
.
.
Sinar mentari bersinar menelusup kesebuah kamar dimana seorang namja mungil sedang asyik dengan dunia mimpinya. Suara cicitan burung menambah keindahan dipagi hari ini namun sepertinya itu malah menjadi gangguan untuk namja mungil tersebut. Namja mungil itu membuka selimutnya sambil menggerutu
"Bisakah burung sialan milik Jongin diam sebentar saja?!" Namja mungil tersebut menggeliatkan badannya sambil sesekali menggerutu. Ia bangkit dari tidurnya kemudian mengambil handuk untuk membersihkan diri. Tak lama kemudian terdengar percikan air dari dalam kamar mandi.
TOKTOKTOK!
"Hey pemalas! Bangun sekarang dan mandi kalau kau tidak ingin berjalan kaki menuju kantor!" Namja mungil yang sedang didalam kamar mandi memutar kedua bolamatanya malas
"Aku bahkan sudah selesai mandi bodoh!" Namja mungil tersebut keluar dari kamar mandi dengan bathrobe. Ia langsung bersiap-siap mengenakan jas formalnya, memakai dasi dan segala tetek bengek yang harus ia lakukan di pagi hari. Setelah dirasa cukup, namja tersebut keluar dari kamarnya menuju ruang makan
"Ow, tumben Baek kau sudah siap jam segini?" Jongin memandang Baekhyun agak heran sambil mengoles selai strawberry dirotinya. Baekhyun duduk disebelah Kai
"Tentu saja karena burungmu yang sangat berisik! Lagipula kenapa harus ditaruh didepan kamarku sih?"Jongin terkekeh
"Well, tapi membawa dampak positif untukmu bukan? Lagipula kau ingin kekasihmu itu menunggu lebih lama lagi?" Ucapan Jongin sontak membuat Baekhyun mengangkat alisnya bingung
"Memang dia di—"
"Kau bahkan tidak menyadariku ya daritadi" Baekhyun menoleh kebelakang, terlihat Chanyeol terlihat sangat tampan dengan..
"Luhan hyung" Luhan yang sedang konsentrasi membaca langsung refleks menyembunyikan buku itu dibawah pantatnya /-_-/ Baekhyun mendekati Luhan kemudian duduk disebelahnya, "Aku bosan sekali, bagaimana kalau kita menyusul mereka saja? Lagipula kalau dipikir-pikir kita kan belum makan siang hyung" Luhan yang masih kaget dan belum bisa berfikir jernih hanya mengiyakan saja tawaran Baekhyun
"Baiklah, aku bersiap-siap dulu ne? Kau juga bersiap-siap" Luhan hanya mengangguk kaku, tangan kanannya masih setia menahan novel yang ia duduki. Baekhyun bangkit dari duduknya kemudian masuk kedalam kamarnya. Setelah dirasa Baekhyun tidak akan keluar lagi, Luhan langsung mengambil novel tersebut perlahan. Luhan termasuk seorang pembaca, ia menimang-nimang mau dikemanakan novel tersebut. Setelah lama berfikir akhirnya Luhan berencana untuk menyembunyikan novel tersebut dan membacanya nanti.
Setelah bersiap-siap Baekhyun dan Luhan berangkat kerestoran dimana anggota EXO sedang makan. Luhan dan Baekhyun mendekati anggota EXO yang sepertinya belum sadar akan keberadaan Baekhyun dan Luhan
"Annyeong, setelah dipikir-pikir kami bosan juga diam dirumah" Luhan langsung duduk disebelah Sehun sedangkan Baekhyun disebelah Chen. Kyungsoo yang sedang memanggang daging langsung memberikannya kepada Baekhyun dan Luhan
"Makanlah, untung kalian datang sebelum semua makanan ini habis"
"Ah, gomawo Kyungsoo-ah" Luhan dan Baekhyun makan dengan lahap sedangkan anggota EXO lainnya sudah kekenyangan
"Sepertinya aku harus fitness setelah ini" gerutu Xiumin, "Berat badanku bertambah setengah kilogram" Chen yang paling sering mendengar Xiumin berkata seperti itu menghela nafasnya malas
"Xiumin, kau itu tidak terlihat gendut sama sekali!" Chen mengaduk minumannya malas, "Lihat Shindong hyung, ia saja terlihat santai"
"Benar kata Chen hyung, badan hyung itu sudah proporsional" sambung Sehun. Xiumin menghela nafasnya
"Baiklah,bagaimana kalau setelah ini kita latihan dance?" Tawaran Xiumin langsung dibalas erangan dari seluruh member EXO
"Ayolah hyung, ini hari bebas kita. Kita akan bersantai dan melakukan hal-hal yang menyenangkan hari ini dan besok. Setelah itu baru kita fokus kembali, ne?" ucap Jongin yang dibalas anggukan setuju dari member EXO lainnya
"Sudah,sudah bagaimana kalau kita besok membuat surprise untuk para EXO-L?" usul Baekhyun, "Kalian masih menyimpan barang-barang yang diberikan EXO-L bukan? Bagaimana kalau masing-masing dari kita memilih salah satu alamat yang barang pemberiannya sangat menarik kemudian kita datangi rumahnya sambil membawa album EXODUS kita? Terdengar menarik bukan?"
"Tapi Baek" Suho terlihat berfikir, "Apa kau tidak takut sasaeng fans akan mengejar-ngejar kita nanti?" Baekhyun memutar kedua bola matanya malas
"Tentu saja, kita harus tetap bersama bodyguard hyung"
"Ide yang menarik" timpal Chanyeol
Ehm, mari kita lihat siapa 12 EXO-L yang begitu beruntung
.
.
.
/skiptime/
Saat ini member EXO sudah berada di dalam van untuk menuju ke alamat yang sudah mereka pilih. Pertamanya memang manajer EXO melarang dan sangat menentang usulan Baekhyun tersebut karena bisa-bisa membahayakan diri mereka sendiri namun karena Baekhyun yang pintar berdebat akhirnya manajer EXO pun luluh. Dibelakang van mereka sudah ada satu mobil hitam yang mengikuti mereka, mobil tersebut berisi tiga bodyguard yang akan menjaga mereka. Berlebihan memang, namun mengingat kelakuan dan tingkah sasaeng fans yang makin hari makin menggila maka manajer EXO tidak mempunyai pilihan lain
Saat ini mobil van menuju kerumah salah satu fans yang mengirimi Chen hadiah. Kalau ditanya kenapa Chen memilih fans tersebut, ia pasti menjawab
"Hanya dia satu-satunya fans yang tahu kebutuhanku" Dan jangan harap Chen akan memberitahu apa yang ia terima dari EXO-L tersebut karena katanya itu adalah privasi.
"Bersiaplah Chen kau akan sakit telinga mendengar teriakan histeris seorang yeoja"
"AAA CHEN OPPA SARANGHAEYO! KAU TAMPAN SEKALI KYAAA" ujar Kai sambil meniru suara yeoja yang biasa mereka dengar. Seluruh member EXO tertawa melihat tingkah Kai
"Atau mungkin ia akan menciummu" Chanyeol menambahkan
"Meremas pantatmu seperti yang kau alami di airport?" Chen memutar kedua bola matanya malas melihat kesebelas temannya menertawakan kejadian nista waktu itu. Stop, Chen tidak akan membahas hal itu lagi
"Kalian tenang saja, ini fanboy"
Van EXO berhenti disebuah dorm kumuh, Chen menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Merasa tidak yakin dengan apa yang ia lihat sekarang
"Kau yakin ini alamat yang benar?" tanya Chen kepada supir didepan. Supir tersebut mengangguk. Chen menatap kembali dorm tersebut
"Kurasa aku salah memilih alamat?" Chanyeol menggelengkan kepalanya
"Eyyy, kau tidak boleh seperti itu kepada EXO-L. Bisa saja dorm kumuh seperti ini isinya orang baik semua?" Chen melirik sekilas kearah Chanyeol kemudian menatap kembali dorm tersebut
"Baiklah aku turun, Sehun tolong ambil album EXODUS disampingmu" Sehun mengambil album tersebut kemudian mengopernya ke Chen
"Tidak ada yang mau menemaniku?" tanya Chen sambil menatap satu persatu member EXO
"Sesuai perjanjian harus sendiri-sendiri Chen" Baekhyun mengingatkan perjanjian mereka kemarin malam di dorm, Chen menghela nafasnya
"Baiklah" Chen kemudian menggeser pintu van kemudian berjalan mendekati dorm tersebut. Seluruh member EXO memperhatikan Chen yang sudah menghilang masuk kedalam dorm tersebut
Lima menit
Sepuluh menit
"Apa Chen baik-baik saja? Lama sekali?" Xiumin menatap dorm tersebut khawatir . Suho yang sebagai leader pun terlihat panik
"Tenang saja, Chen bersama bodyguard" ujar Jongin berusaha menenangkan teman-temannya walaupun sebenarnya ia juga khawatir akan keadaan Chen. Tak lama kemudian, Chen keluar dengan wajah yang terlihat pucat. Chen berjalan dengan lambat kedalam vannya, Chanyeol langsung membukakan pintu van. Chen masuk kedalam van sambil mengelap keringat didahinya
"Hey, kau kenapa? Ceritakan kejadian didalam kepada kami" Chanyeol langsung memberondong Chen dengan berbagai pertanyaan
"Aish, tunggu Chen tenang dulu Chanyeol" Baekhyun mengambilkan tisu untuk Chen. Setelah agak tenang akhirnya Chen pun bercerita
"Jadi..."
/flashback/
Chen masuk perlahan kedalam dorm tersebut, baru saja sampai dipintu masuk Chen sudah disuguhi berbagai macam pemandangan yang bisa membuat Chen muntah. Ada pasangan gay dan lesbi yang sedang berciuman. Chen memandang geli kemudian mendekati salah satu penjaga keamanan didorm tersebut
"Maaf, bisa saya bertemu dengan Lee Yeon Jeong?" Petugas keamanan tersebut terlihat berfikir
"Ada kepentingan apa?"
"Saya ingin memberikan sesuatu kepadanya" Petugas keamanan itu mengangguk mengerti kemudian masuk kedalam sebuah ruangan. Tak lama kemudian keluarlah seorang pemuda dengan kacamata yang terlihat stylish diwajahnya. Pemuda tersebut menatap Chen dengan pandangan tak percaya. Mulutnya terbuka lebar, otaknya masih tidak bisa berfikir saat ini
"Ka-kau Chen EXO?!" Chen tersenyum kemudian membungkukkan badannya
"Ne, annyeonghaseyo" Pemuda tersebut masih diam ditempat tidak tahu apa yang akan ia lakukan saat ini. Chen yang merasakan kecanggungan tersebut mengeluarkan album EXODUS yang ia bawa, "Sebenarnya ini bukan acara formal atau apapun, ini atas dasar ide Baekhyun. Karena kami mendapatkan free day jadi kami memberikan album EXODUS kepada fans-fans yang terpilih. Terimalah" Pemuda tersebut mengerjapkan matanya sambil menerima album tersebut
"Ja-jadi dari ribuan fans aku terpilih?" Chen menganggukkan kepalanya sambil tersenyum memaklumi sikap pemuda tersebut, "Bolehkah aku meminta satu permintaan?"
"Tentu saja"
"Aku ingin.."
/end of flashback/
"Paling dia hanya ingin berselca denganmu saja bukan?" tebak Kai. Chen menggelengkan kepalanya
"Jika hanya permintaan seperti itu pasti kusanggupi bodoh"
"Jangan-jangan dia gay?!" tebak Luhan, Chen langsung menoleh kearah Luhan
"Tepat sekali! Dan silahkan tebak sendiri apa permintaan dia" Chen menghela nafasnya masih tidak menyangka fansnya adalah gay!
"Pasti dengan mata berbinar, bibir mencebik dan pipi dikembungkan ia meminta agar keperjakaannya kau ambil sehingga ia bisa membanggakan bahwa keperjakaannya diambil oleh salah satu member EXO yang sedang mendunia" tebak Chanyeol asal yang langsung mendapatkan tatapan tak percaya dari Chen
"Ba-bagaimana kau tahu?!"
"Eh aku benar?" Para member EXO langsung menggelengkan kepalanya ngeri
"Lalu kau tidak melakukannya bukan?" tanya Xiumin dengan muka jijik, Chen menatap Xiumin malas
"Tentu saja tidak, kau kira aku tidak waras" Chen bergidik membayangkan kembali wajah Lee Yeon Jeong, "Aku langsung kabur lari seperti dikejar anjing gila yang kelaparan" Sehun terkekeh mendengar ucapan Chen
"Jadi, sekarang giliran siapa setelah Chen hyung?" Baekhyun membuka note dihandphonenya, kemarin malam mereka memang sudah mengundi untuk giliran kerumah fans
"Selanjutnya, ehm aku!" Baekhyun berteriak senang, ia yang mengusulkan ide ini tentu saja ia yang paling semangat, "Kali ini aku memilih yeoja, semoga tidak aneh-aneh seperti kau Chen"
"Yaa, berdoa saja"
Setelah beberapa menit, sampailah mereka disebuah rumah minimalis. Letak rumah fans Baekhyun tidak terlalu jauh dari dorm kumuh Lee Yeong Jeong sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama. Baekhyun menganggukkan kepalanya puas
"Aku yakin pasti ini yeoja berbadan mungil, mempunyai rambut lurus sepunggung dan akan memelukku sambil berkata 'Aaa Baekhyun opppaa saranghaeyoo~" Chen memutar kedua bola matanya malas melihat tingkah Baekhyun
"Kita lihat saja seperti apa, sudah sana masuk. Jangan lupa ini albumnya" Baekhyun menerima album tersebut dengan semangat , ia menggeser pintu van kemudian keluar mendekati rumah minimalis tersebut
Ting tong!
'Ne, nuguseyo?' Terdengar suara yeoja dari dalam intercom
"Aku membawakan sebuah paket" jawab Baekhyun diintercom tersebut
'Untuk siapa? Bisakah kau menaruhnya saja didepan rumah? Aku sibuk saat ini'
"Ah begitukah, tapi aku ingin melihat wajahmu. Ini untuk Kim Yura" Yeoja tersebut terdiam
'Sepertinya aku mengenal suaramu?' Baekhyun mengulum senyum
"Bitnaneun geotdeureun manha, geu ane jinjjareul bwabwa. Call me Baby oh Call me baby" Terdengar pekikan yeoja diintercom
'Se-sebenarnya kau siapa? Tunggu sebentar aku keluar' Terdengar bunyi pintu terbuka, Baekhyun menengok. Astaga, ini manusia?
"ASTAGA BAEKHYUN?!" Baekhyun menganggukkan kepalanya senang, "Ini benar-benar kau?"
"Tentu saja" Yeoja tersebut menyubit pipinya keras, Baekhyun yang melihat hal itu langsung menahan tangan yeoja tersebut, "Eyy kau tidak sedang bermimpi nona cantik. EXO sedang mengadakan surprise kali ini dan—"
"Maaf memotong oppa, tapi bagaimana kalau kau masuk sebentar? Lebih enak sambil duduk bukan?" Baekhyun menganggukkan kepalanya menerima tawaran Kim Yura. Baekhyun mengikuti Yura dari belakang sambil mengamati interior rumah minimalis tersebut. Yura dan Baekhyun duduk diruang tamu
"Baiklah, pertama aku akan menebak pasti kau berpikir kenapa aku bisa ada disini, kenapa aku bisa tahu alamat rumahmu bukan?" Yura mengangguk cepat, "Sebelumnya terimakasih atas bando hello kitty yang kau kirim kepadaku dengan surat yang membuatku tersenyum" Yeoja tersebut tersentak kaget kemudian menutup wajahnya malu
"Mi-mian oppa, itu aku hanya bercanda kau tidak usah menganggapnya serius. Ne?" Baekhyun tertawa kecil
"Tentu saja, kau pasti tidak akan mengira bisa mengobrol denganku seperti ini bukan? Sebenarnya ini bukan acara formal atau acara talk show ini hanya cara kami melakukan pendekatan dengan EXO-L. Ini sebenarnya the last day kami untuk bebas kemana saja untuk menyegarkan fikiran atau bebas dari rutinitas kami dan akhirnya kami memilih untuk membuat surprise untuk EXO-L. Terimalah ini" Baekhyun menyodorkan album EXODUS kepada Yura, Yura menerima album tersebut sambil melongo
"I-ini benar-benar untukku Oppa?" Baekhyun menganggukkan kepalanya, "Astaga asal kau tahu Oppa, sebenarnya tadi aku tidak mau menerima tamu karena aku sedang mengikuti kuis untuk memenangkan album ini!" Baekhyun mengerjapkan matanya
"Oh ya?"
"Eum! Terimakasih Oppa" Baekhyun tersenyum lebar
"Baiklah apa kau punya satu permintaan? Aku akan mengabulkannya sebisaku"Yura terlihat berpikir, Baekhyun gemas sendiri melihatnya karena sungguh demi dewa neptunus yeoja dihadapannya ini sungguh menggemaskan! Namun tenang, Baekhyun tetap milik Chanyeol /loh engga ding haha/
"Aku ingin selca saja denganmu Oppa"
"Baiklah"
Akhirnya setelah berselca ria Baekhyun pun pamit yang dibalas dengan ucapan 'gomawo Oppa' berulang kali dari Yura. Yura mengantar Baekhyun sambil keluar rumah, Baekhyun melambaikan tangannya kemudian masuk kembali kedalam van
"Woah, kyeopta! Kau beruntung hyung" Sehun menggelengkan kepalanya melihat Yura yang masih setia melambaikan tangannya kemudian masuk kedalam rumah.
"Lama sekali, kau ngapain didalam sana?" tanya Chanyeol sedikit ketus
"Yaa, memberikan album kemudian selca dengannya" Chanyeol memandang Baekhyun tidak percaya
"Hah, paling kau mencari kesempatan bukan?" Baekhyun mengangkat bahunya
"Aku hanya memberikan fan service. Hey dobi kenapa kau ketus begitu?" tanya Baekhyun sedikit kesal dengan nada bicara Chanyeol
"Aku tidak ketus. Kau saja berlebihan" Luhan menatap malas kearah ChanBaek
"Eissh eish kau ini berisik sekali berdua. Sekarang giliran siapa Baek?" Baekhyun mengecek kembali note dihandphonenya
"Hem sekarang giliran kau Luhan hyung" Luhan mengangguk mengerti, ia tidak sabar untuk bertemu dengan teman lamanya, "Setelah itu Sehun kemudian Kai lalu kau dobi jelek!"
/sebelumnya littledeer mau ngasi tau littledeer gamungkin doong jelasin 12 member semuanyaaa? Hehehe jadi setelah kai ama sehun littledeer skip ya sisanyaa. Mau updatenya lebih lama kalo 12 member? Ini aja udah ngaret ;P miann/
Dalam perjalanan member EXO menghabiskan waktu dengan bernyanyi sampai mobil van tersebut berhenti didepan sebuah panti asuhan
"Eoh? Kau memilih anak kecil hyung?" tanya Sehun melihat beberapa anak bermain ditaman depan panti asuhan tersebut
"Ani, pengurus panti asuhan ini teman lamaku. Sebenarnya dia bukan fans beratku tapi ia sangat menyukai Kai si hitam ini" Baekhyun yang mendengar hal tersebut menggeleng
"Eyy kan sudah kubilang kita mendatangi fans yang mengirim barang untukmu waktu itu hyung bukan fans si kkamjong ini" Luhan terkekeh melihat Kai yang mendelik daritadi diejek
"Yaa Baek aku mengerti. Dia mengirim barang untuk Kai melalui perantaraku" Kai menggaruk kepalanya bingung
"Lalu maksudmu kau ingin aku ikut keluar menemui temanmu hyung?"
"Begitulah, asalkan dibolehkan oleh Baekhyun?" Baekhyun terlihat berfikir
"Sudahlah hyung, biarkan saja. Ini juga bukan acara formal" bujuk Sehun yang langsung dibalas bisikan 'gomawo' dari Luhan. Baekhyun melirik Sehun, Luhan dan Kai bergantian
"Baiklah, tapi Kai nanti kau tetap mengunjungi salah satu fansmu bukan?" Kai mengangguk
Luhan dan Kai pun keluar dari van tersebut sambil membawa satu album EXODUS. Luhan tersenyum melihat beberapa anak yang sedang bermain
"Eoh?! Luhan dan Kai oppa! EXO EXO!" Salah satu yeoja kecil langsung berlari mendekati Luhan dan Kai. Luhan mensejajarkan tingginya dengan tinggi yeoja tersebut
"Bisa kau panggil Jongkook untukku, nona kecil?" Yeoja kecil tersebut menganggukkan kepalanya dengan semangat. Yeoja tersebut langsung berlari masuk kedalam panti asuhan. Terdengar yeoja kecil tersebut berteriak memanggil Jongkook dengan menggebu-gebu. Luhan terkekeh mendengarnya
"Aku kira anak kecil tidak akan tahu tentang kita hyung" ujar Kai sambil bermain dengan anak kecil
"Mereka diracuni Jongkook sepertinya" Luhan tertawa kecil
"Luhan? Ka-kau benar-benar Luhan?! OMO KAI?!" Terlihat seorang namja dengan rambut berwarna hitam berkilau mendekati mereka dengan yeoja kecil yang berjalan disebelahnya. Luhan memeluk Jongkook dengan penuh rindu
"Jongkook-ah bagaimana kabarmu eoh? Kau tahu aku sangat rindu padamu" Jongkook memeluk Luhan dengan erat
"Aku baik, sangat baik Luhan. Aku juga sangat merindukanmu" Jongkook melepaskan pelukannya kemudian menatap Luhan dan Kai bergantian, "Aku tidak menyangka kau akan datang kesini bersama Kai, Lu" Luhan mengulum senyum
"Ehm, hari ini kami member EXO ingin mengadakan pendekatan dengan para EXO-L. Ini hanya acara surprise kecil untuk EXO-L yang terpilih. Ini, terimalah" Kai menyodorkan album EXODUS untuk Jongkook. Tangan Jongkook bergetar menerima album tersebut
"Gomawo Kai, Luhan. Aku sangat mengidolakan mu Kai, bagaimana kalau kita duet dance sekali saja. Apa kau tidak keberatan?" Luhan menatap Kai berharap
"Tentu saja, kenapa tidak?"
Jongkook dan Kai duet bersama untuk lagu Growl bagian reff, wajah Jongkook sangat bahagia. Hal seperti ini sama sekali tak pernah ia bayangkan, benar-benar mengejutkan. Setelah duet dance, Luhan dan Kai pamit kemudian masuk kembali kedalam van
"Woah skill dance namja tersebut bagus juga" puji Sehun melihat Kai dan Jongkook tadi duet dance ditaman depan
"Jongkook memang suka dance dari dulu" ujar Luhan, "Ia mengikuti audisi beberapa agency dan kudengar ia lulus di YG Ent"
"Yaa, kuakui skill dancenya bagus, Kyungsoo-ah tolong ambilkan minum disebelahmu" Kyungsoo menyodorkan sebotol air mineral. Chen memainkan handphonenya untuk menghabiskan waktu
"Eoh? Sebentar lagi Paskah! Aku tidak sadar" ujar Chen saat melihat tanggal di handphonenya. Chanyeol juga terlihat lupa akan kedatangan hari raya tersebut
"Kita harus merayakannya! Bagaimana kalau mengadakan pesta barbeque sepulang gereja?" usul Chanyeol, Baekhyun terlihat berfikir
"Ani, kita mengadakan charity saja ke panti asuhan tempat Jongkook tadi, bagaimana?" Luhan yang mendengar usulan Baekhyun langsung semangat
"Ide yang sangat brilian, Baek" Sehun tersenyum pahit mendengar rencana-rencana para hyungnya
"Well,kita sedang konser saat paskah" Para member EXO langsung menghembuskan nafasnya sedih mendengar ucapan Sehun
"Yasudah setelah konser kita kesebuah gereja saja, bagaimana?" usul Luhan, "Seingatku ada misa malam, kita bisa mengikutinya,setidaknya kita merasakan suasana paskah" Baekhyun terdiam terlihat berfikir
"Baiklah, itu ide yang paling bisa kita lakukan"
.
.
.
/skiptime/
Van EXO berhenti tepat didepan rumah mewah. Para member EXO mendecak kagum melihat interior rumah didepannya
"Woah, Sehun. Kau memilih orang-orang kaya ya" sindir Chanyeol sedangkan Sehun terkekeh
"Kau ingat ada yang mengirimiku jam tangan keluaran terbaru? Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih saja" Kai memandang Sehun malas
"Sudah sana buruan, aku ingin mengunjungi fans ku" Sehun mencibir
"Paling fansmu itu hanya seorang banci gila" Sehun langsung kabur keluar melihat Kai akan melemparnya dengan sepatu bau. Sehun perlahan mendekati rumah tersebut, ia menekan bel rumah tersebut. Seorang petugas keamanan keluar dari gerbang besar tersebut
"Ada keperluan apa?" Sehun menunjukkan album EXODUS ditangannya
"Aku ingin bertemu Shin Nami, ada?"
"Maaf, Nona Nami sedang berada diluar negri saat ini. Hanya ada dongsaengnya, apa kau mau menitipkan pesan?" Sehun mengerjapkan matanya mendengar penuturan petugas keamanan tersebut
"Kalau boleh tahu, keluar negri mana ya?" Petugas keamanan tersebut terlihat berfikir sebentar
"Kalau tidak salah ke Swiss" Sehun hanya mengangguk memaklumi. Tentu saja, bagi orang yang mempunyai rumah sebesar ini ke Swiss itu urusan kecil
"Baiklah aku ingin bertemu dongsaengnya saja" Petugas keamanan tersebut mengangguk kemudian mempersilahkan Sehun masuk. Sehun masuk kedalam rumah tersebut
"Sebentar, saya panggilkan nona Tami" Sehun mengangguk kemudian duduk disofa ruang tamu tersebut. Sehun menoleh kekanan kiri melihat pigura-pigura foto yang terpajang
"Sehun-ssi?" Sehun menoleh kebelakang, matanya membesar
"Shinhye? Bagaimana bisa kau disini?" Yeoja tersebut menatap Sehun dengan penuh rindu
"Aku adik dari Nami asal kau tahu" Sehun menganggukkan kepalanya mengerti
"Baiklah, aku tidak akan berbicara banyak. Tolong berikan album ini untuk eonnie mu, bilang bahwa ia menjadi salah satu EXO-L yang beruntung. Sungguh disayangkan ia tidak ada saat ini" Shinhye menghela nafasnya kemudian menerima album tersebut
"Terimakasih, aku yakin eonnie akan berteriak dan menangis seperti orang gila karena menyesal ikut appa ke Swiss untuk liburan" Sehun terkekeh mendengar penuturan Shinhye
"Kau sedang kuliah saat ini?" tanya Sehun
"Eum, aku sudah berada di semester 4. Bagaimana kabar Chanyeol? Apa ia baik- baik saja?" Sehun tersenyum kecil
"Ya, dia baik-baik saja dan sepertinya masih mencintaimu" Shinhye tersenyum pahit
"Sudahlah, tidak usah membahas hal itu ne?" Sehun bangkit dari duduknya
"Baiklah, aku pamit. Aku harus mengunjungi EXO-L lainnya" Shinhye juga bangkit dari duduknya dan mengantar Sehun kedepan gerbang
"Sampaikan salamku untuk Chanyeol, ne?"
"Ya, tenang saja" Sehun melambaikan tangannya kemudian berjalan masuk kedalam van. Chanyeol yang melihat yeoja tersebut mengernyitkan dahinya
"Sepertinya aku mengenal yeoja tersebut Hun?" Sehun duduk disebelah Chanyeol
"Dia Shinhye" Chanyeol terpaku , "Dia menitipkan salam untukmu" Chanyeol tersenyum pahit
"Sudahlah, aku sudah berusaha melupakannya. Sekarang kita berangkat menuju fans kai, kajjaaa" Sehun tersenyum sedih melihat tingkah Chanyeol. Untuk masalah Chanyeol dan Shinhye atau Tami biarkan chapter chapter depan yang mengungkapkannya /:p
.
.
.
.
Para member EXO sudah sedikit kelelahan bolak balik mengunjungi para fans namun tetap saja semangat mereka tidak berkurang sedikitpun. Kali ini van EXO berhenti didepan sebuah rumah yang bisa dibilang cukup sederhana. Kai tersenyum senang melihat rumah tersebut, ia bangkit dari duduknya dan mendorong Xiumin yang duduk didekat pintu
"Geser hyung, aku sudah tidak sabar" Xiumin mendengus karena didorong, Kai sudah diluar van sekarang, ia tersenyum tidak sabar
Ting tong!
"Ya sebentar" Seorang yeoja mungil keluar dari rumah tersebut, Kai yang melihatnya cukup kaget juga karena yeoja tersebut sangat manis, "Loh.." Yeoja tersebut diam beberapa meter dari Kai. Kai yang melihat tingkah yeoja tersebut mengangkat alisnya bingung
"LOH?!" Kai cukup kaget juga mendengar teriakan yeoja tersebut
"Kau kenap—"
"Kai, kai , kai?! INI KAI? Atau mataku sudah rusak? Atau hanya orang yang operasi plastik mirip dengan Kai? Tunggu aku gila ya?" Kai terkekeh melihat reaksi yeoja tersebut
"Kau Yeojin?"Yeoja tersebut menganggukkan kepalanya dengan cepat, "Selamat kau beruntung hari ini. Aku tidak usah menjelaskan bertele-tele bukan, ini al—astaga bodoh aku lupa membawa albumnya" Yeojin meneguk ludahnya kasar, ia tidak bisa berpikir jernih saat ini
"Kau tunggu sebentar, aku akan mengambil—"
"Kai ini albumnya kau lupa" ujar Kyungsoo sambil setengah berlari dari dalam van mendekati Kai, Yeojin yang melihat Kyungsoo langsung membelalakkan matanya
"Kyu-kyungsoo Oppa?" Kyungsoo yang merasa terpanggil pun menoleh
"Ah, annyeonghaseyo. Senang bertemu denganmu. Ini album EXODUS untukmu, maaf Kai memang pelupa" Yeojin menerima album tersebut dengan melongo
"A-aku ini ehm itu aku.." Kai tersenyum melihat tingkah gugup Yeojin
"Tidak usah gugup, maaf aku lupa tentang album tersebut. Ah ya apa kau punya satu permintaan?" Yeojin berfikir
"A-aku ingin mencium pipi mu Kai, bolehkah?" Kai memandang Kyungsoo sebentar kemudian tersenyum ke arah Yeojin
"Tentu saja" Kai mensejajarkan tinggi badannya dengan Yeojin karena memang tinggi badan Yeojin hanya sebahunya. Yeojin memejamkan matanya lalu mencium pipi Kai sebentar. Muka Yeojin merona setelahnya, sungguh ini keajaiban dunia? Benar-benar tidak percaya akan hal ini. Kai pun berdiri tegap kembali kemudian tersenyum
"Baiklah, kami pamit dulu. Senang bertemu denganmu Yeojin" Kai tersenyum kecil sedangkan Kyungsoo tersenyum memaklumi tingkah Yeojin. Kai dan Kyungsoo baru saja ingin berjalan kearah van namun dihentikan Yeojin
"Mian Kai, Kyungsoo. Aku ingin memberikan sesuatu, tunggu disini ne?" Kai hanya menganggukkan kepalanya, Yeojin langsung sedikit berlari masuk kedalam rumahnya. Kyungsoo terkekeh mengingat tingkah Yeojin yang gugup tadi
"Sepertinya dia kaget sekali" Kai tersenyum kecil
"Yaa, begitulah kalau seseorang bertemu idolanya hyung" Terlihat Yeojin muncul dari dalam rumahnya berlari mendekati Kyungsoo dan Kai. Yeojin menyodorkan sebuah scrapbook kepada Kyungsoo
"Terimalah oppa" Kai yang melihat hal itu mengangkat alisnya bingung
"Loh itu untuk D.O Hyung bukan aku?" Yeojin menatap Kyungsoo dan Kai bergantian
"Itu untuk semua member EXO, oppa" jelas Yeojin. Kai mengangguk mengerti
"Baiklah kami pamit dulu" Kyungsoo dan Kai membungkukkan badannya kemudian masuk kedalam van
Apa sebenarnya isi scrapbook itu ya? Biarkan chapter depan menjawabnya :p tapi tetep chanbaek focus
.
.
.
/Chanyeol fans/ /skiptime/
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh saat ini member EXO berada didepan sebuah rumah sakit kanker, Chanyeol menatap rumah sakit itu bingung
"Kau memilih fans yang sedang sakit hyung?" tanya Sehun sambil memandang salah seorang pasien sedang berada dikursi roda. Chanyeol membaca kembali surat yang ia terima
"Aku tidak tahu kalau dia menderita penyakit, Sehun kau tahu sendiri bukan kenapa aku memilih yeoja ini?" Sehun yang mendengar penuturan Chanyeol terkekeh kecil
"Tentu saja hyung, sudahlah kau masuk sana. Aku masih tidak percaya kalau dia salah satu pasien dari rumah sakit ini" Chanyeol menganggukkan kepalanya setuju, ia mengambil album EXODUS yang sudah disiapkan kemudian keluar dari van. Chanyeol memperhatikan dengan seksama bangunan didepannya. Chanyeol ragu untuk masuk kedalam, ia terdiam saja didepan van
"Hey dobi! Cepat masuk, masih banyak yang belum mengunjungi EXO-L!" teriak Baekhyun dari kaca jendela mobil. Chanyeol menatap Baekhyun malas
"Iya, berisik sekali kau ini" Chanyeol melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah sakit tersebut. Kemanapun Chanyeol menoleh, ia pasti melihat banyak orang yang duduk dikursi roda, mengenakan topi untuk menutupi rambutnya yang rontok karena efek obat dan yang lebih membuat Chanyeol takut adalah teriakan-teriakan kesakitan dari sebuah ruangan dan Chanyeol bersumpah ia tidak akan mau masuk kedalam ruangan tersebut. Chanyeol mendekati resepsionis
"Maaf, bisa saya bertemu dengan salah satu pasien disini yang bernama Oh Hanna?" Resepsionis tersebut mengangguk sambil tersenyum kemudian mencari nama Oh Hanna di komputernya
"Maaf tuan, tapi disini tidak ada pasien yang bernama Oh Hanna" Chanyeol mengernyitkan dahinya bingung
"Benarkah? Bisakah kau cari lagi? Mungkin terlewat atau kau salah mengeja namanya?" Chanyeol menulis nama Oh Hanna disebuah kertas kemudian memberikannya kepada sang resepsionis. Resepsionis tersebut mencari kembali namun nihil hasilnya tetap sama, tidak ada pasien yang bernama Oh Hanna, "Bagaimana bisa? Lalu apakah disini ada yang bernama Oh Hanna? Mungkin dokter atau—"
"CHANYEOLL?!" Chanyeol sontak menoleh keasal teriakan tersebut, terlihat seorang yeoja cleaning service mendekatinya, "Ka-kau benar-benar Chanyeol EXO?!" Chanyeol yang sudah terbiasa dengan orang-orang seperti yeoja tersebut hanya tersenyum kecil kemudian mengangguk
"Kau sudah menerima novel tersebut? Aaah, pasti kau sudah selesai membacanya bukan? Kau pasti menyukainya" Chanyeol yang sebelumnya tidak terlalu mempedulikan yeoja tersebut langsung menoleh
"Kau.." Chanyeol memandang Hanna dari atas sampai kebawah, "Kau Oh Hanna yang mengirimiku novel dan surat?" Hanna mengangguk dengan semangat
"Bagaimana? Apa kau sudah memiliki rasa dengan Baekhyun?"
Whatthefuck?
"Tunggu" Chanyeol menarik lengan Hanna menjauh dari keramaian menuju taman belakang. Chanyeol duduk dibangku taman dengan Hanna disebelahnya yang dengan setia memuji ketampanannya, "Sebelumnya aku ingin bertanya dengan serius, kau benar-benar Oh Hanna yang mengirimi ku novel gay menjijikkan itu?" Hanna mencebik, sedikit kesal mendengar pernyataan Chanyeol
"Menjijikkan? Aku merasa itu novel yang sangat romantis" Chanyeol memutar kedua bola matanya malas
"Baekhyun hampir saja membaca novel itu, asal kau tahu" Hanna bertepuk tangan heboh dengan jeritan ala ala fangirl
"Benarkah? Benarkah? Lalu bagaimana? Apa Baekhyun senang?" Chanyeol menggelengkan kepalanya melihat tingkah Hanna
"Senang? Senang kau bilang? Aku bisa dicukur habis olehnya kalau ia benar-benar membacanya" Hanna terkekeh
"Hahaha sudahlah, suatu saat Baekhyun pasti membacanya. Tapi aku masih tidak percaya bisa mengobrol seperti ini denganmu, Park Chanyeol?"Hanna menatap Chanyeol dengan tatapan memuja, Chanyeol yang sudah biasa ditatap seperti itu hanya tersenyum maklum
"Sebenarnya ini the last day untuk kami bebas dari rutinitas biasanya, kami bebas beristirahat. Namun kami memanfaatkan hari ini untuk melakukan pendekatan dengan EXO-L. Ini, terimalah" Chanyeol menyodorkan album EXODUS tersebut, Hanna menerima album tersebut dengan tatapan tidak percaya
"I-ini benar-benar untukku?" Chanyeol menganggukkan kepalanya
"Dan kau boleh meminta satu permintaan. Aku akan mengabulkannya" Hanna terlihat sangat tertarik dengan tawaran Chanyeol
"Apapun?"
"Ya ten— eh tidak. Aku harus tahu dulu apa permintaanmu" Hanna terlihat sedikit kecewa mendengar pernyataan Chanyeol, "Jika kau ingin aku menjadi suami atau namjachingumu tentu saja aku tidak bisa" Hanna terkekeh
"Tentu saja tidak, kau itu hanya milik Park Baekhyun seorang" Chanyeol memutar kedua bola matanya malas
"Marga Baekhyun itu Byun bukan Park"
"Kalau menikah denganmu tentu saja berubah menjadi park bukan?"
"Aku tidak akan menikah dengannya"
"Jangan katakan hal itu,aku takut kau akan menjilat ludahmu sendiri"
"Tidak akan"
"Hem aku ya—"
"Sudah,sudah apa permintaanmu" potong Chanyeol malas. Ia sedang malas berdebat dengan yeoja saat ini. Hanna terlihat berfikir
"Kau kesini naik van seperti biasanya?" Chanyeol menggumam menjawab pertanyaan Hanna, "Baekhyun ikut?" Chanyeol merasakan ancaman saat ini
"Tentu saja tidak, aku hanya sendiri" Hanna memandang Chanyeol curiga kemudian mengecek handphonenya
"Aaa selamat untuk 12 EXO-L yang kami pilih! Aku sangat bersemangat hari ini! Fighting!" dikte Hanna membaca postingan instagram Baekhyun. Hanna menunjukkan layar handphonenya didepan wajah Chanyeol, "Aku baru tahu seorang Park Chanyeol idola beratku ternyata pembohong juga" Chanyeol menghela nafas kasar
"Baiklah,baiklah. Baekhyun memang ikut, lalu kenapa?" Hanna bersmirk ria
"Panggil Baekhyun kesini baru aku menyebutkan permintaanku" Chanyeol menggelengkan kepalanya
"Ani, sesuai perjanjian seorang EXO-L hanya boleh bertemu satu member EXO saja" ujar Chanyeol ngawur. Hanna mengernyitkan keningnya mendengar penuturan Chanyeol
"Aish, aku tidak peduli. Atau kau mau aku memposting di akun social media ku kalau kau telah melakukan tindakan pelecehan seksual kepadaku?" Chanyeol menatap Hanna aneh
"Apa-ap—" Hanna langsung memegang tangan Chanyeol dan mengarahkannya ke dadanya kemudian memfotonya dengan mimik wajah tertindas, "YAA!" Hanna terkekeh
"Kau tidak bisa mengelak"
"Kau menyeramkan"
"Ya fujoshi memang menyeramkan"
"Kalian gila"
"Memang" Chanyeol mengerang frustasi
"Aku menyesal memilihmu, kau tahu itu?" Hanna mengangkat bahunya tidak peduli
"Panggil Baekhyun sekarang, Chanyeol" Chanyeol membuka handphonenya dengan malas-malasan kemudian menelpon Baekhyun
"Baek, kau bisa masuk kesini? Fans gila ini ingin bertemu denganmu. Tidak usah banyak tanya kau kesini saja demi masa depanku. Ya taman belakang, okey" Chanyeol menutup sambungan telponnya. Hanna tersenyum puas mendengar pembicaraan Chanyeol. Tak lama kemudian muncul Baekhyun
"Ada apa Yeol?" Mata Hanna berbinar mendengar panggilan Baekhyun kepada Chanyeol. Chanyeol memandang malas Hanna
"Sudah, Baekhyun sudah disini. Sekarang apa permintaanmu?" Hanna memandang Baekhyun dan Chanyeol bergantian tidak sabar
"Aku ingin..."
.
.
.
Kepo banget? Wkwkwk
-tobecontinued-
HALLOOOO maaf banget baru bisa update-_- gile yee pkl tekanan batin jadi unmood bikin ffL mianmiaann gimana gimana? Untuk chapter ini chanbaeknya memang masih dikit kan mereka straight seperti real sekrang masa mau langsung banyak moment sama skinship? Kan maksa banget gitu rasanya hehhehe Untuk Salon Culinaire sebentar yaaa itu membutuhkan otak juga bikinnya soalnya littledeer harus mikirin jenis session apa lagi, apa yang bakal dimasak ama member EXO, siapa yang di dis daaan lainlain apalagi kan banyak bahasabahasa boga tuh hehehe
Untuk Melody in Love, littledeer terpaksa discontinued di ffn karena readernya sama sekali engga menghargai littledeerL suka sedih /alaylu/ hehehe
Pokoknya ini ff littledeer pasti lanjut sampe end kalo kalian juga ngehargain litttledeer J konfliknya gaterlalu berat jadi littledeer gausah mikir bangeett. Dan pokoknya ff littledeer itu tergantung sama keaktifan para readers sihh :3
Yaudaah balasan revieww dulu cuss:
Hyunie young : sudah terjawab toh? :3
SHINeexo : eh btw kamu udh littledeer bales belom sih reviewnya buat ch 1&2 nya? ._. littledeer lupaa hehhe mian. Iya tenang aja sepertinya Luhan bisa jaga rahasia :3
Exofujo12 : iyaaa tenang aja semua gay tapi chanbaek focus :3 bener banget bahaya tadi yang dkira cewe itu baek bukan yuri
Richa Byun926 : hahahaha emang sengaja dibuat lucu di bagian situ hehehe makanya noh si pcy soksokan punya pacar. NONONONO ANTI BAEKYEON SAYOO hehehehe dilihat saja yaa kapan chan dan baek mulai merasakan nadanada cinta wkwkkw /alay
Minnitta : iyaa selamat datang di ff alay ini ya wkwkwk bersatu pasti chanbaeeek kan itu tujuan ff ini /bocoran/ wkwkw isinya itu novel rated m ;P wkwkwk seperti ff rated m deh... /ketauan sering baca wkwk/ jah dia merinding padahal itu kan pas adegan lawak wkwkwk iya ini udah panjang belom? 4694 words nih ff exclude bacotan littledeer :3
Kiranakim : aduuh miannn bgt littledeer gabisa kalo update teraturL kalo misalkan lagi sekolah kayak bisa pasti bisa littledeer tapi ini lagi pkl kanL miannn
Gyupal : hehehehe iya ini sudaah walaupun late update ehhe
The Darkness Queen : hehehe iya littledeer sengaja biar kita tuh gabaca ff yang khayalan bgtt sekalisekali yang agak real :p wkwkwk HIDUP CHANBAEK YESSH wkwkwkwk
Hsysbb : hahaha jangan kejengkejeng littledeer panggilin baekhyun mau? /loh wkwkwk itulah tujuan ff ini biar kayak reall gituuu. Ini sudah dilanjutt :3
Luph Chanbaek Kris Tao : hhahaha iya nih wkwkw
Secret who am I : nama kamu semuanya misterius amat yak hahhaha iya woles ajaaa kamu masih mau ngereview pake acc lain itu sudah menyentuh hati littledeer /ishalay/ wkwk iyaaa kan littledeer terinspirasi dari kejadian pcy dapet novel ituu yng di real life trus nonton the return of superman chanbaek langsung deh ngetik nih ff :3
Parkbaekyoda92 : hahaha gatau deh, sepertinya?
Ls : hehehe makasi banyaak, maap 2 minggu baru update-_- maafkan kelemotan otak saya yak wkwkwk hehehe
Chanbiebyun : hehehe emang littledeer aja kalo lagi baca ff bete bgt baca tbc hehe tapi takdir berkata seperti itu mau gimna lagii? /alayish/ wkwkw
Ooh : sudaaaah
Pcybbh : makasi banyak mau ngikutin ff ini :3 awas gila beneran loh hhehehe /jokiing/
Hunniehan : iyaa donngss semua gaaay tapi chanbaek focuus yaaa iya nih tanda tanda jilat ludah ckckck wkwkwk iyaaa chanbaeknya lagi on progress wkwkwk
Aleyna614 : sudah bls di pm toh? :3
Guess who : iya nih luhan demen kayaknya ama novelnya? /kode/ heheh full member gay semuaaa udeeh orang udh ditakdirkan berpasangan sama fujoshi fujoshi gila wkwkwk
A Y P : sudaaah
Guess who : loh hoho review lagi toh kamuu. Iyaaa kejadian pcy itu yg nginspired littledeer :3
Fujoshistan : sekilas baca uname kamu : fujonishtan-à afganishtan /ehsalah ya/ hehehe yoi seneng nih ditungguin wkwkwk maaap untuk apdet cepet sayo tak bisa memenuhi permintaan andoo L focus chanbaek :3
ChanBaekLuv : kapan yaaa? Mungkin saat knflik nanti /kode/
xoloveNadyassi : sudaah lanjuttt :3 hehehehe jan greget dong
sekiaaaan balasan dari littledeer maap kalo kelewatan ato salah sebut nama gelar ato jabatan /loh wkwkkw untuk chap selanjutnya.. hem ditunggu saja yaaaa
POKOKNYA MAKASI BANYYAK YANG UDH REVIEW FAV FOLLOW FF INI DAN LITTLEDEER! Banyak juga nih uname uname baru hehehe seneeeng makasii banyaaak
Saranghae yeorobunnn~
