A/N: Hai readers! Happy EXO Month!
Hihihi *ketawa sok imut*
author post chap 2 hari ini!
tapi maaf belum ada adegan NC'nya (karena tarnyata FFnya lebih panjang dari perkiraan author /sigh/)
Mohon bersabar ya :D
Oh FYI, waktu peluncuran Bambi 2 dan pembukaan Disney land hongkong disini hanya fiktif belaka (Karena Bambi 2 rilis 2006 which is disini dibilang tahun 1994 dan Disney land hongkong dibuka tahun 2005 dan disini ceritanya Luhan ilang di Disney land tahun 1994 wkwkwkw)
jangan lupa review ya *Smooch*
Sehun mengusap bibir itu pelan dengan handuk basah ditangannya. Ia takut membangunkan pria kecil yang sekarang tidur diranjangnya. Kaos Sehun yang dipakaikan pada tubuh itu terlihat begitu besar untuknya,Pria ini bertambah kurus dibandingkan saat terakhir Sehun melihatnya.
Perlahan kelopak mata pria itu bergerak,dan ia membuka mata. Mata bulat itu langsung menatap mata Sehun yang juga sedang menatapnya.
"Ternyata kau benar-benar Sehun.." ucapnya lemah.
"Kenapa kau bisa tahu dimana apartemenku?" tanya Sehun.
"Itu hal yang mudah,aku tadi ke kantor kepolisian dan menanyakan dimana rumah Opsir Oh Sehun dengan alasan aku harus memberi kesaksian untuk kasus Kekerasan yang kau tangani. Dengan muka babak belur seperti ini,polisi mana yang tak akan percaya?" jelasnya sambil terkekeh pelan. Sehun mengernyitkan dahi,bingung.
"Oke,Jadi kenapa kau kesini Selu?" tanya Sehun.
"Namaku Xiao Lu,Bukan Selu.." ucap Xiao Lu sambil terkikik geli,membuat Sehun malu.
"Err ya maksudku Xiao Lu.. Jadi apa alasanmu menemuiku?" tanya Sehun lagi.
"Aku merindukanmu Sehun.." Jawab Xiao Lu sambil mengusap wajah Sehun lembut. Sehun membeku ditempatnya.
"Jangan main-main.." ucap Sehun akhirnya sambil menepis tangan Xiao Lu yang kecil dari wajahnya.
"Aku tidak main-main.." ucap Xiao Lu lemah.
"Aku benar-benar merindukanmu Sehun.. Aku terus memikirkanmu dan itu membuat daddy marah.." Lirih Xiao Lu sambil menundukkan kepalanya. Perut Sehun bergejolak mendengar kata 'Daddy' dari mulut Xiao Lu. Ia tahu siapa 'daddy' yang dimaksud Xiao Lu dan itu membuatnya muak.
"Apa 'Daddy'mu itu yang membuatmu seperti ini?" tanya Sehun menyelidik. Xiao Lu mengangguk.
"Maka dari itu,aku kabur dari sana dan pergi mencarimu .."
"Kenapa harus aku?" tanya Sehun.
"Karena aku percaya padamu. Aku percaya dengan kata-katamu. Kau bilang kau akan melindungiku dan aku percaya itu.." jelas Xiao Lu sambil mengelus wajah Sehun lagi. Xiao Lu mulai mencondongkan wajahnya ke arah Sehun,hendak mencium bibir Sehun didepannya. Sehun membelalakkan mata,tidak tahu harus berbuat apa. Sesaat sebelum ia memejamkan mata hendak merespon ciuman Xiao Lu, tiba-tiba ia teringat,bahwa ini salah. Benar-benar salah.
"Kau boleh tinggal disini beberapa saat, sampai aku bisa menangkap daddymu dan menemukan keluarga aslimu." Ucap Sehun cepat. Pipinya memanas,mengingat ia hampir berciuman dengan pria membuatnya sangat malu. Ia hendak pergi meninggalkan Xiao Lu ketika tangan Xiao Lu menarik lengannya.
"Kau mau kemana?" tanya Xiao Lu polos.
"A-aku akan tidur di ruang TV." Jawabnya salah tingkah sambil menghindari tatapan Xiao Lu.
"Tapi kau bisa tidur disini bersamaku.." Ucap Xiao Lu. Wajah Sehun lagi-lagi terasa panas. Tidur bersama setelah tadi hampir saja berciuman? Oh tidak. Terima kasih.
"Tidak Lu,Kau bisa tidur dikasurku. Aku akan tetap tidur diruang TV. Berjaga-jaga siapa tahu kelompokmu datang untuk 'menjemputmu'." Xiao Lu melepaskan genggamanya dengan perlahan. Tangannya gemetar membayangkan wolf gang masuk ke apartemen Sehun,menyiksa Sehun lagi dan membawanya kembali ke markas.
"Jangan khawatir Lu. Aku akan melindungimu. Bukankah aku sudah berjanji?" ucap Sehun Lembut setelah ia menyadari ketakutan dimata Xiao Lu. Xiao Lu tersenyum ke arah Sehun, Ia suka cara Sehun menenangkannya dan memanggilnya dengan sebutan 'Lu' . Begitu halus dan lembut. Xiao Lu lalu mengangguk dan membaringkan tubuhnya dikasur Sehun.
"Terima kasih Sehun.." ucapnya lalu memejamkan mata.
Sehun lalu pergi meninggalkan Xiao Lu dikamarnya. Menutup pintu kamarnya rapat lalu berjalan perlahan menuju sofa di ruang TV. Ia mengambil ponselnya untuk menghubungi kakaknya,Kris.
"Hyung,aku ada berita mengejutkan untukmu.." ucapnya setelah Kris mengangkat telepon.
"Dengar,Anak buah Wolf gang sekarang berada di apartemenku.." lanjutnya sambil tersenyum puas.
"Kau Serius?! Apa kau perlu bantuan?Aku akan memerintah anak buahku untuk menangkapnya!" tanya Kris.
"Hey Hyung Tenang! Ia tidak berbahaya. Ia hanyalah budak seks Pemimpin Wolf gang.." Sehun menghela napas berat. Entah kenapa perasaanya bergejolak penuh amarah saat kata 'Xiao Lu adalah budak seks Pemimpin wolf gang' terucap dari bibirnya sendiri.
"Well aku bingung,kenapa ia berada di apartemenmu?" tanya Kris dari ujung telepon.
"Akan kuceritakan besok dimarkas. Tapi yang penting adalah ini kesempatan emas kita untuk menangkap Wolf gang! Kita bisa menggunakan dia sebagai umpan untuk menangkap mereka!" Ucap Sehun antusias.
"Baiklah kalau begitu kita bicarakan ini nanti di markas. Kerja bagus Sehun-ah.." ucap Kris.
"Hey!Kau harusnya berterima kasih kepada Pria ini,ia sendiri yang menyerahkan dirinya padaku.." canda Sehun membuat Kris tertawa.
"Baiklah,setelah aku menangkap kawanannya dan memasukan mereka kedalam penjara, aku akan berterima kasih padanya dengan setulus hati.." Kata Kris sambil tertawa.
Sehun lalu menutup teleponnya dan merebahkan diri di Sofa. Tersenyum puas,karena akhirnya ia mendapat jalan selangkah lebih dekat untuk menangkap Wolf Gang.
Saat Pagi menjelang dengan tergesa-gesa Sehun menuju Markas Kepolisian Seoul,Meninggalkan dan mengunci Xiao Lu di apartemennya.
Dengan Senyum merekah ia masuk ke kantor Kakaknya. Sudah terlihat Kris,Jongin dan Yixing berkumpul untuk mendengarkan cerita dan rencana yang disiapkan Sehun.
"Well,kita bisa mendapatkan informasi penting tentang wolf gang dari si Xiao Lu itu." Ucap Sehun menutup Cerita panjangnya tentang pertemuan pertamanya dengan Xiao Lu dan alasan kenapa Xiao Lu, berada diapartemennya.
"Kau bercumbu dengan seorang Pria? Ewwwww..." Ucap Jongin Jijik. Sehun mendelik.
"Jongin,Demi tuhan . Masalah itu tidak penting oke! Sekarang diapartemenku ada Sumber Informasi Berharga yang harus kita gunakan!"
"Benar,Kita bisa menggunakan Xiao Lu ini untuk menangkap Wolf Gang. Sehun,Kau tangani dia ya. Gali terus Informasi darinya. Setelah kita mendapat cukup Informasi,kita bisa memulai pergerakkan untuk menangkap wolf gang. Aku menyerahkan semuanya padamu Sehun." Ucap kris. Sehun mengangguk mengerti.
"Ingat,Jaga dan rawat ia baik-baik! Dia adalah saksi yang berharga!" lanjut Kris.
"Tenang Saja Hyung,aku akan memperlakukan ia dengan baik." ucap Sehun sambil tersenyum.
-Sehun's POV-
Aku keluar dari lift dan melangkahkan kaki sambil bersiul menuju ke apartemenku.
Aku memutar kunci lalu membuka apartemenku. Keadaannya berbeda drastis dengan saat aku pergi meninggalkan apartemenku. Sekarang keadaanya menjadi lebih berantakan dari pertama kutinggal pagi ini. Bahkan pot bunga dari Minah hancur berantakan. Bisa disimpulkan,ada 3 kemungkinan yang terjadi.
Pertama, aku salah masuk apartemen.
Kedua,ada seorang pencuri masuk.
Ketiga,ada orang lain yang tinggal diapartemen selain aku.
Mungkin Minah atau...
Oh tuhan! Aku hampir lupa ada Xiao Lu di apartemenku,tentu saja ia yang memberantakkan apartemenku!
Berandal kecil sialan!
"Sehun kau sudah pulang!" teriaknya riang,ia lalu berlari ke arahku lalu memelukku erat.
"Maaf aku membuat apartemenmu berantakan! Aku bosan menunggumu jadi aku berniat untuk membersihkannya,tapi aku malah membuatnya semakin berantakkan." Jelas Xiaolu sambil mengembungkan pipinya.
Well sepertinya 'Menghancurkan' apartemenku adalah kata yang lebih tepat.
Aku masih terdiam terpaku. Rambut Coklatnya yang basah mengeluarkan aroma harum Shampooku. Badannya yang masih basah menempel di kemeja seragamku,membuat kemejaku juga basah karena ia memelukku sangat erat.
Tunggu dulu, Badannya yang basah?
Aku membelalakkan mata ketika kusadari ia tidak memakai pakaian sehelaipun dan bertelanjang bulat. Kulepaskan pelukannya dan menjauhkannya dariku.
"Apa yang kau lakukan?!Kenapa kau tidak memakai baju sehelaipun hah?" Bentakku sambil mengalihkan pandanganku dari tubuhnya.
"Setelah menyerah untuk membereskan apartemenmu,aku sangat kotor jadi aku memutuskan untuk mandi. Dan Aku baru ingat,aku tidak bawa baju Sehun. Yang kubawa hanya baju yang kupakai tadi malam. Aku tidak berani membuka lemarimu. Dan tidak mungkin jika aku harus memakai bajuku yang berlumur darah. Ya kan?" Ucapnya Polos. Aku berdeham,salah tingkah.
"Ba-Baik ,tunggu disini oke?Aku akan mengambilkan pakaian untukmu." Kataku lalu berjalan cepat menuju kamar. Aku mengambil baju dan celana dengan asal dari lemari lalu kembali ke Xiao Lu yang dengan patuh masih berdiri di tempatnya.
"Ini Cepat pakai!" Kataku sambil membuang muka. Ia lalu dengan cepat memakai Kaosku.
"Sehunnn! Ini terlalu besar.." katanya sambil menunjukkan Kaos yang ia kenakan. Aku baru sadar bahwa Kaos itu kaos rekan kerjaku yang gempal tertinggal disini. Pantas terlalu besar untuknya, sampai-sampai Kerah kaos yang lebar itu mempertontonkan tulang selangkanya dan panjangnya sampai menutupi setengah dari paha kecil Xiao Lu.
Bahkan kaos itu terlalu besar untukku.
"Sehun bagaimana ini?Kaosnya merosot dari bahuku.." Keluh XiaoLu sambil mengembungkan pipinya.
"Sudahlah pakai saja!" kataku cepat.
'Yang penting bisa menutupi tubuh telanjangmu dari mataku!'
"Baiklah Sehuunn!" ucap XiaoLu sambil membenarkan kaosnya,lalu melangkah pergi meninggalkanku menuju ruang tv.
"He-Hey!Kenapa celananya tidak dipakai?" teriakku horor sambil menunjuk kakinya.
"Baju ini sudah bisa menutup pahaku Sehun!Jadi tidak perlu celana!" teriak Xiaolu Riang sambil memamerkan kaosnya padaku.
"Tapi tetap saja kau harus pakai celana!Apa kau tidak kedinginan?"
"Tidak!" serunya riang.
"Tapi setidaknya kau harus memakai pakaian dalam!" gerutuku.
"Ah!Benar juga!" Serunya sambil memakai pakaian dalam yang kuberikan. Ditengah kegiatannya memakai celana dalam ia terdiam sebentar lalu menatapku.
"Ah Apa sekalian saja aku tidak memakai kaos dan hanya memakai dalaman saja ya?" godanya padaku.
"YAK!Aish Apa kau gila hah?!" teriakku panik. XiaoLu terkekeh geli.
"Aku bercanda Sehun!" katanya sambil menjulurkan Lidah.
"Ah! Drama kesukaanku sudah mulai!" teriaknya lalu berlari kecil menuju ruang tv (tentunya setelah memakai pakaian dalamnya,dihadapanku. Sungguh pertunjukan yang 'menyenangkan') . Aku menghela napas sambil memijat-mijat dahiku yang pusing. Kenapa menyuruhnya memakai baju saja membuatku lelah.
Sabar Sehun,kau harus sabar menanganinya. Ingat kata-kata Kris Hyung,aku harus menjaganya karena Ia saksi yang berharga.
"AAAAAAAAAHHHHHHHHHHH!" aku berteriak frustasi ketika menyadari bahwa apartemenku masih berantakan dan aku harus membersihkannya akibat ulah berandal kecil yang dengan tanpa perasaan bersalah menonton Drama kesukaannya di ruang TVku.
Saksi yang berharga kepalamu hyung!
Aku merebahkan diri di sebelahnya setelah selesai membereskan apartemen. Matanya yang bulat seperti rusa masih serius menonton Drama yang ditayangkan di TV.
"Apa kau sering menontonnya?" tanyaku.
"Tidak! Aku baru dua kali menontonnya! Tadi pagi dan sekarang!" jawabnya antusias masih tidak mengalihkan pandangan dari TV.
"Aku baru tahu ada drama bagus seperti ini! Sungguh romantis dan mengharukan!" lanjutnya.
"Ck,Baru tahu?" tanyaku sambil tertawa mencibir.
"Ya! Di TV banyak Drama murahan seperti ini!Kau bisa menemukannya dengan mudah di channel manapun! Apa kau tidak punya TV hah?" Cibirku.
"Tidak punya,Aku memang tidak pernah menonton TV disana..." jawabnya lirih,Membuatku merasa bersalah.
"He-Hei.. Aku hanya bercanda.. Jangan memasang tampang seperti itu!" kataku cepat.
"Kau kejam Sehun!" katanya lalu menutup wajah dengan kedua tangannya sambil terisak,membuatku Panik.
"Hey Demi tuhan aku hanya bercanda! Tolong jangan menangis !Oke aku bersalah!Candaanku memang tidak lucu!Jadi stop menangis Ok?" bujukku sambil -dengan kikuk- mengusap punggungnya. Setelah beberapa menit kudengar Ia menggumamkan sesuatu dengan pelan.
"Apa?Aku tidak dengar Lu.." kataku sambil mendekatkan telingaku ke wajahnya yang tertutup.
"Aku akan berhenti menangis jika kau melakukan satu hal.." katanya lagi.
"Apa?" tanyaku.
Dan dalam sekejap ia membuka tangannya lalu mencium bibirku cepat.
Lebih Cepat dari Usain Bolt.
Membuatku terpaku dibuatnya.
Ia lalu tersenyum penuh kemenangan,memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi.
"YAK! KAU !" teriakku . Ia hanya terkekeh geli.
"Kenapa Sehun? Apa kurang?" tanyanya sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"YAK!" Teriakku sambil berdiri menjauh dari dirinya. Ia pun tertawa terbahak-bahak.
"Sehunnie~ Kau sangat Lucu ketika sedang panik seperti itu! Membuatku ingin terus menggodamu!"
Ia Lalu tertawa lebih keras.
"KAU PRIA MESUM!JANGAN PANGGIL AKU DENGAN PANGGILAN YANG MENJIJIKKAN!JANGAN BERPURA-PURA POLOS SEPERTI ITU! KAU...AISH!" aku akhirnya meninggalkannya menuju kamarku.
Sial,bisa-bisanya aku dipermainkan oleh berandal kecil itu!
Aku menutup wajahku yang masih panas karena malu. Kenapa aku bisa merasa malu seperti ini hanya karena kata-kata berandal kecil itu yang ... Menggoda?
Aish,Aku merasa dipermalukan. Kemana harga diriku?
Tapi disisi lain,sepertinya ini pertama kalinya aku melihat Xiao Lu tertawa lepas seperti itu. Ya,mungkin karena dari awal pertemuanku dengannya hanya diisi dengan berciuman,jadi aku tidak memperhatikan apapun kecuali bibir merahnya.
Oke Stop Sehun. Jangan pikirkan bibir merah itu lagi.
Bibir kecil Xiao Lu yang semerah buah plum. Bibir merah yang membuatku penasaran semanis apa rasanya hingga aku ingin menci-
Oh, Shit.
Mungkin ini efek kelelahan karena setelah pulang dari markas aku langsung membersihkan Apartemenku yang dihancurkan oleh berandal kecil itu. Yeah,itu alasan yang sangat logis.
Aku memutuskan untuk mandi, melepas lelah. Ketika aku menyampirkan handuk dibahuku,Ponselku berdering.
"Hai Baby,Ada apa menelepon?" tanyaku sambil buru-buru mengunci pintu,aku takut Xiao Lu mendengar percakapanku bersama Minah (tapi,Hei!memang kenapa kalau dia dengar?).
"Jagiyaa~ Bogoshipeo!" jawabnya manja. Aku tertawa mendengar suara manjanya.
"Mmm... Sedang apa kau baby?" tanyaku lagi.
"Aku sedang membereskan pakaian kedalam koper.." jawabnya membuatku mengernyitkan dahi.
"Ke dalam koper?Kau mau pergi?Kemana?"
"Ke Jepang Sehunnie! Bukankah aku sudah mengatakannya padamu ketika kita bertemu tadi siang?"
Aku menepuk dahiku keras. Aku baru ingat Minah sudah mengatakan bahwa ia akan ke Jepang berlibur bersama keluarganya ketika tadi kami makan siang bersama.
"Ah Maaf baby,aku lupa."
"Eoh?Kau lupa?Kenapa bisa kau lupa huh? Apa kepergianku tidak membuatmu merasa sedih hingga kau lupa seperti itu?Jangan-jangan kau bahagia aku pergi,jadi tidak ada yang mengganggumu jika kau mau berselingkuh!Begitu?" ucapnya panjang lebar. Aku menghela napas,kesal dengan sifatnya yang mudah berprasangka buruk.
"Oh Please,jangan berpikir seperti itu! Aku lupa karena Pekerjaan membuatku pusing dan lelah!"
Dan Pekerjaan itu adalah menyuruh Xiao Lu memakai celana.
"Oh Well Aku sudah tidak bisa berdebat jika menyangkut masalah pekerjaan sang Workaholic.." sindirnya membuatku memutar bola mataku,jengkel.
"Terima kasih Baby kau begitu perhatian. Nikmati perjalananmu di Jepang ok! Mungkin kau bisa menemukan orang Jepang yang tidak gila pekerjaan sepertiku!" kataku.
"Aku mencintaimu!" seruku lalu menutup telepon. Membantingnya kekasur lalu beranjak ke kamar mandi. Aku benar-benar harus menyegarkan otakku yang mulai panas dan terasa pusing.
Aku menghela napas lega setelah keluar dari kamar mandi. Berendam didalam air hangat benar-benar menjernihkan pikiranku. Kurasakan perutku keroncongan karena lapar. Aku baru ingat bahwa Xiao Lu juga pasti belum makan. Aku lalu beranjak menuju ruang TV untuk menawarkan makanan apa yang ia inginkan,ketika kulihat ia sedang tertidur lelap disofa,meringkuk kedinginan seperti anak kecil. Aku lalu kembali kekamar untuk mengambil bantal dan selimut .
Dengan hati-hati aku mengangkat kepalanya dan meletakkan bantal dibawahnya. Ia begitu kecil dan terlihat rapuh seakan-akan ia bisa hancur kapanpun juga.
"Sehun?" panggilnya dengan suara serak.
"Hmm?"
Air mata menetes dari mata bulatnya.
"Maaf..." Lirihnya membuatku mengernyit bingung.
"Apa aku tadi keterlaluan?" tanyanya.
"Kau begitu lama mengunci diri dikamar. Apa kau kesal karena Candaanku tadi keterlaluan?" tanyanya lagi masih sambil menangis.
"Maaf Sehun.. Aku tidak akan menggodamu seperti itu lagi. Aku berjanji!Jangan membentakku lagi. Jangan membenciku. Kumohon." Ucapnya sambil terisak.
Aku menatapnya tidak percaya. Kenapa orang ini begitu polos?
"Apa yang kau bicarakan Lu?Aku tidak marah. Aku.. Mmmm Aku.. Well aku memang berteriak padamu,tapi bukan berarti aku marah. Aku hanya..."
'Malu.' Lanjutku dalam hati. Tapi aku hanya berdeham lalu tersenyum kikuk.
"Yeah intinya aku tidak marah kepadamu. Sungguh,jadi kau tenang saja." kataku sambil menepuk-nepuk bahunya.
"Kau, orang pertama yang membuatku nyaman berada disampingmu Sehun. Aku hanya berusaha untuk berteman denganmu. Aku ingin kau juga merasa nyaman berada disisiku. Tapi ternyata caranya salah. Maaf.." Jelasnya.
Well,jika kau akan terus menolak untuk memakai celana aku tidak akan pernah bisa merasa nyaman.
"Tidak apa-apa Lu..." kataku menenangkannya.
"Benarkah?Apa Sehun memaafkanku?" tanyanya dengan wajah polos dan mata yang berbinar-binar. Sebenarnya berapa sih usianya?
"Ne aku memaafkanmu Xiao Lu..." Kataku sambil mengacak rambutnya.
"Jadi Sehun mau berteman denganku?" tanyanya. Aku mengangguk mengiyakan. Senyum terlukis di wajahnya. Ia lalu memelukku erat.
"Terima Kasih Sehun-ah!" katanya Riang.
"Hey!" teriakku sambil melepas pelukannya.
"Aku mau berteman denganmu dengan satu syarat!"
Xiao Lu memperhatikanku dengan serius. Matanya berkedip-kedip lucu sambil menungguku berbicara.
"Tidak ada ciuman! Tidak ada pelukan dan kontak fisik lainnya! Mengerti?"
Xiao Lu mengangguk cepat.
"Tidak ada ciuman,pelukan dan kontak fisik lainnya.." gumamnya mengulang perkataanku.
"Ya benar! Kau memang pintar!" kataku sambil mengacungkan jempol. Ia tersipu malu,semburat merah muncul di pipinya.
"Baiklah kalau begitu,sekarang kau tidur dikamarku. Aku akan tidur disini. Sana!" Kataku sambil mengibas-ngibaskan tanganku,mengusirnya turun dari sofa.
"Tapi Sehun,Maukah kau tidur denganku?" tanyanya malu-malu.
"Hey!Sudah kubilang tidak ada kontak fisik!"
"Maaf Sehun maksudku bukan seperti itu. Tapi aku tidak pernah tidur sendirian jadi kemarin aku tidak bisa tidur dengan tenang dan bermimpi buruk. Aku takut tidur sendirian Sehun.." katanya sambil menunduk malu.
"Kumohon.. Hanya menemaniku tidur. Aku berjanji tidak akan menyentuhmu sedikitpun.." Mohonnya padaku dengan memasang puppy-eyesnya.
Aku menghela napas.
"Baiklah..."
Satu poin kemenangan untuk mata berbinar Xiao Lu.
-Sehun's Pov END-
Sehun berbaring di bagian kanan tempat tidur besarnya tanpa menggunakan bantal satupun demi membatasi dirinya dan Xiao Lu dengan tumpukkan bantal dan guling miliknya. Sementara Xiao Lu terlihat sangat kecil meringkuk di Selimut yang tebal. Sehun membuka matanya lalu mendesah frustasi. Bagaimana ia bisa tidur kalau ia merasa gelisah?
Bagaimana jika saat tidur Xiao Lu memeluknya?
Atau menciumnya..
Atau yang lebih parah memperkosanya?
Sehun menjambak rambutnya frustasi.
'Sehun kenapa kau bisa berpikir sejahat itu tentang orang sepolos Xiao Lu?!' tanyanya dalam hati. Sehun mendesah frustasi lagi..
"A-Andwae..." lirih Xiao Lu. Sehun yang mendengarnya mengernyitkan dahi.
'Apa Xiao Lu belum tidur?' tanyanya dalam hati. Sehun lalu mendengar lagi Suara Xiao Lu terisak. Sehun yang penasaran mendekatkan tubuhnya ketempat Xiao Lu tertidur. Isakkan Xiao Lu makin menjadi.
"Hey Lu,Bangun.." ucap Sehun sambil menggoyang-goyangkan tubuh Xiaolu,membangunkannya. Xiao Lu tidak bangun. Ia hanya bergumam memohon ampun lalu merintih kesakitan.
"Kumohon..." gumam Xiao Lu lirih yang terdengar oleh Sehun.
"Hey Xiao Lu!" teriak Sehun panik. Ia mengguncang tubuh Xiao Lu lebih keras agar ia terbangun. Xiao Lu akhirnya membuka matanya pelan.
"Se-sehun?" tanyanya dengan suara parau.
"Ya? Ada apa hmm?" tanya Sehun. Ia menghela napas yang sedari tadi ditahannya.
"Aku bermimpi buruk lagi.." jawabnya sambil menatap Sehun dan menangis.
"Kau bermimpi apa Lu?" tanya Sehun. Tangan Sehun menyingkirkan Poni Xiao Lu yang basah akan keringat dari mata Xiao Lu. Ia tidak ingin mata itu tertutup oleh poni atau apapun. Karena entah kenapa ia selalu ingin memandang mata berbinar itu.
"Da-daddy kesini. Ia membawaku pergi .. dan ia menyakitimu.. A-aku dipaksa kembali kesana.. ia memukuliku lalu me-me.." tangis Xiao Lu pecah tidak sanggup menceritakan mimpi buruk yang dialaminya. Ia begitu takut mimpinya akan menjadi kenyataan. Ia tidak mau lagi disentuh oleh Mr. Lang. Ia tidak mau kembali lagi ke markas busuk itu.
Sehun dengan cepat memeluk Xiao Lu untuk menenangkannya. Dengan lembut ia mengusap-usap punggung Xiao Lu tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Sehun... Aku tidak mau kembali kesana! Aku tidak mau menjadi mainannya lagi!" teriak XiaoLu sambil terus menangis. Xiao Lu memeluk Sehun lebih erat,menenggelamkan tangisannya di dada hangat Sehun.
"Kau tidak akan pernah kembali kesana lagi Lu... Aku berjanji,aku tidak akan membiarkan mereka mengambilmu.." Kata Sehun menenangkan.
Setelah itu tidak ada lagi kata yang keluar dari bibir keduanya. Hanya tersisa suara isakkan XiaoLu yang perlahan-lahan menghilang. Sehun dengan sabar terus memeluk Xiao Lu dan mengusap punggungnya lembut.
"Sehun.. Bukankah harusnya tidak ada pelukan untuk pertemanan kita?" tanya Xiao Lu polos. Masih menyembunyikan wajahnya di Dada Sehun. Sehun tertawa lalu mengeratkan pelukannya ditubuh XiaoLu.
"Aku memelukmu karena ingin melindungimu. Dan melindungi satu sama lain diizinkan dipertemanan kita.. " Sehun tertawa lagi. Menertawai Alasannya sendiri. Sungguh alasan yang tidak logis dan dibuat-buat.
"Bukankah aku pernah berjanji akan melindungimu Lu?" tanya Sehun. Xiao Lu mengangguk.
"Maka dari itu biarkanlah seperti ini. Ini salah satu caraku untuk melindungimu dari mimpi buruk. Aku yakin mimpi buruk itu tidak akan datang lagi. Percayalah.."
Xiao Lu hanya tersenyum mendengar perkataan Sehun. Tapi Sehun benar, malam itu Xiao Lu tidak bermimpi buruk lagi, Karena Sehun datang didalam mimpinya.
Sehun yang sama dengan Sehun yang memeluknya protektif hingga pagi menjelang.
Sehun terbangun ketika ia merasakan sisi yang ditempati Xiao Lu sudah kosong dan terasa dingin. Begitupun dengan tangannya yang memeluk Xiao Lu semalaman . Matanya yang masih menyipit,menyusuri setiap sudut kamar tidurnya. Jarum jam menunjuk pukul 7 pagi. Sehun takjub kepada dirinya sendiri, karena ia bisa bangun sepagi ini dihari sabtu.
Mungkin karena ia merasa kenyamanan yang ia dapatkan saat tertidur hilang pagi ini. Tepatnya kenyamanan itu sudah lebih dulu bangun dan sedang menonton TV.
Sehun beranjak dari kasur ketika ia mendengar suara tawa Xiao Lu dari ruang TV.
"Oh Hai Sehun! Selamat pagi!" Teriak Xiao Lu riang sambil memutar badannya.
"Apa yang kau tonton pagi-pagi seperti ini Lu?" Tanya Sehun sambil melipat tangannya di dada dan berdiri malas dibelakang sofa yang diduduki Xiao Lu.
"Film Alice in the wonderland!" teriak Xiao Lu masih dengan nada yang riang. Sehun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Xiao Lu yang seperti anak kecil.
"Kau suka kartun disney?" tanya Sehun sambil duduk disebelah Xiao Lu. Xiao Lu mengangguk antusias.
"Apa kau sering menonton kartun disney ketika kau 'disana'?" tanya Sehun hati-hati. Xiao Lu tersenyum kecil.
"Tidak.. Tapi Aku ingat,dulu saat kecil aku suka sekali kartun disney.. Mickey mouse,Snow white,Lion King,Bambi.." ucap Xiao Lu sambil menerawang.
"Kau tahu sehun?Bambi adalah kartun favorit sekaligus kartun terakhir yang aku tonton..." lanjutnya sambil tersenyum. Sehun menatap Xiao Lu dengan tajam.
"Sepertinya kau terlalu sibuk bekerja untuk Wolf Gang sehingga tidak sempat menonton Kartun disney lainnya,ya kan? Dan lagi mereka tidak akan mengizinkan anggotanya menonton kartun . Mafia mana yang sempat menonton Bambi ketika ada pistol ditangan mereka?" Sindir Sehun.
"Sehun! Jangan berkata seperti itu!Jangan salahkan mereka, Mereka tidak melarangku untuk menonton! Hanya saja menurutku aku sudah terlalu besar untuk menonton kartun.. " ucap Xiao Lu sambil menggigit bibir bawahnya.
"Dan lagi mereka sudah merawat dan memberikanku makan. Aku tidak bisa meminta lebih dari itu. Walaupun aku sekedar meminta untuk menonton TV,aku merasa benar-benar tidak tahu diri.." lanjut Xiao Lu sambil tersenyum kecil.
Sehun tidak tahu pasti kenapa hatinya berdenyut sakit dan marah mendengar perkataan Xiao Lu. Bahkan senyuman yang dipasang Xiao Lu membuatnya muak. Jujur saja,sebenarnya ia menyukai Senyuman Xiao Lu. Tapi ia tidak ingin Senyuman itu dijadikan pelindung kejahatan yang dilakukan anggota wolf gang.
Senyuman itu terlalu jernih untuk membersihkan tangan-tangan kotor penuh dosa Wolf gang.
Sehun menghela napasnya. Menahan diri agar tidak mencekik Xiao Lu sambil berteriak.
'Apa kau tidak punya otak Xiao Lu?!Orang-orang wolf gang itu telah menyakitimu! Tapi kau masih saja membela mereka?!Katakan padaku!Apakah kau sebodoh itu?!'
Ia mencoba mengontrol dirinya walaupun otaknya sudah memerintahkan dirinya menyeret Xiao Lu ke ruang interograsi dan memaksanya membocorkan informasi penting dari Wolf gang.
Ia sudah tidak sabar ingin menangkap para anggota wolf gang keparat yang dipuja oleh Xiao Lu itu.
"Kau... Kenapa begitu bodoh? Aku heran kenapa aku mau saja berteman dengan orang bodoh sepertimu..." Ucap Sehun tajam.
Dengan kasar ia berdiri lalu beranjak menuju kamar tidurnya. Menutup pintu kamar dengan keras lalu menenggelamkan diri di kasur empuknya.
Sehun pikir sebaiknya ia tidur. Mungkin Hatinya -yang entah kenapa- terasa sakit dan panas bisa lebih membaik.
Sehun akhirnya bangun pada pukul 2 siang. Dengan malas ia mengambil handuknya lalu masuk ke dalam kamar mandi. Setelah mandi dan memakai celana training dan kaos putih V-neck berlengan panjang ,Sehun keluar dari kamarnya untuk mencari makan. (Author: Kalian tau kan baju dia di Photoshoot Nature republic?Ya Ya,Author juga tau seseksi apa dia pake baju kayak gitu. Dan Tolong jangan pingsan dulu,ceritanya belum selesai.)
Ia melewati ruang TV dan melihat Xiao Lu berbaring meringkuk di sofa. Sambil menghela napas ia mendekati sofa sambil menepuk pundak Xiao Lu.
"Aku mau keluar mencari makanan. Kau mau makan apa?" tanya Sehun pada Xiao Lu. Xiao Lu tidak bergeming,dengan cepat ia menutup wajah dengan bantal kecil sambil terus meringkuk di sofa. Sehun memutar bola matanya. Ia lalu menepuk-nepuk pundak Xiao Lu lagi.
"Hey! Kau mau makan apa?Kau belum makan kan?"
"Kupikir aku terlalu bodoh untuk diajak bicara olehmu..." gumam Xiao Lu dibalik bantal yang menutupinya. Sehun menghela napas.
"Bukan itu maksudku tadi... hanya saja.."
'Hanya saja aku tidak suka kau masih membela keparat-keparat yang telah menyakitimu!'
Sehun tidak melanjutkan kata-katanya lagi. Ia hanya menghela napas –entah untuk yang keberapa kalinya- lelah. Entah kenapa dirinya merasa begitu lelah menghadapi Xiao Lu yang sangat polos dan kekanak-kanakkan..
Xiao Lu beranjak dari tidurnya. Ia lalu duduk menghadap Sehun yang berdiri dibelakangnya. Matanya terlihat sembab dengan bibir yang mengerucut lucu.
"Sehuunn,Aku tahu aku memang bodoh! Aku bahkan tidak bersekolah!Tapi demi tuhan! Aku berjanji aku akan belajar lebih giat agar lebih pintar dan bisa membicarakan hal yang lebih penting dari kartun bambi! Jadi jangan marah padaku ya?Kau masih mau berteman denganku kan Sehun?"
Xiao Lu memasang puppy eyes'nya sambil menarik-narik lengan baju Sehun manja. Sehun mengurut-urut dahinya frustasi.
Sehun begitu gemas dengan kepolosan Xiao Lu. Jika dipikir-pikir sifat Xiao Lu sama seperti Bambi kecil di film Bambi,polos dan mudah terpengaruh. Mungkin jika disney ingin membuat film Bambi 3 mereka akan menunjuk Xiao Lu untuk menjadi pemeran utama Rusa'nya.
"Oke Bamb-.. Xiao lu,aku masih mau berteman denganmu..."
Xiao Lu menyunggingkan Senyuman yang lebar,memamerkan giginya yang rapih dan putih. Matanya berkilat bahagia.
Sehun tidak pernah memperhatikannya, tapi selain senyuman Xiao Lu matanya yang berbinarpun tidak kalah indahnya.
Sehun tidak bisa menahan senyuman kecil yang juga mengembang di bibir tipisnya.
"Kalau begitu apa yang ingin kau makan sekarang Bambi?" tanya Sehun sambil mengacak rambut Xiao Lu.
"Bambi?" tanya Xiao lu sambil melengkungkan alisnya bingung.
"Ya Bambi... Seorang teman harus punya nama panggilan bukan?"
"Tapi kenapa Bambi?" tanya Xiao Lu.
"Karena kau seperti rusa. Mata bulat dan besar,wajah dan tubuh yang kecil,rambut coklat. Dan bodoh seperti Bambi!" Seru Sehun sambil mencubit gemas pipi Xiao Lu. Xiao Lu mengembungkan pipinya.
"Kau tidak perlu memanggilku Bambi. Kau tahu? Arti namaku juga 'Rusa kecil' Jadi sama saja! Cari nama lain Sehun! Kenapa bukan Simba? Simba lebih keren dan kuat! Aku Kuat dan manly seperti Simba!" Jelas Xiao Lu sambil mengangkat Tangannya,memamerkan ototnya yang semu. Sehun terkikik pelan.
"Aish terima saja takdirmu sebagai Rusa kecil! Ayo Bambi! kita mencari makan untuk membentuk otot ditangan kecil ini!" Seru Sehun sambil tertawa keras.
"Cih dasar Grumpy!" Gumam Xiao Lu. Sehun yang berjalan didepan Xiao Lu menoleh.
"Apa kau bilang?" Tanya Sehun.
"Tidak ada! Ayo berangkat Sehun! Aku lapar!" teriak Xiao Lu sambil berlari meninggalkan Sehun menuju pintu utama.
"Aish Rusa bodoh! Memangnya aku tidak mendengarnya apa! Grumpy? Aku ini prince charming!" gumam Sehun lalu berjalan mengikuti Xiao Lu.
Akhirnya setelah berjalan kaki beberapa blok dari apartemen Sehun, Sehun dan Xiao Lu memutuskan untuk makan direstoran Korea yang memikat mata Xiao Lu. Sehun terpaksa makan di restoran korea bernuansa hutan fantasi yang dipenuhi gambar peri-peri kecil,kurcaci dan tanaman rambat ini karena Xiao Lu terus merengek tentang betapa restoran ini sangat indah seperti hutan di film Alice in the wonderland. Walaupun sebenarnya Sehun tahu alasan sebenarnya Xiao Lu menyukai tempat ini. Karena menurut Sehun, restoran ini lebih mirip penangkaran Rusa.
"Hei Bambi,bisakah makan dengan perlahan? Nanti kau tersedak!" Protes Sehun saat melihat Xiao Lu yang sedang memakan Bibimbap'nya.
"Maaf Sehun,aku tidak bisa mengontrol diriku! Nasi Campur sayuran dan saos ini sangat enak!"
"Bibimbap.. Namanya Bibimbap.." Koreksi Sehun.
"Ya bibimbap!Aku tidak pernah memakan makanan ini sebelumnya!Ini akan menjadi makanan favoritku!" Seru Xiao Lu riang dengan mulut yang penuh dengan nasi. Xiao Lu tidak menggubris Sehun,ia tetap makan dengan cepat seperti anak kelaparan. Sehun hanya menghela napas.
Percuma saja ia mengajak seekor Rusa kelaparan untuk berbicara sekarang. Ia pasti diabaikan. Masih untung ia juga tidak ikut dimakan.
"Sehun.. Boleh aku memesan makanan lain?Aku ingin Jajjangmyeon!" tanya XiaoLu dengan mata berbinar.
"Pesan sesukamu asalkan makan dengan perlahan dan jangan berisik!"
Sehun kembali memakan makanannya dengan tenang,sementara Xiao Lu dengan riang memanggil pelayan dan memesan makanan favoritnya,Jajjangmyeon.
"Hey Sehun! Ada nasi yang tertinggal dibibirmu!" ucap Xiao Lu sambil menunjuk sudut bibir Sehun.
"STOP!" teriak Xiao Lu saat Sehun akan menggapai sudut bibirnya. Xiao Lu lalu beranjak dari kursinya dan mencondongkan badannya mendekati Sehun. Dengan cepat ia menjilat Butir nasi disudut bibir Sehun lalu mengunyahnya. Ia duduk kembali dengan senyuman menempel diwajahnya. Sementara Sehun menatap Xiao Lu dengan horror.
"YA! APA YANG KAU LAKUKAN?!" teriak Sehun.
"Aku memakan nasi yang tersisa dibibirmu,hanya itu saja. Kau tadi akan membuang nasi itu kan?Kau tidak boleh membuang nasi walaupun hanya sebutir Sehun, itu sama saja dengan kau tidak menghargai jerih payah para petani.." ucap Xiao Lu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ya!Lalu kenapa kau menjilatnya hah?! Kau bisa saja mengambilnya dengan tanganmu!" Protes Sehun.
"Karena Aktris di drama favoritku melakukan ini terhadap kekasihnya! Romantis kan?"
Sehun menghela napas.
"Lagipula tanganku kotor,kau tidak mau kan aku terkena diare dan harus mengurusku?" Tanya XiaoLu polos.
Sehun menangkup wajahnya. Ia mengingatkan dirinya sendiri untuk membuang TV di apartemennya setelah mereka pulang. Atau membuang Xiao Lu keluar dari apartemennya.
Untungnya Sehun tidak melakukan keduanya. Membuang Xiao Lu maupun TVnya. XiaoLu masih setia menonton Drama kesukaannya di TV Sehun. Sementara Sehun menelepon rekan kerjanya Jongin, di dapur.
"Tolong Jongin,Aku sudah tidak tahan. Saksi kita ini sangat merepotkan. Kau tahu?baru dua malam ia disini tapi aku seperti sudah mengurusnya selama 5 tahun… Bisakah kau membawanya ke apartemenmu?" keluh Sehun sambil bersandar dikulkas besarnya. Jongin tertawa mendengar keluhan sahabatnya.
"Tidak mungkin ia mau. Lagipula ia percaya padamu Sehun. Kami percaya pada kinerjamu.. Bertahanlah sebentar lagi sobat!"
Sehun menghela napas berat.
"Baiklah.. Aku akan menyelesaikannya dengan cepat. Setelah aku mendapat informasi yang kita perlukan aku akan menendangnya dari apartemenku.. Aku bersumpah akan benar-benar menendang tepat di bokongnya untuk keluar dari apartemenku…" ucap Sehun mantap.
"Hey!Kenapa kau kasar sekali! Kau itu polisi atau apa huh?" Canda Jongin sambil terkekeh.
"Ya!Jika kau ada diposisiku kau juga akan bersikap seperti ini! Dia sangat menyebalkan!"
'dan Mesum..' Lanjut Sehun dalam hati.
"Hahahaha ya ya baiklah. Tapi kau tidak perlu repot-repot menendangnya keluar dari apartemenmu,Aku ,Kakakmu beserta yang lainnya akan menggiringnya sendiri ke Penjara,menemui rekan-rekan serigala busuknya." Ucap Jongin santai. Sehun tertegun dengan ucapan Jongin.
"Maksudmu ?Apa ia akan dimasukkan kedalam penjara juga?" Tanya Sehun ragu.
"Tentu saja bodoh!"
"Ta-tapi, dia tidak melakukan kejahatan apapun. Ia bukan anggota Wolf gang,dia hanya budak ,Jongin. Budak!" Bela Sehun sambil menatap Xiao Lu yang sedang menonton TV di ruang sebelah.
"Tetap saja Sehun-ah. Walaupun ia hanya Budak atau Koki sekalipun ia tetap anggota dari mafia keparat itu."
Sehun menggigit bibirnya. Sekesal apapun ia terhadap Xiao Lu ia tidak akan pernah tega melihat Xiao Lu masuk kedalam penjara tanpa melakukan kesalahan apapun. Bahkan membayangkannya pun Sehun tidak tega.
"Tapi ia begitu polos…" ucap Sehun pelan.
"Mungkin dihadapanmu ia berakting polos,Tapi siapa tahu ternyata ia psikopat yang gemar memutilasi orang?" canda Jongin.
"Ya!Jaga ucapanmu bodoh!" ucap Sehun kesal.
"Wow wow! Santai Sobat! Aku hanya bercanda!Kenapa kau marah ? Ohhh Jangan-jangan kau sudah terpikat dengan Saksi yang pernah bercumbu denganmu itu ya?" Jongin tertawa terbahak.
"YA! Terpikat kepalamu hah?! Aku tidak bercumbu dengannya! Ha-hanya ciuman biasa! I-itupun karena aku mengira ia wanita!Kalau aku sadar ia seorang laki-laki aku juga tidak sudi!"Bela Sehun cepat. Jongin tertawa mendengar suara temannya yang begitu gugup dan terbata-bata.
"Aish!Puas kau hah?! Sudahlah!Kututup teleponnya!" Sehun lalu mengakhiri sambungan teleponnya dan bergegas menuju ruang TV. Ia menghempaskan tubuhnya keras disamping Xiao Lu yang menatapnya dengan tatapan bingung.
"Sehun-ah,ada apa?" Tanya Xiao Lu bingung.
"Tidak .. Tidak ada apa-apa.." Jawab Sehun tanpa melirik Xiao Lu sekalipun. Xiao Lu hanya mengedikkan bahu lalu kembali menonton TV. Setelah beberapa menit keduanya terdiam,Sehun dengan hati-hati mencuri pandang kearah Xiao Lu. Ia memperhatikan wajah Xiao Lu yang sedang serius menonton TV.
'Tidak mungkin wajah sepolos itu pernah membunuh orang…'
'Ia bahkan tidak pantas menjadi seorang pembunuh keji.. Ck, tidak mungkin ada pembunuh mempunyai bulu mata lentik, Wajah semulus bayi,hidung bangir ,bibir yang…'
"Sehun-ah?" panggil Xiao Lu lembut,membuyarkan lamunan Sehun. Sehun tersadar lalu mendapati Xiao Lu sedang menatapnya bingung.
"Uh..Oh ya?Wae?" jawab Sehun salah tingkah.
"Mengapa kau memperhatikanku terus?" Tanya Xiao Lu polos. Sehun membuka bibirnya hendak menjawab namun mengurungkan niatnya. Sebenarnya ia tidak tahu harus menjawab apa,maka ia hanya berdeham lalu duduk dengan kaku.
"Apa… Ada yang aneh dengan wajahku?" Tanya Xiao Lu lagi.
"Ti-tidak ada…Tidak ada yang aneh di wajahmu.." jawab Sehun gugup sambil memalingkan wajahnya.
"Bahkan wajahmu terlihat sempurna.."
"Apa?" Tanya Xiao Lu.
Sehun membulatkan mata.
Ia tidak menyangka ia bisa menggumamkan kalimat itu dengan keras,padahal niatnya ia hanya ingin mengatakannya dalam hati.
'Shit.. Kenapa aku mengatakannya dengan keras?Aish bodoh kau Sehun…' gerutunya dalam hati.
"Kau bilang apa tadi?" Tanya Xiao Lu lagi.
"A-aku bilang apa kau mau bermain ke Lotte World besok?" jawab Sehun asal. Well,terima kasih untuk iklan Lotte World yang –Kebetulan- sedang ditayangkan di TVnya.
"Lotte World?! Kau serius Sehun?!" Tanya Xiao Lu antusias. Sehun hanya mengangguk lemah.
"Tentu aku mau! Sudah lama aku ingin kesana! Gomawo Sehun-ah!" ucap Xiao Lu antusias sambil memeluk Sehun yang diam mematung.
"Kalau begitu aku akan tidur lebih awal! Dah Sehuunn~ Jaljja!" teriak Xiao Lu lalu berlari menuju kamar. Sehun yang memperhatikan Xiao Lu hanya bisa menghela napas berat sambil duduk bersender dengan malas di sofa.
"Bermaksud melindungi harga diri malah mendapat malapetaka.." ucap Sehun.
"Pergi ke Lotte world?!Yang benar saja Sehun! Aarrgghh!" teriaknya frustasi.
Padahal saat masih kecil Sehun tidak pernah berkeinginan untuk pergi ke Lotte World.
"Apa bagusnya tempat itu?Hanya anak manja dan cengeng yang mau pergi ke Lotte world untuk bermain komidi putar,menunggangi patung kuda konyol sambil memakan permen kapas yang lengket!Aku tidak mau!Sebaiknya kau belikan aku novel Sherlock holmes hyung!" ucapnya kala itu,ketika Kris mengajaknya ke Lotte World di ulang tahunnya yang ke-12.
'Jongin, tidak mungkin ia seorang psikopat . Tidak mungkin seorang pembunuh berdarah dingin mau bermain di Lotte World…'
Tiba-tiba pintu kamar Sehun terbuka, Kepala Xiao Lu menyembul dari balik pintunya..
"Sehun.. Mau tidur bersamaku?Aku takut.. Tidak ada kontak fisik!Aku bersumpah,ya?" bujuk Xiao Lu sambil tersenyum,memamerkan gigi putihnya.
Sehun menghela napas berat.
'Dan bagaimana mungkin seorang pembunuh keji takut tidur sendirian?!'
Dengan lunglai Sehun mematikan TVnya lalu berjalan masuk kekamar dan menutup pintunya rapat-rapat.
-Sehun's POV-
Aku masih tertidur lelap ketika kurasakan tubuhku berguncang,kupikir itu hanya guncangan yang disebabkan pergerakkan Xiao Lu,mungkin ia sudah bangun . Tapi guncangan itu tetap tidak berhenti dan terasa semakin keras. Apa jangan-jangan,ada gempa?
Dengan panik aku segera bangun dan mendapati alasan tubuhku berguncang dengan hebat adalah Xiao Lu yang melompat-lompat dikasurku. Musibah yang lebih besar daripada gempa.
"Ah!Sehun-ah akhirnya kau bangun!" ucap Xiao Lu riang sambil terus melompat-lompat dikasurku.
"Ya aku sudah bangun. Jadi bisakah kau berhenti melompat-lompat seperti kelinci gila?"
Ia berhenti melompat lalu duduk tepat di sampingku.
"Kapan kita akan berangkat Sehun?ini sudah jam 9, bukankah sebaiknya kita berangkat pagi-pagi ?" tanyanya antusias.
"Nanti saja.. Aku masih mengantuk?Lagipula Lotte world tidak semenarik yang kau pikir.." kataku malas sambil kembali menyelimuti tubuhku dan kembali berbaring.
"Sehuunn!ayo bangun!Kau harus bersiap-siap!" rajuk Xiao Lu sambil mengguncang tubuhku.
"Sehunaaa!Kita harus berangkat ke Lotte world sekarang!" rengeknya sambil terus mengguncang tubuhku. Dengan kesal aku beranjak duduk dan menghadap kearahnya.
"Aish! Kita tidak akan kemana-mana hari ini ok?!Kita akan tinggal dirumah! Aku akan beristirahat disini karena aku harus bekerja besok, dan kau akan menonton TV dengan patuh!Arraseo?" bentakku kasar tepat dihadapannya. Ia terdiam sambil terus menatapku dengan tatapan puppy eyesnya.
"Oh tidak Bambi jangan memasang tampang seperti itu, Kita tetap tidak akan pergi.." tolakku mantap. Xiao Lu menggembungkan pipinya. Puppy eyesnya terus menyerangku.
Sial,Kalau ia begini terus aku bisa…
"Argh Baiklah! Kita pergi ke Lotte World!" kataku sambil beranjak pergi menuju kamar mandi. Kudengar sorakkan kemenangan dari Xiao Lu.
Oh Sehun, kau benar-benar kehilangan akal sehatmu.
Akhirnya aku –dengan terpaksa- setuju untuk pergi ke Lotte World dan seperti yang sudah kuduga Bambi yang sedang merasa senang lebih berisik dan menyebalkan daripada Bambi dalam keadaan normal.
"Sehun apa nanti disana ada yang menjual permen kapas?Ah tentu saja! Anak-anak suka permen kapas,pasti banyak penjual permen kapas disana! Oh ya, Sehun! Apa disana ada badut Donald duck?Atau mickey Mouse?" tanyanya bertubi-tubi.
"Lu,Dengar.. Kalau kau tidak berhenti mengoceh aku akan menghentikkan mobilku dan kita akan berbalik kembali kerumah!Arraseo?" kataku sambil membenarkan kacamata hitam yang bertengger dihidungku.
"Baiklah.." ucap Xiao Lu akhirnya.
Tapi aku tidak menyangka keadaan menjadi lebih canggung tanpa ada ocehan yang terdengar dari mulutnya. Kami berdua diam,yang terdengar hanyalah suara mesin mobilku yang sedang melaju.
"Jadi,sejak kapan kau bergabung dengan wolf gang?" tanyaku akhirnya.
"Entahlah. Tapi sepertinya saat itu aku akan menonton pertunjukan yang berhubungan dengan kartun Bambi ,karena yang aku ingat aku sedang melihat badut Bambi yang lucu. Aku juga memakai baju bergambar Bambi,bahkan bajunya masih kusimpan dengan baik… Kalau dilihat dari ukurannya mungkin aku berusia 3 atau 4 tahun Kala itu. " Jelasnya sambil menerawang.
"Lalu,ketika aku sedang melihat badut, tiba-tiba Mr. Lang menggendongku. Aku masih mengingat wajah muda Mr. Lang menggendongku dan asap cerutunya berhembus dimukaku. Sejak saat itu aku hidup bersamanya,bersama mereka. Mr. Lang juga tidak pernah menjawab jika aku menanyakan keberadaan orang tuaku. Ia tidak pernah menjawab pertanyaan apapun tentang diriku kecuali tempat dimana ia bertemu denganku. Jadi setidaknya aku tahu kalau aku ini berasal dari Hongkong.." katanya sambil tersenyum kecil..
"Mr. Lang juga mengatakan alasan kenapa aku bisa bersamanya,ia bilang orang tuaku menjualku padanya,karena mereka begitu miskin dan membutuhkan uang." Lanjutnya dengan muka sedih. Walaupun aku tidak yakin apa Lang keparat itu berkata jujur pada Xiao Lu. Aku tetap merasa kasihan kepadanya. Aku tahu bagaimana rasanya berpisah dengan orang tua sejak kecil.
"Lu… Maafkan aku.." kataku.
"Tidak apa-apa Sehun." Katanya lembut,lalu kembali tersenyum. Akhirnya kami kembali diam,terperangkap dalam pikiran masing-masing. Aku tidak tahu apa yang ada dipikirannya. Tapi yang aku tahu pasti,pikiranku dipenuhi olehnya. Sekarang,pagi ini atau ketika aku bersiap tidur. Walaupun jarak kami hanya beberapa meter seperti sekarang ,ia tetap muncul dipikiranku. Entahlah, Memikirkannya seperti menjadi kebiasaan untukku.
Aku sepertinya benar-benar perlu berkonsultasi dengan seorang psikolog.
Saat kami sampai di Lotte World ia berteriak senang lalu berlari menuju gerbang masuk. Dengan malas aku mengikutinya dari belakang.
"Wah ditemani paman bermain ya dik?" Tanya seorang penjaga loket kepada Xiao Lu. Aku mengernyitkan dahi, apa yang ia maksud dengan 'paman' itu adalah aku?
Xiao Lu tekikik geli.
"Ya,tuan! Aku sedang bermain dengan pamanku!" jawabnya sambil mencibir kearahku. Aku memelototinya.
"Wah kau paman yang baik tuan! Keponakanmu pasti senang mempunyai paman sepertimu! Silahkan bersenang-senang!" teriak penjaga loket itu dengan riang kepadaku.
Well,kau tidak akan teriak seriang itu setelah aku menghajar wajahmu!
Xiao Lu masih tertawa tebahak-bahak saat kami masuk kedalam Lotte World.
"Paman katanya? Cih apakah aku terlihat tua?!" gerutuku.
"Ahahahhaha Wajar saja,kau berpakaian seperti itu Sehun!"
"Hei apa salahnya memakai pakaian seperti ini? Dengan memakai kemeja hitam dan celana jins,kacamata hitam,parfum maskulin dan sepatu kulit yang mengkilat seperti ini,pasti wanita-wanita sudah bertekuk lutut didepanku!" ucapku sambil menggulung lengan kemeja hugo bossku sampai batas siku.
"Ya jika kau sedang berada di Klub kawasan elit seperti Cheondamdong. Tapi Ini taman bermain Sehun, Bukan Klub!" cibirnya sambil masih tertawa.
"Jadi kau pikir aku harus berpakaian sepertimu?" tanyaku padanya. Ia mengangguk cepat.
"Aku tidak mau berpakaian seperti anak TK yang lebih terlihat seperti buku gambar berjalan!"
Oke,aku tidak bermaksud kejam mengatainnya seperti itu,tapi Lihat saja penampilannya. Berwarna warni,seperti habis kejatuhan cat. Baju biru muda dengan corak abstrak berwarna putih dan longgar,Celana ketat hitam berpola bunga,topi beanie berwarna ungu, Sepatu Boots merk Doc Marten berwarna pink . Well memang terlihat cocok untuk kulit Xiao Lu yang putih (Maka dari itu aku setuju membelikan pakainnya tadi sebelum kami kesini,karena memang cocok untuknya) . Ia juga terlihat menggemaskan. Tapi,jika kami berjalan bersama aku terlihat seperti Pria tua hidung belang yang mengencani anak-anak dibawah umur. Hell! Kalau Jongin melihatnya pasti ia akan mencibirku dengan sebutan seperti itu.
"Wah Sehun! Bolehkah aku naik wahana itu?" Tanya Xiao Lu riang sambil menarik-narik kemejaku. Aku menatapnya dengan malas.
"Terserah kau saja,asal jangan merepotkanku.." kataku sambil membenarkan kacamata hitam yang bertengger dihidungku. Ia akhirnya berlari menuju satu wahana dengan antusias sementara aku duduk disalah satu kursi sambil terus mengawasinya. Sambil menunggunya bermain aku memutuskan untuk menelepon rekan kerjaku,Yixing.
"Hai Xingxing.. Sedang dimana kau?" tanyaku setelah Yixing mengangkat telepon.
"Oh hai Hun! AKu sedang dirumah. Ada apa?"
"Mmm begini,bisakah kau melakukan sesuatu untukku?" mohonku padanya.
"Melakukan apa Hun?"
"Begini,kau kan mempunyai banyak rekan kepolisian di Cina. Bisakah kau mencarikan data seseorang dari divisi orang-orang yang hilang di Hongkong?"
"Hmm Baiklah. Sebentar,bisakah kau mengatakan ciri-ciri orang itu dengan lebih jelas Hun?" tanyanya.
"Uhmm.. Dia sepertinya berumur 20an entahlah tapi ia seperti anak 15 tahun… Tapi sebenarnya sikapnya lebih mirip anak berusia 5 tahun.." kataku sambil memperhatikan dari jauh Xiao Lu yang sedang mengembungkan pipinya,kesal karena antrian yang sangat panjang. Aku terkikik geli.
"Oh Sehun apa kau sedang menghisap ganja?apa kau sedang teler? Kalau iya,aku sebaiknya menutup teleponku.." Ancam Yixing.
"Eh! Ya Maaf Yixing! Aku tidak tahu pasti umurnya.." kataku akhirnya.
"Ah! Bisakah kau mencarikan tanggal rilis kartun bambi untukku di internet?" tanyaku pada Yixing. Yixing tidak menjawab.
"Aku bersumpah aku tidak teler, Yixing. Ayolah! Aku serius…"
"Baiklah… Tunggu sebentar.." katanya.
"Kartun Bambi rilis pada tahun 1942.." Jawabnya setelah beberapa menit.
"1942?Ey,tidak mungkin ia setua itu.. Xingxing,bisa kau carikan lagi tanggal rilis kartun Bambi yang ke-2?"
Yixing tidak menjawab,tapi bisa kudengar suara ketikan dari keyboard laptopnya.
"Tahun 1994.. Oke sebenarnya ada apa Sehun?Kau membuatku penasaran.." tanyanya. Aku menghela napas.
"Baiklah. Apa kau ingat Saksi plus anggota wolf gang yang kuceritakan di markas?" tanyaku pada Yixing.
"Ia menceritakan beberapa hal padaku. Dan aku bermaksud untuk mencari keluarganya dengan beberapa informasi yang kudapat darinya.." jelasku akhirnya.
"Lalu? Kenapa kau peduli padanya Hun?" Tanya Yixing. Aku tidak menjawab. Karena sebenarnya akupun tidak tahu kenapa dan sejak kapan aku peduli padanya.
"Aku hanya ingin membantu Xing. Seperti balas jasa atas apa yang ia lakukan padaku ketika aku disekap. Ia memberiku makan dan mengobati lukaku dulu."
"Balas Jasa.. Yeah,cukup logis…" gumam Yixing.
Aku terkekeh.
"Oke jadi ia mengatakan ia diculik oleh ketika ia akan menonton pertunjukan Bambi di Hongkong. Dan kalau Film Bambi dirilis pada tahun itu mungkin ia juga diculik ditahun yang sama.."
"Walaupun ia bilang orang tuanya menjualnya kepada Wolf Gang tapi aku tidak percaya." Lanjutku.
Orang tua mana yang tega menjual anak seimut Xiao Lu.
"Ia juga bilang usianya ketika itu antara 3 sampai 4 tahun. Ia memakai Kaus bergambar bambi. Dan namanya Xiao Lu. Itu saja,kuharap dengan informasi itu kau bisa membantuku mencari identitasnya Yixing.."
"Akan kuusahakan Sehun. Sudah kucatat semuanya, Aku akan mengumpulkan seluruh data anak yang hilang di hongkong pada tahun 1994. Aku juga akan menspesifikasikan lokasi hilangnya di Disney Land karena Bambi kartun produksi Disney,mungkin saja ia sedang disana kala itu." Jelas Yixing.
"Thanks Yixing.. Aku mengandalkanmu.."
"Sama-sama Hun. Aku akan menghubungimu jika ada perkembangan ok? Sudah ya! Bye!" katanya lalu menutup telepon. Aku menghela napas lega lalu memperhatikan antrian di wahana tempat Xiao Lu mengantri. Sosok kecilnya tidak terlihat lagi diantrian,mungkin ia sudah masuk kewahana itu dan bermain. Tapi saat wahana itu berhenti dan semua yang bermain keluar dari tempat wahana tersebut aku tidak menemukan sosoknya. Bahkan sampai pengantri baru bermain di wahana itu ia tidak kunjung keluar. Kemana dia?!
Dengan segera aku berlari mendekati wahana itu.
"Permisi. Apa tadi kau melihat laki-laki kecil,berambut coklat madu,bertopi ungu dan memakai baju biru muda dan putih ?" tanyaku pada seorang penjaga.
"Ah! Anak laki-laki manis yang memakai boots pink itu?"
Aku mengangguk cepat.
"Ia tadi berteriak memanggilmu. Tapi sepertinya kau tidak mendengar. Ia tadi bertanya kios permen kapas padaku. Jadi sepertinya ia kesana.." jelasnya sambil menunjuk arah yang dilalui Xiao Lu. Setelah berterima kasih aku berlari dengan cepat menuju Kios permen kapas. Tapi Hasilnya nihil. Ia tidak ada disitu.
"Xiao Lu!" teriakku. Aku mengedarkan pandanganku untuk mencarinya.
"Xiao Lu!" teriakku lagi sambil berlari. Sudah berlari jauh kemanapun ia tetap tidak ada. Kemana dia? Apa dia diculik? Tidak ,jangan berpikir seperti itu Sehun! Apa ia Kabur? Tidak ,mana mungkin ia kabur!
Ia tidak akan kabur dariku…
Tidak Boleh…
"Sehun?"
Dengan cepat aku menoleh dan melihatnya berdiri dibelakangku sambil memakan permen kapas berwarna pink.
"XIAO LU!KAU PIKIR APA YANG KAU LAKUKAN ?! DARI MANA SAJA KAU HAH?!" teriakku marah sambil mencengkeram bahunya keras. Walaupun ia meringis,aku tetap mencengkeram bahunya. Agar ia tidak bisa pergi kemanapun.
"Sehun.. Sakit…" keluhnya.
"Jawab dulu pertanyaanku Xiao Lu! Apa yang kau lakukan huh?!Siapa yang mengizinkanmu meninggalkanku seperti tadi!" teriakku lagi.
"Maafkan aku,tapi aku hanya pergi untuk membeli permen kapas dan membeli minuman untukmu. Saat aku kembali kau sudah tidak ada. Jadi aku menunggumu di dekat tempatmu duduk. Lalu penjaga wahana mengatakan kalau kau mencariku disini.." jelasnya dengan takut.
"Kau! Jangan pernah pergi tanpa diriku mengerti?!"
Ia mengangguk cepat. Aku lalu melepas cengkeramanku dibahunya. Aku meliriknya yang masih menunduk. Dan melihat sebuah kaleng minuman bersoda digenggamannya. Aku menghela napas lalu menggenggam tangannya.
"Sudahlah,kau mau bermain apa lagi?" tanyaku sambil menariknya untuk melangkah pergi. Ia berjalan pelan dibelakangku.
"Sehun… Kau tidak usah menggenggamku terus seperti ini.. Aku tidak akan hilang seperti tadi."
Aku tidak menggubrisnya dan tetap menggenggam tangannya erat.
Aku terus menggenggamnya.
Karena kejadian tadi membuatku tersadar,kalau aku takut.
Takut Kehilangannya.
TBC
