HAI SEMUANYAA! HAPPY 2years with EXO!
Ahhh gak nyangka udah 2 tahun ngenal 12 bocah2 itu /terharu/
Anyway,sebagai hadiah akhirnya Chapter ber Smut Scene aku post! /YEHET/
Maaf kalau kurang bagus dan Hot ,maklum pemula!
Semoga gak mengecewakan deh,happy reading! *smooch*
Jangan lupa follow twitterku yaa wufanqing
CHAPTER 3
"Hai Hyung!" Sapaku pada Kyungsoo Hyung yang masih berkutat dengan komputernya.
"Oh Hai Sehun! Silahkan Masuk!" tawarnya. Aku lalu masuk ke Lab tempatnya bekerja. Kyungsoo adalah seorang ilmuwan yang dipekerjakan kantorku untuk membuat senjata dan barang-barang canggih . Well walaupun ia sedikit… Aneh dan Gila.. Tapi barang-barang yang ia ciptakan sangat canggih, mirip dengan barang-barang agen rahasia seperti di TV ! Yeah walaupun sebagian barangnya seaneh dirinya. Seperti baru-baru ini, ia membuat Pistol dengan sensor suara desahan.
"Apa yang kau perlukan Opsir? Borgol listrik?Pistol Baru?" tanyanya padaku.
"Tidak aku tidak butuh pistol baru.. Apalagi pistol sensor suara desahan itu. Jongin pernah mencobanya dan hasilnya tidak begitu baik…" kataku. Yang benar saja! Jongin harus mendesah dengan lama agar pelatuknya bisa ditekan. Sebelum ia bisa menembak seseorang ,sepertinya ia sudah terlebih dahulu dihajar warga karena dikira mempunyai kelainan Seks.
"Sebenarnya aku butuh kalung GPS yang kau ciptakan tahun lalu.."
"Untuk seseorang.. Agar ia tidak pergi kemana-mana.." lanjutku. Kyungsoo tersenyum penuh arti.
"Tenang saja Opsir Sehun aku akan mengambilnya untukmu! Tunggu disini!" serunya lalu pergi keruang penyimpanan. Ia kembali sambil mengayunkan sebuah kalung perak berliontin huruf 'H' ditangannya.
"Ini kalungnya. Tapi maaf yang tersisa hanya yang berliontin huruf H, huruf S sudah diambil oleh kapten Suho. Tapi H juga pantas untukmu.. Hun.. Se-Hun." Ucapnya sambil menerawang.
Benarkan dia aneh?
"Oh ya! Aku juga sudah mengupgrade fiturnya! Kau bisa menghubungkan kalung ini ke Ponselmu dengan jaringan nirkabel! Tinggal tekan permata kecil ditengahnya maka ia akan memberikan sinyal keberadannya,kau bisa langsung melacak lokasinya dalam beberapa detik!" Jelasnya antusias.
"Oh dan kau tahu apa fitur yang lebih spesial di kalung ini?" Bisiknya –sok- misterius.
"SELF DESTRUCTION!" teriaknya antusias sambil mengangkat kedua tangannya. Aku mengernyitkan dahi ,bingung.
"Well,aku tidak mau menghancurkan tubuh seseorang. Aku mau melindunginya bukan meledakkan tubuhnya menjadi berkeping keping.."
"Duh Sehun! Apa kau tidak mengantisipasi hal-hal buruk seperti kalungnya bisa saja dicuri oleh orang?" tanyanya.
"Kalaupun dicuri aku bisa meminta yang baru padamu. Lagipula meledakkan tubuh seseorang hanya karena ia mencuri kalung bukankah berlebihan?"
"AH well apa katamu Jenius!" Cibirnya.
"Self Destruction itu akan meledak 3 detik setelah diaktifkan. Tapi Self Destruction itu hanya bisa diaktifkan jika passwordnya benar." Ucapnya sambil menatapku dengan mata bulatnya. Ia lalu berjalan mendekat kearahku dengan pelan. Membuatku refleks mundur,menjauhinya. Saat ia berdiri tepat didepanku,ia mencondongkan badannya ke depan dan berbisik,
"Dan passwordnya adalah 'detective Soolock holmes'.."
"Aku pulang.." teriakku saat masuk ke apartemen. Derap langkah kaki Xiao Lu terdengar keras ketika ia berlari untuk menghampiriku.
"Oh! Sehun kau sudah pulang!" teriaknya riang didepanku.
"Bagaimana pekerjaanmu?" tanyanya sambil mengambil tas kerja dan jaket kulitku. Ini terdengar aneh sih, tapi ia bersikap layaknya seorang istri yang menyambut suaminya pulang.
"Ya begitulah. Aku lelah.." kataku lalu merebahkan diri di sofa.
"Sehun! Jangan duduk dulu cepat mandi lalu makan! Aku memasak sesuatu untukmu!" katanya sambil menarik tanganku.
"Aish oke aku akan mandi!" gerutuku sambil beranjak dari sofa.
Aku lalu berjalan menuju kamar mandi. Sebelum masuk ke kamar, aku menyempatkan diri mengecek dapur. Aku menghela napas lega.
Walaupun sedikit berantakkan tapi dapurku tidak hancur. Syukurlah.
Setelah mandi aku beranjak menuju dapur. Xiao Lu sudah duduk manis dimeja makan dengan semangkuk besar-
Apa ini? Sampah makanan bekas kemarin?
"Sehun ayo duduk! Lihat aku membuat bibimbap! Aku mendapat resepnya di internet!"
Oh ternyata Bibimbap.
"Dari internet?Kau menggunakan laptopku?" tanyaku. Ia mengangguk.
"Aku bosan. Jadi kupakai Laptopmu untuk bermain.." jawabnya.
"Oh.." gumamku,mengerti.
Aku dengan ragu mengambil sesendok samp-Bibimbap itu dari mangkok lalu menyuapinya kedalam mulutku.
"Bagaimana? Enak?" tanyanya antusias. Dengan susah payah aku menelannya.
"Apa yang kau pakai untuk saosnya Lu?" tanyaku.
"Oh karena tidak ada gochujang (A/N:saos khusus untuk bibimbap) jadi aku pakai kecap asin yang dicampur dengan saos tomat!" jelasnya. Aku membelalakkan mata. Pantas rasanya aneh.
Akhirnya setelah perjuangan menelan bibimbap (?) yang di buat Xiao Lu,bibimbap itu habis tak tersisa. Aku sengaja tidak menyisakkan satu sendok pun untuk Xiao Lu,membuatnya cemberut karena hanya bisa memakan sup sisa tadi pagi.
Aku tidak akan membiarkan perutnya menderita seperti perutku.
"Ah Xiao Lu ada sesuatu untukmu.." kataku ketika kami duduk di sofa ruang TV. Aku mengeluarkan Kalung GPS itu dari saku celanaku.
"Ini Kalung GPS yang bisa melacak keberadaanmu. Kalau kau tekan ini keberadaanmu akan langsung terlacak olehku.." kataku sambil menekan permata kecil ditengahnya.
"Lihat lokasimu langsung muncul di Hpku.." kataku sambil memperlihatkan Layar ponselku.
Dengan bibir yang sedikit terbuka ia menimang-nimang kalung itu ditangannya.
"Terima kasih Sehun.." katanya. Ia lalu memasang kalung itu di leher mulusnya.
"Uh.. Sehun,bisa tolong aku? Ujungnya susah terkait.."
Aku menyuruhnya berbalik lalu mengaitkan kalung itu. Lehernya sungguh mulus dan mengeluarkan harum yang sangat manis.
Xiao Lu mempunyai aroma yang sangat manis.
Xiao Lu sangat manis.
"Bagaimana?" tanyanya setelah berbalik menghadap padaku.
"Manis.." kataku sambil tersenyum.
Eh,Apa yang kau bilang barusan Oh Sehun?
"Ah Oh maksudku kalung itu yang manis.. Bukan kau.. ahahhahaha…" tukasku salah tingkah.
"Aku tahu…" katanya masih sambil tersenyum.
"Terima kasih Sehun. Atas semuanya.. Terima kasih karena sudah menepati janjmu,untuk melindungiku.." katanya pelan.
"Tidak perlu berterima kasih janji tetaplah sebuah janji bukan? Aku harus menepatinya."
"Kalau kau tidak pernah berjanji untuk melindungiku apakah itu artinya kau tidak akan melindungiku seperti sekarang?" tanyanya.
"Ya.. Mungkin.." jawabku.
Tentu aku akan tetap melindungimu. Melindungimu bukan lagi hanya sebuah janji,tapi sudah menjadi kebiasaanku.
"Kalau bukan aku yang disekap disana. Apa kau akan tetap menemuiku sekarang?" tanyaku padanya. Ia tertawa kecil.
"Iya, mungkin… Aku percaya walaupun kita tidak bertemu dulu ,Kalau kita ditakdirkan untuk bertemu kita pasti akan bertemu di lain waktu." Jelasnya. Aku tertawa.
"Takdir?" tanyaku.
"Ya Takdir. Tuhan tidak akan mengatakan 'tidak' pada hal-hal yang baik, ia akan memberikannya diwaktu yang tepat tanpa kita meminta. Itulah definisi takdir menurutku. Hal baik diwaktu yang tepat." Jelasnya sambil menerawang.
"Apa kau tidak percaya pada takdir?" tanyanya.
"Entahlah. Memangnya kau percaya?"
"Tentu saja. Kau dan aku Lahir dinegara yang berbeda,tinggal ditempat yang berbeda dan menjalani hidup yang bertentangan. Tapi aku masih bisa bertemu denganmu. Bertemu Sehun adalah hal terbaik yang aku dapatkan selama hidupku." Jelasnya sambil menatapku dengan mata berbinarnya.
Sepertinya aku terhipnotis oleh mata berbinar itu,karena entah kenapa aku bisa dengan lancar mengatakan sesuatu yang membuat dirinya –begitupun aku- terkejut.
"Aku tidak percaya pada takdir,tapi aku akan mempercayainya jika memang aku ditakdirkan untuk bertemu denganmu."
Ia tersenyum,lalu tertawa malu-malu. Pipinya yang mulus merona merah,membuatku terkekeh sambil menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal.
Ucapanku memang membuatku salah tingkah dan malu.
Tapi ,aku tidak menyesali kalimat itu pernah keluar dari mulutku.
Akhirnya malam ini aku tidak tidur dengannya.
Bagaimana bisa aku tidur dengannya setelah –dengan bodohnya- aku mengucapkan sesuatu yang menggelikan seperti ,
"Aku tidak percaya pada takdir,tapi aku akan mempercayainya jika memang aku ditakdirkan untuk bertemu denganmu."
Oh ayolah Sehun kembali ke akal sehatmu!
Pertama, dia adalah anggota mafia yang paling kau benci.
Kedua, ia adalah laki-laki dan kau juga laki-laki.
Ketiga,kau mempunyai tunangan.
Bahkan kau tidak pernah mengatakan hal gombal seperti itu pada tunanganmu, Minah.
Ah Minah,sedang apa dia sekarang?Beberapa hari ini aku belum sempat menghubunginya.
Ketika aku hendak menghubungi Minah, pintu kamarku terbuka. Dengan buru-buru aku meletakkan ponselku lalu menutup mataku,berpura-pura tidur. Aku mendengar langkah Xiao Lu mulai mendekatiku. Saat kuintip, ia sudah berdiri didepanku sambil mengucek matanya. Ia memakai kaos dan celana pendek putih yang kubelikan setelah kami pulang dari Lotte World kemarin. Ia lalu berjongkok didepanku,menyejajarkan wajahnya dengan wajahku. Aku dengan otomatis menutup mataku rapat. Tangan halusnya membelai pipiku dan merapikan rambutku. Setelah beberapa detik berlalu kurasakan bibir lembutnya menempel dipipiku.
Membuat jantungku berdegup cepat.
"Sehun-ah… Kenapa kau begitu baik? Jangan berlaku baik padaku. Karena aku…Aku-"
Kudengar isak tangis keluar dari bibir kecilnya.
"Maafkan aku Sehun.." lirihnya. Dengan perlahan aku membuka mata lalu memandangi dirinya yang sedang menutup wajahnya dan menangis.
"Kenapa meminta maaf?"
Ia mendongak,terkejut melihatku terbangun.
"Se-Sehun?Apa aku membangunkanmu?" tanyanya sambil mengusap air matanya cepat.
"Tidak. Aku memang tidak tertidur.."
Ia memandangiku dan terus terdiam. Hidungnya masih memerah setelah ia menangis. Jika keadaannya tidak seperti ini,aku pasti sudah menggigit hidung bangir itu dengan gemas.
"Jawab pertanyaanku,kenapa aku tidak boleh berlaku baik padamu?" tanyaku.
"Karena aku.. Aku tidak pantas diperlakukan seperti itu Sehun.. Aku tidak pantas menerimanya…" jawabnya sambil menahan tangis. Aku beranjak duduk dihadapannya,kutarik ia untuk duduk diantara kakiku.
"Kenapa kau berbicara seperti itu?!" bentakku.
"Karena aku memang tidak pantas Sehun-ah! Aku bukan orang baik, Aku jahat!Aku begitu jahat padamu !" teriaknya. Aku mengeratkan rahangku menahan kesal. Dengan keras aku mencengkeram Bahunya.
"Berhenti mengatai dirimu sendiri. Kau bukan orang jahat."
Tidak ada orang jahat yang seindah dirimu.
"Lalu,kenapa mereka memperlakukanku seperti ini?! Mr. Lang,Kelompok wolf gang, mereka menyiksaku dengan tanpa perasaan. Bahkan orang tuaku sendiri menjualku. Apa karena aku bukan anak yang baik untuk mereka?!Apa aku memang tidak berharga?!Apa aku tidak layak dicintai?" katanya sambil terus menangis.
Dadaku terasa sesak mendengar tangisan pilu yang keluar dari bibirnya. Dengan cepat aku memeluknya,melindungi sosok rapuh itu agar tidak hancur.
"Apa yang salah dariku Sehun?" Lirihnya.
Ia terisak didadaku,tangannya mencengkeram kaosku keras. Sementara aku mengusap punggungnya lembut,berusaha menenangkannya.
"Tidak ada yang salah dari dirimu Lu. Hanya saja,mereka tidak melihatmu dengan benar." Ucapku.
"Kalau begitu,bagaimana denganmu Sehun?" tanyanya sambil mendongakkan kepalanya. Matanya yang berkaca-kaca menatapku dengan sedih.
"Seperti apa diriku dimatamu?" tanyanya lagi.
"Aku... Aku tidak tahu. Tapi aku Ingin melihat dirimu yang sebenarnya dan aku ingin mengenalmu dengan benar." Jawabku akhirnya.
"Ketika kau ingin tertawa,tertawalah. Ketika kau ingin menangis,menangislah. Jika kau ingin marah,keluarkanlah. Jangan takut,aku tidak akan membenci atau melukaimu. Tunjukkan dirimu yang sebenarnya."
Hanya padaku.
Ia tersenyum, senyuman indah yang selalu aku sukai.
Ia lalu mencium bibirku.
Menciumnya lembut hingga aku terbuai dalam diam.
"Ini aku yang sebenarnya Sehun. Aku yang menciummu tadi adalah diriku yang sebenar-benarnya." Katanya pelan.
"Maafkan aku karena sudah lancang menciummu.. Maaf aku melanggar janji pertemanan kita Sehun."
"Berhenti berkata Maaf. Ini bukan salahmu.." kataku lalu mencium bibirnya.
Karena ini seluruhnya salahku.
Aku bersalah karena aku membiarkan diriku hanyut dalam pesonamu.
"Yang seharusnya meminta maaf adalah aku." Kataku setelah berhenti menciumnya,dan mengelus pipinya lembut.
Maaf,karena aku selalu menyangkalnya.
Menyangkal bahwa Selama ini,
Aku Sebenarnya menginginkanmu.
"Aku.. Menginginkanmu Lu..." lanjutku lalu mencium bibirnya lagi. Aku melumat bibirnya dengan pelan,lidahku menjilati setiap inci bibir merah buah plumnya. Ia menggenggam kerah kaosku keras,menarikku untuk lebih dalam menciumnya,membiarkan lidahku menjelajah setiap sudut mulutnya.
Ia lalu mendorongku pelan. Napasnya tersengal,begitupun dengan napasku.
"Sehun.. Jangan memaksakan dirimu.." katanya lirih.
Aku lalu menempelkan dahiku dengan dahinya.
"Tidak,tidak ada yang memaksaku untuk hal ini.. Aku sendiri yang menginginkan ini..." kataku pelan.
"Aku menginginkanmu seutuhnya,Lu.."
Entah terpengaruhi oleh keadaan.
Atau karena gairahku sudah diambang batas.
Tapi aku benar benar ingin melakukannya sekarang.
Walaupun Otakku berteriak, 'Tidak Sehun! Ini salah! Ia Pria!Kau tidak bisa bercinta dengan pria!hentikan ini!'
Aku tetap membiarkannya naik kepangkuanku,memeluk leherku erat dan mulai mencium bibirku lagi.
Jika memang ini salah.
Aku tidak pernah merasa sebenar ini untuk melakukan kesalahan.
Sehun dengan ganas membalas ciuman dari bibir Xiao Lu. Memasukkan lidahnya ke rongga mulut Xiao Lu,menjilati rongga mulut itu dengan liar. Xiao Lu hanya pasrah,membuka mulutnya untuk Lidah sehun yang sekarang sedang menggelitik langit-langit mulutnya. Hidung mereka beradu saat keduanya berusaha mengimbangi ciuman masing-masing,memiringkan wajah mereka kekiri dan kekanan. Tangan Sehun bergerak menelusup kedalam kaos Xiao Lu. Merasakan kulit halus itu ditelapak tangannya.
Xiao Lu melenguh membuat Sehun lebih berani untuk bertindak. Dengan pelan ia mengelus puting kecil Xiao Lu untuk mendengar desahan menggoda itu lagi berkali-kali dikupingnya. Ciumannya turun ke rahang Xiao Lu,menyisakkan jejak saliva disekitarnya. Sehun menggigit kecil leher Xiao Lu dan menjilat bekas gigitannya,membuat Xiao Lu melenguh geli. Dengan napas memburu Sehun melepas ciumannya,matanya menatap mata Xiao Lu yang sayu namun memancarkan gairah yang memuncak. Dengan perlahan ia menarik baju Xiao Lu hingga terlepas lalu menarik tubuh Xiao Lu mendekat untuk menciumi dada kurusnya. Lidahnya menjilati puting Xiao Lu, membuat Xiao Lu mendesah,bergetar dalam pelukkan Sehun. Tangannya yang bebas turun ke celana Xiao Lu. Membuka kancing dan resletingnya dengan cepat lalu menggenggam kejantanan Xiao Lu yang masih tertutup Celana dalam.
Dan saat itu juga kenyataan memukul Sehun telak.
Xiao Lu adalah laki-laki dan bukan wanita.
Ia tidak mempunyai vagina atau payudara, melainkan penis yang sekarang sedang menegang dalam genggaman Sehun.
Otak Sehun berteriak menyuruhnya untuk berhenti lalu pergi dari sana sekarang juga. Tapi suara jantung Sehun yang berdegup cepat memenuhi pendengaran Sehun,sehingga ia tidak mendengar perintah otaknya dan tetap melakukannya.
Ia tidak tahu kenapa ia merasa gugup, entah karena ini pengalaman pertamanya bercinta dengan seorang Pria atau karena Pria yang sedang bercinta dengannya.
Tapi Sehun sangat sadar,akibat ia gugup adalah pria yang sedang bercinta dengannya.
"Ahhh.. Se-sehuuunn.." Desah Xiao Lu sambil memejamkan mata ketika dengan sengaja Sehun menggenggam kejantanan Xiao Lu yang masih tertutup kain lebih keras. Sehun menyeringai. Ia lalu mengeluarkan kejantanan Xiao Lu dari celananya dan mengocoknya pelan. Lidahnya masih dengan lihai menjilati kulit tubuh Xiao Lu. Xiao Lu bergetar digenggamannya, ia menenggelamkan wajahnya diceruk leher Sehun, tubuhnya tidak bisa lagi menahan kenikmatan yang diberikan oleh Sehun. Bibir Sehun naik ke atas menuju kuping Xiao Lu. Menjilat dan menggigiti daun kuping Xiao Lu sambil mendesah dan berbisik,
"Telanjangi Aku…"
Bisikkan Sehun di Kuping Xiao Lu membuat bulu kuduknya meremang.
Xiao Lu dengan perlahan berdiri dari pangkuan Sehun. Ia lalu menarik tangan Sehun untuk ikut berdiri dengannya. Mata Sehun yang berkilat penuh gairah terus memperhatikan pergerakkan Xiao Lu. Xiao Lu lebih dulu menurunkan celananya,menyuguhkan kepada Sehun Tubuh telanjangnya yang mulus dan mengkilat karena keringat. Sehun pernah melihat Xiao Lu telanjang sebelumnya, tapi ia tidak menyangka tubuh itu dapat menyulut gairahnya seperti sekarang.
Dengan susah payah ia menelan air liurnya.
Xiao Lu mendekati tubuh Sehun sambil tersenyum menggoda,Sehun membalas senyuman itu dengan seringaian mempesonanya . Dengan cepat ia membuka baju Sehun. Mengelus tubuh Sehun yang terbentuk sempurna dengan seduktif. Ia lalu memberikan kecupan-kecupan kecil di sekitar dada Sehun,sambil kedua tangannya dengan sibuk melepas tali celana tidur Sehun. Xiao Lu ikut menurunkan badannya ketika ia melepas celana Sehun. Ia lalu berlutut dihadapan kejantanan Sehun dan mendongak,memberikan senyuman polos untuk sehun sebelum jemarinya memegang kejantanan Sehun yang sudah berdiri tegak. Sehun memejamkan matanya menahan nikmat ketika Xiao Lu memasukkan kejantanan Sehun kedalam mulut kecilnya. Kepalanya maju mundur,berusaha memasukkan kejantanan Sehun kedalam mulutnya.
"Ohh Xiao Lu.. Ahhhh…."Desah Sehun saat Xiao Lu menjilati kepala kejatanannya. Tangannya mengelus-elus rambut Xiao Lu,sesekali menjambak dan mendesah ketika lidah Xiao Lu menjilati setiap inci batang Kejantanannya. Pinggulnya maju-mundur,menggerakkan kejantanannya di mulut Xiao Lu kedalam dan keluar.
"Ohhh Yeaahhh… Ahhhhh…" desahnya ketika Xiao Lu menyedot twins ballnya kuat.
"Ahhhh.. Hentikanhh.. Sudah Cukupp foreplaynya." Ucapnya sambil menarik Xiao Lu untuk berdiri.
Saat Xiao Lu sudah berdiri dihadapannya Sehun hanya diam, rona merah muncul dipipinya. Xiao Lu memiringkan kepalanya,bingung melihat tingkah Sehun yang malu-malu.
"Mmmmm… Apa yang harus kulakukan sebelum kita melakukannya?" Tanya Sehun kikuk.
Xiao Lu tertawa kecil. Dengan pelan ia mendorong Sehun untuk kembali duduk di sofa. Dengan sabar sehun mengantisipasi pergerakkan Xiao Lu. Xiao Lu kembali duduk di pangkuannya. Lututnya ia tumpu di samping kedua kaki Sehun. Keduanya mendesah ketika kejantanan mereka tidak sengaja bersentuhan. Dengan tangan kurusnya Xiao Lu mengambil tangan Sehun dan menjilati jari tengah dan jari telunjuk Sehun dengan Seduktif. Lalu ia menuntun tangan Sehun menuju ke bokongnya. Ia menggerakan tangan Sehun melingkar di sekitar lubangnya sebelum mendorong jari Sehun kedalam lubangnya. Xiao Lu mendesah,matanya terpejam erat saat merasakan jari Sehun menusuk lubangnya berkali-kali. Sehun menjilat bibirnya melihat wajah Xiao Lu yang sedang kenikmatan. Ia mengambil alih dan segera menggerakkan jarinya lebih cepat dilubang Xiao Lu.
"Yaaahh… Seperti ituuuhh.." Desah Xiao Lu. Sehun terus menggerakkan jarinya. Kejantanannya kembali berkedut-kedut hanya dengan melihat wajah Xiao Lu yang begitu menggoda. Ia lalu menambah digit jarinya, membuat Xiao Lu mengerang,mendesah lebih keras.
"Sehunnnhhh.. Ahhhh Ohhhh A-Aku ingiinn kauuu nggghhh.."
Sehun mengerti,dan mengeluarkan jarinya dari lubang Xiao Lu. Tangannya memegang pinggul Xiao Lu dan mengarahkan lubang Xiao Lu tepat diatas Juniornya.
"Duduklah dengan perlahan sayang..." ucapnya Seduktif. Xiao Lu mencengkeram bahu Sehun kuat ketika ia menurunkan tubuhnya. Lubangnya terasa perih ketika dimasukki kejantanan Sehun yang besar. Kepalanya terkulai lemah di bahu Sehun saat seluruh kejantanan Sehun sudah masuk dilubangnya.
"Apakah sakit?" Tanya Sehun khawatir sambil mengelus punggung Xiao Lu.
"Ya.. Tidak.. Tunggu sebentar.." Jawabnya sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Sehun. Sehun tertawa.
"Baiklah, Santai saja. Kalau kau sudah si- ahhhh Xiao Lu!" pekik Sehun saat tiba-tiba Xiao Lu mengenjot tubuhnya pelan. Xiao Lu masih bergerak dengan pelan membuat Sehun tidak sabar. Ia berinisiatif untuk menarik turunkan tubuhnya sendiri,menggenjot kejantanannya masuk lebih cepat. Xiao Lu mendongak,mendesah lebih keras. Langit-langit terasa berputar disekelilingnya.
"Ahhhh Sehuniie-hhh!" Pekiknya keras. Sehun berhenti bergerak.
"Kenapa?! Apa aku menyakitimu?" tanyanya cemas..
"Tidak.."
'Kau tidak akan pernah menyakitiku..'
"Hanya saja disitu Ohhhh aahhhh disituuuh ahhh… Sehunnhh!" desahnya saat Sehun kembali menusukkan kejantanannya ke titik yang sama. Sehun menyeringai,ia tahu ia sudah menemukan titik kenikmatan Xiao Lu. Namun dengan sengaja ia menggenjot kejantanannya pelan,otak jahil Sehun menyuruhnya untuk mempermainkan Xiao Lu sedikit.
"Se-Sehun..." Lirih Xiao Lu sambil memuka matanya pelan, mengintip sedikit kearah Sehun. Ia Menatap Sehun kebingungan saat Sehun memperlambat gerakkannya.
Bergerak pelan namun tetap menggoda. Mata bergairahnya menatap mata Xiao Lu yang sayu. Seringaian jahil tidak lepas dari wajah tampannya.
"Ahhh… Se-Sehunnnh Pleasee.." Mohon Xiao Lu.
"Sehunie.. Kumohon…" rengek XiaoLu lagi. Sehun hanya menyeringai puas dan masih menggenjot Luhan dengan pelan. Tubuh Xiao Lu bergerak untuk menyongsong Sehun. Tapi dengan kuat Sehun mencengkeram pinggang Xiao Lu,menghentikan pergerakkannya. Membuat Xiao Lu mengerang,menangis menagih kenikmatan yang belum Sehun berikan juga.
Ia ingin Sehun. Ia membutuhkan Sehun.
"Tidak. Cium aku dulu..." tagih Sehun. Suaranya yang berat membuat Xiao Lu merinding. Napasnya yang hangat menggelitik kuping Xiao Lu. Xiao Lu dengan patuh mencium Sehun. Menciumi bibir Sehun yang tipis,hingga turun ke rahangnya yang tajam dan tegas. Bibirnya turun ke leher Sehun, menciumi Dan menyedot jakun Sehun dengan keras. Sehun mengerang.
"Sekarang tunggangi aku.. Antarkan aku sampai klimaksku dengan cepat." Bisiknya ditelinga Xiao Lu.
Xiao Lu mengerang Setuju lalu menggerakkan tubuhnya,naik turun dengan cepat dan liar sesuai keinginan Sehun. Tangannya menumpu,mencari pegangan di bahu Sehun. Desahan keluar dari bibi Xiao Lu ketika kejantanan Sehun mengenai titik kenikmatannya berkali-kali. Sementara sehun mendongak,menggigit bibir bawahnya menahan desahan saat lubang Xiao Lu meremas kejantanannya. Sehun tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menyongsong pergerakkan Xiao Lu. Ia turut menaik turunkan tubuhnya. Menghujamkan kejantanannya di lubang xiao lu dengan lebih keras. Xiao Lu memekik,mendesah nikmat.
"Fuck Lu! Ke-Kenapa kau begitu nikmat Ohhhhh!" Racau Sehun sambil terus menggenjot lubang Xiao Lu.
"Ahhhh- Ohhh Sehunnnhh.. A-Aku..Ahhhh" Desahnya keras saat ia merasakan klimaksnya akan datang. Kejantanan Xiao Lu berkedut dan akhirnya menumpahkan cairannya,membasahi dada Sehun. Sehun semakin cepat menggenjot Lubang Xiao Lu saat perutnya mulai bergejolak. Ia lalu menyemburkan benihnya dilubang Xiao Lu. Xiao Lu bergetar, tubuhnya merinding saat merasakkan cairan hangat Sehun mengisi Lubangnya.
Dengan Lelah Xiao Lu memeluk dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Sehun. Sementara Sehun mengusap-usap punggungnya Lembut. Keduanya masih terdiam. Lelah setelah mengalami klimaks yang panjang. Dengan perlahan Xiao Lu mengangkat kepalanya dari bahu Sehun. Ia menatap Sehun dengan mata sayu'nya dan mengelus pipi Sehun lembut. Deru napasnya yang hangat menerpa wajah Sehun.
"Aku mencintaimu Sehun.." Lirih Xiao Lu disela napasnya yang masih memburu.
Sehun terdiam sesaat, sambil memandangi wajah XiaoLu yang berada diatasnya. Ia lalu merebahkan tubuh Xiao Lu di sofa,menindihnya dan kembali menghujani wajah XiaoLu dengan kecupan-kecupan kecil dan manis. Menurutnya mungkin dengan kecupan-kecupan manis yang ia berikan,perasaan yang ia rasakan saat ini mengalir dan dapat terbaca langsung oleh XiaoLu.
Walaupun ia sendiri belum tahu pasti apakah debaran dada yang dirasakannya ini disebabkan oleh Cinta atau Nafsu belaka.
Sehun yang tersesat didalam pikirannya kembali ke realita ketika ia mendengar dengkuran halus dari bibir mungil Xiao Lu. Sehun terkikik geli lalu mencium hidung bangir Xiao Lu dengan gemas. Perlahan ia melepas tangan Xiaolu dari lehernya lalu berbaring di samping Xiao Lu. Ia menarik selimut kecil yang ia bawa dari kamar untuk menutupi tubuhnya dan XiaoLu,lalu menarik XiaoLu kedalam pelukannya dengan protektif.
Sehun tidak pernah tahu,kalau nafsu bisa seprotektif ini. Tapi yang Sehun tahu pasti, kalaupun rasa yang ia rasakan benar-benar cinta atau nafsu belaka ia tetap tidak akan membiarkan siapapun menyakiti pria yang ada dipelukannya. Bahkan ia tidak segan-segan berniat untuk membunuh anggota wolf gang yang pernah melukai tubuh Xiao Lu.
Paginya Sehun terbangun dan mendapati ia sudah tidur sendirian di sofa.
'Kemana Xiao Lu?' tanyanya dalam hati.
"Lu?" panggilnya.
"Yaa? Aku ada dikamar Sehun…" jawab Xiao Lu dari kamar tidur.
Dengan segera Sehun memakai kembali celana tidurnya lalu menghampiri Xiao Lu ke kamar tidur. Ia tersenyum setelah menemukan Xiao Lu yang sedang bercermin dan menyisir rambut coklat madu'nya yang basah. Dengan perlahan ia berjalan mendekati Xiao Lu lalu memeluk tubuh ramping itu dari belakang.
"I'M AWESOME.. Sudah merasa percaya diri huh?" Tanya Sehun sambil menciumi leher Xiao Lu,menyesap wangi tubuhnya. Xiao Lu tertawa renyah,ia lalu memperhatikan kaos biru bertuliskan 'I'M AWESOME' yang ia pakai.
"Ya begitulah. Asal kau tahu saja aku sebenarnya memang mempesona.." canda Xiao Lu sambil mengusap tangan Sehun yang memeluk perutnya.
Sehun tertawa.
"Jangan Narsis Bambi!" katanya sambil mengacak lembut rambut Xiao Lu. Xiao Lu membalikkan badannya.
"Aku tidak narsis! Memangnya menurutmu aku tidak mempesona apa?" gerutu Xiao Lu sambil mengembungkan pipinya.
"Coba kulihat.." ucap Sehun sambil berpura-pura berpikir. Ia memegang dagu Xiao Lu lembut lalu memiringkan kepala Xiao Lu ke kanan dan kekiri.
"Hmmm.. Lumayan…" Canda Sehun.
"Apa? Lumayan?" Tanya Xiao Lu sambil berkacak pinggang. Sehun tertawa hingga matanya menyipit.
"Aku bohong. Iya,kau mempesona kok.." ucap Sehun sambil menangkup pipi Xiao Lu dengan Kedua tangannya.
Xiao Lu tersenyum. Sehun mencium senyuman itu dan mencium dahi Xiao Lu. Ciuman Sehun turun menuju hidung,bibir lalu leher Xiao Lu. Ia menggigiti leher Xiao Lu ,membuat Xiao Lu melenguh pelan.
"Uh Sehun,Bukankah kau harus pergi kerja? Ini sudah jam 9.."
Sehun berhenti menciumi Xiao Lu. Ia membelalak kaget.
"Damn! Aku terlambat!"
Sehun lalu berlari menuju kamar mandi.
Xiao Lu terkikik geli melihat tingkah Sehun. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya,heran. Bagaimana bisa Sehun mengatainya mesum waktu itu sementara Sehun sendiri yang selalu bernafsu untuk menciuminya.
"Jadi siapa sebenarnya yang Mesum?" Ucap Xiao Lu heran sambil membuka lemari pakaian Sehun dan menyiapkan seragam kerjanya.
Setelah Sehun Mandi ,dengan bergegas ia memakai seragam kepolisiannya yang disiapkan Xiao Lu. Xiao Lu dengan sigap membantu Sehun memakaikan seragam dan dasi Sehun. Sehun terus memandangi wajah Xiao Lu yang sedang memasang dasi di kerah bajunya sambil tersenyum.
"Kita seperti pengantin baru ya?" tanya Sehun sambil terkekeh pelan. Xiao Lu hanya mendesis,wajahnya merona merah karena malu.
"Kau tahu Lu? Aku tidak akan pernah bosan memandangi wajahmu yang sedang malu-malu seperti ini…"
"Ya! Kau kenapa sih?Jangan-jangan kau bukan Sehun!Kembalikan Sehunku yang galak!" canda Xiao Lu sambil memukul dada Sehun pelan. Sehun terkekeh lalu menarik Xiao Lu dan mengecup bibirnya.
"Dan kau tahu?Aku juga tidak akan pernah bosan mencium bibir merahmu seperti ini…" Ucap Sehun. Pipi Xiao Lu merona.
"Aish sudah cepat pergi! Nanti kau terlambat Opsir Oh!" Ucap Xiao Lu salah tingkah. Sehun lalu mengecup bibir Xiao Lu sekilas lalu beranjak pergi.
"Aku pergi dulu ya baby.. Jangan merindukanku." Canda Sehun sambil melambaikan tangannya.
Xiao Lu hanya bisa tertawa sambil membalas lambaian tangan Sehun.
Saat Sosok Sehun sudah pergi meninggalkannya sendiri. Senyum Xiao Lu yang mengembang langsung meredup. Ia lalu mengeluarkan ponsel miliknya yang selalu ia sembunyikan dari Sehun. Ia menghela napas dan menatap Sedih pesan yang ia terima kemarin malam.
'Baby Lu. Bagaimana perkembangannya? Apakah kau sudah mendapatkan apa yang kuinginkan? Kenapa kau pergi lama sekali?Apakah kau ingin aku menjemputmu ?Cepatlah kembali dengan membawa apa yang kuinginkan. Jika tidak,kau tahu sendiri akibatnya'kan?'
Pesan itu membuat Xiao Lu bergidik ngeri. Ia tahu siapa yang mengirim pesan itu untuknya dan itu membuatnya semakin takut.
"Sehun… Maafkan aku.." lirihnya lalu kembali ke kamar. Mengambil laptop Sehun dan kembali mencari sebuah data yang sempat terhenti karena Sehun terlanjur datang kemarin malam.
Data yang ia harus cari seperti perintah Mr. Lang .
Data yang menjadi alasan Xiao Lu masuk ke apartemen Sehun beberapa hari yang lalu.
Xiao Lu yang masih dengan erat menggenggam name-tag Sehun terkejut ketika mendengar tepuk tangan dari pintu utama. Matanya membulat takut ketika sesosok Pria besar sudah berdiri di depan pintu.
"Wah adegan yang sangat bagus Baby Lu!" teriak Mr. Lang sambil mendekat kearahnya. Xiao Lu perlahan mundur dengan takut.
"Kau pikir aku bodoh?! Hmmm Baby Lu?!" ucap Mr. Lang nyalang sambil mencengkeram pipi Xiao Lu.
"Kau pikir kau bisa menipuku?! Dasar tolol!"
Mr. Lang memukul Xiao Lu hingga tersungkur. Ketika Mr. Lang hendak menendangnya anak buah Mr. Lang datang.
"Bos,Polisi itu sudah berhasil kabur!" ucap Anak buah Mr. Lang dengan panik. Mata Mr. Lang menatap Xiao Lu dengan tajam.
"Siapa bocah yang kau bawa itu?" Tanya Mr. Lang saat melihat Anak buahnya Menyeret Seorang laki-laki bertubuh tinggi yang menunduk lemah. Wajahnya yang tampan telah babak belur dihabisi oleh anak buah Mr. Lang.
"Chanyeol.." Lirih Xiao Lu.
"Ia budak yang bekerja di dalam gudang pengepakkan ekstasi. Dan ia juga yang membantu polisi itu kabur.." jelas anak buah Mr. Lang.
Mr. Lang menggeram marah,matanya memerah karena kesal. Dengan cepat ia menghampiri Chanyeol. Xiao Lu yang panik langsung menarik celana katun Mr. Lang dan berlutut.
"Ini semua salahku.. Jangan sakiti dia. Ia tidak bersalah.." mohon Xiao Lu sambil menangis.
"Apa menurutmu aku akan menuruti permohonan dari bocah murahan sepertimu hah?!" Ucap Mr. Lang kesal sambil menendang Xiao Lu untuk menjauh.
"Jin,bawa bocah itu ke kamar percobaan. Kita bisa memakai tubuhnya yang terlihat masih sehat ini untuk mencoba produksi Narkotika kita yang baru.." perintah Mr. Lang pada anak buahnya.
"La-lalu bagaimana dengan polisi itu bos? Apakah kita harus mengejarnya?" Tanya Jin,anak buah kepercayaan Mr. Lang.
"Tidak perlu… Walaupun ia kembali ia akan tetap bungkam, jadi percuma saja.." ucap Mr. Lang.
"Tapi tenang saja. Aku mempunyai ide yang lebih bagus.." Ucap Mr. Lang sambil menyeringai ke arah Xiao Lu.
"Dengar keparat! Karena kau telah membantunya untuk kabur, aku ingin kau menemuinya dan mengambil data strategi pertahanan dan keamanan Korea Selatan untukku. Aku tidak peduli bagaimana caramu untuk mendapatkannya.." Ucap Mr. Lang sambil mengangkat dagu Xiao Lu.
"Tapi jika dalam seminggu kau tidak kembali dengan data itu . Aku akan memastikkan polisi sialan itu mati dengan sangat menyakitkan didepan matamu." Ancam Mr. Lang.
Mr. Lang meninju wajah Xiao Lu hingga ia tersungkur. Ia lalu meninggalkan Xiao Lu yang gemetar takut.
Xiao Lu memang berharap ia bisa bertemu Sehun lagi.
Tapi bukan dengan cara seperti ini.
Ia pikir ia akan bertemu dengan Sehun ketika ia sudah menjadi dirinya sendiri.
Ketika ia sudah mendapatkan kepercayaan diri untuk bisa mencintai Sehun sepenuh hati.
TBC
