Saengil Cukhahamnida

Saengil Cukhahamnida

Saranghaneun Uri Maknae~

Saengil Cukhahamnida!

Selamat ulang taun ke 20 buat Magnae EXO yg paling ganteng OH Sehun!

Sayang target 50 reviewsnya gak tercapai /Sigh/

Jadi author gak jadi deh Ngepost NC Scene'nya. :(

Anyway,semoga masih puas deh sama cerita yang author bikin :)

Happy Reading *Smooch*


-Sehun's POV-

Setelah pulang dari kantor, seperti biasa Xiao Lu menyambutku dengan senyum indah yang menghiasi wajahnya.

Dan seperti sebuah candu, aku mencium senyuman dibibir itu,merengkuh tubuhnya dalam pelukan seakan aku sudah berpisah selamanya selama berabad-abad.

Xiao Lu memberontak,berusaha keluar dari rengkuhanku.

"Berhenti memberontak.. Biarkan seperti ini.." kataku sambil menyesap leher harumnya.

Apa yang telah kau lakukan padaku Xiao Lu? Kau benar-benar memberikan efek yang buruk untukku.

Efek buruk yang menyenangkan.

"Sehun,lepaskan! Kau bau keringat…" gerutunya. Aku merengut kesal sambil melepaskannya.

"Cepat mandi!" perintahnya padaku sambil melipat tangannya didada.

Sebuah ide yang cukup brilian (dsn mesum) terlintas di otakku.

"Aku akan mandi. Hanya jika bersamamu…"

Ia tercengang,menatapku tak percaya.

Akhirnya setelah memohon,merajuk dan diakhiri dengan membawa secara paksa, Aku berhasil membuatnya mandi bersamaku.

Suara air yang mengalir serta uap air panas yang mengisi bath-tub ku seakan mendukung suasana menjadi lebih intim dan romantis.

Kami duduk di bath-tub,mencelupkan diri di Air hangat yang memenuhinya. Ia duduk bersandar didadaku sambil memainkan jemari-jemariku. Kuciumi leher dan bahunya yang basah. Kugigit kecil dan kuhisapi garis bahu hingga lehernya, membuatnya mendesahkan namaku pelan.

Aku tidak akan pernah lelah mencium setiap inci dari tubuhnya.

"Sehun…" panggilnya masih memainkan jariku.

"Hmm?" gumamku.

"Aku sudah sering menceritakkan hidupku padamu. Bagaimana kalau sekarang giliranmu?Aku ingin lebih mengenalmu.."

Aku berhenti menciuminya dan memeluk dirinya erat,mengistirahatkan daguku di bahunya.

"Uhm tidak ada yang spesial dari diriku. Aku hanya seorang Polisi berusia 24 tahun yang memiliki wajah tampan…" candaku. Ia berdecak,sebal.

"Aku serius! Aku ingin tahu banyak hal tentang dirimu. Seperti apa hobimu,makanan kesukaanmu,orang tuamu…" Jelasnya sambil meraba-raba halus pahaku yang menekuk diantara tubuhnya. Sementara bokongnya yang kenyal menusuk kejantananku.

Fuck.

Kontrol. Gairahmu . Oh Sehun.

"Well Hobiku menangkap penjahat dan menegakkan keadilan. Aku suka semua makanan kecuali Bibimbapmu.." Candaku. Ia menyikut perutku,kesal.

"Dan Orang tuaku sudah meninggal ketika aku berusia 7 tahun."

Ia lalu menghadap kebelakang. Memandangi wajahku dengan tatapan iba.

"Apa?" tanyaku Sambil tersenyum.

"Sehun,maafkan aku.." lirihnya. Aku tertawa lalu mengusap rambutnya pelan.

"Tidak apa-apa Bambi." Ucapku sambil memeluknya dengan gemas.

"Kenapa mereka meninggal?" tanyanya polos.

Aku menerawang dan menghela napas berat.

"Ketika itu ada pencuri masuk. Ayahku memergoki mereka lalu ia ditusuk dengan pisau. Ibuku terbangun dan berteriak. Mereka menyadari keberadaan ibuku, lalu mereka-" Aku tercekat,tak tahan untuk melanjutkan cerita kejadian malam itu. Kesedihan dan amarah yang kurasakan 15 tahun lalu terasa menusuk dadaku lagi.

Xiao Lu membelai pipiku lembut.

"Tidak apa-apa Sehun. Tidak usah dilanjutkan.." ucapnya menenangkanku. Aku tersenyum dan mencium telapak tangannya.

"Aku yang mendengar teriakkan Ibu terbangun lalu menghampiri mereka. Kulihat mereka sudah tergeletak tak bernyawa. Perampok itu masih disana,memegang pisau bersimbah darah,ia lalu menyeringai dan mendekatiku. Ia lalu berkata 'Aku akan membiarkanmu hidup agar kau bisa membalas dendam padaku. Mendendamlah. Saat kita bertemu lagi,bunuh dan hukumlah aku..' ia lalu menyayat pipi kananku dan pergi."

Aku menunduk sedih.

"Sejak saat itu aku bercita-cita menjadi polisi. Setelah 13 tahun memendam rasa dendam itu akhirnya aku menemukannya,pembunuh orang tuaku. Ia sudah tua dan aku tidak bisa membunuhnya. Tidak akan pernah bisa. Aku tidak tega. Dan aku benci diriku yang seperti itu. Aku yang Lemah.." Lanjutku.

"Kau tidak lemah,kau orang yang lembut. Dan Aku menyukainya.. Aku menyukai sisi Lembut dari dirimu Sehun.." Ucapnya sambil tersenyum.

"Apa ini bekas Luka yang ditinggalkan si pembunuh itu?" tanyanya sambil mengusap lembut tanda bekas luka di tulang pipi kananku.

"Ya.. Tandanya tidak bisa hilang,begitupun juga dengan memorinya.." jawabku. Ia lalu mencium tanda luka itu.

"Aku sudah mengobatinya. Memang tandanya tidak akan hilang,tapi rasa sedih dan amarah didadamu akan hilang dengan sekejap.." Jelasnya.

Aku tertawa.

Teori macam apa itu.

Tapi sebenarnya,Dengan adanya dirimu disinipun aku tidak akan pernah merasa sedih lagi.

"Baiklah terima kasih Dokter Lu.." candaku. Ia terkekeh.

Aku memperhatikan Pipi kanannya. Ia juga mempunyai tanda bekas luka dipipinya sepertiku. Begitupun di bawah bibirnya.

"Lalu bagaimana denganmu?" tanyaku padanya.

"Apa?"

"Tanda bekas luka di pipi dan bibirmu.."

"Ah .. Bekas luka di pipi ini aku dapatkan saat masih kecil. Kalau di bawah bibir ini aku mendapatnya 3 tahun lalu,saat aku tidak sengaja membuat Mr. Lang kesal .." Jelasnya.

Lang sialan. Berani-beraninya melukai Xiao Lu.

Xiao Lu ku.

Aku lalu mencium pipi dan bibir bawahnya.

"Bekas luka yang kau punya. Aku memang tidak bisa menghilangkannya. Tapi aku Berjanji. Bekas Luka itu akan menjadi bekas luka terakhir yang ada di wajah indahmu.."

Ia lalu tersenyum dan menyenderkan kepalanya didadaku.

Aku tahu ini sedikit dramatis tapi aku merasa ia terikat denganku,karena kami berbagi kesedihan dan luka yang sama. Aku tidak pernah merasa senyaman ini setelah menceritakan kejadian kelam yang aku alami waktu dulu. Tapi dengan adanya dia disini,didalam pelukanku aku merasa diriku lebih kuat.

Tangannya masih mengelus-elus bekas luka dipipi kananku,seakan mengirimkan pesan bahwa Aku akan baik-baik saja. Kami akan baik-baik saja. Dan dengan itu aku merasakan kesedihan dan ketakutanku menguap. Digantikan dengan rasa bahagia,damai dan nyaman.

Rasanya seperti saat bersama Xiao Lu.

Rasa Xiao Lu.

Dengan lembut aku mengusap-usap kepalanya. Lalu pindah ke tubuhnya yang ramping. Mengusap perutnya yang rata, lalu semakin kebawah, dan semakin ke bawah lagi. Aku lalu mencengkeram kejantanannya,memainkan Twins ballnya di tanganku, Hingga aku dapat mendengar desahan dari bibirnya.

Aku sudah tidak bisa menahan gairahku,Hormon sialan.

Aku menciumi,menghisap dan menjilati tengkuk'nya yang mulus,merasakan kulit tengkuknya meremang karena kegelian.

"Se-Sehun... Aaahhhh..." desahnya sambil mencengkeram pahaku keras. Aku lalu mengocok kejantanannya. Tangannya yang bebas mulai bergerak-gerak,mencari bagian tubuhku yang bisa ia gapai.

"Tidak baby... Ini pelayanan khusus untukmu.. Diam dan nikmatilah.." perintahku sambil menangkap tangannya yang tidak bisa diam.. Ia hanya bisa mengerang,kesal.

Kujilati kupingnya yang memerah membuatnya menggeliat geli. Aku lalu menuangkan sabun cair ditanganku,mengoleskan semuanya di kejantanan Xiao Lu. Membuat kejantanannya bertambah Licin hingga aku bisa mengocok kejantanannya dengan lebih cepat. Ia mendesah,mengerang dan bergerak-gerak dengan liar. Membuat bokongnya makin menyodok Kejantananku yang menegang.

"Uhhhh Sehunn-ahhhh.. Biarkan aku menyentuhmu!" Rengeknya sambil berusaha melepaskan tangannya dari sergapan tanganku.

"Tidak.. Kalau kau menyentuh sedikit saja tubuhku,aku akan berhenti..." ancamku.

Ia langsung terdiam,ia kembali menyimpan tangannya dipahaku. Kepalanya terbaring pasrah didadaku.

"Kau memang pintar. Aku akan memberimu hadiah karena kau sudah patuh terhadapku." Bisikku sambil mencium pipinya.

Ia memekik saat jariku mulai kumasukkan kelubangnya. Menggenjotnya pelan hingga ia mendesah kenikmatan.

"Ahhhh Sehunnhh.. Ngghhhhh"

Fuck,bahkan desahannya membuatku terangsang.

Kuangkat badannya sedikit lalu kududukkan ia di atas kejantananku yang menegang. Kugesekkan kejantananku di bokongnya... Membuatnya mendesah lebih keras...

"Ahhhh Ahhh Sehunn! Aku ingin keluarhh.." desahnya. Kupercepat kocokkanku di kejantanannya. Kucium dan kuhisap kulit punggungnya yang tepat berada didepan wajahku.

Akhirnya ia klimaks,menumpahkan cairannya di tanganku.

Napasnya tersengal-sengal.

"Bagaimana pelayananku baby?Apakah memuaskan?" tanyaku sambil memeluknya erat.

Ia membalikkan badanya,membuat kejantanan kami beradu. Aku mengerang nikmat saat dengan sengaja ia menggesekkan Kejantanannya dengan kejantananku. Membuat Kejantananku bangun,tegak sempurna di dalam air.

Ia membelai pipiku dan menatapku dengan penuh gairah. Tangannya mulai turun,membelai dada dan nippleku. Ia melenguh sambil mengigit bibir bawahnya yang menggoda.

God!Bambi yang sedang terangsang adalah Bambi yang sangat seksi.

"Aku akan membalas dendam... dan kujamin kau akan menikmatinya.." bisiknya dengan sensual.

Waktu. Mandi. Terbaik. Sepanjang. hidupku.


"Sehun.. Bangun.."

Kudengar sayup-sayup suara Xiao Lu ditelingaku.

Aku menggumam,membalas panggilannya namun tetap memejamkan mata. Tawa lucunya menggema ditelingaku. Lalu kurasakan tubuhnya naik keatas tubuhku, bibirnya menciumi leherku dan rambut harumnya menggelitik pipiku.

"Opsir Oh,Jika kau tidak bangun juga kau akan terlambat.." bisiknya.

Bibir kecilnya menggigit-gigit kupingku, mengirimkan sengatan-sengatan listrik keseluruh organ tubuhku.

Shit. Dia benar-benar akan menjadi efek buruk untuk diriku.

"Ok,aku bangun!" ucapku malas.

"Selamat pagi Sehun!" serunya riang sambil tersenyum.

Tuhan, Senyum itu..

"Selamat pagi baby.." balasku lalu merengkuh tubuhnya yang berada diatas tubuhku.

Aku menatapnya terus sampai membuatnya salah tingkah. Matanya mengerjap-ngerjap lucu.

"Berhenti menatapku dan cepatlah bangun Sehun." Ucapnya dengan salah tingkah.

"Aku terlalu lemah untuk bangun Xiao Lu,tenagaku terkuras habis karena aktifitas kita semalam. Yeah kau tahu kan, Kau begitu ganas dan agresif tadi malam. Membuatku- "

Sebelum aku melanjutkan perkataanku ia sudah terlebih dahulu membungkamku dengan bibir manisnya. Aku tersenyum penuh kemenangan.

"Ahh aku sangat lapar!Aku butuh asupan gizi untuk mengisi tenagaku yang terkuras gara-gara-"

"Stop Oh Sehun! Astaga,bisakah kau berhenti membicarakan hal memalukan itu?" gerutunya sambil memukul dadaku. Aku tertawa puas. Mudah sekali membuatnya salah tingkah seperti ini.

Yehet, satu poin kemenangan untuk Oh Sehun.

"Baiklah apa yang kau inginkan untuk sarapan?" tanyanya.

"Kau… Aku menginginkanmu.." ucapku lalu mencium bibirnya lagi. Ia terus meronta,memukul dan mendorong dadaku keras.

"Wah liar sekali kau bambi! Kau yang liar seperti ini membuatku .. Terangsang.." bisikku jahil. Ia membulatkan mata,menatapku dengan tatapan horor. Aku tertawa keras lalu membalikkan posisi kami dan menciumi dirinya lagi.

Jika Dia memberikan efek buruk kepada tubuhku dan aku akan mati karenanya. Sepertinya aku akan mati dalam keadaan bahagia.


"Lu Aku berangkat ya!" seruku kepada Xiao Lu yang berada dikamar mandi.

"Tunggu Sehun!" teriaknya. Ia keluar dari kamar mandi dengan memakai Jubah handukku.

"Boleh aku ikut?" tanyanya.

"Ikut?Aku mau kerja Lu.. Tidak mungkin kau ikut.." larangku padanya.

"Sehuuun! Tapi aku bosan disini! Aku juga ingin melihat kantor Sehun!"

Well,Nanti juga kau bisa melihatnya Lu. Saat kau –itupun kalau kau ingin- mengunjungi teman-teman Wolf gangmu dipenjara.

"Tidak tidak! Markas kepolisian itu lebih membosankan dari disini Lu!Kalau kau tinggal dirumah kau masih bisa menonton kartun favoritmu ya kan?"

"Aku bisa membawa dvd Bambi dan Frozen yang baru kau belikan kemarin! Aku bisa menontonnya dikomputer kerjamu! Ayolah Sehuunn!" rajuknya. Aku menghela napas sambil berkacak pinggang.

Aku meliriknya dan mendapati ia sedang mengeluarkan jurus Puppy-eyesnya.

"Oke Baiklah! Cepat ganti baju!Aku sudah terlambat!"

"Yeeaayyy!" teriaknya riang lalu mengganti pakaian.

Ia betul-betul tahu senjata apa yang menjadi titik lemahku.

Dan Aku sadar benar, aku akan selalu menyerah dan kalah darinya.

Akhirnya kami sampai dikantorku.

Dengan keterlambatan 30 menit,karena sesi bercumbu kami tadi pagi yang terlalu lama.

Sial, gara-hara hormonku yang tak terkontrol gajiku dipotong lagi.

Ia berjalan disampingku dengan memakai Kemeja pink dengan gambar paus-paus kecil dan celana jins pendek,memperlihatkan betis putih dan mulusnya.

Damn,Kalau kami bukan berada dikantor aku mungkin sudah melepas celana jins itu dan menerjang dirinya sekarang.

Hampir semua polisi wanita yang berada disana melihatnya takjub,membuatku risih dan dengan cepat menggenggam tangannya.

Ha!Sekarang kalian tahu kan siapa pemiliknya?

"Oke Lu kau tunggu disini Ok? Aku ada rapat Divisi . Jangan macam-macam dan jangan membuat gaduh. Kalau ada orang yang menghampirimu, Entah ia polisi atau bukan. Semprot saja matanya dengan cairan merica ini. Arraseo?"

Ia mengangguk cepat.

"Pegang ponsel ini. Didalamnya sudah ada nomor teleponku. Kalau ada apa-apa langsung hubungi aku Ok?" ia mengambil ponsel itu sambil mengangguk mengerti. Aku lalu meninggalkannya di kantorku.

Setelah rapat Divisi selesai, kakakku Kris memanggilku keruangannya. Jongin sudah ada di kantornya,duduk menyilangkan kaki dan melipat tangan didadanya. Kakinya mengetuk-ngetuk tak sabar. Jika ia sudah begini berarti ada yang tidak beres.

"Oh! Sehun,duduk.." perintah kakakku. Aku duduk disebelah Jongin yang sudah menatapku dengan sinis.

"Ada apa hyung?" tanyaku.

"Well,Aku memanggilmu meminta perkembangan soal saksi berharga yang kebetulan sedang berada di kantormu itu.."ucap Kris Hyung. Aku mengernyitkan dahi. Bagaimana ia bisa tahu Xiao Lu ada disini?

Aku lalu menoleh pada Jongin,Curiga.

"Hey!Bukan salahku jika aku kebetulan sedang ingin mengajakmu membeli kopi lalu aku melihatnya duduk di kursi kerjamu dan bermain dengan komputermu.." jelas Jongin sambil mendelik.

"Jadi bagaimana perkembangannya? Apa Informasi yang kau dapat darinya Hun?" Tanya kakakku.

"Uh Well.. Belum ada perkembangan apapun…. Sebenarnya aku belum menanyakan hal apapun yang menyangkut Wolf gang kepadanya.." Jawabku gugup. Kris Hyung mengernyitkan dahi sementara Jongin mendesah kesal.

"Sudah kuduga!" Gerutu Jongin kesal.

"Kau ada waktu untuk bermain bersamanya di Lotte World tapi menginterograsi sebentar saja tidak bisa?" Tanya Jongin tidak percaya.

"Hey! Bagaimana kau tahu hal itu?" tanyaku heran pada Jongin.

"Dari temanmu. XingXing…" Jawab Jongin remeh.

"Aku heran kenapa aku bisa mengetahui Sahabatku dari kecil sedang ada di Lotte World bersama saksinya dari rekan kerja yang baru kukenal selama 4 tahun!" ucap Jongin kesal.

"Oh Jadi kau kesal karena aku tidak bercerita padamu?Begitu?" tanyaku sambil mendecak.

"Oh! Tidak Juga! Tidak lebih kesal daripada mengetahui sahabatmu yang selalu menolak untuk pergi bersama ke Lotte World mau pergi bersama orang lain yang baru ia kenal selama beberapa hari!"

Sebelum aku sempat menjawab,Kris Hyung sudah menggebrak mejanya.

"Kalian!Bisakah bersikap lebih dewasa?!Hentikan perdebatan yang tidak penting ini atau aku skors kalian selama 5 bulan!" Ancam Kris Hyung. Kami Berdua terdiam.

"Jadi.. Kau belum menginterograsinya?" Tanya Kris hyung dengan nada yang lebih tenang.

"Ya,Belum…" jawabku datar.

"Aku tidak sempat.. Dan tidak tega.." ujarku Jujur.

Tidak sempat karena yang aku lakukan dengannya hanya berciuman dan bercinta.

"Kau tahu,aku curiga terhadapnya. Sepertinya ia sedang merencanakan sesuatu.." ucap Jongin. Aku memutar bola mata.

"Ayolah Jongin! Tolong jangan berprasangka buruk. Ia tidak sejahat yang kau pikir!" ucapku kesal. Jongin mencibir.

"Apa yang dikatakan Jongin ada benarnya Juga. Sebaiknya kau tetap waspada,Hun. Aku tidak mau kau tertipu. . Dan aku harap kau sudah mendapat informasi yang kita butuhkan sebelum saksimu itu pergi." Perintah Kris hyung.

"Tenang saja Hyung ia tidak akan pergi kemanapun.."

Aku tidak akan membiarkannya pergi.

Akhirnya aku kembali ke ruang kerja dan mendapati Xiao Lu tertidur di meja kerjaku. Kepalanya ia baringkan di meja dialasi tangannya yang kurus. Bibirnya sedikit terbuka membuat deru napasnya terdengar lebih jelas. Aku menghampirinya lalu berjongkok disamping kursi kerjaku yang ia duduki. Dengan pelan ku belai pipinya yang halus. Kusingkirkan poni yang terjatuh menutupi wajahnya. Kuperhatikan wajahnya dengan seksama.

Semakin kucari kekurangan yang ada dirinya semakin kusadari bahwa ia begitu sempurna.

Tuhan,kenapa ada seorang pria secantik ini?

Oh bukan..

Kenapa ada manusia sesempurna ini?

'Hei,Apakah kau seorang malaikat?

Tapi kenapa kau tidak mempunyai sayap?

Apakah aku bisa menjadi sayapmu?

Jika iya,Aku akan membawamu terbang jauh dari kehidupan kelam itu dan pergi bersamaku.'

Aku tidak tahu kenapa aku menjadi sepuitis ini.

Akupun lupa penyakit apa yang mempunyai gejala seperti ini.

Apa nama penyakitnya?

Apakah diabetes? Kanker?

Cinta?


Sehun melirik diam-diam ke arah Xiao Lu yang sedang serius menonton TV di sebelahnya. Ia lalu berdeham kikuk. Jantungnya berdegup cepat karena gugup. Rencananya ,Sehun akan membuat makan malam yang romantis bersama Xiao Lu malam ini. Ia bahkan sudah memesan beberapa buket bunga mawar,sepaket Lilin aromatik dan makanan dari restoran barat langganannya. Sehun Bingung bagaimana ia harus menjalankan rencananya. Ia tidak bisa menyusun rencananya jika Xiao Lu ada disisinya terus.

"Aww!Ahhh!" erang Sehun sambil mencengkeram perutnya. Xiao Lu menatap Sehun dengan was-was.

"Sehun-ah! Gwenchana?" tanyanya cemas.

"Tidak apa Lu. Aku hanya Ahhhhh!" Erang Sehun lebih keras ,–berpura-pura- kesakitan.

"Sehuunn! Kau kenapa?"

"Perutku sakit Lu. Bisakah kau membelikanku obat di apotek ?" Tanya Sehun. Xiao Lu tanpa berpikir panjang mengangguk ,mengiyakan.

'Yes!' batin Sehun.

"Apoteknya cukup dekat kok. Kau hanya perlu berjalan ke arah kanan sepanjang 2 blok dari gedung apartemen ini. Uangnya ada didompetku. Jangan Lupa bawa ponsel yang tadi kuberikan dan aktifkan Kalung GPSmu itu ok!" perintah Sehun.

"Baiklah aku pergi dulu! Tahan ya Sehun aku akan kembali dengan cepat!" Serunya lalu pergi meninggalkan apartemen Sehun.

Sehun bersorak lalu bergegas menelepon pengirim bunga dan makanan yang sedari tadi menunggu aba-aba dari Sehun di lobi untuk segera masuk ke apartemennya . Ia menyulap ruang TVnya menjadi ruang makan yang romantis.

Setelah puas dengan hasil dekorasinya Sehun menunggu Xiao Lu pulang. Saat bel apartemennya berdering ,ia dengan gugup menghampiri pintu utama. Ia merapihkan rambut dan penampilannya sebentar dan akhirnya membuka pintu.

Sehun terkejut ketika melihat sosok yang berdiri didepan pintunya bukan Xiao Lu,melainkan tunangannya yang sempat ia lupakan.

"Jagiya,Aku pulang~" ucap Minah manja sambil memeluk Sehun.

"Aku merindukanmu.." ucap Minah. Sehun diam,tidak tahu harus berbuat apa.

Minah melepaskan pelukannya lalu berjalan masuk melewati Sehun yang masih membeku.

"Wah! Kau menyiapkan ini untukku? Apa kau tahu aku akan pulang ?" Tanya Minah saat melihat ruang TV Sehun yang sudah berubah menjadi tempat makan malam yang romantis. Sehun yang mengekori Minah dari belakang hanya bisa tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Minah mengambil setangkai bunga mawar putih yang diletakkan di meja makan.

"Untuk dirimu yang seindah dan seharum bunga mawar…" ucap Minah,membaca notes yang menempel di bunga itu..

"Xiao Lu?!" teriak Minah saat melihat nama Xiao Lu tertera di notes itu.

"Xiao Lu?! Siapa itu Xiao Lu?!" tanyanya menyelidik pada Sehun.

"Shin Minah…"

"Oh! Jadi sekarang kau memanggilku dengan nama lengkapku?!Lalu apa lagi ?Apa besok kau akan melupakan namaku lalu menganggapku sebagai orang asing dan pura-pura tidak kenal denganku saat aku bertemu kau dengan pacar barumu si Xiao Lu ini?!" ucap Minah kesal.

"Tidak begitu! Dengarkan aku!"

"Apa selama ini kau berselingkuh dengan perempuan jalang ini dibelakangku?Ah apa jangan-jangan ini alasanmu selalu menolak telepon dariku?! Gara-gara kekasih busukmu yang bernama Xiao Lu ini hah?!" teriak Minah kesal. Sehun menggemerutukkan giginya menahan kesal.

"Shin MinAh! Berhenti menjelek-jelekkan Xiao Lu! Ia Hanyalah Saksi untuk kasusku ok! Aku memanfaatkannya untuk mendapat informasi tentang mafia yang sudah kuburu selama 2 tahun ini!" teriak Sehun sambil mencengkeram bahu Minah.

"Oh Ya? Lalu kau jadi menyukainya begitu?"

"Oh Ayolah!Itu hanya Pura-pura! Tidak mungkin aku menyukainya,ia seorang laki-laki.." bantah Sehun.

"Lagipula aku memilikimu.." Lirih Sehun.

Rasanya terasa pahit ketika kata-kata itu meluncur melewati mulutnya.

"Benarkah?Kau masih milikku kan Sehun?" Tanya Minah sambil menggenggam tangan Sehun.

Sehun menghela napas.

Setelah ini semua,Ia takkan pernah memaafkan dirinya sendiri.

'Namaku Oh Sehun,24 tahun. Dan aku adalah pria paling brengsek di Korea Selatan..'

"Ya.. Aku milikmu.."

TBC

LOL Apa-apan ini author mesum! /tampar diri sendiri/

Well gimana pendapat kalian readersku tercinta?

Jangan Lupa di share trus Review yaa

Karena kebahagiaan author, Energi author adalah Review-Review dari kalian :')

*Smooch*