The Secret Of StarLihgt Academy
Chapter 02 N?.
Penulisan tidak sesuai EyD.
Dan ma'af bila jelek, membosankan dan alur_nya ngak sesuai dengan jalan cerita dan harapan reader...
.
.
.
.
.
.
10 Tahun Kemudian...
.
.
.
.
.
.
Di halaman sekolah StarLight Academy berdiri seorang anak laki-laki yang memandang lurus ke depan dengan senyuman yang terlihat diwajahnya yang datar itu bisa membuat semua siswa dan siswi terpesona dengan hanya satu kali melihat senyumannya itu.
Anak itu bernama Jung Taek Woon yang terkenal akan kepintarannya disemua mata pelajaran sejak ia masih SD dan sekarang dia sudah memasuki umurnya yang ke 16 dan akan memulai kehidupan Smanya yang damai dan akan penuh dengan misteri.
Tentunya ia masuk tidak mudah, harus di tes ini dan itu. Dan banyak anak-anak yang ingin masuk ke sana dengan bakat mereka dalam bidang masing-masing, seperti singer, rapper, dance, akting dll.
.
.
.
.
.
.
ditempat lain seseorang juga sedang melihat ke halaman dengan senyum yang berkembang di wajahnya dan disampingnya berdapat tiga orang sahabatnya yang sama-sama melihat ke arah halaman sekolah.
"Sepertinya seseorang yang kau tunggu akhirnya datang juga, Hyung" ucap seorang laki-laki dengan hidung mancungnya sambil tetap menghadap ke halaman sekolah.
"Dia tersenyum, seperti kau saat ini hyung" ucap seorang laki-laki dengan rambut warna merah muda.
"Dan sepertinya dia mengumamkan sesuatu, hyung." ucap seorang laki-laki berwarna rambut biru metalik dengan cepat tanpa aba-aba tersebut.
Ketiga orang yang mendengar penuturan laki-laki berambut metalik itu memalingkan wajahnya ke dirinya hanya untuk memberikan pandangan yang bisa dibilang seperti mengatakan "astaga, cepat banget ngomongnya" orang yang diberikan pandangan itu pun masih tetap memandang ke arah objek itu dan akhirnya dia berbalik melihat ke tiga orang yang melihatnya.
" Apa?" Tanya laki-laki rambut metalik dengan wajah yang bingung.
Dan mereka bertiga hanya mengelengkan kepala mereka dan kembali fokus melihat ke objek yang sedang dibicarakan.
" Ya, dia adalah orang yang ku tunggu, dan sepertinya dia masih mengingat janji itu. Senyum itu juga masih sama seperti dulu." ucap seorang laki-laki yang dipanggil hyung oleh 3 sahabatnya.
"Sepertinya dia bukan seseorang yang bisa membuat teman, hyung." Ucap seorang laki-laki berhindung mancung
"Ya, kau benar. Aku harap kalian bisa menjadi teman bagi dia" ucap orang itu dengan senyum yang masih berkembang disana.
Seakan ingat sesuatu yang penting, tiba-tiba saja suaranya berubah menjadi serius.
"Dan kalian harus ingat jangan sampai rahasia ini diketahui orang lain dan permintaan ku, kalian jangan menyapa dan memanggil dengan nama asliku selama aku disana, tapi dengan nama yang ku beritahu kalian sebelumnya." Ucapnya mengingatkan
" Baiklah, hyung.." ucap ke-tiga sahabatnya itu secara bersamaan.
"Sebaiknya kalian cepat ke kelas sebelum bel berbunyi" ucap orang itu mengingatkan mereka kalau jam belajar akan segera dimulai.
"Kau juga. Hyung" ucap laki-laki berhidung mancung tersebut.
"Ya, aku akan menyusul, setelah aku melakukan ini" ucap orang itu tersenyum.
.
.
.
.
.
.
Dan kini Jung Taek Woon sedang berjalan menuju koridor dengan handset di telinganya dan berhenti tepat di depan sebuah papan pengumuman dimana dia akan menempati kelasnya.
Dan setiap siswa & siswi akan menempati kelas yang sudah ditentukan dengan peringkat dari hasil ujian yang telah diambil dua hari sebelum sekolah dimulai.
.
.
.
.
Matanya membulat kaget saat melihat papan pengumuman di depannya. Ada apa? Apakah ada sesuatu yang aneh disana?. Ya, ada sesuatu disana yaitu peringkatnya disana. Kalian tahu apa yang terjadi dengan peringkatnya disana?, peringkat_nya bukanlah peringkat pertama namun ke dua, ke DUA!. Siapa yang tidak shock?. Jung Taek Woon saja shock melihatnya apa lagi yang bikin.
Dan kalian tahu? yang menduduki peringkat pertama adalah seseorang dengan nama Cha Hak Yeon, nama yang asing bagi Taek Woon. Karena dia belum pernah mendengar nama yang mendapatkan nilai yang dibilang sempurna itu di Korea selain dirinya.
.
.
.
.
.
.
Masih dengan kekagetan Taek Woon, tiba-tiba saja bell berbunyi membuatnya tersadar dari lamunannya.
Dia pun berlari mencari kelasnya setelah melihat papan pengumuman dan juga peta kelas yang akan dia tempati.
Dari arah yang lain dengan dia, terlihat seseorang juga sedang berlari dengan cepat menuju kelas yang ditujunya.
BRUK!
Namun keadaan itu malah membuat dirinya dan seseorang yang berlari itu malah bertabrakan dan jatuh terduduk.
"Aduh, sakit..!" Keluh keduanya bersamaan dan tanpa aba-aba mata mereka bertemu membuat keduanya terdiam untuk beberapa saat.
TBC or END?
RnR. Ne?. Walau aneh dan ngak sesuai alur.
Untuk yang sudah mereview...
Terimakasih, Thank U, Kamshamida, Arigato.
